Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Surat-Surat Yizreel No. 2

Ditahbiskan oleh Allah, Yizreel (juru bicara Allah) berbicara kepada Ami dan Ruhama yang pada gilirannya akan berbicara kepada ibu (kependetaan)

.

Surat  Jezreel  2

Rekan anggota yang kekasih:

             Satu-satunya jalan bagimu untuk melepaskan diri dari tangkapan serigala-serigala yang berpakaian domba ialah jika saudara senantiasa ingat akan kenyataan bahwa pekabaran pehukuman, pekabaran yang terakhir itu sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, ialah pekabaran yang membuat kita menjadi umat, artinya, karena pekabaran itu sudah datang, dan karena ia itu harus diberitakan, maka kita orang-orang Masehi Advent Hari ke Tujuh muncul keluar, dan kita tentunya ingin tetap tinggal disana sampai pekerjaan selesai. Janganlah kita menjadi sebuah angka bilangan dari belakang seperti halnya Gereja-gereja protestan karena mereka telah menolak pekabaran-pekabaran satu menyusul yang lainnya. Dijauhkan Allah kiranya kita dari “ Diludahkan keluar” lalu terlambat sampai kesiangan ditengah hari. Dan Apakah kebenaran mengenai Pehukuman itu?

             Pehukuman itu sebagaimana saudara ketahui terdapat dalam dua bagian terkenal yang terpisah, yang satu menyusul yang lainnya – Pertama pehukuman bagi orang-orang mati, dan yang terakhir pehukuman bagi orang-orang hidup. Demikian inilah yang kita ketahui,maka janganlah kita membiarkan pengaruh-pengaruh jahat yang tidak dikenal, bahkan sekiranya mereka itu berjubahkan baju Masehi Advent hari ke Tujuh sekalipun, mengalihkan pandangan kita dari kebenaran ini. Bagian kita dari pekabaran pehukuman itu semnjak dari tahun 1844, sebagaimana saudara ketahui ialah memberitakan Pehukuman orang Mati, Bukan Pehukuman Orang Hidup. Apakah Pehukuman bagi Orang mati itu?

             Telah diajarkan kepada kita oleh ilham bahwa ia itu akan memisahkan yang baik dari yang jahat, bukan secara fisik, melainkan didalam kitab-kitab, sebab sebelum kebangkitan, orang mati itu tidak ada atau tidak memiliki “Bagian” “ Dalam hal apapun yang dibuat dibawah matahari” Pengkotbah 9: 5,6. Pekerjaan pehukuman ini akan memungkinkan malaikat-malaikat untuk mengetahui siapa yang akan bangkit dalam kebangkitan pertama, dalam kebangkitan orang-orang yang suci itu ( wahyu 20: 4, 5, 11-14 ), dan siapa yang akan bangkit dalam kebangkitan yang kedua, dalam kebangkitan orang-orang yang tidak suci. Terhadap inilah Damiel menyatakan “Pengadilan itu duduk, lalu kitab-kitab dibuka” ( Daniel 7: 10 ).

Demikian inilah maka ilham menyebut pekerjaan pehukuman itu “ Penyucian Kaabah Kesucian” ( Daniel 8: 14 )  artinya, setiap orang yang mengaku beragama yang pernah mati semenjak dari adanya dosa, kini akan diadili dan perkara dari masing-masing orang diputuskan apakah untuk menghantarkan dia bangkit dalam kebangkitan pertama atau dalam kebangkitan kedua; yaitu untuk menghapuskan dari kitab-kitab nama dari setiap orang berdosa yang tidak bertobat atau untuk menghapuskan untuk selama-lamanya dari buku dosa-dosa dari setiap orang berdosa yang bertobat. Inilah tugas pekerjaan surga semenjak dari tahun 1844, dan setiap orang Masehi Advent Hari ke tujuh yang belajar memahaminya.

             Kini karna pekabaran pehukuman bagi orang hidup adalah jauh lebih penting daripada pekabaran pehukuman bagi Orang Mati, maka adalah diharapkan bahwa Alkitab akan lebih banyak berbicara mengenai yang terakhir ini dari pada  yang pertama. Memang demikian halnya karena Pehukuman bagi Orang Hidup berkaitan dengan orang-orang hidup itu sendiri, dengan para pembawa pekabarannya, dari pada dengan orang-orang yang sudah mati. Oleh sebab itu, dalam kepentingannya tidak ada perbandingan diantara keduanya. Bagaimana dapat kita memperoleh pekabaran Pehukuman Bagi Orang Hidup?

             Jawabanya adalah jelas bagi semua: Kita akan memperolehnya dalam cara yang sama dengan pekabaran satunya yang telah kita peroleh dalam tahun 1844. Karena ia itu pada waktu itu datang oleh perantaraan ilham dan melalui alat perantara pilihan Allah sendiri, maka tentunya pekabaran tambahannya pun ( Early Writings, p.277 ) akan datang dalam cara yang sama; yaitu oleh ilham melalui agen pilihan Allah sendiri. Memang kebenaran tidak pernah diungkapkan dalam cara lain namun oleh ilham saja. Lihat 2 Petrus 1: 20.

             Sebagaimana kita dahulu harus mendengarkan pekabaran yang lama itu dikhotbahkan baru kita menyambutnya, kita sekarang akan mendengarkan pekabaran yang baru dikhotbahkan, dan bagaimanakah kita akan “mendengar tanpa pengkhotbahnya” ( Roma 10: 14 )? Dan sebagaimana pekabaran yang lama itu pada mulanya tidak dikenal, sehingga telah diejek, ditertawakan, dipermainkan dan diolok-olok oleh orang-orang yang berkedudukan dan berpengaruh, maka tentu diharapkan juga bahwa pekabaran yang baru berikut para juru kabarnya akan diterima dan dilayani tidak lebih baik bahkan lebih buruk. Dahulu adalah merupakan masalah

pribadi yang ketat, tidak seorangpun imam atau pendeta dapat mencampuri urusan suara hati nurani  orang lain dan demikian itu juga harus jadi diwaktu ini. Setiap jiwa harus membuat keputusannya sendiri  didalam ruangan tertutup yang rahasia dengan bantuan roh kebenaran.

             Apakah mungkin seseorang akan hilang  apabila pekabaran mengenai Pehukuman Bagi Orang Hidup mulai disuarakan, sekalipun ia tidak hilang sewaktu Pekabaran Pehukuman Orang  Mati berbunyi? Roh nubuat menjawab-nya sebagai berikut: “Tidak ada yang harus kita takuti terhadap masa depan, terkecuali jika kita kelak melupakan jalan dimana Tuhan telah memimpin kita, dan ajaran-Nya selama masa lalu kita.” – “ Life Sketches”, p.196. Memang, inilah satu-satunya yang kita takuti. Oleh sebab itu hendaklah kita ingat dan benar-benar  meyakini bahwa Allah kini memimpin kita dalam cara yang sama seperti yang dilakukan-Nya dalam tahun 1844 dan sepanjang segala zaman. Yakinilah seyakin-yakinnya agar saudara tidak mengikuti jenis kepemimpinan yang lain, agar saudara tidak membiarkan seorangpun mengalihkan perhatianmu dari jalan yang lurus ini – agar saudara tidak membiarkan seorangpun membuat saudara percaya bahwa Allah kini sedang memimpin oleh perantaraan setiap orang yang bernama tomy, Dicky dan Harry. Janganlah kita melupakan hal ini jika kita hendak berlomba dan berhasil mengikuti orang-orang suci yang sudah mendahului kita, dan jika kita ingin diselamatkan. Jika kita melupakan hal ini, maka pasti sebagaimana kita berdiri sekarang, orang akan membawa kita keluar dari pekabaran Allah lalu membalikkan kita menentang juru-juru kabar-Nya sama seperti yang dilakukan oleh para imam yahudi dahulu membalikkan para pengikut mereka melawan Kristus. Dijauhkan Allah kiranya kita dari pada berdosa melawan Rohsuci oleh menolak pekabaran-Nya  apabila ia itu datang kepada kita. Haya oleh mematuhi perintah Ilahi ini dengan ketat dapatlah kita dibawa dengan benar dan luput dari Pehukuman bagi Orang Hidup apabila ia itu mulai “memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar.” Matius 13: 49.

             Apakah artinya Pehukuman Bagi Orang Hidup? Dan apakah yang terjadi terhadap orang-orang benar, dan apakah yang terjadi terhadap orang-orang jahat, setelah mereka itu diadili? – Dalam perumpamaan-perumpamaan-Nya Kristus  melukiskan, bahwa orang-orang benar, sebagai ikan yang baik, akan dimasukkan kedalam keranjang-keranjang; Sebagai gandum mereka akan dimasukan kedalam lumbung dan sebagai domba, mereka itu pergi masuk kedalam hidup yang kekal – mereka ditempatkan kedalam kesentausaan yang pasti

dimetraikan bagi hidup kekal. Tetapi orang-orang yang jahat, sebagai ikan yang jelek, mereka akan dicampakan keluar; sebagai lalang-lalang mereka akan dibakar habis, dan sebagai kambing-kambing, mereka akan dilemparkan kedalam hukuman yang kekal. “Demikianlah kelak hal itu terjadi pada akhir dunia ini: Malaikat-malaikat akan keluar,  lalu memisah-misahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, dan akan mencampakkan mereka itu kedalam dapur api : Disana kelak akan ada tangisan dan keretak gigi.” Matius 13: 49,50.

             Disini kita saksikan bahwa pelaksanaan pengadilan Bagi Orang-orang  Hidup  telah dilukiskan dalam berbagai cara, dan secara berbeda-beda disebut: “Pehukuman” ( Daniel 7: 10; wahyu 14: 7; 1 Petrus 4: 17 ); “Pembersihan kaabah kesucian” ( daniel 8: 14 ) “Menyucikan Kaabah-Nya” ( Maleakhi 3: 1-3 ); “Penuaian” ( Matius 13: 30 ); “Penyaringan Besar”,“Penyucian Sidang”, ( 5 Testimonies, p.80 )

             Mengenai pelaksanaan pengadilan ini Roh nubuat mengatakan sebagai berikut:

             “........ tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan besar yang akan segera terjadi kita akan kelak lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa saat itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya sudah ada didalam tangan-Nya, maka Ia hendak membersihkan keseluruhan lantai-Nya....... Mereka itu tidak memiliki terang yang bersinar-sinar dalam cahaya yang terpusat atas kamu. Tetapi, mungkin dibawah  suatu lahiriah yang kasar dan tidak menarik suatu tabiat kristen yang murni dan cemerlang akan diungkapkan”--  “Testimonies”, vol. 5, pp 80, 81.

             Dari kenyataan bahwa pekabaran mengenai Pehukuman bagi Orang Hidup jauh lebih luas dibicarakan oleh semua nabi-nabi Alkitab dari pada pehukuman bagi  Orang Mati, akan terbukti dengan sendirinya bahwa masalah itu adalah maha penting. Tetapi saya hanya dapat membicarakannya secara sangat singkat didalam surat ini – hanya intisarinya yang diberikan:

             Sebagaimana yang diperlihatkan sebelumnya, dalam Pehukuman bagi Orang Mati,

orang-orang berdosa dipisahkan dari orang-orang benar hanya didalam kitab-kitab saja, tetapi dalam Pehukuman Bagi Orang Hidup, orang-orang berdosa dan orang-orang benar secara fisik dipisahkan satu dari yang lainnya sesuai yang dijelaskan ilham melalui nabi Yehezkiel sebagai berikut:

             “Maka kemuliaan Allah Israel sudah naik dari cherubium pada mana ia berada, menuju ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggil-Nya orang yang berpakaian kain khasah itu, yang memiliki pena penyurat pada pinggangnya; lalu firman Tuhan kepadanya: Pergilah lewat tengah-tengah kota itu, lewat tengah-tengah yerusalem ( sidang ), dan bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis karena semua kekejian yang telah diperbuat ditengah-tengahnya ( di dalam sidang ). Dan kepada mereka yang lainnya firman-Nya pada pendengaranku: Pergilah mengikuti dia melewati kota itu,dan bunuhlah:jangan matamu menaruh sayang, ataupun menaruh kasihan; bunuhlah semuanya baik tua maupun muda baik anak-anak dara, maupun anak-anak kecil, dan perempuan-perempuan; tetapi janganlah menghampiri orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah pada kaabah kesucian-Ku. Kemudian mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.” Yehezkiel  9: 3-6.

             Dan melalui nabi maleaki kepada kita  diberi tahu bahwa sebelum itu Tuhan akan mengirim seorang utusan, dan bahwa setelah ia mempersiapkan jalan, tuhan akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya ( sidang ) tak lain hanya untuk menyucikannya, terutama untuk menyucikan bani lewi, yaitu pihak kependetaan. Baca Maleaki 3: 1-3. Kemudian Roh nubuat mengatakan: “ Hanya orang-orang yang berhasil menang melawan cobaan dalam kuasa dari Dia yang maha kuasa yang akan diijinkan ikut serta memberitakannya ( Pekabaran Malaikat yang Ketiga ) apabila ia itu kelak ber-kembang menjadi seruan keras.”—“The review and Herald “, November 19,1908. Dan terhadap “wahyu yang mengejutkan ini” (“Testimonies to Ministers”, p.445. ) nabi yesaya menambahkan:

             “ Karena tengok, Tuhan akan datang denga n api, dan dengan kereta-kereta-Nya bagaikan angin puyuh, untuk melampiaskan amarah-Nya dengan kehangatan murka, dan tuduhan-Nya dengan nyala-nyala

api. Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan menghukum segala manusia: maka besarlah kelak jumlah orang yang dibunuh Tuhan. Mereka yang menyucikan dirinya sendiri, dan membersihkan dirinya sendiri didalam taman-taman dibalik sebuah pohon ditengah-tengahnya, yang makan daging babi dan berbagai kekejian, dan juga tikus, mereka akan dihabiskan sama sekali, demikianlah firman Tuhan. Karena Aku tahu segala perbuatannya dan segala pikirannya: ia itu akan datang, bahwa Aku akan menghimpunkan semua bangsa dan bahasa; dan mereka itu akan datang, dan menyaksikan kemuliaan-Ku. Maka Aku akan membubuhkan suatu  tanda diantara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah, ke Tubal, dan ke yawan, ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar kemasyuran nama-Ku, dan yang belum pernah menyaksikan kemuliaan-Ku; maka mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku diantara segala bangsa kapir.  Dan mereka akan meng-hantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari semua bangsa dengan menunggangi kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan kendaraan unta, dan dengan menunggang keledai, dan dengan kuda sembrani, menuju ke gunung kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana halnya bani Israel mengahntarkan suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.” Yesaya 66: 15-20.

             Karena pembantaian yang diramalkan oleh nabi yesaya itu terjadi diantara orang –orang yang mengaku disucikan dan dibersihkan ( secara keliru percaya tidak memerlukan apa-apa lagi ), dan karena orang-orang yang luput dari antara mereka itu akan diutus kepada bangsa-bangsa Kapir untuk mengkhotbahkan injil, maka lima hal yang mencolok dan maha penting muncul dengan jelas: ( 1 ) karena korban-korban dari pembantaian itu ialah orang-orang yang bertentangan dengan pengetahuan karunia Allah mereka telah didapati memakan daging babi dan berbagai kekejian lainnya, dan karena orang-orang yang luput itu adalah cakap dalam pekerjaan injil dan cukup mampu untuk diutus mengajarkan kepada orang-orang Kapir, maka sebab itu,pembantaian itu, tampaknya terjadi didalam sidang; ( 2 )orang-orang yang luput itu menurut Yehezkiel ialah orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis menetang semua kekejian itu, dengan demikian mereka memperoleh tanda kelepasan, ( 3 ) karena mereka itu diutus memberitakan injil kepada bangsa-bangsa  Kapir sesudah mereka luput dari pembantaian itu, maka merekalah “ orag-orang yang tertinggal itu”, orang-orang yang tersisa, hamba-hamba Allah yang akan datang; ( 4 ) Karena mereka

akan menghimpun dari bangsa-bangsa kapir semua saudaranya, semua orang yang mungkin dapat diselamatkan, maka merekalah orang-orang yang akan menyelesaikan pekerjaan injil di seluruh Dunia; ( 5 ) karena terdapat dua pemisahaan – yang satu dari sidang (orang-orang Israel) dan yang satunya dari orang-orang Kapir, yaitu orang-orang yang luput dari orang-orang yang dihimpunkan maka yang pertama itulah buah-buah pertama dan yang kedua ialah buah-buah kedua yaitu orang –orang dari Wahyu 7: 4, dan Wahyu 7: 7-9, yang satu dari segala suku bangsa bani Israel, dan yang satunya dari bangsa-bangsa kapir.

             Rekanku, semua kata-kata injil ini dan lebih banyak lagi seperti yang saudaara saksikan sendiri, jelas menunjuk kepada pembersihan sidang, kepada hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu ( maleakhi 4: 5 ), kepada Pehukuman bagi Orang Hidup dan pengumpulan umat kesucian – yaitu “penuaian” yang telah ditulis oleh setiap nabi, sebagian lebih banyak dan sebagian kurang.  Karena demikianlah maka saudara tentu akan melihat bahwa para pendeta kita kini sedang melakukan apa yang telah diperbuat oleh para imam di zaman Kristus, dan juga yang telah dilakukan oleh para pemimpin agama sepanjang reformasi sampai kepada hari ini, dan yang tidak kurang tekadnya untuk menyingkirkan pekabaran ini dari para anggota,  dan dengan begitu menyesatkan juga umat pilihan itu, mereka 144.000 itu, buah-buah yang paling pertama dari penuaian, yaitu orang-orang yang akan luput dari pehukuman “di dalam rumah Allah” ( 1 Petrus 4: 17 ),  hamba-hamba Allah yang akan datang!

             Kalau saja ini bukan tujuan musuh dibalik perbuatan-perbuatan permusuhan ini dari para pendeta, dan kalau sekiranya kebenaran ini, dapat disangkal, maka mereka tidak mungkin bertindak seperti orang gila, tidak akan menghindari diri dari diskusi-diskusi  bersama kami, tidak akan mengusir kami keluar dari sidang-sidang  dengan harapan agar kami tidak mungkin dapat lagi berkomunikasi dengan para anggota, tidak akan menganjurkan kepada saudara supaya jangan membaca melainkan membakar buku-buku kami, tidak akan mengancam untuk mengasingkan saudara melainkan akan duduk dan mempersalahkanya sekiranya ia itu tidak benar sama seperti halnya mereka duduk bersama-sama dengan semua orang lainnya yang tidak sepaham dengan mereka.

             Tidakkah saudara melihat bahwa Roh yang kini sedang memanifestasikan dirinya  melalui saudara-saudara pembenci Kebenaran ini ialah Roh yang telah memanifestasikan dirinya dahulu melalui

orang-orang yahudi, dan melalui musuh –musuh kebenaran selama reformasi protestan, dan juga pada permulaan pergerakan tahun 1844? Tidakkah saudara lihat bahwa karena mereka tidak mungkin dapat menyerang pekabaran ini atas dasar kebenarannya sendiri, maka mereka lalu menyerang pribadi orang-orang yang memberitakannya dengan cara menjelek-jelekkan tabiat,  memfitnah dan kebohongan, dengan apasaja dengan harapan dapat mengalihkan saudara untuk menentang pekabaran ini berikut juru kabarnya. Roh nubuat telah meramalkan kejahatan ini dalam kata-kata berikut:

             “ Aku tampak bahwa Roh pernyataan palsu yang sesungguhnya, yang akan memutar-balikkan kebenaran menjadi kepalsuan, yang baik menjadi jahat, dan yang tidak bersalah menjadi kejahatan, kini sedang giat. Setan bersukaria atas kondisi orang-orang yang mengaku dirinya umat Allah.........” – “ Testimonies”, Vol 5,p. 94,95.

             Bagi para pendeta untuk memberitahu  anggota mana yang boleh dibaca dan mana yyang tidak boleh dibaca, dengan siapa berbicara dan dengan siapa tidak boleh berbicara, siapa saja yang boleh diijinkan memasuki rumah-rumah mereka dan siapa saja yang  tidak boleh diijinkan, adalah sama saja membuat orang menjadi tolol, menjadi manusia-manusia otomatis, dan orang-orang yang lumpuh secara rohani.Harus diberitahukan kepada para pendeta itu bahwa mereka sdang membebani dirinya sendiri dengan beban-beban pikulan yang lebih berat daripada  yang diperbuat oleh orang-orang yahudi atau para pendeta pada gereja-gereja kita sebelumnya sewaktu banyak dari kita sementara mempelajari pekabaran Advent. Mereka itu dapat saja dibantu sekiranya  para anggota memberitahu mereka bahwa ini adalah masalah yang akan ditentukan diantara para anggota dengan Allah mereka; bahwa jika seseorang hendak masuk kedalam kerajaan ia harus sampai kesana dengan kemapuan karunia Allahnya sendiri. Tunjukkanlah kepada mereka apa yang dikatakan oleh Roh Allah di bawah ini:

             “ Terang yang berharga akan memancar keluar dari firman Allah, maka jangan seorangpun mengira dia dapat mendikte apa yang boleh atau apa yang tidak boleh dibawakan kehadapan umat dalam pekabaran-pekabaran penerangan yang akan dikirimnya, lalu dengan demikian memadamkan Roh Allah. Apapun juga kedudukan dan kekuasaannya, tidak seorangpun berhak untuk menutup terang dari umat. Apabila suatu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, maka tidak seorangpun dapat dimaafkan

untuk tidak melakukan penyelidikan terhadap berbagai tuntutan yang terkandung didalamnya. Tidak seorangpun boleh mundur dalam sikap acuh dan keyakinan sendiri, lalu mengatakan: “Saya tahu apa artinya kebenaran. Saya sudah puas dengan kedudukan saya. Saya sudah mengambil resiko, maka saya tidak mau lagi beralih dari kedudukan saya, apapun juga yang akan datang. Saya tidak mau mendengar pekabaran dari juru kabar ini; karena saya tahu ia itu tidak mungkin kebenaran.” Adalah karena mengikuti jalan inilah maka gereja-gereja yang terkenal telah tertinggal dalam kegelapan sebagian, dan itulah sebabnya mengapa pekabaran-pekabaran dari Surga tidak berhasil mencapai mereka.” – “Counsels on Sabbat School Work”, p. 28.

             Rekanku, inilah yang dimaksudkan ungkapan “Kebebasan Agama” itu.Bukankah ini cara yang sepatutnya, jujur, dan terhormat untuk berhadapan dengan keadaan sekarang? Hendakkah saudara mengikuti perkataan manusia, atau maukah saudara mengikuti Kristus dan kebenaran-Nya? Beritahukanlah kepada para pendeta yang bermusuhan itu bahwa serangan mereka itu adalah bukan melawan “Tongkat gembala”, melainkan melawan Allah dan melawan jiwa-jiwanya sendiri.

             “............. Orang-orang yang melatih pikirannya untuk menangkap apa saja yang dapat mereka gunakan sebagai paku untuk menggantung keragu-raguannya”, demikian kata Roh nubuat, “ lalu menganjurkan pemikiran-pemikiran ini kepada orang lain, akan senatiasa menemukan kesempatan untuk ragu. Mereka akan mempertanyakan dan mengeritik apa saja yang timbul dari ungkapan kebenaran, mengeritik pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mengeritik setiap cabang dari pekerjaan dimana mereka sendiri tidak ikut serta. Mereka akan mengenyangkan dirinya dengan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan orang lain, sampai kelak, malaikat mengatakan: ‘Tuhan Yesus akan bangkit berdiri dari tugas keimamatan-Nya didalam kaabah kesucian surga, lalu kelak memakaikan dirinya dengan pakaian-pakaian pembalasan, lalu mengejutkan mereka pada perayaanya yang tidak suci; maka mereka itu akan menemukan dirinya tidak siap bagi perjamuan kawin anak domba.’ Selera mereka telah sedemikian rupa dikacaukan sehingga mereka akan cenderung mengeritik juga bahkan meja Tuhan di dalam kerajaan-Nya.” –“Testimonies for the Church’, vol, 5. P.690.

             Roh nubuat melanjutkan: “......... Pemisahan itu menimbulkan sakit dan kepedihan bagi kedua belah pihak.

Itulah pertengkaran yang dinyatakan Kristus bahwa Ia datang untuk membawakannya. Tetapi orang-orang bertobat akan merasakan kerinduan yang terus-menerus bahwa teman-teman mereka kelak meninggalkan semua bagi Kristus, karena mereka tahu bahwa jika tidak mereka lakukan, maka akan terjadi suatu pemisahan terakhir yang kekal. Selagi bersama-sama dengan teman-teman yang tidak beriman orang kristen yang sejati tidak mungkin berlaku remeh dan main-main. Nilai dari jiwa-jiwa yang karenanya  Kristus telah mati adalah teramat besar.” – “ Testimonies for the Church”, Vol, 5.p. 83.

             Rekanku, percayalah, bahwa sekiranya pekabaran Penghukuman Bagi Orang Hidup  itu bukan diungkapkan secara Ilahi kepada kita, sekiranya ia itu kurang serius daripada kenyataannya, sekiranya ia itu tidak juga jelas sejelas-jelasnya,dan sekiranya kami tidak diperintahkan untuk menghantarkannya kepadamu, maka kami tidak akan mau memburu umat Allah yang bagaikan tersesat di batu-batu karang dan di gunung-gunung ( Yeremia 16: 16 ) – kami tidak mau membebani sedemikian beratnya dengan tanggungan dan biaya untuk mendatangi dari rumah kerumah di seluruh Dunia Masehi Advent Hari ke Tujuh untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan laodikea-nya;  juga tidak akan mungkin dengan kekuatan sendiri bagi kami untuk dengan begitu saja menerima celaan dan penghinaan yang dilontarkan kepada kami pada hampir setiap jam oleh laki-laki dan perempuan yang mengakui dirinya sedang melayani Allah!

             Roh Allah mengatakan: “......... Pada waktu ini emas akan dipisahkan dari segalanya didalam sidang. Peribadatan yang benar akan jelas dapat dibedakan dari peribadatan yang dalam rupa saja. Banyak bintang yang kita kagumi karna kecemerlangannya kepandaiannya, akan kelak pergi masuk kedalam kegelapan. Sekam bagaikan awan akan diterbangkan oleh angin, bahkan juga dari tempat-tempat dimana kita menyaksikan hanya lantai-lantai yang berkelimpahan gandum. Semua orang yang mengenakan berbagai perhiasan kaabah tetapi tidak berpakaian pakaian kebenaran Kristus, akan keluar dalam malu ketelanjangannya sendiri........ Orang-orang yang malu-malu yang kurang percaya diri akan menyatakan dirinya secara terbuka bagi Kristus dan kebenaran-Nya. Mereka yang terlemah dan ragu-ragu di dalam sidang akan kelak jadi seperti Daud yang rela bertindak dan berani........ kemudian sidang Kristus akan tampak ‘ indah bagaikan bulan, dan cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu balatentara dengan panji-panjinya’.” – “Testimonies for the Church “, Vol 5, pp.81,82.

Daud-Daud ini yang kini sedang dimunculkan keluar oleh Allah kehadapan kita akan segera mendatangi saudara untuk menjelaskan rencana-rencana Allah bagimu. Sambutlah hamba-hamba Allah ini dalam pergerakan anggota ini dengan sopan santun yang sama dengan yang saudara harapkan dari mereka untuk menyambut saudara.

             Kami datang kepada saudara dengan firman Allah yang murni dan semua yang kami harapkan ialah semoga saudara tidak berprasangka jelek memberikan kepada kami kesempatan berbicara apabila kami brtamu ke rumah saudara. Karena saudara menyaksikan sendiri bahwa surat ini berisikan kebenaran yang jelas dan tak bernoda, maka sekiranya saudara mendengar seseorang berbicara menentangnya dapatlah saudara membantunya dengan meminta kepadanya agar diberikan sesuatu yang lebih baik lagi yang membicarakan injil ini sekiranya ia memilikinya, dan jika tidak, agar jangan ia mengganggu saudara.

             Jika saudara hendak membantu musuh-musuh kebenaran itu, maka beritahukanlah kepada mereka bagaimana mereka melatih para anggota bahwa mereka telah memiliki semua kebenaran, sehingga mereka itu tidak memerlukan apa-apa lagi, bahwa mereka memiliki pekabaran yang terakhir, bahwa Roh nubuat mengatakan sedemikian itu sekalipun yang dikatakannya bertentangan, adalah jelas palsu. Beritahukanlah kepada mereka, bukan pehukuman bagi Orang Mati  melainkan Pehukuman bagi Orang Hidup yang merupakan pekabaran yang terakhir, dan mereka belum memilikinya, dan gantinya mereka mencarinya, mereka justru sedang memeranginya, Beritahukanlah kepada mereka bahwa Alkitab membuktikan semua perkara ini demikian atau tidak dibuktikan-Nya sama sekali; jika memang tidak terbukti, maka  mintalah dari mereka supaya menunjukan bahwa Alkitab tidak membuktikannya.

             Tanda dari Allah ( Yehezkiel 4: 9 ) dan tanda dari binatang itu ( Wahyu 13: 16 ) terlihat disini merupakan dua yang bertentangan sama seperti halnya dua perempuan dari Wahyu pasal 12 dan pasal 17 – perempuan yang sebenarnya dan perempuan tiruan.

                Kepada kita diberitahukan bahwa binatang itu ialah seorang ( Wahyu 13: 18 ). Oleh sebab itu maka tuntutan untuk menyembah ( mematuhi ) manusia yang mengganti Allah. Kedua tanda itu tak lain adalah untuk maksud menentukan siapa dan siapa – siapa pada pihak Allah dan siapa pada pihak binatang itu. Mereka yang lebih mematuhi pekabaran pehukuman dari Allah dari pada keputusan binatang itu akan menerima tanda dari Allah. Dan mereka yang lebih mematuhi keputusan dari binatang itu dari pada pekabaran dari Allah akan menerima tanda binatang itu. Kedua

tanda yang berbeda ini, saudara saksikan, akan memisahkan orang-orang penyembah Allah daripada orang-orang yang menyembah manusia. Dan karena Yesus menyatakan bahwa pemisahan ini  akan jadi selama masa penuaian, dan sebagaimana saudara saksikan kini bahwa “penuaian” dan “pehukuman” bagi Orang Hidup adalah dua sebutan yang sama maksudnya, maka kesimpulannya ialah, bahwa karena tanda dari Allah itu ditawarkan kepada orang-orang yang percaya pada pekabaran pehukuman-Nya didalam sidang, dan karena tanda binatang itu ditawarkan kepada orang –orang menyembah binatang itu selama pehukuman di dunia, maka masalahnya menjadi jelas: musuh-musuh yang melawan pekabaran pehukuman didalam sidang, dan musuh-musuh yang melawan pekabaran pehukuman didalam dunia kedua-duanya diilhami oleh roh dari binatang itu. – keduanya melkukan jenis perbuatan yang sama melawan umat Allah, pertam didalam sidang kemudian di dunia.Satu-satunya perbedaan diantara keduanya ialah bahwa di dunia tanda binatang itu dipaksakan melalui hukum-hukum sipil, sedangkan didalam sidang tidak, sekalipun musuh-musuh yang menentang pekabaran pehukuman telah berbuat segala-galanya dalam kemampuan mereka untuk mendapatkan lengan bantuan hukum untuk melawan kita. Kini terserah kepada masing-masing anggota sidang secara pribadi apakah mau memperhatikan pekabaran pehukuman dari Allah lalu mau menerima tanda kelepasan-Nya, atau menuruti pembicaraan orang yang sia-sia lalu mati dibawah senjata-senjata pembantai dari malaikat-malaikat.

Teman setiamu bagi pengumpulan buah-buah pertama

Ttd 

V.H  Jezreel, H. B.

Direktur Pergerakan Anggota MAHK

5T  80, 81.

.

Previous
D
Keimamatan
Next
1SY
Surat-Surat Yizreel No. 1