Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Tanya Jawab Buku No. 5

Tanya jawab topik-topik kebenaran sekarang yang diminati anggota Masehi Advent Hari Ketujuh

.

Copyright 1944,

V.T. Houteff

Hak cipta terjamin

Agar setiap orang yang haus akan kebenaran dapat memilikinya, maka buku kecil ini, sebagai bagian pelayanan Kristen, dikirimkan tanpa biaya. Hubungi kami untuk mendapatkannya. Tidak ada pungutan yang dituntut: kecuali tanggung jawab setiap jiwa itu sendiri untuk menguji segala sesuatu dan memegang yang baik. Satu-satunya yang mengikat hadiah kecil bebas biaya ini adalah untaian emas Eden dan benang merah Kalvari-menjadi satu tali pengikatnya

TANYA JAWAB

Buku No. 5 

Berbagai Pertanyaan dan Jawaban terhadap Pokok-Pokok Masalah Kebenaran Sekarang dalam Perhatian Para Anggota dan Para Pembaca Masehi Advent Hari Ketujuh

terhadap buku 

TONGKAT GEMBALA 

Oleh :

Victor T. Houteff 

“Ahli Torat” ini, yang diutus ke dalam Kerajaan Surga, “mengeluarkan perkara-perkara yang baru dan lama.” Matius 13:52 

Sekarang “kuduskanlah Tuhan Allahmu di dalam hatimu : dan bersiaplah untuk menjawab dengan lemah-lembut dan hormat kepada setiap orang yang menanyakan kamu akan hal alasan pengharapan yang ada di dalam kamu.” 1 Petrus 3 : 15.

DAFTAR ISI

TANYA JAWAB 

APAKAH PENDIDIKAN ITU BERBAHAYA? 

Pertanyaan No. 108 :

Apakah yang salah dengan pendidikan? Mengapakah ia itu menghasilkan sekian banyak orang yang tidak dapat menyesuaikan diri? Apakah saya tidak mengambil kesempatan yang berbahaya dengan mengirim anak-anak saya ke sekolah?

Jawab :

Kesalahannya bukan terdapat pada pendidikan itu sendiri, melainkan pada jenis pendidikan yang diperoleh seseorang. Benar, ada dua jenis pendidikan -- pendidikan yang bersifat manusia dan pendidikan yang bersifat Ilahi, pendidikan alami dan pendidikan rohani, pendidikan yang salah dan pendidikan yang benar. Karena manusia lahir dengan disertai kerinduan-kerinduan untuk mencintai yang alami dan membenci yang rohani, maka dengan sendirinya metode pendidikan manusia telah ditanam secara mendalam, dan metode pendidikan Ilahi sebagian besarnya, atau hampir sama sekali telah dilalaikan. Demikian inilah sebab daripada adanya “sekian banyak orang yang tidak dapat menyesuaikan diri itu.”

Telah merupakan kenyataan yang tak dapat disangkal bahwa metode pendidikan yang pertama itu benar-benar telah digunakan melatih siswa, bukan untuk menjadi produktif, melainkan untuk menjadi konsumptif -- untuk tamak dan mementingkan diri sendiri; sedangkan metode pendidikan yang kedua itu membentuk untuk melatih siswa menjadi produktif lebih daripada yang ia konsumsikan -- untuk menjadi pemurah dan tidak mementingkan diri sendiri, yang hidup bagi orang lain, bukan bagi diri sendiri.

Kemudian, juga, harus disadari bahwa sekalipun jika sekolah-sekolah memberikan jenis latihan yang benar, maka itu akan ditentang oleh para orangtua yang memperbolehkan anak-anak mereka membuang-buang

waktu, gantinya mendidik mereka untuk bagaimana meringankan beban seseorang dan untuk mencari nafkah. Oleh sebab itu, jika tidak ada terdapat kerja-sama di antara sekolah dan rumah tangga, maka sekalipun terdapat suatu sistem pendidikan yang benar di sekolah-sekolah, anak-anak bagaimanapun juga akan dilatih menjadi beban bagi dirinya sendiri, menjadi tanggungan bagi para orangtuanya, dan merusak bagi dunia.

Gantinya membuat pendidikan mereka menjadi suatu persiapan bagi hidupnya, kebanyakan siswa justru membuatnya sebagai suatu liburan yang lepas dari kehidupan. Kemudian apabila tiba hari penamatan, maka mereka dengan sendirinya tidak tahu apa yang harus dikerjakannya kemudian! Dan bahkan apabila mereka “memiliki suatu pekerjaan di dalam pikirannya, ia itu seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk memperoleh landasan kebiasaan-kebiasaan kerja yang dipersyaratkan dalam bidang-bidang mereka.”

Adalah suatu kenyataan yang teruji, bahwa selama pendidikan mereka, senang sekali membonceng pada orang lain, yaitu sesuatu perkara yang telah menjadi kejahatan. Dan makin lama mereka pergi ke sekolah makin menjadi-jadi sifat mementingkan diri ini tampaknya. Dan itulah sebabnya mengapa DR. Henry C. Link, psycholog itu, menegaskan bahwa “para majikan tidak lagi tertarik di antara sesamanya untuk tergesa-gesa mempekerjakan para tamatan college. Dan lagi, dalam menyeleksi mereka, seringkali lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan ekstra-kurikulum seseorang siswa dan keberhasilan-keberhasilannya dalam hubungannya dengan rekan-rekan sesama siswanya, daripada keberhasilannya bersama-sama dengan dosennya.”

Yang diperlukan oleh generasi masa kini untuk terutama dipelajari di sekolah ialah menghentikan memboceng pada orang lain

dan supaya mulai berproduksi, yaitu perkara yang dicemaskan terus meningkat. Anak-anak harus diajari, bahwa bagaimana pun juga, satu-satunya jalan bagi seseorang untuk berhak hidup dengan wajar ialah pertama kali menjadi seseorang yang produktif, yang menghasilkan lebih banyak daripada yang ia konsumsikan, dan supaya berusaha dengan sungguh-sungguh, bukan untuk menerima, melainkan untuk memberi, dan supaya menyadari bahwa kebiasaan kebajikan dan tidak mementingkan diri yang sedemikian ini, adalah merupakan pintu gerbang yang menuju kepada keberhasilan dan kebahagiaan.

Adalah pada masa Abraham mendemostrasikan penyambutannya yang benar-benar murah hati dan ramah oleh mengundang secara persaudaraan dan kemudian memohon secara paksa kepada ketiga orang asing itu untuk berhenti beristirahat dan makan, maka janji akan hal seorang putera itu, yang telah diberikan bertahun-tahun sebelumnya, telah menjadi kenyataan. Dan kesetiaan Lot mendesak dua dari antara orang-orang asing yang sama ini untuk bermalam di rumahnya, telah melepaskannya dari kebinasaan api Sodom.

Janganlah kita lupa bahwa perwujudan prinsip-prinsip Ilahi ini adalah merupakan langkah pertama menuju kepada pertobatan seseorang kepada agama Kristus. Melalaikan persyaratan-persyaratan yang perlu ini sambil mencoba untuk menjadi seorang yang sekaligus Kristen, adalah sama saja mustahilnya dengan mengundang pendeta untuk melaksanakan suatu upacara perkawinan tanpa memiliki sesuatu pihak pun yang bersedia untuk kawin.

Mengenai pokok masalah kepribadian, DR. Link menulis : “Pikiran-pikiran adalah bukan lahir dengan sendirinya, sekaliannya itu adalah didapat melalui latihan. Kepribadian adalah bukan dilahirkan, ia itu dikembangkan oleh praktek. Tetapi kita tidak memiliki perpustakaan buku-buku ilmiah mengenai

yang terakhir ini. Buku pelajaran yang terbesar dan yang paling otentik mengenai kepribadian adalah tetap Alkitab, maka penemuan-penemuan yang telah  dibuat oleh para ahli ilmu jiwa lebih cenderung untuk mengukuhkan daripada menentang penyusunan mengenai kepribadian yang ditemukan di sana. Ilmu jiwa berbeda daripada semua ilmu yang lainnya dalam hal yang penting ini. Sementara ilmu-ilmu lainnya mengajarkan keapda kita bahwa pendapat-pendapat dan kepercayaan-kepercayaan ktia yang terdahulu mengenai alam adalah keliru, maka ilmu jiwa membuktikan bahwa banyak dari pendapat-pendapat dan ajaran-ajaran kuno mengenai perkembangan sesuatu tabiat dan kepribadian yang baik adalah benar.

“Catatan khusus yang membicarakan unsur-unsur atau kebiasaan-kebiasaan pribadi yang termasuk di dalam ujian ini adalah sebagai berikut : Anak mengembangkan suatu kepribadian yang baik, atau sedikit-dikitnya dasar-dasar dari suatu kepribadian yang sedemikian ini, dengan cara melakukan banyak perkara yang tidak dilakukannya secara alami, dan banyak perkara yang sesungguhnya tidak ia sukai. Makan dengan menggunakan pisau dan garpu mungkin telah terbiasa baginya pada waktunya, dan bahkan menyenangkan, tetapi bukan sebelum para orangtuanya menghabiskan empat sampai delapan tahun untuk berusaha dengan tak henti-hentinya untuk melatihnya menggunakan pisau dan garpu itu dengan sepantasnya. Tentunya, anak-anak secara alami dan keturunan berbeda-beda; tetapi betapapun baik mereka, kebiasaan-kebiasaan dasar harus ditanamkan melalui suatu proses disiplin. Mengingat akan keengganan yang tak dapat dielakkan terhadap disiplin yang dikembangkan oleh anak-anak dan lambannya mereka dalam mendapatkan banyak kebiasaan-kebiasaan yang didambakan, maka setiap pengaruh, tekanan, atau alat yang ada yang akan mempercepat mereka mendapatkan kebiasaan-kebiasaan ini

harus dimanfaatkan. Kebanyakan para orangtua memerlukan setiap sumber bantuan atau tunjangan yang ada dalam proses ini.” -- The Return to Religion.

Perlu sekali, menciptakan suatu keberhasilan yang nyata di dalam kehidupan, orang harus mendapatkan keahlian-keahlian yang menonjol, keunggulan dalam sesuatu yang sedikit, dan keunggulan yang nyata dalam sesuatu; juga suatu kerinduan untuk pertama-tama menyenangkan dan mendatangkan berkat bagi orang lain, dan hanya yang kedua memuaskan dirinya sendiri. Allah mengasihi dunia ini sehingga telah dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal. Oleh sebab itu manusia pun harus baik sejauh mungkin sehingga mereka, juga, dengan bebas menggunakan waktu dan tenaga mereka untuk melayani kepentingan-kepentingan orang-orang lain. “Janganlah setiap orang memandang pada perkara-perkaranya sendiri, melainkan juga setiap orang pada perkara-perkara orang lain.” Filipi 2 : 4. Dalam cara yang berbahagia sedemikian ini mereka akan memanfaatkan dirinya sendiri lebih daripada orang-orang lain. “Carilah dahulu olehmu akan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya”, demikianlah perintah Tuhan, “maka segala perkara ini akan ditambahkan kepada-mu.” Orang yang memahami sepenuhnya akan kerjanya hukum Ilahi ini, dan tanpa ragu-ragu mematuhinya, ialah satu-satunya orang yang benar-benar berhasil hidupnya. Dan dari kenyataan bahwa orang-orang yang membuat kepentingan majikannya menjadi pekerjaan utama hidup mereka adalah hanya orang-orang yang menerima promosi dan yang berhasil mencapai kedudukan-kedudukan tinggi yang bertanggung jawab, menunjukkan bahwa hukum Ilahi ini bahkan berlaku juga di antara orang-orang bukan Kristen.

Siswa yang maju perlu menguji teori-teori sementara ia mengikutinya dan sebelum ia mempelajari teori-teori yang baru. Artinya, gantinya

mengaplikasikan dirinya hanya untuk mengejar pengetahuan, ia perlu mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya itu untuk mengejar sesuatu mata pencaharian. Di samping itu, makin lama seseorang dilindungi dari kenyataan-kenyataan suatu kehidupan yang bekerja, makin tidak mampu ia menghadapi kenyataan-kenyataan itu apabila ia ditantang oleh kebutuhan. Pendidikan yang sedemikian ini hanya dapat menghasilkan orang-orang yang canggung -- yaitu orang-orang yang merupakan parasit-parasit sosial. Tetapi pendidikan yang benar “mempersiapkan siswa bagi pelayanan yang menggembirakan di dunia ini, dan bagi kegembiraan yang lebih tinggi dari pelayanan yang lebih luas di dalam dunia yang akan datang.” -- Education, p. 13.

Sebab itu, para orangtua yang hendak membantu anak-anak mereka membuat kehidupan yang berhasil dan hidup dengan wajar, jangan sekali lalai memberikan latihan kepada orang-orang muda. Kemudian mereka akan menyaksikan dengan jelas bahwa jenis pendidikan yang tepat bukan hanya merupakan sesuatu perkara yang bagus, melainkan itu adalah segala perkara dalam pengembangan tabiat yang baik. Tidak seorangpun boleh membiarkan anak-anak mereka tanpa pendidikan yang sangat diperlukan ini. Sebab itu jika anak-anakmu belum menerima suatu pendidikan yang sedemikian ini di sekolah, maka mereka harus menerimanya di rumah.

Dan dalam mengambil tanggung jawab ini, para orangtua harus senantiasa ingat bahwa manusia secara alami lahir sebagai pembonceng pada orang lain. Seorang bayi tidak berbuat apa-apa untuk membantu dirinya sendiri. Apa saja yang perlu bagi kehadirannya dilakukan oleh orang lain. Dan satu-satunya cara yang sempurna untuk menghentikan seseorang anak daripada kebiasaan-kebiasaan mementingkan diri sendiri ini, ialah memulai sedini mungkin mengajarkan kepadanya untuk membantu dirinya sendiri, sampai akhirnya ia akan menjadi

tuan atas semua keinginannya. Segera setelah seekor burung keluar dari sarangnya, maka induk burung mengajarkannya untuk terbang dan untuk mencari makannya sendiri. Para orangtua yang gagal melatih anak-anak mereka sedemikian ini adalah kurang cerdik dibandingkan dengan binatang-binatang yang bisu itu, dan tentu sekali merupakan musuh-musuh anak-anak mereka yang terjahat.

Ada seseorang ayah yang gagal, seperti halnya imam Eli dari Israel kuno, untuk mengambil tanggung jawab ini, dan akhirnya mendapat kesulitan besar dengan puteranya yang berumur tujuh belas tahun. Kepada DR. Link ia menceritakan keadaannya sebagai berikut :

“Saya yakin anak saya memiliki pikiran yang baik, namun selama beberapa tahun terakhir ini pekerjaannya di sekolah terus menerus merosot. Dalam masa semester ini ia gagal dalam tiga mata pelajarannya. Tetapi, yang bahkan lebih mengecewakan saya, daripada pekerjaan sekolahnya, ialah sikapnya menghadapi hidup pada umumnya. Ia tampaknya menyangka, bahwa dunia dan terutama para orangtuanya wajib memberi nafkah kepadanya. Kebetulan karena kami tinggal di tengah-tengah suatu masyarakat yang kaya. Banyak dari keluarga-keluarga itu jauh lebih kaya daripada kami, dan karena saya agak bermurah hati kepada anak saya, memberi kepadanya sejumlah uang saku yang cukup, pakaian-pakaian yang bagus, membiarkan dia membawa kendaraan keluarga, dan sebagainya, maka ia menjadi makin tidak puas. Kini ia menghendaki memiliki kendaraan sendiri, dan selalu berbicara tentang banyak anak-anak di kota yang memiliki kendaraannya sendiri.

“Pada waktu saya meminta kepadanya untuk mengawasi tungku api atau membersihkan pekarangan, atau melakukan beberapa tugas lain, maka katanya kepada saya bahwa pemuda-pemuda lain tidak wajib melakukan jenis pekerjaan ini. Walaupun saya kadang-kadang membawanya melakukan sesuatu pekerjaan, namun saya tidak pernah berharap bahwa ia akan melakukannya dengan baik. Ia sama sekali tidak memiliki rasa tanggung jawab atau pun merasa berkewajiban, melainkan dianggapnya keluarganya berkewajiban untuk melakukan apa saya yang mungkin dikehendakinya untuk diperbuat. Pada kenyataannya, suatu pendapatnya di dalam hidup ialah bergembira, dan pendapatnya mengenai suatu masa yang baik, sedemikian jauh yang dapat saya

lihat, ialah berbuat apa yang dikehendakinya untuk dibuat, apabila ia hendak melakukannya, tanpa menghiraukan orang lain. Saya benar-benar takut kalau-kalau ia sedang mengembangkan suatu tabiat yang akan membuatnya tidak cocok bagi dunia; sama seperti yang telah membuatnya tidak cocok bagi pelajaran-pelajarannya.”

Ada terdapat beribu-ribu orang malang yang sedemikian ini dari berbagai usia, yang sebab kegagalannya dalam hidup dapat ditelusuri ke belakang kepada para orangtuanya sendiri. Karena berbuat segala-galanya yang terlalu banyak bagi anak-anak mereka, maka mereka telah merampas dari anak-anak itu kesempatannya untuk mendapatkan kebiasaan-kebiasaan bergantung pada diri sendiri. Sebagai gantinya mereka telah berpendapat bahwa baik orangtua mereka sendiri maupun para orangtua lainnya berkewajiban memberikan nafkah kepada mereka, memberi pendidikan, dan memberikan barang-barang mewah yang benar-benar dianggapnya sebagai barang-barang kebutuhan.

Sementara manfaat-mafaat kebendaan bersekongkol membuat kehidupan seseorang lebih mudah, mereka justru membuat tabiatnya menjadi lebih lemah. Keinginan para orangtua yang tak terkendali untuk berbuat baik bagi anak-anak mereka, ditambah uang-uang untuk melakukannya, mendatangkan atas mereka itu kerusakan yang tak terperbaiki. Dan demikian inilah dosa-dosa dari kebodohan ayah dan dari kebahagiaannya yang telah dikendalikan secara tidak bijaksana ditimpakan ke atas anak-anak. Dalam kaitan ini terlihat berkali-kali kebenaran itu di dalam teguran Ilahi : “Bahwasanya, inilah kejahatan dari saudara perempuan Sodom, kesombongan, kepenuhan roti, dan kelimpahan pemalas terdapat di dalamnya dan di dalam puteri-puterinya, tidak juga dikuatkannya akan tangan orang-orang miskin dan yang berkekurangan.” Yeheskiel 16 : 49.

Adalah suatu kenyataan yang terkenal, bahwa sebagai pedoman pada umumnya orang-orang yang sangat terpelajar adalah orang-orang yang paling ragu-ragu untuk menerima injil Kristus, dan tergolong orang-orang yang paling terakhir dalam menyesuaikan langkah dengan Kebenaran. Dalam

hal ini lebih daripada disesuatu yang lain berlakulah kata-kata yang berbunyi : “Berbahagialah kamu yang miskin, karena milik kamulah kerajaan Allah itu.” Lukas 6 : 20.

Para orangtua dapat menjauhkan anak-anak mereka dari keinginan untuk masuk memiliki kekayaan-kekayaan yang telah diperoleh orang-orang lain, hanya jika mereka sejak dini dalam kehidupan anak mulai mencabut keluar kebiasaan-kebiasaan mementingkan diri sendiri dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan mementingkan orang lain sebagai penggantinya. Dalam perjuangan untuk mendapatkan tabiat, kepribadian, dan kegunaan, anak-anak dari para orangtua yang miskin lebih beruntung daripada anak-anak dari para orangtua yang kaya.

Orang yang sangat terhormat di dunia berikut orang-orang laki-laki dan wanita yang sangat diperlukan, yang telah meninggalkan kepada dunia sesuatu yang berharga, mereka itu datang dari keluarga-keluarga yang miskin. Melalui teladan, kami akan mengingatkan kepada pembaca hanya sejumlah kecil tabiat-tabiat yang sedemikian ini, sebagai berikut :

Pengalaman semasa kecil dari Jack London telah hangus di bawah kemelaratan dan berbagai kesulitan hidup, namun tergoda oleh suatu kemauan yang bergelora untuk menjadi seorang penulis yang besar, maka ia telah menjadi pengarang terkenal dari lima puluh satu buah buku maupun sejumlah ceritra yang tak terhitung banyaknya. Penghasilan tahunannya telah menjadi dua kali dari penghasilan Presiden Amerika Serikat.

Dan Helen Jepson, pernah begitu miskin sehingga ia tidak mampu untuk mengikuti pelajaran-pelajaran musik, namun ia telah menjadi salah satu dari penyanyi-penyanyi terbesar kita.

Andrew Carnegie mulai bekerja dengan hasil dua sen per jam, dan kemudian ia telah menghasilkan empat ratus juta dollar.

Almarhum John D. Rockefeller, yang telah menimbun kekayaan yang mungkin keuntungan paling besar dalam seluruh sejarah, mulai hidupnya dengan menanam kentang di bawah terik matahari untuk mendapatkan upah empat sen sejam.

Thomas A. Edison, yang telah disebut sebagai warga dunia yang sangat berguna, memulai pekerjaannya sebagai seorang penjaja koran di Grand Trunk Railway. Laboratoriumnya yang pertama didirikan di dalam sebuah ruangan terpisah dari sebuah mobil bagasi.

Benjamin Franklin adalah seorang yang terkenal dalam hampir setiap lapangan usaha. Pencipta, ilmuwan, pengarang, negarawan, ahli filsafat, pencetak, diplomat, pelawak, -- sesungguhnya sedikit saja orang lainnya yang pernah mengadu nasib pada sekian banyak pekerjaan dan mengerjakannya dengan begitu berhasil. Namun ia lahir dari keluarga miskin penjual lemak lilin, dan sama sekali tidak memiliki keuntungan istimewa apapun sebagai anak kecil.

Luther Burbank, yang disebut “Ahli Tanaman”, semula tidak mampu sekolah lebih jauh daripada hanya akademi kota setempat, dan sewaktu masih muda mulai bekerja di sesuatu pabrik.

Kehidupan dan sejarah dari DR. G. W. Carver juga mengungkapkan kenyataan bahwa untuk membangun tabiat, untuk mendapatkan suatu pendidikan, dan untuk membuat suatu kehidupan yang benar-benar berhasil, maka adalah perlu bahwa seseorang memulai dari semula, membantu dirinya sendiri, dan menggunakan sendiri melalui sekolah.

Kami mengutip dari sebuah sketsa biografi dari ilmuwan yang besar ini, sebagaimana yang diterbitkan di dalam The Reader’s Digest, Desember tahun 1942, menjelang kematiannya : 

* * *

Lahir di Missoiri sekitar tahun 1864, DR. Carver tidak pernah mengenal ayah dan ibunya -- mereka telah dibawa pergi oleh perampok-perampok budak sewaktu ia masih bayi. Seorang pemilik kebun berkulit putih, Moses Carver, telah membesarkan anak itu, memberi kepadanya namanya, dan karena sebab kesehatan anak itu buruk ia telah membiarkannya mengerjakan pekerjaan wanita, yaitu memasak, menjahit, mencuci pakaian.

Namun suatu api yang aneh telah membara di dalam dirinya. Satu-satunya buku yang diingatnya d dalam rumah Carver ialah Webster’s Speller. Ia telah menghafalkannya. Karena mereka sendiri jatuh dalam masa yang sulit, maka keluarga Carver tidak mampu mengirimnya ke sekolah. Ia terus sekolah menurut caranya sendiri; tidur di gudang-gudang dan di loteng-loteng jerami; ia bekerja apa saja demi untuk sesuap rotinya; menangkap semua pengetahuan yang ditawarkan oleh gudang sekolah berruangan satu itu. “Mencuci di keluarga-keluarga kulit putih” telah membiayainya sampai ke sekolah menengah atas.

Ia telah diterima masuk ke Universitas Lowa melalui pos, hanya untuk ditolak kembali sewaktu ia tiba, karena ia adalah seorang Negro. Kemudian ia telah membuka sebuah usaha binatu kecil pada akhir tahun ia telah berhasil menghimpun dana yang cukup untuk bisa masuk ke Simpson College di Indianola, Lowa. Ia berusaha dengan mencuci, mengepel lantai dan membersihkan rumah selama tiga tahun di sekolah tersebut lalu terus maju untuk menyelesaikan empat tahun pendidikan pertanian di Lowa State College. Di sanalah kepandaian istimewanya dengan tanah dan tanaman telah memenangkan baginya, suatu tempat di dewan fakutlas, pada waktu penamatan.

Di bawah di pusat Alabama, di sekitar waktu yang sama ini, Booker T. Washington -- pendiri dan president dari Lembaga Tuskegee -- sedang memimpikan suatu emansipasi ekonomi bagi petani Negro. Mimpi-mimpinya itu membutuhkan seseorang. Washington kemudian memilih Carver yang muda itu.

Pada waktu Carver tiba di Tuskegee dalam tahun 1896, di sana tampaknya sedikit sekali kesempatan baginya untuk maju dan tidak ada apa-apa yang dapat digunakan. Washington menghendaki sebuah laboratorium pertanian; sedangkan tidak ada peralatan maupun uang. Ia menghendaki sebuah sekolah pertanian; sedangkan tanahnya sulit. Ia menghendaki rumput di kampus Tuskegee; sedangkan di sana hanya ada pasir.

Pada waktu ini, di dalam sebuah peti gelas di museum terdapat bahan-bahan yang oleh mana Carver telah membuat laboratoriumnya yang pertama. Untuk panas dipasangnya sebuah lampu lentera gudang yang berhasil dipungut. Lesung atau lumpangnya adalah sebuah baskom dapur yang berat; ia menggunakan sepotong besi yang datar untuk menghancurlumatkan. Gelas-gelas kimia dibuat dengan cara memotong kepala-kepala botol yang diambil dari gudang sekolah. Ia merubah sebuah botol tinta menjadi lampu alkohol dan membuat sumbunya sendiri.

Tanah pada 16 acre “kebun percobaan”nya itu adalah tanah pasir, yang erosi dan tandus. Ia menugaskan siswa-siswanya memasuki rawa-rawa dan semak-semak dan dipersenjatai dengan keranjang-kerajang dan ember-ember. Hari demi hari mereka membawa kembali kotoran dan daun-daunan busuk lalu menutupi tanah dengannya. Di atas tanah-tanah itulah ia mendemonstrasikan, bahwa tanah Selatan yang sangat tidak subur itu dapat dibuat menjadi tanah yang menghasilkan, bukan hanya satu panen ubi per tahun yang dihasilkan, melainkan sampai dua. Di sana juga dituainya kapas satu bal per acre sebagai hasil pertama dari Alabama.

Katanya : “Setiap orang mengatakan kepada saya bahwa tanah itu tidak subur. Tetapi itulah satu-satunya tanah yang saya miliki. Tanah itu bukan tidak subur. Ia itu hanya belum digunakan.”

Ia menemukan manfaat-manfaat lain baginya. Dari tanah liat yang berwarna-warni di Macon County dibuatnya kerajinan pot, tinta-tinta wallpaper, yang mewarnai cetakan-cetakan semen yang beraneka rias. Sebagai seseorang musuh sisa-sisa buangan yang sudah mendarah daging, ia mengubah cabang-cabang gandum, kapas, dan sorghum menjadi papan-papan penyekat; ia menghasilkan kertas dari tangkai-tangkai wistaria, kembang matahari, dan tanaman waru liar; menganyam tikar-tikar hiasan meja dari tanaman rawa; membuat hiasan meja, menggunakan cat warna tanah liat yang cerah sebagai warna, dari kantong-kantong makan dan benih.

Untuk membawakan injil Padang Rumput Hijaunya kepada petani ia menggubah sebuah andong bekas menjadi sebuah sekolah pertanian yang berpindah-pindah, yang diisi dengan bahan-bahan pameran, dipinjamnya seekor kuda lalu melakukan kunjungan-kunjungan teratur ke seluruh daerah. Ini adalah “sekolah-sekolah keliling” yang pertama, yang kini dibangun di atas truck dan mobil trailer dan disponsori oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, meliputi seluruh Alabama.

Macon County kemudian, seperti kebanyakan daerah di Selatan, menanam kapas dan sedikit lainnya. Untuk menyelamatkan tanah

dan untuk menambah penghasilan pertanian, maka Carver telah menganjurkan menanam ubi dan kacang tanah. Pada waktu ini ubi adalah merupakan suatu tumpukan hasil pertanian di selatan; dan petani-petani kacang tanah kita di Selatan tahun ini akan memperoleh sekitar $ 70,000,000 untuk hasil pertanian mereka. Melebihi siapapun juga yang lainnya DR. Carver telah membantu memecahkan cengkeraman kapas di pertanian selatan.

Dalam kegiatan pionirnya di Macon County, ia sedikit sekali menemukan sesuatu kebun sayur, hanya ada beberapa ekor babi, ayam dan kerbau. Penyakit kurang gizi pellegra, yang diakibatkan karena gizi yang tidak seimbang merajalela dimana-mana. Oleh sebab itu ia menganjurkan pembuatan kebun-kebun sayur dan ia membuat resep-resep yang memperlihatkan bagaimana mempersiapkan dan memelihara sayur-sayur yang tahan lama. Pada waktu ini, sesuai keterangan dari agen pertanian daerah tersebut, hampir tidak ada satupun pertanian orang Negro di Macon County yang tidak memiliki kebun sayur, babi, ayam, dan sedikit-dikitnya seekor sapi. Penyakit pellegra sudah hampir lenyap sama sekali.

  1. Carver mendesak agar dalil tentang mulailah dimana anda berada akan berfungsi dimana-mana. Beberapa tahun lalu ia berbicara di depan sebuah organisasi Negro di Tulsa, Oklahoma. Untuk bahan-bahan ilustrasi ia tinggal pada sesuatu pagi hari di Sand Pipe Hill, dekat Tulsa. Ia kembali membawa 27 jenis tanaman, yang semuanya mengandung unsur-unsur obat.

“Kemudian”, katanya, “saya pergi ke apotik di Ferguson dan membeli tujuh obat paten yang mengandung unsur-unsur tertentu yang ditemukan di dalam tanaman-tanaman itu. Obat-obat itu telah dimasukkan dari New York. Sekaliannya itu sebenarnya telah datang dari Sand Pipe Hill. ‘Dimana tidak ada khayal maka binasalah umat’.” 

* * *

Ia telah disebut -- yaitu orang ini yang para orangtuanya adalah budak-budak Negro, sebagai seorang ahli chemurgist yang pertama dan terbesar.” Usaha-usaha jutaan dollar telah dibangun seluruhnya atau sebagian dari hasil penemuan-penemuannya -- yang terbesar di antaranya adalah sebuah industri kacang tanah yang bernilai $ 200,000,000. Hasil panen perintisnya kini memasukkan berjuta-juta dollar setiap tahun ke dalam saku petani-petani di selatan.

Ia telah dihujani dengan berbagai penghargaan. Thomas Edison telah mengundangnya untuk menggabungkan diri dengan staffnya dengan upah $ 50,000 setahun. Henry Ford telah memberikan kepadanya sebuah laboratorium untuk menyelidiki makanan-makanan dalam masa perang. Bulan Juni yang lalu “The Progressive Farmer” telah memberikan kepadanya penghargaan tahunannya bagi “pelayanan yang luar biasa bagi pertanian di selatan.” Medali Theodore Roosevelt telah dianugerahkan kepadanya dalam tahun 1939 sebagai “seorang pejuang pembebasan manusia kulit putih maupun kulit hitam.”

New York Times bertanya : “Manusia mana lagi yang lainya di zaman kita yang telah  berbuat begitu banyak bagi pertanian di Selatan”?

Dunia yang sedemikian ini mencari DR. George Washington Carver masih dapat menemuinya di daerah ilmiah dimana ia telah bekerja selama 46 tahun lamanya : Macon County, Alabama, dan kampus dari Lembaga Tuskegee, sekolah Negro yang terkenal itu.

Adalah falsafahnya sendiri yang telah membuatnya bertahan di sana : yaitu keyakinannya bahwa tidak ada lagi padang-padang rumput yang lebih hijau daripada padang-padang yang terdekat. Secara ilmiah ia telah memeras keyakinan itu menjadi suatu formula : “Mulailah dimana anda berada, dengan apa saja yang anda miliki, perbuatlah sesuatu daripadanya, jangan sekali merasa puas.” Kini, dalam menjelang usia 80 tahun ia masih tetap membuat formula itu berfungsi.

Baru-baru ini ia membawa saya melalui Museum George Washington Carver di Tuskegee -- yang dibangun dari tabungan-tabungannya untuk menampung hasil-hasil berbagai eksplorasi dan penemuan-penemuannya di sekitar tempat itu. Ia masih tetap memakai topi lapangannya yang biasa dan baju sweater abu-abunya yang sudah tua itu. Suaranya sudah melemah dan kedua bahunya sudah turun namun belum ada sama sekali tanda-tanda kelemahan dalam pikiran dan semangatnya.

Di sebuah lapangan kecil di belakang museum itu ia menunjuk kepada lima puluh baris papan cemara yang dihadapkan ke matahari. Sekaliannya itu baharu saja dicat : biru menyala, kuning, merah, hijau.

“Alasan para petani di sini tidak mencat rumah-rumah mereka”, katanya, “bukan karena mereka malas atau kurang peduli. Itu adalah karena mereka tidak mempunyai uang untuk membeli cat. Cat yang terlihat pada papan-papan ini tidak berharga apa-apa. Warna itu berasal dari tanah-tanah liat yang ada di sini di Macon County. Dasarnya digunakan minyak motor.”

Cat tumbuhan setempat ini, yang dibuat dan diuji oleh DR. Carver di Tuskegee, kini sedang digunakan oleh Penguasa Tennessee Valley dalam suatu demonstrasi memperindah rumah kampung di 14 tempat Tennessee Valley Authority.

  1. Carver adalah yang pertama dan masih merupakan eksponen terbesar yang menggunakan tanah-tanah nganggur di Selatan dan sisa-sisa produksi untuk mengimbangi makanan pertanian di Selatan. Ini memerlukan lebih daripada hanya pengetahuan pertanian, sehingga ia telah belajar untuk menjadi seorang ahli gizi dan juru masak. Bukunya “Empat puluh tiga cara untuk Menyelamatkan Hasil Pohon Palem Liar” adalah sebuah kumpulan resep hasil pengujian Carver : selai jeruk, sirup, cuka, sup, kroket.

Pencobaan-pencobaannya yang terkenal terhadap kacang tanah telah menghasilkan lebih dari 300 bahan yang berguna. Di antara bahan-bahan itu yang kini sedang diproduksi secara komersial ialah mentega kacang dan tepung kacang, di samping berbagai minyak dan pupuk. Yang digunakan secara luas ialah sebuah pamflet bagi istri petani : “105 Cara yang Berbeda-beda untuk Mempersiapkan Kacang di Meja”, termasuk resep untuk sup kacang, roti, kue pastel, kue kering, kue donat, keju. Dengan pemakaian yang lebih luas sedemikian ini hasil kacang telah meningkat dari 700 juta pount dalam tahun 1921 menjadi 1,400 juta pount dalam tahun 1941.

Bulan Maret yang lalu DR. Carver telah menerbitkan buletinnya sendiri mengenai Kebun Kemenangan yang berisikan : “Kebun Alami Bagi Kemenangan dan Perdamaian.” Halaman depannya dikutip dari buku Kejadian sebagai berikut : “Tengoklah Aku telah  mengaruniakan kepadamu tumbuh-tumbuhan ..... ia itu akan menjadi makanan bagimu.” Di dalamnya terdapat sebuah daftar yang berisikan lebih dari 100 jenis rumput, rumput liar dan kembang-kembang liar yang dapat digunakan untuk makanan, dan resep-resep yang memperlihatkan bagaimana menggunakannya. Sekaliannya itu termasuk juga kopi yang dibuat dari akar tanaman yang dibakar -- “sebagian orang lebih menyukainya daripada kopi yang sebenarnya” -- pastel “yang sama dengan apel atau semacam kelembak” dari rumput yang asam’ “pucuk-pucuk asparagus” dari tangkai-tangkai rumput sutera; semanggi liar “untuk pelezat dan penghias sayuran lalapan”; roti berlapis rumput lalap yang banyak sekali digemari di kampus Tuskegee.

* * *

DR. Carver mengatakan kepada saya, bahwa Alkitab adalah sama pentingnya bagi pekerjaannya maupun bagi laboratoriumnya. Ia mempunyai dua

ayat Alkitab yang paling dicintainya. Salah satunya disebutnya sebagai jalan “terangnya”. Ia itu Amsal 3 : 6 yang berbunyi : “Di dalam semua jalanmu akuilah akan Dia, maka Ia akan mengendalikan semua langkahmu.” Yang lainnya ialah jalan “kekuatannya.” Ia itu Filipi 4 : 13 yang berbunyi : “Saya dapat berbuat segala perkara melalui Kristus yang menguatkan saya.”

“Inilah satu-satunya pertanyaan yang harus dijawab oleh orang-orang kulit berwarna”, demikianlah saya mendengar dia mengatakan kepada sekelompok pengkhotbah Negro : “Sudahkah kita memperoleh apa yang diinginkan oleh dunia? Ia bercerita dari hal mendengar sekelompok orang-orang kulit putih yang mencarikan seseorang yang dapat menentukan lokasi minyak. “Mereka itu lupa mengatakan apakah mereka menghendaki seorang kulit putih, seorang kulit merah, seorang kulit kuning ataukah seorang kulit hitam; mereka hanya mengatakan mereka menghendaki seseorang yang dapat menentukan lokasi minyak.”

Katanya : “Jangan pergi mencari kebun anggur Naboth. Setiap orang di antara kamu mungkin sudah memiliki semua kebun anggur yang dibutuhkannya.”

Hendaklah para orangtua menjawab sekarang pertanyaan yang mendesak ini : Apakah yang telah  membuat DR. Carver menjadi seorang ilmuwan yang besar, dan memungkinkan pencapaian-pencapaiannya yang berguna itu? Bukankah itu karena diajarkan kepadanya oleh lingkungan yang miskin dan karena keseluruh kerinduannya untuk membawa berkat bagi kemanusiaan telah mendorongnya untuk berbuat sedemikian itu?

Jelaslah bahwa semenjak dari permulaan sekali pendidikan mereka, anak-anak harus diajarkan mengenal nilainya waktu dan nilainya sesuatu rupiah, dan bahkan supaya dipaksa, jika perlu, untuk membantu dirinya sendiri dan untuk menghargai hak-hak dan milik orang lain -- untuk menjadi pembangun, bukan pengrusak, bukan pembonceng pada orang, pemboros, atau pembuang-buang waktu. Kebiasaan-kebiasaan kerja yang ceroboh menghasilkan kepribadian yang jelek.

Dalam terang dari sepuluh perintah itu, prinsip-prinsip ini, melebihi setiap prinsip lainnya,

harus setiap hari ditanamkan di dalam pikiran anak-anak muda.

“Oleh sebab itu hendaklah kamu menaruh segala perkataan-Ku ini di dalam hatimu dan di dalam jiwamu”, demikian himbauan Tuhan, “dan ikatkanlah sekaliannya itu sebagai suatu tanda pada tanganmu, sehingga sekaliannya itu dapat merupakan alur depan di antara kedua matamu. Dan hendaklah kamu mengajarkannya kepada anak-anakmu, membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, dan apabila engkau berjalan di jalan, sewaktu engkau berbaring, dan sewaktu engkau bangun. Dan hendaklah engkau menuliskannya pada ambang pintumu, dan pada pintu-pintu gerbangmu : supaya segala hari hidupmu dilipatgandakan, dan segala hari hidup anak-anakmu, di dalam negeri yang telah dijanjikan Tuhan dengan bersumpah untuk diberikan kepada para nenek moyangmu, akan bagaikan segala hari umur langit di atas bumi.” Ulangan 11 : 18 – 21. 

APA ARTINYA AGAMA? 

Pertanyaan No. 109 :

Apakah agama itu hanya terdiri dari menyelidiki dan berdoa, berpuasa dan menangis, berkhotbah dan menghiburkan, bertobat dan memaafkan, memohon dan memberi? Bagaimanakah seseorang dapat beragama, dan perbedaan apakah yang akan dibuatnya pada kehidupan seseorang?

Jawab :

Sebagaimana halnya Teladan Besar dari agama Alkitab itu adalah Firman (Putera) Allah dalam bentuk manusia (1 Yohanes 1 : 1), maka agama Alkitab itu sendiri adalah perintah-perintah (kebenaran) Allah dalam bentuk manusia ( 2 Korintus 3 : 3; Keluaran 31 : 18). Tetapi saluran melalui mana jiwa masuk ke dalam komunikasi penting dengan agama Alkitab itu, ialah Roh Suci. Maka hubungan yang hidup ini dengan Firman

Allah adalah merupakan persyaratan yang perlu untuk mempraktekkan agama Alkitab -- yaitu satu-satunya cara bagi penebusan manusia -- yaitu kembalinya dari pengembaraannya di dalam hutan belantara ke rumah Edennya. Maka barangsiapa yang hendak memiliki agama yang benar, ia harus berdoa memohon Roh Kebenaran. Tidak ada lagi cara lain yang dapat membuatnya menjadi benar-benar beragama -- menjadi “log-log daging”, yaitu perintah-perintah Allah dalam bentuk manusia. Penghayatannya terhadap perintah-perintah itulah yang menghindarinya bukan saja daripada menyembah kepada sesuatu ilah yang palsu ataupun sesuatu yang menyerupai Allah sendiri, melainkan juga dari membuang-buang waktu. Kesetiaan kepada perintah-perintah itu mendorongnya untuk melakukan semua pekerjaannya dalam enam hari kerja setiap minggu, sehingga tidak membiarkan satupun pekerjaannya itu tertunda berlarut-larut dari minggu ke minggu. Dan oleh perintah-perintah itulah ia diingatkan bahwa hari yang ketujuh adalah suatu Peringatan yang Suci kejadian dunia (Keluaran 20 : 3 – 17) dan ia diberi kesan bahwa ia harus mencintai sesamanya seperti akan dirinya sendiri (Markus 13 : 31). Demikianlah kita lihat bahwa agama yang benar tentu saja akan terdiri dari sesuatu yang melebihi bukan saja berdoa, berpuasa, memberi dan berkhotbah; dan bahwa tentu sekali tidak termasuk “mengemis” di dalamnya.

Para anggota dari sidang-Kerajaan, menurut Yesaya adalah, harus cekatan dalam setiap usaha dan pekerjaan mereka. Selagi ahli-ahli pembangun, insinyur-insinyur, tukang-tukang kayu, tukang-tukang batu, montir-montir, atau apapun juga, mereka harus “membangun kembali kehancuran-kehancuran yang lama ..... mendirikan segala kerubuhan batu yang terdahulu, dan ..... Memperbaiki kota-kota yang rusak, yaitu semua kehancuran dari banyak generasi.” Yesaya 61 : 4. Mereka juga harus menjadi pemelihara hewan,

pemilik kebun anggur, ahli-ahli pertanian. Dan seperti yang sedemikian ini, mereka harus cakap dalam ilmu managemen, yang mempekerjakan beribu-ribu orang luar, bukan saja melayani kebutuhan-kebutuhan mereka dan membangun (Yesaya 60 : 10), melainkan juga untuk “berdiri dan memberi makan” kawanan domba mereka, dan menjadi orang-orang pembajak tanah dan pemelihara anggur mereka itu (Yesaya 61 : 5). Dengan demikianlah bahwa “mempelajari bidang pertanian harus merupakan pendidikan A, B, dan C, yang diberikan di sekolah-sekolah kita.” -- Testimonies, vol. 6, p. 179. “Agama yang murni dan praktis akan dimanifestasikan dalam mengerjakan tanah sebagai rumah perbendaharaan Allah. Makin seseorang menjadi pintar, pengaruh agama akan makin bersinar-sinar keluar dari dirinya. Dan Tuhan menghendaki kita mengerjakan tanah sebagai sesuatu perbendaharaan yang berharga, yang dipercayakan kepada kita sebagai pinjaman.” -- Testimonies to Ministers, p. 245.

Di samping menjadi ahli-ahli pengolah tanah yang cakap, tukang-tukang, dan pedagang, para pemimpin Kerajaan ini, sebagai pewujud-pewujud Kristen murni yang hidup, harus juga menjadi ahli-ahli perbankan, ahli-ahli ekonomi, ahli-ahli kepegawaian dan pengatur lalu lintas dunia, dan pengatur-pengatur perbekalan, yang bersama-sama menangani “barisan-barisan” dan “harta kekayaan orang-orang Kapir.” Yesaya 60 : 5, 11; 61 : 6. Dan dengan dilengkapi sedemikian ini dengan keahlian-keahlian yang unggul, maka melebihi segala-galanya, mereka akan menjadi “imam-imam Tuhan ..... Pendeta-pendeta dari Allah kita” -- yaitu “orang-orang yang dikagumi.” Yesaya 61 : 6; Zakharia 3 : 8.

Sesuai dengan itu penginjil akan diberitahu dengan sepatutnya dalam mengejar kehidupan

yang praktis dan untuk menjadi ahli dalam sedikit-dikitnya satu perkara. Tentu setiap pengkhotbah yang memperoleh sepuluh persen (perpuluhan) dari penghasilan seorang petani, harus belajar untuk mampu memberi bantuan kepadanya untuk memperbaiki metode-metode pertaniannya dengan cara yang praktis pada setiap kali timbul kesempatan. Tegasnya, ia harus mampu membantu para anggota sidangnya dalam mengorganisasi, mengoreksi, atau memperbaiki pekerjaan dan usaha mereka. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya bukan saja berdoa, berkhotbah dan menghayati Kebenaran, memberi dan memaafkan, melainkan juga untuk melayani, mencari ikan, memberi makan dan memberi pakaian, dan membayar hutang dalam cara perdagangan. (Bacalah Matius 6 : 5 – 13; 10 : 5 – 7, 27; 5 : 19, 20; 23 : 3, 4; Yohanes 3 : 20, 21; Kisah Rasul-Rasul 20 : 35; Matius 6 : 14, 15; 18 : 21, 22; 20 : 25 – 28; Markus 6 : 35 – 41; Lukas 22 : 7 – 13; Yohanes 21 : 3 – 6; Matius 25 : 31 – 45; 17 : 24 – 27).

Tetapi untuk menjadi seorang Kristen yang sedemikian ini, yaitu seorang beragama yang sebenarnya, seorang harus pertama sekali mengorganisir keseluruhan pribadinya, mengontrol dengan benar, mengkoordinasikan, dan menggunakan kekuatannya, tenaganya, hartanya, dan waktunya. Setiap orang yang gagal memanfaatkan empat ganda ekonomi pribadi yang terintegrasi ini, tidak akan pernah mencapai sesuatu keberhasilan yang sebenarnya. Untuk melakukan yang seperti itu, harus mendapatkan “enam puluh detik jarak waktu yang habis dari setiap menit yang tidak diampuni.” Enam puluh menit dari pemakaian maksimum dan penyelesaian dari setiap jam kerja atau istirahat, dan efektifitas puncak dari setiap gerakan atau pukulan. Tegasnya, ia harus, menghapuskan setiap gerakan yang sia-sia, seperti juga dengan setiap gerakan yang tidak dipikirkan, penggadaan yang tidak langsung dan

gerakan-gerakan yang saling tindih, yang tidak menghasilkan apa-apa, melainkan hanya menghabiskan cadangan tenaga. Pekerjaan seorang Kristen yang sempurna sedemikian ini tidak akan pernah ditemukan terlaksana dalam cara yang semboro atau asal kena saja.

Lagi pula, ia tidak akan pernah ditemukan hidup melebihi kemampuannya, melainkan dengan sangat seksama mengatur anggaran belanja penghasilannya sehingga memungkinkan dia hidup sesuai kemampuannya dan juga secara teratur menyisihkan sejumlah kecil sebagai cadangan menghadapi hari hujan. Ia menghindari hutang; ia tahu bahwa kebiasaan selalu menunjang dan tidak pernah mampu membayar kembali, ialah suatu jenis perampokan -- membohong.

Orang yang sedemikian ini, apakah miskin ataupun kaya, tidak pernah takut menghadapi hari depan. Ia secara rendah hati menaruh harap pada Tuhan untuk kebutuhan setiap harinya, ia tidak pernah memiliki pikiran ragu-ragu “menghadapi hari esok.” Matius 6 : 27 – 34.

Dalam segala-galanya, kita saksikan bahwa agama Alkitab, Kekristenan, adalah tak lain dari berbalik daripada mematuhi Iblis kepada mematuhi Tuhan, berbalik daripada suatu kehidupan yang berbuat keliru kepada suatu kehidupan yang berbuat benar, yaitu dari mengkonsumsi kepada memproduksi, dari meminjam kepada memberi pinjam; dari meminta-minta kepada memberi; dari menipu kepada mengembalikan dan kepada melayani dengan jujur; dari menagih kepada memaafkan; dan dari dilayani kepada melayani.

“Agama yang benar akan senantiasa terlihat dalam kata-kata dan pembawaan kita, dan dalam setiap perilaku kehidupan. Dengan pengikut-pengikut Kristus, agama jangan sekali dipisahkan dari kegiatan usaha. Keduanya harus berjalan bersama-sama,

dan perintah-perintah Allah harus dipatuhi dengan ketat di dalam masalah dunia yang terkecilpun. Kesadaran bahwa kita adalah anak-anak Allah harus memberikan suatu nada tabiat yang tinggi bahkan sampai kepada tugas-tugas kehidupan setiap hari, sehingga tidak membuat kita sembrono dalam pekerjaan, melainkan tetap bersemangat. Agama yang sedemikian seperti ini meneliti dengan cermat akan sebuah dunia yang kritis dengan suatu integritas kesadaran yang besar.” -- Testimonies, vol. 4, pp. 190, 191.

“Agama Kristen memiliki suatu pengertian yang jauh lebih luas daripada banyak pengertian yang telah diberikan kepadanya. Ia itu bukan suatu pernyataan kepercayaan. Itu adalah perkataan dari Dia yang hidup dan kekal selamanya. Itu adalah suatu prinsip yang hidup, yang menghidupkan, yang menguasai pikiran-pikiran, hati, motivasi, dan keseluruhan manusia. Agama Kristen -- Ya agar kita dapat menghayati perbuatan-perbuatannya! Itu adalah suatu pengalaman pribadi yang penting, yang mengangkat dan memuliakan manusia secara utuh.” -- Testimonies to Ministers, pp. 421, 422.

Semuanya inilah yang merupakan agama Kristus itu, dan orang yang mempraktekkannya, memiliki amal ibadah yang benar (1 Korintus 13) -- ialah sungguh-sungguh “lahir kembali.”

Mengulangi kembali hal itu, maka setiap Kristen yang benar pertama sekali mengorganisir dirinya, kemudian keluarganya, dan kemudian usahanya. Dan lebih lagi, ia akan belajar melalui semuanya itu, bahwa sebagian orang dapat diorganisir, sedangkan yang lain-lainnya tidak dapat; bahwa sebagian orang berusaha mencapai hasil, sedangkan yang lainnya berusaha sia-sia; bahwa sebagian orang menghasilkan, sedangkan yang lainnya hanya mengkonsumsi; bahwa sebagian orang selalu memberi bagaikan pohon maple, sedangkan yang lainnya

selalu mengambil bagaikan karet spons yang kering; bahwa sebagian orang membawa berkat bagi dunia dengan barang, sedangkan yang lainnya hidup dan bekerja bagi dirinya sendiri dan mengira bahwa semua orang lainnya harus hidup dan bekerja bagi mereka; bahwa sebagian orang secara diam-diam menghayati agama mereka, sedangkan yang lainnya memamerkan kesuciannya oleh banyak berbicara agama dan berdoa, tetapi sedikit sekali perbuatan-perbuatannya yang sesuai dengan bicaranya; dan bahwa sebagian orang mengetahui kapan akan berkunjung dan kapan akan jangan berkunjung, sedangkan yang lainnya sama sekali tidak tahu kapan waktunya berkunjung maupun kapan waktunya meminta diri, sehingga harus ditarik keluar seperti remis-remis dicungkil dari tempatnya! Betapa luasnya persoalan seorang pengkhotbah. 

APAKAH SESUATU KHAYAL DIPERLUKAN? 

Pertanyaan No. 110 :

Apakah perlu memiliki suatu gambaran mental dari perkara-perkara yang kita doakan?

Jawab :

Jika kita belum memiliki khayal yang sedemikian ini, kita tidak akan memiliki apapun juga yang nyata dan terjangkau untuk didoakan maupun untuk diusahakan. Kemudian, dengan sendirinya, baik doa-doa kita maupun usaha-usaha kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Setiap orang harus memiliki suatu khayal yang jelas mengenai kebutuhan-kebutuhannya dan tujuan-tujuannya; tanpa hal-hal yang sedemikian ini, ia akan berkeliling secara buta, dan tidak akan sampai di mana pun juga. Ingatlah bahwa “dimana tidak ada khayal, binasalah umat.” Amsal 29 : 18.

Semua orang harus tahu sebelumnya apa yang hendak mereka lakukan, dan hendak menjadi apa mereka. Maka mereka harus yakin, bahwa kehendak mereka adalah kehendak adalah kehendak Allah, pasanglah cita-cita mereka setinggi-tingginya, dan saksikanlah bahwa mereka akan mencapainya.

DAPATKAH SESEORANG MENEMUKAN KEBENARAN TANPA MEMPEROLEH KHAYAL-KHAYAL DIBAWAH KESADARAN? 

Pertanyaan No. 111 :

Mengenai apa yang ditulisnya, Nyonya. White mengatakan : “Kepada saya diperlihatkan” atau “saya dibawa dalam khayal.” Bolehkan saya bertanya, bagaimana kita dapat percaya pada buku-buku “Tongkat Gembala” jika semua isinya itu bukan diungkapkan dengan cara yang sama -- oleh sesuatu mujizat?

Jawab :

Adalah tidak pernah terjamin bagi orang yang melandaskan keputusannya terhadap sesuatu pekabaran dari Tuhan pada cara dalam mana ia itu diperoleh. Pengalaman-pengalaman luar biasa bukanlah merupakan bukti yang terkuat hubungan seseorang dengan kuasa Ilahi. Pada kenyataannya, sekalian itu sama sekali bukan merupakan bukti yang diperlukan, karena ada banyak doktrin-doktrin dan iman-iman yang dibangun di atas sesuatu mujizat atau pun yang lainnya, namun sama sekali hampa kebenarannya. Dan jangan seorang pun mengabaikan kenyataan bahwa kepercayaan palsu yang akan datang yang akan melanda dunia ini akan diberi kekuasaan dengan mujizat-mujizat, sampai juga menurunkan api dari langit (Wahyu 13 : 13, 14). Meskipun demikian, melalui firman Allah kita diamarkan supaya jangan terbawa olehnya.

Juga jangan sekali dilupakan bahwa tidak semua nabi-nabi Alkitab memperoleh khayal-khayal di bawa kesadaran. Apa yang dicatat oleh Daud dan Salomo itu bukan yang diberikan kepada mereka dalam khayal, melainkan yang mereka terima melalui cara-cara yang lain. Dan Yohanes Pembaptis bahkan telah disebut sebagai melebihi seorang nabi, namun tidak ada satupun ucapan nubuatan yang dicatat olehnya, juga tidak ada satupun catatan bahwa ia pernah dibawa di bawah kesadaran lalu diberikan khayal-khayal. Ia

hanyalah seorang penterjemah tulisan-tulisan para nabi. Demikianlah Allah telah berbicara pada berbagai masa yang berlainan dalam berbagai cara kepada nabi-nabi-Nya (Ibrani 1 : 1).

Sungguhpun demikian perlu dicatat, bahwa hanya sebagaian kecil tulisan-tulisan Nyonya White yang telah diterima melalui khayal di bawah kesadaran. Dan perkara-perkara yang diperlihatkan dalam khayal-khayal yang sedemikian ini, sebagai aturannya, adalah bersifat nubuatan -- yang memandang ke depan ke beberapa peristiwa masa depan -- dan, lebih kurang merupakan suatu tambahan kepada nubuatan-nubuatan, bukan interpretasi dari nubuatan-nubuatan itu.

Ternyata umat Allah pada waktu sekarang ini tidak memerlukan khayal-khayal, melainkan sebaliknya memerlukan para penterjemah khayal-khayal nubuatan-nubuatan lama yang masih belum dimengerti. Dan itulah yang oleh-Nya dipandang pantas untuk diberikan kepada kita supaya kita dapat memahami Alkitab. Inilah mujizat yang terbesar yang berkaitan dengan Tongkat Gembala itu. (Lihatlah ilustrasi di dalam buku Traktat No. 6, Mengapa Binasa!).

Tetapi janganlah iman saudara bergantung pada mujizat-mujizat atau pada pengalaman-pengalaman manusia, melainkan bergantunglah pada ungkapan-ungkapan firman nubuatan-Nya.

Maka sekarang satu-satunya prosedur yang aman dan sehat ialah membaca dengan seksama setiap halaman dari pekabaran penting yang terdapat di dalam terbitan-terbitan Tongkat Gembala. Jangan membiarkan satu barispun luput dari perhatianmu. Pelajarilah setiap kata dengan seksama dan dengan penuh doa. Berlakulah bersungguh-sungguh dan rajin dalam engkau mempelajari kebenaran, dan “buktikanlah segala perkara; berpegang teguh pada mana yang baik.” 1 Tesalonika 5 : 21.

MENGAPA DIPERLUKAN SESUATU PENGADILAN? 

Pertanyaan No. 112 :

Saya tidak dapat melihat perlunya sesuatu pengadilan. Mengapakah kita harus diadili sesudah kita diselamatkan?

Jawab :

Bahwa Alkitab mengajarkan tentang suatu pengadilan yang akan datang tidak seorangpun dapat membantah. Oleh sebab itu kami hanya perlu memberikan alasannya. Kita diberitahu bahwa umat Allah yang benar sedang bercampur dengan umat Allah yang tidak benar, “gandum” bercampur dengan “lalang”. Oleh sebab itu, pengadilan itu akan menentukan siapa yang “gandum” dan siapa yang “lalang” dan menentukan masa depan masing-masingnya.

Menurut perumpamaan Yesus pekerjaan ini akan terjadi dalam masa penuaian, yaitu akhir dunia (Matius 13 : 30, 40). Dan sebagaimana perhimpunan orang-orang mati maupun perhimpunan orang-orang hidup sedang bercampur di dalamnya yang baik dengan yang jelek, maka pengadilan itu akan dilaksanakan bagi keduanya, pertama-tama di antara orang-orang mati, kemudian diantara orang-orang hidup. Di dalam pengadilan keputusan akan diambil terhadap siapa yang pantas bagi kehidupan yang kekal, dan siapa bagi kematian yang kekal (Yohanes 5 : 28, 29); siapa yang akan muncul keluar pada kebangkitan yang pertama (Wahyu 20 : 6), dan siapa yang akan muncul dalam kebangkitan kedua; juga siapa yang akan diubahkan pada waktu Yesus datang (1 Tesalonika 4 : 16, 17), dan siapa yang akan binasa pada kecerahan cahaya kedatangan-Nya (2 Tesalonika 2 : 8). Inilah aspek yang pertama dari pengadilan itu, dan merupakan hanya suatu penataan buku (Daniel 7 : 10), suatu pekerjaan yang tidak mengganggu orang-orang mati di dalam kubur maupun orang-orang hidup di dalam sidang, karana ia itu berlangsung di dalam surga.

Aspek yang kedua bukanlah suatu penataan buku melainkan suatu pemisahan orang-orang mati yang sebenarnya pada hari kebangkitan, dan pemisahan orang-orang hidup pada hari pembersihan -- orang-orang mati yang benar dibangkitkan, dan orang-orang mati yang tidak benar dibiarkan di dalam kubur-kubur mereka, orang-orang hidup yang benar dimeteraikan untuk hidup kekal selamanya, dan orang-orang hidup yang tidak benar dibiarkan untuk mati (Yeheskiel 9 : 2 – 7).

Demikianlah orang-orang mati yang benar diadili untuk bangkit dalam kebangkitan yang pertama, orang-orang mati yang tidak benar dalam kebangkitan yang kedua, sedangkan orang-orang hidup yang benar akan diadili untuk hidup terus, dan yang tidak benar diadili untuk mati. Dan inilah alasan yang sederhana bagi pengadilan itu. 

APAKAH ITU “DIA”, ATAUKAH KITA HARUS MENUNGGU YANG LAIN?

Pertanyaan No. 113 :

“Dia yang menghancurkan berkeping-keping itu”, sesuai penglihatan saya sesudah membaca Traktat No. 14, “War News Forecast”, adalah Hitler. Tetapi bagaimanakah mungkin demikian ini, padahal ia sekarang yang paling menderita karenanya, dan negara-negara perserikatan-lah yang sedang memenangkan perang itu?

Jawab :

Traktat itu tidak mengindentifikasi orang yang “menghancurkan berkeping-keping itu” menurut namanya. Oleh sebab itu, setiap penyimpulan, yang dapat diambil dari analisa seseorang terhadap isinya, hanya dapat merupakan kesimpulan dan sebab itu bersifat sementara.

Dari perkembangan-perkembangan yang ada sekarang dipentas perang Eropa, ia itu tampak seolah-olah Hitler yang hancur. Namun meskipun kelihatan demikian, nubuatan Nahum menurut analisa adalah cocok mengenai dia. Sekalipun mungkin seseorang yang lain masih akan muncul untuk membawa

ramalan itu mencapai kegenapannya. Dan jika selama peperangan ini nubuatan itu belum menemui juga seluruh kegenapannya, maka pasti bahwa pemeteraian orang-orang suci itu masih belum lengkap, tugas pekabaran itu belum selesai, buah-buah pertama itu belum siap untuk berdiri bersama-sama dengan Anak Domba di atas Gunung Sion. Ini tampaknya merupakan satu-satunya halangan.

Sebab itu sekalipun kita masih belum melihat jalannya dalam mana nubuatan itu akan menggenapi dirinya sendiri, namun kepada kita telah diberitahu, bahwa pada masa “Assyria” jatuh, Tuhan akan membebaskan umat-Nya bukan saja dari orang-orang berdosa yang ada di tengah-tengah mereka, melainkan juga dari pemerintahan Kapir.

Sungguhpun demikian, orang Assyria itu akan “jatuh oleh pedang, bukan oleh seseorang yang perkasa; dan pedang itu bukan dari seseorang yang biasa, yang akan menelannya; tetapi ia akan lari dari pedang itu, dan orang-orang mudanya akan dipermalukan.” “Karena oleh suara Tuhan orang Assyria itu akan dipalu, yang memalu dengan sebuah tongkat.” Yesaya 31 : 8; 30 : 31.

Sebab itu, sementara Suara Nubuatan Yang Suci menyatakan : “Karena sekarang Aku hendak memecahkan rantai belenggunya (Assyria) daripada kamu, dan Aku akan melepaskan semua ikatanmu”, Roh Nubuatan itu juga memerintahkan : “Tengoklah di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai! ..... Karena orang jahat tidak akan lagi berjalan melewatimu; ia akan ditumpas habis.” Nahum 1 : 13, 15.

Pembaca yang kekasih, sekaranglah “waktu yang baik” itu, untuk berdiri teguh bersama-sama dengan dia yang membawakan kabar-kabar baik itu! Jangan melalaikannya.

HARUSKAH KITA MENCARI KEHEMATAN KARENA KITA MENGHINDARI KESOMBONGAN? 

Pertanyaan No. 114 :

Haruskah kaum wanita memakai kaus kaki sutera atau kaus kaki katun?

Jawab :

Kedudukan dan keadaan lingkungan sebagian kaum wanita membuat mereka sangat tidak pantas untuk memakai kaus kaki sutera, demikian juga wanita-wanita lainnya untuk memakai kaus kaki katun. Tetapi pemakaian kaus kaki sutera yang tipis itu, disamping juga tidak sederhana dan tidak praktis, tentu jelas bukan merupakan masalah bagi orang Kristen. Walaupun demikian, jika kegunaan dari kaus kaki sutera terbukti lebih dapat melayani dan hemat dan lebih nyaman daripada kaus kaki katun, maka yang berguna itulah merupakan pilihan terbaik. Tetapi jika jenis katun, atau katun, adalah yang lebih dapat melayani dan hemat dan juga lebih menyenangkan, maka jenis katun itulah yang akan dipilih. Tidak ada satupun pedoman yang sukar dan pasti bagi semuanya. Ini merupakan suatu masalah bagi setiap orang untuk menggunakan pikiran dan penilaiannya dengan baik.

“Penghematan dalam pengeluaran uang adalah suatu cabang dari hikmat kebijaksanaan Kristen yang sempurna ..... uang adalah suatu karunia Allah yang sempurna. Di dalam tangan anak-anak-Nya ia itu merupakan makanan bagi orang-orang yang lapar, minuman bagi orang-orang yang haus, dan pakaian bagi orang-orang yang telanjang; ia itu merupakan sebuah pertahanan bagi orang-orang yang tertindas, dan sebuah upaya kesehatan bagi orang-orang sakit. Uang tidak boleh dibelanjakan secara tidak perlu atau secara boros untuk memenuhi kesombongan atau ambisi. -- Testimonies, vol. 4, p. 571.

“Dalam mendirikan dan memajukan pekerjaan, penghematan yang ketat selalu harus diperlihatkan.” -- Counsels on Health, p. 319.

SEBUAH MODEL DARI LUAR DUNIA, ATAU JUGA MODEL DI DALAM DUNIA? 

Pertanyaan No. 115 :

Sebagian orang mengira bahwa pakaian-pakaian yang dipakai orang-orang yang tinggal di Gunung Karmel, adalah terlalu panjang bagi kami yang tinggal di kota-kota. Benarkah demikian?

Jawab :

Sekiranya suatu baju yang pendek tidak dapat membentuk “pakaian yang sederhana” bagi seseorang wanita Kristen di sesuatu tempat terpencil seperti halnya Gunung Karmel, maka ia itu akan bahkan lebih tidak pantas lagi untuk di kota.

Setiap wanita di manapun saja akan tampak jauh lebih baik dengan sesuatu pakaian rapih yang panjangnnya sederhana dan selera yang baik, daripada ia menggunakan pakaian yang pendek dan tidak sederhana. Dengan demikian ini ia akan terpuji sebagai bijaksana, dan melebihi semua anggapan yang lain, ia akan menjadi sesuatu kekuatan bagi kebaikan daripada yang jahat.

Untuk memulainya, para pencipta mode mulai menggunakan wanita-wanita yang bodoh menggunakan pakaian-pakaian pendek, lalu mayoritas dunia bagaimanapun juga meniru mereka. Dan sekiranya para peraga itu kini mengenakan model-model yang sama yang lebih panjang, rapih, dan pakaian-pakaian sederhana, maka para wanita Kristen yang banyak itu akan tidak ragu-ragu mengikuti jejak mereka.

Suatu pakaian yang panjangnya berada di antara lekukan lutut dan mata kaki adalah ukuran yang sederhana; tentu saja tidak terlalu panjang bagi setiap wanita Kristen dimanapun juga.

Allah menghendaki umat-Nya untuk menjadi pemimpin untuk memberikan standard ukuran yang benar. Oleh sebab itu, memberikan suatu kesaksian yang tidak bersifat Kristen dalam hal pakaian yang lepas

dari Gunung Karmel, dimana seseorang menjumpai orang banyak dunia ini, adalah jauh lebih buruk daripada berbuat sedemikian itu dimana pengaruh seseorang hanya terbatas kepada orang-orang percaya.

“Anda tidak akan bertanggung jawab karena salah satu dosa-dosa saudara-saudaramu, kalau bukan teladanmulah yang telah membuat mereka jatuh, membuat kaki mereka menyeleweng daripada lorong yang sempit.” -- Testimonies, vol. 2, p. 256. 

HARUSKAH RAMBUT DIKRITING?

Pertanyaan No. 116 :

Rambut saya adalah sedemikian lurusnya, sehingga ia itu membuat saya terlihat lucu. Salahkah jika saya mengeritingnya?

Jawab :

Karena mode-mode dunia yang tidak bermoral adalah dipersalahkan di dalam Firman, maka kami tidak dapat menganjurkan kepada anda untuk berbuat seperti yang dunia perbuat. Orang Kristen dinasehati supaya berpakaian sederhana, rapih, dan pantas. Tetapi sementara menghindari semua yang ekstrim dan tidak bermoral dunia ini, orang Kristen harus berhati-hati untuk tidak mengikuti ekstrim yang lainnya, jangan terlihat sembrono. Berdirilah di tengah-tengah; artinya, aturlah rambut anda sedemikian rupa supaya jangan menarik perhatian umum untuk melihatnya karena sebab sesuatu yang menyolok. (Bacalah Yesaya 3 : 16 – 26). 

KULOT ATAU ROK?

Pertanyaan No. 117 :

Dapatkah dibenarkan bagi seseorang wanita untuk memakai kulot selagi tugas dalam tugas pertahanan? Bukankah semuanya itu adalah pakaian pria?

Jawab :

Jika pemakaian kulot harus dibatasi kepada kaum pria karena kaum pria pada waktu ini di seluruh dunia memakai celana, maka di zaman dahulu rok harus dilarang dari kaum wanita karena pakaian itu di masa lalu merupakan pakaian kaum pria umumnya.

Tetapi karena baik pria maupun wanita dahulu memakai rok, maka persoalannya seharusnya bukan apakah rok atau kulot yang harus dipakai selalu oleh wanita, melainkan apakah pakaian wanita harus benar-benar sama dengan pakaian pria.

Hendaklah kita ingat bahwa tidak ada satupun perintah Alkitab yang membicarakan bentuk pakaian yang bagaimana yang harus dipakai oleh anggota sidang, terkecuali perintah yang mewajibkan pakaian itu sederhana, tidak mahal (1 Timotius 2 : 9), dan apa yang dipakai oleh pria harus berbeda dari apa yang dipakai oleh kaum wanita. Tuhan berfirman : “Wanita tidak boleh memakai pakaian yang diperuntuk bagi pria, priapun tidak boleh mengenakan pakaian wanita, karena semua yang berbuat demikian itu adalah kekejian bagi Tuhan Allahmu.” Ulangan 22 : 5.

Kini jika kulot memiliki bentuk nyata pakaian yang diperuntukkan bagi wanita, maka semuanya itu tidak dapat diklasifikasi sebagai pakaian pria.

Juga terdapat suatu tahap permasalahan yang lain untuk dipikirkan : Jika pakaian itu sederhana, tidak berlebihan, dibuat memenuhi kebutuhan pemakainya, tidak berubah-ubah mengikuti mode-mode dunia yang berubah-ubah, maka kita tidak melihat sesuatu yang terlarang dalam mengenakannya. Menurut pendapat kami

kulot yang sederhana adalah jauh lebih baik daripada pakaian-pakaian yang pendek yang tidak sederhana. Tetapi kulot pun yang dipakai secara umum belum memberikan kepada wanita penampilan sederhana pakaian Kristen itu. Terkecuali berada pada sesuatu kesempatan atau pada sesuatu tugas tertentu apabila atau dimana pakaian adalah menghalangi, maka kulot tidak boleh menggantikan pakaian yang rapih dan sederhana yang merupakan pakaian wanita Kristen.

Sekiranya, walaupun demikian, pemakaian kulot dipersyaratkan kepada seseorang yang bekerja disesuatu pabrik, maka tidak ada salahnya ia itu dipakai selama jam-jam kerja. 

APAKAH PAMERAN ITU BERDOSA? 

Pertanyaan No. 118 :

Menurut pendapat saya adalah dosa karena anak gadis yang memakai arloji tangan. Benarkah demikian?

Jawab :

Tidak ada keberatan terhadap pemakaian arloji tangan jenis apa saja. Namun apabila seseorang memamerkannya, apakah itu terdapat di tangan atau dimana pun, maka ia itu dengan sendirinya berubah menjadi perhiasan, dan akan merendahkan tabiat dari si pemakainya, membuatnya sombong, dan membuat orang lain iri hati dan benci. Lagi pula, apabila sepotong perhiasan yang dipakai untuk dipamerkan, berasal dari mutu rendah dan murah, maka itu tidak saja merendahkan tabiat dan rasa dari pemakainya, tetapi juga mencapnya sebagai seorang peniru yang megah. Orang Kristen harus meninggalkan semua yang tampak sia-sia, dan berlaku bersih. Jika ia perlu memakai jam, maka hendaklah ia berbuat demikian itu dengan tidak menyolok, sebagai suatu alat yang diperlukan, dan janganlah memakainya dengan menyolok sehingga terlihat sebagai mode atau pameran.

BOLEHKAH WANITA MEMBIARKAN TERUS TOPINYA DI KEPALA SEWAKTU PRIA MEMBUKA TOPINYA? 

Pertanyaan No. 119 :

Apakah yang dimaksud oleh rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11 mengenai wanita yang menutup kepala? Bukankah ayat 15 menunjukkan bahwa rambutnya itu merupakan tudungnya?

Jawab :

“Tetapi aku ingin kamu mengerti”, demikian kata Roh Suci, “bahwa kepala dari setiap orang laki-laki ialah Kristus; dan kepala dari orang perempuan ialah orang laki-laki; dan kepala dari Kristus ialah Allah.” 1 Korintus 11 : 3.

Perhatikanlah urutan dimana keilahian dan kemanusian berkaitan : Allah, Kristus, orang laki-laki, orang perempuan. Demikianlah halnya, bahwa “setiap orang laki-laki yang berdoa atau bernubuat, dengan kepalanya tertutup, ia menghina kepalanya (Allah). Tetapi setiap wanita yang berdoa atau bernubuat dengan kepalanya terbuka, ia menghina kepalanya (orang laki-laki) : karena itu juga seolah-olah ia telah  dicukur. Karena jika wanita tidak bertudung, maka hendaklah ia juga dicukur (artinya, jika wanita tidak mau memakai topi, maka hendaklah ia memotong rambutnya) : tetapi jika itu memalukan bagi seorang wanita untuk dicukur atau dipotong rambutnya, maka hendaklah ia bertudung (hendaklah ia memakai topi). Karena orang laki-laki sesungguhnya tidak perlu menutup kepalanya, sebab ia adalah peta dan kemuliaan Allah : tetapi wanita adalah kemuliaan orang laki-laki.” Ayat 4 – 8.

Ayat ini mengajarkan dengan jelas bahwa orang laki-laki harus membuka topinya apabila berdoa atau

bernubuat (mengajarkan injil), sedangkan wanita harus mengenakan topinya.

Orang tidak mungkin secara logis menyimpulkan dari ayat 15 bahwa rambut wanita adalah tudungan yang dimaksud.  Sekiranya demikian itu halnya, maka secara logis orang laki-laki harus mencukur kepalanya untuk membuat perbedaan di antara keduanya.

Lagi pula, jika sekiranya rambut wanita merupakan tudungan yang dipersyaratkan, maka mengapakah injil mengatakan ia harus menggunakannya pada waktu “berdoa dan bernubuat”? Apalagi yang dapat ia lakukan? Dan mungkinkan ia melepaskan rambutnya (tudungan) sewaktu tidak berdoa, kalau bukan ia memakai wig (rambut palsu)?

Oleh sebab itu injil memperjelaskannya, bahwa setiap kesempatan ibadah yang mempersyaratkan orang laki-laki untuk membuka topinya, mempersyaratkan juga wanita untuk mengenakan topinya. 

BAGAIMANAKAH MENGENAI UPACARA PERJAMUAN? 

Pertanyaan No. 120 :

Haruskah orang-orang percaya yang sudah dikukuhkan mantap di dalam pekabaran,  merayakan upacara perjamuan apabila mereka bertemu bersama-sama?

Jawab :

Dari hal memberi kuasa pelaksanaan upacara perjamuan di tengah-tengah kita sendiri, kita percaya bahwa karena kita semua sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh telah  mencemarkan diri kita seperti halnya orang-orang Yahudi pada kedatangan Kristus yang pertama (The Desire of Ages, p. 104), dan karena upacara yang suci ini membuat bencana hukuman kepada orang-orang yang ikut menerimanya dengan tidak patut (1 Korintus 11 : 29), maka sebab itu kita belum berani

sekarang, sebagai orang-orang Davidian, mengambil bagi diri kita kewajibannya yang suci itu sebelum kehidupan kita sebagai umat membuktikan secara meyakinkan pertobatan kita dari kondisi Laodikea yang ada.

Pelajaran yang melarang menguasakan upacara yang penuh berkat ini dilaksanakan di tengah-tengah kita pada waktu ini, sebaliknya adalah sejajar dengan apa yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis dalam meresmikan dan mempertahankan upacara baptisan di waktu itu; artinya, diadakannya upacara baptisan oleh Yohanes di waktu itu menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi belum siap untuk menyambut Raja mereka, dan larangan mengadakan upacara perjamuan oleh Tongkat Gembala di waktu ini, menunjukkan bahwa kita pun belum siap untuk menyambut Raja kita, dan karena itulah kita harus cepat bertobat meninggalkan kesuaman kita, membeli “salep mata” itu, dan menggosok mata kita. Kemudian barulah kita akan merayakan upacara perjamuan itu dengan gilang-gemilang mulianya, dan malu ketelanjangan kita tidak akan lagi tampak (Wahyu 3 : 18).

Orang-orang yang tidak merasakan kebutuhannya yang besar ini masih tetap buta terhadap kondisi sidang yang belum terselesaikan, dan terhadap kesucian Tuhan. Dengan hanya iman lahiriah yang kuat pada pekabaran itu sesungguhnya belum cukup; pekerjaannya di dalam, di dalam kehidupan kita adalah sangat penting dan pekerjaan yang paling tinggi yang harus terlaksana di dalam kehidupan kita semua sebelum kita dapat dengan sadar dan bermanfaat merayakan perjamuan Tuhan itu. Marilah kita mempercepat kedatangan hari yang menggembirakan itu. 

APAKAH KARUNIA SAYA?

Pertanyaan No. 121 :

Apakah yang dimaksudkan di dalam 1 Timotius 4 : 14 : “Jangan melalaikan karunia yang ada di dalam kamu, yang telah 

diberikan kepadamu oleh nubuatan, dengan tumpangan tangan majelis tua-tua agama”?

Jawab :

Dalam firman yang ditanyakan ini, rasul Paulus sedang menganjurkan kepada orang Kristen untuk setia dan penuh bersemangat pada tugas-tugas yang telah dibebankan Allah kepadanya, dan supaya tidak melalaikan semua hak dan kesempatan, juga supaya tidak kurang amal dan kemampuan-kemampuannya untuk melipatgandakan “talenta-talenta”nya.

Kewajiban pertama dari setiap orang Davidian ialah setia mematuhi prinsip-prinsip doktrin, melakukan pekerjaan apa saja yang diberikan kepadanya untuk dilakukan, dan melalui ketentuan peraturan dan teladan memimpin orang lain untuk juga berbuat serupa.

Sebagian orang sedang berbuat sedemikian ini dengan mendirikan Pusat Gunung Karmel, sebagian lagi dalam cara memberi pelajaran-pelajaran, yang lainnya dengan menulis surat-surat dan mengirim traktat-traktat dan buku-buku kepada para handai-taulan mereka, teman-teman, dan kenalan-kenalan, dan yang lain lagi memasukkan nama-nama dan alamat-alamat orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh agar kepada mereka buku-buku Kebenaran Sekarang dapat dikirim.

Masing-masing harus setia pada kewajiban-kewajibannya seperti halnya Daniel, sehingga tidak ia mendatangkan kecelaan terhadap pengakuan agamanya, melainkan oleh sikap yang konsisten dan pelayanan yang setia dalam nama Kristus, memimpin orang lain kepada pekabaran mengenai jam. Pada waktu ini sebagaimana belum pernah ada sebelumnya, orang Kristen hendaknya “tidak lamban berusaha”, melainkan “bersungguh-sungguh dalam roh; melayani Tuhan.” Roma 12 : 11.

BAGAIMANA MENGENAI MENERIMA HADIAH?

Pertanyaan No. 122 :

Menurut Traktat No. 13, “Christ’s Greetings”, Edisi tahun 1941, pp. 5, 6, orang-orang Kristen tidak boleh memberikan hadiah-hadiah yang bertalian “waktu.” Tetapi salahkah untuk menerimanya atau haruskah orang mengembalikannya lalu dengan demikian mempermalukan orang yang memberikannya?

Jawab :

Traktat itu bukan bermaksud untuk membawakan pendapat, bahwa adalah salah menerima hadiah-hadiah yang bertalian “waktu” dari orang-orang yang belum tahu tentang akibat-akibat jelek dari kebiasaan itu, melainkan bahwa adalah tidak benar bagi orang-orang yang lebih banyak tahu untuk memberikannya pada hari-hari tradisional.  Sekiranya orang menolak sesuatu hadiah sedemikian ini, ia pasti akan mengecewakan pemberi hadiah-hadiah itu.

 

BAGAIMANAKAH SESEORANG DAPAT BERDIRI JIKA IA MERENCANAKAN UNTUK JATUH?

Pertanyaan No. 123 :

Maukah saudara tolong jelaskan Ibrani 6 : 4 – 6?

Jawab :

Mengenai orang-orang yang tidak menghayati sampai dengan prinsip-prinsip pertama ajaran Kristus, dan yang tidak “maju terus sampai kepada kesempurnaan”, melainkan meletakkan “kembali landasan pertobatan dari perbuatan-perbuatan mati, ..... yang pernah diterangi hatinya, dan telah  mengecap karunia surgawi, dan pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan telah mengecap firman yang baik dari Allah, dan segala kuasa dari dunia yang akan datang, jika sekiranya mereka kelak jatuh”, demikian amaran Paulus, “maka tidak lagi mungkin  ..... untuk mengembalikan mereka kepada pertobatan; karena mereka menyalibkan

sendiri Anak Allah itu sekali lagi, dan mempermalukan Dia secara terbuka.” Ibrani 6 : 1, 4 – 6.

Firman itu sendiri menjelaskan bahwa orang-orang yang telah mengecap terang besar tetapi tidak menghidupkan prinsip-prinsip ajaran-ajaran kebenaran yang diilhami itu, mereka sedang meletakkan suatu landasan yang akan membawa mereka kembali ke dalam dunia, dan sekiranya mereka mundur sedemikian itu, maka tidak mungkin lagi bagi injil Kristus untuk memperbaharui kembali pertobatan mereka pada “sesuatu kesempatan lain yang lebih baik.” Teladan-teladan lama dari raja Agrippa dan raja Felix (Kisah Rasul-Rasul 24, 25, 26) merupakan bukti nyata akan hal ini. 

BAGAIMANA HARUS KITA BERDOA? 

Pertanyaan No. 124 :

Kepada saya diajarkan bahwa apabila kepada Allah, Bapa, kita harus mengatakan : “Dalam nama Putera-Mu Yesus yang berbahagia, Yang telah mati bagiku, dengan segala kerendahan hati saya mohon ..... dan sebagainya.” Benarkah cara ini untuk berdoa?

Jawab :

Meskipun bentuk ucapan dalam doa di atas itu mungkin sangat baik, namun segala permohonan tidak perlu selalu memakai bentuk sedemikian itu.

Dalam contoh doa dari Tuhan akan ditemukan cara yang sempurna. Di sanalah terdapat doa yang indah, doa yang sempurna, setiap perkataannya penuh dengan maksud dan arti -- “Bapa Kami,” bukan “Bapa saya” (terutama sekali dalam doa umum); “ampunilah kiranya kami ..... seperti,” bukan hanya “ampunilah kiranya kami”; “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi” -- bukan di dalam surga, melainkan “seperti halnya di dalam surga.”  

Singkat, namun meliputi semua dan tanpa mengulang-ulang, diajarkannya kepada kita supaya berbicara kepada khalik kita menggunakan gelar kebapaan-Nya, Bapa kami, yang membawa kita ke dalam suatu ikatan persekutuan yang lebih dekat dengan-Nya daripada dengan sesuatu gelar-Nya yang lain. Ia itu membuat kita sadar akan ketergantungan kita yang menyeluruh pada-Nya untuk semua kebutuhan kita. Ia itu menutupi semua dosa kita dan memperdamaikan kita dengan Bapa kita, dan mempereratkan persaudaraan kita dengan sesama kita, juga terhadap orang-orang yang bersalah kepada kita. Ia itu menciptakan di dalam kita kasih terhadap Kerajaan-Nya, dan mengilhami kita dengan semangat untuk bekerja mengusahakan kedatangannya. Dan akhirnya, ia itu membawa kita untuk berbuat apa saja yang mampu bagi terlaksana kehendak-Nya di bumi ini.

Doa yang terbaik itu, diperintahkannya kepada kita penyelidikan dan kepatuhan yang penuh hormat kepada semua prinsip-prinsipnya yang mulia. (Bacalah Mount of Blessing, pp. 151 - 176).  

HARUSKAH KITA BERLAKU SOMBONG DAN TIDAK BERBUAT APA-APA? 

Pertanyaan No. 125 :

Bukankah itu menunjukkan suatu kekurangan iman apabila berdoa bagi orang sakit lalu kemudian berusaha menyembuhkan mereka?

Jawab :

Dengan hanya berdoa bagi seseorang yang sakit tanpa berbuat sesuatu baginya, dalam analisa terakhir, hanya akan berarti, bahwa pemohon itu adalah lebih benar dan lebih menyayangi daripada Allah, dan karena itulah ia sedang berusaha meyakinkan Tuhan akan tugas-Nya untuk berbuat sesuatu bagi si sakit, seolah-olah Ia belum mau berbuat demikian itu.

Apabila kita berdoa bagi orang lain, janganlah kita memperkenalkan kepada Allah setiap perkara yang

belum dikenal-Nya dengan lebih baik daripada kita. Oleh karena Ia mengetahui semua mengenai hal itu, maka alasan kita berdoa bukanlah untuk menginsafkan Dia bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan-Nya, melainkan untuk memohon kepada-Nya berkat atas apa yang mungkin dapat kita perbuat bagi orang yang malang itu. Orang Lewi dan imam tidak berbuat apa-apa bagi penderita yang luka itu, sehingga mereka dipersalahkan karena tidak menaruh kasih, sedangkan orang Samaria itu menolongnya, sehingga dipuji karena peri kemanusiaannya yang baik.

Oleh sebab itu, maka apakah kita berdoa bagi orang lain atau pun bagi diri sendiri, kita berdoa memohon berkat-Nya atas semua usaha kita sendiri yang lemah. Dengan begitu sekiranya Tuhan menganggap pantas untuk mengaruniakan kepada kita kepintaran dan keahlian untuk mendatangkan jawaban bagi doa-doa kita sendiri, maka bukankah lebih mulia jika Ia menyembuhkan si sakit itu oleh perantaraan usaha kita sendiri daripada Ia menyembuhkan mereka tanpa kita menggerakkan satu jaripun? 

KAPANKAH BOLEH MENULIS DAN KAPANKAH TIDAK BOLEH ? 

Pertanyaan No.126 :                  

Bolehkah pada hari Sabat menulis surat-surat (missionary letters) dan mendaftarkan sebagai langganan majalah-majalah gereja?

Jawab :

Sekalipun adalah benar untuk berbuat baik pada hari Sabat, namun ada beberapa jenis usaha seperti misalnya menulis surat-surat (missionary letters) dan berjualan ataupun mengambil pesanan bagi majalah-majalah gereja, sekalipun semuanya itu dilakukan dalam kepentingan pekerjaan Tuhan, ia itu tidak diperbolehkan. (Bacalah Testimonies, vol. 1, pp. 471, 472; vol. 8, p. 250). Itu berarti merubah Sabat itu menjadi suatu

hari kerja dan dagang. Dan sekiranya itu dilakukan di dalam rumah Allah, maka perdagangan yang sedemikian itu merupakan suatu perbuatan pencemaran terhadapnya.

Sekalipun menulis surat-surat gereja (missionary letters) itu tampaknya lebih dapat diterima daripada menjual majalah-majalah agama pada hari Sabat, namun itu pun juga merubah tujuan semula dari hari Sabat itu dari suatu hari istirahat menjadi suatu hari kerja. Pada hari Sabat Allah berhenti dari “semua pekerjaan-Nya.” Kejadian 2 : 2. Sebab itu, maka pada hari itu orang-orang Kristen harus juga berhenti dari semua pekerjaan mereka.

Untuk membantu menuntun dalam masalah ini, maka hendaklah diingat sebagai pedoman umum bahwa apa saja yang dapat dilakukan pada sesuatu hari yang lain ialah dosa apabila itu dilakukan pada hari Allah yang suci itu.

Pembangunan tabernakel dan kurban-kurban sepenuhnya adalah sama besar pentingnya dalam perbaktian kepada Allah (dalam meneruskan injil dalam contohnya dalam sejarah Wasiat Lama) dengan penjualan buku-buku agama dan penulisan surat-surat (missionary letters) pada waktu ini. Namun sementara Israel kuno yang lalu mendirikan Tabernakel itu bagi pelayanan Allah sendiri, maka Ia melarang mereka untuk berbuat pekerjaan apapun di dalamnya pada hari Sabat.

Roh Nubuat mengatakan : “Petunjuk-petunjuk baru saja diberikan bagi pendirian tabernakel itu secepatnya bagi pelayanan Allah; dan kini orang banyak itu dapat mengakhiri, sebab objek itu dalam pandangan adalah kemuliaan Allah, dan juga karena kebutuhan mereka yang besar akan sebuah tempat sembahyang, sehingga mereka

dibenarkan bekerja pada bangunan itu pada hari Sabat. Untuk mengendalikan mereka dari kekeliruan ini, maka amaran telah diberikan. (“..... Barangsiapa melakukan pekerjaan apapun di dalamnya, orang itu harus ditumpas dari antara umatnya.” Keluaran 31 : 14). Bahkan kesucian dan kepentingan yang mendesak dari pekerjaan istimewa itu bagi Allah pun tidak boleh membawa mereka pada pelanggaran terhadap hari istirahat-Nya itu.” -- Patriarchs and Prophets, pp. 313, 314.

Dan Yesus dengan sebuah cemeti yang terbuat dari tali-tali kecil mengusir dari kaabah orang-orang yang sedang berjual beli (Yohanes 2 : 15), sekalipun binatang-binatang yang sedang diperjualbelikan itu akan digunakan untuk pelayanan kurban.

Sebagai pedoman, orang-orang yang mengira dapat dibenarkan menulis surat-surat (missionary letters) pada hari Sabat, mereka itu berbuat sedikit sekali bagi Allah selama enam hari kerjanya. Mereka tidak rela untuk memberikan kepada-Nya dari waktu mereka sekalipun hanya sebanyak yang digunakan untuk menulis sebuah surat. Oleh sebab itu, maka surat-surat yang mereka tulis pada hari Sabat itu, pada kenyataannya adalah surat-surat yang keluar bukan dari hati yang memiliki kasih, melainkan karena keinginan untuk menghemat waktu bagi diri sendiri. Korespondensi biasa seringkali dilapisi dengan agama untuk menenteramkan pikiran dan untuk mendapatkan dalih oleh mana untuk melindungi diri dari dosa menggunakan jam-jam Sabat. Setan mengilhami perbuatan-perbuatan yang sedemikian untuk membuat dosa itu makin lebih berdosa. 

SIAPAKAH YANG MEMBERIKAN KAMI BAYARAN? 

Pertanyaan No. 127 :

Bolehkah para pekerja tidak tetap (part-time) yang sedang memperoleh

sesuatu keberhasilan diberi hak sesuatu tunjangan keuangan dari Persekutuan?

Jawab :

Oleh karena setiap pekerja yang benar bagi Kristus adalah benar-benar pekerja yang memiliki kasih, maka semua orang Davidian yang berhati jujur akan senatiasa memiliki yang tertinggi di dalam pikiran mereka -- yaitu penyelamatan jiwa-jiwa. Mereka menyerahkan masalah gaji itu keseluruhannya kepada “Tuan Rumah”, dengan keyakinan yang tentu bahwa apabila “petang tiba”, Ia akan memberikan kepada mereka “apa saja yang sepantasnya.” Orang yang setia yang disewa tenaganya oleh Tuan itu, pergi keluar bekerja tanpa mengetahui apa yang akan mereka terima pada sore harinya. Oleh sebab itu para pekerja-Nya yang dikirim-Nya ke dalam kebun anggur-Nya di waktu ini, pada jam kesebelas ini, harus tahu bahwa pekerjaan itu harus dilaksanakan bersama-sama dalam cara-Nya, bukan cara manusia.

Sekiranya pekabaran ini memberikan tunjangan keuangan kepada orang-orang yang melakukan tugas pekerjaan sambilan di lapangan, maka itu akan mengikat dirinya sendiri menjadi suatu contoh permulaan untuk menunjang setiap orang yang melakukan apa saja, mungkin sedikit ataupun banyak. Suatu contoh permulaan yang sedemikian ini jelas tidak boleh ditiru. Dan bahkan sekiranya itu diikuti, maka ia itu hanya akan merusak pekerja itu sendiri dan orang-orang bagi siapa ia bekerja.

Jadi, satu-satunya cara yang benar ialah agar semua orang yang melibatkan diri dalam pekerjaan pekabaran pemeteraian ini, supaya melaporkan segala kegiatan mereka kepada Markas Besar pekerjaan itu, sehingga Kantor dapat memberikan kepada mereka hasil-hasil dari usaha mereka. Dan sekiranya dari segala usaha mereka itu terdapat peningkatan uang yang cukup untuk memungkinkan mereka menyumbangkan waktunya sepenuhnya bagi mengajarkan pekabaran itu,

maka mereka dapat diberikan status kerja penuh, yang memungkinkan mereka berhak untuk menerima sejumlah biaya hidup yang cukup dari hasil-hasil keuangan usaha mereka.

Dalam panggilan kepada para pekerja ini, semua orang -- baik kecil maupun besar, kaya ataupun miskin, terpelajar atau pun buta huruf -- semuanya memiliki hak dan kesempatan yang tinggi dan terhormat untuk menjadi pendeta-pendeta Kristus.

“Kebenaran sekarang terus memimpin maju dan naik ke atas, menghimpun semua orang yang kekurangan, yang tertindas, yang menderita, dan yang melarat. Semua orang yang mau datang akan dibawa masuk ke dalam kandang. Dan dalam kehidupan mereka suatu reformasi akan mengambil tempat yang akan membuat mereka menjadi anggota-anggota dari keluarga besar kerajaan, anak-anak Rasa samawi.” -- Testimonies, vol. 8, pp. 195, 196.

Pada akhirnya, semua guru Kebenaran sekarang diminta untuk selalu melaporkan semua usaha mereka kepada Kantor, dan selanjutnya Kantor akan memberikan kepada mereka setiap tunjangan yang mungkin untuk mensukseskan pekerjaan mereka. 

PELIHARAKAN HANYA DOMBA-DOMBA ATAUKAH JUGA ANAK-ANAK DOMBA? 

Pertanyaan No. 128 :

Samakah pentingnya menghubungi orang-orang Laodikea yang baru bertobat dengan menghubungi anggota-anggota lama? Saya berkesan bahwa orang-orang yang menjadi Masehi Advent Hari Ketujuh semenjak pertama kali pekabaran pemeteraian diberikan, dapat berkesempatan untuk masuk bersama-sama dengan rombongan besar; sebab jika tidak, maka bagaimanakah mungkin pekerjaan kelak dapat selesai, mengingat bahwa anggota-anggota baru yang masuk Laodikea jauh lebih cepat daripada yang dapat kita tarik mereka dari sana-sini?

Jawab :

Kami tidak melihat alasan apapun, mengapa orang-orang yang terakhir menerima Iman Advent harus dilalaikan. Sebagai kenyataan, itu adalah suatu tugas yang hampir tidak mungkin untuk memisahkan mereka. Oleh sebab itu, maka bukan saja benar melainkan juga perlu untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyampaikan Kebenaran itu kepada orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, baik tua ataupun muda di dalam Pekabaran Malaikat yang Ketinga. Di luar ini tanggung jawabnya terletak pada Tuhan sendiri. Ia telah berjanji untuk memegang sendiri pemerintahan di dalam tangan-Nya dan untuk menyingkatkan pekerjaan itu dalam kebenaran.

Namun, dalam membicarakan atau mempelajari bersama-sama dengan seseorang yang anda ketahui adalah seorang anggota baru, maka anda hendaklah sangat hati-hati, adil dan bijaksana untuk menyampaikan hanya kebenaran-kebenaran reformasi pertama yang paling sederhana, sehingga tidak membingungkan pikiran orang yang baru saja seorang “bayi” (seorang “Maher-shal-al-hash-baz”) di dalam Alkitab. 

MENGAPA TIDAK BEKERJA BAGI DUNIA PADA WAKTU SENGGANG? 

Pertanyaan No. 129 :

Apabila kita tidak bekerja bagi orang-orang berdosa di Sion, maka mengapakah tidak pergi bekerja bagi orang-orang berdosa di dunia? Apakah Tuhan mengaruniakan terang itu kepada kita untuk disembunyikan “di bawah sebuah gantang”, ataukah untuk menerangi dunia dengannya?

Jawab :

Jika kita tidak bekerja bagi orang-orang berdosa di Sion, maka sesungguhnya lebih baik kita bekerja bagi orang-orang berdosa yang di dunia. Namun, jika

kita benar-benar mengerti duduk perkaranya, dan yakin dengan harapan kita yang jujur, maka kita harus bekerja bagi jiwa-jiwa yang di Sion dengan sepenuh kemampuan sehingga tidak ada lagi waktu maupun tenaga tersisa untuk bekerja bagi jiwa-jiwa yang di dunia, terkecuali bagi yang sedemikian seperti yang digambarkan oleh wanita “Syrophenician” itu (Markus 7 : 26). Maka kita akan mengambil bagian sepenuhnya dalam pemanggilan mereka yang 144.000 itu kepada tugas mereka, dan dengan demikian mempercepatkan waktu pengumpulan rombongan besar itu dari dunia -- yaitu hari Seruan Keras itu.

TRAKTAT-TRAKTAT MANAKAH YANG BAGI ORANG LUAR?

Pertanyaan No. 130 :

Yang manakah dari rangkaian buku Traktat-Traktat “Tongkat Gembala” yang cocok untuk diberikan kepada orang-orang yang bukan anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh?

Jawab :

Buku-buku bacaan Tongkat Gembala dimaksudkan hanya bagi orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, namun jika kesempatan menghendaki untuk memberikan sebagaiannya kepada orang-orang bukan Adventists, maka buku Traktat No. 12, 13, dan 14 adalah cocok untuk diberikan. 

APAKAH YANG HARUS DIPELAJARI?

Pertanyaan No. 131 :

Haruskah masalah-masalah yang terkandung di dalam terbitan-terbitan “Tongkat Gembala” dipelajari di dalam pertemuan-pertemuan Sabat kita, ataukah masalah-masalah yang terkandung di dalam pekerjaan-pekerjaan lain yang harus dipelajari?

Jawab :

Jika sekiranya Tongkat Gembala itu berisikan pekabaran mengenai jam, maka ia itu adalah lebih diutamakan

daripada setiap kebenaran yang lain, karena Roh Nubuat mengatakan : “Adalah ‘kebenaran sekarang’ yang dibutuhkan oleh kawanan domba itu di waktu ini.” -- Early Writings, p. 63. “Semua perkara ini (pemeteraian orang-orang suci) hendaknya memenuhi seluruh pikiran, seluruh perhatian.” --  Sda, p. 118. “Majukanlah prinsip-prinsip yang baru, dan berkerumunlah pada kebenaran yang jelas.” -- Testimonies to Ministers, p. 118. 

APAKAH BAIK UNTUK MENENTANG? 

Pertanyaan No. 132 :

Jika kita harus “memeriksa segala perkara; berpegang teguh pada mana yang baik”, dan bersedia selalu untuk memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kita akan alasan harapan yang ada di dalam kita, maka tidakkah kita harus menentang orang-orang yang memusuhi “Tongkat Gembala” yang mencari-cari kesalahannya?

Jawab :

Bahkan orang-orang yang telah  sekali menyelidikinya dan bagi semua bahwa Tongkat Gembala itu berisikan sebuah pekabaran kiriman surga, tanpa menyebut orang-orang yang tidak mampu mempertahankannya dalam semua aspeknya, mereka sama sekali tidak dibenarkan untuk memamerkan mutiara Kebenaran mereka yang mahal itu kepda Musuh, yang tujuannya hanya untuk mengalihkan dari mereka. Terutama sekali apabila ia itu bukan datang dengan sesuatu janji untuk memberikan kepada mereka sesuatu yang akan menyingkirkan apa yang sudah mereka miliki. Mereka tidak mungkin dapat mengundang tantangannya untuk membuktikan apakah benar ia dapat menipu mereka dari kekayaannya. Apabila hal itu lenyap, maka “pembuktian” itu akan menjadi penghiburan yang menyedihkan! Dengan menempatkan diri mereka sedemikian pada landasan Setan yang menguntungkan akan membuat mereka menjadi bersalah bukan hanya oleh kebodohan dan kesombongan, melainkan juga karena membuang-buang waktu

maupun tenaga. Itu hanya akan berupa mengundang Iblis untuk merampok mereka dari kehidupan kekalnya.

Kita semua harus menjaga dengan seksama kekayaan samawi kita, dan pertahankanlah iman kita dengan belajar memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kita akan alasan pengharapan yang ada di dalam kita, tetapi bukan dengan cara menentangnya untuk menghujani kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyesatkan, lalu kemudian berdebat dengannya.

Jika sekalipun demikian, karena sesuatu alasan yang terpaksa anda mengambil resiko untuk menemui Musuh dalam peperangan rohani yang besar ini, maka anda sedikit-dikitnya harus menuntut daripadanya untuk menjawab seluruh Kebenaran; jangan membiarkan dia mengalihkan anda kepada sesuatu hal tertentu yang dapat diperdebatkan, yang barangkali pada saat itu tidak seorangpun dapat memperjelaskannya. Jangan sekali membiarkan diri mundur ke dalam posisi bertahan, melainkan tetapkan diri untuk terus menyerang, namun jangan sekali berdebat.

Jangan lupa bahwa Musuh yang berusaha mengambil mahkotamu itu adalah lebih perkasa daripada kamu, dan karena itulah jika anda tidak mutlak menguasai pekabaran itu, maka bagaimana pun juga daripada belajar bersama dengan musuh-musuhnya, lebih baik anda pergi belajar dengan orang-orang yang menyukai pekabaran itu. Setelah anda berbuat segala-gala sedemikian ini untuk membiarkan semua utusan membuktikan kebenarannya, dan anda masih yakin bahwa itu bukan Kebenaran Sekarang, barulah dapat anda dibenarkan belajar bersama dengan penentang-penentangnya. Berusahalah sekuat-kuatnya sampai meyakinkan bahwa tidak seorangpun menipu anda dari pekabaran yang datang dari Tuhan. Jangan membiarkan “seorangpun mengambil mahkotamu.” Wahyu 3 : 11.

Ingatlah bahwa jika ada seseorang yang bersedia merusak sesuatu kebenaran, maka akan ada

orang lain yang bersedia merusak kebenaran yang lainnya, dan demikian seterusnya. Sesungguhnya, Musuh itu siap sedia untuk membom setiap kebenaran yang ada, bahkan Alkibat itu sendiri, kalau saja anda memberikan kesempatan kepadanya. Sungguhpun demikian, adalah pasti bahwa Setan tidak akan mulai mendapatkan sama banyak kesempatan bagi sesuatu argumentasi melawan kebenaran-kebenaran Tongkat Gembala seperti halnya para penganut hari Minggu terhadap kebenaran Sabat.

Ingatlah selalu bahwa “usaha-usaha yang dibuat untuk menghalangi kemajuan kebenaran justru akan memperluaskannya” (Testimonies, vol. 5, p. 454), dan bahwa anda akan ditinggikan bersama-sama dengannya jika anda tetap dengan setia bertahan di tengah jalan, tidak lari mendahului dengan semangat yang tidak sesuai dengan pengetahuan.

“Keyakinan-keyakinan kita perlu setiap hari didorong oleh doa yang jujur dan rendah hati dan pembacaan firman. Sementara kita masing-masing memiliki kepribadian, sementara kita masing-masing harus mempertahankan keyakinan-keyakinan kita dengan teguh, kita harus mempertahankan sekaliannya itu sebagai kebenaran Allah dan di dalam kuasa yang diberikan Allah kepada kita. Jika tidak, maka sekaliannya itu akan melejit dari genggaman kita.” -- Testimonies, vol. 6, p. 401.

Oleh sebab itu, bagi orang yang sudah duduk dalam Kebenaran dan yang sedang mencari lebih banyak lagi, untuk menentang Musuh itu, adalah bagaikan seseorang yang memegang pedang di dalam tangannya yang memberanikan diri memotong putus kepala seseorang.

Oleh sebab itu, jangan sekali menentang, melainkan senantiasa bersiap selalu untuk memberikan jawaban yang benar secara bijaksana dan meyakinkan kepada setiap orang, jangan sekali berdebat,

melainkan selalu mengajarkan Kebenaran. Jangan sekali pergi kepada seseorang musuh atau kepada seseorang yang tidak percaya terhadap sesuatu pekabaran untuk membuktikannya benar atau  membuktikannya salah, melainkan, lakukanlah semua pembuktianmu bersama-sama dengan orang-orang yang mencintai Kebenaran itu, bersama-sama dengan para pemiliknya -- yaitu orang-orang yang tahu keseluruhannya. 

APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN “YANG DITERBITKAN? 

Pertanyaan No. 133 :

“The Symbolic Code” mengatakan : “Ajarkanlah hanya apa yang diterbitkan.” Mohon dijelaskan apakah pembatasan yang dimaksudkan ini meliputi Alkitab, Roh Nubuat, dan buku-buku “Tongkat Gembala” secara keseluruhan, ataukah hanya tulisan-tulisan “Tongkat Gembala”?

Jawab :

Karena Alkitab dan buku-buku Roh Nubuat merupakan satu-satunya sumber dari pekabaran Tongkat Gembala, maka apabila Tongkat Gembala diajarkan, Alkitab dan Roh Nubuat juga diajarkan. Dan karena tidak ada satupun, terkecuali Roh Kebenaran itu, yang meneruskan rahasia-rahasia Ilham, yang dapat menginterpretasikannya, maka orang-orang yang mencoba mengajarkan sekaliannya itu tanpa kuasa interpretasi Ilham ini, mereka tak dapat dielakkan akan jatuh ke dalam praktek interpretasi sendiri yang terlarang itu (2 Petrus 1 : 20) -- yaitu kejahatan besar yang telah  menjerumuskan dunia Kristen ke dalam keadaan perselisihan Paham yang tak terbatas sekarang ini dan menyusul kekacauan, persaingan, dan ketidakmampuan.

Karena kami tidak berani mengikuti cara yang sedemikian itu, maka sebagai guru-guru dari Tongkat Gembala (penerbitan-penerbitan resmi dari

Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh), kami harus mengajarkan hanya dalam terang dari Tongkat itu bagian-bagian yang satu dan lain hal perlu diberi interpretasi. Hanya dengan demikian inilah semua penganut Kebenaran sekarang akan senantiasa memiliki pendapat yang sama, sepaham, dan membicarakan perkara-perkara yang sama (1 Korintus 1 : 10; 1 Petrus 3 : 8; Yesaya 52 : 8).

Maka mereka yang sedemikian ini memilih untuk melibatkan diri dalam interpretasi sendiri dengan ini dimohon dengan hormat agar berhenti mengajar di bawah nama Tongkat dan supaya jangan menggunakan perbelanjaannya. Sebagai orang-orang yang jujur, hendaklah mereka itu mengajar di bawah namanya sendiri dan dengan menggunakan biayanya sendiri. 

BAGAIMANAKAH MEMBUKTIKAN BAHWA PEMBANTAIAN ITU ADALAH SEBENARNYA? 

Pertanyaan No. 134 :

Bagaimanakah dapat saya membuktikan kepada seseorang Masehi Advent Hari Ketujuh bahwa pembantaian dari Yeheskiel 9 itu adalah pembantaian yang sebenarnya?

Jawab :

Pertama-tama, arahkanlah perhatiannya kepada kenyataan, bahwa Tuhan sendiri pada waktu itu berada di ambang pintu rumah di bumi sewaktu pembantaian terjadi di dalamnya. Pelajarilah dengan seksama buku Traktat No. 1, The Dardanelles of the Bible, yang membicarakan peristiwa itu sebagaimana terlihat oleh nabi itu, dan mantapkan hal ini berikut berbagai hal yang lainnya di dalam pikiran.

Kedua, perkenalkanlah dia kepada Testimonies, vol. 5, p. 211 yang mengatakan : “Di sinilah kita saksikan, bahwa sidang -- kaabah Tuhan itu -- adalah yang pertama-tama akan merasakan pukulan murka Allah.”

Kemudian adakanlah pendekatan masalah itu dari segi pandangan yang lain, tunjukkan kenyataan Roh Nubuat yang mengungkapkan bahwa sewaktu pekabaran Yeheskiel 9 itu diberitakan kepada sidang, sebagian orang akan membantah kegenapannya yang sebenarnya, sambil mengatakan : “Ia terlalu pemurah untuk menghukum umat-Nya.” --  Sda, p. 211. Dan akhirnya tertulis ucapan yang menyedihkan : “Mereka mengambil pendirian bahwa kita tidak perlu mengharapkan mujizat-muizat dan manifestasi nyata kuasa Allah seperti di zaman dahulu. Masa telah berubah.” -- Sda, 211. Mengatakan bahwa pembantaian Yeheskiel 9 itu bukan yang sebenarnya, adalah sama dengan mengatakan : “Sidang tidak akan pernah merasakan pukulan Allah. Kita tidak perlu mengharapkan mujizat-mujizat dan manifestasi nyata kuasa Allah seperti di zaman dahulu.” Orang-orang yang mengatakan demikian ini, akan dipersalahkan karena menolak amaran yang jelas mengenai pembantaian yang sebenarnya, yang ajaib itu yang dilukiskan oleh Yeheskiel.

Ketiga, dari Yesaya 66 : 16, 19, 20 ditunjukkan bahwa pembataian yang disebut pada ayat 16 itu akan benar-benar terjadi, sebab orang-orang yang luput akan benar-benar diutus kepada segala bangsa untuk memberitakan kemuliaan-Nya dan kemasyuran nama-Nya. Selanjutnya, bahwa pembantaian yang sebenarnya ini hanya terjadi di dalam sidang, adalah terlihat dari kenyataan bahwa orang-orang yang luput dari mereka itu adalah hamba-hamba Allah yang pada giliran berikutnya akan diutus-Nya kepada bangsa-bangsa Kapir. Sungguhpun demikian, sekiranya pembantaian itu bukan pembantaian yang sebenarnya, maka untuk maksud apakah hal itu kelak, dan daripada apakah akan mereka “meluputkan diri”? Yeheskiel menyaksikan mereka itu sebagai benar-benar dibantai (Yeheskiel 9 : 8).

ADAKAH SEMUA KARUNIA ITU DI ANTARA KITA SEKARANG? 

Pertanyaan No. 135 :

Dari Sdr ..... diajarkan bahwa karunia penyembuhan itu belum ada di antara kita sekarang, namun karunia itu akan dikembalikan sesudah pembersihan sidang, maka haruskah kita juga memahami bahwa karunia mengajar masih juga belum dikembalikan? Sekiranya ini tidak diambil kesimpulan, maka apakah guru-guru “Tongkat Gembala” sudah memiliki karunia itu sekarang?

Jawab :

Roh Nubuat mengatakan : “Kristus adalah dokter yang sama kasih sayang di waktu ini seperti halnya Ia selama pelayanan-Nya di bumi dahulu. Dalam Dia terdapat minyak penyembuhan bagi segala penyakit, yang mengembalikan kekuatan bagi semua yang lemah. Murid-murid-Nya di waktu ini harus berdoa dengan sungguh-sungguh bagi si penderita seperti halnya murid-murid-Nya yang lalu berdoa. Dan penyembuhan akan menyusul; karena ‘doa yang disertai iman akan menyelamatkan si penderita’.” -- Ministry of Healing, p. 226.

Saudara ..... bukan bermaksud untuk memberikan kesan bahwa tidak ada satupun karunia penyembuhan di antara umat Allah sekarang, melainkan hanya bahwa mujizat-mujizat penyembuhan yang besar yang digambarkan oleh mujizat-mujizat yang dibuat di zaman sidang Kristen yang mula-mula itu, masih belum lagi datang.

Dari hal karunia mengajar, kita baca : “Dan walaupun Tuhan memberikan kamu roti kesengsaraan, dan air kepicikan, namun para gurumu tidak akan lagi disingkirkan ke dalam sudut, melainkan matamu akan menyaksikan guru-gurumu.” Yesaya 30 : 20.

Apabila sidang dibersihkan, maka guru-gurunya akan menjadi penerima kuasa Pantekosta yang lebih besar daripada yang pernah diterima oleh 120 murid dahulu. Ini terlihat jelas dari nubuatan Yoel mengenai hujan akhir, yang datang sebagai guru kebenaran (Yoel 2 : 23 bagian akhir), dan yang melengkapi para penerimanya dengan kuasa (ayat 28) yang akhirnya memberitakan pembenaran itu ke seluruh dunia. (Lihat juga Early Writings, p. 277, 278). 

APAKAH YANG AKAN DIPERBUAT OLEH ORANG YANG BIJAKSANA? 

Pertanyaan No. 136 :

Apakah yang harus diperbuat seseorang di waktu ini apabila uang belum pernah sedemikian mudah diperoleh, tetapi sewaktu harga-harga melambung tinggi? Apakah ia sedemikian harus membelanjakan apa saja yang diingininya, ataukah ia harus menahan diri dari perbelanjaan yang berkelebihan lalu menabung sebanyak-banyaknya? Dan dimanakah ia harus menabung penghasilannya?

Jawab :

Dari pengalaman yang lalu, orang pandai sudah mempelajari segala efek hukum kehidupan tentang inflasi dan depresi yang tidak mungkin dicegah oleh usaha seseorang. Mereka tahu bahwa jumlah uang dalam peredaran yang tidak normal mendorong permintaan akan barang-barang melebihi persediaan yang ada di pasar, dan dengan demikian mendorong harga-harga meningkat tinggi. Dalam hal ini mereka mengenalnya sebagai suatu alamat yang mengamarkan tentang adanya bahaya keuangan.

Orang yang bijaksana juga mengetahui bahwa kegila-gilaan liar yang membelanjakan apa saja yang mereka peroleh cepat atau pun lambat pasti akan berakhir dalam suatu kemelaratan, kesusahan, dan penyesalan -- kehancuran dari banyak rumah tangga. Sebab itu orang pandai sebelumnya mengambil langkah-langkah untuk menjamin diri mereka

terhadap masa ledakan ekonomi yang tak terelakkan. Dalam masa inflasi harga mereka akan menolak dengan tegas keranjingan untuk lebih mempermewah standard hidup mereka yang ada. Dan dalam masa peningkatan peredaran uang mereka akan menyisihkan, menabung sebagai gantinya membelanjakan. Mereka tidak mau jatuh ke dalam sikap semboro itu yang hanya cocok dengan bentuk-bentuk kehidupan hewan yang rendah, -- yaitu “pesta pora hari ini dan kelaparan esok”, juga mereka tidak mau menggabungkan diri dengan orang-orang yang mengatakan : “marilah kita makan, minum, dan bersukaria (membelanjakan uang secepat kita memperolehnya) karena besok kita akan mati.”

Setiap orang kini yang menumpang kapal-keplesiran pada pelayaran gembira menuruni aliran sungai yang hampir bebas hambatan, akan pasti terhisap ke dalam riam salah urus keuangan. Ia akan sangat terlambat menemukan dirinya sendiri sebagai korban keborosan yang terjelek -- kedudukan yang sombong. Kesamaan mental dari orang yang sedemikian ini dapat dipersamakan hanya dengan seekor lintah yang tak berperasaan -- yaitu mahluk air bodoh yang kecil yang secara tak bergairah membiarkan dirinya mati kelaparan apabila tidak ada satupun objek yang cocok baginya untuk bergantung, dan kemudian membunuh dirinya sendiri karena kelebihan makan apabila pada akhirnya sesuatu mendatangi jalannya. Bentuk keborosan ini adalah jenis yang terburuk, karena bagi yang sedemikian ini tidak ada terdapat “rumah bapanya” untuk kembali pulang.

Sekiranya patokan pengalaman menggariskan bahwa harus diakui sejarah itu akan terulang kembali, maka dari peperangan ini pasti akan datang suatu masa transisi dengan depresinya yang tak terelakkan. Selembar uang dollar kini mudah didapat, dan selembar uang dollar

yang ditabung di waktu ini mungkin akan bernilai dua atau tiga dollar sesudah perang, apabila uang kelak akan jarang diperoleh daripada sebelumnya. Sebab itu sekaranglah waktunya untuk berbelanja sesedikit mungkin dan menabung sebanyak mungkin. Sekaranglah masa berkelimpahan dalam mana untuk mengumpulkan hasil dan menampungnya bagi masa kekurangan di depan -- bukan untuk menghabiskannya untuk “apa saja yang diingini oleh jiwa.”

Di luar perbelanjaan-perbelanjaan yang perlu apapun dan pengurangan-pengurangan yang meningkat orang dapat dikenakan -- Pajak Penghasilan, Pajak Kemenangan, Obligasi-obaligasi Perang, Jaminan Sosial, perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan -- setiap penerima upah yang bijaksana setiap minggu akan mengesampingkan sejumlah tertentu tabungan, betapapun kecilnya, dan dengan sungguh-sungguh bertekad untuk tidak membiarkan apapun juga mengalihkannya dari rencana ini, dan apapun juga untuk menghabiskan dana ini. Namun, orang ini akan menemukan kesulitan untuk melakukannya, karena godaan-godaan untuk berbelanja, dan karena orang-orang dagang yang pandai yang telah menghabiskan masa hidup mereka mempelajari cara bagaimana untuk mengeksploitasikan tabungan-tabungan sesama rekannya. Oleh sebab itu Persekutuan (Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh) telah menyediakan Bequeathment Certificates khusus (Sertifikat-sertifikat Warisan khusus) yang akan memberi jaminan kepada pemegangnya sesuatu tabungan bagi sesuatu “hari hujan”, atau untuk menjaminnya terhadap kesulitan keuangan dalam masa tua.

Lebah madu yang sibuk itu menyimpan dan menabung madunya sepanjang bulan-bulan musim panas. Kemudian apabila musim dingin datang ia bukan saja berkecukupan untuk memelihara dirinya sepanjang perjuangan yang berat itu, melainkan juga memiliki sebagian untuk diberikan kepada pemeliharanya. Para penganut kebenaran sekarang harus lebih bijaksana daripada lebah kecil yang tak berarti itu! Hendaklah Sertifikat Warisan itu

menjadi peringatan bagimu bahwa dimana ngengat tidak mungkin masuk dan dimana pencuri tidak mungkin berhasil menerobos, ialah tempat yang teraman untuk menyimpan hartamu. Dan sedikit ramalan yang sedemikian ini di waktu ini, akan sangat mempermudah bagi rumah Bapa apabila masa-masa yang sulit itu tiba, sebab pada waktu itu anda akan dapat mengambil dari dana simpananmu sendiri -- dari Sertifikatmu. Adalah tidak mungkin pada waktu itu bagi Persekutuan untuk memberi bantuan kepada semua orang yang susah, maka orang-orang yang tidak menabung dalam waktu pendek yang tampaknya berkelimpahan sekarang ini, mereka kelak akan malu. Tentu, bahwa tidak seorangpun melainkan hanya orang-orang yang memiliki Kartu Keanggotaan yang dapat menabung dalam Sertifikat Warisan -- bagian saham di dalam sistem tabungan-tabungan dedikasi Ilahi dan jaminan sosial pengabdian ini. 

APAKAH DIKENAKAN PAJAK? 

Pertanyaan No. 137 :

Apakah “Sertifikat Warisan” saya dikenakan pajak?

Jawab :

Sertifikat Warisan yang dikeluarkan di sini, menunjukkan dengan jelas bahwa uang yang ditempatkan sedemikian ini pada Persekutuan Umum Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh bukan merupakan sesuatu tabungan deposito, melainkan sesuatu warisan, dalam mana Persekutuan secara sukarela mengikat diri dalam arti kewajiban moral untuk membantu para anggota pemegang sertifikat sedikit-dikitnya sebesar jumlah yang mereka wariskan atau tabungkan. Dan sertifikat warisan tidak dikenakan pajak.

__ GAMBAR __ 

BAGAIMANAKAH DENGAN TUNJANGAN-TUNJANGAN PEMERINTAH? 

Pertanyaan No. 138 :

Salahkah bagi orang Kristen menerima tunjangan dari lembaga-lembaga bantuan pemerintah?

Jawab :

Di dalam peraturan-peraturan pensiun dan bantuan sosial federal dan bantuan maupun dana hari tua pemerintah adalah secara sah disediakan bagi para warganya baik mereka yang memiliki keanggotaan gereja maupun yang tidak memiliki keanggotaan gereja. Dengan demikian orang Kristen sebagai warga negara memiliki hak moral untuk menerima tunjangan dari pemerintahannya, sama seperti seorang anggota gereja memiliki hak untuk menerima tunjangan dari gerejanya. 

BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENGGABUNGKAN DIRI DENGAN SERIKAT-SERIKAT BURUH?

Pertanyaan No. 139 :

Bagaimana seharusnya posisi kita terhadap Serikat-Serikat Buruh?

Jawab :

Walaupun dalam tahun-tahun pembentukannya Serikat-Serikat Buruh tidak memiliki kuasa dan juga tidak melakukan tekanan seperti yang mereka lakukan sekarang, namun di waktu itu pun orang-orang berusaha dengan bernapsu untuk membuat Serikat-Serikat Buruh itu seperti halnya sekarang. Oleh sebab itu untuk melindungi orang percaya yang benar supaya tidak berkompromi dengan apa yang dikehendaki mereka lalu dengan demikian terlibat dalam pemogokan-pemogokan mereka itu (bukan untuk menghalanginya daripada membayar sebagian upahnya kepada mereka jika mereka memaksa), maka Testimonies melarangnya untuk ikut serta dalam memajukan maksud mereka yang tidak bersifat Kristen itu. (Bacalah Testimonies, vol. 7, p. 84.)

Dalam menganiaya Yesus dan para pengikut-Nya, pemerintah Romawi dan pemerintah Yahudi telah melakukan sesuatu perkara yang justru lebih tidak benar daripada yang sedang dilakukan oleh Serikat-Serikat Buruh di waktu ini dalam memaksakan

kerja kepada para pengikut mereka, namun Yesus telah mengarahkan para pengikut-Nya di waktu itu untuk membayar pajak kepada Kaizar. Sebab itu kita harus menyimpulkan bahwa jika seseorang diminta untuk membayar sesuatu iuran selagi bekerja pada sesuatu usaha yang tidak mengijinkan “toko terbuka”, maka ia tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi keperluan ini sebagai salah satu persyaratan toko, tanpa memikirkan apakah Serikat Buruh itu sebuah organisasi yang baik ataupun bukan. Dengan demikian, sekalipun untuk mempertahankan pekerjaannya untuk menunjang dirinya dan keluarganya, ia dapat membayar iuran yang dibebankan oleh Serikat Buruh bagi kesempatan bekerja, namun janganlah ia ikut serta dalam kegiatan dan fungsi apapun mereka itu -- baik politik, sosial, ataupun sebaliknya. Tegasnya, ia tidak akan memiliki sesuatu kaitan persaudaraan apapun juga dengan mereka itu.

Dalam keadaan-keadaan yang sedemikian ini, tidak ada perbedaan membayar kewajiban kepada Serikat Buruh, pajak negara, ataupun sesuatu keperluan perbelanjaan lain, iuran, atau biaya untuk tetap bekerja. Melihat akan hal ini, maka orang-orang yang berjalan dalam terang akan membayar kewajiban kepada Serikat Buruh hanya kalau diwajibkan, dan akan berhenti membayar segera apabila mungkin. 

SALAHKAH MENGASURANSIKAN HARTA MILIK? 

Pertanyaan No. 140 :

Testimonies, vol. 1, pp. 549 – 551, berbicara menentang assuransi. Apakah ini meliputi juga assuransi harta milik?

Jawab :

Kata-kata itu membicarakan hanya terhadap assuransi jiwa. Karena kita mengetahui tidak adanya

larangan seseorang mengassuransikan harta miliknya, maka keputusannya harus terletak pada pribadi sendiri. 

BAGAIMANA DENGAN PEMBELIAN OBLIGASI-OBLIGASI PERTAHANAN? 

Pertanyaan No. 141 :

Adakah para pekerja Gunung Karmel ataupun lembaga itu sendiri membeli Tabungan Obligasi-Obligasi Pertahanan Amerika Serikat?

Jawab :

Sebagai pekerja-pekerja di dalam sebuah lembaga sosial-agama, yang bekerja dalam kebersamaan untuk hanya suatu upah penunjang hidup, maka orang-orang yang tinggal di sini, mulai dari yang terendah sampai kepada yang tertinggi, dengan sendirinya tidak memiliki daya beli yang tinggi terhadap sesuatu terkecuali hanya terhadap berbagai kebutuhan hidup yang utama. Oleh sebab itu, tidak seorangpun memperoleh kapasitas perolehan yang cukup untuk memungkinkan dia melakukan sesuatu investasi keuangan.

Lembaga itu sendiri, karena terbatas sebagai suatu organisasi sosial dalam keseluruhannya, maka ia pun berada dalam keadaan yang sama. Karena merupakan suatu media  bukan  pencipta  laba  melalui  mana para anggotanya melakukan tugas mereka yang telah ditentukan dengan memberi sumbangan kepadanya dari penghasilan mereka, sehingga ia dapat memberi makan, perumahan, dan pakaian kepada para pekerjanya, mencetak buku-buku agama, dan menyebarkannya secara gratis ke seluruh dunia, maka dengan sendirinya ia tidak memiliki dana-dananya sendiri. Oleh sebab itu, secara moral ia tidak mungkin, sekalipun secara finansil ia dapat melakukan sesuatu investasi bukan untuk ditaruh pada maksud yang sudah ditentukan itu, betapapun terpuji investasi itu sendiri.

Tetapi bagaimanapun, lembaga itu dalam memajukan tugas rutinnya bagi kebaikan orang lain, bukan bagi keuntungannya sendiri, sedang membelanjakan beratus-ratus dollar dalam setiap bulan untuk pembelian benda-benda pos. Dengan demikian, sekalipun ia tidak dapat membantu secara langsung (melalui pembelian tabungan obligasi-obligasi pertahanan Amerika Serikat) dalam rencana pertahanan, namun ia sedang ikut serta (melalui pembelian benda-benda pos Amerika Serikat), hanya uangnya yang masuk ke dalam kompartmen lain dari usaha yang sama, dari mana tentunya ia tidak akan memperoleh bunga ataupun pokoknya. 

MEMBERI HORMAT ATAUKAH TIDAK? 

Pertanyaan No. 142 :

Salahkah memberi hormat kepada bendera?

Jawab :

“Berikanlah ..... Kepada Kaizar segala perkara kepunyaan Kaizar”; “..... Kepada semua yang berhak di bayar : pajak kepada yang berhak menerima pajak, cukai kepada yang berhak menerima cukai, rasa takut kepada yang harus ditakuti, hormat kepada yang harus dihormati. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapu.”  Matius 22 : 21; Roma 13 : 7, 8.

Pada waktu “para presiden dan para penghulu berusaha mencari kesempatan melawan Daniel dari hal kerajaan itu; ..... mereka tidak dapat menemukan kesempatan maupun kesalahan.” Daniel 6 : 4. Karena menemukannya demikian tanpa salah, maka para musuhnya lalu “merencanakan bersama-sama untuk mendirikan sebuah patung kerajaan dan membuat sebuah keputusan raja yang kuat, bahwa barangsiapapun yang selama tiga puluh hari kelak mengajukan sesuatu permohonan kepada sesuatu Allah atau manusia tidak kepada raja, ia harus dicampakkan ke dalam kandang singa.” Ayat 7. Setelah

memperoleh tanda tangan raja pada keputusan itu, maka mereka berusaha membuat suatu keadaan yang pasti harus melibatkan Daniel ke dalam suatu pendurhakaan melawan rajanya. Mereka tahu bahwa meskipun ia merencanakan untuk mematuhi raja dengan setia, ia tidak mungkin dapat berbuat begitu tanpa mendurhakai Allahnya. Oleh sebab itu Daniel terus bermohon kepada Allahnya sebagaimana biasanya ia lakukan, yang akibatnya ia dicampakkan ke dalam kandang singa. Namun Dia yang didoa-Nya itu telah  menyelamatkan nyawanya dari binatang-binatang yang lapar.

Kemudian terdapat lagi kasus terkenal mengenai Yusuf, yang karena kesetiaannya yang penuh kepada pemerintahan Mesir ia telah diangkat menduduki suatu jabatan bersama-sama dengan Phiraun pada tahtanya.

Dari semuanya ini berikut peristiwa-peristiwa Alkitab lainnya, kita mengakui bahwa kesetiaan seseorang kepada pemerintahnya ialah janji setianya yang nyata kepadanya -- yaitu suatu penghormatan kepada benderanya.

Oleh sebab itu, kesemuanya bersama-sama kita saksikan bahwa sementara di satu pihak ketidaksetiaan seseorang kepada Allah adalah dosa melawan-Nya, di lain pihak ketidaksetiaan seseorang terhadap pemerintah adalah dosa melawannya, dan secara tidak langsung juga melawan Allah : Karena ketidak setiaan kepada pemerintah seseorang sama dengan ketidakpatuhan kepada perintah Tuhan yang tegas : “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk kepada pemerintah dan para penguasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.” Titus 3 : 1. “Tundukkanlah dirimu kepada semua lembaga manusia, karena demi Allah : baik kepada raja, sebagai yang tertinggi; atau kepada gubernur-gubernur, yang kepada mereka diutusnya

untuk menghukum orang-orang jahat, dan menghormati orang-orang yang berbuat kebaikan-kebaikan.” 1 Petrus 2 : 13, 14. “Karena tidak ada satupun kuasa, kalau bukan dari Allah : semua kuasa yang ada ditetapkan oleh Allah. Oleh sebab itu barangsiapa melawan penguasa, ia melawan ketetapan Allah; maka mereka yang melawan akan mendatangkan hukuman pada dirinya sendiri.” Roma 13 : 1, 2.

Karena bendera bukanlah sebuah berhala ataupun sesuatu jimat melainkan sebuah lambang, sebuah standard, maka penghormatan kepadanya bukanlah penyembahan berhala, sebagaimana disangka sebagian orang, melainkan merupakan pengakuan umum kesetiaan seseorang kepada pemerintahnya, sama seperti halnya baptisan adalah pengakuan kesetiaan seseorang kepada Bapa, Anak, dan Rohulkudus.

Pada perintah Allah, maka orang-orang Israel telah membuat standard (bendera-bendera) sesuai dengan masing-masing suku bangsa mereka, baik bagi maksud identitas pengenal maupun sebagai tanda kesetiaan mereka kepada yang menetapkan pendirian bendera itu. (Bacalah Bilangan pasal 2).

Jadi jelaslah, bahwa untuk menuduh seseorang dengan penyembahan berhala karena ia memberi hormat kepada sesuatu bendera nasional akan sama halnya dengan menuduh Allah karena memaksakan penyembahan berhala, bukan saja kepada umat-Nya yang dahulu, melainkan juga oleh teladan mereka, kepada semua orang yang setia sejak zaman itu sampai sekarang!

Sebab itu setiap orang Kristen, jika ia mau setia kepada perintah-perintah Allah, maka ia harus setia kepada negara dimana ia tinggal. Dengan begitu, sebagai orang-orang Kristen di Amerika, yang berserah kepada Allah dan selanjutnya setia kepada prinsip-prinsip yang adil dari “pemerintah di bawah Allah” yang bebas ini, pertama-tama kita berjanji dengan kejujuran hati kita, pikiran kita,

tangan-tangan kita, keseluruhan milik kita, kepada bendera Kerajaan Allah yang kekal, dan kepada Pemerintahan Raja untuk mana ia itu berdiri, suatu umat yang terbentuk dari semua bangsa, dan terikat oleh tali-tali cinta yang kekal, kebebasan, kemurnian, keadilan, dan damai, kebahagiaan, terang dan kehidupan bagi semua orang; dan kedua kita “berjanji setia kepada bendera Amerika Serikat, dan kepada Republik untuk mana ia itu berdiri, satu Bangsa, yang tak dapat dipecahkan, dengan kebebasan dan keadilan bagi semua orang.” Maka selama Kemuliaan Lama membentangkan dirinya sebagai lambang dari prinsip-prinsip undang-undang dasarnya yang tak berubah, selama itu pula janji kesetiaan kita kepadanya tidak berubah. 

APAKAH PATRIOTISME SAMA DENGAN KEKRISTENAN? 

Pertanyaan No. 143 :

Dalam peperangan sekarang ini haruskah kita menolak ikut serta, ataukah ikut serta sebagai patriot-patriot bangsa?

Jawab :

Setiap orang mengambil sesuatu pendirian yang lain daripada pendirian seseorang patriot tidak mungkin merupakan seseorang warga yang benar dari negaranya. Sungguhpun demikian, seorang Kristen harus selalu ingat, bahwa ia berada di bawah dua pemerintahan, -- yaitu sebuah pemerintahan rohani dan sebuah pemerintahan duniawi, -- dan bahwa karena itulah ia wajib melayani keduanya, sekalipun mungkin sering terjadi apabila timbul berbagai keadaan yang menghalanginya memberikan kepada keduanya “pengabdian yang sepenuhnya sama besar.” Namun selalu dikehendakinya untuk dengan sebaik-baiknya melayani kedua-duanya sepenuhnya sejauh mungkin.

Alkitab mengajarkan dengan jelas, dan sejarah berkali-kali membuktikan, bahwa kelalaian seseorang terhadap hukum-hukum Allah adalah membahayakan

bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsanya. Kebenaran yang tragis ini, berulang-ulang dilakukan selama berabad-abad lamanya, bukan saja di tengah-tengah bangsa pilihan Israel, melainkan juga di tengah-tengah semua bangsa di bumi, merupakan “nasehat bagi kita orang akhir zaman yang menghadapi akhir sejarah dunia ini.”

Dengan demikian karena pelanggaran seseorang terhadap pemerintahan Allah harus menimbulkan gangguan bagi bangsanya maupun bagi dirinya sendiri, maka seorang Kristen memikul tanggung jawab rangkap untuk berbuat segala-galanya dalam kemampuannya untuk melindungi kebahagiaan dan untuk memajukan keberhasilan baik bagi kerajaan kerohanian maupun bagi kerajaan dunia ini. Dan untuk menjamin dia sepenuhnya terbebas dari tanggung jawab rangkap yang berat ini, ia perlu mematuhi sepenuhnya perintah Tuhan : “Berikanlah kepada Kaizar semua miliknya dan kepada Allah semua kepunyaan-Nya.” Markus 12 : 17. “Maka Aku”, demikian firman Tuhan dalam janji-Nya kepada mereka yang patuh, “akan memberkati mereka yang memberkati kamu, dan mengutuk orang yang mengutuk kamu; dan dalam kamulah semua keluarga di bumi kelak akan diberkati.” Kejadian 12 : 3.

Israel kuno sebagai suatu bangsa dan suatu pemerintahan diwajibkan melindungi harta miliknya, bangsa, dan keluarga-keluarga mereka sendiri -- bahkan dengan pedang. Tetapi mereka tidak boleh memerangi saudara-saudaranya sendiri. Pada waktu kerajaan sepuluh suku, Israel, bersekutu dengan Syria memerangi kerajaan dua suku, Yehuda. Maka kutuk Allah didatangkan ke atas Syria dan Israel, dan masing-masing pada akhirnya

pecah oleh raja Assyria (Bacalah Yesaya 7 : 1 – 8; 8 : 4).

Tetapi apabila dianiaya karena sebab injil, maka orang-orang Kristen diperintahkan supaya jangan sekali membalas : “Aku mengatakan kepadamu”, demikian firman Tuhan, “agar jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu : melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan jika seorang mengadukan kamu, dan mengambil bajumu, biarkanlah dia mengambil jubahmu juga. Dan siapapun yang hendak memaksakan kamu berjalan satu mill jauhnya, berjalanlah bersama dia sejauh dua mill. Berilah kepada orang meminta kepadamu, dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu.

“Kamu sudah mendengar bahwa telah dikatakan : Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah semua musuhmu berkatilah mereka yang mengutuki kamu, berbuat baik kepada mereka yang membenci kamu, dan berdoalah bagi mereka yang memperalat kamu, dan menganiaya kamu; supaya dapatlah kamu menjadi anak-anak dari Bapamu yang di surga; Karena Ia menerbitkan matahari bagi orang jahat dan bagi orang baik, dan menurunkan hujan bagi orang benar maupun kepada orang yang tidak benar.” Matius 5 : 39 – 45.

Terang yang bercahaya baik dari Wasiat Lama maupun Wasiat Baru, menunjukkan bahwa seorang Kristen, sebagai seorang warga yang setia, dalam masa perang akan bekerja melindungi negaranya; tetapi jika peperangan itu melibatkan orang-orang Kristen pada kedua belah pihak, seperti halnya perang-perang yang berlaku sekarang ini, maka ia sebagai seorang warga Kerajaan Kristus, secara sadar tidak mungkin melibatkan diri dalam menembaki sesama warganya dari kerajaan itu. Karena “jika sebuah kerajaan terpecah memerangi dirinya sendiri, kerajaan itu tidak mungkin dapat

berdiri. Dan jika sebuah rumah terpecah melawan dirinya sendiri, maka rumah itu tidak mungkin dapat berdiri.” Markus 3 : 24, 25.

Tetapi meskipun di dalam sesuatu peperangan yang sedemikian ini, orang-orang Kristen tidak boleh mengangkat senjata membunuh sesamanya, mereka secara moral adalah terikat untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh orang Samaria yang baik hati itu -- melayani orang sakit, orang luka, dan orang mati tanpa memandang kebangsaan mereka. 

MEMBERI SUARA UNTUK ATAU MENENTANG PENSIUN? 

Pertanyaan 144 :

Maukah Saudara menjelaskan posisi saudara bertalian dengan masalah pensiun yang kini sedang dikemukakan kepada umum? Bolehkah menurut pendapat Saudara kita memberi suara menunjangnya?

Jawab :

Kepada kita telah dinasehatkan bahwa kepentingan Allah “harus memenuhi seluruh pikiran, seluruh perhatian”. -- Early Writings, p. 118. Dengan sendirinya, karena kita tidak mungkin dapat secara sadar menggunakan cukup waktu untuk mempelajari masalah-masalah politik dan ekonomi ini dan mengenai hasil-hasil akhirnya, secara bijaksana membuat penilaian atas sekaliannya itu, maka kita tidak mungkin dapat secara sadar memberi suara baik untuk atau pun menentangnya. Karena suara kita yang tanpa informasi itu dapat mendatangkan penderitaan dan kesusahan pada sebagian orang, sementara memimpin orang lainnya ke dalam jalan-jalan pengangguran dan kemewahan. Tuhan berfirman : “Tengoklah inilah kejahatan dari adikmu Sodom, kesombongan, kecukupan roti, dan kelimpahan pengangguran.” Yeheskiel 16 : 49.

Di dalam dunia pada waktu ini, kepentingan politik maupun kepentingan agamanya adalah jauh lebih baik

dilayani oleh para ahli. Hanya orang-orang yang menaruh perhatian dan pikirannya sepenuhnya pada keperluan-keperluan hidup yang fana ini, yang dapat menggunakan cukup waktu untuk menyelidiki masalah-masalah ekonomi dunia dan politik yang mampu mengambil bagian dalam kepentingan-kepentingan sedemikian ini. Orang-orang yang hati dan jiwanya mengabdi bagi kebutuhan-kebutuhan kerohanian dunia, yang bersifat kekal dan yang jauh lebih penting daripada kepentingan-kepentingan hidup yang sementara yang segera akan binasa dan terlupakan, tidak lagi dapat melayani dunia, dalam kebutuhan-kebutuhan ekonomi dan politiknya; sama seperti halnya orang-orang yang hati dan pikirannya sibuk memikirkan perkara-perkara duniawi tidak lagi dapat melayani kebutuhan-kebutuhan kerohanian dunia.

“Celakalah orang-orang yang pergi turun ke Mesir mencari bantuan, dan mengandalkan kuda-kuda, yang percaya pada kereta-kereta yang begitu banyak, dan kepada para penunggang kuda karena kekuatan mereka, tetapi tidak mereka memandang kepada Yang Maha Suci dari Israel, dan tidak juga mereka mencari Tuhan! Namun Ia juga adalah bijaksana, dan Ia akan mendatangkan malapetaka, dan tidak akan menarik kembali firman-Nya : melainkan Ia akan bangkit menentang isi rumah kaum penjahat, dan menentang bantuan mereka yang berbuat kejahatan. Kini orang-orang Mesir itu adalah manusia dan bukan Allah; dan kuda-kuda mereka adalah mahluk yang lemah, bukan roh. Apabila Tuhan mengacungkan tangan-Nya, maka baik dia yang membantu maupun dia yang dibantu akan jatuh, dan sekalian mereka itu akan gagal semuanya.” Yesaya 31 : 1 – 3. “Orang benar akan bersuka cita dalam Tuhan, dan ia akan menaruh harap kepada-Nya, dan semua orang yang jujur hatinya akan bermegah-megah.” Mazmur 64 : 10.

“Jadi apakah kelak jawaban seseorang kepada utusan-utusan bangsa itu? Bahwa Tuhan telah meletakkan landasan Sion, maka semua orang miskin umat-Nya akan menaruh harap padanya.” Yesaya 14 : 32. 

PANTASKAH MEMBERI SUARA BAGI ORANG KRISTEN?

Pertanyaan No. 145 :

Dapatkah dibenarkan bagi kita untuk memberi suara (to vote)?

Jawab :

Karena hak suara adalah salah satu dari hak-hak sesuatu bangsa yang merdeka yang tak dapat dipisahkan, maka tidak mungkin terjadi sesuatu kesalahan dalam melaksanakannya jika sekiranya dengan demikian itu hukum atau jabatan-jabatan negara dapat dilayani dengan lebih baik. Meskipun demikian, untuk memberi suara yang akan memberikan hasil yang sedemikian itu, diperlukan suatu penyelidikan yang seksama; karena jika gagal, maka suara seseorang itu hanya akan menjadi sesuatu terkaan kira-kira yang tidak bijaksana, sehingga dengan demikian tidak akan menciptakan pemerintahan yang baik, melainkan sebaliknya.

Oleh karena itu, maka mereka yang tidak dapat mengambil waktu dan penyelidikan yang diperlukan untuk mendapatkan bagi dirinya informasi-informasi mengenai persoalan-persoalan politik yang cukup untuk memungkinkan mereka memberikan suaranya dengan bijaksana, mereka tidak mungkin dapat dengan sadar memberikan suaranya yang sedemikian itu.

Sebagai pendeta-pendeta pelayanan Injil, dengan waktu kita yang sepenuhnya terpakai untuk kepentingan-kepentingan kerohanian umat, kita sendiri tidak mampu untuk juga menaruh perhatian kepada kepentingan-kepentingan politik mereka, sama halnya dengan perwakilan-perwakilan politk orang banyak itu pun tidak mampu untuk menaruh perhatiannya yang patut kepada kebutuhan-kebutuhan kerohanian mereka sendiri. Dan karena sebab itulah jarang sekali, bahkan kita selalu dapat melihat dengan jelas bagaimana yang baik untuk memberikan suara.

BAGAIMANAKAH TENTANG PENGGUNAAN SUSU DAN TELUR? 

Pertanyaan No. 146 :

Oleh karena penyakit-penyakit di antara ternak dan unggas sedang makin meningkat banyaknya, menjangkit dan meluas kemana-mana, tidakkah kita sekarang meninggalkan saja susu dan telur dari makanan kita?

Jawab :

Jika sekiranya terdapat wabah di antara ternak dan unggas di dalam daerah atau tempat anda, maka hendaklah anda berhati-hati sekali apabila menggunakan susu dan telur, dan hendaklah anda berusaha menggantikannya secepat mungkin dengan makanan-makanan pengganti yang cocok.

Pada waktu ini kami belum memperoleh pengetahuan yang mendesak atau membenarkan larangan menggunakan hasil-hasil unggas dan ternak yang sedemikian itu kepada seluruh negeri, dan terutama jika makanan-makanan pengganti yang cocok belum tersedia dan Tuhan belum membuka jalan untuk menyediakan makanan-makanan sedemikian itu. Meskipun demikian, kita semua hendaknya berusaha dengan tekun untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, sehingga apabila keadaan berubah dimana penggunaan hasil-hasil tersebut tidak lagi aman, maka kita tidak lagi sulit untuk mendapatkan penggantinya dengan memuaskan.

“Hendaklah reformasi makanan itu berkembang maju. Hendaklah orang banyak diajarkan bagaimana caranya mempersiapkan makanan tanpa menggunakan susu atau keju. Katakanlah kepada mereka bahwa masanya akan segera datang apabila kelak penggunaan telur, susu, krim, atau keju tidak lagi sehat, sebab penyakit di dalam penyakit di dalam hewan sedang meningkat sebanding dengan meningkatnya kejahatan di antara manusia. Masa itu sudah dekat apabila, karena kejahatan manusia yang sudah jatuh, maka seluruh ciptaan binatang

merintih di bawah berbagai penyakit yang mendatangkan kutuk kepada bumi kita.” -- Testimonies, vol. 7, p. 135.

Masa itu akan datang apabila kita mungkin harus meninggalkan beberapa bahan makanan yang kita gunakan di waktu ini, seperti misalnya susu, krim dan telur; namun tidaklah perlu mendatangkan kebingungan pada diri kita karena pembatasan-pembatasan yang belum waktunya dan yang keterlaluan. Tunggulah sampai keadaan-keadaan itu mendesak kita, dan Tuhan mempersiapkan jalan untuk itu.

* * *

“..... Kepada saya diperintahkan untuk menyampaikan kepada mereka supaya makanlah makanan yang sangat bergizi. Saya tidak dapat mengatakan kepada mereka : ‘Anda tidak boleh memakan telur, atau susu, atau krim. Janganlah menggunakan keju dalam mempersiapkan makanan.’ Injil harus dikhotbahkan kepada orang miskin, namun waktunya belum tiba untuk menganjurkan makanan yang terlalu ketat.” -- Testimonies, vol. 9, pp. 162, 163. 

BOLEHKAH KITA MEMELIHARA TERNAK DAN UNGGAS?

Pertanyaan No. 147 :

Bolehkah memelihara kerbau dan ayam?

Jawab :

Jika susu dan telur masih membentuk bagian dari makanan kita, maka adalah yang terbaik, jika mungkin, supaya mendapatkannya langsung dari ternak dan unggas kita sendiri.

Mereka yang menolak memelihara kerbau dan ayam, karena alasan bahwa Roh Nubuat tidak menyetujui, mereka itu mengambil pendirian yang berlandaskan pada interpretasi yang ekstrim terhadap apa yang tertulis.

Semenjak dari saat gereja Masehi Advent Hari Ketujuh diorganisir, sampai kepada hari ini, lembaga-lembaganya maupun anggota-anggotanya memelihara ternak dan unggas. Sekiranya salah perbuatan mereka itu, maka Roh Nubuat sudah akan dengan jelas memberi petunjuk kepada orang banyak itu. Namun, karena tidak ada satupun catatan yang sedemikian ini, maka orang-orang yang mengemukakan pandangan-pandangan ekstrim yang sedemikian itu sedang memerangi Roh Nubuat dan sedang memberi dukungan kepada pendapat-pendapat radikal mereka sendiri.

Berdirilah tetap “di tengah jalan “, dan janganlah membiarkan orang-orang yang ekstrim membawa anda ke sisi yang satu ataupun ke sisi lainnya.

Kita harus belajar menghormati tulisan-tulisan orang-orang lain dengan cara tidak memasukkan di dalam tulisan-tulisan itu ataupun membiarkan tulisan-tulisan yang tidak pernah dimaksudkan atau dilarang oleh penulisnya. 

APAKAH SALAHNYA MEMAKAN DAGING YANG HALAL? 

Pertanyaan No. 148 :

Dalam terang dari Matius 15 : 11 dan ayat-ayat yang lain, bukankah jelas bahwa paham tentang memakan makanan yang tidak bernyawa itu berasal dari manusia dan bukan dari Allah?

Jawab :

Jika sekiranya ayat yang disebutkan itu membentuk keseluruhan pembicaraan Alkitab terhadap masalah itu, maka suatu jawaban tegas yang lengkap terhadap masalah itu kiranya diperlukan. Namun pada mula pertama “Allah berfiman, Tengoklah, Aku telah mengaruniakan kepadamu setiap tumbuhan yang berbiji-biji, yang terdapat pada permukaan seluruh bumi, dan setiap pohon kayu, yang di dalamnya terdapat buah pohon yang memberikan

benih; hendaklah ia itu menjadi makanan bagimu.” Kejadian 1 : 29. Sekaliannya ini dan tidak satupun yang lainnya adalah untuk menjadi “makanan” manusia.

Dengan demikian pada mula pertama, makanan manusia itu tidak termasuk makanan daging di dalamnya. Sesudah air bah, setelah setiap tumbuhan hijau di bumi binasa, barulah ia diperbolehkan untuk memakan daging. Kemudian Allah berfirman : “Setiap barang yang bergerak yang hidup hendaklah ia itu menjadi makananmu, sudah Ku karuniakan kepadamu segala perkara seperti juga tumbuh-tumbuhan yang hijau.” Kejadian 9 : 3.

Meskipun demikian, kemudian sewaktu bani Israel berada di padang belantara, Allah telah menyediakan bagi mereka manna. Namun setelah mereka bersungut-sunggut menentang-Nya, dan mengaitkan kejadian yang luar biasa itu hanya kepada keadaan, sambil mengatakan bahwa tidak mungkin memperoleh makanan daging di padang, maka secara nyata dan dengan amarah Tuhan mendatangkan atas mereka itu burung-burung puyuh. Namun betapa akibatnya! Beribu-ribu orang mati untuk memberikan pelajaran bahwa manna bukan hanya akibat keadaan melainkan justru adalah kehendak Tuhan. Karena “selagi daging masih berada di antara gigi mereka, sebelum ia itu dikunyah, maka murka Tuhan menyala-nyala menghadapi mereka, dan Tuhan memalu orang banyak itu dengan suatu bela yang sangat besar.” Bilangan 11 : 33.

Oleh karena Pergerakan Eksodus itu adalah untuk memantapkan suatu umat untuk merebut tanah perjanjian dan untuk mendirikan kerajaan di waktu itu, seperti halnya kita sekarang, maka mereka itu diwajibkan untuk menahan diri dari semua makanan daging. Dan karena Yohanes Pembaptis membawakan suatu pekabaran penting pada zamannya “Bertobatlah

kamu : karena Kerajaan Surga sudah dekat.” -- Matius 3 : 2. Sama dengan pekabaran kita pada waktu ini, makanannya adalah madu dan buah dari pohon locust. Maka betapa jauh lebih penting, seperti diajarkan oleh contoh-contoh kita, bahwa kita yang memiliki puncak pekabaran injil, dan yang merupakan barisan depan dari rakyat kerajaan yang kekal itu, agar jangan menajiskan kaabah-kaabah jiwa kita dengan apa yang contoh-contoh kita dahulu dilarang untuk dimakan.

Selanjutnya, sebagaimana Eliyah dari Maleakhi 4 : 5 dan Matius 17 : 11 akan mengembalikan segala perkara mendahului hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu, maka perlu ia mengembalikan paham memakan makanan tidak bernyawa, makanan asli manusia sejak mulanya. Kemudian, bukan hanya manusia melainkan binatang yang harus menjadi pemakan makanan yang non-bernyawa secara ketat, dan semua akan sekali lagi bergaul bersama-sama dalam persekutuan perdamaian Eden yang diperbaharui itu.

“Serigala juga akan tinggal bersama-sama dengan anak domba, dan macan tutul akan berbaring bersama-sama dengan anak kambing; dan anak lembu dan singa muda akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan bersama-sama makan rumput, anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan sama-sama makan jerami seperti lembu. Dan anak yang menyusu akan bermain-main pada lubang ular tedung, dan anak yang lepas susu akan memasukkan tangannya ke dalam sarang lubang ular beludak. Mereka tidak akan melukai ataupun merusak di dalam seluruh gunung kesucian-Ku; karena bumi akan kelak penuh dengan pengetahuan akan Tuhan, bagaikan segala air menutupi laut.” Yesaya 11 : 6 – 9.

Lagi pula, jika kata-kata : “Bukan yang masuk ke dalam mulut itu menajiskan seseorang, melainkan yang keluar dari mulut, inilah yang menajiskan seseorang” (Matius 15 : 11), diartikan sebagai tidak peduli apapun kita makan atau minum, maka mengapakah kita tidak boleh memakan daging babi, meminum teh, kopi, dan juga arak, dan merokok tembakau, -- sesungguhnya, makan-lah dan minumlah apa saja yang kita kehendaki? 

APAKAH SEMUA REMPAH-REMPAH BERBAHAYA BAGI KESEHATAN? 

Pertanyaan No. 149 :

Buku “Testimonies” menyalakan pemakaian rempah-rempah, tetapi tidak diberikan suatu daftar yang pasti rempah-rempah mana yang dinyatakan tidak cocok bagi pemakaian manusia. Apakah semua bumbu-bumbu dilarang?

Jawab :

Karena kenyataan bahwa sage (sejenis tumbuhan yang daunnya harum), bawang merah, daun seledri, daun mint, bawang putih, daun sop, dan tumbuh-tumbuhan lainnya yang sama bukan saja tidak berbahaya, melainkan justru benar-benar bermanfaat bagi tubuh, maka jelas menunjukkan bahwa tidak setiap bumbu dari tanaman dapat diklasifikasi kepada rempah-rempah yang berbahaya itu.

Tetapi, di pasar terdapat saus-saus dan bumbu-bumbu yang telah diraci sedemikian rupa, yang sebagaimana kenyataan yang sudah terkenal adalah berbahaya efeknya terhadap tubuh. Sebagaimana kita memahaminya, sekaliannya ini adalah rempah-rempah dan bumbu-bumbu sebagaimana yang dilarang oleh Nyonya White.

Meskipun demikian, kita tidak tahu, bahwa kayu manis, pala, allspice (sejenis rempah di Amerika), daun salam, bunga pala, vanilli, lada merah, cengkeh, dan halia (jahe). Jika digunakan secara terbatas, mengandung unsur-unsur

yang berbahaya bagi kesehatan. Sesungguhnya, telah ditemukan bahwa lada merah yang dikeringkan dan digiling menjadi tepung, merupakan suatu pencegah demam yang manjur. Dan juga rempah-rempah digunakan dalam upacara-upacara kurban (Keluaran 30 : 23 – 25, 34).

Oleh sebab itu tidak semua rempah-rempah adalah berbahaya. Namun hendaklah kiranya dipahami, bahwa menggunakan sesuatu rempah dalam jumlah yang berlebihan adalah merusak, sebagaimana sesuatu lain yang berlebihan. 

APAKAH YANG MENANDAI SESEORANG SEBAGAI SEORANG DAVIDIAN MASEHI ADVENT HARI KETUJUH? 

Pertanyaan No. 150 :

Karena persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh tidak memiliki suatu keanggotaan yang resmi, maka bukti apakah yang dapat diberikan seseorang untuk mengidentifikasi dirinya sebagai seorang anggota dari organisasi? Dan bagaimanakah dapat ia mengukuhkan jangka waktu ia tergabung dengannya?

Jawab :

Tunjangan dari seseorang kepada pekabaran Davidian yang datang pada waktunya, dan penghayatan prinsip -- prinsip pekabaran itu di dalam dirinya (baptisan, pemeliharaan Sabat berikut hukum -- hukum yang lainnya dari sepuluh perintah itu, pertarakan, reformasi pakaian, menghindari sepenuhnya tembakau, dan minuman-minuman beralkohol, dan semuanya yang lain yang terkandung di dalam Roh Nubuat), adalah merupakan saksi-saksi yang jujur mengenai ikatannya dengan Davidian, dan satu-satunya bukti keterangan yang asli yang tampak. Sekaliannya ini adalah satu-satunya bukti-bukti mutlak yang meyakinkan tentang kepantasan seseorang untuk menjadi anggota di dalam Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh.

Berapa lama seseorang telah menjadi anggota dari Persekutuan akan sepenuhnya bergantung pada berapa lama ia telah mengerti dan menghayati semua prisip ini.

Kepada mereka yang mengajukan permohonan ini, Persekutuan akan mengirimkan sebuah blanko lamaran untuk menjadi Anggota. Jika pelamar belum mampu memenuhi sepenuhnya semua persyaratan dari pekabaran itu, maka untuk lamarannya itu ia harus melampirkan suatu pernyataan penjelasan yang memuaskan. Jika tidak, maka keterangan keanggotan tidak mungkin dapat diberikan. 

HARUSKAH SAYA PERTAMA SEKALI MENCAPAI KESEMPURNAAN?

Pertanyaan No. 151 :

Untuk menandatangi surat lamaran untuk mendapatkan “keterangan keanggotaan”, haruskah seseorang terlebih dahulu mencapai kesempurnaan?

Jawab :

Pelamar harus terus berjuang untuk menjadi seorang pemenang -- untuk bebas dari dosa, untuk tetap memelihara Kebenaran, dan terus menerus di dalam perlombaan; berjuang bukan untuk jatuh, melainkan mengambil keputusan dalam hal ia mau jatuh, untuk bangkit kembali dan terus maju dengan lebih bertekad daripada sebelumnya untuk mencapai tujuan. Ia harus mampu menandatangani lamaran bagi keanggotaan sedemikian ini dengan sadar. 

HARUSKAH BAPTISAN MENDAHULUI KEANGGOTAAN?

Pertanyaan No. 152 :

Sungguhpun saya belum pernah dibaptis, namun saya sepenuhnya percaya akan pekabaran tambahan dari “Tongkat Gembala” itu, dan kini saya ingin mengetahui apakah saya dapat terpilih untuk melamar untuk mendapatkan “Surat Keterangan Keanggotaan”.

Jawab :

Karena merupakan langkah pertama dalam pengakuan umum orang Kristen tentang imannya, maka baptisan adalah perlu bagi keanggotaan. Sebab itu pertama sekali melamar dulu bagi baptisan, dan kemudian bagi surat keterangan. 

ADAKAH SESEORANG MENJADI ANGGOTA TANPA MEMILIKI SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN?

Pertanyaan No. 153 :

Bolehkah seseorang menjadi anggota dari Persekutuan tanpa memegang sesuatu “Keterangan Keanggotaan”?

Jawab :

Ya, seseorang boleh menjadi anggota tanpa memegang surat keterangan keanggotaan. Namun untuk menjadi anggota yang diakui resmi, yang berhak menikmati sepenuhnya semua manfaat yang dapat diberikan oleh Persekutuan, ia harus memiliki Surat Keterangan itu. 

SIAPAKAH YANG BOLEH MEMEGANG JABATAN?

Pertanyaan No. 154 :

Dapatkah orang-orang Davidian yang belum memiliki “Surat Keterangan Keanggotaan” dipilih untuk memegang jabatan?

Jawab :

Semua pegawai yang melayani Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, maupun semua penduduk Gunung Karmel, harus memiliki surat keterangan keanggotaan. 

RENCANA SIAPAKAH PERAMPASAN UANG ITU?

Pertanyaan No. 155 :

Jika hanya orang-orang yang membayar sesuatu perpuluhan kedua yang dapat dipilih untuk diberikan “Surat Keterangan Keanggotaan”, maka

bukankah sesuatu persyaratan yang sedemikian itu hanya merupakan perampasan uang saja?

Jawab :

Sekiranya seseorang yang mampu tetapi tidak membayar perpuluhan kedua, mendapatkan surat keterangan keanggotaan, maka ia benar-benar akan menjadi “perampas uang”, sebab ia akan menuai dimana ia belum pernah menaburi -- artinya menikmati manfaat-manfaat dari sesuatu dana yang sama sekali belum disumbangkannya untuk membangun, dan yang ia menolak menunjangnya. Dengan perkataan lain, sambil menimbun sendiri uang perpuluhan keduanya, ia ingin memperoleh manfaat-manfaat dari dana perpuluhan kedua persekutuan. 

BAGAIMANAKAH JIKA SAYA TIDAK MEMPUNYAI PERPULUHAN APAPUN UNTUK DIBAYAR? 

Pertanyaan No. 156 :

Dapatkah seseorang memegang “Surat Keterangan Keanggotaan” jika ia tidak memiliki perpuluhan apapun untuk dibayar?

Jawab :

Dapat, jika ia sebaliknya memenuhi syarat. 

MENGENAKAN PERPULUHAN ATAU TIDAK? 

Pertanyaan No. 157 :

Suami saya adalah bukan seorang percaya dan ia tidak menyetujui saya membayar perpuluan pertama dan perpuluhan kedua dari semua uang yang saya tangani. Apakah yang harus saya perbuat?

Jawab :

Meskipun Tuhan telah memerintahkan manusia untuk mengenakan perpuluhan terhadap semua penghasilannya, namun Ia tidak menuntut tanggung jawab dari seorang percaya untuk mengenakan perpuluhan terhadap penghasilan seorang rekannya yang tidak percaya yang menentang perpuluhan.

Ia telah mengaruniakan kepada setiap orang hak kebebasan beragama yang tak terpisahkan, dan tidak

seorangpun dapat dibenarkan untuk merebutnya dari seseorang yang lain. Dan secara rangkap ia itu tidak dapat diganggu gugat di dalam keluarga. Baik suami maupun istri tidak diperkenankan mencampuri dalam pelaksanaan agama pilihan masing-masing.

Istri yang dengan setia memelihara rumah tangga bagi suaminya dan dengan setia melayani keluarga, bukanlah berbuat sedemikian itu sebagai seorang tenaga kasar atau budak : ia adalah seorang rekan, seorang “pembantu” di dalam rumah tangga. Dan karena itulah oleh semua hak moral, separuh dari semua penghasilan suami adalah miliknya. Keduanya sesuai dengan kewajiban moral yang tertinggi harus saling menghormati hak sesamanya dalam hal perpuluhan. Sebab itu jika suami memilih untuk tidak mengenakan perpuluhan terhadap separuh penghasilan keluarganya, maka istri tidak berhak mencampurinya, dan jika istri memilih untuk mengenakan perpuluhan terhadap separuh penghasilan miliknya, ia juga tidak berhak untuk mencampurinya.

 APAKAH PENGHASILAN YANG KECIL DIKECUALIKAN DARI PERPULUHAN?

Pertanyaan No. 158 :

Karena penghasilan saya sangat kecil, dapatkah saya dikecualikan dari membayar perpuluhan?

Jawab :

Allah telah menyusun rencana kebajikan yang sistematis itu sedemikian rupa, sehingga membuatnya sama seimbang baik kepada orang miskin maupun bagi orang kaya, tidak lebih sesuatu pajak yang dibebankan atas mata uang yang kecil daripada atas uang jutaan. Dan kita mengetahui tidak ada kuasa Alkitab apapun yang mengecualikan sesuatu penghasilan dari pengenaan perpuluhan, betapapun kecilnya penghasilan itu. Semua orang, miskin ataupun kaya, telah diberikan kesempatan untuk mengembalikan kepada Tuhan milik-Nya sendiri. Banyak orang dengan penghasilan sebuah “mata uang” sedang membayar baik perpuluhan pertama maupun perpuluhan kedua, dan sebagai

gantinya mereka sedang menerima suatu karunia berkat yang kaya.

Alasan yang sedemikian inilah mendorong kesimpulannya bahwa jika seseorang tidak wajib untuk menerima bantuan sosial untuk menambah penghasilannya (dari manapun sumbernya) untuk menutupi biaya-biaya penghidupannya, maka baginya untuk tidak membayar perpuluhan adalah sama dengan membohongi Tuhan sendiri dari kelimpahan berkat yang menyertai suatu kepatuhan yang setia terhadap kesempatan istimewa kerajaan untuk menjadi salah seorang dari penatalayan-penatalayan Allah. 

APAKAH BONEKA-BONEKA ITU SAMA DENGAN BERHALA-BERHALA? 

Pertanyaan No. 159 :

Tidakkah boneka-boneka itu dianggap sama dengan berhala-berhala? Dan bolehkah saya membiarkan anak-anak saya bermain dengannya?

Jawab :

Sungguhpun boneka-boneka tidak akan diklasifikasikan bersama-sama dengan berhala-berhala, dan meskipun orang-orang dewasa mungkin tidak menjadikannya sebagai berhala-berhala, namun terdapat bahaya bahwa anak-anak mungkin terlalu banyak memainkannya. Kebijaksanaan menasehatkan agar anak-anak diberi pelajaran supaya mencarikan kesenangan dengan melakukan perkara-perkara yang kecil di sekitar rumah, supaya mereka dapat menjadi berguna dan siap membantu, dan bukannya mereka dibantu untuk mendapatkan kebiasaan menghabiskan waktunya bermain-main saja untuk gembira. Anak-anak yang dibesarkan untuk bermain-main tidak akan menjadi anak-anak yang rajin, juga tidak akan benar-benar gembira. Kebanyakan permaian, yang bagaikan suatu obat pembentuk kebiasaan, menimbulkan suatu ketagihan terhadapnya apabila efek-efeknya hilang. Sebab itu selama anak tidak merengek-rengek meminta boneka atau layang-layang, maka jauh lebih baik supaya tidak memberikannya kepada mereka.

BAGAIMANA DENGAN MELAKUKAN PERMAINAN-PERMAINAN? 

Pertanyaan No. 160 :

Salahkah bagi orang Davidian bermain kartu, catur, dam, tennis, baseball, dan permainan-permainan lainnya?

Jawab :

“Permainan kartu harus dilarang.” Ada hiburan-hiburan seperti berdansa-dansi, bermain kartu, catur, dam, dan lain-lain, yang kita tidak dapat membenarkannya, karena Surga melarangnya.” --  Messages to Young  People, pp. 379, 392.

“Sebuah gambaran tentang berbagai perkara telah ditunjukkan kepada saya dimana para siswa sedang bertanding tennis dan cricket. Kemudian kepada saya diberi petunjuk dari hal sifat tabiat dari hiburan-hiburan ini. Sekaliannya itu diperlihatkan kepada saya sebagai suatu jenis penyembahan berhala, bagaikan berhala- berhala dari bangsa-bangsa.” -- Counsels to Teachers, p. 350.

“Menurut perasaan umum pekerjaan kasar itu adalah rendah derajatnya, namun orang dapat saja bekerja keras sebanyak yang mereka lakukan pada permainan cricket, baseball, atau di dalam pertandingan-pertandingan tinju, tanpa dianggap rendah derajat. Setan bergembira apabila dilihatnya manusia menggunakan kekuatan- kekuatan fisik dan mentalnya pada apa yang tidak mendidik, yang tidak bermanfaat, yang tidak dapat membantu mereka untuk menjadi suatu berkat bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Sementara orang-orang muda makin menjadi ahli dalam olahraga-olahraga yang tidak bernilai nyata bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain, Setan sedang memainkan pertaruhan hidup bagi jiwa-jiwa mereka, sambil merampas dari

mereka talenta-talenta yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, lalu menempatkan sifat-sifat jahatnya sendiri sebagai gantinya pada mereka. ..... Ia berusaha mengisi dan memenuhi pikiran sedemikian lengkapnya supaya Allah tidak akan lagi menemukan tempat di dalam ingatan.” -- Sda, pp. 274, 275. 

ADAKAH SESEORANG YANG BANGKIT TERDAPAT DI ANTARA 144.000 ITU? 

Pertanyaan No. 161 :

Kepada Nyonya White telah diberitahu, bahwa hanya 144.000 orang itu yang boleh memasuki kaabah yang suci di surga. Namun, karena dia sendiri memasukinya (karena katanya : “Perkara-perkara yang indah telah  saya SAKSIKAN di sana” -- “Early Writings,” p. 19), maka bukankah ia adalah salah satu dari 144.000 orang itu?

Jawab :

Kita harus menyadari bahwa Nyona White memasuki kaabah itu hanya di dalam khayal, bukan sesungguhnya. Mereka yang 144. 000 itu bukan secara fisik terlihat di sana, dan Nyonya White pun tidak. Ia dibawa ke sana dalam khayal tak lain hanya untuk memandang segala perkara yang terdapat di dalam kaabah itu, supaya dapat ia melukiskannya kepada kita. Oleh sebab itu tentu perlu ia harus memasukinya. Dan karena ia menegaskan bahwa mereka yang 144.000 itu adalah “orang-orang saleh yang hidup” (“living saints”-- Early Writings, p. 15), dan karena ia sendiri telah meninggal, maka ia tidak mungkin merupakan salah satu dari mereka, sekalipun ia dapat menjadi salah satu yang bersama-sama dengan mereka itu.

Kenyataan ini adalah sangat jelas dibuktikan di dalam khayal yang lain dimana ia telah dibawa ke suatu planet yang memiliki tujuh buah bulan, di sana ia “telah melihat Enoch yang tua itu.” Tempat itu adalah demikian indahnya dan kerinduannya terhadap tempat itu sedemikian besarnya, sehingga ia telah memohon kepada malaikat agar membiarkan saja dia tinggal

disana. “Kemudian kata malaikat itu : ‘Engkau harus kembali, dan jika engkau setia, maka engkau, bersama-sama dengan mereka yang 144.000 itu, akan memperoleh kesempatan mengunjungi semua dunia-dunia dan  memandang pekerjaan tangan Allah’. -- Early Writings, p. 40.

Oleh sebab itu, sekalipun ia tidak akan menjadi salah seorang dari mereka itu, namun dengan berbahagia, ia akan menjadi salah satu yang bersama-sama dengan mereka itu. 

APAKAH 144.000 ORANG ITU HANYA TERDIRI DARI ORANG-ORANG YAHUDI YANG DIADOPSI SAJA?

Pertanyaan No. 162 :

Oleh karena “nama-nama dari dua belas suku bangsa bani Israel” (Wahyu 21 : 12) tertulis pada dua belas pintu gerbang Yerusalem Baru, maka dengan sendirinya tidakkah seharusnya mereka yang 144.000 itu terdiri dari orang-orang Yahudi yang diadopsi saja?

Jawab :

Tanpa kecuali, adopsi adalah hanya sesuai bagi orang-orang Kapir. Dan tidak ada satupun di dalam Alkitab ditemukan bahkan pendapat yang sedikit sekalipun, bahwa mereka yang 144.000 itu adalah orang-orang Kapir. Sebaliknya, Wahyu 7 : 4 - 8 menegaskan secara khusus, bahwa mereka yang 144.000 itu adalah terdiri dari dua belas ribu dari setiap suku bangsa “bani Israel.” Adopsi bukan saja tidak disebut, melainkan juga tidak terkandung di dalamnya. Dan hendaklah diingat, bahwa orang-orang Kapir itu bukan berasal dari dua belas suku bangsa itu, melainkan berasal dari banyak bangsa-bangsa!

Sungguhpun demikian, jika sekiranya hal itu masih dipertentangkan, bahwa mereka yang 144.000 itu adalah bukan orang-orang Israel yang hidup melainkan orang-orang Kapir, sehingga dengan demikian merupakan hanya orang-orang Yahudi yang diadopsi, maka mohon dijelaskan kepada kami siapakah mereka dan orang-orang Kapir tebusan yang sisa yang akan

diadopsi itu? Jika sekiranya keluarga Israel yang sesungguhnya sudah tidak ada lagi, maka adopsi tidak akan mungkin lagi, karena orang hidup tidak mungkin dapat diadopsi oleh orang yang sudah mati! (Bacalah Roma 8, 9). 

APAKAH YANG DIMAKSUDKAN DENGAN “GUNUNG KESUCIAN” ITU? 

Pertanyaan No. 163 :

Dalam membicarakan berbagai nubuatan-nubuatan, “Tongkat Gembala” secara lengkap mengaplikasikan sebutan “gunung kesucian itu.” Kepada Yerusalem, sidang, namun sebaliknya ia mengaplikasikan sebutan “gunung kesucian” yang mulia (Daniel 11 : 45) kepada Gunung Sinai. Apakah alasan yang dapat anda berikan bagi penyimpangan ini?

Jawab :

Perkataan “gunung kesucian yang mulia” itu, tidak mungkin dimaksudkan kepada sidang, karena hubungan kata-kata dari ayat itu tidak menunjang maksud itu. Sebaliknya, ia itu menunjukkan dengan jelas bahwa Raja dari Utara akan “keluar” dari “Tanah yang permai”, Palestina, lalu “menanamkan” kemah Tabernakelnya di ”gunung kesucian yang mulia” itu, sementara ayat-ayat yang lain menunjukan bahwa Tuhan akan “kembali” ke tanah yang permai itu, dan menanamkan kemah tabernakel-Nya di Sion “gunung kesucian” itu. Zakharia 1 : 16; 2 : 10 - 13; 8 : 3. Dengan demikian, karena kedua kemah tebernakel tidak mungkin berada di tempat yang sama, dan karena kemah tabernakel Tuhan itu akan berada di Yerusalem, maka jelaslah bahwa “gunung kesucian yang mulia itu” di mana Raja dari Utara akan menanamkan kemah tabernakelnya pasti jadi di tempat lain.

BAGAIMANAKAH CARANYA MENDAFTARKAN DIRI PADA LEMBAGA ? 

Pertanyaan No. 164 :

Bagaimanakah seseorang dapat diterima sebagai siswa pada Lembaga Keimamatan Davidian? Berapa persen dari perbelanjaan siswa di Gunung Karmel yang dapat dibiayai dari perpuluhan kedua, dan berapakah uang kontan yang harus dibayar seseorang?

Jawab :

Hanya orang-orang yang memegang Kartu Keanggotaan Persekutuan yang dapat diterima mendaftar sebagai siswa pada Lembaga Keimamatan Davidian. Dan dipersyaratkan agar pendaftar memasukkan ke Bank Palestina Uang Kualifikasi sebesar 30 Dollar. Uang ini digunakan bagi ruangan, asrama, dan cuciannya selama masa orientasinya -- dua bulan pertamanya saja. Secepatnya ia dapat menyesuaikan diri pada tahap latihannya yang keras selama jangka waktu dua bulan orientasi ini, dan menerima cukup upah untuk membiayai semua perbelanjaan ini, kemudian uang 30 Dollar itu dapat dikurangi dari rekening tabungannya.

Sebagai tambahan, ia diminta untuk menabung jumlah ongkos transportasi pulang, sehingga sekiranya ia tidak mampu menyesuaikan diri dengan acara sekolah, ataupun karena sesuatu alasan lainnya memutuskan untuk meninggalkan Gunung Karmel, maka baik ia maupun Lembaga akan terjamin untuk tidak membiarkan dia terlantar tanpa biaya yang cukup untuk pulang.

Di samping itu, karena lamanya perang, maka ia diminta untuk membawa sendiri tempat tidurnya (single), kasur, dan selimut.

Perpuluhan kedua membiayai uang kuliahnya, buku-buku, dan perlengkapan lainnya, dan bagi upah-upah kerja keras yang dibayarkan kepadanya di atas, Departemen dimana ia bekerja dapat membayarkannya -- yaitu bagian yang sesungguhnya tidak ia peroleh. Tegasnya, semenjak dari saat ia tiba di Gunung Karmel, ia hanya perlu membayar untuk apa yang akan dibayarnya di rumah -- asrama, kamar, cucian, pakaian, dan barang-barang lainnya.

(Bagi mereka yang ingin mendaftar, dapat mengirimkan lamarannya.) 

MENUNGGU SAMPAI SELESAI REGISTRASI ATAU MENDAFTARKAN DIRI SEBELUMNYA? 

Pertanyaan No. 165 :

Haruskah seorang Davidian yang merencanakan mendaftarkan diri sebagai siswa pada Lembaga Keimamatan Davidian, dan yang sedang mendekati usia Seleksi Pelayanan Registrasi, mendaftar sesudah registrasi, ataukah ia harus mendaftar pada Lembaga sebelum registrasi, dan kemudian registrasi dari Pusat Gunung Karmel ?

Jawab :

Setiap Davidian yang terpanggil oleh Allah untuk belajar bagi dinas Kependetaan pada Lembaga Keimamatan Davidian, Pusat Gunung Karmel, tetapi ia sedang mendekati usia Seleksi Pelayanan Registrasi, sekiranya mungkin supaya mendaftar pada Lembaga dalam jangka waktu registrasi dari Pusat Gunung Karmel.

Namun, jika ia sudah mengregistrasi diri pada Seleksi Pelayanan, tetapi merencanakan untuk mendaftar segera pada Lembaga, maka tanpa memperhatikan apakah ia telah  mengembalikan atau belum

Formulir Seleksi Pelayanan 40 kepada Badan Setempat, ia harus segera meminta kepada Badan itu untuk memindahkan namanya kepada McLennan Country, Texas, Badan Setempat No 4, untuk klasifikasi.

Gagal memperoleh pemindahan ini sebelum bertolak ke Gunung Karmel, orang akan terlambat untuk melakukannya pada saat kedatangannya, dan mungkin tidak akan dapat menghindari akibat-akibat yang kurang menyenangkan yang ditujukkan oleh Badan Seleksi Pelayanan.

Lagi pula, melalaikan langkah-langkah ini orang akan sulit mengharapkan sesuatu Badan untuk memberikan kepadanya penundaan kependetaan.  

* * *

(Semua huruf miring dan tebal berasal dari kami)

Previous
4TJ
Tanya Jawab Buku No. 4
Next
1TGE
Tongkat Gembala Jilid 1