Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Tongkat Gembala Jilid 1

Tongkat Gembala

YESAYA 58 : 1 

“Berserulah dengan keras bunyinya, jangan engkau menahaninya, nyaringkanlah suaramu seperti nafiri, dan tunjukkanlah kepada umat-Ku semua kesalahannya, dan isi rumah Yakub segala dosanya.” 

TONGKAT GEMBALA 

MEREKA YANG 144.000 DARI WAHYU PASAL 7 ––

PANGGILAN BAGI REFORMASI 

Oleh :

V. T. HOUTEFF 

JILID 1 

Universal Publishing Association

PO. Box 6965 JAT-PK, Jakarta 13710

E-mail : gadsdaid@yahoo.com

INDONESIA 

Copyright 1950, by

V. T. HOUTEFF

Prakata 

Maksud dari buku ini ialah untuk mengungkapkan kebenaran dari hal mereka yang 144.000 itu yang disebut di dalam Wahyu pasal 7 namun tujuan utama dari publikasi ini adalah untuk memulaikan suatu reformasi di antara umat Allah. Kebenaran yang terkandung di sini terbagi dalam tujuh bab, yang memberikan bukti dari tujuh segi yang berlainan, untuk menghilangkan setiap keragu-raguan ataupun kekacauan. Pokok persoalan ini diperjelas dengan menggunakan Alkitab dan tulisan-tulisan sajian dari Roh Nubuatan. 

Kebenaran yang diungkapkan di sini adalah sangat penting bagi sidang di waktu ini karena bahaya-bahaya yang diramalkan yang tak lama lagi akan dihadapi oleh umat Allah. Kebenaran ini menyerukan perlunya suatu tindakan yang pasti oleh pihak orang-orang percaya untuk memisahkan diri mereka dari semua perkara dunia dan keduniawian; untuk menggantungkan diri mereka pada Batu Karang itu oleh penurutan kepada semua kebenaran yang dikenal di dalam organisasi ini, kalau saja kita harus meluputkan diri dari kehancuran yang besar itu. “Suara Tuhan berseru-seru kepada negeri itu, maka orang yang bijaksana akan menyaksikan nama-Mu : Dengarlah olehmu akan tongkat itu, dan Dia yang telah menentukannya.” -- Mikha 6 : 9. 

-- PENULIS. 

DAFTAR POKOK MASALAH 

Prakata.

Perincian Pokok-Pokok Masalah.

Pendahuluan.

BAB I  SERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU.

BAB II EMPAT KELAS ORANG-ORANG TEBUSAN.

BAB III E S A U  DAN  J A K U B.

BAB IV SIAPAKAH ISRAEL YANG DIJANJIKAN ITU?

BAB V NUBUATAN YEHEZKIEL PASAL EMPAT.

BAB VI IKHTISAR DARI PASAL-PASAL BUKU YESAYA.

BAB VII APAKAH YANG DIMAKSUDKAN DARI MIKHA PASAL EMPAT ?

Ringkasan dari Pelajaran-Pelajaran Reformasi -- Apakah yang membuat Orang menjadi Kafir ?

Ringkasan dari hal mereka yang 144.000 itu.

Bagan Ringkasan dari hal Kedua Pelajaran itu.

Bagaimanakah memeriksa semua isi yang disajikan, jika benar Otentik.

Mikha pasal Enam dan Tujuh -- Nubuatan mengenai Buku ini, Masanya yang tepat bagi Penerbitannya.

Kewajiban -- Siapa yang menerima Kebenaran.

Tantangan-tantangan yang akan timbul.

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN 

Publikasi INI berisikan hanya satu pokok masalah utama dengan suatu pelajaran rangkap dua; yaitu, mereka yang 144.000 itu, dan panggilan bagi reformasi. Pokok masalah yang dikemukakan ini ialah untuk mempersiapkan umat Allah menghadapi bencana yang akan datang yang diramalkan di dalam nubuatan Yehezkiel pasal 9. Tidak ada ajaran baru apapun yang dikemukakan; ajaran inipun tidak mempersalahkan ajaran-ajaran yang sudah kita miliki. Terang yang indah yang bercahaya dari antara lembaran-lembarannya menyinari sejumlah besar firman yang belum kita pahami selama ini. Pemecahan arti dari semua firman ini keseluruhannya ditunjang oleh tulisan-tulisan Nyonya Ellen G. White yang disebut Roh Nubuat itu. 

Publikasi ini tidak menganjurkan mendirikan sesuatu pergerakan baru, dan bahkan menentang dengan tegas gerakan-gerakan yang sedemikian itu. Ia menghasilkan suatu bukti yang positip yang tidak dapat dibantah, bahwa gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah digunakan oleh Allah untuk melaksanakan pekerjaan-Nya terhitung semenjak tahun 1844. 

Berikut ini adalah sebagian daftar dari pasal-pasal Alkitab :

Wahyu pasal 7; pasal 13 : 1 – 3. Yesaya pasal 4, dan pasal 54 sampai dengan pasal 66.

Yehezkiel pasal 4 dan pasal 9, Mikha pasal 4 sampai dengan pasal 7.

Pergerakan Exodus.

Contoh-contoh dari Para Kepala Suku.

“Seruan Keras”.

Sebuah penjelasan lengkap terhadap mereka yang 144.000 itu.

Pengertian dari hal Esau dan Yakub.

Tindakan Martin Luther diramalkan di dalam Nubuatan.

Periode-periode Contoh dan Contoh Saingannya.

“Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang." -- Keluaran 5 : 3.

BAB I 

SERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU 

Pokok masalah dari Wahyu pasal 7 ini tak dapat disangkal adalah masalah Alkitab yang paling sering diperbincangkan oleh orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh maupun oleh siswa-siswa Alkitab yang lain. Banyak teori telah dikemukakan oleh gereja, namun tak ada satupun yang dapat tahan uji tanpa adanya pertentangan-pertentangan. Orang-orang besar baik dari pihak yang berpengetahuan Alkitab maupun dari pihak yang berpengetahuan umum duniawi dengan rajin telah menyelidiki Alkitab tetapi tidak berhasil membuktikan dengan tegas siapa sesungguhnya rombongan mereka yang 144.000 ini. 

Kita baca di dalam buku Great Controversy, halaman 397 : “Roh kekeliruan akan memimpin kita dari kebenaran; dan Roh Allah akan memimpin kita ke dalam kebenaran. Tetapi katamu, seseorang mungkin berada dalam suatu kekeliruan, namun disangkanya ia memiliki kebenaran. Jadi bagaimana? Kami menjawab, Roh dan firman adalah sepaham. Jika seseorang menguji dirinya dengan firman Allah, lalu menemukan kecocokan yang sempurna melalui keseluruhan firman itu, maka ia harus percaya bahwa ia telah memiliki kebenaran; tetapi jika ditemukannya bahwa roh yang mengendalikannya itu tidak sejalan dengan keseluruhan isi dari hukum Allah atau buku-Nya, maka hendaklah ia berjalan berhati-hati supaya ia jangan jatuh ke dalam jerat Iblis.” 

Nyonya Ellen G. White tak dapat disangkal adalah jauh lebih mengetahui akan masalah ini daripada setiap orang yang hidup pada masa ini, karena ia banyak menulis mengenai hal ini dan ia memperoleh banyak khayal tentang masalahnya. Tak dapat diragukan, bahwa ia pun telah banyak menghabiskan waktu untuk menyelidikinya baik dari dalam Alkitab maupun dari tulisan-tulisannya sendiri, namun ia telah gagal untuk menunjukkan melalui pengumpulan semua petunjuk-petunjuk yang tersedia siapa sebenarnya rombongan mereka itu, dan ia gagal untuk membuka tabir rahasia ini. Persoalannya sekarang adalah : Mengapakah semua mereka yang setia ini yang telah dengan bersungguh hati menyelidiki kebenaran itu, ternyata telah gagal untuk menghasilkan sesuatu bukti mengenai siapa sebenarnya rombongan yang menakjubkan ini? Jawaban yang akan kami berikan ialah : Sebab hal itu bukanlah kebenaran pada waktunya bagi sejarah kehidupan mereka. 

Nyonya White sudah dapat memberikan sesuatu bentuk teori yang jauh lebih cocok dan tepat daripada setiap teori lainnya yang pernah dikemukakan. Ia menggunakan akal sehat dan penilaian yang baik dalam mengeluarkan pendapatnya. Allah akan membuat semua perkara ini menjadi terkenal hanya setelah sampai masanya. Orang dapat saja

dibuat untuk mempercayai sesuatu perkara untuk sementara waktu, namun terkecuali hal itu kebenaran, maka ia itu tak akan tahan lama. Demikianlah tidak bijaksana dan pemborosan waktu bagi seseorang untuk mencoba menceritakan siapa sebenarnya mereka yang 144.000 itu, sebelum gulungan lembaran-lembaran firman dibuka dan kebenaran yang satu mengungkapkan kebenaran lainnya. Jika penyelidikan ini kelak mengungkapkan rahasia itu sejalan dengan Alkitab dan Roh Nubuat, maka kita harus memutuskan bahwa saat yang ditentukan Allah bagi masalah ini untuk dibukakan telah tiba. 

Nyonya White telah memperoleh ilham mengenai masalah ini, tetapi seperti halnya Daniel, ia belum diijinkan untuk mengetahui siapa mereka itu, bagaimana mereka itu, dan kapan terbentuk mereka itu, sebelum tiba saatnya yang ditentukan Allah. Berikut ini adalah sebuah pernyataannya yang ditujukan kepada Pendeta E. E. Andros : “Saya merasa yakin, Pendeta Andros, bahwa saudara-saudara di California Selatan akan menemukan berkat dalam meninjau kembali ajaran-ajaran Alkitab mengenai mereka yang 144.000 itu sambil membawakan untuk menunjukkan hubungan ajaran-ajaran ini dengan terang apapun yang mungkin terdapat di dalam tulisan-tulisan Roh Nubuat yang telah diterbitkan, dan karena perhatian yang penuh doa telah diberikan terhadap masalah itu dalam segala persoalannya, maka saya percaya bahwa Allah kelak akan membuat kebenaran itu menjadi jelas sepenuhnya untuk sedapat mungkin menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dan tak bermanfaat yang tidak penting bagi keselamatan jiwa-jiwa yang berharga.” 

Pada sesuatu saat kelak masalah ini harus dapat dimengerti, karena Ilham tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sia-sia, dan ia itu tidak mungkin terdapat di dalam Alkitab untuk hanya merupakan hiasan. Ia itu harus dapat dimengerti sebelum jumlah mereka (144.000) itu terbentuk atau ia itu akan tidak bernilai apapun juga. Apabila dipahami, maka ia itu akan memimpin kaki mereka yang 144.000 itu dalam perjalanan yang lurus sama seperti pekabaran-pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga, telah memimpin beribu-ribu jiwa kepada Kristus. 

TIDAK PERLU SELAMA SESEORANG BERBUAT BENAR? 

Telah dikatakan oleh beberapa orang, bahwa adalah tidak perlu apakah seseorang mengerti atau tidak akan masalah 144.000 itu selama ia masih berbuat benar. Ini tentunya benar jika kita BERBUAT BENAR, tetapi bagaimanakah dapat kita ketahui apakah kita berbuat benar atau tidak, jika kita tidak memahami ajaran Alkitab? Bagaimanakah dapat kita ketahui apakah kita memeliharakan Sabat yang benar, ataukah kita telah tergolong kepada sidang yang benar, jika kita tidak memahami ajaran mengenai hal itu? Mengapakah penting bagi kita untuk memahami tulisan Daniel pasal 7, binatang itu dan patungnya, dan banyak lagi nubuatan-nubuatan Alkitab lainnya? Jika kita tidak memahami masalah 144.000 itu, maka kita tidak mungkin dapat dimeteraikan, karena sia-sialah memahami masalah itu

sesudah terjadi pemeteraian, sama halnya tidak ada gunanya untuk memahami binatang itu berikut patungnya sesudah pekerjaannya di bumi ini selesai. 

Pekabaran malaikat dari Wahyu pasal 7 ini –– yaitu malaikat yang naik dari sebelah timur –– adalah sama pentingnya dengan pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga, dari Wahyu 14 : 6 – 11. Ia itu harus dapat dipahami dan dapat disampaikan kepada seluruh umat pada waktunya, seperti juga halnya malaikat perkasa dari Wahyu 18 : 1 itu. Seruan keras harus datang pada sesuatu waktu yang telah ditentukan. Malaikat dari Wahyu pasal 7 ini tidak mungkin adalah juga malaikat yang ketiga itu, karena penjelasan Yohanes mengenai mereka itu adalah berlainan. Ketiga malaikat dari Wahyu pasal 14 itu berterbangan di tengah-tengah langit, atau dimana matahari itu berada pada tengah hari, tetapi malaikat yang satu dari Wahyu pasal 7 itu naik dari sebelah timur, atau dari mana matahari terbit. Pekabaran dari malaikat ini belum pernah dimengerti di masa manapun juga, juga belum pernah diberitakan oleh gereja ini ataupun oleh sesuatu umat yang lain manapun, dan hanya teori-teori yang telah dikemukakan. Terbukti bahwa kebenaran ini seperti juga dengan kebenaran-kebenaran lainnya, harus datang pada waktunya yang tepat. 

ARTI DARI TUJUH TAHUN BERKELIMPAHAN DAN TUJUH TAHUN KELAPARAN 

Apabila masalah yang sukar ini telah menjadi jelas, maka kita harus percaya bahwa masanya telah tiba, namun seperti juga semua kebenaran Alkitab, maka ini ditemukan hanya satu jalan dan di dalam hanya satu tempat; yaitu rumah perbendaharaan (Alkitab). Ingatlah, bahwa seperti halnya Yusuf di zaman dahulu itu telah mengawasi rumah perbendaharaan, maka demikian pula Kristus mengawasi seluruh Firman dan segala masanya. Banyak orang setia di masa lalu pergi kepada Kristus (Yusuf) dan memperoleh semua kebenaran pada waktunya (gandum) bagi masanya yang bersangkutan itu supaya mereka dapat mengerti. Sebaliknya Ia (Kristus) adalah pemurah, Ia pun adalah berhati-hati, maka sebab itu Ia tidak sekali-kali memboros. Pada waktu Yusuf mengumpulkan gandum di Mesir lalu menyimpannya di dalam rumah perbendaharaan, ia bukan melakukan itu demi menghimpun kekayaan, melainkan untuk menunjang kehidupan dalam masa tujuh tahun kelaparan yang berikutnya. Gandum itu melambangkan Firman Kristus seperti yang akan kita buktikan. 

Alasan-alasan untuk percaya, bahwa tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan di zaman Yusuf di Mesir kuno itu melambangkan sejarah dunia dalam dua bagian sejarahnya sebagai berikut : 

Di dalam buku Testimonies for the Church, jilid 3, halaman 369 kita membaca, “Ishak melambangkan Anak Allah yang telah dipersembahkan sebagai kurban bagi dosa-dosa seluruh dunia.” Kembali

kita membaca di dalam buku Desire of Ages, halaman 112, “Maka di dalam anak domba yang telah disediakan Tuhan sebagai pengganti Ishak itu Abraham melihat suatu lambang dari hal Dia yang akan mati bagi dosa-dosa semua manusia.” Jadi, Ishak dan anak domba itu adalah lambang dari penyerahan Kristus, kematian-Nya dan pengorbanan-Nya. 

Dari hal Yunus, kita membaca di dalam buku Desire of Ages, halaman 406, “Seperti halnya Yunus telah berada selama tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan paus, maka Kristus pun akan berada sepanjang waktu yang sama ‘di dalam jantung bumi’. Dan sebagaimana khotbah dari Yunus itu merupakan suatu pertanda bagi orang-orang Niniweh, maka demikian juga khotbah Kristus merupakan suatu pertanda bagi generasi-Nya.” Lihat juga buku Prophets and Kings, halaman 274. 

Elisha adalah melambangkan Kristus. Buku Prophets and Kings, halaman 240 : “Seperti halnya Juruselamat manusia, yang mana ia merupakan contohnya, maka Elisha dalam pelayanannya di antara manusia telah menggabungkan pekerjaan penyembuhan dengan pekerjaan mengajar Injil.” Semua ini adalah alasan-alasan mengapa Ishak, Yunus, dan Elisha merupakan contoh-contoh dari Kristus, yang melambangkan berbagai tahap dan kepentingan yang berbeda-beda dari pekerjaan Kristus. 

Dari hal Yusuf kita baca di dalam buku Patriarchs and Prophets, halaman 369 : “Yusuf adalah mewakili Kristus. Di dalam diri penolong mereka itu, kepada siapa seluruh Mesir telah datang mengucapkan puji syukur dan terima kasih, sehingga bangsa kafir harus memandang kepada kasih dari Pencipta dan Juruselamat mereka.” Mesir adalah suatu bangsa penyembah berhala, dan adalah melambangkan dunia dalam dosa. Yusuf adalah contoh dari Kristus, yang berkuasa atas dunia ini. Seperti halnya Yusuf telah diutus ke dalam Mesir untuk memeliharakan kehidupan, demikian itu pula Kristus telah diutus ke dalam dunia (Mesir) untuk memeliharakan kehidupan. Dari buku Patriarchs and Prophets, halaman 231 kita baca : “Maka Allah mengutus aku ke hadapanmu untuk memeliharakan bagimu suatu keturunan di bumi, dan untuk menyelamatkan semua kehidupanmu oleh suatu kelepasan yang besar.”  Demikianlah telah tertulis, bahwa semua kelepasan ini merupakan suatu pelajaran perumpamaan tentang berkat rohani. Tetapi bagaimanakah Yusuf memberkati dunia kuno yang lalu? Bukankah ia itu oleh gandum yang telah disimpannya selama tujuh tahun kelimpahan itu? Kalau bukan karena besarnya rumah-rumah perbendaharaan yang penuh dengan energi pemberi hidup, maka berkat apakah dari Yusuf dapat diberikan kepada dunia kuno yang dahulu itu kalau bukan karena hikmah Allah sendiri untuk menghimpunkan gandum untuk memberi makan kepada dunia dalam masanya yang sangat mendesak? Gandum yang disimpan oleh Yusuf itu ialah berkat, karena sebagaimana tertulis, gandum adalah melambangkan berkat rohani (Firman Allah). Firman Allah ialah roti rohani dan manusia hidup daripadanya.

“Lagi pula firman-Nya kepadaku : Hai anak manusia, makanlah barang yang kau dapat; makanlah akan gulungan surat ini, dan pergilah berbicara kepada isi rumah Israel.” Yehezkiel 3 : 1. “Pada masa aku mendapat firman-Mu, maka aku sudah menikmatinya, dan firman-Mu itu bagiku adalah kesukaan dan kegemaran hatiku : karena nama-Mu sudah disebut atasku, ya Tuhan Allah serwa sekalian alam.” Yeremia 15 : 16.  “Maka telah dihujani atas mereka itu manna untuk dimakan, dan telah diberikan kepada mereka itu gandum dari langit.” Mazmur 78 : 24.  “Nenek moyang kami makan manna di padang belantara, seperti yang telah tersurat, Ia mengaruniakan kepada mereka roti (gandum) dari surga untuk dimakan. Kemudian kata Yesus kepada mereka itu, Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bukannya Musa yang telah memberikan kepadamu roti itu dari surga, melainkan Bapa-Ku yang mengaruniakan kepadamu roti yang benar itu dari surga.” Yohanes 6 : 31, 32. “Kepada dia yang menang, Aku akan memberikan dia manna yang tersembunyi untuk dimakan.” Wahyu 2 : 17. “Maka ku ambil kitab yang kecil itu dari tangan malaikat itu, lalu ku makan semuanya; maka di dalam mulutku manisnya seperti madu; dan segera sesudah ku makan, maka perutku terasa pahit.” Wahyu 10 : 10. 

Nubuatan yang terakhir ini telah berlaku terhadap William Miller setelah ia selesai mempelajari buku Daniel dan menerima ajaran yang terkandung di dalamnya. Berbicara secara simbolis, ia telah memakan buku itu yang telah menjadi bagian dari dirinya dan pembantu-pembantunya. Kalau saja hal ini keliru, maka ia tidak mungkin memberitakan pekabaran itu dengan semangat yang sedemikian bernyala-nyala seperti yang telah dilakukannya. Karena peristiwa yang ditunggu-tunggu itu ternyata gagal terjadi dalam tahun 1844, maka bagi mereka ia itu menjadi suatu pengalaman yang pahit, sehingga demikianlah menggenapi kata-kata Alkitab, bahwa manusia telah memakan Firman Allah. 

Kalau saja gandum itu tidak melambangkan Firman seperti yang terdapat di dalam Alkitab, maka mungkin akan timbul pertanyaan : Yusuf merupakan contoh dari apakah? Ishak, Yunus, dan Elisha masing-masingnya melambangkan tahap tertentu dari pekerjaan Kristus, dan jika Yusuf adalah melambangkan Kristus; makanan yang dihimpun melambangkan, -- Firman; rumah perbendaharaan melambangkan, -- Alkitab; maka tujuh tahun kelimpahan, selama makanan dihimpun harus juga merupakan lambang, jika tidak gambaran itu tidak akan sempurna. Dan jika tahun-tahun kelimpahan itu adalah merupakan contoh, maka tahun-tahun kelaparan itupun harus dipikirkan. Masing-masing dari kedua bagian waktu ini memiliki angka “tujuh”, yang berarti “sempurna”, lengkap masanya (keseluruhan, atau seluruh masa).

Simbol hanya dapat melambangkan satu perkara, maka itu adalah sejarah dunia yang terbagi dalam dua bagian besar, yaitu sebelum Tarikh Masehi dan sesudah Tarikh Masehi dengan

salib Kristus sebagai garis pemisah. “Karena semua nabi dan hukum bernubuat sampai kepada Yohanes.” Adalah karena alasan ini Yesus telah menegaskan pernyataan itu karena kita tidak lagi memiliki nabi yang lain sejauh itu. Tahun-tahun kelimpahan ialah sebelum Tarikh Masehi dalam mana Allah telah mengaruniakan dengan limpah untuk memenuhi kebutuhan dunia bagi tahun-tahun kelaparan (sejarah Wasiat Baru, sesudah Tarikh Masehi). Sebagaimana Yusuf telah mengumpulkan gandum ke dalam rumah-rumah perbendaharaan oleh perantaraan hamba-hambanya, -- orang-orang Mesir, maka demikian itu pula Kristus mengumpulkan Firman Allah (makanan rohani) di dalam Alkitab (rumah perbendaharaan) oleh perantaraan hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi. “Allah, yang pada beberapa kali dan dengan berbagai cara telah berbicara di masa lalu kepada segala nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi, di akhir zaman ini Ia berbicara kepada kita oleh perantaraan Anak-Nya, yang telah diangkat-Nya menjadi pewaris dari segala perkara, oleh-Nya juga Ia telah menciptakan segala dunia.” Ibrani 1 : 1, 2. Kalau saja bukan untuk maksud ini, maka kita bertanya, untuk maksud apakah gerangan hal itu? Allah, yang bertanggung jawab untuk peristiwa itu telah melakukannya bukan untuk mendatangkan berbagai kesusahan kepada mahluk ciptaan-Nya, atau untuk membiarkan dunia kelaparan, karena bela kelaparan itu bukan hanya di Mesir saja, karena sebagaimana kita membaca : “Maka bela kelaparan itu adalah meliputi seluruh permukaan bumi.”  Kejadian 41 : 56. Kalau saja ini bukan merupakan lambang, maka mengapakah Allah hendak membawakan bela kelaparan itu ke seluruh bumi? Sebagian orang mungkin memiliki kesulitan untuk dapat menyadari, dan yang lainnya tidak pernah dapat menyadari sama sekali, namun keserasian dari pelajaran itu sukar dapat dibantah.

Jika tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan itu bukan merupakan suatu contoh dari sejarah dunia, jika rumah-rumah perbendaharaan yang besar kepunyaan Yusuf itu bukan suatu contoh dari Alkitab, jika gandum yang dikumpulkan dalam tujuh tahun kelimpahan itu bukan merupakan contoh dari Firman di dalam Alkitab, jika pemberian makanan kepada dunia itu bukan merupakan contoh dari sejarah Wasiat Baru menggunakan Alkitab yang dihimpun dalam sejarah Wasiat Lama, maka kita akan bertanya : Dimanakah terdapat contoh-contoh bagi semua peristiwa ini? Bukankah Allah telah mengaruniakan Alkitab itu dalam contoh-contoh seperti juga halnya dalam nubuatan? “Kristus adalah landasan dari perekonomian orang Yahudi. Keseluruhan sistem dari contoh-contoh dan simbol-simbol adalah nubuatan Alkitab yang tersusun padat, yaitu suatu sajian dalam mana terikat janji-janji penebusan.” Acts of the Apostles, halaman 14. Jika tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan itu tidak melambangkan sejarah dunia, maka kecocokan peristiwa-peristiwa kejadian itu seperti yang akan kami kemukakan adalah tak mungkin merupakan sesuatu kejadian yang secara kebetulan. Yesus mengatakan, “Kumpulkanlah semua sisa-sisa

supaya tidak ada yang terbuang.”  Adalah firman-Nya yang telah memperlipat-gandakan roti-roti dan ikan-ikan itu; semua sisa-sisa makanan ini melambangkan kata-kata penting yang dibicarakan-Nya. 

Kita membaca yang berikut ini di dalam buku Testimonies for the Church, jilid 2, halaman 606 : “Saya dikuasakan Allah untuk memberitahukan kepadamu, bahwa tak ada lagi sinar terang lain melalui tulisan-tulisan Testimonies akan bercahaya atas perjalananmu, sebelum kamu mempraktekkan terang yang sudah dikaruniakan.” Tetapi sekarang kita harus memiliki gandum atau sebaliknya kita akan mati. Sebagai umat kita terlalu banyak menyombongkan diri, bahwa kita telah memiliki semua kebenaran, namun pernyataan yang sedemikian itu tidak dapat ditemukan di antara lembaran-lembaran Roh Nubuat. “Tak ada lagi sinar terang lain akan bercahaya atas perjalananmu sebelum kamu mempraktekkan terang yang sudah dikaruniakan.” Semua kata-kata ini menunjukkan bahwa masih ada lagi terang yang akan bercahaya, maka terang ialah kebenaran. Kembali, mengutip dari buku Testimonies to Ministers, halaman 107 : “Janganlah seorangpun mengatakan bahwa ia telah memiliki semua terang yang ada bagi umat Allah. Tuhan tidak akan memaafkan hal ini. Ia telah mengatakan, ‘Aku telah menaruh bagimu sebuah pintu yang terbuka, dan tak seorangpun dapat menutupnya.’ Bahkan kalaupun semua pemimpin kita akan menolak terang dan kebenaran, pintu itu akan masih tetap terbuka. Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang akan memberikan kepada umat itu pekabaran bagi zaman ini.” 

TUJUH TAHUN KELIMPAHAN, DAN TUJUH TAHUN KELAPARAN 

Tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan di zaman Yusuf di Mesir kuno dahulu melambangkan sejarah dunia dalam dua bagian seperti yang sudah dijelaskan di depan, yaitu sebelum Tarikh Masehi dan sesudah Tarikh Masehi. Masing-masing bagian ini membawa angka Alkitab “tujuh” (berarti lengkap). Tujuh tahun kelimpahan ialah sebelum Tarikh Masehi. Walaupun orang mungkin meragukan penerapan yang dibuat di sini, namun pelajaran yang kita terima daripadanya adalah benar. Dalam sejarah Wasiat Lama Allah telah mengaruniakan dengan melimpah melalui para nabi-Nya, maka Kristus (Yusuf) telah menyimpannya di dalam rumah perbendaharaan (Alkitab), namun karena kita tidak memiliki catatan bahwa ada terdapat sebagian gandum yang tersisa pada waktu tujuh tahun kelaparan itu berlalu, maka juga tidak ada terdapat sesuatu kekurangan. Oleh karena itu jelaslah, bahwa semua Alkitab itu harus dipahami (dimakan habis) sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. 

Mimpi Firaun yang tercatat di dalam kitab Kejadian 41 : 17 – 21 terbaca sebagai berikut : “Adapun dalam mimpiku itu, tengok, adalah aku berdiri di tepi sungai.  Dan tengok,

maka naiklah dari dalam sungai itu tujuh ekor lembu yang tambun-tambun lagi elok rupanya, lalu mencari makan di rerumputan. Dan tengok, kemudian naiklah pula tujuh ekor lembu lainnya sesudah yang pertama itu, menyedihkan dan jelek rupanya dan kurus dagingnya, yang sedemikian ini belum pernah ku lihat di dalam seluruh negeri Mesir karena jeleknya. Maka lembu-lembu yang kurus dan jelek itu memakan habis tujuh ekor lembu yang tambun itu.” Perhatikanlah, bahwa tujuh ekor lembu yang kurus dan jelek itu memakan tujuh ekor lembu yang tambun-tambun itu. Oleh membaca ayat 21, maka kita menemukan tujuh lembu yang kurus itu tidak lagi memegang daging sesudah mereka menghabiskan tujuh lembu yang tambun itu. Ini menunjukkan bahwa tidak akan ada lagi firman yang tersisa, melainkan semuanya akan dikemukakan secara terbuka. Maksudnya ialah, bahwa tujuh tahun (periode sesudah Tarikh Masehi) itu akan menghabiskan semua gandum (Firman) yang ada dalam tujuh tahun (periode sebelum Tarikh Masehi) sama seperti juga yang dilambangkan oleh mayang-mayang gandum yang terdapat dalam ayat 22 – 24. Tidakkah ini jelas, bahwa semua tulisan dalam Wasiat Lama akan kelak digenapi dan dipahami sebelum akhir dari Tarikh Masehi (kedatangan Kristus yang kedua kali)? Tetapi bukankah benar, bahwa sebagian terbesar dari Wasiat Lama itu belum juga dapat dimengerti? Bagaimanakah orang dapat mengatakan, bahwa ia telah memiliki semua kebenaran lalu kemudian tidak dan bahkan tidak mampu menjelaskan sebagian besar isi Alkitab? Maukah kita berdoa kepada Allah untuk membuka mata kita supaya kita dapat melihat dan bangun dari ketiduran Laodikea kita ini ke dalam mana kita telah jatuh? 

SIAPAKAH  MEREKA YANG 144.OOO  ITU? 

Pokok masalah ini ialah, “Siapakah mereka yang 144.000 itu?” Angka ini di dalam Alkitab pertama kali disebut di dalam Wahyu 7 : 4 : “Maka aku dengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu; maka yang dimeteraikan itu seratus empat puluh empat ribu orang dari semua suku bangsa Israel.” Ayat 2 : “Maka aku tampak seorang malaikat lain naik dari sebelah timur, memegang meterai dari Allah yang hidup. Maka malaikat itu berteriak dengan suara besar kepada empat malaikat yang sudah dikaruniakan kuasa untuk merusak bumi dan laut.” Perhatikan, bahwa malaikat ini sedang naik dan bukan turun. Berlawanan dengan ini Wahyu 18 : 1 mengatakan : “Maka sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain datang turun dari langit, dengan kuasa besar; maka bumi diterangi oleh kemuliaannya.” Malaikat yang perkasa ini bukannya sedang naik, sedang turun, ataupun sedang datang, melainkan “datang”. Jika malaikat itu membuat perjalanan dari surga ke bumi dalam kurang dari 15 menit untuk menjawab doa (Daniel 9 : 4 – 23), sementara ia itu ditempuh oleh cahaya berjuta-juta tahun lamanya untuk menjelajah hanya sebagian dari jarak itu, maka kita

dapat mudah memahami mengapa digunakan kata-kata “datang”, yang berarti muncul dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Malaikat ini ialah malaikat Seruan Keras, yaitu tambahan kepada malaikat yang ketiga dan pekabaran dari hal kejatuhan Babil seperti yang disampaikan oleh malaikat yang kedua yang diulangi lagi, sesuai yang diramalkan di dalam Wahyu pasal 18. Umat Allah dengan demikian siap untuk berdiri dalam jam pencobaan yang segera akan mereka hadapi. 

Early Writings, halaman 277 : “Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat ketiga, dan memberikan kuasa dan kekuatan bagi pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan diberikan kepada malaikat itu, maka sementara ia turun bumi diterangi oleh kemuliaannya. Terang yang dibawa oleh malaikat ini menerobos di mana-mana sementara ia berteriak dengan sekuat-kuatnya, dengan suara besar bunyinya : “Sudah rubuh Babil, sudah rubuh, dan ia telah menjadi tempat kediaman segala Iblis, dan tempat bertahan setiap roh yang jahat, dan sarang dari setiap burung yang najis dan dibenci.” Pekabaran tentang kerubuhan Babil seperti yang telah disampaikan oleh malaikat yang kedua, adalah diulangi, disertai tambahan sebutan mengenai berbagai penyelewengan yang terus memasuki gereja-gereja semenjak tahun 1844. Pekerjaan dari malaikat ini masuk tepat waktunya untuk bergabung dalam pekerjaan besar yang terakhir dari pekabaran malaikat yang ketiga, sementara ia itu berkembang menjadi suatu seruan keras. Maka umat Allah dengan demikian siap untuk berdiri dalam jam pencobaan yang mana segera mereka akan hadapi. Aku tampak suatu cahaya besar berada di atas mereka itu, maka mereka bersatu untuk memberitakan pekabaran malaikat yang ketiga itu dengan tiada takut ..... Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya sama seperti seruan tengah malam yang bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” 

Tentang tiga malaikat dari Wahyu 14 : 6 – 11 itu Yohanes menulis : “Maka aku tampak seorang malaikat lain berterbangan di tengah-tengah langit, ..... dan malaikat yang ketiga menyusul keduanya.” Malaikat-malaikat ini satu menyusul lainnya terlihat berterbangan di tengah-tengah langit dimana matahari kira-kira berada pada siang tengah hari, dalam cahayanya yang penuh. Ada suatu perbedaan di antara malaikat-malaikat ini dan malaikat-malaikat yang terdapat di dalam Wahyu pasal 7 dan Wahyu 18 : 1. Malaikat-malaikat ini bukanlah “naik” ataupun “datang”, melainkan terus “berterbangan di tengah-tengah langit”. Maksudnya ialah bahwa pekabaran-pekabaran dari malaikat-malaikat ini adalah tidak sekuat pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1 itu, sebab Yohanes mengatakan bahwa ia melihat malaikat itu “datang”, artinya berdiri di atas bumi. Malaikat yang disebut di sini jaraknya dekat, tetapi tiga malaikat lainnya itu

adalah jauh jaraknya. Simbol ini menunjukkan, bahwa mereka itu tidak mungkin sama kekuatannya seperti malaikat yang dekat jaraknya itu, namun ketiga malaikat ini sedang berterbangan dan terus akan terbang. Maksudnya ialah, bahwa selagi mereka itu adalah tidak sekuat malaikat yang satu itu, mereka akan terus terbang selama suatu jangka waktu panjang sampai kelak malaikat lainnya yang terdapat di dalam Wahyu 18 : 1 ini menggabungkan diri dengan mereka, sama seperti yang telah menggabungkan diri dengan pekabaran malaikat yang pertama, pekabaran malaikat yang kedua, dan pekabaran malaikat yang ketiga sampai kepada hari ini. 

Kita kembali kepada malaikat dari Wahyu pasal 7, yaitu malaikat yang sangat kita perhatikan pada waktu ini. Malaikat yang istimewa ini sedang naik dari sebelah timur. “Naik” di sini tidak mungkin berarti pergi meninggalkan atau terbang melarikan diri, melainkan hanya datang, atau datang menghampiri. Misalnya, di pagi hari selagi matahari naik, temperatur mencapai suhu panas yang hampir mendekati tengah hari; demikian pula dengan malaikat ini yang akan memeteraikan mereka yang 144.000 itu. Malaikat ini terlihat datang, tetapi ia juga membutuhkan waktu. Pemeteraian tidak dapat dimulai sebelum ia tiba, karena meterai dari Allah yang hidup itu terdapat di dalam pegangannya. Jika kita dapat menemukan saat kedatangannya, maka kita mungkin dapat mengetahui permulaan dari masa pemeteraian mereka yang 144.000 itu. Tahukah kita kapan pekabaran-pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga itu dimulai? Jawaban kita adalah : Ya. 

Tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kapan tepatnya malaikat Wahyu pasal 7 ini akan tiba. Jika kita tidak mengetahui waktunya, kita tidak akan memperoleh pekabaran, dan jika Setan dapat menyesatkan kita dari kebenaran pada waktunya, maka ia berhasil menang dengan segala kuasa penipuannya. Nubuatan Yohanes di dalam Wahyu pasal 7 dari hal malaikat yang sedang naik ini hanyalah sebuah khayal dari hal sesuatu yang akan datang, dan kegenapan nubuatan ini telah jadi pada waktu Nyonya White memperoleh khayalnya yang pertama dalam tahun 1844, yang mana adalah sebuah khayal dari hal mereka yang 144.000 itu. Bacalah buku Early Writings, halaman 13 – 20. Yohanes menubuatkan tentang pergerakan ini dan gambaran dari hal malaikat yang naik di sebelah timur itu (khayal dari Yohanes) telah menjadi kenyataan dalam tahun 1844, tetapi malaikat itu berada di sebelah timur, dan kita harus menunggu kedatangannya, karena apabila ia datang, maka pemeteraian itu akan dimulai. 

PERNAHKAH 144.OOO ORANG ITU MERASAI MATI? 

“Orang-orang suci yang hidup, yang berjumlah 144.000”; janganlah kita mengambil kesimpulan bahwa hanya sebagian dari keseluruhannya dapat membentuk jumlah angka itu lalu juga benar, karena pernyataan yang dikeluarkan oleh Ilham tidak dapat ditentang karena

yang terbaca ialah “berjumlah 144.000”.  Pada waktu disebutkan dari hal rombongan ini, adalah pada waktu itu juga Allah memberitahukan hari dan jam dari kedatangan Yesus. Jika kita dapat menemukan kapan dari sejarah dunia Allah membicarakan hari dan jam kedatangan Yesus itu, maka kita mungkin dapat mengetahui lebih banyak mengenai rombongan ini. Mengutip Early Writings, halaman 285 : “Tetapi ada suatu tempat yang terang dengan kemuliaan yang telah ditegakkan dari mana datang suara Allah seperti banyak air bunyinya, yang mengguncangkan segala langit dan bumi. Terjadi suatu gempa bumi yang besar. Kubur-kubur terbuka, dan mereka yang telah mati dalam iman di bawah pekabaran malaikat yang ketiga, yang memeliharakan Sabat, muncul keluar ..... Dan sambil Allah membicarakan hari dan jam dari kedatangan Yesus, maka Ia menyampaikan janji kekal kepada umat-Nya.” 

Orang mungkin di sini menyangka bahwa orang-orang yang bangkit itu dan mereka yang hidup, bersama-sama membentuk jumlah angka itu, tetapi kami tidak yakin Roh Nubuat akan mau menyebut kedua rombongan itu (mereka yang hidup dan orang-orang yang dibangkitkan) sebagai orang-orang suci yang hidup. Mereka yang 144.000 itu adalah orang-orang suci yang hidup; orang-orang lainnya itu, ialah para pemelihara Sabat yang dibangkitkan. Untuk membuatnya menjadi positip jelas, maka suatu petunjuk yang lain diberikan, terdapat di dalam buku Great Controversy, halaman 637 : “Butir-butir hujan air beku yang besar, masing-masingnya kira-kira seberat sekeping mata uang sedang melaksanakan pekerjaan pembinasaannya. Kota-kota yang sangat dibanggakan di bumi akan dibuat menjadi rata ..... Kubur-kubur terbuka, dan “banyak dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi ..... bangkit, sebagiannya kepada hidup yang kekal, dan sebagiannya kepada malu dan kehinaan yang kekal.” Semua orang yang telah mati dalam iman dari pekabaran malaikat yang ketiga muncul keluar dari kubur dalam kemuliaan, untuk mendengarkan janji perdamaian Allah dengan orang-orang yang telah memeliharakan hukum-Nya.” Ini membuktikannya secara nyata, bahwa para pemelihara Sabat yang dibangkitkan itu muncul keluar dalam kebangkitan istimewa dari Daniel pasal 12. Inilah masanya apabila butir-butir hujan air beku yang besar melaksanakan pekerjaan pembinasaannya (bela yang ketujuh). “Dan malaikat yang ketujuh itu menuangkan cawannya ke udara; ...... Dan turunlah hujan batu yang lebat dari langit menimpa manusia, masing-masing butirnya seberat kira-kira sekeping uang; maka manusia pun menghujat Allah dari sebab bela hujan batu itu, karena sangatlah besar celakanya.” Wahyu 16 : 17, 21. Para pemelihara Sabat yang dibangkitkan itu tidak hidup selama masa dari bela-bela itu, karena mereka itu dibangkitkan pada masa bela yang ketujuh, supaya mereka mendengarkan pengumuman tentang hari dan jam dari kedatangan Yesus.

Jika bukti dapat dikemukakan, bahwa mereka yang berjumlah 144.000 itu (sebanyak itu) hidup sebelum bela yang ketujuh, maka kita memiliki bukti nyata bahwa mereka yang 144.000 itu tidak pernah merasai mati. Buku Great Controversy, halaman 649 : “Dan mereka itu menyanyikan ‘suatu nyanyian yang baru’ di hadapan tahta, yaitu suatu nyanyian yang tidak seorangpun dapat mempelajarinya kecuali mereka yang 144.000 itu. Itulah nyanyian Musa dan Anak Domba, yaitu sebuah nyanyian kelepasan. Tidak seorangpun kecuali mereka yang 144.000 itu yang dapat mempelajari nyanyian itu; karena itulah nyanyian pengalaman mereka, –­– suatu pengalaman yang sedemikian itu tidak pernah dimiliki oleh rombongan manapun juga yang lain ...... Mereka telah menyaksikan bumi ini binasa oleh kelaparan dan bela sampar, matahari sambil memiliki kuasa membakar manusia dengan amat panasnya, dan mereka sendiripun telah menahan penderitaan, lapar dan kehausan.” Inilah suatu pernyataan yang positip, bahwa mereka yang 144.000 itu hidup dalam masa bela yang keempat, yaitu matahari dengan kuatnya membakar manusia dengan amat panasnya. “Dan malaikat yang ke empat menuangkan cawannya pada matahari, maka kuasa dikaruniakan kepadanya untuk menghanguskan manusia dengan api.” Wahyu 16 : 8. Inilah bela yang keempat. Bagaimana dapat mereka itu (144.000) melewati bela yang ke empat jika kebangkitan istimewa dari pemelihara hari Sabat itu (mereka yang mati di bawah pekabaran malaikat yang ketiga) justru terjadi pada kira-kira akhir dari bela yang ketujuh? Jika “mereka telah menyaksikan bumi ini binasa oleh kelaparan dan bela sampar dan mereka sendiripun telah menderita kelaparan dan kehausan”, maka mereka harus hidup sepanjang semua bela-bela itu. 

Dan lagi, “mereka menyanyikan sebuah nyanyian yang baru” ..... yang tak seorangpun dapat mempelajarinya kecuali mereka yang 144.000 itu ..... karena itulah nyanyian pengalaman mereka, –– suatu pengalaman yang sedemikian itu tidak pernah dimiliki oleh rombongan manapun juga yang lain.” Bagaimanakah mungkin bagi mereka semua untuk menyanyikan nyanyian yang sama jika itu adalah nyanyian pengalaman mereka, kalau bukan mereka semuanya memiliki pengalaman yang sama? Orang-orang yang sudah pernah berada di dalam kubur tentunya memiliki pengalaman mati, kubur, kebangkitan dan menerima sebuah tubuh yang baru. Tetapi orang-orang yang tidak pernah mati itu telah menyaksikan kegenapan  dari nubuatan Yehezkiel pasal 9, Yesaya pasal 63, Yesaya pasal 60, berakhirnya pekabaran malaikat yang ketiga, (seruan keras, berakhirnya masa kasihan), keseluruhan tujuh bela itu, dan mereka menyanyikan nyanyian ini (dari hal pengalaman dan kelepasan mereka) “yang tidak seorangpun dapat mempelajarinya kecuali mereka yang 144.000 itu saja”. 

AKAN TERDAPATKAH NYONYA WHITE DENGAN MEREKA YANG 144.OOO ITU? 

Nyonya White telah dibawa dalam khayal ke salah satu planit yang memiliki

tujuh buah bulan, dimana ia telah bertemu dengan Enoch yang baik hati itu. Tempat ini adalah demikian indahnya dan kerinduannya terhadapnya adalah demikian mendalam, maka ia memohon kepada malaikat itu agar kiranya mengijinkan kepadanya untuk tinggal. “Kemudian jawab malaikat itu, ‘Engkau harus kembali, dan jika engkau tetap setia, maka engkau, dengan mereka yang 144.000 itu akan memperoleh kesempatan mengunjungi semua dunia dan menyaksikan hasil perbuatan tangan Allah’”. Bacalah buku Early Writings, halaman 40. Tidak ada terdapat pertentangan dalam ucapan ini, karena malaikat itu mengatakan kepadanya, bahwa ia, bersama dengan mereka yang 144.000 itu, yang berarti ia adalah salah seorang bersama-sama dengan mereka tetapi bukan salah seorang dari mereka. Ia akan berada bersama-sama dengan mereka karena ia mungkin akan disebut sebagai ibu mereka itu (merupakan utusan dan pendiri dari pergerakan ini), kita juga tak dapat mengira mereka akan menyanyikan nyanyian Musa dan ia (Musa) tidak ada di sana. Karena mereka adalah 144.000 itu, suatu rombongan istimewa dengan suatu pengalaman yang istimewa, maka tidak ada alasan mengapa orang-orang lain tidak dapat berjalan bersama-sama dengan mereka, karena tentunya Ibrahim, Ishak, dan Yakub akan berada bersama-sama dengan mereka, menjadi bapa-bapa dalam contoh. Keberatan apakah dapat dikemukakan jika orang-orang lain hendak berjalan bersama dengan mereka? Kita mungkin menyangka, bahwa Yesus akan memberikan kepada semua orang tebusan sedikit-dikitnya satu kali perjalanan ke dunia-dunia yang lain. 

HANYA 144.OOO MEMASUKI KAABAH 

“Dan sementara kami hendak memasuki kaabah yang suci itu, Yesus mengangkat suara-Nya yang manis dan mengatakan, ‘Hanya mereka yang 144.000 boleh memasuki tempat ini’, maka kami berseru, ‘Halleluyah’. Kaabah ini ditunjang oleh tujuh buah pilar yang kesemuanya dari emas yang jernih yang ditempel dengan mutiara-mutiara yang termulia bentuknya. Perkara-perkara yang indah yang ku tampak di sana tak dapat ku lukiskan ..... Aku tampak di sana plakat-plakat dari batu dimana terukir nama-nama dari mereka yang 144.000 itu dengan huruf-huruf emas. Sesudah kami memandang kemuliaan dari kaabah itu, kami melangkah keluar.” Early Writings, halaman 19. Jelaslah, bahwa tidak ada orang lain boleh memasuki kaabah suci itu terkecuali mereka yang 144.000 itu, dan lagi adalah jelas bahwa ia telah melangkah masuk, karena katanya, “Perkara-perkara yang indah yang ku saksikan di sana tak dapat ku lukiskan”, dan “sesudah kami memandang kemuliaan dari kaabah itu, kami melangkah keluar.” Ia tidak mungkin dapat menyaksikan segala perkara di dalam kaabah itu kalau saja ia tidak melangkah masuk, dan ia tidak mungkin dapat melangkah keluar jika ia tidak pernah memasukinya. 

Orang mungkin saja mengira, bahwa Nyonya White ialah salah seorang dari mereka yang 144.000 itu sebab ia telah memasuki kaabah ini, dan kini karena ia telah mati, maka sebagai bagian dari mereka

yang 144.000 itu ia akan dibangkitkan. Tidak ada alasan untuk menjadi kacau di sini. Apakah ia sudah memasuki kaabah itu sebelumnya, atau pun sesudahnya, atau apakah ia sudah pergi bersama-sama mereka itu, tetap tidak akan merubah pengertiannya. Kita harus menyadari, bahwa ini hanyalah sebuah khayal dan bukan mereka yang sebenarnya dari rombongan 144.000 itu. Pada waktu khayal ini disaksikan mereka yang 144.000 itu belum lagi terbentuk, bahkan orang-orangnya pun belum ada. Khayal ini telah diberikan kepada Nyonya White supaya ia menyusun sebuah laporan dan mengungkapkan sesuatu kebenaran tertentu. Dengan kata lain, ia adalah seorang wartawan pada waktu itu. Bentuk laporan yang bagaimanakah dapat diberikannya kalau saja ia tidak memasuki kaabah itu? Perintah yang berbunyi, “hanya mereka yang 144.000 boleh memasuki tempat ini”, bukan ditujukan kepadanya apakah ia harus tinggal di luar atau pun masuk. Ia adalah salah seorang yang bersama dengan mereka, tetapi bukan salah seorang dari mereka itu. 

JENIS METERAI APAKAH ITU? 

Petunjuknya terdapat di dalam buku Testimonies to Ministers, halaman 445. Masalahnya adalah mengenai pemeteraian dari Wahyu pasal 7, yaitu mereka yang 144.000 itu. Kita mengutip : “Pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah sama dengan apa yang ditunjukkan kepada Yehezkiel dalam khayal.” Kini jika pemeteraian mereka yang 144.000 dari Wahyu pasal 7 adalah sama dengan Yehezkiel pasal 9, maka untuk menemukan jenis apa pemeteraian itu, dan kapan pemeteraian itu dimulai, kita harus menyelidiki Yehezkiel 9 : 1 – 9 : “Ia berseru juga kepada pendengaranku dengan suara besar, katanya, Suruhkanlah mereka yang memegang perintah atas negeri supaya datang ke mari, masing-masingnya dengan senjata yang membinasakan di dalam tangannya. Maka, tengok, datanglah enam orang dari jalan pintu gerbang yang tinggi yang terletak arah ke utara, masing-masingnya memegang cokmar yang membinasakan di dalam tangannya; maka salah seorang di antaranya berpakaikan kain khasah dan pada pinggangnya ada sebuah botol tinta penyurat; lalu masuklah mereka, dan berdirilah mereka itu di sisi medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah orang Israel telah naik dari atas kerubiun, di mana Ia berada, menuju ke ambang pintu rumah itu. Maka dipanggilnya akan orang yang berpakaian khasah itu yang memiliki botol tinta penyurat pada pinggangnya; maka kata Tuhan kepadanya, Berjalanlah masuk ke tengah-tengah negeri itu, yaitu di tengah-tengah Yeruslem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena kekejian-kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya itu. Dan kepada mereka yang lainnya katanya dalam pendengaranku, Pergilah kamu mengikuti dia ke dalam negeri itu lalu bunuhlah, janganlah matamu menaruh sayang, janganlah kamu kasihan; bunuhlah baik orang tua

maupun orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil dan perempuan-perempuan sampai binasa semuanya; tetapi janganlah kamu hampir kepada setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah kamu pada tempat kesucian-Ku. Lalu mulailah mereka itu terhadap semua orang bangsawan yang di depan rumah itu. Maka firman-Nya kepada mereka itu, Najiskanlah rumah itu, dan penuhilah segala serambinya dengan orang-orang yang mati dibunuh, pergilah kamu! Maka keluarlah mereka itu, lalu dibunuhnya orang-orang di dalam negeri. Maka adapun sementara mereka itu membunuh orang, dan aku ini luput, maka sujudlah aku dengan mukaku ke tanah, dan berserulah aku demikian, Ya Tuhan Allah, hendakkah Engkau membinasakan segala orang yang lagi tinggal dari Israel dengan cara Engkau mencurahkan kehangatan murka-Mu itu ke atas Yerusalem? Lalu firman-Nya kepadaku, Kejahatan bangsa Israel dan Yehuda itu sudah sangat besarnya.” Adalah nyata bahwa pemeteraian mereka yang 144.000 itu ialah Yehezkiel pasal 9, –– yaitu pemisahan (penyaringan di dalam sidang –– mereka yang beribadah diambil dari antara mereka yang tidak beribadah). Buku Testimonies, jilid 1, halaman 181 : “Saya menanyakan arti dari kegoncangan yang telah saya lihat, maka telah ditunjukkan, bahwa ia itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang dikemukakan oleh nasehat dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea.” Bacalah keseluruhan halaman itu! Perhatikan, kegoncangan itu mulai setelah kesaksian yang tegas dari “Saksi Yang Benar” itu datang. 

KEDUA METERAI ITU 

Apakah Sabat itu ialah meterai dari 144.000 itu? Pertama sekali perlu diperhatikan bahwa definisi dari “meterai” ialah : suatu alat yang digunakan untuk menyegel, mengikat dengan erat, atau menutup mati sesuatu; untuk menegakkan atau memutuskan di luar persoalan; untuk menunjukkan dan menentukan; memaksudkan. Suatu usaha akan dibuat untuk mengemukakan cukup bukti Alkitab untuk memuaskan setiap orang yang percaya akan Alkitab bahwa semua orang yang selamat di zaman dahulu maupun mereka yang akan diselamatkan di waktu ini harus memiliki meterai Allah. Paulus, dalam suratnya kepada orang-orang Efesus mengatakan bahwa mereka itu harus dimeteraikan. “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Allah yang kudus, dengan mana kamu dimeteraikan sampai kepada hari penebusan.” Efesus 4 : 30. Karunia penyucian yang dilakukan di dalam jiwa oleh Roh Suci ialah meterai dan jaminan penebusan seseorang yang akan datang, mengenai suatu kebangkitan yang menggembirakan. Penggunaan dan tujuan dari pemeteraian ini ialah kesucian dan keamanan dari apa yang dimeteraikan terhadap mata orang-orang yang mencurigai dan tangan-tangan yang kejam, supaya jangan sampai dirusak oleh orang-orang tak dikenal dan musuh-musuh; dengan demikian anak-anak Allah akan melewati sensor

dari dunia yang jahat.  Mereka akan dilindungi sebagai benda-benda yang mahal nilainya bagi penggunaan Allah sendiri, untuk tinggal bersama-sama dengan-Nya di dalam surga. Mengutip 2 Timotius 2 : 19 yang ditulis kepada orang-orang Korintus : “Akan tetapi azas Allah yang teguh itu berdiri tetap, dan memiliki meterai ini, bahwa Tuhan mengenal orang-orang milik-Nya.” “Ia juga telah memeteraikan sambil mengaruniakan kesungguh-sungguhan Roh di dalam hati kita.” 2 Korintus 1 : 22. 

Kita baca di dalam Wahyu pasal 8 dan pasal 9 dari hal tujuh malaikat dengan tujuh trompet. Tujuh trompet ini menunjukkan peristiwa-peristiwa pokok politik dan peperangan yang akan berlangsung sepanjang sejarah sidang Injil. Pemeteraian mereka yang 144.000 itu berlaku untuk masa dari trompet yang keenam. Dimulai dengan Wahyu 9 : 1 kita membaca tentang malaikat dengan trompet yang kelima. Ayat 4 dari pasal ini kami kutip : “Maka diperintahkan kepada mereka, bahwa tidak boleh mereka merusakkan rumput di bumi, atau pun sesuatu tumbuh-tumbuhan hijau, atau pun sesuatu pohon kayu; melainkan hanya orang-orang itu yang tidak memiliki meterai Allah di dahi mereka.” Di sini kita lihat bahwa bertahun-tahun lamanya sebelum pekabaran malaikat yang ketiga mulai dihotbahkan, orang-orang suci Allah telah dimeteraikan dengan meterai Allah, sama seperti orang-orang yang ada di bawah pekabaran malaikat yang ketiga akan dimeteraikan. Sesuai dengan kata-kata Alkitab ini yang telah dikemukakan dengan jelas, kita harus menyimpulkan bahwa orang-orang suci Allah dimeteraikan dengan kebenaran pada waktunya pada segala zaman, maka apapun juga kebenaran pada waktunya itu, itulah meterainya. Kebenaran pada waktunya yang ada di bawah pekabaran malaikat yang ketiga ialah kebenaran Sabat, maka sebab itu Sabat adalah sebuah meterai yang memeteraikan orang-orang yang mematuhinya. Mengutip buku Great Controversy, halaman 452 : “Meterai dari hukum Allah terdapat di dalam hukum yang ke empat ..... Pada waktu Sabat diubahkan oleh kekuasaan kepausan, maka meterai itu dikeluarkan dari hukum Torat.” Buku Early Writings, halaman 58 : “Masa pemeteraian adalah sangat singkat, dan akan segera berakhir.” 

Orang-orang yang mati di bawah pekabaran malaikat yang ketiga, yang memeliharakan Sabat, dimeteraikan dengan kebenaran Sabat, tetapi mereka yang 144.000 itu tidak pernah mati. Disamping mereka harus memelihara Sabat dan memiliki meterai itu, mereka harus juga berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang ada di dalam sidang, sebab jika tidak, maka mereka tidak akan dapat memperoleh tanda dari malaikat yang membawa botol tinta penyurat dari Yehezkiel pasal 9, yaitu meterai yang disebut di dalam buku Testimonies to Ministers, halaman 445, buku Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 210 – 216; buku Testimonies for the Church, jilid 3, halaman

266 – 267. Pemeteraian mereka yang 144.000 itu ialah pemisahan orang-orang yang setia dari antara orang-orang yang tidak setia; yaitu penyucian sidang. Orang-orang yang tidak memeliharakan kebenaran, dan terus bermanja-manja dalam dosa dan kekejian-kekejian, mereka yang mencoba menutup-nutupi kejahatan-kejahatan yang ada, semua mereka akan ditumpas di bawah lambang dari lima orang yang membawa senjata-senjata pembantai dari Yehezkiel pasal 9 itu. 

Sabat telah merupakan kebenaran pada waktunya semenjak tahun 1845, dan masih merupakan meterai dari hukum Allah, yang telah memeteraikan hukum itu di antara umat Allah semenjak tahun itu. Yesaya 8 : 16 : “Ikatkanlah kesaksian itu, meteraikanlah hukum itu di antara murid-muridku.” Inilah yang telah merupakan tugas dari malaikat yang ketiga, dan karena alasan inilah, maka malaikat yang ketiga itu tidak memiliki meterai apapun, karena meterai itu terdapat di dalam hukum Torat, tetapi malaikat dari Wahyu pasal 7 memiliki sebuah meterai di dalam tangannya. Yehezkiel menyebutnya orang yang membawa botol tinta penyurat yang akan membubuh suatu tanda pada orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya (sidang). Inilah meterai dari mereka yang 144.000 itu, tetapi semua orang yang selamat di bawah malaikat yang ketiga dimeteraikan dengan meterai Sabat. Mereka 144.000 itu yang memiliki meterai ini mereka juga diberikan tanda (dimeteraikan) oleh malaikat dari Wahyu pasal 7, yaitu malaikat yang sama dengan malaikat Yehezkiel pasal 9 itu. Dengan kata lain ia itu dapat disebut sebagai suatu meterai ganda. 

YEHEZKIEL 9 BUKANLAH METERAI SABAT 

Pemeteraian mereka yang 144.000 ini bukanlah sebuah meterai Sabat. Tetapi barangsiapa yang memperoleh meterai ini harus hanya orang-orang pemelihara Sabat. Ini adalah sebuah meterai atau tanda yang memisahkan dua kelas orang-orang di dalam sidang, dan barangsiapa yang memperoleh meterai, atau memperoleh tanda ini, mereka bukan memperolehnya karena hanya memelihara Sabat, melainkan karena mereka juga berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di dalam sidang. Dengan begitu baik pemeteraian maupun pembantaian itu kedua-duanya akan terdapat di dalam sidang Allah, dan bukan di Babil, ataupun di dunia. Hanyalah di dalam Yerusalem dan Yehuda, yaitu isi rumah Israel (sidang). “Yehuda” di dalam ayat 9 menunjuk kepada orang-orang yang menduduki jabatan, karena Yehuda dahulu menduduki jabatan Imamat sesudah suku bangsa Lewi dibawa pergi. Tidak ada satu pun pemikiran dari hal dunia atau pun orang-orang yang tidak beragama. Apabila pembubuhan tanda (pemeteraian) itu selesai, maka lima orang yang membawa senjata-senjata pembantaian itu akan mulai melaksanakan pembantaiannya terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu, yaitu para pengawal dari kepentingan

kerohanian umat. Bacalah buku Testimonies for the Church, jilid 3, halaman 266, 267, dan jilid 5, halaman 210 – 212. 

Kami mengutip buku Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 211 : “Orang-orang bangsawan, yaitu mereka yang telah diberikan Allah terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari segala kepentingan kerohanian umat, mereka telah menghianati kepercayaan yang diberikan kepadanya. Mereka telah mengambil pendirian agar kita tidak perlu lagi mengharapkan keajaiban-keajaiban dan manifestasi kuasa Allah yang nyata seperti halnya di zaman dahulu. Sejarah sudah berubah. Kata-kata ini menguatkan ketidak-percayaan mereka, sehingga mereka mengatakan, ‘Tuhan tidak mau berbuat yang baik, Ia juga tidak mau berbuat yang jahat. Ia adalah sangat pemurah untuk menghukum umat-Nya.” Testimonies for the Church, jilid 3, halaman 265 : “Tetapi jika segala dosa orang banyak itu dilalaikan begitu saja oleh mereka yang bertanggung jawab, maka amarah-Nya akan berlaku atas mereka, dan umat Allah sebagai suatu badan akan dituntut bertanggung jawab untuk semua dosa itu.” 

Orang-orang yang dimeteraikan itu (diberi tanda) dan yang melepaskan diri dari kehancuran ialah mereka yang membentuk jumlah angka itu, yang di dalam nubuatan dinyatakan berjumlah 144.000 orang. Jumlah keanggotaan gereja kita adalah kira-kira 300.000 orang. Ini berarti gereja akan terbagi dua dan sesuai dengan sepuluh anak dara itu, lima dari antaranya adalah bijaksana dan lima lainnya adalah bodoh. Dengan kata lain, terbagi menjadi dua bagian. Kiranya Allah membantu umat-Nya, dan mengaruniakan kepada kita suatu khayal mengenai apa artinya dosa supaya dapat kita membuang kejahatan berbahaya yang masih ada di dalam sidang (rumah Allah). Khayal yang sedemikian ini akan membuat kita berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dilakukan di tengah-tengahnya itu. Barangsiapa yang mengerti akan kutuk dosa itu tidak akan mau menutup-nutupi kejahatan yang ada demi untuk memperoleh simpati siapapun juga. Kiranya Allah dapat mengangkat kita dari tingkat kerohanian yang rendah di mana kita telah jatuh, dan menyelamatkan kita dari kesuaman Laodikea yang ada. Kiranya kita, seperti halnya Niniweh yang bijaksana di zaman dahulu itu, dapat mengalahkan nubuatan, supaya surga dapat bersukacita. 

PEMETERAIAN DIMULAI –– SIDANG DALAM KEMEROSOTAN 

Ternyata bahwa jika pemeteraian maupun pembantaian itu kedua-duanya berlaku di dalam rumah Allah, yaitu sidang (umat-Nya), dan jika lebih dari separuh umat harus binasa karena dosa-dosa mereka terkecuali mereka bertobat, dan jika kurang dari setengah keanggotaan yang ada sekarang akan berjumlah 144.000, maka pasti peristiwa itu tidak mungkin dimulai dalam beberapa tahun yang lalu; bahkan sangat tidak mungkin

peristiwa itu dimulai bersamaan dengan mulainya pekabaran malaikat yang ketiga, sebab belum lagi ada sidang pada waktu itu melainkan baru hanya ada beberapa orang.  Pemeteraian itu tidak mungkin dimulai pada waktu sidang berada dalam kondisi kerohanian yang baik. Pemeteraian itu harus dimulai pada waktu sidang berada dalam tingkat kerohaniannya yang terendah, dan tercemar dengan dosa. Orang-orang yang akan memperoleh pemeteraian dan menghindari pembantaian itu harus berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya. Buku Testimonies for the Church, jilid 8, halaman 250 mengatakan : “Jika sidang yang kini sedang diracuni dengan kemurtadannya sendiri itu tidak bertobat dan berbalik, maka ia akan kelak memetik hasil perbuatannya sendiri, sampai kelak ia akan benci akan dirinya sendiri.” 

Berbicara tentang mereka yang 144.000 itu buku Testimonies, jilid 5, halaman 210 – 211 mengatakan, “Orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis ini membawakan firman-firman kehidupan (suatu pekabaran), mereka menegur, menasehati, dan menghimbau. Beberapa orang yang telah mempermalukan Allah bertobat dan merendahkan hati mereka di hadapan-Nya. Tetapi kemuliaan Tuhan telah meninggalkan Israel. Walaupun banyak orang masih terus melanjutkan bentuk-bentuk ibadah dalam rupa saja, namun kuasa dan kehadiran-Nya sudah tidak ada lagi. Pada waktu apabila murka-Nya akan keluar dalam pehukuman-pehukuman, pengikut-pengikut Kristus yang sederhana dan yang setia ini akan kelak dapat dibedakan dari penduduk dunia lainnya oleh jiwa mereka yang bersedih, yang terlihat dalam ratap dan tangis, teguran-teguran dan amaran-amarannya. Sementara orang lain mencoba menutup-nutupi kejahatan yang ada, dan memaafkan kekejian besar yang merajalela di mana-mana, maka mereka yang memiliki semangat yang sejati untuk memuliakan Allah dan memiliki kasih terhadap jiwa-jiwa, mereka tidak akan berdiam diri demi untuk memperoleh simpati siapapun juga. ....... Mereka meratap dan sedih jiwanya karena kesombongan, keras kepala, sifat mementingkan diri, dan kesesatan dalam hampir setiap bentuk terdapat di dalam sidang ....... Kelas orang-orang yang tidak merasa sedih terhadap kemerosotan kerohaniannya sendiri, atau menangis karena dosa-dosa orang lain, mereka akan dibiarkan tanpa meterai Allah. ....... Di sini kita saksikan bahwa sidang -- tempat kesucian Tuhan -- adalah pertama sekali akan merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang bangsawan, kepada siapa Allah telah mengaruniakan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal kepentingan kerohanian umat, mereka telah menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.” 

Buku Testimonies, jilid 5, halaman 82, “Panggilan bagi tugas besar dan penting ini telah disampaikan kepada orang-orang terpelajar dan yang berkedudukan. Kalau saja mereka ini menganggap dirinya kecil, lalu menaruh harap sepenuhnya kepada Tuhan, maka Ia sudah akan menghargai

mereka dengan memberikan mereka membawa standar keberhasilan-Nya sampai mencapai kemenangan. Tetapi mereka memisahkan diri dari Allah. Mereka menyerah kepada pengaruh dunia, dan Tuhan menolak mereka”. 

Buku Testimonies, jilid 5, halaman 211 – 212, “Mereka telah mengambil pendirian agar kita tidak perlu lagi mengharapkan keajaiban-keajaiban dan manifestasi kuasa Allah yang nyata seperti halnya di zaman dahulu. Sejarah sudah berubah. Kata-kata ini menguatkan ketidak-percayaan mereka, sehingga mereka menyatakan, “Tuhan tidak mau berbuat yang baik, Ia juga tidak mau berbuat yang jahat. Ia adalah sangat pemurah untuk menghukum umat-Nya.” Demikianlah damai dan sejahtera adalah teriakan dari orang-orang yang tidak pernah lagi mau mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub segala dosa mereka. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah mereka yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak kecil, semuanya akan binasa bersama-sama. Kekejian-kekejian yang karenanya mereka yang setia itu berkeluh-kesah dan menangis semuanya itu masih dapat dilihat dengan mata biasa, tetapi dosa-dosa yang terjahat yang jauh lebih lagi dari itu, yaitu yang membakar kecemburuan Allah yang suci dan murni itu, belum diungkapkan ..... Semua tindakan kita sendiri pun akan menentukan apakah kita akan dapat memperoleh meterai dari Allah yang hidup itu, atau kita akan ditumpas dengan senjata-senjata yang membinasakan itu.” Jika kita hendak menandai dengan tepat kapan pemeteraian itu dimulai, maka kita akan mengatakan bahwa ia itu dimulai kira-kira dalam tahun 1929. Ruangan di sini tidak mengijinkan bagi kami untuk mengemukakan semua alasan kami untuk mempercayai yang sedemikian ini, namun dalam penyelidikan yang lain semua ini akan dikemukakan. 

Untuk memperoleh pengertian yang sepatutnya tentang pekabaran malaikat yang ketiga itu, maka kita akan membaginya ke dalam tiga masa periode : (1) Permulaan dari pemberitaan mengenai Sabat yang benar itu, Wahyu 14 : 6 – 11; (2) Reformasi, dan pemeteraian dari mereka yang 144.000 itu, Wahyu 7 : 1 – 8; (3) Seruan Keras, Wahyu 18 : 1. Dengan diumumkannya kebenaran tentang pemeteraian itu, maka terbuktilah bahwa kita kini berada dalam masa periode yang kedua. Jika kita tidak mengetahui permulaan dari pekabaran malaikat yang ketiga itu sejak pertama dimulainya, maka kita tidak akan dapat memiliki pekabaran apapun juga. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui saat dari kedua masa periode yang terakhir itu kapan keduanya tiba, yang sesungguhnya tidak kurang pentingnya bagi kita.

ALASAN DARI KELUH-KESAH DAN MENANGIS 

Buku Testimonies, jilid 5, halaman 210, 211 : “Pada waktu apabila murka-Nya kelak keluar dalam pehukuman-pehukuman, pengikut-pengikut Kristus yang sederhana dan yang setia ini akan kelak dapat dibedakan dari penduduk dunia lainnya oleh jiwa mereka yang bersedih, yang terlihat dalam ratap dan tangis, teguran-teguran dan amaran-amarannya. Sementara orang lain mencoba menutup-nutupi kejahatan yang ada, dan memaafkan kekejian besar yang merajalela di mana-mana, maka mereka yang memiliki semangat yang sejati untuk memuliakan Allah dan memiliki kasih terhadap jiwa-jiwa, mereka tidak akan berdiam diri demi untuk memperoleh simpati siapapun juga. Jiwa-jiwa mereka yang benar dibebani dari hari ke hari dengan perbuatan-perbuatan dan pembicaraan-pembicaraan yang tidak suci dari mereka yang tidak benar itu. Mereka adalah tidak mampu untuk menghentikan derasnya arus kejahatan, maka sebab itu mereka dipenuhi dengan kesedihan dan perasaan tidak tenteram. Mereka menangis di hadapan Allah karena melihat agama diremehkan di dalam rumah-rumah tangga orang-orang yang telah memperoleh terang besar. Mereka meratap dan sedih jiwanya karena kesombongan, keras kepala, sifat mementingkan diri, dan kesesatan dalam hampir segala bentuk terdapat di dalam sidang. Roh Allah, yang mendorong untuk menegur, telah diinjak-injak, sementara sebaliknya hamba-hamba Setan berhasil menang. Allah dipermalukan, kebenaran dibuat menjadi tidak berpengaruh ..... Kekejian-kekejian yang karenanya mereka yang setia itu berkeluh-kesah dan menangis, semuanya itu masih dapat dilihat dengan mata biasa, tetapi dosa-dosa yang terjahat yang jauh lebih lagi dari itu, yaitu yang membakar kecemburuan Allah yang suci dan murni itu, belum diungkapkan.” 

Buku Testimonies, jilid 1, halaman 471, 472 : “Suatu kesalahan besar telah dibuat oleh beberapa orang yang mengakui kebenaran pada waktunya, oleh menawar-nawarkan barang-barang dagangan selama berlangsungnya pertemuan-pertemuan, dan karena perdagangan mereka itu pikiran-pikiran orang telah dialihkan dari tujuan pertemuan-pertemuan itu ..... “Adalah tertulis, bahwa rumah-Ku akan kelak disebut rumah sembahyang, tetapi kamu telah membuatnya menjadi sarang pencuri.” Para pedagang ini dapat saja menyatakan dirinya tidak bersalah karena barang-barang yang ditawarkannya itu adalah untuk persembahan-persembahan kurban. Tetapi tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan, untuk memperoleh uang, untuk menumpuk kekayaan ..... Para pendeta telah berdiri di mimbar dan menghotbahkan suatu hotbah yang sangat penting, dan kemudian oleh menawarkan barang dagangan, lalu bertindak sebagian sebagai seorang salesman, bahkan di dalam rumah Allah, maka mereka telah menyesatkan pikiran para pendengarnya dari kesan-kesan yang sudah mereka peroleh, lalu merusak hasil pekerjaan mereka sendiri ..... Waktu

dan tenaga mereka seharusnya disimpan, supaya semua usaha mereka dapat menyeluruh diberikan dalam pertemuan-pertemuan itu. Waktu dan tenaga mereka seharusnya tidak boleh diambil untuk menjualkan buku-buku kita apabila semua itu dapat dibawa dengan sepantasnya ke hadapan umum oleh orang-orang yang tidak mempunyai tanggung jawab untuk menghotbahkan firman.” 

Buku Testimonies, jilid 8, halaman 250 : “Siapakah dapat mengatakan dengan sebenar-benarnya, ‘Emas kita sudah teruji di dalam api; pakaian kita adalah tidak ternoda oleh dunia?’ Aku melihat Penunjuk Jalan kita itu menunjuk kepada pakaian-pakaian mereka yang disebut orang-orang benar. Sambil menelanjangi mereka, maka Ia membuka semua kekotoran itu di bawah. Lalu kata-Nya kepadaku : ‘Tidakkah engkau melihat bagaimana mereka itu berpura-pura menutup-nutupi kekotoran dan kebusukan tabiat mereka?’ ‘Bagaimanakah negeri yang setia itu telah menjadi seorang sundal?’ Rumah Bapa-Ku telah dibuat menjadi sebuah rumah perdagangan, suatu tempat di mana kehadiran dan kemuliaan samawi sudah tidak ada lagi. Karena alasan inilah terdapat kelemahan, dan kekuatan tidak ada lagi.” Demikianlah waktu dan kondisi dari sidang pada permulaan pemeteraian mereka yang 144.000 itu digambarkan dengan jelas baik oleh Alkitab maupun oleh Roh Nubuatan. Adalah kenyataan yang tak dapat disangkal di antara umat Masehi Advent Hari Ketujuh, bahwa sidang sudah merosot jatuh beberapa tahun lamanya, tetapi belum pernah ia jatuh dalam kondisi kerohaniannya yang serendah sedemikian rupa seperti sekarang. Hampir-hampir tidak ada lagi perbedaan apapun pada waktu ini di antara sidang dan dunia. 

SEBAGIAN DAFTAR DARI KEKEJIAN-KEKEJIAN DI DALAM SIDANG 

  1. Tidak ada yang menaruh hormat di dalam rumah Allah : Yesaya 56 : 7; buku Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 492 – 500.
  2. Meniru mode-mode dunia ini : Yesaya 3 : 16; buku Testimonies for the Church, jilid 1, halaman 269, 270; jilid 4, halaman 632; jilid 3, halaman 379; jilid 5, halaman 78; jilid 1, halaman 189 – 191; jilid 1, halaman 135, 136; jilid 4, halaman 631.
  3. Membelanjakan uang untuk barang yang bukan makanan (reformasi kesehatan) : Yesaya 55 : 2; Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 197; Yesaya 56 : 12 (Banyak petunjuk dapat diberikan dari buku-buku Testimonies mengenai masalah ini, tetapi ruangan tidak memungkinkannya di sini).
  4. Penggunaan uang perpuluhan –– guru-guru sekolah (mereka yang mengajar Alkitab)

tidak dibayar dengan perpuluhan sebagaimana yang seharusnya : Testimonies for the Church, jilid 6, halaman 215.

  1. Rumah Allah dibuat menjadi rumah dagang untuk berjual beli buku-buku terbitan gereja dari segala jenis : Yesaya 58 : 3; Yesaya 56 : 7; Testimonies for the Church, jilid 1, halaman 471, 472; jilid 8, halaman 250.
  2. Harga-harga yang tinggi terdapat di dalam lembaga-lembaga kita, sedangkan sebaliknya semua itu seharusnya berada di bawah biaya-biaya perbelanjaan yang ada : Testimonies for the Church, jilid 8, halaman 142; Yesaya 56 : 12; Yesaya pasal 58.
  3. Ketidak-percayaan kepada Roh Nubuatan : Kalau bukan diakui oleh kata-kata, hal ini diakui oleh perbuatan.
  4. Gagal mengamarkan kepada anggota-anggota sidang mengenai pekabaran Eliyah : Maleakhi 4 : 5; Testimonies to Ministers, halaman 475; Testimonies for the Church, jilid 4, halaman 402, 403.
  5. Ibrahim mematuhi Allah dalam semua perkara yang diperintahkan kepadanya, maka ia adalah sangat teliti walaupun sampai kepada perkara-perkara yang terkecil sekalipun; demikianlah telah diperhitungkan kepadanya karena kebenaran, tetapi kita tidak berbuat begitu. Bacalah Kejadian 26 : 5; Kejadian 15 : 6.
  6. Janji mengenai tanah itu (Kanaan Samawi) diperuntukkan kepada benih Abraham. Jesus mengatakan, “Jika kamu adalah anak-anak Abraham, maka kamu akan melakukan segala perbuatan Abraham. (Jika kamu bukan anak-anak Abraham) Kamu berasal dari bapamu si jahat itu, maka segala napsu bapamu itulah yang akan kamu lakukan.” Lihat Yohanes 8 : 39 - 44. (Oleh melakukan semua perbuatan Abraham), “Maka kamu adalah benih dari Abraham, dan ahli waris sesuai dengan perjanjian itu.” Galati 3 : 29.
  7. Menyatakan bahwa kita telah memiliki semua kebenaran dan tidak memerlukan apa-apa lagi.
  8. Mengabaikan semua tuntutan Alkitab tanpa melakukan penyelidikan terhadap terangnya. Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 211 : “Kekejian-kekejian yang karenanya mereka yang setia itu berkeluh-kesah dan menangis semua itu dapat dilihat dengan mata biasa, tetapi dosa-dosa yang terjahat yang jauh lebih lagi dari itu, yaitu yang membakar kecemburuan Allah yang suci dan murni itu, belum diungkapkan.” 

AKAN BERLANGSUNGKAH PEMETERAIAN INI SAMPAI BERAKHIR MASA KASIHAN? 

Pemeteraian mereka yang 144.000 itu tidak dapat berlangsung sampai kepada akhir masa kasihan, sebab mereka harus dimeteraikan jauh sebelum waktu itu, dan pemeteraian itu harus berakhir mendahului seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Buku Early Writings, halaman 277 mengatakan : “Aku tampak malaikat-malaikat bergegas-gegas pergi datang di dalam surga,

turun ke bumi dan kembali naik ke surga, bersiap-siap untuk memenuhi sesuatu peristiwa penting. Kemudian aku tampak seorang malaikat perkasa lainnya bertugas turun ke bumi, untuk menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan kekuatan kepada pekabarannya. Kuasa besar dan kemuliaan dikaruniakan kepada malaikat itu, maka karena ia turun, bumi ini diterangi dengan kemuliaannya ...... Pekabaran ini tampaknya merupakan suatu tambahan terhadap pekabaran yang ketiga.” Tampaknya di dalam ucapan ini, “malaikat-malaikat itu bergegas-gegas pergi datang”, Nyonya White memaksudkan kepada kegenapan dari Yehezkiel pasal 9; dan kemudian menyusul malaikat perkasa dari seruan keras Wahyu 18 : 1. 

Yehezkiel pasal 9 tidak mungkin menemui kegenapannya pada waktu kedatangan Kristus di dalam awan-awan, karena pembantaian itu terjadi di dalam gereja. Sidang Kristus harus menjadi suci dan bersih, bebas dari setiap noda jauh sebelum Yesus datang. Jika kita tidak berada dalam kondisi suci seperti ini, maka kita tidak dapat mengharapkan untuk dapat tahan berdiri dalam masa kesusahan, atau pun dapat melepaskan diri dari akibat-akibat bela-bela yang akan datang itu. Sidang tidak dapat berdiri tanpa seorang penengah baik sesudah masa kasihan ataupun sebelumnya, jika masih terdapat sesuatu kekejian di dalam perkemahan Israel. “Karena demikianlah firman Tuhan Allah orang Israel, Ada sesuatu barang terkutuk di tengah-tengah kamu, hai Israel. Kamu tak akan dapat bertahan menghadapi musuh-musuhmu, sebelum barang terkutuk itu kamu singkirkan dari antaramu.” Yosua 7 : 13. 

Sebagai gambaran dan perbandingan mengenai kesetiaan dan persatuan umat pada masa kesusahan selama bela-bela itu, kami mengutip buku Early Writings, halaman 282 — 283 : “Aku tampak orang-orang suci itu meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, lalu berhimpun bersama-sama secara berkelompok, dan tinggal di tempat-tempat yang sangat terpencil. Malaikat-malaikat menyediakan bagi mereka makanan dan air, sementara sebaliknya orang-orang jahat menderita kelaparan dan kehausan. Kemudian aku tampak pemimpin-pemimpin dunia bersama-sama saling berkonsultasi, dan Setan berikut malaikat-malaikatnya sibuk mengelilingi mereka. Aku tampak sebuah tulisan, yang mana salinan-salinan dari tulisan itu disebarkan di berbagai tempat di negeri itu, memberikan perintah, bahwa jika orang-orang suci tidak mau melepaskan iman mereka yang istimewa itu, melepaskan Sabatnya, lalu mematuhi hari yang pertama dari minggu, maka sesudah jangka waktu tertentu semua orang akan bebas untuk menghukum mati mereka itu ..... tetapi malaikat-malaikat dalam bentuk prajurit-prajurit perang bertempur bagi mereka. Setan ingin memiliki kuasa untuk membinasakan orang-orang suci dari

DIA YANG MAHA TINGGI, tetapi Yesus meminta malaikat-malaikat-Nya agar terus mengawasi mereka itu .....  Menyusul datang rombongan besar orang-orang jahat yang penuh amarah, dan sesudah itu suatu masa malaikat-malaikat jahat, yang memberi semangat kepada orang-orang jahat itu untuk membunuh semua orang suci itu. Tetapi sebelum mereka berhasil mendekati umat Allah, orang-orang jahat itu harus pertama sekali berhasil melewati rombongan malaikat-malaikat suci yang perkasa ini. Inilah yang tidak mungkin. Malaikat-malaikat Allah membuat mereka itu mundur, dan juga membuat malaikat-malaikat jahat yang memberikan semangat kepada mereka itu terpukul mundur.” Ternyata di sini, bahwa umat Allah adalah terpisah tersendiri, tanpa adanya seorang jahat pun di antara mereka. Malaikat-malaikat suci tidak akan mau melindungi orang-orang yang tidak suci dari rombongan orang jahat yang banyak itu. Di sini kita saksikan umat Allah berpisah sama sekali dari semua kejahatan. Oleh sebab itu ini menunjukkan bahwa pada waktu mereka keluar meninggalkan kampung-kampungnya mereka itu berada dalam persatuan yang sempurna. 

Jadi kapankah pembersihan sidang ini dilaksanakan? Yehezkiel pasal 8 menceritakan kepada kita tentang kekejian-kekejian yang dibuat di tengah-tengah Yerusalem (sidang); Yehezkiel pasal 9 mengungkapkan akibat-akibat bagi mereka yang tidak berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian itu. “Seorang berdosa dapat menyebarkan kegelapan yang akan mengeluarkan terang Allah dari seluruh perhimpunan.” Testimonies, jilid 3, halaman 265. 

LIMA ORANG MENGIKUTI YANG SEORANG 

Orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai itu harus segera mengikuti seorang lainnya yang membawa botol tinta penyurat. Allah harus memisahkan umat-Nya jika pembubuhan tanda itu memang mengandung arti penting, dan jika pemisahan itu tidak terjadi, maka curahan Roh Suci tidak akan dapat turun dengan sepenuhnya ke atas umat Allah. “Saya menanyakan arti dari keguncangan yang telah saya saksikan, maka telah ditunjukkan kepada saya, bahwa ia itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang disampaikan oleh nasehat dari Saksi Yang Benar kepada orang-orang Laodikea. Ini akan mempengaruhi hati para pendengarnya, dan akan memimpinnya untuk meninggikan standar lalu mengeluarkan kebenaran yang tegas. Sebagian orang tidak mau menerima kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit menentangnya, maka inilah yang akan menimbulkan keguncangan di antara umat Allah ...... Saya menanyakan apa yang telah membuat perubahan besar ini. Seorang malaikat menjawab, ‘Itu adalah hujan akhir, penyegar yang berasal dari hadirat Tuhan, yaitu seruan keras dari malaikat yang ketiga’.” Early Writings, halaman 270 – 271. Jelaslah,

bahwa kegoncangan itu harus terjadi mendahului datangnya “Seruan Keras itu.” Orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai itu sudah akan membunuh sebelum orang yang memiliki botol tinta penyurat kembali untuk melaporkan persoalan itu bahwa ia telah melaksanakannya sebagaimana yang diperintahkan kepadanya. Lihat Yehezkiel 9 : 8, 11. 

PERBEDAAN DI ANTARA 144.OOO ITU DAN ORANG-ORANG SUCI LAINNYA 

Menunjuk kepada Israel (secara daging) yang merupakan contoh dari Israel yang sebenarnya, yaitu 144.000 itu, Allah mengatakan : “Israel adalah anak sulung-Ku.” Keimamatan di dalam Israel kuno yang lalu telah diperkirakan akan dibentuk dari anak-anak sulung yang berasal dari setiap keluarga, maka sebab itu jabatan imamat disebut anak sulung. Kalau saja Israel telah mematuhi Allah dalam semua syariat-Nya, maka rencana ini sudah akan dilaksanakan, tetapi pada waktu mereka itu mencapai Gunung Sinai mereka telah membuat sebuah anak lembu emas dan menyembah sujud kepadanya. 

Pada waktu Musa turun dari gunung itu, ia telah mengambil catatan mengenai semua orang yang telah menyembah sujud kepada anak lembu itu. “Dengan berdiri di depan pintu gerbang perkemahan itu, Musa memanggil orang banyak itu, katanya : ‘Siapakah yang berpihak kepada Tuhan? Hendaklah ia datang ke mari kepada-Ku.’ Orang-orang yang tidak ikut dalam pendurhakaan itu harus mengambil tempat berdiri pada sebelah kanan Musa; orang-orang yang bersalah tetapi bertobat, berdiri pada sebelah kirinya. Perintah itu dipatuhi. Telah ditemukan bahwa suku bangsa Lewi ternyata tidak ikut mengambil bagian dalam penyembahan berhala itu.” Patriarchs and Prophets, halaman 324. Karena alasan inilah Allah telah menghargai suku bangsa Lewi. Kita baca di dalam halaman 277 : “Sesudah upacara tabernakel diciptakan, maka Tuhan memilih bagi diri-Nya suku bangsa Lewi untuk tugas-tugas pekerjaan di dalam tempat suci, dan bukan anak-anak sulung dari orang banyak itu.” 

Tetapi Allah mengatakan, “Israel adalah anak sulung-Ku”, -- Israel yang sejati -- mereka yang 144.000 itu. Jadi, janji itu akan menemukan kegenapannya di sini. Dari hal mereka itu kita baca “merupakan buah-buah pertama bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.” Kalau memang demikian halnya, maka mereka yang 144.000 akan menjadi imam-imam dan orang-orang Lewi. Yesaya 61 tidak mungkin menunjuk kepada kelas rombongan orang lain selain daripada kepada Israel perjanjian, yaitu mereka yang 144.000 itu, dan dari hal orang-orang Kafir yang akan datang kepada Tuhan oleh usaha-usaha mereka. Kita baca di dalam Yesaya 66 : 19, 20 : “Maka Aku akan menegakkan suatu tanda alamat di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang sudah luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa ....... Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan dari segala bangsa.”  Mereka ini (144.000) yang luput dari kebinasaan yang diramalkan

dalam Yehezkiel pasal 9, dan Yesaya pasal 63 itu, untuk mana Yesaya 66 : 16, 17 maksudkan, mereka akan dikirim kepada suatu tugas missi yang besar selama masa periode dari Seruan Keras. 

Kita baca di dalam Yesaya 61 : 5, 6 : “Maka orang-orang asing (orang-orang Kafir, atau mereka yang tidak tergolong 144.000 itu) akan berdiri memberi makan semua ternakmu, dan orang-orang asing akan menjadi pembajakmu dan penunggu-penunggu kebun anggurmu. Tetapi kamu akan diberi gelar Imam-Imam Tuhan : Orang-orang akan memanggilmu Pendeta-Pendeta dari Allah kita : Kamu akan makan segala kekayaan bangsa Kafir, dan dengan semua kemuliaan mereka itu kamu akan berbangga dirimu.” Orang-orang lain yang bukan mereka sendiri (144.000) akan memberi makan semua ternak mereka dan akan mengerjakan semua kebun anggur mereka (mengerjakan kebun bagi mereka) dengan cara yang sama seperti halnya dengan suku bangsa Lewi, karena mereka itu tidak mempunyai tanah. Walaupun orang-orang Lewi tidak memiliki warisan tanah, mereka menerima kira-kira 25 persen dari tambahan harta dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangan, demikianlah orang-orang lain selain mereka sendiri yang telah mengerjakan pekerjaan mereka. Demikian pula dengan mereka yang 144.000 itu, yang akan menjadi imam-imam di dalam dunia baru. Pengertiannya di sini bukannya bahwa perpuluhan dan persembahan-persembahan dari semua umat akan menjadi tunjangan mereka di dunia yang telah diperbaharui. Kata-kata firman ini hanya diberikan untuk menggambarkan jabatan yang akan mereka duduki. 

Yesaya 61 : 7 mengatakan : “Untuk ganti malumu kamu akan memperoleh hormat dua kali lipat; dan untuk ganti kekacauan mereka itu mereka akan bersorak-sorai dalam untungnya : Sebab itu di dalam negeri mereka, mereka akan memiliki dua kali lipat bagiannya : kesukaan kekal akan menjadi milik mereka itu.” Dengan memiliki dua kata pengganti, “kamu” dan “mereka”, kata pengganti “kamu” memperoleh dua kali lipat untuk malu mereka, tetapi kata pengganti “mereka” akan mempusakai tanah itu. “Kamu” ialah kata pengganti dari orang kedua kepada siapa Allah berbicara, maka dalam hal ini dimaksudkan kepada Israel (yaitu mereka yang 144.000 itu), tetapi kata pengganti “mereka” dimaksudkan kepada orang-orang Kafir yang tidak diperhitungkan di antara dua belas suku bangsa itu dan karena itulah mereka tidak tergolong kepada 144.000 orang itu, tetapi mereka selamat karena “mereka” akan bersorak-sorai dalam untungnya. 

Di dalam Testimonies, jilid 5, halaman 475 – 476, berbicara tentang mereka yang 144.000 itu kita membaca : “Mereka akan jadi seperti raja-raja dan imam-imam bagi Allah ....... ‘Inilah mereka yang mengikuti Anak Domba itu ke manapun Ia pergi’.” Sebab itu mereka yang 144.000 itu adalah imam-imam, dan Kristus adalah Imam Besar, (dan Raja). Dapatlah dikatakan bahwa apabila masa kasihan berakhir Kristus akan menanggalkan pakaian-pakaian keimamatan-Nya, dan tidak lagi menjadi Imam, tetapi tidak perlu kiranya timbul kekacauan dalam hal ini, karena kita baca di dalam Yesaya 66 : 22, 23 :  “Karena seperti segala langit yang baru dan

bumi yang baru, yang akan Ku jadikan itu, akan kekal di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikian itu pula kelak benihmu dan namamu akan kekal. Maka akan jadi kelak, bahwa dari bulan baru yang satu sampai kepada bulan baru lainnya, dan dari Sabat yang satu sampai kepada Sabat yang lainnya, segala manusia akan datang menyembah sujud di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan.” Demikianlah kita saksikan bahwa akan terdapat suatu cara peribadatan di dalam langit dan bumi yang baru yang akan memerlukan Imam-Imam dan orang-orang Lewi. 

* * *

BAB II 

EMPAT KELAS ORANG-ORANG TEBUSAN 

Pelajaran berikut ini diberikan untuk membuktikan, bahwa rombongan besar orang-orang dari Wahyu 7 : 9 adalah orang-orang suci yang hidup, yaitu mereka yang bersama-sama dengan 144.000 itu, akan kelak diubahkan pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Semua orang yang selamat sepanjang sejarah dunia, semenjak dari Habel yang benar itu sampai kepada penutupan pintu kasihan, adalah terbagi dalam empat kelas yang besar, terpisah, dan terkenal, sebagai berikut : 

Kelas 1 : Rombongan 144.000 dari Wahyu pasal 7, yaitu dua belas suku bangsa Israel yang dijanjikan; suatu rombongan istimewa dengan suatu pengalaman yang istimewa.

Kelas 2 : Orang-orang yang diubahkan pada kedatangan Kristus di dalam awan-awan (rombongan besar dari Wahyu 7 : 9).

Kelas 3 : Berjuta-juta orang dari segala zaman yang telah mati sahid karena iman mereka.

Kelas 4 : “Orang-orang yang pernah sangat bersemangat dalam usaha Setan, tetapi mereka telah dipetik bagaikan puntung dari dalam api, mereka telah mengikuti Juruselamatnya dengan penyerahan yang bersungguh-sungguh dan mendalam.” Great Controversy, hal. 665.

Bangsa-bangsa dan pemerintahan-pemerintahan di bumi menjadi mulia oleh keteraturan yang baik sekali dari angkatan perangnya, dan baju-baju seragam mereka itu dibuat sesuai dengan jenjangan pangkat, sehingga dari seragamnya orang akan mengetahui pangkat dari seseorang prajurit, dan dari divisi atau resimen mana ia tergabung. Janganlah kita menyangka Allah yang besar itu kurang memiliki ketertiban bagi umat tebusan-Nya diperbandingkan kepada bangsa-bangsa di bumi dengan angkatan perang mereka. Kita mengetahui Allah memiliki ketertiban yang jauh lebih teratur daripada yang pernah dirancang oleh pemerintahan bumi manapun juga. Suatu usaha akan dibuat untuk membuktikan bahwa masing-masing kelas yang disebut di atas memiliki baju seragamnya sendiri-sendiri dengan mana mereka dapat dikenal dan dapat diketahui kelasnya. 

KELAS 1 

Di dalam buku Early Writings, halaman 16, 17 kita baca : “Di sini di atas laut kaca mereka yang 144.000 itu berdiri dalam suatu bentuk segi empat yang sempurna. Beberapa di antara mereka memiliki mahkota-mahkota yang amat cerah kelihatan, tetapi yang lainnya memiliki mahkota-mahkota yang tidak terlalu cerah. Beberapa mahkota tampaknya berat dibebani bintang-bintang, sementara yang lainnya hanya sedikit bintang-bintangnya. Semua mereka merasa sangat puas dengan mahkota-mahkotanya. Dan mereka semuanya adalah berpakaikan sebuah jas panjang

putih yang mulia dari bahu sampai ke kaki mereka.” Mereka yang 144.000 itu digambarkan memiliki “jas panjang putih yang mulia” ini sebagai bagian dari baju-baju mereka. 

KELAS 2 

Kelas 2 ini adalah orang-orang yang diubahkan (di samping 144.000 itu). Wahyu 7 : 9 mengatakan, “Sesudah ini (144.000 itu) aku lihat, maka heran, suatu rombongan besar yang tak seorang pun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat, dan bahasa, mereka berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba itu, berpakaikan jubah-jubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangan mereka.” Dapat dicatat bahwa rombongan ini memiliki pelepah kurma di dalam tangan mereka. 

KELAS 3 

Buku Early Writings, halaman 18, 19 : “Sementara kami berjalan bersama-sama, kami menjumpai suatu rombongan orang-orang yang juga sedang memandang pada kemuliaan-kemuliaan tempat itu. Saya memperhatikan adanya warna merah sebagai suatu garis batas pada baju-baju mereka; mahkota-mahkota mereka bercahaya-cahaya; jubah-jubah mereka adalah putih murni. Setelah kami memberi hormat kepada mereka, saya menanyakan kepada Yesus siapa mereka itu. Jawab-Nya bahwa mereka itu ialah para martir yang telah mati sahid karena-Nya. Bersama-sama dengan mereka itu terdapat suatu rombongan anak-anak kecil yang tak terhitung jumlahnya; mereka juga memiliki sambungan warna merah pada baju-baju mereka.” Demikianlah kelas 3 ini (para martir), digambarkan memiliki “warna merah pada baju-baju mereka.” 

KELAS 4 

Orang-orang yang sangat berdosa yang telah dipetik bagaikan puntung-puntung dari dalam api, tetapi mereka telah mati secara normal.

Mereka ini tidak memiliki jas panjang apapun juga pada bahu mereka, juga tidak ada pelepah kurma di dalam tangannya, juga tidak ada warna merah pada garis perbatasan sekeliling baju-baju mereka, tetapi mereka memiliki mahkota-mahkota keemasan. Mahkota-mahkota mereka ini berbeda daripada mahkota-mahkota milik 144.000 itu, yaitu pada mahkota-mahkota dari mereka yang 144.000 itu terdapat “bintang-bintang” seperti yang diuraikan pada Kelas 1 di atas. Demikianlah kita telah memiliki gambaran dari empat kelas rombongan ini berikut lambang-lambang dari baju-baju mereka, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut :

Kelas 1 : Rombongan 144.000 itu memiliki jas panjang putih yang mulia, dan bintang-bintang pada mahkota-mahkota mereka.

Kelas 2 : Rombongan besar orang-orang dari Wahyu 7 : 9, yang memiliki pelepah korma di dalam tangan mereka.

Kelas 3 : Berjuta-juta orang dari segala zaman yang telah mati sahid, mereka memiliki warna merah sekeliling baju-baju mereka sebagai garis perbatasan.

Kelas 4 : Orang-orang yang sangat berdosa yang telah dipetik bagaikan puntung dari dalam api yang bernyala-nyala, tetapi mereka telah mati secara normal, mereka memiliki jubah-jubah putih dan mahkota-mahkota keemasan, tetapi tidak terdapat bintang-bintang pada mahkota-mahkotanya. Sama seperti orang-orang dari Wahyu 4 : 4. 

Sudah harus merupakan alasan yang pasti untuk menggambarkan baju-baju seragam khusus yang sudah harus ada untuk mengungkapkan kebenaran ini. 

CONTOH DAN CONTOH SAINGAN 

Roh Nubuat mengatakan bahwa Eliyah adalah melambangkan orang-orang yang akan hidup pada waktu Kristus datang, dan akan diubahkan dalam sekejap mata, dan akan diangkat. Buku Desire of Ages, halaman 421 : “Eliyah yang telah diangkat ke surga tanpa menyaksikan kematian itu, adalah melambangkan orang-orang yang akan hidup di atas bumi pada kedatangan Kristus kedua kali, dan yang akan diubahkan dalam sekejap mata pada bunyi trompet yang terakhir.” 

Petunjuk telah dibuat mengenai Enoch di dalam buku Patriarch and Prophets, halaman 88, 89 : “Tabiat yang saleh dari nabi ini melambangkan keadaan kesucian yang harus dimiliki oleh orang-orang yang akan ditebus dari bumi pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali ....... Tetapi seperti halnya Enoch, umat Allah akan mencarikan kemurnian hati, dan kecocokan dengan kehendak-Nya, sampai kelak mereka akan memantulkan kesamaan dari Kristus. Seperti halnya Enoch mereka akan mengamarkan kepada dunia mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kali, dan mengenai pehukuman yang akan datang terhadap pelanggaran, dan oleh pembicaraan dan teladan mereka yang suci mereka akan mempersalahkan dosa-dosa dari orang-orang yang tidak beribadah. Sebagaimana Enoch telah diangkat ke surga mendahului kebinasaan dunia oleh air bah yang lalu, demikian itu pula orang-orang benar yang hidup akan diangkat dari bumi ini sebelum kebinasaannya oleh api.” 

Walaupun Eliyah melambangkan orang-orang yang akan diangkat pada kedatangan Kristus yang kedua kali, Enoch pun demikian halnya. Kedua orang ini diangkat tanpa menyaksikan kematian. Persoalannya adalah, mengapa ada dua contoh? Sebab ada dua rombongan umat yang akan diangkat, yaitu rombongan 144.000

dan rombongan besar orang-orang dari Wahyu 7 : 9.  Mereka yang 144.000 itu adalah orang-orang Israel; tetapi rombongan besar itu bukan orang-orang Israel. Enoch bukanlah seorang Israel, maka sebab itu ia tak mungkin melambangkan Israel, mereka yang 144.000 itu. (Panggilan nama “Israel” itu belum ada sebelum masanya Yakub yang hidup beberapa abad kemudian setelah Enoch diangkat. Penjelasan yang lebih jelas mengenai masalah ini akan diberikan dalam bab yang lain). Kita akan menentukan kelas mana yang dilambangkan oleh Enoch melalui baju seragam yang dipakainya. Early Writings, halaman 40 mengatakan : “Di sana aku tampak Enoch tua yang baik hati itu yang telah diangkat. Pada lengannya yang kanan ia membawa selembar pelepah korma yang mulia, dan pada setiap daunnya ada tertulis ‘Kemenangan’.” Di sini kita menyaksikan Enoch juga memiliki “pelepah kurma” di dalam tangannya, sama dengan yang dimiliki oleh rombongan besar itu, yaitu kelas 2. 

Enoch disebut sebagai keturunan yang ke tujuh dari Adam. “Tujuh” berarti lengkap, yaitu selesai; dengan demikian merupakan contoh yang tepat dari kelas orang-orang yang dilambangkan oleh dirinya di dalam Wahyu 7 : 9 (rombongan besar itu). Kami akan berusaha membawakan suatu bukti lain, bahwa rombongan besar yang memiliki “pelepah kurma di dalam tangan mereka” itu adalah diangkat bersama-sama dengan mereka yang 144.000 itu. Di dalam buku Great Controversy, halaman 665, kita baca mengenai kelas 2, kelas 3, dan kelas 4 itu. Bagian yang berkenan dengan kelas 4 itu, terbaca sebagai berikut : “Terdekat dengan tahta adalah orang-orang yang pernah sangat bersemangat dalam usaha Setan, tetapi mereka telah dipetik bagaikan puntung dari dalam api yang bernyala-nyala, mereka telah mengikuti Juruselamat mereka dengan penyerahan yang dalam dan bersunguh-sungguh. Berikutnya adalah orang-orang yang telah menyempurnakan tabiat-tabiat Kristen mereka di tengah-tengah berbagai kepalsuan dan kekafiran, yaitu mereka yang telah menjunjung tinggi hukum Allah pada waktu dunia Kristen menyatakannya tidak lagi berlaku.” Di sini termasuk pula setiap dosa yang mungkin dilakukan seseorang berdosa dalam segala zaman (mereka yang telah mengambil pendirian di pihak Allah). 

Tetapi dari hal kelas 2 (rombongan besar itu), tidak ada petunjuk yang diberikan mengenai orang-orang berdosa jenis yang manakah mereka itu. Kelas 1 (mereka yang 144.000 itu), adalah disebut Israel yaitu suatu rombongan istimewa dengan pengalamannya yang istimewa. 

Sesudah meliputkan setiap dosa yang mungkin dialami seorang berdosa di dalam kelas 4 (mereka yang akan dibangkitkan itu), dan para martir di dalam kelas 3, maka Ilham mengatakan, “Dan di seberang sana terdapat ‘rombongan besar itu’ ...... dengan jubah-jubah putih, dan pelepah-pelepah kurma di dalam tangan mereka.” Oleh sebab itu, rombongan ini tidak mungkin dapat dimasukkan ke dalam dua kelas lainnya itu, ataupun dengan rombongan mereka yang 144.000 itu. Jika sekiranya kelas 2 (rombongan besar itu) adalah orang-orang yang selamat dan yang dibangkitkan dari segala zaman, maka semua orang yang selamat itu harus memiliki pelepah kurma di dalam tangan mereka, tetapi karena telah jelas bahwa

tidak semuanya memiliki pelepah kurma, maka mereka ini bukanlah semua orang yang selamat dari segala zaman itu, melainkan adalah hanya orang-orang yang diangkat, di samping mereka yang 144.000 itu. Pelepah kurma adalah lambang dari kemenangan atas kematian dan kubur; artinya, mereka itu tidak pernah merasai mati. 

Kembali, berbicara mengenai rombongan yang sama kita baca di dalam Wahyu 7 : 14 bagian terakhir : “Maka katanya kepadaku, ‘Inilah mereka yang muncul keluar dari kesusahan besar itu, dan yang telah membasuh jubah-jubah mereka, dan telah membuatnya menjadi putih di dalam darah Anak Domba’.” Jadi rombongan ini telah berjalan melewati masa kesusahan besar dari Daniel pasal 12, yaitu yang terdapat di dalam masa tujuh bela yang terakhir. Wahyu 7 : 16 bagian akhir berbunyi : “tiada mereka itu akan dipukul oleh sinar matahari, atau pun oleh sesuatu yang panas.” Mereka berjalan melewati bela yang ke empat, sehingga jelaslah bahwa rombongan ini hidup dalam masa akhir zaman, pada kedatangan Kristus yang kedua kali, –– untuk diangkat. 

SEBUAH PENJELASAN MENGENAI TULISAN EARLY WRITINGS, Halaman 15 

Berbicara mengenai pemberitahuan yang dibuat tentang kedatangan Kristus (hari dan jamnya), yang akan terjadi mendahului kebangkitan umum, dan pada saat kebangkitan istimewa itu, kita baca : “Tak lama kemudian kami dengar suara Allah yang bagaikan banyak air bunyinya, yang memberikan kepada kami hari dan jam kedatangan Yesus. Orang-orang suci yang hidup, yang berjumlah 144.000 itu, tahu dan memahami akan suara itu, tetapi sebaliknya orang-orang jahat menyangkanya guntur dan gempa bumi. Pada waktu Allah mengucapkan waktunya itu, Ia menuangkan atas kami Roh Suci, maka wajah-wajah kami mulai bercahaya dan bersinar-sinar dengan kemuliaan dari Allah, seperti yang dialami Musa pada waktu ia turun dari Gunung Sinai. Mereka yang 144.000 itu sekaliannya sudah termeterai dan bersatu dengan sempurna. Pada dahi mereka ada tertulis, Allah, Yerusalem baru, dan sebuah bintang mulia yang berisikan nama Yesus yang baru. Karena keadaan kami suci dan berbahagia maka orang-orang jahat naik amarahnya, lalu hendak menyerang dengan bengisnya untuk memukul kami untuk mendorong kami masuk ke dalam penjara, apabila kami akan merentangkan tangan dalam nama Tuhan, lalu mereka jatuh tak berdaya ke tanah.”

Kita jangan mengartikan, bahwa semua orang yang hadir pada waktu itu dan telah mendengar pemberitahuan yang dibuat mengenai “hari dan jam” itu adalah hanya rombongan 144.000 saja. Bahasa yang digunakan memperjelaskannya bahwa ada lebih banyak lagi dari itu, karena telah digunakan kata-kata pengganti “kami”, “kepada kami”, “mereka”, dan “kami punya”. Dalam menunjuk kepada mereka yang 144.000 itu kata sandang “itu” telah digunakan. Nyonya White tidak

menempatkan dirinya sebagai salah seorang dari rombongan 144.000 itu, melainkan sebaliknya kata pengganti “kami” telah digunakan. Oleh sebab itu harus ada lagi suatu rombongan yang lain yang hidup di samping mereka yang 144.000 itu. 

ELIYAH MELAMBANGKAN MEREKA YANG 144.OOO ITU 

Jika Enoch melambangkan rombongan besar dari Wahyu 7 : 9, maka Eliyah melambangkan mereka yang 144.000 itu, karena hanya ada dua rombongan di dalam sejarah dunia yang diangkat tanpa mengalami kematian. Bukti selanjutnya adalah tidak perlu; tetapi alasan alasan lain akan diberikan mengapa Eliyah melambangkan mereka yang 144.000 itu. Eliyah telah menyaksikan kekeringan dan kelaparan di Israel, maka demikian itu pula mereka yang 144.000 itu akan juga menyaksikan, karena kita baca dalam buku Great Controversy, halaman 649 : “Mereka telah menyaksikan bumi dihancurkan oleh kelaparan dan penyakit sampar, matahari dengan kuasanya membakar manusia dengan amat panasnya.” Eliyah memakai sebuah jas panjang mengelilingi bahunya ( 2 Raja-Raja 2 : 8 ) ; demikian pula mereka yang 144.000 itu memakai jas panjang. “Maka mereka semuanya berpakaikan sebuah jas panjang putih yang mulia dari bahu sampai ke kakinya.” Early Writings, halaman 17. 

Mengutip dari buku Testimonies to Ministers, halaman 475 : “Nubuatan harus digenapi. Tuhan mengatakan : ‘Tengoklah, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu sebelum datang hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu’.  Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang akan mengatakan : Anda terlalu bersungguh sungguh, anda tidak mengiterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuberitahukan kepadamu bagaimana untuk mengajarkan pekabaranmu itu.” Nyonya White tidak bermaksud untuk mengatakan, bahwa dialah Eliyah itu, melainkan dengan jelas ia katakan bahwa seseorang nabi harus datang dan nabi itu akan “memiliki roh dan kuasa yang sama dengan Eliyah”. Nabi ini harus datang mendahului kegenapan dari nubuatan Yehezkiel pasal 9, karena nubuatan Yehezkiel adalah sama dengan pengalaman Eliyah dengan Israel di zaman Ahab. Tugas Eliyah di zaman Ahab, raja Israel itu, ialah membuktikan kepada Israel bahwa mereka telah mendurhaka, dan sesudah berbuat begitu, ia mengambil para imam atau para nabi itu, lalu memenggal kepala mereka, dan mencampakkannya ke kali. Demikianlah roh dan kuasa dari Eliyah itu. 

Kita baca di dalam buku Testimonies to Ministers, halaman 445 : “Pemeteraian hamba-hamba Allah ini (144.000 itu : Wahyu pasal 7) adalah sama dengan apa yang ditunjukkan kepada Yehezkiel dalam khayal.” Jadi pemeteraian mereka yang 144.000 itu adalah

sama dengan Yehezkiel pasal 9, dan pembubuhan tanda oleh orang yang membawa botol tinta penyurat itu ialah meterainya. Segera setelah pembubuhan tanda itu selesai, maka “lima orang yang membawa senjata-senjata yang membinasakan itu berjalan mengikuti dia lalu membunuh baik tua maupun muda, baik anak-anak gadis maupun anak-anak kecil, dan kaum perempuan Dan mereka mulai terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.” 

Adalah pada waktu inilah mereka yang 144.000 itu dibubuhi tanda, atau dimeteraikan. Yehezkiel pasal 9 adalah cocok dengan pengalaman Eliyah untuk alasan ini : Nabi itu, atau pekabarannya disebut, Eliyah, “dengan roh dan kuasa Eliyah.” Nabi Eliyah berpikir semua Israel telah mendurhaka, dan bahwa ia sendiri yang tertinggal, tetapi Tuhan mengatakan bahwa Ia memiliki 7000 orang yang tidak menyembah sujud kepada Baal. “Tujuh” menunjukkan sesuatu yang lengkap atau jumlah yang sempurna, yang berdiri sebagai lambang, yang dalam hal ini berarti suatu jumlah ribuan yang lengkap. Jumlah lengkap dari orang-orang pilihan itu adalah 144.000. Demikian pula kita, seperti juga Eliyah, menyangka seluruh sidang telah hanyut mengikuti dunia (menyembah sujud kepada Baal). Demikianlah Eliyah telah merupakan contoh dari 144.000 orang suci hidup yang diangkat itu. 

MUSA –– CONTOH DARI KEBANGKITAN ORANG-ORANG BENAR 

“Musa di atas bukit perubahan (transfigurasi) telah menyaksikan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian. Ia melambangkan orang-orang yang akan bangkit dari kubur pada kebangkitan orang-orang benar”. Desire of Ages, halaman 421. Musa melambangkan kebangkitan umum atau kebangkitan yang pertama dari Wahyu 20 : 6. 

CONTOH DARI KEBANGKITAN ISTIMEWA 

Jika Musa melambangkan kebangkitan umum, maka siapakah yang akan melambangkan kebangkitan campuran atau kebangkitan istimewa dari Daniel 12 : 2 itu? Kita menemukan yang satunya di dalam Matius 27 : 52, 53. “Dan kubur-kubur terbuka. Dan banyak tubuh orang-orang suci yang tidur bangkit kembali, lalu keluar dari kubur-kubur mereka setelah kebangkitan-Nya, lalu pergi masuk ke kota suci, dan muncul terlihat kepada banyak orang.” Orang-orang suci yang memperoleh bagian dalam kebangkitan ini adalah terkumpul dari segala zaman. Ada yang barangkali telah hidup di masa Kristus berhotbah, dan telah kenal dengan Dia dan

pekerjaan-Nya, mereka telah menyaksikan kebangkitan-Nya. Bacalah Early Writings, halaman 184; Desire of Ages, halaman 786. 

Masih ada satu alasan lain mengapa Matius 27 : 52 merupakan contoh dari kebangkitan campuran ini. Orang-orang yang bangkit bersama-sama dengan Kristus menjadi saksi keilahian Kristus kepada orang-orang yang telah menyalibkan Dia. Berbicara mengenai kebangkitan campuran ini Daniel mengatakan : “Dan banyak dari mereka yang tidur di dalam lebu bumi akan bangkit, sebagian kepada hidup yang kekal, dan sebagian kepada malu dan kehinaan yang kekal.” Maka akan terdapat juga termasuk di dalamnya sebagian orang-orang benar yang telah hidup dan menyaksikan penyaliban itu; juga orang-orang yang telah menyalibkan Dia, dan menusuk Dia, karena (Wahyu  1 : 7) “Tengoklah, Ia datang dalam awan-awan; dan setiap mata akan melihat Dia, dan juga mereka yang telah menusuk Dia.” Oleh sebab itu, kebangkitan yang oleh kuasa Allah diperlihatkan kepada para pembunuh Anak-Nya itu, melambangkan orang-orang benar yang dibangkitkan di dalam kebangkitan campuran (kebangkitan istimewa). 

CONTOH DARI KEBANGKITAN YANG KEDUA 

Orang-orang jahat yang bangkit dalam kebangkitan campuran dari Daniel 12 : 2, dan yang harus mengalami kematian yang kedua pada kedatangan Kristus, melambangkan orang-orang yang akan bangkit pada akhir dari seribu tahun millenium, yang disebut kebangkitan orang-orang jahat. Bacalah Great Controversy, halaman 661, 662; Early Writings, halaman 52, 53. 

CONTOH DARI KEMATIAN YANG KEDUA 

Telah menjadi suatu masalah yang membingungkan apakah orang-orang jahat yang bangkit dalam kebangkitan istimewa dari Daniel 12 : 2 itu akan terus hidup, atau akan mati lagi bersama-sama dengan orang-orang jahat yang hidup pada kedatangan Kristus yang kedua kali, lalu dibangkitkan pada akhir dari seribu tahun itu. Karena Allah tidak akan membiarkan apapun terlepas sendiri, maka Ia telah meramalkan segala perkara dalam nubuatan, dan juga dalam contoh-contoh. Jika kita memiliki sesuatu contoh untuk setiap peristiwa lainnya, maka kita harus juga memiliki contoh untuk peristiwa ini. Orang-orang jahat yang bangkit itu, harus mati kembali bersama-sama  dengan orang-orang jahat yang lagi tinggal pada kedatangan Kristus di dalam awan-awan untuk melambangkan kematian yang kedua pada akhir seribu tahun millenium yang akan datang. 

Kini masalahnya ialah, Akan bangkit kembalikah mereka itu dalam kebangkitan yang kedua bersama-sama dengan orang-orang jahat? Sebagai jawaban terhadap pertanyaan ini, buku Early Writings,

halaman 292 mengatakan : “Pada kebangkitan yang pertama semua mereka keluar dalam bentuk pertumbuhan yang tiada mati; tetapi pada kebangkitan yang kedua bekas-bekas kutuk adalah jelas terlihat pada tubuh mereka semuanya. Raja-raja dan orang-orang bangsawan bumi ini, orang-orang kecil maupun orang-orang rendahan, orang-orang terpelajar maupun orang-orang yang tidak terpelajar, semuanya bangkit bersama-sama. Semua mereka memandang akan Anak Manusia; dan orang-orang itu yang telah mempermalukan dan mengolok-olok Dia, yang telah meletakkan mahkota duri di atas kepala-Nya yang suci, dan yang telah mencambuk Dia dengan rotan, semua mereka memandang Dia dalam segala kebesaran-Nya sebagai Raja. Orang-orang yang telah meludahi Dia selama jam Ia diadili kini menyembunyikan muka dari pandangan mata-Nya, dan dari kemuliaan wajah-Nya. Orang-orang yang telah memakukan melalui tangan-tangan-Nya dan kaki-Nya kini memandang akan bekas-bekas dari penyaliban-Nya itu. Mereka yang menusukkan tombak ke lambung-Nya kini memandang kepada bekas-bekas kekejaman mereka itu pada tubuh-Nya.” Melalui semuanya ini kita dapat mengerti bahwa orang-orang ini kembali ditemui di sana dalam kebangkitan yang kedua. Oleh sebab itu mereka dibangkitkan pada kedua kalinya pada akhir dari masa seribu tahun itu, untuk kembali mati dalam kematian yang kedua, yang telah dilambangkan oleh mereka sendiri, (oleh mengalami kematian yang kedua bersama-sama dengan orang-orang jahat yang hidup yang mati pada kedatangan Kristus yang kedua kali di dalam awan-awan). Demikianlah kita memiliki sebuah nubuatan dan sebuah contoh bagi setiap peristiwa yang harus, atau yang akan terjadi di dalam dunia kita yang jahat ini. 

Sebuah pemikiran mengenai kesempurnaan : 

  1. Kebangkitan Musa.
  2. Kebangkitan orang-orang pada waktu Yesus bangkit.
  3. Kebangkitan istimewa dari Daniel 12 : 2.
  4. Kebangkitan yang pertama dari Wahyu 20 : 6.
  5. Kenaikan Enoch ke surga.
  6. Kenaikan Eliyah ke surga.
  7. Kenaikan umum orang-orang ke surga pada kedatangan Kristus. 

Demikianlah, kita kembali memperoleh jumlah angka “tujuh” itu, yaitu tanda kesempurnaan keseluruhan, atau tanda selesai. Empat kebangkitan dan tiga kenaikan itu adalah meliputi semua orang suci baik yang dibangkitkan maupun yang diubahkan dan dinaikkan, kesemuanya merupakan jumlah angka tujuh, atau berakhir.

PARADE ORANG-ORANG SUCI 

Betapa indahnya kelak parade itu apabila orang-orang tebusan dari segala

zaman akan berbaris melalui jalan-jalan keemasan di segala tempat di dalam surga di antara semua yang suci dan yang diberkati. 

  1. Yang mengawal upacara yang besar itu kita saksikan berjuta-juta malaikat yang telah memberi pelayanan kepada semua orang tebusan sepanjang segala zaman.
  2. Musa, yang melambangkan orang-orang yang dibangkitkan, dan orang pertama yang menulis Alkitab; ia kita saksikan berjalan di depan sebagai pemimpin dari orang-orang yang bangkit, berbaju putih dan sebuah mahkota keemasan yang berkilau-kilauan terdapat di atas kepalanya. Orang-orang yang bangkit yang dilambangkan oleh dirinya adalah rombongan Kelas 4, mereka berjubah putih dan memiliki mahkota-mahkota keemasan.
  3. Berikutnya kita melihat Habel yang baik hati, yang tidak bersalah itu, ia melambangkan orang-orang yang mati sahid yang berjubah putih mulia dengan warna merah sekeliling baju mereka sebagai batas, ia memimpin berjuta-juta orang yang mati sahid dari segala zaman (Kelas 3), yang jubah-jubah mereka adalah sama dengan yang dipakai oleh pemimpin mereka, yaitu Habel.
  4. Kita kini memandang kepada Enoch tua yang baik hati itu, yang memiliki sekeliling kepalanya sebuah rangkaian bunga putih yang mempesona : Di atasnya terdapat sebuah mahkota yang indah yang lebih cerah cahayanya daripada matahari, dan pada tangan kanannya terdapat sebuah pelepah kurma yang mulia. Adalah di bawah pimpinannya orang banyak yang diangkat itu dibawa maupun diwakili, semuanya berpakaikan jubah-jubah putih yang murni, pelepah-pelepah kurma di dalam tangannya, dan mahkota-mahkota keemasan di atas kepala mereka.
  5. Yang terakhir dari semua orang tebusan itu adalah Eliyah pemberani itu, yang memakai jas putih panjang yang mulia dari bahu sampai ke kakinya. Suatu contoh dan pemimpin dari rombongan yang sangat mempesona, sungguhpun hanya kecil jumlahnya. Merupakan suatu rombongan istimewa dengan pengalaman istimewa, suatu keimamatan dari kerajaan, yaitu rombongan 144.000, yang berpakaikan jas putih murni yang mulia dari bahu sampai ke kaki mereka, dengan bintang-bintang pada mahkota-mahkota mereka. Wahyu 14 : 5, “Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat tipu : Karena mereka adalah tidak bercacad cela di hadapan tahta Allah.”
  6. Jika anak-anak Allah (Adam-Adam) dari dunia-dunia yang lain datang hadir di hadapan Tuhan sesuai tulisan Ayub 1 : 6, di dalam sebuah pertemuan perwakilan, maka tentunya anak-anak Allah (Adam-Adam) dari semua dunia tidak akan dikecualikan dari upacara yang terindah, dan yang satu-satunya arak-arakan di dalam jangka waktu Kekal tak terhingga yang akan datang.
  7. Yang terakhir dari semua, ialah Yesus dan rombongan besar samawi yang agung dengan sepuluh ribu kali sepuluh ribu, dan beribu-ribu malaikat-malaikat. Betapa hebatnya kelak pertemuan itu! Dapatkah kita menemukan sesuatu yang lebih harmonis daripada ini di dalam seluruh isi Alkitab? Bolehlah dicatat

bahwa kita sekali lagi memiliki angka Alkitab yang lengkap, yaitu angka “tujuh”, dan itu tidak akan bisa dibuat lebih atau pun kurang, namun meliputi semuanya. Tidakkah ini harus membangunkan perhatian dan semangat kita apabila kita menyaksikan betapa mulianya peristiwa yang telah tersedia bagi umat Allah yang setia? 

PENJELASAN TENTANG TINTA PENYURAT YANG TERDAPAT DI DALAM EARLY WRITINGS,  Halaman 279

Orang yang membawa tinta penyurat dari Yehezkiel pasal 9 ialah orang yang melaksanakan pemeteraian mereka yang 144.000 itu jauh sebelum berakhirnya masa kasihan. Beberapa orang mungkin keliru memahami ucapan yang dibuat di dalam Early Writings, dan karenanya menjadi bingung. Demi untuk kepentingan yang sedemikian inilah, maka kami memberikan penjelasan ini. Mengutip ucapan itu yang terdapat di dalam buku Early Writings, halaman 279 kita baca : “Aku tampak malaikat-malaikat sedang bergegas-gegas pergi datang di dalam surga. Seorang malaikat dengan tinta penyurat pada pinggangnya kembali dari bumi, lalu melapor kepada Yesus, bahwa tugasnya telah selesai, dan semua orang suci telah dihitung jumlahnya dan telah dimeteraikan. Kemudian aku tampak Yesus, yang bertugas di depan peti perjanjian yang berisikan sepuluh perintah itu, melemparkan ke bawah pedupaan itu. Ia mengangkat kedua tangan-Nya, lalu dengan suara besar mengatakan, ‘SUDAH GENAP’.” 

Adalah jelas sekali bahwa itulah malaikat yang membawa tinta penyurat itu, dan bahwa tugasnya telah selesai dilaksanakan; juga bahwa tugas Yesus telah selesai di dalam kaabah yang di surga (masa kasihan berakhir). Oleh karena malaikat ini memiliki tinta penyurat pada pinggangnya sama dengan orang yang di dalam Yehezkiel pasal 9 itu, bukanlah bukti bahwa itu adalah malaikat yang sama, karena hal itu mungkin saja dapat disangka bahwa mungkin ada lebih dari seorang malaikat yang membawa alat penulis yang sedemikian itu. Tetapi, itu mungkin adalah malaikat pembawa meterai yang sama yang terdapat dalam kedua peristiwa itu, tetapi yang dimaksud ialah, apabila orang dari Yehezkiel pasal 9 itu memeteraikan mereka yang 144.000 itu, maka pekerjaannya akan terus berlangsung sepanjang masa penuaian. 

Orang-orang suci itu harus dapat dihitung dan dimeteraikan dalam generasi ini sama seperti orang-orang yang telah dimeteraikan dalam abad-abad yang silam. Terbukti bahwa pekerjaannya telah berlangsung terus semenjak dari dosa pertama kali memasuki keluarga manusia, yaitu mungkin dimulai dengan Habel, dan terus berlangsung sampai kepada akhir masa kasihan, pada waktu mana tugasnya akan selesai.  

* * *

BAB III 

ESAU DAN YAKUB 

“Dan Ishak pun memohon kepada Tuhan dengan sangat akan hal isterinya, sebab ia mandul : Dan diluluskan Tuhan akan permintaannya, lalu Ribkah isterinya hamillah. Tetapi anak-anak itu saling bergumul di dalam perut ibunya, sehingga katanya, ‘Jika demikian halnya mengapa aku jadi begini?’ Lalu pergilah ia menanyakan kepada Tuhan. Maka firman Tuhan kepadanya, ‘Ada dua bangsa terdapat di dalam kandunganmu, yaitu dua bangsa yang berlainan yang akan dipisahkan dari rahimmu; maka bangsa yang satu akan lebih kuat daripada bangsa yang lainnya; dan yang tua akan diperhamba oleh yang muda.’ Setelah genap harinya untuk bersalin, maka tengoklah, ada anak kembar di dalam kandunganmu. Maka yang pertama keluar warnanya merah, keseluruhan tubuhnya seperti baju berbulu rupanya; maka mereka menamakan dia Esau. Kemudian daripada itu keluarlah adiknya laki-laki, dan tangannya adalah memegang tumit Esau; maka telah diberikan nama kepadanya Yakub.” Kejadian 25 : 21 – 26. 

Ilham mengatakan bahwa Ribkah tidak mempunyai anak dan Ishak memohon kepada Tuhan dan Tuhan mengabulkan permintaannya lalu Tuhan memberikan kepada isterinya anak kembar. Jika ini memang halnya maka ini tentunya bukan suatu peristiwa kebetulan saja. Tuhan ada di dalamnya. Tetapi jika ia hanya memohonkan seorang anak, maka mengapakah Tuhan memberikan kepadanya anak kembar? Kami tidak yakin Tuhan memberikan kepadanya anak kembar untuk menimbulkan banyak kekacauan di dalam keluarga itu seperti yang telah terjadi. Mengapakah kedua anak itu saling bergumul di dalam kandungan ibunya? Mengapakah yang seorang berwarna merah dan berbulu seluruh badannya, dan yang lainnya berwarna putih dan licin badannya? Dan mengapakah yang satu berpegang pada tumit yang lainnya? Semua pertanyaan ini timbul di dalam pikiran kami. Apapun alasannya, itu adalah rencana Ilahi, karena Ia lah yang memberikan kepada Ribkah anak-anak itu. Tentu saja tidak seorangpun akan berpikir bahwa Allah telah berbuat hal ini tanpa mempertimbangkan sesuatu maksud. Allah sendiri telah mengatakan kepada ibunya bahwa itu adalah pelajaran perumpamaan, karena firman Tuhan kepadanya, “Dua bangsa yang berlainan akan keluar dari rahimmu dan bangsa yang satu akan lebih kuat daripada bangsa yang lainnya.” Memang benar bahwa hasilnya adalah dua bangsa telah muncul, yaitu Edom dan Israel, tetapi dimanakah pelajaran tentang hal ini? 

Apapun pelajarannya, itu harus diperuntukkan bagi umat Allah. Itu tidak mungkin diperuntukkan bagi sejarah Wasiat Lama, karena mereka tidak pernah memperoleh manfaat apapun daripadanya.

Kita baca di dalam Galatia 4 : 22 – 25, bahwa Ishak melambangkan sidang Wasiat Baru, dan Ismael melambangkan sidang Wasiat Lama. “Karena ada tertulis, bahwa Abraham memiliki dua anak lelaki, seorang dilahirkan oleh hamba sahaya perempuan, dan yang lainnya dilahirkan oleh perempuan yang merdeka. Tetapi ia yang dari hamba sahaya perempuan itu dilahirkan dari kehendak daging, dan ia yang dilahirkan dari perempuan yang merdeka itu adalah karena perjanjian. Yang manakah yang merupakan kiasan : Karena keduanya ini adalah dua perjanjian; yang satu dari Gunung Sinai yang menurun kepada perhambaan, yaitu Hagar. Karena Hagar ini ialah Gunung Sinai di tanah Arab, sama seperti Yerusalem yang ada sekarang ini, karena ia menjadi hamba bersama-sama dengan anak-anaknya.” 

Paulus menulis di sini, bahwa Ismael melambangkan Israel badani. Hagar melambangkan sidang yang dibentuk di Gunung Sinai pada waktu Musa memilih tujuh puluh tua-tua. Bacalah buku Patriarchs and Prophets, halaman 382. Sanhedrin telah dibentuk terdiri dari tujuh puluh orang, oleh sebab itu, angka “70” adalah melambangkan sebuah organisasi sidang. Demikianlah Paulus mengatakan, “Karena Hagar ini ialah Gunung Sinai (perempuan –– lambang dari sidang) yang ada di tanah Arab.” Organisasi yang sama ini, sesudah mereka mengembara empat puluh tahun lamanya di padang belantara, mereka menyeberangi sungai Yordan lalu menetap di Yerusalem. “Karena Hagar ini ialah Gunung Sinai di Tanah Arab, sama seperti Yerusalem yang ada sekarang ini, karena ia menjadi hamba bersama-sama dengan anak-anaknya.” Jadi, Hagar melambangkan sidang sebelum kematian Kristus di kayu salib; Yerusalem kuno yang lalu. 

Kembali kita baca dimulai dengan ayat 26 : “Tetapi Yerusalem yang di atas (Yerusalem Baru yang ada sekarang di dalam surga. Wahyu 21) itu merdeka, yaitu ibu kita semua. Karena ada tertulis, Bersukacitalah, hai engkau yang mandul (Sarah), bertempik soraklah, hai engkau yang tiada merasai sakit bersalin : Karena perempuan yang ditinggalkan itu lebih banyak anaknya (ditinggalkan –– karena Sarah mengundurkan diri lalu memberikan suaminya kepada Hagar) daripada dia yang mempunyai suami (Hagar). Saudara-saudara, kini kita, seperti juga Ishak, adalah anak-anak perjanjian. Tetapi seperti halnya di masa lalu ia yang telah lahir dari kehendak daging itu (Ishmael) telah menganiaya dia yang telah lahir dari kehendak Roh (Ishak), maka demikian pula di waktu ini.” Galatia 4 : 26 – 29. (Karena Israel kuno di zaman rasul-rasul yang lalu telah menganiaya umat Kristen). Di sini Ilham mengatakan Sarah melambangkan Yerusalem yang di atas, yang ada di dalam surga sekarang (Wahyu 21), dan ia adalah ibu dari kita semua.  Paulus dalam tulisannya kepada sidang Wasiat Baru

(orang-orang asal Kafir) mengatakan, “Saudara-saudara, kini kita, seperti juga Ishak, adalah anak-anak perjanjian.” Paulus mengartikan, bahwa Ishak adalah melambangkan anak-anak dari Wasiat Baru, dan Sarah melambangkan sidang. 

Kembali kepada pokok pembicaraan kita, “Esau dan Yakub”, apapun pelajaran dari hal anak kembar ini, ia itu tidak mungkin berlaku terhadap sidang Wasiat Lama, karena jika Ishak adalah bapa dari mereka, lalu juga melambangkan sidang Wasiat Baru, maka pelajaran ini harus berlaku terhadap sidang yang dilambangkan olehnya. Jika ayah mereka telah berumur enam puluh tahun pada waktu Esau dan Yakub lahir, maka pelajaran ini tidak mungkin berlaku bagi periode permulaan dari sidang. Lambang ini harus berlaku bagi periode terkemudian dari sidang. 

LAMBANG DARI PERGUMULAN 

Anak-anak itu bergumul sebelum mereka dilahirkan. Ini pun harus merupakan suatu pelajaran. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan waktu kapan pelajaran ini berlaku. Telah ditetapkan oleh umur ayah mereka itu, bahwa pelajaran ini adalah berlaku bagi periode kemudian. Pergumulan anak-anak itu adalah sebelum mereka dilahirkan; jadi, pelajaran ini adalah bagi umat Allah sebelum mereka itu dilahirkan. 

WAKTU DAN SIDANG 

Pelajaran ini tidak mungkin terdapat di dalam dua sidang. Mengapa? Sebab mereka itu lahir dari satu ibu. Mereka harus datang di bawah pekabaran yang sama. Mengapa? Sebab mereka itu berasal dari ayah yang sama. Jika ini adalah generasi yang akan menyaksikan akhir zaman, dan sidang yang akan dilahirkan dan diangkat tanpa merasakan kematian, maka sekaranglah waktunya pelajaran ini berlaku. Sekarang pertanyaan yang timbul ialah, Dalam sidang yang manakah kelak ini akan menemukan kegenapannya? Ini hanya dapat menemukan kegenapannya di dalam sidang Allah yang benar. Jika gereja-gereja Protestan telah jatuh dan disebut Babil, maka mereka tidak lagi memperoleh bagiannya atau pun nasibnya dalam pelajaran ini. Jika gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah Israel yang benar itu, dan ia memiliki sebuah pekabaran yang belum pernah diajarkan oleh organisasi manapun juga yang lain; dan jika pekabaran yang kita bawa sekarang adalah kedatangan Kristus dan berakhirnya sejarah dunia dalam generasi ini, maka inilah sidang itu.

DUA KELAS UMAT 

Alkitab mengatakan anak kembar itu melambangkan dua kelas umat. Jika ini benar, maka kita memiliki dua kelas umat di dalam sidang. Kelas yang satu dilambangkan oleh Esau, kelas yang lainnya dilambangkan oleh Yakub. Menunjuk kepada tulisan Testimonies to Ministers, halaman 46 kita baca sebagai berikut : “Ada terdapat dua pengaruh yang saling bertentangan yang terus bekerja mempengaruhi anggota-anggota sidang. Pengaruh yang satu dengan bekerja bagi penyucian sidang, dan pengaruh yang lainnya sedang menyesatkan umat Allah.” Salah seorang dari anak-anak kembar itu berwarna merah dan berbulu badannya, dan yang lainnya licin dan putih warnanya. Kedua umat itu adalah berdosa. Mengapa? Sebab Esau berwarna merah, yaitu merah tua, tanda dari dosa. Yakub berwarna putih, namun namanya itu mengkhianati dia, sebab nama “Yakub” berarti “penipu”. 

LAMBANG DARI HAK KESULUNGAN 

Esau adalah anak yang pertama sekali lahir. Apapun juga yang akan diwariskan menurut hak kesulungan ia itu adalah kepunyaan Esau. Hukum Alkitab menggariskan bahwa anak sulung mempunyai hak untuk jabatan keimamatan. Karena alasan inilah, maka Yakub ingin mendapatkan hak kesulungan kepunyaan Esau itu. Jadi, Esau melambangkan kelas orang-orang yang menduduki jabatan keimamatan. 

LAMBANG DARI BULU 

Karena ia telah dilahirkan dengan berbulu, maka tubuhnya harus tertutup dengan suatu baju tebal yang berbulu, karena pada waktu Yakub ingin membohongi ayahnya untuk memperoleh pemberkatan, maka Ribkah, ibunya, telah menutup lehernya dan tangan-tangannya dengan kulit anak domba. Kecurigaan Ishak mengenai apakah itu suara Esau ataukah Yakub yang berbicara, telah mendorongnya untuk memeriksa tubuh anaknya. Kejadian 27 : 22, 23 berbunyi : “Maka datanglah Yakub hampir kepada Ishak bapaknya; lalu diraba oleh Ishak akan dia sambil katanya, Suara juga suara Yakub, tetapi tangannya ini tangannya Esau adanya. Tetapi tiada dikenalnya akan dia, sebab kedua belah tangannya berbulu juga seperti tangan Esau abangnya; maka diberkatinyalah akan dia.” Baju tebal yang berbulu yang menutupi tubuh Esau itu tidak alamiah, dan satu-satunya alasan mengapa Allah harus membuatnya demikian ialah untuk melambangkan tabiat dari kelas orang-orang yang dilambangkan olehnya.

Bulu atau rambut adalah lambang dari kekuasaan, kehormatan, kemuliaan, dan talenta (karunia-karunia pemberian Allah), untuk memungkinkan dia melaksanakan tugas-tugas jabatannya sebagai imam keluarga. Alasan-alasan berikut ini diberikan supaya meyakinkan sebagai berikut : Allah pada mula pertama telah menciptakan laki-laki dan perempuan. Ia menjadikan orang laki-laki raja dan pemimpin atas semua ciptaan-Nya, dan Ia telah memahkotainya dengan kehormatan, kemuliaan, dan kuasa –– yaitu talenta-talenta yang perlu untuk melaksanakan jabatannya. Kepada laki-laki dikaruniakan-Nya jenggot, tetapi tidak kepada perempuan. Rambut dari Simson adalah lambang dari kekuatannya. Di dalam 1 Korintus 11 : 15 kita baca : “Tetapi jika orang perempuan memiliki rambut panjang, maka itulah kemuliaan baginya.” 

LAMBANG DARI TUMIT ESAU 

Pada kelahiran kedua anak kembar itu Esau telah keluar lebih dulu, dan Yakub berpegang pada tumit Esau, dengan demikian yang muda telah diantar keluar oleh yang tua. Ini tidak mungkin terjadi “secara kebetulan”, karena tampaknya merupakan suatu keajaiban. Inilah satu-satunya kesempatan perhatian kita di bawah kepada suatu kejadian yang seperti ini, oleh sebab itu, Allah harus menghendakinya begitu, dan jika memang begitu harus terdapat suatu pelajaran di dalamnya. Tidak akan sukar bagi orang untuk melihat pelajaran yang diajarkan di sini oleh keajaiban itu. Yakub telah diantar keluar oleh tumit Esau, oleh karena itu, Esau harus melambangkan suatu kelas orang-orang yang memimpin. 

LAMBANG DARI WARNA MERAH 

Esau telah dilahirkan dengan warna merah, tetapi Yakub berwarna putih dan halus. Sebagai biasanya, anak-anak yang lahir kembar akan selalu sama, tetapi dalam contoh ini keadaannya terbalik. Sama sekali tidak ada kesamaan di antara Esau dan Yakub sebagai saudara kembar, baik dalam tabiat, dalam lahiriah, dalam warna, ataupun kulit yang menyelubungi tubuh mereka. Oleh sebab itu, kita kembali memiliki suatu keajaiban yang lain. Lambang ini cukup sederhana untuk dipahami. Merahnya adalah sama dengan merah tua. Alkitab menggunakan warna merah tua sebagai lambang dari dosa, seperti misalnya di dalam Yesaya 1 : 18; Wahyu 17 : 3; Wahyu 12 : 3. Esau melambangkan suatu kelas umat berdosa, sama seperti juga Yakub. Tetapi kelas orang-orang yang dilambangkan oleh Esau telah dikaruniakan hak-hak dan kesempatan-kesempatan istimewa untuk berbuat baik. 

LAMBANG DARI TABIATNYA ESAU 

Tabiat dari kedewasaan Esau mengungkapkan tabiat dari

keimamatan yang dilambangkannya. Esau adalah seorang pemburu binatang yang gagah perkasa, yaitu orang lapangan. Semua perhatiannya tertumpah kepada pertarungannya itu dan kebutuhan perutnya, tetapi ia sangat tidak menaruh perhatian kepada kedudukannya sebagai imam di dalam keluarga. Kelas orang-orang yang dilambangkan olehnya adalah lebih banyak menaruh perhatian kepada keplesiran, keuntungan, dan keinginan-keinginan dunia ini daripada mereka berada dalam hak-hak istimewa yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Esau tidak dapat mengendalikan napsu makannya. Ia lebih banyak memikirkan perutnya daripada yang diperbuatnya dalam jabatannya (jabatan imam). Ia melambangkan suatu kelas orang-orang yang ilahnya adalah perut mereka. Mereka lebih suka memuaskan napsu selera mereka daripada melaksanakan kewajiban mereka dan mematuhi kebenaran Allah. 

BERKATNYA ESAU 

Esau memiliki suatu berkat yang sangat berharga dalam jangkauannya : yaitu mewarisi kehidupan yang tiada mati. Itulah kesempatan istimewanya untuk melahirkan (mewarisi) 12 putera (suku bangsa) Israel. Dari Esau akan datang nabi-nabi, raja-raja, dan orang-orang bangsawan. Melalui garis keturunan Esau, Raja atas segala raja itu, yaitu Kristus yang diberkati akan datang. Semua berkat-berkat yang indah ini akan menjadi miliknya. 

Ada banyak orang yang seperti Esau. Ia melambangkan suatu kelas orang-orang yang memiliki suatu berkat istimewa dalam jangkauan mereka. Apakah berkat itu? Itu adalah suatu warisan –– yaitu 12 suku bangsa Israel yang benar, yaitu mereka yang 144.000 itu, yang akan menjadi imam-imam dan raja-raja. Bacalah buku Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 475, 476. Kelas rombongan orang-orang ini memiliki kesempatan istimewa mendatangkan kedatangan Kristus yang kedua kali itu, dan untuk menghantarkan sidang melewati perbatasan-perbatasan dari Kanaan samawi, lalu masuk ke dalam semua kemuliaan Allah. Sama seperti halnya garis keturunan Esau telah memiliki kesempatan istimewa untuk menghasilkan kedatangan Kristus yang pertama, dan karena Esau telah gagal pada kesempatannya, maka demikian itu pula, kelas orang-orang ini yang dilambangkan oleh Esau sedang berada dalam bahaya kegagalan pada kesempatan mereka. Betapa ruginya kehilangan warisan kehidupan yang tiada mati yang sama kekalnya dengan kehidupan Allah, Pencipta alam semesta; yaitu suatu kebahagiaan yang tak terukur, dan suatu kemuliaan berbobot yang kekal selama-lamanya. 

Tetapi Esau bernapsu terhadap suatu makanan kesenangannya lalu ia mengorbankan hak kesulungannya untuk memuaskan selera lidahnya, dan ia memperoleh hanya sedikit untuk itu, –– yaitu semangkok kacang merah. Ia melambangkan kelas orang-orang ini yang telah dikaruniai terang besar dan kesempatan-kesempatan istimewa untuk berbuat yang baik, tetapi mereka gagal untuk berbuat begitu. Kelas mereka ini akan mengorbankan suatu kemuliaan berbobot yang kekal yang tidak satu pun lidah manusia dapat menceriterakannya. Esau telah menyombongkan diri, bahwa ia dapat memperoleh hak kesulungannya itu sesuai kehendaknya, dan

membelinya kembali sesuai kesenangannya, tetapi pada waktu ia berusaha untuk membelinya kembali, walaupun dengan pengorbanan yang besar sekalipun di pihaknya, ia ternyata tidak mampu untuk berbuat begitu. Ia berusaha untuk bertobat dengan saksama dan dengan banyak air mata, namun semuanya itu sia-sia saja. Betapa ngerinya mengorbankan dengan sengaja kebenaran untuk memperoleh keuntungan duniawi dengan harga kehidupan yang kekal. Bacalah buku Testimonies, jilid 2, halaman 38, 39. Kutipan yang berikut ini diambil dari buku Patriarchs and Prophets, halaman 182 : “Sebagaimana Esau sadar menyaksikan kebodohannya karena tergesa-gesa menjual haknya itu setelah sudah sangat terlambat untuk menebus kembali kehilangannya, maka demikian itu pula kelak pada hari Allah pengalaman orang-orang yang menukarkan hak waris mereka ke surga dengan memenuhi semua keinginan napsu pribadinya.” 

Karena acuh tak acuhnya terhadap berkat-berkat samawi dan semua persyaratannya, maka Esau di dalam Alkitab telah dipanggil, “seorang yang cemar”. Ia melambangkan orang-orang yang meremehkan nilai penebusan yang telah dibayar lunas bagi mereka oleh Kristus, dan orang-orang yang siap mengorbankan hak waris mereka ke surga untuk mendapatkan perkara-perkara di bumi yang dapat binasa. Banyak sekali orang yang hidup bagi masa kini tanpa memikirkan atau mempedulikan hidup bagi hari depan. Seperti halnya Esau, mereka berseru, “Marilah kita makan dan minum, karena besok kita akan mati.” Patriarchs and Prophets, halaman 181. 

LAMBANG DARI REBUSAN KACANG 

Yakub adalah seorang yang bersih yang tinggal di dalam perkemahan, sebaliknya Esau berburu di ladang. “Yakub membuat rebusan kacang”, yang dibuat dari miju, dan diwarnai merah. Kami tidak tahu jenis warna yang digunakan Yakub untuk mendapatkan daya tarik terhadap makanannya yang menggiurkan itu; ternyata ia sendirilah yang mengetahui rahasianya. 

“Dan Yakub telah membuat suatu rebusan kacang : dan Esau datang dari ladang, dan ia sangat lelah keadaannya : Maka kata Esau kepada Yakub : Berilah kiranya akan daku makanan rebusan yang merah-merah itu, karena aku lelah : Maka oleh sebab itulah disebut orang namanya “Edom”. Maka kata Yakub, Jualkanlah kepadaku pada hari ini juga hak kesulunganmu. Maka kata Esau, “Bahwa sesungguhnya aku ini selalu dalam bahaya maut : entahlah apa manfaatnya hak kesulungan ini bagiku? Maka kata Yakub, ‘Bersumpahlah kepadaku pada hari ini juga’; maka bersumpahlah ia kepada Yakub : dan dijualnyalah hak kesulungannya itu kepada Yakub. Kemudian diberikan oleh Yakub kepada Esau roti dan rebusan kacang dari miju itu; maka makanlah ia dan minum, lalu bangkit ia dan pergi. Demikianlah, Esau telah meremehkan hak kesulungannya.” Kejadian 25 : 29 – 34.

Esau pulang dari ladang tanpa membawa sesuatu hasil. Sementara ia memasuki rumah ia melihat Yakub sedang mengatur makanannya yang menarik itu. 

Segera pula ia berseru : “Berilah kiranya akan daku makanan rebusan yang merah-merah itu, karena aku ini lelah.” Esau bukan lelah karena sangat lapar, melainkan, karena melihat bahan makanan yang baru itu ia tidak dapat mengendalikan selera lidahnya. Jawaban Yakub adalah, “Jualkanlah kepadaku pada hari ini juga hak kesulunganmu”, jika kamu hendak mendapatkan sesuatu dari makanan rebusan ini. Maka kata Esau, “Sesungguhnya aku ini selalu dalam bahaya maut, entahlah apa manfaatnya hak kesulungan ini bagiku?” Esau tidak berada dalam bahaya maut karena lapar atau pun karena sakit badannya, karena orang yang sakit tidak mungkin dapat makan seperti yang dilakukannya. Juga bukanlah karena kekurangan makan, karena ia berada di dalam rumah bapanya sendiri, dan Ishak adalah orang kaya. Adalah karena selera napsunya terhadap kacang merah itu, karena terbukti “Ia makan dan minum lalu berdiri dan pergi.” Lambang dari rebusan kacang itu ialah reformasi kesehatan. “Karena ia tidak menghiraukan berkat-berkat samawi dan semua persyaratannya, maka Esau di dalam Alkitab telah disebut, ‘seorang pribadi yang cemar’. Ia melambangkan orang-orang yang meremehkan nilai penebusan yang telah dibayar lunas oleh Kristus bagi mereka, dan orang-orang yang siap mengorbankan hak waris mereka ke surga untuk mendapatkan perkara-perkara di bumi yang dapat binasa. Banyak sekali orang yang hidup bagi masa kini tanpa memikirkan atau memperdulikan hidup bagi hari depan. Seperti Esau, mereka berseru, “Marilah kita makan dan minum, karena besok kita akan mati.” Patriarchs and Prophets, halaman 181. 

“Sebagaimana Esau sadar menyaksikan kebodohannya karena tergesa-gesa menjualkan haknya itu setelah sudah sangat terlambat untuk menebus kembali kehilangannya, maka demikian itu pula kelak pada hari Allah, pengalaman orang-orang yang menukarkan hak waris mereka ke surga dengan memenuhi semua keinginan napsu pribadinya.” Patriarchs and Prophets, halaman 182. Kita harus membuat pilihan selagi kita masih diberi kebebasan untuk memilih di antara kacang merah atau hak kesulungan. 

EDOM –– SEBUAH CONTOH 

Transaksi telah dibuat. “Maka ia menjualkan hak kesulungannya kepada Yakub.” Justru karena itulah, maka namanya telah diganti, namanya berubah menjadi “Edom”. Demikianlah, “Esau telah merendahkan hak kesulungannya”. Nama “Edom” berarti “merah”, atau merah kirmizi, yaitu lambang dari dosa. Esau telah dilahirkan dengan warna merah, tetapi sejak mulanya ia belum dipanggil dengan nama (Edom). Kelas orang-orang yang dilambangkan oleh Esau sedang berada dalam bahaya kejatuhan disebabkan karena selera napsu lidahnya (melalaikan reformasi kesehatan), dengan demikian mereka akan dipanggil dengan namanya “Edom”.

Inilah kelas orang-orang yang nabi Yesaya maksudkan di dalam tulisan Yesaya 63 : 1. 

PERUBAHAN NAMA-NAMA 

Baik Esau maupun Yakub kedua-duanya melambangkan dua kelas orang-orang berdosa : Esau, oleh warna kulitnya, dan Yakub, oleh namanya. Nama dari keduanya akan dirubah : Yakub, perlu dirubah sebab ia mengingini sesuatu yang patut; Esau, perlu juga dirubah disebabkan karena selera napsu lidahnya. Nama Yakub berarti “penipu”; nama “Esau” (dalam bahasa Ibrani : Berbulu, yang secara simbolis akan “dihormati”, seperti yang dijelaskan terdahulu) berarti “ia yang menyelesaikan”. Perhatikan arti yang menyolok dari nama itu, yang menunjukkan kelas orang-orang yang dikaruniai kesempatan-kesempatan istimewa untuk menyelesaikan pekerjaan. Di dalam Wahyu 3 : 14 – 16 kita baca : “Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah; ...... Aku tahu segala perbuatanmu, bahwa kamu adalah dingin tidak panaspun tidak : Aku ingin kamu dingin ataupun panas. Maka sebab kamu adalah begitu suam, dan dingin tidak panas pun tidak, maka Aku akan meludahkan kamu dari dalam mulut-Ku.” Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 82 : “Panggilan kepada pekerjaan besar dan penting ini telah disampaikan kepada orang-orang yang terpelajar dan yang menduduki jabatan; kalau saja mereka ini telah merendahkan dirinya, lalu bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, maka Ia sudah akan menghormati mereka memberikan mereka membawa standar keberhasilan-Nya sampai kepada kemenangan. Tetapi mereka justru memisahkan diri dari Allah, mereka menyerahkan diri kepada pengaruh dunia, maka Tuhan menolak mereka.” 

KERUGIAN DAN KEUNTUNGAN 

Yakub, anak kembar yang termuda itu, atau dia yang lahir kemudian dengan berpegang pada tumit Esau itu, adalah melambangkan suatu kelas orang-orang yang memasuki pekabaran malaikat yang ketiga di bawah kepemimpinan kelas orang-orang yang dilambangkan oleh Esau. Yakub memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh dan semangat yang berapi-api terhadap jabatan yang diduduki oleh kakaknya. Walaupun kemampuan-kemampuannya adalah sangat kurang daripada yang dimiliki oleh Esau untuk melaksanakan tugas-tugas dari jabatan ini, yang ia ingini dan beli, namun, oleh semangatnya yang besar dan ketetapan hatinya, maka ia telah berbuat yang baik. Harga yang dibayarnya adalah makanan –– yang tidak berharga apapun; namun apa yang diperolehnya adalah besar sekali nilainya. Betapapun banyaknya latihan ataupun talenta yang dimiliki seseorang dalam sesuatu jabatan tertentu, ia tidak akan pernah dapat berhasil jika ia tidak memiliki semangat yang berapi-api dan perhatian dalam lapangan yang bersangkutan itu.

Esau telah menderita rugi besar, tetapi kerugiannya itu merupakan keuntungan bagi Yakub. Oleh sebab itu, apa yang ditawarkan Yakub sebagai pembayaran untuk harta milik Esau yang mahal itu hanya sedikit harganya, apa yang Esau peroleh bahkan sama sekali tak bernilai apapun. Adalah tak lama kemudian setelah Yakub menerima pemberkatan dari ayahnya Ishak, maka Esau telah dipenuhi dengan penyesalan, lalu ia mengancam untuk membunuh Yakub. Kedua kelas orang-orang yang dilambangkan oleh Esau dan Yakub mungkin akan berada dalam bahaya : Yang satu, disebabkan karena menyadari akan kerugian mereka; yang lainnya, karena kebencian yang dimanifestasikan terhadap mereka. 

MIMPI DARI YAKUB 

Yakub, oleh nasehat dari orangtuanya, maka ia telah meninggalkan rumah pergi ke Padan-Aram dan dalam perjalanannya, pada malam yang pertama sekali, Allah telah datang kepadanya dalam suatu mimpi, “Maka tengoklah ada sebuah tangga berdiri di atas bumi, dan puncak tangga itu mencapai sampai ke langit : Maka tengoklah malaikat-malaikat Allah turun naik melalui tangga itu.” Kejadian 28 : 12. Tangga itu melambangkan Kristus; Allah, Bapa berdiri di atasnya; Yakub berdiri pada kakinya. (Ayat 13). Mimpi ini memberikan keberanian besar bagi Yakub, sehingga ia telah membuat suatu janji kepada Allah.

 

Yakub kini sedang akan menjadi bapa dari Israel (12 suku bangsa) melalui siapa banyak bangsa akan diberkati; yaitu suatu lambang dari Israel yang dijanjikan, 12 suku bangsa, yaitu mereka yang 144.000 itu. Mimpi yang diperolehnya di malam hari itu hanya merupakan sebuah khayal dan gambaran dari hal sesuatu peristiwa yang akan datang. Arti dari mimpi itu dapat merupakan hanya satu perkara. Jika tangga itu melambangkan Kristus, malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan, Allah Bapa berdiri pada puncaknya, dan Yakub berdiri pada kakinya, maka ini berarti suatu hubungan yang lengkap antara surga dan Israel yang benar itu –– yaitu hujan akhir, seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Lihat Wahyu 18 : 1.

IBU-IBU DARI ISRAEL 

Tetapi perhatikanlah bahwa Yakub pergi ke Padan-Aram, yaitu ke rumah Bethuel, ayah dari ibunya; di sana ia mengawini Lea dan Rachel, anak-anak perempuan dari Laban. Zilpah dan Bilhah, hamba-hamba sahaya dari Lea dan Rachel juga telah menjadi isterinya. Mereka ini adalah ibu-ibu yang telah melahirkan dua belas suku bangsa itu, tetapi mereka hanyalah ibu-ibu dalam lambang dari suku-suku bangsa yang sebenarnya –– yaitu mereka yang 144.000 itu. Lea adalah satu-satunya isteri Yakub yang sah; Rachel

adalah adik isterinya. Zilpah dan Bilhah adalah hamba-hamba sahaya. 

Misalkan Lea melambangkan sidang Kristus yang benar (Masehi Advent Hari Ketujuh); maka Rachel melambangkan sebuah sidang saudaranya, tetapi bukan sidang yang benar (Protestan); Zilpah dan Bilhah akan melambangkan dunia (yang beragama dan yang tidak beragama). Mereka ini adalah ibu-ibu dari rombongan 144.000 itu, dan bagaimana mereka (144.000) itu dihimpunkan. Tetapi sementara dua belas suku bangsa itu berasal dari banyak ibu, mereka semuanya dilahirkan dari ayah yang sama. Demikian pula dengan Israel yang benar itu –– yaitu mereka yang 144.000 itu. Sementara mereka dikumpulkan dari berbagai gereja dan dunia, mereka harus dibawa masuk ke dalam satu sidang saja, pada periode sejarah sidang yang sama, oleh pekabaran yang sama (pekabaran malaikat yang ketiga).  

PERJALANAN PULANG YAKUB : MASA KESUSAHAN 

Pada akhir dari dua puluh tahun perantauan itu, maka Yakub melakukan perjalanan pulang menuju ke tanah perjanjian dan ke rumah bapanya dengan membawa banyak sekali harta miliknya. Pada waktu ia tiba di rumah bapanya, ia membawa serta dua belas orang anak lelakinya (para kepala dari dua belas suku bangsa). Sebelum Yakub memasuki rumah bapanya ia telah berjalan melewati perjuangannya yang hebat itu dan ia telah bergulat dengan malaikat sampai fajar merekah. Kejadian 32 : 24 – 29.

Pergulatan Yakub dengan malaikat itu melambangkan masa “Kesusahan Yakub” (bagi sidang). Kita baca di dalam buku Early Writings, halaman 36, 37 : “Sebuah keputusan telah dikeluarkan untuk membunuh semua orang suci, sehingga membuat mereka menangis siang dan malam memohon kelepasannya. Inilah masa kesusahan Yakub itu.” Lihat juga buku Patriarchs and Prophets, halaman 202 – 203. 

LAMBANG DARI TANAH PERJANJIAN –– ISRAELDI DALAM RUMAH BAPANYA 

Jika tanah perjanjian Kanaan itu adalah contoh dari Kanaan samawi yang dijanjikan, maka rumah bapanya Yakub ialah contoh dari rumah Bapa kita. Demikian itulah, apabila Israel (yang benar itu) memasuki rumah Bapa kita di dalam Kanaan samawi yang akan datang, maka akan ada di sana dua belas suku bangsa, yaitu mereka yang 144.000 itu. Pertanyaan akan timbul, apakah semua mereka ini saja yang akan diselamatkan dalam pekabaran malaikat yang ketiga itu? Ingat bahwa pada waktu Yakub memasuki rumah bapanya bersama dengan puteranya itu, ia membawa juga sertanya banyak hamba-hamba pekerjanya, baik lelaki maupun perempuan, yang jumlahnya melebihi suku-suku bangsanya sendiri (putera-puteranya) beberapa kali lipat. Demikian itu pula kelak halnya dengan Israel (yang benar itu), yang akan membawa sertanya “suatu jumlah besar orang-orang

yang tak seorangpun dapat menghitungnya”. Wahyu 7 : 9.  (Jumlah besar orang-orang itu datang oleh usaha dari dua belas suku bangsa itu sesudah kegenapan nubuatan Yehezkiel pasal 9). 

Pelajaran ini tidak mungkin cocok bagi kasus peristiwa yang lain atau pun terhadap sidang yang lain manapun juga dalam seluruh sejarah di bumi. Masehi Advent Hari Ketujuh adalah satu-satunya umat dan satu-satunya sidang yang pernah disebut sebagai Israel, karena mereka yang memiliki kebenaran tentang reformasi kesehatan, dan bahwa mereka akan berada dalam bahaya karena menjualkan hak kesulungannya untuk mendapatkan semangkok rebusan kacang merah. Dari kenyataan ini saja, sementara masih banyak lagi bukti-bukti lainnya, kita dapat mengetahui bahwa sidang Masehi Advent Hari Ketujuh ialah sidang milik Allah. 

* * *

BAB IV 

SIAPAKAH ISRAEL YANG DIJANJIKAN ITU? 

“Pengalaman ini dari orang-orang Israel (dalam meninggalkan Mesir) telah ditulis sebagai petunjuk bagi orang-orang yang akan hidup di akhir zaman. Sebelum meluapnya bencana yang akan datang menimpa penduduk bumi, maka Tuhan mengundang semua orang yang benar-benar Israel untuk mempersiapkan diri menghadapi peristiwa itu.” Testimonies, jilid 6, halaman 195. Dua belas suku bangsa Israel badani itu hanya merupakan sebuah contoh dari Israel yang dijanjikan (mereka yang 144.000 itu). Sebagaimana telah terdapat orang-orang yang bukan keturunan Israel di antara orang-orang Israel (contoh), maka akan terdapat pula orang-orang bukan Israel di dalam Israel yang sebenarnya itu. 

Sidang Kristen yang mula-mula (di masa rasul-rasul) tidak mungkin dapat disebut Israel, sebab sejarah sidang pada waktu itu telah dilambangkan oleh Ishak, sesuai dengan tulisan Galatia 4 : 22 – 31, dan seperti yang telah dijelaskan pada halaman 53, 54 (bahasa Inggris). Ishak tidak disebut Israel karena ia adalah ayah dari Yakub, dan adalah Yakub saja yang telah dipanggil Israel, oleh sebab itu, bagian sidang manapun juga yang dilambangkan oleh Israel, ia itu harus datang terkemudian dalam sejarah sidang. Yakub adalah ayah dari dua belas suku bangsa Israel, dan jika Israel badani merupakan contoh dari Israel yang dijanjikan (yang benar), maka hendaknya kita mempelajari permulaan dari Israel badani itu jika kita harus menentukan tempatnya atau mengetahui Israel yang dijanjikan itu, yaitu mereka yang 144.000 itu. 

Perjalanan Israel turun masuk ke Mesir tidak mungkin hanya suatu peristiwa kebetulan. Apapun alasannya untuk itu, Allah memang berada di dalamnya. Yusuf mengatakan kepada saudara-saudaranya (Kejadian 45 : 5) : “Oleh sebab itu sekarang janganlah bersedih hati, ataupun marah di antara sesamamu, sebab sudah kamu menjual aku ke mari : Karena telah disuruhkan Allah akan daku mendahului kamu untuk memeliharakan nyawa orang.” Yusuf menyatakan bahwa Allah adalah penyebabnya yang membuat dia turun masuk ke Mesir. Allah juga telah mengatakan kepada Abraham, bahwa ia dan benihnya akan merantau dan menderita susah di suatu negeri asing 430 tahun lamanya. Tetapi mengapakah Allah mengirim mereka itu ke Mesir? Mengapakah Yusuf telah dijual pada usia 17 tahun, hanya seorang pemuda, ke dalam tangan orang-orang keturunan Ishmael yang bengis itu, lalu dibawa ke suatu negeri asing untuk dijual kembali sebagai seorang budak? Kita tentunya tidak akan mau

membuat kekeliruan oleh berpikir bahwa Yusuf telah menjadi penakut selama dalam perjalanan. Pastilah harus ada sesuatu alasan bagi semua perlakuan yang jelek ini. 

Di Mesir, Yusuf telah dijual untuk bekerja sebagai budak, dan kemudian ia telah dibuang ke dalam penjara bawah tanah untuk beberapa tahun lamanya. Mengapakah Allah membawa Israel ke dalam negeri yang asing itu di mana penyembahan berhala merajalela di mana-mana? Allah tentunya tahu bahwa di negeri itu mereka akan menjadi budak untuk sementara waktu. Mengapakah surga membiarkan umat Allah menjadi hamba-hamba bagi suatu bangsa yang bertuhan kepada dewa-dewa? Mengapakah Allah membiarkan cambuk-cambuk dari majikan-majikan Mesir itu dipukulkan ke punggung umat-Nya? Mengapakah kasih Ilahi rela membiarkan anak-anak Abraham (sahabat Allah) selagi masih kecil untuk ditenggelamkan di sungai Nil? Siapakah yang dapat mengatakan Allah yang besar kita itu tidak tahu menahu akan segala perkara ini yang telah terjadi, atau bahwa ia telah membuat kekeliruan? Satu-satunya jawaban yang dapat dikemukakan ialah bahwa itu sekaliannya adalah rencana surga. Tetapi dari hal apakah semuanya itu? Allah harus sudah mempunyai beberapa alasan khusus dan maksud tertentu bagi suatu objek pelajaran untuk diajarkan pada sesuatu masa tertentu. Orang boleh saja mengatakan, bahwa Allah berbuat semuanya itu untuk menunjukkan kuasa-Nya, tetapi, maukah Allah yang maha bijaksana  dan besar itu, yang penuh cinta dan kemurahan, membinasakan anak-anak-Nya hanya untuk memamerkan kuasa-Nya? Bahkan seorang ayah manusia di bumi, yang bersifat mati pun, tidak akan berani membinasakan anak-anaknya untuk memamerkan kuasanya. Siapakah yang akan berani mengatakan manusia memiliki kasih yang lebih besar atau penilaian yang lebih baik daripada Allah yang besar, yang kemurahan-Nya adalah tak terukur, yang kasih-Nya memenuhi seluruh alam semesta, yang pengetahuan-Nya adalah tak terduga dalamnya, yang penilaian-Nya adil? 

Bukan saja umat pilihan-Nya menderita perhambaan dan kekejaman, tetapi orang-orang Mesir itu pun demikian. Pada waktu pergerakan Exodus, pada waktu keberangkatan Israel, maka bela-bela telah datang menimpa seluruh Mesir, sehingga bangsa itu hampir binasa. Pada malam Paskah, terjadi kematian di dalam setiap tempat tinggal di mana tidak terdapat darah pada ambang pintunya, dan di dalam setiap kandang binatang. 

“Maka semua anak sulung di negeri Mesir akan mati, mulai dari anak sulungnya Firaun yang akan menduduki tahtanya, sampai dengan anak sulung para hamba sahaya perempuan yang bekerja di penggilingan; dan semua anak sulung dari binatang.” Keluaran 11 : 5.

Israel telah keluar menuju ke Laut Merah, dan Musa telah merentangkan tangannya kepada laut itu, sehingga segala airnya telah terbelah dua. Israel pergi turun ke laut, dan berjalan melintasi tanah yang kering. Orang-orang Mesir itu mengejar mereka dari belakang sampai ke tengah-tengah dari laut itu, maka Musa merentangkan tangannya ke atas laut itu, segala airnya kembali seperti semula, lalu menutupi kereta-kereta, para pasukan kuda, dan segala bala tentara Firaun yang telah turun ke laut mengejar mereka itu : “tidak ada satupun yang tertinggal dari antara mereka itu.” 

Israel telah masuk ke padang belantara di mana mereka telah mengembara kira-kira 40 tahun lamanya. Beribu-ribu dari mereka telah binasa karena ketidak-percayaan mereka. Pada akhir dari pengembaraan di padang belantara itu, maka mereka menyeberangi sungai Yordan. Selama masa itu Israel adalah jauh terpisah dari Kanaan, tanah itu padat didiami oleh bangsa-bangsa kafir. Israel terpaksa membinasakan mereka dengan pedang untuk menguasai tanah itu. Memikirkan akan kehilangan, kesedihan, penderitaan : semuanya itu karena Allah telah membawa Israel masuk ke Mesir, lalu membawa mereka kembali. Allah tentunya tidak akan mau membinasakan umat-Nya itu “hanya untuk menunjukkan kuasa-Nya”. 

Di dalam 1 Korintus 10 : 11, 12, berbicara tentang pengalaman bani Israel, kita baca : “Semua perkara ini telah menimpa mereka sebagai contoh : Dan semua itu telah ditulis untuk menjadi nasehat bagi kita, terhadap siapa akhir dunia akan datang. Oleh sebab itu siapa yang menyangka dirinya berdiri teguh hendaklah ia memperhatikan supaya jangan ia jatuh.” Jika kita adalah umat terhadap siapa akhir dunia sedang akan datang, maka contoh-contoh mereka itu telah ditulis sebagai nasehat bagi kita. Inilah alasannya mengapa Allah telah membawa bani Israel ke dalam Mesir dan kemudian kembali. Pikirkan betapa besar harganya menyusun gambaran itu. Palajaran-pelajaran yang akan diambil dari contoh-contoh besar ini adalah jauh lebih besar daripada yang kita pernah saksikan. Beribu-ribu orang telah kehilangan nyawanya untuk membuat gambaran itu, dengan maksud agar lebih banyak lagi ribuan orang dapat diselamatkan dari mereka itu yang telah binasa. Oleh sebab itu marilah kita dengan saksama mempelajari secara mendalam pelajaran-pelajaran itu yang telah disediakan sebagai petunjuk bagi penyelidikan kita. 

“Firaun bermimpi : Bahwasanya adalah ia berdiri di tepi sungai. Maka tengoklah, telah naik dari dalam sungai itu tujuh ekor lembu yang elok rupanya dan tambun tubuhnya : dan mereka mencari makan dalam rerumputan. Tengoklah, maka kemudian daripada itu adalah tujuh ekor lembu yang lain pula naik dari dalam sungai, jelek rupanya, dan kurus tubuhnya,

lalu berdirilah ia dekat dengan lembu yang lainnya itu di tepi sungai, maka oleh lembu yang jelek rupanya dan kurus tubuhnya itu memakan habis akan ketujuh ekor lembu yang elok rupanya dan tambun itu. Dengan begitu bangunlah Firaun ...... Maka terjadilah pada pagi-pagi hari berdebarlah hati baginda, lalu disuruhkannya memanggil ahli-ahli sihir di negeri Mesir dan segala orang pandai yang ada di sana : Maka oleh Firaun diceriterakannya kepada mereka itu mimpinya, tetapi tak seorangpun yang dapat menafsirkan mimpinya itu. ...... Maka oleh Firaun disuruh memanggilkan Yusuf, maka dengan segera dikeluarkan orang akan dia dari dalam penjara ..... Maka titah Firaun kepada Yusuf, bahwa aku telah bermimpi, dan tak seorang pun dapat menafsirkannya, tetapi telah kudengar berita akan halmu, bahwa kamu dapat mengerti sesuatu mimpi dan dapat menafsirkannya. ...... Maka Firaun “menceriterakan mimpi itu kepada Yusuf. “Dan sembah Yusuf kepada Firaun ...... Allah telah menunjukkan kepada Firaun apa yang sedang akan diperbuat-Nya. Adapun tujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun; ..... Dan tujuh ekor lembu yang jelek yang telah naik kemudian dari mereka itu adalah tujuh tahun ..... Sesungguhnya akan datang tujuh tahun berkelimpahan besar di seluruh tanah Mesir. Tetapi kemudian daripada itu akan datang tujuh tahun bela kelaparan, sehingga semua kelimpahan itu akan dilupakan di tanah Mesir ..... Maka kelimpahan itu tiada akan diingat lagi dalam negeri oleh sebab bela kelaparan yang datang kemudian, karena bela kelaparan itu akan sangat besar adanya. ..... Maka dalam tujuh tahun kelimpahan itu keluarlah hasil dari tanah itu sepenuh-penuh tangan banyaknya. Maka dikumpulkan oleh Yusuf dari segala makanan yang di tanah Mesir dalam tujuh tahun kelimpahan itu, lalu ditaruhnya makanan itu di dalam segala negeri. Makanan yang berasal dari ladang sekeliling setiap negeri, dikumpulkannya sama banyaknya. Maka demikianlah dikumpulkan Yusuf akan gandum yang seperti pasir di laut banyaknya, sehingga berhentilah orang daripada menghitungnya, karena tak terhitung jumlahnya.” Kejadian 41 : 1 – 49. 

Kami akan berusaha menyajikan cukup bukti dalam penyelidikan ini untuk menunjukkan bahwa pengalaman Israel di Mesir itu adalah sebuah gambaran dari Israel yang sebenarnya (mereka yang 144.000 itu) di dalam sidang Masehi Advent Hari Ketujuh. “Sementara pergerakan Exodus itu telah merupakan suatu pergerakan besar, pergerakan Advent yang kedua akan jauh lebih besar lagi. Allah akan mengambil keluar suatu umat, bukan hanya dari satu bangsa saja, melainkan dari setiap bangsa yang ada di bawah langit, dan Ia akan menghantarkan mereka itu ke dalam Kanaan samawi. Pergerakan Advent yang telah dilambangkan oleh pergerakan Exodus itu, kami yakin telah dinubuatkan di dalam nubuatan dengan bahasa yang menggemparkan : ‘Akan jadi kelak pada hari itu,

bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya lagi pada kedua kalinya untuk menyambut kembali umat-Nya, yang tertinggal.” Akan ada kelak sebuah jalan raya bagi umat-Nya yang sisa; ....... sama seperti halnya kepada Israel pada hari mereka itu keluar dari tanah Mesir.” Review and Herald, October 10, 1929, halaman 4, 5. “Pergerakan Exodus itu adalah dalam cara sebuah contoh (gambaran) tentang pekerjaan Allah yang penghabisan di bawah Pergerakan Advent.” “Setiap pergerakan timbul sebagai kegenapan terhadap masa nubuatan.” Beberapa hal yang pasti dari pergerakan Advent, oleh W. A. Spicer. Kenyataan bahwa Israel badani itu adalah contoh (gambaran), pengalaman mereka harus akan terulang kembali oleh Israel yang sesungguhnya itu, sebab jika tidak itu bukan contohnya. 

TAHUN-TAHUN KELIMPAHAN, DANKELAPARAN 

Allah telah mengijinkan adanya kelimpahan itu, demikian pula dengan kelaparan itu. Masing-masingnya memakai angka bilangan “tujuh”, yang berarti “sempurna”, atau “lengkap”. Dua bagian waktu ini hanya dapat mengartikan satu perkara, yaitu tak lain dunia kita ini dalam sejarah, dalam dua pembagian terbesar; yaitu sebelum Tarikh Masehi dan sesudah Tarikh Masehi, dengan salib sebagai garis pemisahnya. Tujuh tahun kelimpahan itu melambangkan periode sejarah Wasiat Lama di mana Allah telah mengaruniakan dengan limpah, karena oleh perantaraan nabi-nabi-Nya yang suci Ia telah menyimpannya di dalam rumah perbendaharaan yang besar apa yang kita kenal di waktu ini dengan Alkitab itu. Di dalam Matius 11 : 13, kita baca : “Karena semua nabi dan hukum telah bernubuat sampai kepada Yohanes.” Adalah karena alasan ini, maka Yesus telah mengeluarkan pernyataan di atas, karena kita tidak memiliki lagi yang lain sejauh itu. 

Dalam tujuh tahun kelimpahan itu (sebelum Tarikh Masehi) Allah telah menyimpan firman-Nya di dalam Alkitab untuk memberi makan kepada dunia (Mesir) dalam tujuh tahun kelaparan yang berikutnya (Tarikh Masehi). “Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada segala nenek moyang dengan perantaraan para nabi beberapa kali dan dengan berbagai cara, maka berfirmanlah Ia juga di hari-hari terakhir ini kepada kita melalui Anak-Nya, yang telah ditunjuk-Nya menjadi waris dari segala perkara, oleh-Nya juga Ia telah menjadikan segala dunia.” Ibrani 1 : 1, 2. Wasiat Baru adalah kegenapan dari Wasiat Lama. 

YUSUF CONTOH DARI KRISTUS 

Yusuf adalah contoh dari Kristus. Lihat buku Patriarchs and Prophets, halaman 239, 240. Allah kita dalam sejarah Wasiat Lama (tujuh tahun berkelimpahan) berbicara kepada umat-Nya dengan berbagai cara oleh perantaraan para nabi-Nya, dan

Ia memerintahkan segala perkara ini untuk ditulis dengan maksud untuk berbicara kepada umat-Nya di akhir zaman ini (sejarah Wasiat Baru, atau tujuh tahun kelaparan itu) kepada masing-masing kita secara pribadi oleh perantaraan suara Firman-Nya seperti dijumpai (disimpan) di dalam Alkitab.

 

“Engkau akan kujadikan penghulu di dalam istanaku, maka semua rakyatku akan tunduk kepada kata-katamu : Hanya di dalam tahta ini saja akulah yang lebih besar daripadamu. Dan lagi kata Firaun kepada Yusuf, sesungguhnya aku akan mengangkat engkau menjadi penghulu dalam seluruh tanah Mesir. Maka Firaun mancabut cincin dari tangannya lalu dikenakannya pada tangan Yusuf, lalu disuruhkannya dia berpakaikan kain khasah yang halus, serta dihiasinya lehernya dengan suatu rantai emas; lalu dinaikkannya ke atas kereta pangkat kedua miliknya; maka berseru-serulah orang banyak di hadapannya, sembah sujud : Demikianlah diangkat Firaun akan dia menjadi penghulu atas seluruh tanah Mesir. Maka kata Firaun kepada Yusuf, akulah Firaun, tetapi tanpa engkau tidak seorangpun boleh mengangkat tangannya atau kakinya di dalam seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41 : 40 – 44. Tidak ada lagi perkenan dan hormat yang lebih besar daripada yang telah diperlihatkannya kepada Yusuf; maka semua orang Mesir menyembah sujud kepadanya. Sementara kita terus masuk dalam penyelidikan ini kita akan membuktikan tanpa ragu-ragu bahwa Yusuf benar-benar adalah suatu contoh yang sempurna dari Kristus. 

FIRAUN CONTOH DARI -- 

Jika Yusuf melambangkan Kristus, dan Firaun menghormati Yusuf melebihi setiap orang yang pernah dihormati oleh setiap raja, lalu Yusuf –– dan Firaun bekerja bersama-sama, maka Firaun harus melambangkan sesuatu bentuk atau contoh. Tidak akan sukar untuk menentukan apa yang dilambangkan oleh Firaun. Apa yang telah menghargai Kristus melebihi segala perkara yang dapat dihargai di atas bumi, itulah yang dilambangkan oleh Firaun. 

Sidang dari rasul-rasul telah menghormati Kristus melebihi segala perkara yang dapat dihormati, sedemikian itulah, sehingga semua mereka telah mengorbankan hidupnya. Tidak ada penghormatan yang lebih besar yang diperoleh Kristus di bumi daripada yang diperolehnya dari mereka itu dalam sejarah sidang-Nya. Oleh inilah kita mengerti bahwa Firaun melambangkan sidang rasul-rasul, atau organisasi. Aplikasi yang dibuat di sini akan membuktikan kebenarannya sementara kita terus maju dalam penyelidikan ini. Penjelasan selanjutnya terhadap masalah ini akan diberikan pada halaman terakhir dari Bab ini).

PERMULAAN DARI KELAPARAN 

Garis pemisah di antara tujuh tahun kelimpahan itu dan tujuh tahun kelaparan ialah kayu salib. “Karena semua nabi dan hukum telah bernubuat sampai pada zaman Yohanes.” Matius 11 : 13. Di mana tujuh tahun kelimpahan itu berakhir, di situlah tujuh tahun kelaparan dimulai. Tahun pertama kelaparan ialah permulaan dari sidang Kristus pada zaman rasul-rasul. Orang mungkin bertanya : Mengapa adanya kelaparan dalam permulaan sidang Kristen? Tidakkah mereka itu memperoleh cukup gandum (kebenaran)? Benar, tetapi mereka memperolehnya dari perbendaharaan yang besar (Alkitab) dalam cara yang sama seperti halnya orang-orang Mesir memperoleh gandum mereka selama tahun-tahun kelaparan itu, –– yaitu dari gudang besar yang berada di tangan Yusuf. Lihat halaman 15 – 18 (bahasa Inggris). 

ORANG-ORANG MESIR, CONTOH DARI ORANG-ORANG KAFIR 

Tujuh tahun kelaparan itu dimulai pada waktu orang-orang Mesir datang kepada Firaun meminta roti, lalu Firaun mengatakan kepada semua orang Mesir itu : “Pergilah kepada Yusuf; apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah ........ maka Yusuf membuka semua gudang, lalu menjualkan kepada orang-orang Mesir itu.” Kejadian 41 : 55, 56. “Maka Yusuf menghimpun semua uang yang terdapat di tanah Mesir, maupun yang di tanah Kanaan, karena banyaknya gandum yang dibeli mereka; lalu dibawa Yusuf uang-uang itu ke dalam istana Firaun. Dan setelah habis semua uang di negeri Mesir dan negeri Kanaan, maka datanglah segala orang Mesir menghadap Yusuf, lalu sembahnya : Berilah kiranya kepada kami roti; karena mengapakah kami harus mati di hadapan Tuanku, karena semua uang sudah habis ......... Maka dibawa oleh mereka itu segala ternaknya kepada Yusuf : lalu Yusuf memberikan kepada mereka itu roti sebagai pengganti kuda, dan pengganti kambing domba, dan pengganti lembu dan keledai; maka diberinya makan mereka itu dengan roti untuk semua binatangnya untuk selama tahun itu. Maka setelah berakhir tahun itu, mereka datang kembali kepadanya pada tahun yang kedua, lalu sembahnya : Kami tidak akan menyembunyikannya dari Tuanku bagaimana uang kami itu telah dibelanjakan; Tuanku juga yang telah memiliki segala binatang kami, bahwa satupun tiada lagi yang tinggal di hadapan Tuanku, terkecuali tubuh kami dan tanah kami sekalian. Mengapakah kami sekalian harus mati di hadapan mata Tuanku, baik kami berikut tanah-tanah kami? Belilah kiranya akan diri kami dan tanah-tanah kami dengan roti, maka kami berikut tanah-tanah kami akan menjadi hamba bagi Firaun;  ....... Demikianlah dibeli Yusuf segala tanah Mesir itu

bagi Firaun, karena orang-orang Mesir itu masing-masingnya menjual ladangnya ........ Maka sembah mereka itu : Tuanku sudah menyelamatkan hidup kami; kiranya kami memperoleh kasihan di pemandangan mata tuanku, maka kami semua mau menjadi hamba-hamba milik Firaun.” Kejadian 47 : 14 – 25. 

Pada permulaan kelaparan itu, orang-orang Mesir pergi kepada Firaun untuk mendapatkan gandum, dan bukan kepada Yusuf. Mereka cukup kenal akan Yusuf karena ia telah menjadi salah seorang gubernur Mesir selama delapan tahun atau lebih. Yusuf telah berkereta mengelilingi semua tanah Mesir, dan setiap orang Mesir telah menyembah sujud kepadanya. Selama tahun-tahun kelimpahan itu Yusuflah yang telah membeli gandum dari orang-orang Mesir, maka tampaknya aneh bahwa mereka itu harus pergi kepada Firaun. Ia itu harus sudah ditakdirkan sedemikian itu bahwa mereka itu datang kepadanya. 

Telah dijelaskan bahwa Firaun melambangkan organisasi sidang, atau kepemimpinan. Orang-orang Mesir itu tak mungkin melambangkan yang lain selain daripada orang-orang Kafir di zaman rasul-rasul. Orang-orang Kafir itu datang kepada sidang (Firaun) di mana mereka diberitahukan untuk pergi kepada Yusuf (Kristus). “Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Artinya, sidang sewaktu dalam kemurniannya, tanpa sesuatu perkara yang asing terdapat di tengah-tengah mereka, mengarahkan orang-orang Kafir kepada Kristus sebagai pemberi hidup mereka, sama seperti halnya Firaun mengarahkan orang-orang Mesir itu kepada Yusuf. 

ORANG-ORANG MESIR MENJUAL DIRI MEREKA KEPADA FIRAUN 

“Maka Yusuf membeli semua tanah Mesir itu bagi Firaun; karena orang-orang Mesir itu masing-masingnya menjual ladangnya oleh sebab bela kelaparan itu sangatlah besarnya atas mereka itu; maka demikianlah tanah itu pun menjadi milik Firaun.” Kejadian 47 : 20. Dalam ayat-ayat yang terdahulu dari pasal 47 kita baca, orang-orang Mesir itu telah membelanjakan semua uang mereka untuk membeli gandum; dan setelah uang mereka itu habis, maka mereka menyerahkan binatang-binatang mereka sebagai pengganti; dan setelah binatang-binatang mereka pun habis, maka mereka menyerahkan tanahnya; dan setelah tanah mereka pun habis, mereka kemudian menjual dirinya sendiri dan menjadi hamba-hamba bagi Firaun. Ini adalah contoh, namun kegenapan dari contoh ini akan kita baca di dalam ayat yang berikut : “Adapun orang banyak yang sudah percaya itu hidup sehati dan sejiwa, dan tiada seorang pun mengatakan barang sesuatu yang dipunyainya itu miliknya sendiri, melainkan semuanya dipunyai bersama-sama. Dan dengan kuasa besar para rasul itu memberikan kesaksian dari hal kebangkitan Tuhan Yesus : Dan besarlah anugerah

atas mereka itu sekalian.  Maka seorang pun tiada yang berkekurangan di antara mereka itu, karena seberapa banyak orang yang mempunyai tanah atau rumah, sudah mereka jual semuanya itu, lalu membawa uang hasil penjualannya itu, serta mempersembahkannya pada kaki para rasul : ..... Adapun Joses yang digelar oleh rasul-rasul itu Barnabas, ..... seorang Lewi, ..... Ia pun mempunyai sebidang tanah, maka dijualkannya tanahnya itu, lalu dibawanya uangnya, dipersembahkannya di kaki rasul-rasul.” Kisah Rasul-Rasul 4 : 32 – 37. Demikianlah orang-orang Yahudi maupun orang-orang yang bukan Yahudi telah menjual semua rumah dan tanah mereka dan menghantarkan uang hasil penjualannya dan diletakkan di kaki rasul-rasul, lalu menjadi hamba-hamba bagi sidang (Firaun). 

Kembali, kita baca Kisah Rasul-Rasul 5 : 1 – 10, “Tetapi adalah seorang laki-laki yang bernama Ananias bersama isterinya Sapphira telah menjualkan sesuatu harta miliknya; maka ditahankannya sebagian dari harganya dengan sepengetahuan isterinya itu, lalu dibawanya yang sebagiannya itu, dipersembahkannya di kaki rasul-rasul. Tetapi kata Petrus : ‘Hai Ananias, mengapakah Setan telah memenuhi hatimu untuk berdusta kepada Rohulkudus, sehingga kamu mengesampingkan sebagian dari harga tanahmu itu? ..... Apabila Ananias mendengar perkataan ini, maka rebahlah ia lalu putuslah nyawanya.” Demikianlah siapa saja yang berpura-pura menjual, tetapi mengesampingkan sebagian dari harga yang diperolehnya, pada zaman rasul-rasul itu, matilah mereka seperti halnya orang-orang yang tidak mau menjualkan semua harta miliknya kepada Firaun di Mesir. Yesus mengatakan, “Jualkanlah semua hartamu dan ikutlah Aku.” Demikian inilah contoh menemui contoh saingannya. 

YUSUF MEMINDAHKAN ORANG BANYAK DI SELURUH MESIR 

“Maka Yusuf membeli semua tanah di Mesir itu bagi Firaun; ....... Setelah itu dipindahkannyalah orang banyak itu ke negeri-negeri dari hujung perbatasan Mesir yang satu sampai kepada hujung perbatasan yang lainnya.” Kejadian 47, sebagian dari ayat 20, 21. Inilah contohnya; menyusul adalah kegenapan dari contoh itu sebagai berikut : Kisah Rasul-Rasul 8 : 1 : “Maka Saul pun berkenanlah akan kematian Stephanus. Maka pada waktu itu telah datang suatu aniaya besar ke atas sidang Jemaat yang di Yerusalem; maka tercerai-berailah mereka itu sekalian ke segenap tanah Yudea dan Samaria, terkecuali rasul-rasul itu saja.” 

Dapat dicatat bahwa rasul-rasul itu berada di rumah (Yerusalem), dan tidak ada satupun catatan di mana rasul-rasul itu telah menjual tanah mereka. Kini kita kutip contoh dari yang terkemudian ini : Kejadian 47 : 22, “Hanya tanah dari para imam yang tidak dibelinya, karena imam-imam memperoleh bagiannya yang telah ditentukan oleh Firaun, dan mereka makan dari bagiannya yang diberikan kepada mereka oleh Firaun : Sebab itulah

mereka tidak menjual tanah-tanahnya.” Nyata sekali untuk dicatat betapa cocoknya kejadian ini sampai kepada peristiwa-peristiwa yang terkecilpun. 

70 JIWA, CONTOH DARI ORGANISASI 

Israel tiba di Mesir dalam tahun kedua dari kelaparan itu. Kejadian 45 : 10, 11, “Maka kamu harus tinggal di tanah Goshen, dan kamu harus dekat dengan aku, yaitu kamu dan anak-anakmu, dan cucu-cucumu, dan segala lembumu, dan segala kawanan kambingmu, dan segala sesuatu yang ada padamu; maka di sanalah aku akan memberi makan kamu, karena masih ada lagi lima tahun kelaparan; supaya jangan kamu dan seisi rumahmu, dan semua yang engkau miliki sampai menjadi melarat.” Kedatangan Israel di Mesir melambangkan sesuatu dimana harus merupakan suatu pelajaran. Perlu diperhatikan bahwa pelajaran ini tidak mungkin berlaku bagi sidang Kristen yang mula-mula, sebab Israel datang dalam tahun kedua dari bela kelaparan itu. Jadi, pelajaran yang dimaksudkan di sini ialah bagi periode yang terkemudian dalam sejarah sidang. Jika kita hendak mengetahui kebenaran tentang peristiwa itu, serta pelajaran yang dimaksudkan yang berasal daripadanya, maka di sini petunjuk harus dibuat mengenai jumlah jiwa yang telah memasuki Mesir. “Maka anak-anak lelaki Yusuf yang telah diperanakkan baginya di Mesir adalah dua orang; maka sekalian orang isi rumah Yakub yang telah datang ke Mesir adalah tujuh puluh orang banyaknya.” Kejadian 46 : 27. 

Alkitab mengatakan semua jiwa yang telah datang memasuki Mesir adalah tujuh puluh orang jumlahnya. Jika kita dapat dengan sesuatu cara menemukan arti dari jumlah angka itu, maka kita akan mengerti pelajaran itu. Pada waktu Musa bersama-sama bani Israel datang ke Sinai, ia telah mengorganisir sidang di sana, dan untuk membangun sidang itu telah dipilihnya tujuh puluh tua-tua. Organisasi yang sama ini pun bertahun-tahun kemudian telah menyeberangi sungai Yordan dan masuk ke tanah perjanjian itu. Di sana mereka telah memiliki Sanhedrin yang terdiri dari tujuh puluh orang. Dengan demikian, jumlah angka “tujuh puluh” adalah sebuah lambang dari organisasi sidang. Jadi, artinya ialah bahwa akan ada sebuah organisasi sidang pada sesuatu masa dalam sejarah sesudah Tarikh Masehi. Jika ini benar, maka sidang yang diorganisir oleh Kristus dan rasul-rasul itu harus bubar, lalu kemudian karena diperlukan diorganisir kembali. Ini memang benar, karena sidang Kristen telah dibubarkan dalam zaman kegelapan selama sejarah permulaan dari pemerintahan kepausan yang lalu. Apabila kembali diorganisir, maka itu akan sebagian menggenapi tulisan Yoel 2 : 32, “Maka di dalam

mereka yang lagi tinggal itu yang akan dipanggil oleh Tuhan.” Masa 2300 hari, atau tahun, dari nubuatan Daniel yang terdapat dalam pasal 8 memberikan kepada kita keseluruhan kebenaran tentang sejarah sidang sampai tahun 1844, sampai tahun inipun belum ada sesuatu panggilan untuk sidang diorganisir kembali. Jika memang pernah ada, atau jika panggilan untuk mengorganisir kembali sidang ini pernah menemui kegenapannya sebelum tahun 1844, maka nubuatan Daniel tentunya sudah akan menyebutkannya. Oleh karena nubuatan diam, dan tidak ada satu pun nabi Allah yang bangkit semenjak sidang jatuh ke bawah kekuasaan kepausan dalam kira-kira tahun 538 sampai tahun 1844, maka kebenaran dari lambang itu masih akan digenapi di masa depan. 

Sebagaimana periode nubuatan itu berakhir dalam tahun 1844, maka tempat yang “MAHA SUCI” di dalam kaabah surga pun telah terbuka, ke dalamnya Kristus masuk. Jika peristiwa ini menandai permulaan dari upacara penebusan itu, maka sudah tidak akan ada lagi yang lebih baik, ataupun kesempatan yang lebih baik bagi suatu panggilan dari surga daripada di akhir periode nubuatan yang besar itu; hari penebusan merupakan masa yang terpenting bagi sidang. Orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh telah dipanggil keluar oleh seorang nabi, maka praktis mereka adalah satu-satunya umat yang percaya akan masa 2300 hari itu. Kita adalah satu-satunya umat yang telah memberitakan kebenaran 2300 hari itu semenjak tahun 1844 yang lalu, dan kita kini berada dalam masa upacara penebusan itu, atau masa pehukuman itu. Ayat untuk ini kami kutip : “Maka aku tampak seorang malaikat lain berterbangan di tengah-tengah langit, yang memiliki Injil yang kekal untuk diberitakan kepada mereka yang diam di bumi, dan kepada setiap bangsa, dan suku bangsa, dan bahasa, dan umat. Sambil berseru dengan suara besar : “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya telah tiba : dan sembahlah Dia yang telah menciptakan langit dan bumi dan laut dan segala mata air.” Wahyu 14 : 6, 7. Orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh satu-satunya yang dapat menggenapi contoh itu, karena justru pada waktu inilah mereka telah dipanggil oleh seorang nabi Allah, untuk mengorganisir diri sebagai sebuah gereja, dan untuk memberitakan kabar-kabar gembira : “Injil ini di seluruh dunia di dalam generasi ini.” Demikianlah simbol “tujuh puluh” itu menemui kegenapannya pada waktu itu. 

Masih sebuah pemikiran lain lagi mengenai pengalaman Israel : Pada waktu saudara-saudaranya Yusuf tiba di Mesir, mereka pergi langsung kepada Yusuf untuk mendapatkan gandum. “Maka saudara-saudara Yusuf pun datanglah, lalu mereka itu sujud di hadapannya dengan mukanya sampai ke tanah.” Kejadian 42 : 6. Putera-putera Yakub itu adalah orang-orang asing di negeri itu dan mereka tidak mengetahui akan saudaranya yang telah menjadi gubernur di negeri itu.  Secara ditakdirkan mereka tidak datang kepada Firaun seperti yang dilakukan oleh orang-orang Mesir

untuk mendapatkan gandum, melainkan langsung kepada orang yang bersangkutan dengan gandum itu, yaitu Yusuf. Berlainan dengan ini, orang-orang Mesir yang seyogyanya lebih tahu, yang sudah biasa dengan peraturan-peraturan di negerinya, mereka itu pergi kepada Firaun untuk mendapatkan gandum, namun raja mereka menganjurkan kepada mereka untuk “pergi kepada Yusuf. Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Orang-orang Mesir itu sudah seharusnya mengenal Yusuf, yang telah menjadi gubernur mereka lebih dari delapan tahun lamanya pada waktu itu. Selama tujuh tahun kelimpahan adalah Yusuf, kepada siapa mereka telah menjual makanan yang telah disimpannya bagi masa kelaparan itu. Yusuf telah mengendarai kereta kepunyaan Firaun mengelilingi seluruh tanah Mesir, dan semua orang Mesir telah menyembah sujud kepadanya, sehingga tidak akan mungkin mereka tidak mengenalnya. Ini merupakan sebuah lambang, dan ini hanya dapat menemukan kegenapannya di dalam ceritera yang berikut ini : 

Orang-orang Mesir (orang-orang Kafir) pergi kepada Firaun (kepemimpinan dari sidang rasul-rasul) untuk mendapatkan gandum. Rasul-rasul mengantarkan orang-orang Kafir itu (mereka yang bertobat) kepada Kristus sama seperti halnya Firaun mengantarkan orang-orang Mesir itu kepada Yusuf dengan mengatakan, “Pergilah kepada Yusuf. Apa yang dikatakannya kepadamu, laksanakanlah.” Jika memang inilah artinya yang kita peroleh dari perginya orang-orang Mesir itu kepada Firaun, maka pengertian dari putera-putera Yakub itu pergi langsung kepada Yusuf berarti bahwa apabila sidang itu telah direorganisir, maka orang-orang akan harus pergi langsung kepada Kristus (Yusuf). Yang dimaksudkan dengan pelajaran ini ialah, bahwa pada permulaan sidang di tahun 1845, di mana belum ada kepemimpinan yang benar (Firaun) untuk pergi kepadanya, mereka karena terdesak pergi langsung kepada Kristus (seperti halnya putera-putera Yakub pergi kepada Yusuf). 

YAKUB CONTOH DARI JAMES 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang muncul berdiri dalam tahun 1845 telah menjadi Israel (pergerakan dari mana Israel yang benar, mereka yang 144.000 itu dibentuk). Dapat dicatat, bahwa nama-nama dari para bapa menurut keturunan jasmani, dan nama-nama para bapa oleh perjanjian adalah bertepatan. Nama bapa Israel menurut keturunan jasmani adalah “Yakub”. Demikian pula nama bapa Israel perjanjian (pergerakan Masehi Advent Hari Ketujuh). Namun orang boleh saja mengatakan, bahwa adalah Yakub yang mula-mula, dan James White yang terkemudian. Benar saja, tetapi nama “Yakub” dan “James” sesungguhnya adalah sama saja. Lagi pula khayal yang pertama sekali Nyonya White peroleh adalah mengenai mereka yang 144.000 itu, dan tujuan dari gereja ini semula ialah untuk membentuk jumlah angka itu.

TANAH GOSHEN 

Permulaan dari Gereja ini telah dilambangkan oleh masuknya Israel ke Mesir seperti yang dijelaskan terdahulu. Kita akan melihat sekarang kebenaran tentang tanah Goshen itu. Yusuf telah membawa Israel ke Mesir dan telah memberikan kepada mereka bagian dari tanah itu untuk tinggal, yaitu bagian tanah yang terbaik di negeri Mesir, dan di sanalah Yusuf memberi makan kepada mereka, berikut kawanan lembunya, kawanan kambingnya dan semua binatangnya, serta semua yang mereka miliki. Lihat Kejadian 45 : 10. 

Tanah Goshen adalah melambangkan Amerika Serikat di mana sidang telah muncul berdiri. Sementara negeri ini begitu subur seperti halnya tanah Goshen, yang terkaya di dunia, dan suatu bangsa yang beragama Protestan, ia adalah yang terbaik bagi pekerjaan Injil, karena memang Amerika dibentuk dari segala bangsa, maka karena itulah seperti halnya tanah Goshen yang tersubur di Mesir (dunia). 

YUSUF MEMBERI MAKAN ISRAEL 

Pada permulaan dari tujuh tahun kelaparan itu orang-orang Mesir telah menjualkan segala-galanya dan menjadi hamba-hamba bagi Firaun, yang menunjuk kepada sidang rasul-rasul, dan mengenai orang-orang Kafir pada waktu itu yang telah menjual rumah-rumah mereka, dan tanah-tanah mereka, dan telah memiliki segala perkara yang sama, seperti yang dijelaskan terdahulu. Tetapi Israel tidak menjual satu pun harta bendanya, mereka juga tidak membayar apapun untuk makanan yang diberikan Yusuf kepada mereka. Jadi, Israel adalah melambangkan sidang di waktu ini. Pada permulaan sidang dalam tahun 1845 yang lalu, Kristus (Yusuf) telah membuka perbendaharaan dan memberikan kepada kita semua kebenaran (gandum) yang mungkin dapat kita pahami. Bukankah suatu kenyataan, bahwa tidak ada satu pun umat yang lain dalam sejarah gereja manapun yang pernah menerima sama banyaknya kebenaran seperti yang sudah Allah karuniakan kepada kita dalam sejarah kita? Baris demi baris, perintah demi perintah, petunjuk demi petunjuk, telah dikaruniakan kepada kita, supaya kita sebagai suatu umat dapat mengetahui dan mengerti jalan-jalan Allah, mematuhi suara-Nya, memeliharakan perintah-Nya, hukum-hukum-Nya, syariat-syariat-Nya, dan Undang-Undang-Nya; lalu dengan demikian menjadi “anak-anak Abraham, dan ahli waris sesuai perjanjian”. Apabila ini menjadi kenyataan di dalam hati orang-orang, maka mereka akan memenuhi perintah yang diberikan kepada Petrus. Petrus mengatakan, “Engkau mengetahui bahwa aku mencintai-Mu Tuhan.” Yesus mengatakan kepadanya, Berilah makan semua domba-Ku.”

GEMBALA-GEMBALA

“Maka kata Firaun kepada saudara-saudara Yusuf itu, ‘Apakah pekerjaan kamu?’ Maka jawab mereka kepada Firaun, ‘Hamba-hambamu ini adalah gembala-gembala, baik kami maupun juga para nenek moyang kami.’” Kejadian 47 : 3. Israel adalah gembala-gembala yang melambangkan missionari-missionari yang sedemikian ini untuk memberi makan domba-domba Allah. Pada bagian permulaan dari sidang telah menjadi buah bibir orang ialah, “Setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh adalah missionari, dan setiap missionari adalah pengkhotbah.” Hal itu harus berlaku juga sekarang. “Perjuangan berat yang telah berlangsung bukanlah di antara agama dan agama; ia itu adalah di antara agama kepunyaan Allah dan agama kepunyaan manusia.” Review and Herald, January 23, 1930. 

SEORANG FIRAUN YANG LAIN BANGKIT MEMERINTAH 

“Kemudian telah bangkit memerintah seorang raja yang baru atas Mesir yang tidak mengenal Yusuf.” Keluaran 1 : 8. Jika Firaun yang pertama yang telah meninggikan Yusuf (Kristus), telah melambangkan kepemimpinan di zaman rasul-rasul, maka Firaun yang baru ini harus melambangkan kepemimpinan dari pergerakan ini pada masa permasalahan ini terbuka diketahui umum. Perhatikan, bahwa Firaun yang baru ini tidak mengenal Yusuf (Kristus). Pengertiannya ialah bahwa kepemimpinan dari organisasi ini telah berbalik dari mengikuti Tuhan mereka, yaitu “Kristus.” Buku Testimonies, jilid 5, halaman 217 : “Dosa-dosa yang sangat menyedihkan dan dosa-dosa kesombongan telah berada di antara kita. Tetapi pendapat umum mengira, bahwa sidang sedang berkembang maju, dan bahwa damai dan kesejahteraan rohani berada pada seluruh perbatasannya. Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur menuju Mesir. Namun ada segolongan kecil yang waspada atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan ketidak-percayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita dimana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang mengkhotbahkan diri sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demikian. Kesaksian-kesaksian itu tidak dibaca dan tidak disukai.” Penjelasan selanjutnya tentang Firaun-Firaun yang merupakan contoh-contoh, akan diberikan pada halaman terakhir dari Bab ini. 

PARA PENGAWAS RODI 

“Kemudian telah bangkit memerintah seorang raja yang baru atas Mesir, yang tidak mengenal

Yusuf. Maka titahnya kepada rakyatnya, Tengoklah, bangsa bani Israel itu adalah lebih banyak dan lebih kuat daripada kita ...... Oleh karena itu telah ditaruh atas mereka itu pengawas-pengawas rodi untuk menindas mereka dengan tugas-tugas berat. Maka dibangunkan oleh mereka itu bagi Firaun dua buah kota perbekalan, yaitu Pitom dan Ramsis. Tetapi semakin orang-orang Mesir menganiaya mereka itu, makin bertambah-tambah jumlah mereka dan makin bertumbuh ...... Maka dengan bengisnya disuruh orang Mesir akan bani Israel itu bekerja keras, dan dipersukar kehidupan mereka itu dengan pekerjaan yang berat dengan membuat gala dan batu bata, dan dalam berbagai macam pekerjaan di padang.” Keluaran 1 : 8 – 13. 

Firaun mengatakan, “Bani Israel adalah terlalu kuat dan hebat daripada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana dan mengurangi kekuatan mereka.” Dengan begitu mereka (orang-orang Israel) itu diwajibkan meninggalkan pekerjaan mereka sebagai gembala-gembala untuk mulai bekerja pada pabrik-pabrik pembuatan batu bata, dan pekerjaan di lapangan, tetapi inipun tidak dapat mengurangi kekuatan mereka. Kata Firaun : “Marilah kita menempatkan orang-orang pengawas rodi atas mereka itu untuk menghabiskan tenaga mereka.” Perhatikanlah pengaplikasiannya. Firaun adalah raja, yaitu seseorang yang memerintah. Para pengawas rodi itu dalam hal ini tidak mungkin lain daripada kelas pendeta-pendeta yang ditunjukkan di dalam tulisan buku Testimonies, jilid 5, halaman 217 : “Keragu-raguan dan bahkan ketidak-percayaan terhadap kesaksian-kesaksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita di mana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pendeta yang mengkhotbahkan dirinya sendiri sebagai pengganti Kristus menghendakinya demikian. Kesaksian-kesaksian itu tidak dibaca dan tidak disukai.” 

Tidak lagi terdengar buah bibir orang mengenai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh bahwa, “Setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh adalah missionari; dan setiap missionari adalah pengkhotbah”, sebagaimana seharusnya. Tetapi sebaliknya, berapa banyak uang per jiwa? Atau, sudahkah anda membuat rencana perbelanjaanmu? Sebagai pengganti, Adakah anda membawa jiwa-jiwa kepada Kristus? Adakah anggota-anggota gerejamu makin dekat kepada-Nya? Bukannya dimaksudkan di sini, bahwa orang-orang Kristen tidak boleh memberi untuk membantu pekerjaan Tuhan. Kita harus memberi, dan memberi dengan lebih sukarela daripada yang sudah kita berikan di masa lalu, tetapi pemberian-pemberian kita itu harus datang dari hati yang rela, dan bukan sebagai akibat dari kena cambuk. Umat harus diberi makan dengan makanan rohani supaya mereka dapat merasa perlunya memberi tanpa dibebani dengan persoalan itu. 

Pada waktu Musa sedang akan membangun kaabah di padang belantara, maka Allah memerintahkan kepadanya dengan mengatakan : “Bicarakanlah kepada bani Israel, agar mereka membawa kepada-Ku suatu persembahan : Dari setiap orang yang memberi dengan rela hatinya hendak kamu ambil persembahan itu bagi-Ku.”  Musa telah diperintahkan

untuk mengambil persembahan-persembahan hanya dari mereka yang memberi dengan rela hatinya. Kepada kita diceriterakan oleh Roh Nubuatan, bahwa para pendeta hendaknya tidak melakukan semua usahanya dan menghabiskan waktunya bagi sidang. Para anggota supaya tidak mengharapkan khotbah pada setiap Sabat. Para pendeta sebaliknya harus melibatkan dirinya bekerja bagi orang-orang luar. Bacalah buku Testimonies, jilid 9, halaman 140. Sudahkah kita menaruh perhatian kepada petunjuk ini? Andaikata kita memiliki sejumlah pendeta di Los Angeles dan sekitarnya yang terdekat, tetapi berapa banyakkah usaha-usaha masyarakat yang kita punyai? Baru saja diberitahukan beberapa waktu lalu, bahwa hanya ada dua. Demikianlah telah berlaku beberapa tahun lamanya. Apakah yang dilakukan pendeta-pendeta ini dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu? Tampaknya mereka tidak berbuat apa-apa terkecuali mempersiapkan sebuah khotbah selama enam hari lamanya di dalam satu minggu untuk dikhotbahkan pada hari Sabat, lalu kemudian mungkin menjual sesuatu atau merencanakan sesuatu anggaran belanja untuk ditarik dari anggota. 

Berapa banyakkah pidato yang dikhotbahkan yang dapat kita baca di dalam Alkitab yang menganjurkan kepada umat untuk memberikan uang, atau untuk membeli sesuatu untuk menunjang pekerjaan Tuhan? Tidak ada satu pun. Kita telah mencemarkan rumah Allah dengan barang dagangan bahkan pada hari Sabat pagi, yaitu jam yang disediakan sebagai suatu hari perhentian untuk menyembah Allah. Buku Testimonies, jilid 1, halaman 471, 472 : “Suatu kekeliruan besar telah dibuat oleh beberapa orang yang mengakui kebenaran pada waktunya, dengan cara menawarkan barang dagangan sementara berlangsungnya beberapa pertemuan, dan oleh usaha dagangnya mereka telah mengalihkan pikiran orang banyak dari tujuan pertemuan-pertemuan itu. Kalau saja Kristus berada sekarang di bumi ini, Ia akan menghalau keluar para penjaja barang dagangan dan pedagang-pedagang ini, apakah mereka pendeta ataupun anggota biasa, dengan sebuah cemeti dari tali-tali halus, sama seperti pada waktu Ia memasuki kaabah di masa lalu ...... Para pendeta berdiri di mimbar dan mengkhotbahkan suatu pidato yang sangat penting, lalu kemudian oleh menawarkan barang-barang dagangan, dan bertindak sebagian sebagai seorang salesman, bahkan justru di dalam rumah Allah, mereka telah mengalihkan pikiran para pendengarnya dari kesan-kesan yang sudah mereka itu peroleh dari khotbahnya, lalu kemudian mereka merusak buah-buah dari hasil usahanya sendiri ...... Waktu dan tenaga mereka harus dicadangkan, supaya semua usaha mereka dapat dilakukan menyeluruh selama berlangsungnya pertemuan-pertemuan itu. Waktu dan tenaga mereka tidak boleh ditarik untuk menjual buku-buku kita bilamana semua itu dapat ditawarkan dengan pantas kepada umum oleh orang-orang yang tidak memiliki tanggung jawab untuk mengkhotbahkan firman (para penjual buku).” 

“’Ada tertulis, bahwa rumah-Ku akan disebut rumah sembahyang, tetapi

kamu telah menjadikannya sebuah sarang maling-maling.’  Para pedagang ini dapat saja merasa tidak bersalah karena barang-barang yang mereka tawarkan itu adalah untuk persembahan-persembahan korban. Tetapi tujuan mereka ialah untuk memperoleh laba, untuk mendapatkan uang, untuk menumpuk kekayaan.” -- Testimonies, jilid 1, halaman 472. 

Badan pimpinan kita bukannya tidak tahu terhadap petunjuk yang diberikan di sini, dan juga kejahatan yang dipraktekkan di dalam gereja-gereja. Pada pertemuan dewan Pimpinan musim gugur yang diselenggarakan di kota Milwaukee, Wisconsin, dalam tahun 1923, persoalan penjualan buku-buku pada hari Sabat telah dikemukakan dalam hubungannya dengan beberapa masalah lain, maka keputusan berikut ini telah diambil dan telah dipublikasikan : “Bahwa semua kampanye untuk promosi majalah-majalah atau untuk penjualan buku-buku pada hari Sabat dihapuskan, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab untuk mempromosikan semua kampanye ini supaya diberikan pengarahan kepada metoda penawaran dari rumah ke rumah dengan cara mengunjungi komite-komite dalam hubungannya dengan kampanye-kampanye bagi penjualan-penjualan literatur : 

“Supaya kita mengundang balai-balai percetakan kita untuk bertindak hati-hati dalam mengirimkan edaran-edarannya kepada anggota-anggota kita atas nama proyek-proyek balai percetakan, dan untuk mencegah pengiriman bahan-bahan kepada pegawai-pegawai sidang untuk ditawarkan pada hari Sabat, dengan pengaturan-pengaturan terlebih dahulu dengan kantor Daerah, Unie, maupun dengan General Conference.” –– Milwaukee Autumn Council, October 9 – 17, 1923. Review and Herald of Nov. 22, 1923. Bacalah buku Testimonies, jilid 9, halaman 260. 

Kita baca di dalam buku Testimonies to Ministers, halaman 477 : “Sesuatu perkara yang asing telah masuk ke dalam gereja-gereja kita. Orang-orang yang telah menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab agar mereka boleh menjadi pembantu-pembantu yang bijaksana bagi kawan-kawan sekerjanya, mereka telah menyangka bahwa mereka telah ditempatkan sebagai raja-raja dan pemerintah-pemerintah di dalam gereja-gereja, untuk mengatakan kepada saudara yang satu, Laksanakanlah ini; kepada saudara yang lainnya, Laksanakanlah itu; dan kepada yang lainnya, Perhatikan supaya bekerja dengan cara demikian dan demikian.” Demikianlah Firaun telah mewajibkan orang banyak bani Israel itu berpindah dari pekerjaan mengembalakan domba kepada kerja paksa di pabrik-pabrik batu bata, atau di padang. Para pengawas rodi telah diperintahkan untuk mengawasi pekerjaan, mendesak batu-batu bata itu (menyusun anggaran belanja), dan menghabiskan tenaga orang banyak itu. Dosa-dosa ini yang ada di dalam sidang telah dilalaikan dan tak seorang pun memperhatikannya. Orang-orang yang menegur kesalahan-kesalahan menimbulkan perasaan tidak senang mereka. Di dalam buku Testimonies, jilid 3, halaman 266, berbicara  mengenai keadaan di dalam sidang pada masa pemeteraian (pembubuhan tanda) mereka yang 144.000 itu, dan pembantaian di dalam sidang, kita baca :

“Orang-orang yang telah memaafkan semua kesalahan ini telah dikira oleh orang banyak sebagai amat ramah tamah dan menarik dalam pembawaannya, hanya karena mereka mengelak untuk membukakan kewajiban Injil yang jelas. Tugas itu tidak berkenan pada perasaan mereka; oleh sebab itu mereka menghindarinya.” 

JANGAN LAGI MENYEDIAKAN JERAMI 

“Maka pada hari itu juga bertitah Firaun kepada para pengawas rodi dari orang banyak itu, dan mandor-mandor mereka, dengan mengatakan, Jangan lagi kamu memberikan kepada orang banyak itu jerami untuk membuat batu bata mulai dari sekarang dan seterusnya : Biarlah mereka sendiri pergi mencarikan jerami bagi dirinya. Maka keluarlah segala pengawas rodi dari orang banyak itu, dan mandor-mandor mereka, lalu berbicaralah mereka kepada orang banyak itu, katanya, Demikianlah titah Firaun, tiada lagi aku memberi jerami kepadamu. Pergilah kamu sendiri mencari jerami barang di mana pun kamu boleh mendapatkannya, tetapi pekerjaanmu itu tidak boleh berkurang.” Keluaran 5 : 6, 7, 10, 11. 

Firaun tidak mau menyediakan jerami : Artinya, ia tidak mau memberikan bantuan apapun juga, namun orang banyak itu harus menghasilkan jumlah produksi batu bata yang sama banyaknya. Pada permulaan dari Organisasi ini (Masehi Advent Hari Ketujuh), lembaga-lembaga organisasi gereja, sanitarium-sanitarium, dan rumah-rumah sakit telah dibangun untuk maksud memberikan pelayanan kepada umat kita sendiri (anggota-anggota gereja). Sesudah penyakit pasien selesai didiagnosa, penyebabnya diberitahu, dengan petunjuk, maka beberapa bantuan pertolongan akan diberikan. Bantuan ini akan diberikan tanpa memperhatikan apakah mereka itu mampu membayar banyak, sedikit, ataupun tidak membayar sama sekali. Demikian inilah perbuatan dari orang Samaria yang baik hati itu. 

“Di dalam nomor-nomor jilid yang terdahulu dari buku Testimonies for the Church, saya telah berbicara mengenai pentingnya Masehi Advent Hari Ketujuh mendirikan sebuah lembaga untuk manfaat bagi orang sakit, khususnya bagi mereka yang menderita dan sakit di antara kita. Saya telah berbicara mengenai kemampuan dari umat kita sendiri, dalam masalah keuangan, untuk melaksanakan ini; dan saya telah menganjurkan hal itu, mengingat pentingnya cabang dari pekerjaan persiapan yang besar ini untuk bertemu dengan Tuhan......” 

“Pada waktu saya melihat orang-orang yang memimpin dan mengendalikan, sementara mereka masuk ke dalam bahaya-bahaya ditunjukkan kepada saya, untuk mana saya telah mengamarkan mereka di depan umum, dan juga dalam pembicaraan langsung maupun dalam surat menyurat, suatu beban tanggung jawab besar telah datang ke atas saya. Apa yang telah diperlihatkan kepada saya sebagai suatu tempat di mana orang-orang sakit yang menderita di antara kita dapat dibantu, adalah suatu tempat di mana pengorbanan, ramah-tamah, iman,

dan kesetiaan harus menjadi prinsip-prinsip yang menguasai.  Tetapi apabila panggilan-panggilan yang tidak pantas dibuat untuk meminta jumlah uang yang besar, dengan pernyataan bahwa pengambilan stock akan membayar persentase besar; apabila saudara-saudara yang menduduki jabatan-jabatan di dalam lembaga terlihat lebih rela untuk mengambil gaji yang besar-besar daripada mereka yang telah puas dengan yang mengisi jabatan-jabatan lainnya yang sama pentingnya di dalam pekerjaan kebenaran dan reformasi yang luas; setelah saya mengetahui, dengan susah payah, bahwa untuk membuat lembaga itu menjadi populer dengan orang-orang itu yang tidak seiman dengan kita, dan untuk mendapatkan sokongan mereka, maka suatu roh kompromi dengan cepat berakar di Lembaga itu, dimanifestasikan dalam penggunaan sebutan Tuan; Nona, dan Nyonya, sebagai pengganti Saudara dan Sister, dan di dalam hiburan-hiburan umum, di mana semua dapat mengikuti dalam suatu jenis gembira ria yang cukup sopan; –– maka setelah saya menyaksikan semua perkara ini, saya mengatakan, Ini bukan yang telah diperlihatkan kepada saya sebagai suatu lembaga bagi orang yang sakit, yang akan membagikan pertanda berkat dari Allah. Ini adalah sesuatu yang lain. Dan walaupun demikian, kalkulasi-kalkulasi untuk membangun gedung-gedung yang lebih luas telah dibuat, dan bahkan panggilan-panggilan untuk mendapatkan jumlah-jumlah uang besar telah dianjurkan. Sebagaimana diatur pada waktu itu, maka saya dapat menilai lembaga itu pada keseluruhannya, sebagai suatu kutuk .......” 

“Banyak yang telah datang ke Battle Creek sebagai orang-orang Kristen yang rendah hati, penuh penyerahan, dapat dipercaya, tetapi mereka telah keluar hampir sebagai orang-orang kafir. Pengaruh umum dari segala perkara ini terus menciptakan keragu-raguan terhadap reformasi kesehatan dalam banyak dari mereka yang sangat rendah hati, mereka yang penuh berserah diri, maupun yang terbaik sekalipun dari saudara-saudara kita, dan terus merusak kepercayaan kepada Kesaksian-kesaksianku dan kepada kebenaran pada waktunya ......” 

“Saudara-saudara yang berdiri pada pucuk pimpinan pekerjaan ini telah menghimbau kepada umat kita untuk mendapatkan uang, karena alasan bahwa reformasi kesehatan adalah suatu bagian dari tugas besar yang berhubungan dengan pekabaran malaikat yang ketiga. Dalam hal ini mereka memang benar. Itu memang suatu cabang dari pekerjaan Allah yang besar dalam amal, liberal, pengorbanan, dan kebajikan. Jadi mengapakah saudara-saudara ini harus mengatakan, ‘Stock di Lembaga Kesehatan akan membayar suatu persentase besar,’ ‘itu suatu investasi yang baik’, ‘sesuatu yang menghasilkan uang?’ Mengapa tidak juga berbicara mengenai stock atau saham di Persekutuan Penerbitan membayar suatu persentase besar? Jika keduanya ini adalah dua cabang dari pekerjaan besar penghabisan yang sama untuk persiapan bagi kedatangan Anak Manusia, maka mengapakah tidak? Atau mengapa tidak membuat saja keduanya menjadi masalah-masalah amal? Pena dan suara

yang menghimbau kepada teman-teman karena pekerjaan itu demi untuk dana penerbitan, tidak menahan bujukan-bujukan yang sedemikian.” Testimonies, jilid 1, halaman 633 – 636. 

Bagaimanakah lembaga-lembaga kita sekarang diukur menurut kesaksian yang tegas ini? Dapatkah kita katakan mereka itu lembaga-lembaga amal, yang rela hati, penuh pengorbanan, berkebajikan? Dengarlah betapa besarnya keuntungan-keuntungan yang mereka buat. Penyajian yang dibuat di sini berasal dari laporan tahunan dari Sanitarium St. Helena sesuai yang terlihat pada Pacific Union Recorder tertanggal 25 April, 1929. “Catatan-catatan pembiayaan pada akhir tahun 1925 berjumlah 60.044 dollar (sen tidak diberikan di sini). Dalam tahun 1926, semua itu telah dikurangi sampai 49.031 dollar; dalam tahun 1927, sampai mencapai 36.321 dollar; dan pada penutupan tahun 1928, semua itu telah turun sampai 26.415 dollar. Dalam jangka waktu 3 tahun pembiayaan-pembiayaan itu telah dikurangi dari 60.000 dollar sampai menjadi 33.629 dollar. Sumber-sumber penghasilan, modal tetap dan modal lancar, pada akhir tahun 1928 berjumlah 371.105 dollar. Jumlah semua kewajiban pada bagian kredit 45.809 dollar. Terdapat suatu penurunan pada kewajiban-kewajiban sejumlah hampir 5.000 dollar. Uang kas yang terdapat pada akhir tahun 1928 berjumlah 10.749 dollar. Nilai kekayaan 325.296 dollar ....... Pendapatan kotor berjumlah 456.258 dollar. Pendapatan bersih 437.284 dollar. Rata-rata setiap hari pasien yang datang lebih dari 85 orang, dan pendapatan yang diterima dari para pasien langsung 261.363 dollar. Keuntungan bersih 10.439.39 dollar.” 

Bagaimanakah mungkin bagi sesuatu lembaga untuk melakukan sesuatu pekerjaan amal, namun memperoleh penerimaan 111.988 dollar di atas nilai kekayaannya dalam hanya satu tahun? Perhatikan : Nilai kekayaan berjumlah 325.296 dollar. Pendapatan bersih 437.284 dollar dalam tahun 1928. Tetapi inipun belum yang terburuk. Saudara-saudara kita itu sudah menjadi buta sehingga mereka berpikir bahwa keuntungan-keuntungan yang besar ini memberikan kepada mereka suatu kebanggaan karena managemen mereka yang bijaksana, dan mereka merasa sombong karenanya, lalu mengatakan bahwa sanitarium itu sedang menghadapi masa-masa yang cerah. Sesungguhnya Allah kita tahu apa yang sedang dikatakan-Nya apabila Ia mengatakan orang-orang Laodikea itu buta, tidak terkasihan, sengsara, dan miskin, dan telanjang, walaupun mereka itu menyangka diri mereka kaya dan telah bertambah-tambah dengan kekayaan, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi. Lihatlah betapa bedanya antara kebanggaan orang-orang Laodikea, dan lembaga-lembaga lain yang sering kali disangka oleh beberapa orang sebagai lembaga-lembaga yang dipimpin oleh Iblis. Berikut ini adalah laporan tahunan dari sebuah missi di Los Angeles untuk tahun yang bersangkutan, tahun 1928 : Semua data ini diberikan dengan percuma kepada orang-orang yang memerlukannya. “Laporan tahunan untuk tahun yang berakhir pada Desember 31, 1928, menunjukkan 527.481 kali makan diberikan; 137.287 tempat penampungan disediakan; melayani cucian 53.334 potong pakaian; melayani potong rambut

20.394 kepala; permandian 12.339 orang; pakaian yang dibagi-bagikan 32.541 potong; 1.791 potong sepatu yang diperbaiki; mendapatkan pekerjaan bagi 9.204 orang; bantuan pengobatan diberikan kepada 3.117 orang; sementara laporan sidang menunjukkan, bahwa selama tahun itu 15.340 orang mengakui diselamatkan di dalam perkumpulan-perkumpulan harian yang terus berlangsung dari jam 11.00 pagi sampai jam 23.00 malam, dan dipimpin oleh kelompok-kelompok dari sidang-sidang dari semua organisasi gereja.” (Dikutip dari sebuah surat kabar Los Angeles). 

Adakah Iblis itu akan lebih beramal daripada Kristus? Mengapa kita telah tertidur? Adakah dollar dan sen yang Tuhan butuhkan? Bukankah semua perkara inilah yang sedang menghancurkan kepercayaan orang pada umumnya terhadap umat Allah? Adakah semua perkara ini sedang menambah hasil pekerjaan kita ataukah sedang mengurangi hasil usaha kita? Adakah kita sedang mewakili Allah dan sedang membawakan pekabaran malaikat yang ketiga itu kepada sebuah dunia yang sedang akan mati? Adakah Kristus masih tetap teladan dan contoh bagi kita? Mengapakah kita membiarkan Iblis menipu kita? Bukankah ini suatu panggilan untuk membangun umat Allah kepada suatu pelayanan yang seperti Kristus? Berapa lamakah kita akan terus tidur? Adalah cukup jelek bagi umat Allah jika menolak seseorang yang tidak seiman untuk memperoleh berbagai manfaat dari Allah oleh pertolongan tangan dari umat-Nya, tetapi  adalah seribu kali lebih buruk jika menolak salah seorang dari Israel, yaitu dia yang mau berkorban dan mengadu nasibnya bersama-sama dengan umat Allah, setia membayar perpuluhan dan persembahan-persembahan tatangan sebagaimana Tuhan telah membuat menjadi sejahtera. Jika Allah harus mengijinkan kemelaratan menguasai seseorang yang sedemikian itu dengan penyakit atau umur tua, maka apakah yang akan kita perbuat bagi mereka? Pantaskah kita menyuruh mereka pergi sambil mengatakan kepadanya, Kiranya Allah memberkati kamu? Apakah rumah sakit umum itu memang bagi umat Allah, lalu rumah-rumah sakit milik Allah itu untuk menjadi alat pencari uang? Apakah pertanian pedesaan itu bagi umat Allah, untuk di sana bersama-sama dengan orang-orang yang tidak beragama, dan bersama-sama dengan berbagai makanan haram di atas meja mereka seperti yang kita yakini dari segi pandangan agama, di tengah-tengah kecemaran daging babi, dan tembakau? Apakah ini macamnya tempat bagi anak Allah, dan kaabah dari Rohulkudus sesuai iman kita? Jawaban yang bagaimanakah hendak kita berikan kepada-Nya apabila Ia datang? Maukah kita dengar akan kata-kata yang berbunyi : “Kerjamu bagus, hai hamba yang baik dan setia”, seperti yang kita baca di dalam Matius 25 : 35, 36? “Karena sewaktu Aku lapar, maka kamu telah memberi makan kepada-Ku; sewaktu Aku haus, maka kamu telah memberi minum kepada-Ku; sewaktu Aku adalah seorang asing, maka kamu telah menampung-Ku; sewaktu Aku telanjang, maka kamu telah memberikan pakaian kepada-Ku; sewaktu Aku sakit, maka kamu telah menengok Aku; sewaktu Aku berada di dalam penjara, maka kamu telah datang kepada-Ku.”  Maukah kata-kata ini menjadi milik kita, atau maukah kita

mendapatkan diri kita kelak pada sebelah kiri bersama-sama dengan kutuk yang mengerikan seperti yang terdapat di dalam ayat-ayat 41 – 43, 46 : “Pergilah kamu daripada-Ku, hai kamu yang terkutuk, masuklah kamu ke dalam api yang kekal yang telah disediakan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya : Karena sewaktu Aku lapar, maka kamu tidak memberikan kepada-Ku makan : sewaktu Aku haus, maka kamu tidak memberikan kepada-Ku minum : sewaktu Aku seorang asing, maka tidak kamu membantu menampung-Ku : sewaktu Aku bertelanjang, maka tidak kamu memberikan pakaian kepada-Ku : sewaktu Aku sakit dan di dalam penjara, maka tiada kamu menjenguk Aku. Maka semua mereka ini akan pergi masuk ke dalam pehukuman yang kekal, tetapi orang-orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.” 

Mengutip Testimonies, jilid 1, halaman 639 : “Pada permulaan tahun 1850 saudara ini telah menjadi seorang pemelihara Sabat, dan mulai dari hari itu ia telah menyumbang dengan sukarela kepada banyak badan-badan usaha yang telah diusahakan untuk memajukan pekerjaan Tuhan, sampai kemudian ia telah merosot harta miliknya. Walaupun demikian sewaktu datang permintaan yang mendesak yang sungguh-sungguh memohon bantuan keuangan bagi Lembaga itu, maka ia telah mengambil saham sampai sebesar seratus dollar. Pada pertemuan di _____ ia telah memberitahukan persoalan isterinya, yang sangat lemah dan memang dapat ditolong, tetapi harus ditolong segera, jika sekiranya boleh. Ia juga mengemukakan berbagai keadaannya, dan mengatakan bahwa jika saja ia dapat memiliki seratus dollar itu yang pada waktu itu sudah berada pada Lembaga, maka ia akan dapat membawa isterinya ke sana untuk memperoleh pelayanan, tetapi ternyata ia tidak dapat. Kami menjawab agar ia hendaknya jangan sekali menginvestasikan satu dollarpun pada Lembaga itu, apabila terdapat sesuatu kekeliruan dalam masalah itu yang mana kami tak dapat membantu; dan di sana persoalan itu ditolak. Saya tidak ragu-ragu mengatakan bahwa Saudara ini harus diberi pelayanan, sedikit-dikitnya beberapa minggu saja, pada Lembaga itu dengan cuma-cuma. Suaminya hanya mampu membayar sekedar ongkos pulang pergi isterinya ke Battle Creek.” Pernahkah kita menyaksikan kasus-kasus yang seperti ini pada waktu ini? Adakah kita mengurusi orang-orang ini sama seperti petani melayani kudanya? Petani memelihara kudanya dengan baik sewaktu kuda itu masih muda dan melaksanakan tugasnya, tetapi apabila binatang itu sudah tua umurnya dan tidak berkekuatan lagi, maka diusirlah kuda itu ke padang terbuka di bawah udara musim dingin, di mana justru pada waktu itulah kuda yang malang itu memerlukan pemeliharaannya yang terbaik. Bukankah kita sama seperti petani yang keras hati ini yang membiarkan kudanya mati kelaparan di bawah udara musim dingin, dengan salju yang membeku pada tubuh binatang yang telah habis kekuatannya itu, hanya untuk menghemat beberapa ikat jerami makanannya? Sungguh kejam, bukan? Terserah bagi pembaca untuk menjawab pertanyaan ini.

PARA BIDAN 

“Tetapi semakin orang Mesir menganiaya mereka itu, makin lebih bertambah-tambah banyaknya dan besarnya, sehingga geramlah hati orang Mesir akan bani Israel. Maka bertitahlah raja Mesir kepada para bidan orang Ibrani ....... Maka titahnya, Apabila kamu membidani perempuan Ibrani untuk beranak, apabila kamu lihat ketika hendak beranak, jikalau laki-laki anaknya, maka hendaklah kamu bunuh akan dia : Tetapi jikalau perempuan, biarlah ia hidup.” Keluaran 1 : 12, 15, 16. “Para bidan” itu melambangkan guru-guru sekolah gereja yang membina anak-anak dalam sistem pendidikan. Anda mungkin akan bertanya, apakah mungkin bahwa Iblis akan mencoba menyesatkan para guru, lalu meracuni pikiran dari anak-anak? Iblis tidak akan membiarkan satu pun kesempatan yang lolos. Petunjuk di sini dibuat kepada Majalah Pendidikan Kristen bagi Rumah Tangga dan Sekolah, terbitan Desember 1929, yang dikeluarkan oleh General Conference dari Masehi Advent Hari Ketujuh, Washington D.C., dan setiap guru dalam Organisasi Gereja diperkirakan menjadi pelanggan dari majalah ini. Persoalan yang disebutkan di atas adalah penuh dengan ceritera-ceritera Natal, pemeliharaan Natal, dan acara-acara Natal dan hadiah-hadiah, yang mana para guru itu diharapkan meneruskannya kepada anak-anak. Karena ini akan sangat panjang untuk dikutip semuanya di sini, maka hanyalah kalimat terakhir, dan kata-kata penutup di bawah paragrap “Apa yang dapat selalu diartikan oleh Natal” yang dikutip di sini : “Dan, pada umumnya, suatu kenyataan baptisan, kesederhanaan, dan kejujuran dalam memperingati hari ulang tahun tertinggi milik dunia.” Bayangkanlah akan kata-kata ini, Saudara pembaca yang kekasih! Sebuah koran milik Masehi Advent Hari Ketujuh, yang diterbitkan oleh General Conference, memuja hari penyembahan berhala tertinggi dunia sebagai hari kelahiran Kristus, lalu meneruskannya kepada para guru dari organisasi gereja kita. 

“Tetapi takutlah para bidan itu akan Allah, tiada dibuatnya seperti titah raja Mesir itu kepada mereka, melainkan dihidupinya segala anak laki-laki.” Keluaran 1 : 17. Di sini kita mendapatkan sebuah lambang yang baik, maka marilah kita mengatakan, Amin bagi para guru. “Mereka takut akan Allah.” Kami anjurkan anda supaya masukkanlah anak-anak anda ke sekolah gereja, karena itulah tempat yang terbaik bagi mereka. “Nama yang satunya ialah Sifera, dan nama yang lainnya Puah.” – Ayat 15. Arti dari nama-nama ini adalah : “Cantik” dan “Gagah”. Dan memang begitu. Adalah tidak mungkin bagi hanya dua orang bidan bertugas

menunggui perempuan-perempuan yang sekian besar jumlahnya itu, namun kenyataannya adalah, bahwa hanya ada dua orang pada waktu itu. Alasan untuk ini ialah untuk membuat lambang ini menjadi sempurna, yang berarti hanya ada dua kelas guru-guru, yaitu pria dan perempuan, yang “cantik” dan yang “gagah”. 

ANAK-ANAK LELAKI DI SUNGAI NIL 

“Maka sebab itu Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu, maka bertambah-tambahlah bangsa itu dan menjadi amat kuat mereka. Maka titah Firaun kepada segala rakyatnya, katanya, setiap anak laki-laki yang akan lahir kelak hendaklah kamu buang ke sungai, tetapi hidupilah akan segala anak perempuan.” Keluaran 1 : 20, 22. Tujuan utama dari rencana Firaun itu bukanlah untuk mengurangi jumlah dari orang banyak itu. Kalau memang ini tujuannya, maka ia sudah akan membunuh semua perempuan, karena di zaman itu mereka mempraktekkan poligami atau beristeri lebih dari satu. Kalau ia telah mengeluarkan perintah untuk membuang semua anak perempuan ke dalam sungai, dan menyelamatkan semua anak laki-laki, maka ia mungkin sudah dapat menyelesaikan maksudnya, dan juga ia sudah akan dapat memperbesar jumlah budak pekerjanya karena justru orang-orang itulah yang memproduksi batu-batu bata. Kita baca di dalam buku Patriarchs and Prophets, halaman 242 : “Setan adalah penggerak dalam masalah ini. Ia tahu bahwa seorang pembebas akan bangkit dari antara orang-orang Israel itu; maka dengan mengendalikan raja itu untuk membunuh anak-anak mereka ia berharap ia dapat menggagalkan rencana Ilahi.” Inilah tujuan dari seluruh peristiwa itu. Karena ini adalah sebuah lambang, maka aplikasinya sekarang akan dibuat. 

Buku Testimonies to Ministers, halaman 475, di bawah pasal yang berjudul “Biarkan Surga Memimpin”, kita baca : “Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman : ‘Tengoklah, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu mendahului datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.’ Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, maka apabila ia muncul, orang-orang akan mengatakan : “Anda terlalu bersungguh-sungguh, anda tidak menginterpretasikan Injil itu dengan sepatutnya. Marilah ku ceriterakan kepadamu bagaimana cara mengajarkan pekabaranmu itu.” Tidak ada lagi ucapan yang lebih jelas yang dapat dibuat daripada ini, bahwa kita harus menantikan seorang nabi, atau sebuah pekabaran dalam waktu dekat yang akan datang ini. Jika ini memang suatu ucapan yang diilhami, maka tampaknya inilah kewajiban dari para pengawal yang berdiri pada tembok-tembok Sion untuk mengajarkan dan memberi petunjuk kepada umat, bahwa akan ada seorang nabi atau sebuah pekabaran yang harus ditunggu. Tetapi apakah yang kita peroleh? Justru sebaliknya, pendapat umum dari seluruh organisasi gereja mengatakan, bahwa “tidak

ada lagi nabi yang akan datang, juga tidak ada lagi pekabaran apapun juga yang perlu ditunggu. Kita telah memiliki semua kebenaran, dan kita tidak memerlukan apa-apa lagi”, demikianlah seruan dari dalam perkemahan Israel. Jadi kita saksikan bagaimana musuh yang tua itu telah mengulangi penipuannya yang diam-diam dahulu itu terhadap sidang di waktu ini. Sebagaimana Firaun tidak menyadari akan maksud utama dari perintahnya itu, maka demikian itu pula oleh tidak sadarnya para pemimpin gereja kita, penipu yang licik itu telah mencoba menenggelamkan nabi itu, atau menyembunyikan pekabaran reformasi itu yang diperuntukkan bagi zaman ini. Demikianlah dibuktikan melalui setiap contoh, bahwa pengalaman Israel di Mesir adalah merupakan sebuah gambaran dari Israel yang benar yang akan datang itu. Jika seorang nabi, atau bahkan sebuah pekabaran harus datang, maka sidang pun tidak siap untuk menyambutnya. Akibatnya mungkin akan sama saja dengan pengalaman bangsa Yahudi pada kedatangan Kristus yang lalu. Bayangkan bagaimana ngerinya. “Sementara hal itu tampaknya bagi orang-orang Mesir adalah demi memenuhi keinginan raja untuk tetap menahan orang banyak ini dalam perhambaan, maka maksud yang sesungguhnya di balik semua itu ialah tekad dari Setan, kuasa dari naga itu (Yesaya 51 : 9), untuk menahan umat Israel tetap dalam perhambaan dosa, dan untuk menghalangi pekerjaan reformasi untuk mana Allah telah meletakkan tangan-Nya sementara tiba masanya nubuatan itu.” Review and Herald, January 32, 1930. 

ANAK-ANAK LELAKI DARI SIDANG; BAGAIMANA MEREKA TENGGELAM 

Sudahkah Iblis menenggelamkan seseorang dari anak-anak lelaki itu di sungai Nil pada waktu ini? Di manakah orang-orang itu di dalam sidang ini? Mereka harus berada di dalam sungai Nil, karena itu melambangkan dosa-dosa di dunia, dan itu adalah dimana pada umumnya kita menemui orang-orang laki-laki; dan orang-orang perempuan di dalam sidang. Orang mungkin akan bertanya, apakah yang telah menampi orang laki-laki itu keluar? Roh Nubuat mengajarkan, bahwa kita harus memperhatikannya, bahwa pekerjaan disediakan kepada orang-orang baru dalam kebenaran, untuk memungkinkan bagi mereka memelihara Sabat. Juga untuk melayani orang-orang miskin dan orang-orang sakit yang ada di antara kita. Petunjuk ini sama sekali telah dilalaikan, dengan akibat bahwa orang-orang laki-laki telah tertampi keluar dari sidang. Orang-orang lelaki mencintai kebenaran sama seperti juga orang-orang perempuan, tetapi segera setelah mereka mendengar kebenaran, maka mereka mulai mencari tahu tentang banyak perkara. Segera pula timbul kesulitan, lalu pertanyaan dikemukakan, ‘Bagaimanakah saya dapat memelihara Sabat, tetapi juga memegang kedudukan saya? Jika saya harus membiarkan kedudukan saya lepas, dapatkah saya memperoleh lagi yang lain? Maukah gereja

menolong saya mendapatkan sesuatu untuk saya lakukan? Maukah gereja memberikan sesuatu bantuan dalam hal mendesak sekali, seperti misalnya karena kekurangan pangan, pakaian, atau dalam hal menderita penyakit? Semua pertanyaan ini akan segera dijawab dengan, TIDAK. Akibatnya ialah, keputusan diambil dan kebenaran ditolak. 

Kalau saja sidang telah menyediakan beberapa dorongan yang membesarkan hati bersama-sama dengan semua usaha ini, maka pendirian di atas tidak mungkin akan diambil oleh pihak-pihak yang baru tertarik itu, dan sebagai hasilnya mungkin sekali pria-pria itu maupun kaum perempuannya sudah akan berada di dalam sidang. Kaum pria adalah pencari nafkah, maka kenaikan dari uang-uang perpuluhan dan uang-uang persembahan tatangan tidak akan dapat diperkirakan, sehingga sedikit pengeluaran untuk bantuan-bantuan itu akan hanya merupakan sebagian kecil yang tak akan berarti. Usaha penampungan lapangan kerja mungkin akan merupakan bantuan besar bagi gereja. Bukan saja lapangan kerja yang mungkin dapat dicari orang-orang di luar organisasi, tetapi pekerjaan di antara orang-orang Advent sendiri pun dapat diperoleh dari orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Dengan demikian kaum pria “dilemparkan” ke dalam dunia (“sungai Nil”), tetapi kaum perempuan tertinggal (“hidup”) di dalam sidang. 

MUSA DITEMUKAN OLEH PUTERI FIRAUN 

Mengutip Keluaran 2 : 2, 3 : “Maka hamillah perempuan itu, lalu beranaklah seorang anak laki-laki : Maka apabila dilihatnya akan dia elok rupanya, disembunyikannyalah anak itu tiga bulan lamanya. Tetapi setelah ia tidak dapat lagi menyembunyikan dia, maka diambillah olehnya akan dia sebuah peti dari buluh rantik, dan dilaburnya peti itu dengan minyak keruwing dan gala-gala, lalu dibaringkannya anak itu di dalamnya, diletakkannya dia di tengah-tengah tanaman teberau di tepi sungai.” Takdir telah membawa puteri mahkota Mesir ke sungai itu untuk mencuci dirinya, dan setelah ia melihat peti itu, maka disuruhkannya hamba pelayannya untuk mengambilnya. Ia melihat bayi itu menangis, lalu ibalah hatinya terhadapnya. Kakak perempuan dari bayi itu kemudian melangkah mendekati puteri Firaun, lalu katanya, ‘Maukah saya pergi memanggil bagi Anda seorang pengasuh dari antara perempuan Ibrani, agar ia dapat mengasuh anak itu bagi Anda?’ Pada waktu ibunya tiba, maka kata puteri Firaun kepadanya, ‘Bawalah pergi anak ini, dan asuhlah dia bagi saya.’ Maka anak itu terus bertumbuh, lalu dibawalah akan dia oleh ibunya kepada puteri Firaun sewaktu berumur 12 tahun, lalu dinamailah oleh puteri mahkota akan dia ‘Musa’. Pelajaran ini bersama-sama dengan semua rencana Setan, ia itu tidak akan mungkin mematahkan maksud Ilahi.

PILIHAN MUSA 

Sebagaimana Musa (contoh) telah memperoleh pendidikan yang tertinggi yang dapat dihasilkan oleh istana-istana Firaun, maka setelah mencapai usia dewasa ia dipaksa untuk memilih salah satu dari antara dua perkara, apakah memilih tahta Mesir, atau memilih menderita kesusahan bersama-sama dengan bani Israel. Demikian pula halnya, Musa modern (contoh saingan) akan menerima pendidikan tertinggi yang dapat dihasilkan oleh organisasi gereja; (apabila telah dewasa usianya) telah menyelesaikan pendidikan, menjadi “professor”. 

Musa modern pun akan dipaksa untuk memilih salah satu dari dua perkara; apakah memilih professor di dunia ini (Mesir) dengan penghasilan besar, nama yang terkenal, dan kesenangan-kesenangan dosa untuk sementara waktu lamanya, atau memilih untuk bekerja bagi gereja dengan penghasilan yang kecil, dan menderita kesusahan bersama-sama dengan sidang (bani Israel). Karena Musa (contoh) telah memilih yang kedua, maka demikian pula Musa contoh saingan akan memilih untuk tetap tinggal bersama-sama dengan gereja, yaitu “Menjunjung tinggi penghinaan terhadap Kristus sebagai kekayaan besar daripada semua perbendaharaan kekayaan Mesir.” Statistik-statistik pergerakan yang sedemikian ini diberitahukan kepada kita menunjukkan bahwa 90 persen dari anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah gereja tetap setia kepada pekabaran ini. Ini membuktikan, bahwa pelajaran yang diajarkan di sini adalah benar. 

KEKELIRUAN RENCANA MUSA 

“Telah terjadi di zaman itu setelah Musa dewasa, maka keluarlah ia pergi mendapatkan saudara-saudaranya, ....... maka dilihatnya seorang Mesir sedang memukul seorang Ibrani ....... lalu dipukulnya orang Mesir itu sampai mati, dan disembunyikannya mayatnya di dalam pasir. Maka setelah keluar lagi ia pada keesokan harinya, tengoklah, ada dua orang Ibrani sedang berkelahi. Maka katanya kepada salah satunya, ‘Mengapakah kau pukul akan kawanmu itu?’ Maka jawab orang itu kepadanya, ‘Siapakah yang telah menjadikan dikau penghulu dan hakim atas kami? Hendakkah engkau membunuh aku juga, seperti yang sudah kau bunuh akan orang Mesir itu? Maka takutlah Musa ....... Tetapi larilah Musa dari hadapan Firaun, lalu tinggallah ia di tanah Midian.” Keluaran 2 : 11 – 15. 

Musa mengira bahwa ia adalah seorang penyelamat bani Israel oleh kekuatan tangannya, oleh sebab itu ia telah menggulung lengan bajunya ke atas, lalu hendak melaksanakan tugasnya. Kekeliruan rencana Musa mengenai metode yang akan digunakan dalam menyelamatkan Israel bukanlah satu-satunya perkara kekeliruannya. Jika itu adalah caranya yang ia fahami bagaimana Israel memperoleh kebebasan mereka, maka ia telah gagal melaksanakan rencananya. Kesulitannya adalah bukan karena kurangnya pendidikan atau latihan sebagai seorang penghulu dari angkatan perang, sehingga ia telah gagal untuk melaksanakan

proyeknya, melainkan karena ia adalah sangat pengecut dan takut kepada Firaun. Jika ini bukan merupakan sebab dari kegagalannya, maka mengapakah ia membunuh hanya seorang Mesir saja, lalu menguburkannya di dalam pasir, lalu kemudian setelah hal itu diketahui umum, ia melarikan diri meninggalkan Israel binasa dalam perhambaan? Jika memang maksudnya atau pengertiannya adalah untuk memimpin Israel melawan bala tentara Mesir, maka ia tidak akan menyembunyikan mayat orang Mesir itu di dalam pasir, melainkan ia akan membiarkan mayat orang itu di atas tanah sebagai contoh, lalu kemudian pergi membunuh yang lain-lainnya. Karena gagal melaksanakan rencananya yang telah dipikirkannya, maka Musa telah membuat dua kali kekeliruan. 

Musa kuno ini adalah lambang dari Musa modern (kepemimpinan yang ada sekarang). Sebagaimana kegagalan Musa bukanlah disebabkan karena kegagalan latihan, melainkan karena sesuatu pendapat yang keliru mengenai metoda yang akan digunakan, maka demikian pula di waktu ini dengan kepemimpinan yang ada. Sebagaimana Musa telah gagal melaksanakan rencananya yang keliru itu (apa yang disangkanya merupakan keputusan yang bijaksana), demikian itu pula kepemimpinan pada waktu ini telah gagal dengan rencananya. Tujuannya ialah menyelesaikan pekerjaan Injil dalam generasi ini yang mana praktis sudah lewat, dan dengan kecepatan kerja yang sedang berlangsung sekarang, ia itu tak akan mungkin selesai dalam jangka waktu 100 tahun lagi. “Kita sedang berada dalam bahaya karena bergantung kepada berbagai macam metoda, organisasi, dan pelayanan cepat, yang mana jika hanya ini ditempuh, akan pada akhirnya berhasil hanya dengan kekacauan, ketidak-puasan, dan kegagalan.” Review and Herald, February 20, 1930. 

APLIKASI DARI CONTOH 

Jika Firaun adalah raja, yaitu dia (kepemimpinan) yang memerintah atas semua umat, maka sidang adalah “ratu”. Jika sidang adalah ratu, maka “puteri mahkota” ialah sekolah gereja. Mesir adalah melambangkan dunia, dan sungai Nil adalah melambangkan dosa-dosa dunia ini. Oleh pertolongan ibu yang takut akan Allah itu, maka Musa (contoh) tidak jadi dibuang ke dalam sungai Nil. Demikian pula halnya dengan Musa modern, yang karena bantuan ibu Kristennya ia telah berhasil diselamatkan dari sungai Nil (dosa di dalam dunia), tetapi setelah ibunya tidak lagi dapat memelihara dia, sehingga harus mengirimnya ke sekolah-sekolah di negeri itu di mana dosa-dosa berkuasa, maka sekolah gereja (“puteri mahkota”) akan menemukan dia. Seperti halnya Musa (contoh) telah memperoleh pendidikannya dengan bantuan puteri Firaun, maka demikian pula Musa modern menerima pendidikannya oleh bantuan sekolah gereja.

Kita, seperti halnya Musa telah mengira, bahwa kita akan melepaskan Israel oleh kekuatan tangan (bantuan orang-orang). Seperti halnya Musa kita adalah sangat penakut untuk menyelesaikan apa saja. Telah dikatakan oleh seseorang pendeta Allah yang baik hati, “Ini adalah keliru di dalam sidang, dan itu pun adalah tidak benar, sehingga harus dibetulkan, tetapi kita tidak dapat melakukannya.” Mengapa? Sebab ia takut akan kehilangan jabatannya. Tetapi apakah yang harus kita perbuat? Bekerja bagi Allah dan menaruh harap kepada-Nya, ataukan bekerja bagi Firaun dan menaruh harap pada jabatan? 

Mengutip buku Testimonies, jilid 5, halaman 80 – 82 : “Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Di dalam penyaringan yang hebat itu yang segera akan terjadi, kita akan lebih lagi mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya ada di dalam tangan-Nya, dan Ia akan menyapu bersih seluruh lantai-Nya ......... Orang-orang yang menaruh harap pada kemampuan berpikir, bakat-bakat istimewa, ataupun talenta, mereka tidak akan mampu berdiri pada waktu itu pada barisan terdepan. Mereka tidak mengatur langkahnya sejalan dengan terang itu. Orang-orang yang telah membuktikan diri mereka tidak setia tidak akan pada waktu itu dipercayakan untuk menggembalakan kawanan domba. Dalam pekerjaan besar yang terakhir hanya sedikit orang-orang besar akan ikut serta. Mereka adalah orang-orang yang merasa cukup sendiri, lepas dari Allah, maka Ia tidak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba yang setia, yang dalam masa keguncangan dan ujian akan muncul ke depan. Masih ada orang-orang yang bernilai mahal yang kini masih tersembunyi yang belum pernah menyembah sujud kepada Dewa-Dewa. Mereka itu belum memiliki terang yang telah bercahaya dengan sinarnya yang terpusat seperti yang bersinar atasmu. Tetapi, mungkin sekali dari bawah sesuatu bentuk lahiriah yang kasar dan yang tidak menarik akan keluar tabiat Kristen murni yang bersih cerah ....... Di waktu inilah, emas itu akan dipisahkan dari sanga yang ada di dalam sidang ......... Banyak orang yang telah merupakan bintang yang telah kita kagumi karena kehebatan kepintarannya, mereka pada waktu itu kelak akan keluar ke dalam kegelapan ......... Mereka yang terlemah dan yang ragu-ragu di dalam sidang akan kelak jadi seperti Daud –– rela untuk melakukan dan berani ........ Kemudian sidang Kristus akan kelak muncul ‘indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya’ ........ Allah hendak mengerjakan suatu pekerjaan di zaman kita ini di mana hanya sedikit orang yang akan mengharapkannya. Ia akan membangkitkan dan meninggikan di antara kita orang-orang yang diajar oleh dorongan Roh-Nya dan bukan orang-orang yang memperoleh latihan lahiriah pada lembaga-lembaga pendidikan ilmiah. Semua fasilitas ini bukannya harus diremehkan atau dipersalahkan; mereka memang diurapi oleh Allah, tetapi mereka hanya dapat mengerjakan hal-hal yang pantas secara lahiriah saja. Allah

akan menyatakan bahwa Ia tidak akan berharap pada orang-orang fana terpelajar yang mementingkan diri sendiri.” 

MUSA DI PADANG BELANTARA 

“Tetapi larilah Musa dari hadapan Firaun, lalu tinggallah ia di tanah Midian ........ Maka imam Midian itu memberikan kepada Musa anaknya yang bernama Zippora untuk menjadi isterinya ....... Kini Musa mengembalakan kawanan domba Jitero, mertuanya, imam di negeri Midian itu, dan dibawanya kawanan domba itu jauh ke padang belantara, sehingga sampailah ia ke gunung Allah (Horeb), ...... maka, heran, belukar duri itu bernyala-nyala dengan api, tetapi tiada juga belukar itu terbakar. Maka kata Musa, baiklah aku pergi ke sana dan melihat keajaiban yang besar ini mengapa belukar ini tidak hangus ..... maka berserulah Allah akan dia dari tengah-tengah belukar duri itu, firman-Nya : Hai Musa, Musa. Maka jawabnya : Saya Tuhan ..... Maka firman Tuhan kepadanya : Bahwa sesungguhnya Aku telah melihat segala aniaya yang berlaku atas umat-Ku yang di Mesir itu ..... Maka Aku kini turun untuk melepaskan mereka itu keluar dari tangan orang-orang Mesir, ...... Oleh sebab itu marilah, maka Aku akan mengutus kamu kepada Firaun supaya kamu membawa umat-Ku, yaitu bani Israel keluar dari negeri Mesir. Maka sembah Musa kepada Allah : Siapakah gerangan hamba ini, sehingga hamba akan menghadap Firaun dan membawa bani Israel keluar dari Mesir? ..... Maka sembah Musa kepada Tuhan : Ya Tuhan, hamba ini bukannya orang yang pandai berkata-kata, baik dahulu maupun sekarang, semenjak Tuhan berfirman kepada hamba-Mu, melainkan hamba ini adalah orang yang berat mulut dan berat lidah. ‘Aku adalah berasal dari lidah-lidah yang tak bersunat, maka bagaimanakah Firaun akan mau mendengar kepadaku?’ Maka firman Tuhan kepadanya: Siapakah yang telah menjadikan mulut manusia, ataukah siapakah yang telah menjadikan orang bisu, atau tuli, atau orang yang celek, atau orang buta? Bukankah Aku Tuhan yang telah membuat semuanya itu? Maka sebab itu sekarang pergilah kamu, dan Aku akan menyertai mulutmu, dan Aku akan mengajar engkau apa yang patut kau katakan ...... Maka firman Tuhan kepadanya: Apakah itu di dalam tanganmu? Maka sahutnya : Tongkat. Maka firman Tuhan : Campakkanlah dia ke tanah. Maka dicampakkannya ke tanah lalu ia itu menjadi seekor ular, maka larilah Musa daripadanya. Maka firman Tuhan kepada Musa : Ulurkanlah tanganmu, dan ambillah ular itu pada ekornya. Maka diulurkannya tangannya, diambilnya, lalu ia itu menjadi tongkat kembali di dalam tangannya ......... Maka katanya, Ya Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kau utus. Maka bangkitlah murka Tuhan akan Musa.” Bacalah Keluaran 2 : 15 sampai dengan pasal 4 : 13.

APLIKASI DARI PELAJARAN INI 

Musa yang terakhir ini ialah Musa yang tidak terpelajar. Perhatikan, ia tidak pandai berbicara, memiliki mulut yang berat, dan lidah yang berat, dan “lidah-lidah yang tidak disunat” (tidak terlatih). Ia tidak tahu bagaimana untuk datang menghadap Firaun. Ia segan untuk berdiri di hadapan raja yang besar itu, seperti juga air raksa menyusut dari kolom udara sebelah atas barometer. Tetapi walaupun Musa ini terhalang, ia memiliki keberanian; ia bukanlah seorang penakut. Ia berani mengambil resiko hidupnya, karena ia diminta hanya satu kali untuk mengambil ular dongengan itu pada ekornya, dan ia melakukannya. Musa ini bukanlah seorang putera mahkota, melainkan hanya seorang gembala biasa. Musa pengembala ini adalah melambangkan orang-orang yang akan memulaikan reformasi dan akan dipekerjakan dalam masa “Seruan Keras”, yang dikemukakan dalam kutipan-kutipan berikut ini. Kita kutip buku Life Sketches, halaman 245 : “Allah sedang akan melimpahkan beban-beban ke atas lebih banyak pundak orang-orang yang tidak berpengalaman. Ia sedang mempersiapkan mereka untuk menjabat tugas pekerjaan, untuk berjuang, untuk juga mengambil resiko.” Buku Testimonies, jilid 5, halaman 82 : “Ia akan membangkitkan dan meninggikan dari antara kita orang-orang yang diajarkan oleh dorongan Roh-Nya dan bukan orang-orang yang memperoleh latihan lahiriah pada lembaga-lembaga pendidikan ilmiah.” 

Buku Testimonies to Ministers, halaman 300 : “Jika orang-orang yang dapat membantu di ____ tidak bangkit menyadari akan tugasnya, maka mereka tidak akan kenal akan pekerjaan Allah apabila kelak seruan keras dari malaikat yang ketiga itu terdengar. Apabila keluar terang menerangi bumi, gantinya datang dari Tuhan untuk memberikan bantuan, maka mereka akan bermaksud melaksanakan pekerjaan-Nya untuk sesuai dengan pendapat-pendapat mereka yang picik. Marilah kuceritakan kepadamu, bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sangat berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang akan bertentangan dengan setiap rencana manusia. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu mau mengontrol pekerjaan Allah, untuk juga mendikte pergerakan-pergerakan apa yang harus dibuat sementara pekerjaan terus maju di bawah petunjuk malaikat yang menggabungkan dirinya dengan pekabaran malaikat yang ketiga untuk disampaikan kepada dunia. Allah akan menggunakan berbagai cara dan peralatan dengan mana ia itu akan terlihat, bahwa ia sedang memegang pemerintahan langsung dalam tangan-Nya. Pengerja-pengerja akan dibuat kagum terheran-heran oleh peralatan-peralatan yang sederhana yang akan digunakan-Nya untuk memulaikan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya. Orang-orang yang dianggap pengerja-pengerja yang baik akan perlu datang bersama-sama menghampiri Allah, mereka akan perlu memperoleh sentuhan Ilahi.” Juga bacalah Yesaya pasal 3. “Bukanlah

orang-orang yang bertalenta besar dan orang-orang yang bertitel yang sangat diperlukan seperti halnya orang-orang yang besar dalam iman, kesucian, penyerahan diri, dan kasih. Orang-orang yang besar bagi Allah dan besar dalam kesederhanaan, kejujuran, dan penyangkalan diri, –– atas mereka yang sedemikian inilah terpancar pekabaran Allah, kehidupan, dan berkat-berkat bagi kemanusiaan, dan bagi memajukan kerajaan-Nya di seluruh bumi.” Review and Herald, February 20, 1930. 

TONGKAT GEMBALA 

Roh Nubuatan mengatakan di dalam buku Patriarchs and Prophets, halaman 251, bahwa tongkat Musa itu melambangkan kuasa Allah. Tongkat gembala ialah : Kuasa Allah; domba ialah : umat Allah; tongkat gembala ialah sesuatu alat yang digunakan untuk menangkap domba. Tongkat dalam contoh ini ialah sesuatu alat yang digunakan untuk menangkap orang-orang. Apakah yang dapat diartikan daripadanya? Ia itu tidak mungkin sesuatu yang lain, selain daripada kebenaran Alkitab yang tegas yang indah dan jelas yang tidak dapat dibantah. Apabila ia itu diungkapkan, maka ia akan menghasilkan ular-ular (orang-orang), atau orang-orang yang bertobat, oleh karena reformasi. Tetapi orang-orang Mesir itu berbuat juga yang sama, karena mereka membuang ke tanah tongkatnya masing-masing, maka semua itu pun menjadi ular-ular, dan barangkali bahkan lebih banyak jumlahnya, karena setiap orang membuang tongkatnya ke tanah; tetapi semua itu adalah tiruan. Lambang-lambang dari kemunafikan (orang-orang Kristen yang tidak benar); tetapi tongkat Musa telah menelan tongkat-tongkat dari orang-orang Mesir itu. Lambang kemenangan bagi Israel yang benar. Hasilnya ialah pertentangan, tetapi Israel yang benar pada akhirnya akan menang. 

Di dalam buku Testimonies, jilid 5, halaman 696 kita baca : “Mereka itu sesungguhnya tidak membuat tongkat-tongkat mereka menjadi ular, melainkan oleh kekuatan magis, yang dibantu oleh penipu besar itu, yang telah membuatnya terlihat seperti ular-ular, untuk meniru pekerjaan Allah.” Lambang dari suatu Kekristenan dalam rupa saja dari orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Tetapi orang dapat saja mengatakan, Apa? Umat Allah dilambangkan oleh seekor ular? Mengapa tidak oleh seekor domba? Kalau saja Kristus yang rendah hati dan sederhana itu telah dilambangkan oleh ular tembaga di padang belantara yang telah ditegakkan oleh Musa bagi bani Israel supaya memandang kepadanya, lalu dapat disembuhkan dari gigitan-gigitan ular-ular ganas, maka umat Allah pun dapat saja dilambangkan juga dengan ular. Kalau saja tongkat itu telah berubah menjadi seekor domba, maka ia itu sudah akan mengacaukan lambangnya, karena mereka yang 144.000 itu tidak akan menjadi domba-domba di dalam kandang dan dipelihara oleh seseorang gembala bumi ini, melainkan sebaliknya.

Karena alasan inilah ular telah digunakan sebagai lambang, yang berarti bijaksana; tidak dapat ditakut-takuti (tidak akan melarikan diri dari apa saja : kebalikan dari domba). Mereka akan dipenuhi dengan Roh Suci, memberitakan pekabaran dan berhasil dengan kemenangan. “Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan berada di tengah-tengah banyak bangsa seperti setetes embun dari Tuhan, seperti siraman air hujan atas rerumputan, yang tiada menantikan orang atau harap akan anak-anak manusia.  Maka orang-orang yang lagi tinggal dari Yakub akan berada di antara bangsa-bangsa Kafir di tengah-tengah banyak bangsa seperti seekor singa di antara segala binatang di hutan, seperti seekor singa muda di antara kawanan domba; yang jika ia berjalan lalu, maka ia akan menginjak-injak dan mencabik-cabik berkeping-keping, dan tak seorang pun yang akan luput daripadanya.” Mikha 5 : 7, 8. 

KEMATIAN DARI ANAK SULUNG 

“Dan lagi kata Musa : Demikianlah firman Tuhan, kira-kira pada tengah malam ini Aku akan keluar berjalan keliling di dalam negeri Mesir. Maka semua anak sulung di dalam negeri Mesir akan mati, dimulai dari anak sulungnya Firaun yang akan duduk di atas tahta kerajaannya sampai kepada anak sulung hamba sahaya perempuan yang berada di balik penggilingan itu dan anak-anak sulung segala binatang pun.” Keluaran 11 : 4, 5. “Maka terjadilah pada tengah malam, bahwa dibunuh Tuhan akan segala anak sulung di dalam negeri Mesir, mulai dari anak sulungnya Firaun yang akan menggantikan dia dalam kerajaannya sampai kepada anak sulung orang yang terbelunggu yang berada di dalam penjara dan segala anak sulung dari binatang pun ....... maka terjadilah suatu tangis yang besar di Mesir, karena tak ada satu rumah pun yang tiada terdapat orang mati di dalamnya.” Keluaran 12 : 29, 30. 

Anak sulung, suatu lambang dari kelas imam-imam, yaitu yang dikemukakan di dalam Yehezkiel 9 : 6, bagian akhir : “Orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.” “Mulai dari anak sulung yang duduk di atas tahta kerajaan sampai kepada anak sulung yang di dalam penjara”, lambang dari Yehezkiel 9 : 6 : “Bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik hamba-hamba sahaya, maupun anak-anak kecil, dan kaum perempuan : ...... Maka mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.” “Anak-anak sulung dari binatang-binatang” lambang dari Yesaya 63 : 18 dan 64 : 1; Bilangan 26 : 10. 

“Dalam kasus dari dosanya Akhan, Allah mengatakan kepada Yosua, ‘Aku pun tidak akan lagi berada bersama-sama dengan kamu, terkecuali kamu membinasakan yang terkutuk itu dari antaramu.” Bagaimanakah contoh peristiwa ini diperbandingkan dengan cara yang dianut oleh orang-orang yang tidak mau mengangkat suaranya melawan dosa dan kesalahan,  melainkan

justru simpati mereka adalah selalu ditemukan bersama-sama dengan orang-orang itu yang mengacaukan perkemahan Israel dengan dosa-dosa mereka? Firman Allah kepada Yosua adalah, ‘Kamu tidak akan dapat tahan berdiri menghadapi musuh-musuhmu, sebelum kamu menyingkirkan perkara yang terkutuk itu dari antaramu.” Ia mengucapkan hukuman yang akan menyusul pelanggaran terhadap perjanjian-Nya ....... Maka Yosua, dan segenap Israel bersama-sama dengannya, pergi menangkap Akhan bin Zerah, dan perak, dan baju, dan peniti emas, dan anak-anaknya laki-laki, dan anak-anaknya perempuan, dan semua lembunya, dan keledainya, dan domba-domba, dan kemahnya, dan segala harta miliknya; maka dibawalah mereka itu sekaliannya ke dalam lembah Akhor. Maka kata Yosua : Mengapakah kamu menyusahkan kita? Tuhan akan menyusahkan engkau pada hari ini. Maka segenap Israel melempari dia dengan batu, lalu membakar mereka dengan api setelah sudah mereka melempari mereka itu dengan batu.” Testimonies, jilid 3, halaman 267 – 268. 

“Maka firman Tuhan kepada Musa, bunyinya, Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung, apapun juga yang pertama keluar dari rahim di antara bani Israel, baik dari manusia maupun dari binatang; Akulah yang empunya dia.” Keluaran 13 : 1, 2. Suatu lambang dari sebuah keimammatan yang baru, dan anak sulung dari binatang melambangkan suatu jaringan bantuan, atau pemeliharaan. “Sekiranya suatu kasus seperti kasusnya Akhan terdapat di antara kita, maka banyak orang akan menuduh mempersalahkan orang-orang yang mungkin akan bertindak sebagai Yosua dalam menyelidiki kesalahan, karena alasan memiliki roh jahat yang suka mencari-cari salah. Allah tidak boleh dikacaukan, dan amaran-amaran-Nya yang dilalaikan oleh suatu bangsa yang mendurhaka tidak akan dimaafkan.” Testimonies, jilid 3, halaman 270. 

ANAK DOMBA PASKAH 

“Bicarakanlah kepada seluruh perhimpunan Israel demikian : Pada hari yang kesepuluh dari bulan ini hendaklah masing-masing mereka mengambil baginya seekor anak domba menurut kaum keluarga, yaitu seekor anak domba bagi sebuah rumah tangga ..... Maka hendaklah kamu memeliharakan dia sampai kepada hari yang keempat belas dari bulan yang sama, lalu hendaklah segenap perhimpunan Israel menyembelihnya pada sore hari. Maka hendaklah mereka mengambil darahnya, dan mengebaskannya pada dua jenang dan pada ambang di atas pintu rumah, tempat di mana mereka akan memakannya ...... Maka demikianlah caranya hendak kamu makan dia; dengan berikat pinggangmu, dan berkasut pada kakimu, dan tongkat pada tanganmu; maka hendaklah kamu makan dia dengan terburu-buru. Itulah paskah Tuhan ..... Maka darah itu hendaklah bagimu menjadi suatu pertanda pada rumah-rumah di mana kamu berada : Maka apabila Aku melihat darah itu,

Aku akan berjalan melewatimu, sehingga celaka tidak akan menimpa kamu untuk membinasakan kamu, apabila Aku memalu negeri Mesir itu.” Keluaran 12 : 3 – 13. 

“Semua upacara dari perayaan itu merupakan contoh-contoh dari pekerjaan Kristus. Kelepasan Israel dari Mesir merupakan sebuah objek pelajaran mengenai penebusan, yang telah dimaksudkan oleh Paskah itu untuk tetap diingat dalam ingatan. Anak domba yang disembelih, roti yang tidak beragi, berkas ikatan buah-buah pertama, melambangkan Juruselamat.” Desire of Ages, halaman 77. 

Anak domba melambangkan Kristus. Yesaya 53 : 7.

Anak domba yang dipanggang di atas api, ialah Roh Allah. Kejadian 15 : 17; Kisah Rasul-Rasul 2 : 3; Imamat 9 : 24. 

Memakan daging : Kristus adalah kehidupan kita, karena “di dalam Dia kita hidup, dan bergerak, dan memiliki keadaan kita.” Yohanes 6 : 53. 

Pinggang terikat : Kebenaran Allah, Firman. Efesus 6 : 14.

Kasut pada kaki : Persiapan Injil. Efesus 6 : 15.

Tongkat di dalam tangan : Pedang dari Roh. Efesus 6 : 17. 

Kamu harus memakannya dengan terburu-buru : Jangan ragu-ragu; bersiaplah; kelepasan cepat. Keluaran 12 : 11. 

Keluaran 12 : 34, “Maka orang banyak itu mengangkat adonan mereka sebelum ia itu beragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus di dalam kainnya di atas bahu mereka.”

Tempat adonan ialah Alkitab. Efesus 6 : 13.

Adonan ialah Firman Allah yang terkandung di dalamnya. Yehezkiel 44 : 30 (contoh).

Tidak beragi : Firman Allah yang belum dicemarkan, dan ia itu harus dipegang dengan sedemikian ini. Wahyu 22 : 18. 

Tempat adonan di atas bahu mereka : Berbagai peralatan yang meyakinkan kamu memiliki seluruh Firman Allah senantiasa bersama denganmu. Dengan demikianlah kamu akan menjauhi diri dari Mesir. Efesus 6 : 13. “Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa. Janji-janji kelepasan adalah janji-janji dari Injil. Kekuasaan yang diungkapkan dalam keputusan-keputusan terhadap dewa-dewa Mesir itu menunjukkan ukuran kekuatan yang disediakan bagi kelepasan dari pelayanan yang berat kepada ‘dewa dari dunia ini’”. Review and Herald, January 23, 1930. 

Darah pada ambang pintu adalah lambang dari “meterai”, Wahyu

pasal 7; “tanda”, Yehezkiel pasal 9 (Wahyu pasal 7 dan Yehezkiel pasal 9 ialah tanda atau meterai yang sama). Lihat buku Testimonies to Ministers, halaman 445. 

Darah yang dipakai pada ambang pintu menunjukkan, bahwa meterai, atau tanda itu dengan mana mereka yang 144.000 itu dimeteraikan, akan kelak dapat dilihat. 

“Ambang pintu” dan “dahi” keduanya mempunyai arti yang sama. Kami tidak bermaksud untuk mengatakan, bahwa itu adalah suatu cap merek tertentu yang dapat dilihat, atau tanda pada dahi-dahi mereka, melainkan sebuah “meterai” tabiat, peserta, atau peraturan; standard ukurannya ialah Firman Allah yang murni. Demikianlah mereka menggunakan darah pada ambang pintu, sehingga saudara-saudaranya di dalam sidang dapat menyadari akan adanya sesuatu perubahan. 

Orang-orang yang boleh memperoleh meterai itu ialah mereka yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian (dosa-dosa) yang dilakukan di dalam sidang. Tetapi jika seseorang ikut mengambil bagian serta mencoba untuk menutup-nutupi kejahatan yang ada di dalam sidang, maka mereka akan dibiarkan tanpa meterai. Bacalah buku Testimonies, jilid 5, hal. 207 – 212; Testimonies, jilid 3, hal. 266. 

LAUT MERAH 

Laut Merah melambangkan Yesaya pasal 63. Edom berarti “merah”. “Edom” ialah Esau, saudara kembar dari Yakub. Namanya dirubah menjadi Edom karena ia telah menjual hak kesulungannya untuk mendapatkan semangkok “kacang merah”, dan Esau sendiri pun adalah merah, maka sebab itu kita mempunyai Laut Merah, manusia merah, kacang rebusan merah. Bacalah ESAU dan YAKUB, Bab 3.

“Laut”, ialah sebuah lambang dari “orang banyak”. Wahyu 17 : 15.

Firaun dan bala tentaranya : Para penghasut utama melawan reformasi. “Mesir telah mengembangkan sebuah organisasi agama yang rumit. Ia bangga karena lembaga-lembaga agamanya; ia meremehkan umat Israel ini yang tidak berbakti sesuai dengan agama yang sudah dikenal, dan yang kini, di bawah pekabaran reformasi yang dikhotbahkan oleh Musa, mereka sedang mengambil pendirian yang lebih lengkap lagi untuk mewakili kebenaran dan hukum Yehovah.” Review and Herald, January 23, 1930.

Bozrah : Kandang domba (sidang). Mikha 2 : 12; Yesaya 34 : 6.

Orang-orang Edom : Orang-orang yang menjual hak kesulungan mereka untuk memuaskan seleranya. Mereka menjadikan perut mereka sebagai dewanya; pelanggar-pelanggar reformasi kesehatan. Untuk penjelasan selanjutnya lihat halaman 156 (bahasa Inggris) di bawah judul “Menderita demi karena

umat-Nya”.  “Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa. Janji-janji kelepasan adalah janji-janji dari Injil. Kekuasaan yang diungkapkan dalam keputusan-keputusan terhadap dewa-dewa Mesir itu menunjukkan ukuran kekuasaan yang disediakan bagi kelepasan dari pekerjaan berat kepada “dewa dunia ini.” Kemenangan yang gemilang di Laut Merah itu membayangkan kemenangan yang dijaminkan kepada anak Allah yang berharap.” Review and Herald, January 23, 1930. 

GUNUNG SINAI 

“Dalam bulan ketiga, setelah bani Israel keluar dari Mesir, pada hari yang sama itu pun sampailah mereka ke dalam padang belantara Sinai.” ..... “Maka Allah mengucapkan segala firman ini, bunyinya : Akulah Tuhan Allahmu, yang telah menghantarkan kamu keluar dari negeri Mesir, dari dalam rumah perhambaan itu. Janganlah ada padamu dewa-dewa yang lain di hadapan-Ku.” Keluaran 19 : 1; 20 : 1 – 3. Di sinilah di mana jangka waktu 430 tahun itu berakhir, dimulai dengan Abraham keluar dari Ur. Patriarchs and Prophets, halaman 760. Di sinilah di mana Musa telah mengorganisir sebuah sidang, pada waktu ia mengangkat tujuh puluh tua-tua, dan di mana Allah telah berbicara sendiri kepada orang banyak itu. Pengalaman di Sinai itu adalah melambangkan reorganisasi sidang, –– yaitu Allah sendiri yang akan mengawasi kawanan domba itu. Kita baca di dalam buku Testimonies, jilid 5, halaman 80 : “Kita telah cenderung berpikir, bahwa dimana tidak terdapat pendeta-pendeta yang setia, maka tidak mungkin akan terdapat orang-orang Kristen yang sejati; tetapi ini bukanlah persoalannya. Allah telah berjanji bahwa dimana gembala-gembala didapati tidak benar maka Ia akan mengawasi sendiri kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba sepenuhnya bergantung kepada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan terjadi, kita kelak akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel.” 

NAMA BARU DIBERIKAN KEPADA SIDANG 

“Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah; ...... Aku tahu segala pekerjaanmu, bahwa engkau dingin tidak panaspun tidak : Aku menginginkan engkau dingin atau panas. Maka oleh karena engkau adalah suam, dan dingin tidak panas pun tidak, maka Aku hendak meludahkan kamu keluar dari dalam mulut-Ku.” Wahyu 3 : 14 – 16. 

Perhatikanlah bahwa adanya nama yang sekarang –– “Masehi Advent Hari Ketujuh” adalah bersyarat, atau sebaliknya nama itu akan diludahkan keluar dari dalam mulut-Nya. “Maka segala orang Kafir akan menyaksikan kebenaranmu, dan segala raja akan kemuliaanmu : Maka kamu akan dipanggil dengan suatu nama yang baru, yang akan disebut oleh mulut Tuhan.” Yesaya 62 : 2. “Maka kamu akan meninggalkan namamu sebagai suatu kutuk bagi umat pilihan-Ku (mereka yang 144.000 itu) : Karena Tuhan Allah akan memalu kamu, dan Ia akan memanggil hamba-hamba-Nya dengan suatu nama yang lain.” Yesaya 65 : 15. Bacalah buku Testimonies to Ministers, halaman 300. 

Di sinilah di mana nubuatan Yesaya yang terdapat di dalam pasal 52 : 1, akan kelak digenapi : “Bangunlah, bangunlah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci : Karena mulai dari sekarang tiada lagi akan masuk ke dalammu barang seorang yang tak bersunat atau yang najis.” Juga bacalah Yesaya pasal 4. Zefanya 3 : 13, “Yang lagi tinggal dari Israel itu tidak akan lagi berbuat kejahatan, ataupun berbicara dusta; suatu lidah penipu pun tidak akan lagi ditemukan di dalam mulut mereka : Karena mereka akan makan dan berbaring dengan sentausa, dan tidak seorang pun yang akan membuat mereka takut.” 

“Yang lagi tinggal dari Israel itu tidak akan lagi berbuat kejahatan.” Nubuatan ini belum pernah menemui kegenapannya sepanjang sejarah gereja, karena selalu ada terdapat kekejian di tengah-tengah sidang; namun kita hendaknya bersyukur kepada Allah untuk janji-Nya yang penuh murah hati ini bagi kita. Gulungan surat sedang terus terbuka. Maukah kita berdoa kepada Allah agar kita tidak jatuh dalam perjalanan yang berkelok-kelokan? “Dengan bersenjatakan kelengkapan kebenaran Kristus, maka sidang akan memasuki perjuangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan sebuah bala tentara dengan panji-panjinya’, sidang akan maju terus ke seluruh dunia dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” Prophets and Kings, halaman 725. 

APAKAH ANGKA BILANGAN DARI ISRAEL? 

Telah dijelaskan bahwa Israel jasmani adalah merupakan sebuah gambar photo dari Israel yang dijanjikan itu. Dalam pergerakan exodus itu semua suku bangsa itu telah keluar meninggalkan Mesir. Jika ini merupakan sebuah gambar photo dari Israel yang dijanjikan itu, maka seluruh dua belas suku bangsa itu benar-benar harus juga keluar sekarang. Dua belas suku bangsa harus melepaskan diri dari kebinasaan yang diramalkan dalam Yehezkiel pasal 9 (kematian dari anak-anak sulung), dan Yesaya pasal 63 (Laut Merah). Angka bilangan mereka itu telah dikatakan berjumlah 12.000 orang dari setiap suku bangsa, menjadi sejumlah 144.000 orang.  Karena alasan bahwa mereka telah

berjalan melewati pengalaman yang sama seperti yang dialami Israel kuno yang lalu, maka mereka (144.000 itu) menyanyikan sebuah nyanyian Musa dan Anak Domba yang baru. “Lalu teringatlah ia kepada zaman dahulu, Musa dan semua pengikutnya, sambil mengatakan, Dimanakah Dia yang telah menghantarkan mereka itu naik dari laut bersama-sama dengan pengembala kawanan domba-Nya? Dimanakah Dia yang telah menaruh Roh Suci-Nya di dalam hatinya? Yang telah menghantarkan mereka itu oleh tangan kanan Musa dan lengan-Nya yang mulia, yang telah membelah air di hadapan mereka itu, untuk membuat diri-Nya sendiri suatu nama yang kekal? Yang menghantarkan mereka itu melintasi samudera yang dalam, seperti halnya seekor kuda di padang belantara, sehingga mereka itu tidak terantuk kakinya? Sebagai seekor binatang turun ke dalam lembah, Roh Tuhan membuatnya istirahat : Demikianlah Engkau telah menghantarkan umat-Mu untuk membuat bagi diri-Mu sendiri suatu nama yang mulia.” Yesaya 63 : 11 – 14. Kata-kata Firman ini tidak mungkin menunjuk kepada rombongan yang lain selain daripada rombongan yang sedang kita bicarakan di sini. 

TERDIRI DARI SIAPAKAH UMAT YANG SISA ITU? 

Definisi dari “umat yang sisa” adalah : Yang tertinggal setelah pemisahan, pemindahan, atau kerusakan dari suatu bagian. (Standard Dictionary). Permulaan dari sidang Kristus di zaman rasul-rasul bukanlah berupa sebuah “gulungan kain” yang besar yang baru saja dibuka, kemudian gulungannya menjadi makin kecil dan kecil sepanjang zaman, lalu kini, pada akhir dari sejarah sidang tinggal hanya bagian yang terkecil, atau yang masih tersisa. Tetapi, sebaliknya sidang sejak mulanya justru berupa kain yang baru mulai digulung ke kayunya, sehingga sejak mulanya masih kecil sekali gulungannya. Ia itu terus digulung dan digulung, dan terus ditambah sepanjang zaman, lalu pada sejarah sidang yang terakhir sekali ia itu merupakan suatu umat yang tersisa. “Yang sisa” menunjukkan suatu bagian yang sangat kecil, suatu pecahan, atau sesuatu yang kecil. Tuhan mengatakan penuaian itu adalah pada akhir dunia; malaikat-malaikat adalah para penyabit. Penyabitan akan dilaksanakan. “Penuaian” berarti suatu pemungutan hasil; mengumpulkan, menyimpan, atau memasukkan ke dalam lumbung. Sesuai dengan ini penuaian adalah sesuatu yang tersisa, namun agak berlawanan, karena pada penuaian kita mengumpulkan yang terbanyak. 

Israel yang sisa itu harus berupa sesuatu yang lain daripada apa yang umumnya kita sangka, karena “yang sisa” ialah sebagian yang kecil, atau bagian yang tertinggal setelah suatu kehancuran. Kehancuran ialah keguncangan yang kuat, atau masa penyaringan, yaitu pemisahan dalam dua kelas di dalam sidang (pemeteraian mereka yang 144.000 itu) sebagaimana dinubuatkan di dalam Yehezkiel pasal 9, dan Yesaya pasal 63. Orang-orang yang luput itulah “umat yang sisa” itu.  Alkitab tidak ada memberikan

definisi lain untuk kata-kata “yang sisa”, selain apa yang diberikan di sini. Lihat Imamat 5 : 13; 2 Raja-Raja 19 : 4; Yesaya 37 : 4; Ezra 9 : 8; Yesaya 1 : 9; 11 : 11; 16 : 14; Yeremiah 44 : 28; Yehezkiel 6 : 8; Yoel 2 : 32; Roma 11 : 5; Wahyu 11 : 13. 

Di dalam Yesaya pasal 11, ada tercatat peristiwa yang sama yang akan kami coba menjelaskannya di sini. Dalam ayat sebelas kita baca mengenai yang sisa itu yang sedang kita bicarakan : “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menerima kembali umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal.” Yesaya 11 : 11. Buku Early Writings, halaman 270 : “Saya menanyakan arti dari keguncangan itu yang telah saya saksikan, maka telah ditunjukkan kepada saya bahwa itu akan disebabkan oleh kesaksian yang tegas yang disampaikan oleh nasehat dari Saksi Yang Benar itu kepada orang-orang Laodikea. Ini akan membawa pengaruh pada hati pendengarnya, dan akan memimpin orang itu untuk meninggikan standard ukuran dan menyampaikan kebenaran yang tegas. Sebagian orang tidak mau menerima kesaksian yang tegas ini. Mereka akan bangkit melawannya, dan inilah yang menimbulkan suatu keguncangan di antara umat Allah.” 

Yesaya 11 : 12 bagian pertama : “Dan ia akan menegakkan suatu tanda bagi segala bangsa.” Kembali kita baca di dalam Yesaya 66 : 19, “Maka Aku akan menetapkan suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa.” Pasal 63 memiliki petunjuk yang sama dengan Yesaya pasal 59, sebagian dari ayat 19 dikutip di sini : “Demikianlah mereka akan takut akan nama Tuhan dari sebelah barat, dan kemuliaannya dari sebelah timur.” “Tanda” itu adalah luas dari timur sampai ke barat, dan mempunyai arti bagi seluruh dunia. “Kebinasaan” adalah “tanda” dan contoh bagi segala bangsa, dan “yang sisa” ialah mereka yang tertinggal (144.000 itu). Sesudah ini kita mendapatkan “Seruan Keras” (penuaian) : “Mereka yang sampai pada setiap titik, dan tahan menghadapi setiap ujian, dan menang, dengan berapapun juga harganya, mereka telah mematuhi nasehat dari Saksi Yang Benar itu, maka mereka akan memperoleh hujan akhir, lalu dengan demikianlah mereka disiapkan bagi pengubahan.” Testimonies, jilid 1, halaman 187. “Tetapi katanya, Jangan; supaya jangan sementara kamu mengumpulkan lalang-lalang itu, kamu mencabuti juga gandum sertanya. Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada penuaian : maka pada masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para penuai itu, Kumpulkanlah dahulu lalang-lalang itu, dan ikatkanlah semuanya berberkas-berkas untuk dibakar : tetapi kumpulkan gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13 : 29, 30. 

Pengertian yang sama ini pun ditunjang di dalam tulisan buku Patriarchs and Prophets,

halaman 541 :  “Pesta perayaan Tabernakel bukan hanya bersifat peringatan, tetapi juga merupakan lambang. Ia itu tidak saja menunjuk ke belakang kepada pengembaraan di padang belantara, melainkan juga, sebagai pesta penuaian ia merayakan pengumpulan hasil-hasil bumi, dan ia menunjuk ke depan kepada hari besar pengumpulan yang terakhir, apabila Tuhan dari penuaian itu akan mengutus para penuainya untuk mengumpulkan lalang-lalang dalam ikatan-ikatan untuk dibakar, dan untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbungnya. Pada waktu itulah orang-orang jahat semuanya akan dibinasakan.” (Mereka yang di luar sidang). 

Perhatikanlah bahwa pemisahan itu terjadi tepat pada permulaan dari penuaian; juga bahwa lalang-lalang itu adalah pertama sekali dikumpulkan. Pemisahan itu menandai permulaan dari penuian. Penuaian ialah seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. (Wahyu 18 : 1). Dalam masa penuaian ini rombongan besar orang banyak itu (Wahyu 7 : 9) dengan pelepah kurma di dalam tangan mereka akan dikumpulkan. Sementara rombongan besar orang banyak ini dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam lumbung-Nya, maka para penuai mengikat orang-orang jahat berberkas-berkas (dipisahkan, atau tersendiri terpisah dari sidang) bagi murka Allah. Lihatlah Wahyu 14 : 19. 

AWAN PADA SIANG HARI –– API PADA MALAM HARI 

“Maka Tuhan berjalan di depan mereka itu pada siang hari di dalam sebuah tiang awan, untuk memimpin mereka itu di jalan; dan pada malam hari di dalam sebuah tiang api, untuk menerangi mereka; supaya dapat mereka itu berjalan baik siang baik malam : Tiada dilalukan-Nya tiang awan itu pada siang hari, atau tiang api itu pada malam hari, dari hadapan mereka itu.” (Bukanlah Musa yang telah memimpin Israel keluar dari Mesir, melainkan tiang awan yang telah berjalan di depan orang banyak itu) “Maka Tuhan telah berjalan di depan mereka itu ..... untuk memimpinn mereka di jalan ..... supaya mereka berjalan baik siang baik malam. Tiada dilalukan-Nya tiang itu ..... dari hadapan mereka itu.” Keluaran 13 : 21, 22. Menurut tulisan 1 Korintus 10 : 4, di dalam tiang awan ini pada siang hari dan tiang api pada malam hari terdapat Kristus sendiri : “Dan sekaliannya telah minum minuman rohani yang serupa : karena mereka itu telah minum dari Batu rohani itu yang telah mengiringi mereka : maka Batu itulah Kristus.” Jadi, kita lihat bahwa Tuhan sendiri yang membawa Israel keluar, dan bukan Musa. Baik orang banyak itu maupun Musa telah mengikuti awan itu. Semua yang Musa lakukan ialah menyampaikan kepada orang banyak itu kata-kata firman dan petunjuk-petunjuk yang diperolehnya dari Tuhan.

Ini adalah pengalaman dari Israel badani, yang kita sebut sebagai sebuah gambaran photo dari Israel yang dijanjikan itu. Jika ini benar, maka mereka yang 144.000 itu harus juga menjalani pengalaman yang sama dengan cara keluar meninggalkan keduniawian (Mesir). Testimonies, jilid 5, halaman 80 : “Allah telah berjanji, bahwa dimana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan mengawasi kawanan domba itu sendiri.” Buku Patriarchs and Prophets, halaman 283 : “Di dalam salah sebuah bagian yang terindah dan yang menghiburkan hati dari nubuatan Yesaya, telah ditunjukkan kepada tiang awan dan tiang api yang melambangkan pengawasan Allah terhadap umat-Nya dalam perjuangan mereka yang terakhir melawan kuasa-kuasa kejahatan : ‘Tuhan akan menciptakan di atas setiap tempat tinggal di Gunung Sion, dan di atas segala perhimpunannya, sebuah awan dan asap pada siang hari, dan cahaya dari sebuah api yang bernyala-nyala pada malam hari; karena di atas semua kemuliaan akan menjadi suatu tudungan. Dan akan ada sebuah tabernakel untuk menjadi tempat berteduh dari panas matahari pada siang hari, dan bagi sebuah tempat berlindung, dan bagi sebuah tempat persembunyian dari angin ribut dan dari hujan.’” Demikianlah, gambaran tentang Israel yang merupakan sebuah gambaran photo yang ditunjang baik oleh Alkitab maupun oleh Roh Nubuat. 

YUSUF, LAMBANG DARI KRISTUS 

Yusuf berdiri sebagai suatu lambang yang sempurna dari Kristus. Pertama sekali, nama “Yusuf” adalah berarti “ia akan menambahkan”. Demikianlah Kristus telah menambahkan keluarga manusia kepada keluarga samawi. Kalau saja ada tercatat sesuatu dosa melawan Yusuf, maka ia itu sudah akan mengacaukan contoh, sebab Kristus bukanlah seorang berdosa. Yusuf telah dicintai oleh ayahnya melebihi semua saudaranya. Tentang Kristus kita baca di dalam Ibrani 1 : 9 : “Engkau telah mencintai kebenaran, dan membenci kejahatan; oleh sebab itu Allah, bahkan Allah, telah mengurapi kamu dengan minyak kesukaan di atas segala pengikut-pengikutmu.” 

Yusuf telah diutus turun ke Mesir untuk memeliharakan kehidupan saudara-saudaranya selama tujuh tahun bela kelaparan. Demikian pula halnya Kristus telah turun untuk memeliharakan kehidupan saudara-saudara-Nya di dalam dunia berdosa ini, dalam Tarikh Masehi. 

Yusuf telah dijual kepada orang-orang Ishmael, yaitu keturunan-keturunan dari Ishmael, benih Abraham yang lahir menurut keinginan daging. Demikian pula, Kristus telah dijual kepada para imam, yaitu keturunan-keturunan dari Abraham, (Israel badani). 

Yusuf telah menjadi gubernur, dan tak ada seorang pun yang dapat mengangkat tangan atau kaki di dalam seluruh negeri Mesir tanpa sepengetahuan Yusuf. Demikian pula halnya,

Kristus adalah gubernur atas seluruh dunia (Mesir), maka tak seorang pun dapat mengangkat tangan atau kaki tanpa sepengetahuan Kristus.

Karena hanya ada seorang yang melebihi Yusuf, yaitu Firaun, maka demikian pula hanya ada seorang di atas Kristus, yaitu Allah, Bapa.

Yusuf adalah berumur 30 tahun sewaktu ia menjadi gubernur; Kristus berumur 30 tahun sewaktu Ia diurapi.

Sebagaimana Yusuf telah mengawini puteri dari seorang imam penyembah berhala, maka demikian pula Kristus mengawini sidang-Nya yang telah dibentuk terdiri dari bangsa-bangsa penyembah berhala. 

Sebagaimana Yusuf telah mengumpulkan gandum selama tujuh tahun berkelimpahan ke dalam rumah-rumah perbendaharaan untuk memberi makan kepada dunia dalam tujuh tahun masa kelaparan, demikian itu pula, Kristus telah mengumpulkan Firman Allah selama masa Wasiat Lama ke dalam rumah perbendaharaan besar (Alkitab) untuk memberi makan kepada dunia dalam masa Wasiat Baru. Orang mungkin saja mengatakan, bahwa Wasiat Baru itu datang dalam masa Tarikh Masehi. Benar, tetapi Wasiat Baru itu adalah hanya kegenapan dari yang Lama.

 

Kalau saja Yusuf tidak jadi gubernur Mesir sebelum permulaan dari tujuh tahun masa kelimpahan itu, maka itu sudah akan mengacaukan pengertiannya, dan contoh ini kelak tidak akan mungkin dapat menunjukkan bahwa Kristus telah memerintah jauh sebelum sejarah dunia dimulai. Jadi demikianlah kita saksikan Yusuf sebagai suatu lambang yang sempurna dari Kristus. 

FIRAUN, LAMBANG DARI PARAPEMIMPIN 

Firaun yang telah menaruh hormat kepada Yusuf adalah suatu lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang dari rasul-rasul di bumi. Kalau saja Firaun bukan seorang Mesir, maka itu sudah akan mengacaukan lambang ini. Mesir, sebagai suatu lambang dari dunia, menunjukkan suatu kepemimpinan di bumi yang diambil dari dunia. Kalau saja Firaun tidak menaruh hormat kepada Yusuf melebihi setiap orang yang ada di Mesir, atau kalau saja ia tidak memerintahkan orang-orang Mesir itu untuk pergi kepada Yusuf untuk memperoleh gandum, maka ini sudah akan mengacaukan lambang dari kepemimpinan sidang di zaman rasul-rasul, karena mereka itu meninggikan dan menghormati Kristus melebihi setiap orang di seluruh dunia, juga mereka menganjurkan kepada semua orang Kafir untuk pergi kepada Kristus sebagai pemberi hidup mereka. 

Jika Firaun yang pertama merupakan lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang di zaman rasul-rasul, maka kita harus menerima Firaun yang terakhir yang tidak mengenal Yusuf itu sebagai suatu lambang yang sempurna dari kepemimpinan sidang yang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpin mereka.  Testimonies, jilid 5, halaman

217 : “Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur menuju Mesir.” Demikianlah Israel yang benar itu (mereka 144.000 itu) telah menjadi budak-budak di bawah perhambaan Mesir (dosa-dosa di dunia). “Perhambaan di Mesir melambangkan perhambaan dosa.” Review and Herald, January 23, 1930. “Maka bunyi kecapi, dan dandi, dan rebana, dan bangsi, dan air anggur terdengar di dalam segala perjamuan mereka itu : tetapi tiada diindahkannya perbuatan Tuhan, dan tiada dipandangnya akan perbuatan tangan-Nya. Maka sebab itu umat-Ku akan masuk dalam tawanan, sebab mereka tidak memiliki pengetahuan : dan segala orang mulia mereka itu akan kelaparan, dan orang banyak mereka itu akan kekeringan karena kehausan.” Yesaya 5 : 12, 13. 

Israel sebagai contoh dari pergerakan Advent ini bukanlah suatu pendapat baru yang baru saja dipikirkan di dalam pelajaran ini. Seluruh gereja memang percaya demikian, karena kita baca di dalam Review and Herald terbitan 10 Oktober 1929 pernyataan-pernyataan berikut ini adalah : “Sementara pergerakan exodus yang dahulu itu merupakan suatu pergerakan besar, maka pergerakan advent yang kedua akan kelak jauh lebih besar lagi. Allah akan membawa keluar suatu umat, bukan hanya dari satu bangsa saja melainkan dari setiap bangsa yang ada di bawah langit, dan Ia akan menghantarkan mereka itu masuk ke dalam Kanaan Samawi. Pergerakan advent ini, yang mana telah dilambangkan oleh pergerakan exodus yang dahulu itu, kita percaya telah diramalkan dalam nubuatan dalam bahasa yang menggemparkan : “Akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan kembali mengangkat tangan-Nya pada kedua kalinya untuk menyambut umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal, ‘Akan ada suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa; ..... sama seperti bagi Israel di masa lalu, pada hari ia keluar dari negeri Mesir.’ Yesaya 11 : 16.” 

Kata “contoh” atau “lambang” sama maksudnya dengan kata “gambaran photo”. Photo yang pertama sekali diciptakan adalah disebut “contoh timah”. Demikianlah kita memperoleh pengesahan dari gereja, bahwa “Israel badani” ialah sebuah gambaran photo dari Israel yang dijanjikan (mereka 144.000 itu). Sebagaimana Allah memanggil Israel keluar dari Mesir di masa lalu, maka demikian pula di waktu ini, Allah sedang memanggil umat-Nya keluar dari perkara-perkara dunia yang tidak penting dan keduniawian, untuk menjadi suatu umat yang tersendiri yang istimewa bagi hormat dan kemuliaan-Nya. Ini bukanlah berarti suatu pergerakan yang lain, melainkan berarti bahwa Allah akan berurusan dengan seluruh badan, maka barangsiapa yang luput ialah Israel, yaitu mereka yang 144.000 itu. 

Mengutip Review and Herald, May 1, 1930 : “Setiap perkara yang jahat

harus diguncangkan dari pergerakan ini. Demikianlah halnya dalam pergerakan exodus yang lalu. Bilamana terdapat dosa di antara orang banyak itu, maka Tuhan tidak melepaskan pergerakan itu yang telah dipimpin-Nya keluar dari Mesir lalu memulai lagi sesuatu pergerakan yang lain. Ia tidak memanggil orang-orang percaya itu keluar, melainkan Ia mengguncangkan mereka yang tidak percaya keluar dari pergerakan (oleh kebinasaan yang menyebabkan kematian mereka). Ia menyucikannya dengan cara menyingkirkan daripadanya setiap unsur yang tidak berhubungan dengan pergerakan yang sedang dipimpin-Nya sesuai dengan janji-Nya. Dengan satu dan lain alasan, ketidak-percayaan dan kekacauan keluar, sebaliknya pergerakan itu sendiri terus maju.” 

Jika pergerakan exodus itu memang merupakan gambaran photo yang benar, maka periode 430 tahun yang berkaitan dengan Israel yang dahulu harus seimbang dengan suatu periode sedemikian itu di waktu ini. 

430 TAHUN PERANTAUAN DAN PENDERITAAN 

Periode 430 tahun perantauan dan penderitaan oleh Abraham, Ishak, dan Israel, yang terhitung semenjak Abraham keluar dari Ur, jatuh bertepatan dengan sejarah kita semenjak dari Reformasi oleh Luther sampai kepada pemeteraian Israel yang dijanjikan itu (mereka yang 144.000). Mengutip buku Patriarchs and Prophets, halaman 760 sebagai berikut : “Jangka waktu yang sesungguhnya yang dihabiskan di Mesir mungkin hanya kira-kira 215 tahun. Alkitab mengatakan bahwa ‘perantauan bani Israel’ adalah 430 tahun. Abraham, Ishak, dan Yakub, para leluhur dari Israel, adalah perantau-perantau di Kanaan. Periode 430 tahun itu terhitung semenjak janji diberikan kepada Abraham pada waktu ia diperintahkan untuk meninggalkan Ur di Kasdim. Jangka waktu 400 tahun dari Kejadian 15 : 13 itu terhitung sejak suatu periode terkemudian. Perhatikan bahwa periode 400 tahun itu bukan hanya suatu masa perantauan, melainkan juga penderitaan. Hal ini, sesuai dengan Injil, harus dihitung sejak dari tiga puluh tahun kemudian, yaitu kira-kira pada waktu Ishmael, yaitu dia yang telah dilahirkan menurut kehendak daging itu, menganiaya Ishak yang telah lahir oleh kehendak Roh.’ Galatia 4 : 29.” 

Paulus, di dalam Galatia 3 : 15 – 17 mengatakan, bahwa semenjak dari perjanjian dibuat dengan Abraham sampai kepada turunnya hukum di Sinai ada 430 tahun. Jadi dari kata-kata Injil ini kita tidak akan mengerti bahwa orang-orang Israel itu berada di Mesir 400 tahun lamanya. Lihat Keluaran 12 : 40. Sesuai dengan ini, 430 tahun itu dimulai dengan Abraham keluar dari Ur, dan berakhir dengan

Gunung Sinai. Akibatnya kita harus memikirkan seluruh periode itu, dimulai dengan Abraham yang memiliki suatu masa yang tetap dari kondisi-kondisi tertentu yang ada. Pada permulaan dari 430 tahun itu penyembahan berhala merajalela di mana-mana, maka Abraham sendiri yang telah dipanggil keluar. Demikianlah kondisi kerohanian yang menandai permulaan dari periode nubuatan itu dalam contohnya. Jadi demikian itu pula permulaan dari masa contoh saingannya harus ditandai dengan suatu masa dari kondisi kerohanian yang rendah. Di masa Martin Luther kita mendapatkan terulangnya kembali pengalaman Abraham itu secara tepat, karena di masa Luther kegelapan rohani dan penyembahan berhala merajalela di mana-mana. Abraham adalah suatu lambang yang cocok untuk Luther. 

Abraham telah dipanggil Allah melalui ucapan kata-kata, Luther dipanggil secara tertulis. Abraham adalah bapa dari iman; demikian pula Luther. Doktrin yang diajarkan oleh Luther ialah “orang benar akan hidup oleh iman”. Jika ini benar, maka 430 tahun itu dalam sejarah kita dimulai dengan Luther. Kira-kira dalam tahun 1500 Tarikh Masehi, Luther telah menemukan di dalam perpustakaan Universitas Urfurt sebuah Alkitab berbahasa Latin, dan ia sangat bergembira karena buku itu berisikan jauh lebih banyak daripada hanya kutipan-kutipan yang biasa dipakai. Demikianlah Allah, oleh perantaraan firman-Nya telah memanggil Luther keluar dari Romawi Kepausan. 

Kita pertama-tama memperoleh suatu jangka waktu 400 tahun, lalu kemudian ia itu diperluas sampai 430 tahun. Oleh sebab itu, kita mempunyai 30 tahun untuk pertama sekali dibicarakan. Telah ditegaskan bahwa jangka waktu tiga puluh tahun itu berakhir pada waktu kira-kira Ishmael menganiaya Ishak. Sesuai dengan ini, maka kira-kira pada tahun 1530 TM sesuatu harus dapat disampaikan. Apakah yang telah terjadi dalam tahun 1530 yang lalu? Pernyataan Augsburg : yaitu sebuah dokumen yang disusun oleh Luther yang telah disampaikan oleh orang-orang Protestan di Dewan Perwakilan Augsburg kepada Kaisar Charles V dan Dewan, dan karena ditanda-tangani oleh negara-negara bagian protestan ia itu telah diterima sebagai peraturan kepercayaan mereka, dan mereka telah memprotes melawan Paus. Ini terjadi bertepatan dengan Sarah memprotes melawan Hagar dan Ishmael sewaktu mereka meninggalkan rumah Abraham, dan jaminan terhadap ucapan janji yang telah dibuat kepada Ishak. Sebagaimana Sarah memprotes melawan Hagar dan Ishmael, maka demikian pula orang-orang Protestan telah memprotes melawan pemerintahan kepausan. Ini adalah sama tepatnya dengan apa yang harus akan terjadi dalam tahun 1530 TM yang lalu untuk mencocokkan peristiwa nubuatan yang berlaku. 

Pada waktu Ishak dianiaya oleh Ishmael, ia (Ishak)

berumur lima tahun, dan pada waktu Yakub lahir Ishak berumur 60 tahun. Oleh sebab itu kita menambahkan 55 tahun kepada tahun 1530 akan membawa kita ke tahun 1585 TM. Penjelasan mengenai jangka waktu periode ini akan diberikan kemudian. Semenjak dari kelahiran Yakub sampai kepada waktu Israel pergi masuk ke Mesir ada 130 tahun. Dengan menambahkan angka ini kepada 1585 kita akan memperoleh tahun 1715 TM. Penjelasan mengenai jangka waktu periode ini pun akan diberikan kemudian. Semenjak dari Israel pergi memasuki Mesir sampai kepada kelahiran Musa ada 135 tahun. Dengan menambahkan ini kepada tahun 1715 akan membawa kita ke tahun 1850 TM. Periode ini ditandai oleh kelahiran Musa, yang telah merupakan suatu harapan, seorang pelepas, bagi Israel. 

Apakah yang terjadi dalam tahun 1850? Kesaksian yang pertama telah ditulis bagi sidang dan telah dialamatkan “Kepada Mereka yang akan Memperoleh Meterai dari Allah Yang Hidup”. Tertanda, E.G. White. Jadi kelahiran Musa, harapan dari Israel badani itu, jatuh bertepatan waktu dengan kelahiran dari tulisan kesaksian yang pertama bagi sidang, yaitu harapan dari Israel yang dijanjikan itu, mereka yang 144.000 itu. Demikianlah kita saksikan suatu kesamaan yang sempurna antara contoh dengan contoh saingannya. Bacalah Buku Origin and Progress of Seventh-day Adventists, halaman 749. 

Musa pada umur 40 tahun telah mencoba untuk melepaskan Israel, dan ia telah gagal. Dengan menambahkan 40 tahun kepada 1850, maka kita akan mendapatkan 1890 TM. Apakah yang telah terjadi pada tahun ini? Pernyataan berikut ini telah diucapkan oleh Nyonya White dalam tahun 1892 : “Kalau saja umat Allah telah pergi bekerja sebagaimana mereka seharusnya sudah pergi bekerja segera setelah pertemuan Minneapolis pada tahun 1888 itu, maka dunia sudah akan selesai diberi amaran dalam dua tahun dan Tuhan sudah akan datang.” General Conference Bulletin, 1892. (Petunjuk ini telah diberikan kepada kami oleh seorang pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh di Los Angeles, California). Kira-kira pada waktu yang sama (1890), National Religious Liberty (Kebebasan Agama Nasional) telah dibentuk oleh gereja. Demikianlah usaha percobaan dan kegagalan dari pengalaman Musa untuk memerdekakan Israel dari perhambaan Mesir telah jatuh bertepatan waktu dengan pembentukan badan kebebasan Agama, dan umat Allah telah gagal untuk melaksanakan tugasnya. “Assosiasi Kebebasan Agama Nasional telah dibentuk pada 21 Juli 1889.” Origin and Progress of SDA, halaman 752. 

Empat puluh tahun kemudian Musa telah dipanggil dan diutus kembali ke Mesir dan memerdekakan Israel dari perhambaan Mesir. Dengan menambahkan 40 kepada 1890, maka kita akan mendapatkan 1930. Periode ini akan ditandai oleh suatu reformasi dan pembersihan sidang, menggenapi Maleakhi pasal 3, dan

Yehezkiel pasal 9. “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut umat-Nya yang sisa, yang akan didapati tertinggal.” Yesaya 11 : 11. 

Kedua periode itu, 1585 dan 1715 akan dijelaskan sekarang. Angka 1585 berhubungan dengan kelahiran Yakub, dan 1715 berhubungan dengan Israel pergi memasuki Mesir. Memasuki Mesir bersama-sama dengan tujuh puluh jiwa melambangkan kelahiran Masehi Advent Hari Ketujuh seperti yang dijelaskan pada halaman 106 – 108, tetapi faham Masehi Advent Hari Ketujuh belum lahir sebelum tahun 1845. Untuk memperoleh kebenaran dari dua periode ini kita harus menghitung ke belakang sampai ke kelahiran Yakub, karena itulah kelahiran yang sedang kita bicarakan. Kita mempunyai 130 tahun sejak dari memasuki Mesir sampai kepada kelahiran Yakub, dan 85 tahun sejak dari kelahiran Yakub sampai kepada keberangkatan Abraham keluar dari Ur. Oleh sebab itu, kita harus pergi kebelakang dan mengurangi periode 85 tahun pertama (mulai dari keluar meninggalkan Ur sampai kepada kelahiran Yakub) dari 1930, maka kita akan mendapatkan 1845. Demikianlah kita menemukan tahun kelahiran dari Masehi Advent Hari Ketujuh. Nona Ellen Harmon pada waktu itu telah memperoleh khayalnya yang pertama dan itu adalah dari hal mereka yang 144.000 itu (Israel yang dijanjikan), dan selebaran yang pertama yang diterbitkan pada waktu itu mengenai kebenaran Sabat disebut “Harapan bagi Israel”. Lihat buku Origin and Progress of Seventh-day Adventists, halaman 749. 

Sekarang kurangilah periode 130 tahun (sejak dari kelahiran Yakub sampai kepada memasuki Mesir) dari 1845 dan kita memperoleh tahun 1715 TM yaitu tahun yang ditandai oleh Israel memasuki Mesir. Demikianlah, 1715 akan menjadi garis pemisah di antara Kanaan dan Mesir, sama seperti Kristus telah menjadi garis pemisah di antara sebelum Tarikh Masehi dan Tarikh Masehi. Perhatikanlah bagaimana ia itu jatuh bertepatan waktunya pada bagan yang berikut. Jika sekiranya peristiwa-peristiwa yang jatuh bertepatan waktu ini memang adalah rencana Ilahi, maka permulaan dan akhir dari nubuatan seperti yang terlihat pada bagan berikut, akan pasti benar.

BAGAN DARI PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERTEPATAN

         CONTOH                                                  CONTOH SAINGAN

CRONOLOGI DARI KING JAMES

Sebelum Tarikh Masehi                                                 Tarikh Masehi

 [GAMBAR BAGAN]

BAGAN DARI PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERTEPATAN

         CONTOH                                                  CONTOH SAINGAN

CRONOLOGI DARI KING JAMES

Sebelum Tarikh Masehi                                                 Tarikh Masehi

 [GAMBAR BAGAN]

BAB V 

NUBUATAN DARI YEHEZKIEL PASAL EMPAT

(Apa yang akan terjadi dalam masa 390 hari itu) 

“Karena sudah kupikulkan atasmu tahun-tahun kesalahan mereka itu, sesuai dengan bilangan segala hari itu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari lamanya : Demikianlah kamu akan menanggung kesalahan isi rumah Israel. Dan setelah sudah kamu menggenapi segala hari itu, maka pada kedua kalinya hendaklah kamu berbaring pada sisi kananmu, maka kamu akan menanggung kesalahan isi rumah Yehuda empat puluh hari lamanya : aku telah menetapkan bagimu sehari untuk setahun.” Yehezkiel 4 : 5, 6. Nubuatan Yehezkiel pasal 4 menemukan kegenapannya dalam sejarah kita. Nubuatan ini tidak mungkin menunjuk kepada Israel badani, walaupun ia juga membicarakan suatu periode dari 430 tahun dalam cara yang hampir sama dengan nubuatan yang dibuat bagi Abraham. “Maka firman Tuhan kepada Abraham, Ketahuilah olehmu dengan pasti bahwa keturunanmu akan menjadi orang dagang di dalam sebuah negeri yang bukan kepunyaan mereka; dan mereka akan diperhambakan oleh orang isi negeri itu dan mereka akan dianiaya empat ratus tahun lamanya.” Kejadian 15 : 13. Tetapi Keluaran 12 : 40 mengatakan, “Kini perantauan bani Israel, yang tinggal di Mesir, adalah empat ratus tiga puluh tahun lamanya.” Demikianlah nubuatan kepada Abraham itu telah dibuat dalam dua bagian, pertama adalah 400 tahun, dan kemudian sampai 430 tahun. Nubuatan Yehezkiel telah dibuat dengan cara yang tepat sama dalam dua bagian, tetapi tidak dengan jumlah tahun yang sama pada setiap bagiannya. Gantinya 400 tahun, kita memperoleh 390 tahun, dan gantinya 30 tahun, kita memperoleh 40 tahun, menghasilkan jumlah 430 tahun yang sama untuk masing-masing persoalan. Jika nubuatan ini memiliki suatu petunjuk kepada nubuatan yang dibuat kepada Abraham, maka sudah harus terdapat jumlah tahun yang sama dalam masing-masing bagian.  Tetapi karena ini adalah tidak sama, maka ia itu harus dimaksudkan kepada suatu masa periode yang lain. 

Kembali, nubuatan tentang Israel badani ialah bahwa mereka harus merantau dan mengalami penderitaan 430 tahun lamanya, tetapi nubuatan Yehezkiel ini mengatakan di dalam ayat 13, “Maka Tuhan berfirman : Bahkan demikianlah bani Israel akan makan roti mereka yang telah dinajiskan di antara orang-orang Kafir, ke mana Aku akan menghalau mereka itu.” Oleh sebab itu nyatalah bahwa nubuatan ini menunjuk kepada suatu masa periode dan pengalaman yang lain daripada pengalaman Israel di negeri Mesir itu.  Nubuatan yang dibuat bagi Abraham mengenai 430 tahun itu berakhir pada

saat bani Israel keluar dari negeri Mesir, yang mana sesuai dengan chronologis Alkitab (urut-urutan sejarah Alkitab versi King James) adalah pada tahun 1491 sebelum TM. Sesuai dengan urut-urutan sejarah yang sama, periode 430 tahun dari bani Israel itu telah berakhir 896 tahun lebih dulu daripada sewaktu Yehezkiel memperoleh khayal nubuatannya itu, dan ia menempatkan nubuatan ini untuk hari depan, sebab dalam gramatika kata-katanya ia menggunakan masa yang akan datang (future tense). “Bahkan demikianlah bani Israel akan makan roti mereka yang telah dinajiskan.” Jadi adalah sama sekali tidak mungkin bagi seseorang untuk mengambil kesimpulan bahwa kedua nubuatan ini membicarakan periode dan pengalaman yang sama dari Israel di negeri Mesir. 

Periode ini (oleh Yehezkiel) tidak dimaksudkan kepada Israel badani di masa Yehezkiel, sebab Tuhan berfirman (Yehezkiel 4 : 5), “Karena sudah Ku pikulkan atas kamu tahun-tahun kesalahan mereka itu, sesuai dengan bilangan segala hari itu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari lamanya : Demikianlah kamu akan menanggung kesalahan isi rumah Israel.” Di dalam ayat ini Tuhan berfirman 390 hari (atau tahun) itu adalah bagi kesalahan isi rumah Israel, tetapi di dalam ayat berikut periode 40 tahun dimaksudkan kepada Yehuda. “Dan setelah sudah kamu menggenapi segala hari itu, maka pada kedua kalinya hendaklah kamu berbaring pada sisi kananmu, maka kamu akan menanggung kesalahan isi rumah Yehuda empat puluh hari lamanya.” Oleh sebab itu, kepada Israel dan Yehudalah yang ditujukan. 

Kerajaan dari dua belas suku bangsa Israel itu telah terbagi menjadi dua bagian dalam tahun-tahun permulaannya, yaitu Israel dan Yehuda. Tetapi pada waktu Yehezkiel memperoleh khayalnya ini terdapat hanya satu bagian saja, sebab bagian lainnya yang terdiri dari sepuluh suku bangsa itu telah dikalahkan dan dibawa pergi dalam tahun 721 sebelum TM, 126 tahun sebelum nubuatan ini dibuat, sesuai dengan urut-urutan sejarah yang sama. Karena berlaku untuk masa yang akan datang, maka nubuatan ini tidak mungkin menunjuk kepada Israel badani. Periode 430 tahun ini belum pernah berlaku terhadap sesuatu sejarah manapun juga, atau pun umat manapun di masa yang telah lalu, maka sebab itu belum pernah dapat dijelaskan, sama halnya seperti banyak lagi nubuatan lainnya yang belum pernah dimengerti sebelum semua itu menemui kegenapannya. Jika masa kegenapannya telah sampai, maka hanya pada waktu itulah kita akan mengerti ramalan ini.

Kita akan mulai dengan ayat yang ke empat dan seterusnya (kita akan kemudian mengambil tiga ayat yang pertama, dan terakhir dua ayat). Israel badani adalah sebuah contoh dari Israel yang dijanjikan (mereka 144.000) itu, seperti yang dijelaskan pada halaman 64 – 113 (bahasa Inggris). Pengalaman bani Israel di Mesir adalah sebuah gambaran photo dari

hal gereja kita, demikianlah pengalaman mereka itu sedang dikemukakan kembali secara terperinci oleh umat ini, maka jika terdapat adanya hanya 430 tahun yang berkaitan dengan Israel badani, maka masa periode yang sama itu pun harus dikaitkan dengan Israel yang benar. Periode 430 tahun (oleh Abraham) tidak akan hanya berkepentingan dengan Israel yang dahulu, melainkan juga dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Nubuatan kepada Abraham mengenai 430 tahun itu dimulai dengan panggilan kepadanya untuk keluar dari Ur, dan berakhir di Gunung Sinai; tetapi 430 tahun ini yang berakhir di Gunung Sinai adalah sebuah lambang seperti yang dijelaskan pada halaman 108 - 9 (bahasa Inggris). 

Empat ratus tiga puluh tahun simbolis yang dinubuatkan bagi Abraham itu dimulai sebenarnya (dalam sejarah kita) dengan Martin Luther, sesuai dengan yang dijelaskan pada halaman 108-111 (bahasa Inggris), oleh karena itu kedua nubuatan itu -- yang satu kepada Abraham dan yang satunya kepada Yehezkiel -- menunjuk kepada periode yang sama dalam sejarah kita. Nubuatan kepada Abraham itu berdiri sebagai contoh, tetapi nubuatan yang satunya lagi merupakan sebuah nubuatan yang langsung, dan keduanya berjalan sejajar dalam sejarah kita. Kita boleh saja mengira periode 390 tahun itu dimulai kira-kira dalam tahun 1500 TM, (pada waktu Luther menemukan Alkitab), dan berakhir dalam tahun 1890 TM, dimana periode 40 tahun itu dimulai yang akan berakhir dalam tahun 1930. Tetapi kita tidak dapat menunjukkan dengan tepat hari atau bulan, ataupun tahun, sebab (1) kita tidak mengetahui dengan tepat hari dari panggilan Luther itu; (2) sebab nubuatan menggunakan tahun Yahudi, atau mungkin tahun Ibrani, oleh sebab itu, adalah masalah bulan yang belum dapat kami tentukan. Mungkin ia itu dapat berlangsung sampai tahun 1931, atau pun kemudian kalau saja peristiwa-peristiwa yang bertepatan waktu seperti yang dijelaskan pada bagan halaman 112 - 113 (bahasa Inggris), bukan rencana Ilahi untuk menunjukkan kenyataan ini. Pertanyaan mungkin timbul, Mengapakah Allah mau membuat suatu nubuatan rangkap bagi perkara yang sama? --- Karena nubuatan yang lama itu (contoh) hanya memberikan rincian-rincian semenjak dari permulaan pekabaran malaikat yang ketiga sampai kepada kegenapan dari Yehezkiel pasal 9. Nubuatan dari Yehezkiel memberikan informasi terperinci semenjak dari permulaan reformasi Luther sampai kepada Yehezkiel pasal 9, pembubuhan tanda mereka yang 144.000 itu, serta terbukanya gulungan suratan itu. (“Belum semua yang berhubungan dengan masalah ini akan dimengerti, atau tidak akan ia itu dipahami sampai kelak terbukanya gulungan suratan itu.” Testimonies, jilid 6, halaman 17.) 

Ini membuat jelas bahwa ada suatu periode 430 tahun semenjak dari reformasi oleh Luther sampai kepada pembersihan sidang, seperti yang akan kami buktikan melalui nubuatan Yehezkiel yang kami kutip di sini. “Hendaklah engkau berbaring pada sisi kirimu, dan letakkanlah padanya kesalahan isi rumah

Israel : Sesuai dengan bilangan hari engkau berbaring pada sisimu itu engkau akan menanggung kesalahan mereka itu. Karena sudah Ku pikulkan atasmu tahun-tahun kesalahan mereka itu, sesuai dengan bilangan segala hari itu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari lamanya : Demikianlah engkau akan menanggung kesalahan isi rumah Israel. Dan setelah sudah engkau menggenapi segala hari itu, maka pada kedua kalinya hendaklah engkau berbaring pada sisi kananmu, maka engkau akan menanggung kesalahan isi rumah Yehuda empat puluh hari lamanya : Aku telah menetapkan bagimu sehari untuk setahun. Dan lagi hendaklah diambil olehmu akan gandum, dan syeir, dan kacang, dan miju, dan sekui, dan cawak (sesuai takaran), masukkanlah dia dalam sebuah bejana dan buatkanlah roti daripadanya akan dirimu; sesuai dengan bilangan segala hari engkau berbaring pada sisimu yang satu itu, tiga ratus sembilan puluh hari lamanya hendaklah engkau makan dia. Maka makanan yang akan kau makan itu hendaklah beratnya diukur, yaitu dua puluh syikal sehari : Dari waktu ke waktu engkau akan memakannya. Engkau juga akan meminum air yang ditakar, yaitu seperenam hin : Dari waktu ke waktu engkau akan meminumnya.” Yehezkiel 4 : 4 - 6, 9 - 11. 

Yehezkiel telah diperintahkan untuk berbaring pada sisi kirinya selama 390 hari selama mana ia harus makan dan minum. Sesudah berakhir 390 hari itu ia harus berbalik pada sisi kanannya dan berbaring selama 40 hari, tetapi selama waktu ini ia tidak boleh makan. Menurut bagian terakhir dari ayat 6, 390 hari itu adalah 390 tahun yang sebenarnya. Sebagaimana sudah kami aplikasikan, 390 tahun itu dimulai dengan Luther dan berakhir dalam tahun 1890. Selama masa periode ini Yehezkiel telah diberitahu supaya makan dan minum selagi ia masih berbaring pada sisi kirinya. Apakah yang diberitahukan kepadanya untuk dimakan? Ada enam macam makanan; yaitu gandum, syeir, kacang, miju, sekui dan cawak (terbatas). Kita tidak akan mengerti apakah keenam jenis ini akan merupakan makanan pokok untuk menunjang kehidupan fisik, namun sebagai lambang-lambang dari makanan rohani (doktrin-doktrin) yang terdiri dari enam jenis adalah untuk menunjang kehidupan rohani. Kalau saja semua ini bukan lambang-lambang kebenaran, maka Tuhan tidak akan meminta Yehezkiel untuk mencarikan sejumlah tertentu biji-bijian, dan bahwa ia harus memasukkan semuanya itu ke dalam sebuah bejana, lalu membakarnya menjadi sesuatu kue, lalu memakannya pada sesuatu waktu tertentu, dalam suatu cara yang khusus, dengan suatu takaran air yang tetap ukurannya. Enam doktrin ini dapat ditunjukkan dengan enam langkah maju (Reformasi); yaitu suatu usaha untuk membawa sidang kepada keadaannya yang suci.

GANDUM, LAMBANG DARI IMAN 

Bagian pertama dari makanan rohani atau kebenaran yang akan kita peroleh, yang dilambangkan oleh gandum itu, ialah “iman”, seperti yang diajarkan oleh Luther, karena ajarannya adalah “Orang benar akan hidup oleh iman”. Gandum, yang melambangkan ajaran yang diberikan Luther kepada kita itu harus sempurna isinya untuk membuat suatu lambang yang sempurna dari ajaran itu. Perhatikanlah akan kebenaran tentang gandum itu : Gandum selalu digunakan oleh semua generasi manusia, dan setiap orang menggunakannya, dan adalah sukar sekali hidup tanpa gandum. Demikian pula halnya, bahwa semua orang harus memiliki ajaran tentang “iman”. Alkitab mengatakan, ‘Tanpa iman maka tidak mungkin untuk berkenan kepada-Nya’. Bukan hanya orang-orang Kristen, tetapi agama-agama lain pun harus memiliki iman, sama seperti mereka harus memiliki gandum. Bahkan orang kafir dan orang-orang yang tidak ber-Tuhan pun harus melaksanakan iman dalam cara apapun yang dipercayainya. Dapatlah kita saksikan bahwa Ilham telah menggunakan jenis lambang yang tepat untuk menunjukkan ajaran mengenai “iman” itu. 

SYEIR, LAMBANG DARI ROH 

Bagian makanan yang kedua, atau kebenaran yang akan kita peroleh dilambangkan oleh syeir. John Knox adalah orang berikutnya yang telah membuat langkah kedua oleh mengajarkan ajaran yang dilambangkan oleh syeir, yaitu kebenaran tentang “Roh Suci”. Syeir adalah tidak biasa atau tidak banyak digunakan seperti gandum. Pada kenyataannya hanya sedikit orang yang menggunakannya, maka kerena itulah sangat jarang ada. Banyak orang tidak tahu apa syeir itu; demikian itu pula halnya dengan ajaran mengenai “Roh Suci”. Sementara ajaran tentang Roh Suci dipercayai oleh beberapa orang Kristen, ia ini tidak diyakini oleh orang-orang lainnya. Ada banyak orang tidak mengerti apa kebenaran tentang Roh Suci itu, sama seperti halnya banyak orang tidak tahu apa sebenarnya syeir itu. Jadi, simbol yang melambangkan ajaran yang kedua adalah tepat, sama seperti juga yang pertama. Pengalaman Gideon dengan mimpinya orang Midian tentang kue syeir yang membalikkan perkemahan itu membuktikan hal yang sama. Bacalah Hakim-Hakim 7 : 13, 14. 

KACANG, LAMBANG DARI KARUNIA 

Kacang adalah sama seperti gandum biasa dan dimana-mana digunakan orang sepanjang semua generasi manusia. John Wesley, adalah orang yang ketiga

yang telah bergerak sebagai seorang reformator yang besar, menciptakan langkah maju yang ketiga oleh mengajarkan ajaran tentang “Karunia”, yang dilambangkan oleh kacang. Semua orang percaya akan karunia. Sedemikian rupa, sehingga manusia tidak lagi takut akan Allah, dan mereka telah menyatakan hukum-Nya sebagai tidak berlaku lagi. Ia adalah sangat pemurah, dan sangat pengampun, demikian kata mereka, dan karena kita berada di bawah karunia, maka Allah tidak akan berbuat yang baik maupun yang jahat. Demikianlah, orang-orang Kristen di zaman ini telah memutar-balikkan artinya yang sebenarnya, sama seperti halnya mereka semuanya mencintai kacang, tetapi telah memutar-balikkan namanya yang sebenarnya dengan cara menyebutkannya “daging babi dan kacang”. Apa lagi lambang yang lebih cocok yang dapat dipilih untuk menunjukkan ajaran tentang karunia ini daripada yang telah dipilih oleh Allah sendiri? 

MIJU, LAMBANG DARI BAPTISAN SECARA DISELAMKAN 

Miju digunakan untuk melambangkan bagian kebenaran yang ke empat. Alexander Campbell adalah orang yang telah melakukan langkah maju yang keempat oleh mengajarkan ajaran tentang baptisan secara diselamkan, yang dilambangkan oleh miju itu. Jenis miju itu yang melambangkan doktrin yang keempat (baptisan secara diselamkan) adalah tidak dikenal atau digunakan sama seperti halnya dengan syeir : demikian pula dengan kebenaran tentang diselamkan itu. Baptisan secara diselamkan menurut metode yang dahulu itu tidak dipraktikkan secara umum, sama seperti juga halnya dengan miju adalah tidak digunakan secara umum. Sekali lagi Allah telah menggunakan jenis lambang yang tepat untuk menunjukkan bagian kebenaran ini. 

SEKUI, LAMBANG DARI 2300 HARI 

Bagian kebenaran yang kelima dilambangkan oleh sekui, dan reformator yang kelima adalah William Miller. Ia mengajarkan nubuatan Daniel 8 : 14, yaitu ajaran tentang 2300 hari. Sekui adalah jarang sekali diketahui, dan orang-orang yang mengenalnya mengatakan bahwa ia itu tidak bernilai apa-apa, hanya suatu rumput liar yang hampir-hampir tidak bernilai apapun untuk ditanam, sehingga tidak disukai oleh setiap orang. Tetapi bagaimanapun juga itu adalah biji-bijian yang baik. Demikian itu pula halnya dengan doktrin yang diajarkan oleh Miller itu. Tidak seorang pun yang memerlukannya dan Masehi Advent Hari Ketujuh secara praktis adalah satu-satunya umat yang mengajarkannya. Orang-orang yang tidak mau menerima ajaran ini mengatakan bahwa ia itu tidak ada gunanya, sehingga mereka menuduh Miller sebagai nabi palsu. Walaupun demikian itu adalah suatu nubuatan yang indah yang mengungkapkan suatu kebenaran yang besar, tetapi banyak orang tidak mau menerimanya. “Itu adalah

tidak berguna, tanpa memiliki nilai kerohanian apapun, maka kami tidak memerlukannya”, demikianlah seruan orang. Kembali orang akan bertanya, Dapatkah ditemukan suatu simbol yang lebih baik dari sekui untuk melambangkan ajaran tentang 2300 hari itu? 

CAWAK, LAMBANG DARI SABAT DALAM KAITANNYA DENGAN KAABAH 

Biji-bijian yang terakhir yang disebut di dalam nubuatan Yehezkiel ialah cawak, yang melambangkan kebenaran atau doktrin yang keenam, yaitu kebenaran Sabat sebagaimana dalam terang yang diberikan oleh Nyonya Ellen G. White, dalam kaitannya dengan kaabah yang di dalam surga. Definisi dari “cawak” (sebagaimana dalam batasnya) menurut Standard Dictionary sebagai berikut : “Suatu jenis biji-bijian yang tingkatnya di antara gandum dan syeir ........ Itu adalah biji-bijian penting dari zaman Mesir kuno, mungkin merupakan gandum hitam di zaman Musa, tetapi dipelihara kini terutama di Swiss, Jerman selatan, dan Spanyol sebelah utara.” 

Cawak adalah suatu jenis biji-bijian dari zaman dahulu, digunakan di Mesir kuno di zaman Musa, dan itu adalah gandum hitam di zaman Yusuf. Demikianlah dengan Sabat sebagai suatu kebenaran dari zaman dahulu yang berasal dari Taman Eden dan merupakan undang-undang yang terakhir dicatat di masa Kejadian. Itu adalah kebenaran di zaman Musa, orang pertama di dalam Alkitab yang telah melembagakan pemeliharaan Sabat itu. Cawak adalah sedikit lebih dikenal daripada sekui, dan memiliki sesuatu nilai tanaman, tetapi hanya di bagian-bagian dunia tertentu, sama seperti halnya Sabat adalah lebih dikenal daripada 2300 hari itu. Beranikah seseorang mengatakan bahwa semua ini bukanlah lambang-lambang yang tepat, atau bahwa itu hanya suatu interpretasi tertentu dari manusia, dan hanya suatu peristiwa, atau yang kebetulan jadi, lalu juga cocok dengan sedemikian tepatnya? Tetapi sedemikian jauh baru hanya satu tahap yang telah dijelaskan. 

SEMUANYA DI DALAM SATU BEJANA 

Tuhan berfirman kepada nabi Yehezkiel : “Masukkanlah semuanya ke dalam sebuah bejana” (ayat 9). Sekarang akan dipikirkan apakah ia benar-benar telah memasukkan semua doktrin ini ke dalam sebuah bejana. Luther percaya kepada doktrin yang diajarkannya, tetapi musuh besar itu telah menghanyutkan sidang dengan penipuannya. Bukan dengan memperbincangkan kebenaran itu. Sekali-kali tidak. Melainkan dengan menganjurkan kepada orang banyak bahwa mereka kini telah memiliki semua kebenaran, dan bahwa mereka pasti adalah benar,

sehingga dengan demikianlah mereka mengeraskan hatinya melawan lebih banyak lagi terang tambahan. Segera terang tambahan datang, tetapi Setan telah membanjiri sidang dengan agen-agennya, sehingga syakwasangka timbul melawan terang baru. Akibatnya ialah sebagian besar umat telah menolak kebenaran itu. Sebagian kecil mereka melihat terang itu, maka karena kasus itu adalah umum, mereka kemudian dipecat keluar oleh suara terbanyak sidang. Demikianlah perlu melahirkan sebuah pergerakan baru, atau organisasi gereja. Dan demikianlah pengalaman dengan sidang dalam setiap kali adanya kebenaran yang lebih maju sepanjang sejarah sampai kepada waktu kita sekarang. 

Dengan cara yang sama, maka kebenaran yang telah dilambangkan oleh syeir itu (Roh) telah ditolak oleh orang-orang yang telah menerima doktrin yang dilambangkan oleh gandum (iman). Knox percaya kepada semua kebenaran yang diajarkannya dan juga kepada semua kebenaran yang diajarkan oleh Luther. Jadi demikianlah gandum dan syeir telah dimasukkan ke dalam sebuah bejana lalu dibawa ke tahap kedua. 

Kita selanjutnya memperoleh kebenaran yang dilambangkan oleh kacang (karunia) dan yang disampaikan oleh Wesley. Wesley juga percaya kepada kebenaran-kebenaran yang telah diajarkan oleh Luther dan Knox yang dilambangkan oleh gandum dan syeir. Tahap ketiga dibuat, maka gandum, syeir, dan kacang berada di dalam satu bejana. Kebenaran yang ke empat telah dilambangkan oleh miju (baptisan secara diselamkan) dan telah diajarkan oleh Campbell, yang juga percaya kepada doktrin-doktrin Luther, Knox, dan Wesley. Demikianlah gandum, syeir, kacang, dan miju telah dibawa ke tahap yang ke empat, dan dimasukkan di dalam satu bejana. Kebenaran yang kelima (2300 hari) telah dilambangkan oleh sekui, maka langkah maju ini telah dibuat oleh William Miller yang telah percaya kepada semua kebenaran yang dilambangkan oleh gandum, syeir, kacang, dan miju. Tahap kelima telah dibuat dan lima jenis makanan atau kebenaran itu telah dimasukkan ke dalam sebuah bejana. 

Kita sekarang datang kepada jenis yang terakhir dari biji-bijian itu, yaitu “cawak” (Sabat), dalam kaitannya dengan pehukuman. Bukankah suatu kenyataan bahwa gereja Masehi Advent Hari Ketujuh percaya kepada semua kebenaran ini, yaitu: Gandum (iman), syeir (Roh Suci), kacang (karunia), miju (baptisan dengan cara diselamkan), sekui (2300 hari), cawak (Sabat, berikut kebenaran tentang kaabah)? Dapatlah diperhatikan, Tuhan berfirman, “Masukkanlah semuanya ke dalam sebuah bejana”. Ia tidak berfirman ke dalam dua atau lebih, melainkan ke dalam sebuah bejana saja. Tidak ada terdapat umat yang lain selain hanya Masehi Advent Hari Ketujuh yang percaya kepada kebenaran 2300 hari itu (pembersihan kaabah), dan gereja (bejana)

inilah yang mengajarkan keseluruhan enam doktrin itu sebagaimana telah dilambangkan oleh enam macam makanan itu. Jadi demikianlah nubuatan ini menemui kegenapannya dalam sejarah kita, dan kita terpesona dengan susah payah untuk memahami hikmat pengetahuan luas dari Tuhan Allah kita. 

APAM SYEIR 

Tuhan memberitahukan kepada Yehezkiel : “Hendaklah engkau makan dia sebagai apam syeir.” Yehezkiel 4 : 12. Mengapakah gandum, kacang, miju, sekui dan cawak dibuat sebagai apam syeir? Mengapa tidak sebagai apam gandum, atau apam dari sesuatu biji-bijian lainnya? Kebenaran tentang Roh Suci telah dilambangkan oleh syeir; seperti dijelaskan pada halaman 118 (bahasa Inggris). Karena alasan inilah Yehezkiel diberitahukan supaya membuatnya menjadi apam syeir, berarti kebenaran yang datang oleh kuasa Roh Suci, dan bukan oleh bantuan manusia. 

“AKU AKAN MEMBUBUKAN TALI PADAMU” 

Mengutip ayat 8, kita baca : “Maka, tengoklah, Aku akan membubukan tali padamu, supaya jangan engkau berbalik dari sisimu yang satu kepada sisimu yang satunya sampai selesai engkau menggenapi segala hari pengepunganmu.” Nabi itu akan berbaring pada sisi kirinya 390 hari lamanya. Selama masa ini ia akan makan berbagai jenis makanan itu. Tetapi mengapakah pada sisi kirinya? Mengapa tidak pada sisi kanan? Sebab simbol ini tidak akan tepat kalau saja ia berbaring pada sisi kanannya sambil makan. Lambung manusia itu adalah berbentuk seperti bulan sabit, dengan suatu leher yang sempit arah ke sebelah kanan sebagai jalan keluarnya. Jika seseorang berbaring pada sisi kirinya, maka jalan keluar lambungnya itu menghadap ke atas, berlawanan dengan gaya berat, sehingga akibatnya akan sukar bagi lambung untuk mengosongkan dirinya sendiri, yang mana akan membuat makanan tetap tinggal di dalamnya. Kalau bukan karena adanya tali-tali yang telah dibubuh Tuhan sekeliling Yehezkiel, maka ia sudah akan berbalik ke sisi kanannya, dengan demikian akan mengacaukan lambang ini. Artinya, bahwa walaupun musuh yang besar itu mencoba memaksakan keluar setiap kebenaran dengan cara menimbulkan syakwasangka dan hasutan-hasutan, serta memecat keluar orang-orang yang mengajarkan kebenaran-kebenaran baru ini seperti akan hal yang sama dalam setiap kesempatan di masa lalu, namun Allah mengawasinya agar setiap kebenaran itu akan tetap bertahan sampai Ia selesai memasukkan semuanya ke dalam sebuah bejana, dan demikianlah halnya. 

“HENDAKLAH ENGKAU MINUM JUGA AIR” 

“Hendaklah engkau minum juga air dengan takarannya, yaitu seperenam

hin, tiap-tiap waktu sedikit, hendaklah engkau minum.” Ayat 11. Air, apabila diminum akan memberikan kehidupan; tanpa air, maka tidak mungkin ada yang hidup. Kristus, sewaktu berbicara kepada perempuan yang di tepi sumur itu, berfirman : “Tetapi air yang akan Ku berikan kepadanya itu di dalam dirinya akan menjadi suatu mata air yang memancar sampai ke dalam hidup yang kekal.” Yohanes 4 : 14. Kristus menunjuk kepada “air” sebagai lambang dari kehidupan yang kekal. Arti dari lambang meminum air bersama-sama dengan apam syeir ialah bahwa jiwa-jiwa akan diselamatkan oleh setiap kebenaran baru (Roh kehidupan). 

MAKANAN SESUAI TIMBANGAN –– AIR SESUAI TAKARAN 

Yehezkiel 4 : 10, 11 : “Maka makananmu yang akan kau makan itu hendaklah sesuai timbangannya ..... Engkau harus juga meminum air sesuai takarannya.” “Takaran” dan “timbangan” adalah simbol-simbol yang menunjukkan bahwa Allah hanya akan memberikan kebenaran sesuai takarannya, setiap waktu sedikit. Sebagaimana terbaca dari nubuatan itu, “dari waktu ke waktu hendaklah engkau makan dan minum”, maka demikian itulah Allah telah memberikan terang setiap waktu sedikit sejauh yang mampu kita menangkapnya. Terang itu telah datang dalam urut-urutan Alkitabnya yang tepat sebagai berikut : Iman, Roh, karunia, baptisan, masa akhir zaman, dan Sabat (Istirahat). 

Abraham, bapa dari segala orang beriman itu, adalah lambang dari iman; Ishak, lambang dari Roh Kebenaran (karena Alkitab mengatakan ia telah lahir menurut kehendak Roh); Yakub, lambang dari karunia, (karena ia sebagai seorang berdosa, kalau bukan karena karunia Allah, maka ia tidak mungkin dapat berhasil). Pergerakan exodus adalah lambang bagi baptisan, karena kita baca di dalam 1 Korintus 10 : 2, “Maka semua mereka itu telah dibaptiskan bagi Musa di dalam awan-awan dan di dalam laut.” Kehidupan di padang belantara adalah lambang dari persoalan kaabah pada akhir dari 2300 hari itu; di padang belantara itulah maka kaabah samawi itu telah ditiru modelnya oleh kaabah di dunia. “Tanah perjanjian” ialah lambang dari peristirahatan Sabat. Di tanah perjanjian mereka akan beristirahat kalau saja mereka berhasil mengusir keluar orang-orang kafir itu, tetapi karena sombong kebangsaan dan ketidak-percayaan, maka mereka telah gagal untuk memperoleh istirahat yang dijanjikan itu. Pendurhakaan Israel di tanah perjanjian adalah lambang dari kegagalan kita untuk mematuhi Allah di waktu ini. 

PENJELASAN DARI AYAT-AYAT 12, 14, 15 

Sesungguhnya nubuatan ini indah adanya, tetapi kini bagian yang menyedihan akan diceritakan.

Injil yang sedang akan dikutip ini barangkali belum pernah dibaca di depan umum, atau pun belum pernah disalin di dalam literatur manapun juga, tetapi jika ia itu tidak pernah dipelajari, untuk dibaca di depan umum, atau untuk diterbitkan, maka Allah tidak akan pernah menempatkannya di dalam Alkitab. Tetapi dengan adanya hal itu di dalam Alkitab, maka ia itu untuk sesuatu maksud, dan harus dipikirkan. Kutipan sebagaimana terdapat di dalam ayat-ayat 12, 14, 15 terbaca sebagai berikut : “Maka hendaklah engkau membakarnya dengan tahi yang keluar dari manusia di depan mata mereka itu. Kemudian kataku, Ya Tuhan Allah! bahwasanya, jiwaku belum pernah menjadi najis : Karena semenjak dari masa mudaku sampai kepada sekarang ini aku belum pernah makan bangkai atau barang binatang yang tercarik-carik; juga belum pernah masuk ke dalam mulutku daging yang haram. Lalu firman-Nya kepadaku, Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu tahi lembu sebagau ganti tahi manusia, maka hendaklah engkau mempersiapkan rotimu dengannya.” 

Kepada nabi itu diberitahukan bahwa ia tidak dapat menggunakan kayu, ataupun arang batu untuk membakar apamnya itu di atasnya, melainkan ia harus menggunakan “tahi yang keluar dari seseorang”. Bagi Yehezkiel hal itu sangat menjijikkan, sehingga ia memohon agar kiranya dimaafkan untuk berbuat begitu. Tuhan kemudian memberi suatu kelonggaran, bukan karena dipaksa, melainkan hanya karena kepentingan Yehezkiel, dengan mengatakan kepada Yehezkiel supaya membakarnya dengan “tahi lembu”. Ayat 13 memberikan penjelasan mengenai lambang itu sebagai berikut : “Maka Tuhan berfirman, ‘Demikianlah bani Israel akan makan roti mereka yang najis itu di antara segala bangsa Kafir’.” Lambangnya adalah : bahwa setiap bagian kebenaran yang sejauh itu telah datang, telah dinajiskan, termasuk pula kebenaran yang terakhir (Sabat), walaupun semua petunjuk telah diberikan kepada kita, baris demi baris, maupun kalimat demi kalimat. Gambar itu memberitahukan ceriteranya; simbol-simbol itu tidak berdusta. Gantinya kita mendurhaka karena kepada kita dibukakan kegagalan-kegagalan kita, kita harus hanya memuji Allah dalam kemurahan-Nya Ia telah mengeluarkan suatu panggilan bagi reformasi, supaya kita tidak akan tertinggal untuk binasa dalam dosa-dosa kita, melainkan kepada kita diberikan suatu kesempatan untuk memilih kepada siapa kita hendak berbakti. 

Pertanyaan mungkin timbul, Bagaimanakah kita telah menajiskan kebenaran Allah? Hanya satu dari antara banyak petunjuk yang akan dikutip di sini. Testimonies, jilid 1, halaman 471, 472 : “Suatu kesalahan besar telah dibuat oleh beberapa orang yang mengakui kebenaran pada waktunya, karena menawarkan barang-barang dagangan selama berlangsungnya perkumpulan-perkumpulan ..... Para pendeta telah berdiri di dalam mimbar dan mengkhotbahkan suatu pidato penting, lalu kemudian oleh menawarkan barang-barang dagangan, dan bertindak sebagian sebagai seorang penjual barang, bahkan di dalam rumah Allah.  ..... Tanggung

jawab untuk menjual buku-buku kita janganlah dibebankan pada pendeta yang bekerja membagi-bagikan firman dan doktrin.” Testimonies, jilid 8, halaman 250 : “Aku tampak pembimbing kita (Kristus) menunjuk kepada pakaian-pakaian dari mereka yang disebut orang-orang benar itu. Ditelanjangi-Nya mereka itu, dibukakan-Nya kekotoran mereka itu di bawah. Kemudian firman-Nya kepadaku : ‘Tidakkah kau melihat bagaimana mereka itu secara berpura-pura menutup-nutupi kekotoran dan kebusukan tabiat mereka?’ Bagaimana negeri yang setia itu telah menjadi suatu sundal?” Rumah Bapa-Ku telah dijadikan sebuah rumah dagang, yaitu suatu tempat dari mana kehadiran Ilahi dan kemuliaan telah lenyap! Karena sebab inilah terdapat kelemahan, dan kurangnya kekuatan.’” Demikianlah kita memperoleh bukti bahwa setiap kebenaran sedemikian jauh telah dinajiskan, termasuk juga Sabat itu. 

4O HARI ITU DAN APA YANG TERJADI SELAMA ITU 

Sejauh ini, 390 tahun itu telah berhasil dijelaskan, dan kita sekarang akan memikirkan 40 hari itu, yaitu 40 tahun itu. Setelah Yehezkiel berhasil menyelesaikan 390 hari itu, maka kepadanya diberitahu untuk berbalik sekarang ke sisinya sebelah kanan dan supaya berbaring di atasnya 40 hari lamanya. Berbeda dengan 390 hari itu, maka ia tidak boleh memakan apa-apa, melainkan berpuasa selama keseluruhan 40 hari itu, maka selama masa periode ini ia harus berbaring pada sisi kanannya. Sebagaimana yang sudah kami jelaskan terdahulu, bahwa jika seseorang harus berbaring pada sisinya sebelah kiri, maka lambung tidak akan dapat mengosongkan dirinya sendiri; tetapi kini ia harus berbaring pada sisinya sebelah kanan. Posisi ini akan memberikan kesempatan bagi lambungnya untuk mengosongkan dirinya. Secara alamiah, jika lambung hendak kosong dan belum dapat menerima makanan lainnya, ia akan merasa lapar (lambang dari lapar rohani). 

Lambang ini menunjukkan, bahwa sidang telah berada dalam kemerosotan rohani selama 40 tahun lamanya, dan ia tidak memiliki makanan rohani yang baru untuk dimakan. Orang boleh saja mengatakan, “Kami memiliki Alkitab dan tulisan-tulisan Kesaksian dan kami makan daripadanya.” Memang benar kita memiliki semuanya itu, tetapi semua itu telah tertutup dari kita, sebab kita tidak menggunakan dengan sepatutnya kebenaran yang sudah kita miliki, dan adalah suatu kenyataan bahwa sidang belum memiliki terang baru atas kata-kata Injil yang belum dapat dipahami selama 40 tahun yang lalu. 

Periode 40 tahun itu dimulai dalam tahun 1890, sesuai dengan bagan yang terdapat pada halaman 112 – 113 (bahasa Inggris) pada waktu mana 390 tahun itu berakhir. Waktu itu telah berlalu, maka kini kita harus memperoleh makanan atau sebaliknya kita akan mati, dan Allah dalam

kemurahan-Nya telah ingat akan umat-Nya dan Ia sedang mengundang mereka untuk datang hampir bagi suatu pesta perayaan yang baik lainnya.

Maukah anda, saudara-saudaraku, datang hampir bagi perjamuan yang besar itu? Atau maukah anda mengada-adakan alasan untuk tidak datang? Maukah anda mengatakan, “Saya telah membeli sebidang tanah, maka saya perlu sekali pergi untuk melihatnya; mohon kiranya saya dimaafkan.” Atau maukah anda memberi jawaban, “Aku telah membeli lima pasang lembu, maka aku akan pergi untuk mencobanya.” Atau kelak akan jadi bahwa anda baru saja “menikah dan sebab itu saya tidak dapat datang.” Ingatlah bahwa “orang-orang miskin, dan orang-orang kudung, dan orang-orang timpang, dan orang-orang buta” : Dari “jalan-jalan raya dan lorong-lorong tidak akan ragu-ragu untuk datang; rumah itu akan dipenuhi orang. “Karena Aku tegaskan kepadamu, bahwa seorang pun tiada dari antara segala orang yang diundang itu akan menikmati perjamuan-Ku.” Lihat Lukas 14 :  16 – 24. 

TUJUH –– ANGKA YANG SEMPURNA 

Di dalam nubuatan ini kita temukan adanya hanya enam bagian, maka hanya enam langkah yang telah ditempuh. Luther, Knox, Wesley, Campbell, Miller dan White. Angka “enam” bukanlah suatu angka yang sempurna. Jadi, nyatalah bahwa masih ada satu bagian lagi yang lain yang akan menyusul, dan suatu langkah lagi untuk maju. “Tujuh” adalah angka yang sempurna, yaitu angka Alkitab. Masalah sekarang adalah, mengapa bagian yang ketujuh tidak diikut-sertakan di dalam nubuatan ini? Sebab enam bagian itu telah dikotorkan; telah dinajiskan dengan persiapan ciptaan manusia, yaitu hasil-hasil pikiran manusia, dan berbagai rencana telah dimasukkan dan diikuti, yang dalam pemandangan Allah adalah bagaikan “tahi”. Tetapi tidak demikian halnya dengan yang ketujuh, karena itulah yang terakhir; yang ke tujuh itu harus murni. Bagian yang terakhir ini, murni dan tidak dikotorkan, telah dilambangkan oleh malaikat dari Wahyu 18 : 1, “Maka sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit, dengan memiliki kuasa besar; maka bumi diterangi dengan kemuliaannya.” Adalah pada waktu ini maka nubuatan Yesaya itu akan digenapi. Yesaya 52 : 1, 2 : “Bangunlah, bangunlah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah semua pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, Kota Suci : karena mulai dari sekarang tidak akan lagi masuk ke dalammu orang-orang yang tidak bersunat maupun yang najis. Kebaskanlah habu darimu, bangunlah dan duduklah, hai Yerusalem : Lepaskanlah segala pengikat lehermu, hai puteri Sion yang tertawan (sidang Allah yang murni).” 

Perhatikanlah bagian yang terakhir dari ayat yang pertama: “Karena mulai dari sekarang tidak

akan lagi masuk ke dalammu orang-orang yang tidak bersunat, dan mereka yang najis.” Selalu ada terdapat di dalam sidang orang-orang yang tidak bersunat, dan mereka yang najis, dan orang-orang yang tidak bertobat, dalam sepanjang sejarahnya, tetapi di sini nabi itu menyatakan bahwa kelak “tidak akan ada lagi”. Marilah kita bersyukur kepada Allah kita untuk janji yang mulia ini, dan untuk ungkapan dari Firman-Nya. Nabi Zefanya juga menyatakan, “Israel yang sisa tidak akan melakukan kejahatan, tidak akan berbicara dusta; juga suatu lidah yang menipu tidak akan lagi terdapat di dalam mulut mereka : Karena mereka akan makan dan berbaring dan tidak seorang pun yang akan menakut-nakuti mereka.” Di dalam buku Prophets and Kings, halaman 725, kita baca : “Dengan berpakaian senjata kebenaran Kristus, maka sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan bala tentara dengan panji-panjinya’, ia akan maju terus ke seluruh dunia, dengan kemenangan serta untuk memenangkan.” 

Dapatlah dijelaskan bahwa ini membawa kita kepada pembukaan dari meterai yang ketujuh dari Wahyu 8 : 1. Sidang pada langkah yang ketujuh, di bawah meterai yang ketujuh, dan dalam trompet yang ketujuh. Dengan ini kita mengetahui bahwa kita sudah sampai di perbatasan dari Kekekalan itu. Maukah bibir dari salah seorang di antara kita mengucapkan kata-kata : “Masa menuai sudah lewat, musim panas sudah berakhir, dan kita belum juga selamat?” Tetapi bagaimanakah kita akan memperoleh kesempurnaan ini? Itu tidak akan mudah. Jika kita tidak berusaha kita tidak akan pernah sampai ke tanda itu, karena musuh tidak akan membiarkan seutas benang pun lepas. Ia telah mengganggu sepanjang jalan, dalam setiap langkah, dan setiap bagian dari kebenaran, dan semua rencananya adalah jauh lebih kuat sekarang daripada yang pernah ada sebelumnya. Tetapi bagaimanapun juga, nubuatan telah menyatakan, bahwa mereka yang 144.000 itu tidak pernah menyembah sujud kepada Dewa, “dan di dalam mulut mereka tidak terdapat tipu : Karena mereka adalah tidak bersalah di hadapan tahta Allah.” Pada waktu ini organisasi mempekerjakan kira-kira 10.000 pengerja evangelisasi, tetapi apakah yang akan terjadi apabila 144.000 orang yang tidak berdosa, tidak bercacad-cela atau sesuatu kerutan, ataupun sesuatu perkara yang sedemikian ini, yang dipenuhi dengan Roh Allah, mulai melintasi benua? Yang sedemikian inilah permulaan dari langkah yang ketujuh itu. Tidak heran jika nabi menyatakan, “orang-orang yang tak bersunat dan orang-orang yang najis tidak akan lagi masuk ke dalammu”. “Maka Aku akan menjadikannya suatu bangsa yang kuat.” Mikha 4 : 7. 

Kalaupun nubuatan mengenai 430 tahun itu menemukan permulaannya dengan Reformasi oleh Luther dan lain-lainnya, pelajaran ini adalah berlaku bagi masa ini, dan

bagi umat dari zaman ini. Belum pernah sebelumnya nubuatan ini dapat dimengerti, dan bahkan sampai kini belum ada seorang pun pernah mengetahui banyak daripadanya, tetapi apabila genap waktunya, maka Allah akan memberitahukannya. Demikianlah Ia telah menghantarkan umat-Nya dari waktu ke waktu. Ayat-ayat yang belum dijelaskan akan kini dipertimbangkan di bawah ini. 

PENGEPUNGAN 

“Engkau juga, hai anak Adam, ambillah olehmu akan sebuah batu bata, dan letakkanlah dia di hadapanmu, dan gambarkanlah padanya kota itu, yaitu Yerusalem.” Yehezkiel 4 : 1. Dari terjemahan bahasa Ibrani terbaca : “Ukirkanlah” atasnya sebuah kota, yaitu “Yerusalem”, (kota itu : Sebuah lambang dari keanggotaan sidang). Yehezkiel dianjurkan untuk mengukir sebuah kota, dan menyebutkannya Yerusalem, dan ia itu harus diukir di atas sebuah batu bata. Kertas atau kulit tidak boleh digunakan, sebab itu tidak tahan lama seperti batu bata. Jika ia itu diukir di atas batu bata maka itu tidak akan dapat dihapus. Maksudnya ialah bahwa nubuatan ini pasti akan terjadi, dan setelah kejadiannya sekali menjadi sejarah, maka orang tak akan dapat menghapuskan segala perkara yang telah digambarkan; ia itu akan tetap berada sepanjang segala zaman. (Batu bata yang disebut di sini bukanlah hasil produksi. Itu adalah suatu batu bata alam, dan digali dalam lempengan-lempengan besar yang terpisah sendiri-sendiri yang bagian-bagian tertentu di negeri itu ditemukan secara melimpah. Itu umumnya atau khususnya digunakan untuk pembuatan atap rumah atau lantai). 

Ayat 2 : “Dan kepunglah dia, dan dirikanlah sebuah kubu pertahanan melawannya, dan timbunilah tanah untuk melawan dia, tempatkan juga perkemahan tentara berhadapan dengan dia, dan susunlah alat-alat pendobrak melawan dia sekelilingnya.” “Kepunglah dia” : Artinya, menyerbu kota itu (sidang) dengan suatu bala tentara untuk memaksakannya supaya menyerah; berusaha untuk dapat memiliki kota itu, –– yaitu sidang itu. “Dan dirikanlah sebuah kubu pertahanan melawannya” : Sebuah kubu pertahanan mengelilingi sebuah kota membuat kota itu menjadi aman, dengan demikian “mendirikan sebuah kubu pertahanan melawan kota itu, –– yaitu sidang itu. “Dan dirikanlah sebuah kubu pertahanan melawannya” : Sebuah kubu pertahanan mengelilingi sebuah kota membuat kota itu menjadi aman, dengan demikian “mendirikan sebuah kubu pertahanan melawan kota itu” berarti untuk menjamin agar tidak seorang pun yang di dalamnya dapat lolos. “Dan timbunilah sebuah gunung” : kata “gunung” dalam terjemahan Yunani ialah membuat (Prohomata), yang berarti “kubu-kubu”, yaitu suatu tanggul yang mengelilingi sebuah benteng, demikianlah mengusahakan setiap cara dan pengawasan untuk merebut kota itu. “Tempatkan juga perkemahan tentara berhadapan dengan dia” : Artinya, membuat tempat-tempat tinggal sementara. Maksudnya adalah, melakukan persiapan untuk tetap tinggal di sana sampai anda berhasil menguasai kota itu. “Dan susunlah alat-alat pendobrak melawan dia sekelilingnya” : Atau, secara bebasnya, “pemimpin-pemimpin utama” : Yang berarti suatu alat

dengan mana untuk menghantam atau memukul. (Alat-alat pendobrak di sini diterjemahkan dari bahasa Inggeris “battering rams”). “Ram” ialah seekor domba jantan yang digunakan sebagai suatu lambang dari orang-orangnya Allah, maka mereka akan memukul atau mendobrak berkeliling sampai kota itu berhasil direbut. Alat yang mereka gunakan untuk memukul atau mendobrak ialah Kebenaran Alkitab yang meyakinkan, jelas, dan yang tegas. 

“Kota itu” (Yerusalem) ialah sidang Allah; yaitu Masehi Advent Hari Ketujuh (Israel). Allah sendiri yang telah mengorganisir sidang ini oleh perantaraan seorang nabi, dan ada terdapat suatu perbedaan besar di antara sidang ini dan sidang-sidang selama Reformasi semenjak dari zaman Luther dan seterusnya. Allah membiarkan umat-Nya untuk dikeluarkan dari sidang oleh keputusan suara terbanyak di masa-masa yang lalu, sehingga mereka terpaksa untuk memulaikan suatu pergerakan yang lain, sehingga langkah berikutnya harus mereka buat, dan demikianlah seterusnya. Dalam hal inilah, Allah akan berhubungan dengan seluruh badan. Orang-orang yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di dalam sidang akan dimeteraikan oleh orang yang padanya ada tinta penyurat itu. Mereka yang telah memutuskan untuk tetap berbuat kejahatan, artinya, berbuat berlawanan dengan peraturan-peraturan yang dikemukakan oleh Roh Allah melalui tulisan-tulisan Kesaksian bagi sidang akan dibinasakan oleh lima orang yang membawa senjata-senjata pembantai dari Yehezkiel 9 itu. Tak seorang pun akan dapat lolos, karena kota itu telah dikepung, dan dikurung dengan rapat. Adalah suatu kenyataan, bahwa dalam setiap zaman di mana Allah telah mendemonstrasikan kebenaran dan maksudnya dalam garis-garis yang sudah jelas, maka setelah ditolak, mereka itu menderita pembalasan Allah yang besar dan penuh kuasa. Sebagai contoh, orang-orang sebelum air bah yang lalu, kota-kota Sodom, Mesir, kota-kota kepunyaan orang-orang Kanaan, kota Babil, dan kota Yerusalem kuno yang dulu. 

PEMISAHAN DALAM PRINSIP 

“Dan lagi ambillah bagimu akan sebuah kuali besi, dan taruhlah akan dia menjadi sebuah tembok besi di antara kamu dengan kota itu. Dan tujukanlah mukamu kepadanya, dan ia itu akan dikepung, dan hendaklah engkau mengepungnya. Ini akan menjadi suatu tanda bagi isi rumah Israel.” Ayat 3. “Ambillah olehmu akan sebuah kuali besi, dan taruhlah akan dia menjadi sebuah tembok besi di antara engkau dan kota itu (sidang)” : Sebuah lambang dari suatu pemisahan yang tak terkalahkan di antara dua kelas orang-orang. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak saling melihat, atau saling berbicara satu kepada yang lainnya, melainkan suatu pemisahan dalam prinsip, peraturan, atau petunjuk. “Dan tujukanlah mukamu kepadanya” : Sebagai seorang jenderal dari pasukan mengarahkan mukanya menentang suatu bangsa yang lain, dengan niat untuk mengalahkannya. “Ini akan menjadi suatu tanda bagi isi rumah Israel” : Tanda itu

adalah bagi mereka yang telah dibubuhi tanda atau telah dimeteraikan; yaitu mereka yang 144.000 itu, karena mereka adalah Israel yang Benar itu. 

MASA LAPAR ROHANI

“Lagi pula firman-Nya kepadaku, Hai anak Adam, sesungguhnya, Aku akan memutuskan persediaan roti di Yerusalem; maka mereka itu akan makan rotinya dengan ditimbang dan dengan berhati-hati; dan mereka akan meminum air sesuai takaran, dan dengan bimbang hatinya; sehingga mereka akan kekurangan roti dan air, dan mereka menjadi bimbang di antara sesamanya, dan mereka itu makin lama makin habis karena kejahatannya.” Yehezkiel 4 : 16, 17. Ayat 13 berlaku terhadap masa dari 390 tahun itu; ayat 16 dan 17 berlaku bagi masa 40 tahun itu. Permulaan dari ayat 16 menunjukkan bahwa ada terdapat suatu penghentian sementara dalam nubuatan, sebab kita baca : “Lagi pula firman-Nya kepadaku”, artinya, di samping itu, atau selanjutnya. “Aku akan memutuskan persediaan roti di Yerusalem” (Aku akan menghentikan, atau mengecilkan). “Sehingga mereka akan makan roti dengan ditimbang dan dengan berhati-hati, dan minum air sesuai takaran dan dengan perasaan bimbang” : artinya, dengan menghemat, sampai persediaan roti mereka habis, dan akhirnya mereka menjadi lapar. “Bimbang” : artinya, kita dapat mengatakan bahwa kita memiliki kebenaran, atau kita adalah umat Allah, tetapi kita tidak mengerti mengapa begini dan begitu; kuasa tidak ada, dan ada sesuatu yang salah. 

Ayat 17 adalah kegenapan dari nubuatan yang terdapat di dalam ayat 16. Alkitab versi Douay tampaknya akan memberikan interpretasi yang lebih jelas terhadap ayat 17 yang mana kami kutip di sini : “Sehingga apabila roti dan air habis masing-masing orang akan saling jatuh menindih saudaranya, dan mereka akan merana dalam kejahatannya.” Permulaan dari ayat ini dalam bahasa Yunani dan Bulgaria adalah sama dengan pengecualian bahwa kata “umat” telah digunakan sebagai pengganti kata “saudara”. Terjemahan dari bahasa Ibrani adalah : “Supaya mereka itu kelak kekurangan roti dan air, dan mereka menjadi kacau di antara sesamanya dan merana karena kejahatan mereka.” “Sehingga apabila roti dan air habis setiap orang dapat jatuh” (Douay) : Artinya, dalam masa periode empat puluh tahun itu mereka akan menghabiskan persediaan roti mereka, dan air (rohani) sehingga menjadi benar-benar lapar, supaya dapat mereka menemukan kesalahan mereka. Mengutip buku Testimonies to Ministers, halaman 419 : “Allah meminta perkara-perkara tertentu dari umat-Nya;  jika mereka mengatakan, saya tidak mau menyerahkan

hati saya untuk melaksanakan perkara ini, maka Tuhan akan membiarkan mereka terus mengikuti keputusan mereka yang disangka bijaksana ini tanpa hikmah pengetahuan samawi, sampai kelak kata-kata Injil ini (Yesaya 28 : 13) digenapi. Anda tidak boleh mengatakan, bahwa aku hendak mengikuti bimbingan Tuhan sampai kepada suatu titik tertentu yaitu yang sesuai dengan pendapatku, lalu kemudian berpegang teguh kepada pendapat-pendapatmu sendiri, sambil menolak untuk diberi bentuk sesuai dengan kesamaan dari Tuhan. Hendaklah ditanyakan, apakah ini kehendak Tuhan? Bukan, apakah ini pendapat atau keputusan dari ____?” “Tetapi firman Tuhan bagi mereka itu adalah hukum demi hukum, hukum demi hukum, baris demi baris, baris demi baris; di sini sedikit dan di sana sedikit; sehingga mereka dapat pergi, dan jatuh terlentang, dan hancur, dan terjerat, dan tertangkap”. Yesaya 28 : 13. 

Buku Testimonies to Ministers, halaman 105 – 107 : “Janganlah kita berpikir seperti orang-orang Yahudi, bahwa pikiran dan pendapat-pendapat kita sendiri adalah tidak mungkin salah; jangan juga seperti para anggota gereja Katholik, bahwa hanya orang-orang tertentu merupakan pengawal-pengawal kebenaran dan pengetahuan, bahwa manusia tidak berhak untuk menyelidiki Injil bagi dirinya sendiri, melainkan harus menerima penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh Bapa-Bapa dari gereja ........ Barangsiapa yang membiarkan keragu-raguan menghalangi pikiran melawan penerimaan kebenaran tidak akan dapat memperoleh penerangan Ilahi. Namun demikian, apabila suatu gambaran Injil dikemukakan, maka banyak orang tidak akan bertanya, Benarkah itu, –– sesuaikah dengan firman Allah? Melainkan, Siapakah yang mengajarkannya? Dan jika ia itu tidak datang melalui saluran yang berkenan pada hati mereka, maka mereka tidak mau menerimanya. Demikianlah mereka sepenuhnya merasa puas dengan pendapat-pendapat mereka sendiri, sehingga mereka tidak mau memeriksa akan kenyataan Injil, dengan kerinduan untuk belajar, melainkan menolak untuk dipuaskan, hanya karena keragu-raguan mereka. 

“Tuhan seringkali bekerja dimana kita hampir-hampir tidak mengharap akan Dia; Ia membuat kita terpesona oleh mengungkapkan kuasa-Nya melalui alat-alat pilihan-Nya sendiri, sebaliknya ia melewati orang-orang yang selalu kita harapkan sebagai perantara-perantara melalui siapa terang harus datang. Allah menghendaki kita supaya menerima kebenaran itu atas kenyataannya sendiri, –– karena memang itulah kebenaran ........ Tetapi berhati-hatilah jika menolak apa yang merupakan kebenaran. Bahaya besar berada dengan anggota-anggota kita karena mereka terlalu bergantung pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya. Mereka yang tidak biasa menyelidiki Alkitab bagi dirinya sendiri, atau menimbang-nimbang akan kenyataan, mereka menaruh harap kepada para pemimpin, lalu menerima saja keputusan-keputusan

yang dibuat oleh mereka; dan demikian inilah banyak orang akan menolak pekabaran-pekabaran penting yang Allah kirimkan kepada umat-Nya, kalau saja saudara-saudara pemimpin ini tidak mau menerimanya. 

“Janganlah seorang pun mengatakan bahwa ia telah memiliki semua terang yang ada bagi umat Allah. Tuhan tidak akan mentolerir hal ini. Ia telah berfirman, ‘Telah Kubukakan pintu di hadapanmu, dan tak seorangpun dapat menutupnya’. Walaupun sekiranya semua saudara pemimpin kita akan kelak menolak terang dan kebenaran, pintu itu akan tetap masih terbuka. Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang akan memberi kepada umat pekabaran bagi zaman ini ........ Andaikata seorang saudara memiliki suatu pandangan yang berbeda dari pandanganmu, dan ia hendak datang kepadamu, sambil mengusulkan agar anda duduk bersama-sama dengannya dan melakukan suatu penyelidikan akan hal itu di dalam Injil; hendakkah kamu bangkit, dengan dipenuhi syakwasangka, lalu mempersalahkan pendapat-pendapatnya, sambil menolak untuk memberikan kepadanya  suatu perhatian yang bersahabat? Satu-satunya cara yang benar ialah duduk bersama sebagai orang-orang Kristen lalu menyelidiki pendirian yang dikemukakan, di bawah terang firman Allah, yang akan mengungkapkan kebenaran dan menelanjangi kesalahan. Mentertawakan pendapat-pendapatnya tidak akan melemahkan pendiriannya sedikitpun jika memang hal itu salah, atau pun menguatkan pendirianmu jika memang benar. Jika tonggak-tonggak dari iman kita tidak akan tahan uji terhadap hasil penyelidikan, maka sekaranglah waktunya agar kita mengetahuinya. Tidak boleh ada roh Pharisi apapun yang dipelihara di antara kita.” Walaupun mungkin orang akan mempermasalahkan dengan gigih akan aplikasi langsung dari kata-kata Injil yang dikutip di sini, namun pasti tidak seorangpun akan mempertanyakan pelajaran yang diajarkan di dalam publikasi ini lalu masih tidak juga mengakui ia itu sesuai dengan pergerakan ini. 

* * *

___ BAGAN ___

___ BAGAN ___

BAB VI 

IKHTISAR DARI BUKU YESAYA,YANG MELIPUTI PASAL 54 – 56 

Panggilan bagi reformasi ini sebagaimana yang dikemukakan di sini adalah hasil langsung dari penyelidikan terhadap tiga belas pasal dari buku Yesaya, sebagaimana yang telah direncanakan oleh gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan telah disampaikan kepada sidang-sidang dalam seluruh organisasi di seluruh dunia. Semua pelajaran ini telah diajarkan di dalam departemen Sekolah Sabat selama bulan Januari, Pebruari dan Maret tahun 1929, yang dimulai dengan pasal 54 dan berakhir dengan pasal 66. Kami yakin tangan Allah telah memimpin, dan bahwa pelajaran-pelajaran khusus ini telah datang pada suatu waktu yang telah ditentukan oleh pimpinan Ilahi, dengan maksud untuk membangunkan umat-Nya untuk bertindak dari kondisi Laodikea yang suam, dan kelemahan kerohanian. 

Di dalam Testimonies, jilid 3, halaman 492 kita baca : “General Conference yang merupakan otoritas tertinggi yang Allah miliki di atas bumi.” (“General Conference” yang dibicarakan di sini bukanlah pendapat seseorang, melainkan sebuah General Conference dari saudara-saudara yang datang berkumpul dari semua bagian di lapangan, seperti yang digambarkan di dalam buku Gospel Workers, halaman 489 : “Tetapi apabila di dalam sebuah General Conference, keputusan dari saudara-saudara yang datang berkumpul dari semua bagian di lapangan dilaksanakan. Kebebasan pribadi dan keputusan pribadi harus tidak boleh dipertahankan dengan gigih, melainkan harus tunduk”). Karena alasan inilah Allah telah menghargai General Conference itu, dan telah mengirimkan pelajaran-pelajaran melalui saluran itu dengan maksud untuk melahirkan suatu reformasi di dalam keseluruhan gereja dalam hanya satu triwulan pelajaran-pelajaran Sekolah Sabat. 

Tiga belas pasal dari buku Yesaya ini adalah sebuah surat bersambung yang telah ditulis kepada sidang. Walaupun semua itu telah berada di dalam Alkitab selama berabad-abad lamanya, semua itu dimaksudkan bagi kita pada waktu ini, dan terdiri sebagai sebuah surat yang langsung kepada sidang di waktu sekarang. Pasal 54 adalah permulaan dari isi surat itu, dan ia itu berakhir dengan pasal yang ke 66. Alasan-alasan berikut ini telah diberikan untuk meyakinkan sedemikian ini. 

YESAYA 54 –– PERMULAAN DARI SURAT “ALLAH PENGHIBUR” 

“Menyanyilah, hai kamu yang mandul, kamu yang tidak pernah melahirkan; bertempik soraklah

dan berserulah dengan kuat suaranya, hai kamu yang belum merasai sakit melahirkan : Karena perempuan yang sunyi itu lebih banyak anaknya daripada perempuan yang bersuami, demikianlah firman Tuhan.” Yesaya 54 : 1. Galatia pasal empat mengatakan bahwa perempuan yang dibicarakan di sini, yang “mandul” itu, yaitu “dia yang tiada merasai sakit melahirkan”, “dia yang sunyi itu”, adalah Sarah. Yang lainnya yang disebut perempuan yang bersuami itu ialah Hagar. Sarah adalah sunyi, karena ia telah menyingkirkan diri dan telah memberikan suaminya kepada Hagar, sehingga dengan demikian Hagar adalah perempuan yang bersuami. Sarah adalah mandul, tanpa anak, sebaliknya Hagar memiliki anaknya Ishmael. 

“Karena ada tertulis, Bersukacitalah, hai engkau yang mandul dan yang tiada beranak, hendaklah bertempik sorak, hai engkau yang tiada menanggung sakit bersalin; karena perempuan yang ditinggalkan itu lebih banyak anaknya daripada perempuan yang bersuami.” Galatia 4 : 27. Galatia 4 : 25 mengatakan, bahwa Hagar melambangkan sidang Wasiat Lama, atau Yerusalem di Palestina. “Karena Hagar ini ialah Gunung Sinai di Arabia, dan sama dengan Yerusalem yang sekarang, maka ia hidup dalam perhambaan bersama-sama dengan anak-anaknya.” “Tetapi Yerusalem yang di atas itu merdeka yaitu ibu dari kita semua. Sebab itu, hai Saudara-Saudaraku, kita ini bukanlah anak-anak dari hamba perempuan itu, melainkan dari perempuan yang merdeka itu.” Galatia 4 : 26, 31. Demikianlah Sarah (perempuan yang merdeka) adalah merupakan lambang dari Yerusalem yang di atas, atau sidang dari Wasiat Baru. 

Ishmael melambangkan anak-anak dari sidang Wasiat Lama, tetapi Ishak melambangkan anak-anak dari sidang (Kristen) Wasiat Baru. “Sekarang kita, hai Saudara-Saudaraku, seperti halnya Ishak, kita adalah anak-anak perjanjian. Tetapi seperti halnya di masa itu dia yang telah dilahirkan oleh kehendak daging itu telah menganiayakan dia yang dilahirkan oleh kehendak Roh, demikian juga halnya sekarang ini”. Galatia 4 : 28, 29. Sebagaimana Abraham telah menyuruh pergi hamba perempuan itu (Hagar) dan anaknya (Ishmael), maka demikian pula Allah telah membuang sidang Wasiat Lama itu, atau Yerusalem yang sekarang. Galatia 4 : 30 : “Akan tetapi bagaimanakah yang dikatakan Alkitab? Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya karena anak hamba perempuan itu tiada akan mewarisi bersama-sama dengan anak dari perempuan yang merdeka itu.” Alkitab telah membuat masalah ini menjadi cukup jelas untuk tidak lagi diragukan. Sarah adalah lambang dari sidang Kristen, dan Hagar lambang dari sidang Yahudi. 

Kembali kepada Yesaya pasal 54, dapatlah dicatat bahwa pasal ini adalah dialamatkan kepada perempuan yang mandul, yang tidak beranak, yang ditinggalkan sunyi, yaitu Sarah, yang melambangkan sidang Kristen. Roh Nubuat,

dalam mengomentari pasal ini mengatakan bahwa nubuatan itu adalah bagi sidang Injil di waktu ini. Kita baca di dalam buku Prophets and Kings, halaman 374, 375 : “Sambil memandang ke depan makin jauh ke depan berabad-abad lamanya, nabi itu menyaksikan peristiwa kegenapan dari semua janji yang mulia ini. Ia melihat para pembawa berita-berita keselamatan yang menggembirakan itu pergi ke seluruh hujung bumi, kepada setiap bangsa dan umat. Ia mendengar bagaimana Tuhan mengatakan mengenai sidang Injil, ‘Tengoklah, Aku hendak menyampaikan kepadanya damai sejahtera bagaikan sebuah sungai, dan kemuliaan dari segala orang Kafir bagaikan arus sungai yang mengalir’; dan ia dengar penugasan yang berbunyi : ‘Perbesarkanlah tempat perkemahanmu, dan suruhkanlah mereka memperluas semua batas tempat kediamanmu : Janganlah kamu tahankan, panjangkanlah segala talimu, dan kokohkanlah segala patokmu, karena kamu akan bergerak maju ke kanan dan ke kiri; dan segala benihmu akan mewarisi semua bangsa Kafir.’ Allah mengatakan kepada nabi itu bahwa Ia akan mengirim saksi-Nya ‘kepada segala bangsa, ke Tarshis, ke Pul, ke Lud, ...... ke Tubal, dan ke Jawan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh.’ Nabi itu mendengar suara Allah memanggil sidang-Nya kepada tugasnya yang telah ditentukan, supaya jalan dapat dipersiapkan untuk menyambut datang kerajaan-Nya yang kekal itu.” 

Nubuatan itu tidak mungkin berlaku bagi bagian permulaan dari sidang Kristen, sebab kita baca di dalam ayat 17 : “Tak ada senjata apapun yang dibuat melawan dikau akan berhasil; dan setiap lidah yang bangkit melawan dikau dalam pehukuman akan kau persalahkan. Inilah warisan dari hamba-hamba Tuhan, dan kebenaran mereka itu adalah daripada-Ku, demikianlah firman Tuhan.” “Tidak ada senjata apapun yang dibuat melawan dikau akan berhasil” : Jika Injil ini memang menunjuk kepada bagian sidang yang mula-mula, atau dahulu daripada masa kegelapan yang lalu itu, maka Allah sudah akan gagal untuk melaksanakan janji-Nya. Perhatikan bahwa semenjak dari permulaan sidang Kristen, batu-batu, pedang, salib, tali, api, dan banyak lagi alat-alat kekejaman lainnya yang telah dibuat melawan umat Allah telah berhasil, dan terus berhasil sampai pada kira-kira pertengahan abad ke 18, oleh sebab itu nabi itu tidak mungkin menunjuk kepada bagian permulaan dari sejarah sidang Kristen. Kutipan yang berikut ini akan membuktikan waktu mana Injil ini berlaku : “Barangsiapapun yang akan berkumpul bersama melawan dikau akan jatuh karena kamu ........ ‘Tak ada senjata apapun yang dibuat melawan dikau akan berhasil; dan setiap lidah yang bangkit melawan dikau dalam hukum akan

kau persalahkan.’ ..... Dengan berpakaikan senjata kebenaran Kristus, sidang akan masuk menghadapi peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.’ ..... Jam yang tergelap dari pergumulan sidang melawan kuasa-kuasa kejahatan ialah yang segera akan mendahului hari kelepasannya yang terakhir. Tetapi tidak seorang pun yang menaruh harap kepada Allah perlu takut, karena ‘apabila hantaman-hantaman yang hebat itu bagaikan angin ribut menghantam tembok’, Allah akan melindungi sidang-Nya bagaikan tempat berteduh dari angin ribut.” Prophets and Kings, halaman 725. 

Kembali kita baca di dalam buku Early Writings, halaman 284, 285 : “Sementara orang-orang suci itu meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, mereka itu dikejar dari belakang oleh orang-orang jahat, yang berusaha untuk membunuh mereka. Tetapi pedang-pedang yang diangkat untuk membunuh umat Allah itu patah dan jatuh bagaikan jerami yang tak berdaya. Malaikat-malaikat Allah melindungi umat kesucian itu. Sementara mereka berseru siang dan malam memohonkan kelepasannya, maka seruan mereka itu sampai ke hadapan Tuhan”. Demikianlah kita memiliki bukti bahwa pasal itu telah ditulis bagi umat Allah yang akan hidup di akhir zaman. Maksud yang terkandung di dalam bagian tulisan ini bukanlah untuk menjelaskan semua yang terdapat di dalam pasal, melainkan untuk menunjukkan waktu mana yang dimaksudkan oleh pasal 54 itu, dengan sedikit catatan petunjuk. Dalam penyelidikan yang lain kita akan membicarakan semua pasal secara terpisah sendiri-sendiri, ayat demi ayat. 

Di dalam ayat 14 dan 15, terdapat dorongan yang membesarkan hati bagi umat Allah, dan ia itu hendaknya menguatkan iman kita. “Dalam kebenaran engkau akan diteguhkan : Engkau akan dijauhkan dari penindasan; karena ..... sesungguhnya mereka akan berhimpun bersama-sama, tetapi bukan oleh suruhan-Ku : Barangsiapapun juga yang akan berhimpun bersama-sama melawan dikau demi karenamu mereka akan jatuh.” Masa kegenapan dari semua ayat ini telah dilukiskan di dalam buku Early Writings, halaman 282, 283 : “Aku tampak orang-orang suci meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, dan berkumpul bersama-sama secara berkelompok, dan mereka hidup di tempat-tempat yang sangat terpencil. Malaikat-malaikat melengkapi mereka dengan makanan dan air, sementara sebaliknya orang-orang jahat menderita karena kelaparan dan kehausan. Kemudian aku tampak para pemimpin dunia bersama-sama berkonsultasi, dan Setan berikut malaikat-malaikatnya sibuk mengelilingi mereka. Aku tampak sebuah tulisan, yang mana salinan-salinannya tersebar di berbagai tempat di tanah itu, memberikan perintah-perintah bahwa jika orang-orang suci itu tidak melepaskan iman mereka yang aneh itu, serta melepaskan Sabat, lalu mematuhi hari yang pertama dari minggu, maka orang banyak itu bebas setelah sesuatu waktu tertentu untuk membunuh mati

mereka itu ..... tetapi malaikat-malaikat dalam bentuk pasukan-pasukan tentara bertempur bagi mereka. Setan menginginkan memiliki hak untuk membinasakan orang-orang suci dari Yang Maha Tinggi itu; tetapi Yesus mengundang malaikat-Nya untuk mengawasi mereka dengan saksama ..... Berikutnya datanglah rombongan besar orang jahat yang murka itu, dan sesudah itu suatu rombongan besar malaikat-malaikat jahat, yang mendesak-desak segala orang jahat itu supaya segera membunuh segala orang suci itu. Tetapi sebelum mereka itu berhasil menghampiri umat Allah, orang-orang jahat itu harus pertama-tama melewati rombongan malaikat-malaikat suci yang perkasa itu. Ini adalah tidak mungkin. Malaikat-malaikat Allah membuat mereka itu mundur, dan juga membuat malaikat-malaikat jahat yang mendesak-desak sekeliling mereka itu jatuh terlentang.” 

Ayat 11 dan 12, berisikan suatu janji yang indah lainnya, dan menunjukkan kemurnian dan kesucian dari umat Allah. “Hai engkau yang teraniaya, yang terhambat oleh angin ribut dan yang tiada terhiburkan, sesungguhnya, Aku akan meletakkan semua batumu dengan warna-warna yang serasih, dan meletakkan semua pondasimu dengan permata nilam. Maka semua jendelamu akan Kubuat dari hablur dan segala pintu gerbangmu dari permata intan, dan segala perbatasan tanahmu dari batu-batu yang indah-indah.” Injil ini tidak mungkin menunjuk kepada Yerusalem yang baru, –– yaitu Kota Suci itu, karena tidak ada petunjuk mengenai tembok-tembok kota itu yang memiliki jendela-jendela, juga tidak mungkin diperlukan jendela bagi mereka, karena hanya dua belas pintu gerbang yang disebutkan. Selanjutnya pintu-pintu gerbang itu terbuat dari sebutir mutiara yang besar, dan bukan oleh permata intan. (“Maka dua belas pintu gerbang itu adalah dua belas butir mutiara : Tiap-tiap pintu ada sebutir mutiara.” Wahyu 21 : 21). Ayat-ayat yang sedang dibicarakan ini menunjuk kepada sebuah rumah kerohanian yang telah dilambangkan oleh kaabah Salomo. Rumah kerohanian ini telah ditunjukkan oleh rasul Paulus di dalam Efesus 2 : 20 – 22, “dan telah dibangun di atas landasan rasul-rasul dan nabi-nabi, Yesus Kristus sendiri merupakan batu penjurunya; maka di dalam Dia seluruh bangunan itu disusun dengan tepat lalu bertambah-tambah menjadi suatu kaabah yang suci dalam Tuhan : Di dalam Dia kamu juga dibangun bersama-sama menjadi suatu tempat kediaman Allah oleh perantaraan Roh.” 

Perhatikan bahwa rumah kerohanian ini memiliki pondasi-pondasi, jendela-jendela, pintu-pintu gerbang, dan garis-garis perbatasannya (pagar-pagar). Pondasi-pondasi menunjuk kepada para rasul, Yesus Kristus sendiri merupakan batu penjurunya. Lihat Efesus 2 : 20. Jendela-jendela dari sebuah rumah biasa digunakan untuk memberikan penerangan. Ini menunjuk kepada para nabi yang sebelumnya lebih dulu melihat perkara-perkara yang akan terjadi lalu memberikan terang terhadap masalah itu seperti terdapat di dalam 1 Samuel 9 : 9. (“Adapun dahulu kala di Israel, apabila orang

pergi bertanyakan Allah, maka demikianlah katanya : Marilah, kita pergi kepada seorang tukang pelihat : Karena ia yang saat ini dipanggil sebagai seorang Nabi pada waktu dahulu dipanggil sebagai seorang pelihat.”) “Pintu-pintu gerbang dari sebuah rumah berfungsi untuk membiarkan masuk orang-orang yang berhak dan untuk mencegah orang-orang lainnya yang tidak berhak masuk. Ini tak mungkin berarti lain daripada yang dimaksudkan kepada para pengawal yang berdiri di atas tembok-tembok Sion (pihak kependetaan). “Garis-garis perbatasan” (atau pagar-pagar) berarti anggota-anggota sidang yaitu “batu-batu yang hidup”. 1 Petrus 2 : 5, “Bahwa kamu pun, seperti batu-batu yang hidup, didirikan menjadi sebuah rumah kerohanian, suatu keimamatan yang suci, untuk mempersembahkan kurban-kurban rohani yang berkenan kepada Allah oleh perantaraan Yesus Kristus.” 

Perhatikanlah jenis dan kualitas dari bahan yang digunakan di sini di dalam rumah kerohanian ini. Bahan-bahan itu adalah yang termahal yang dikenal orang –– “Aku akan meletakkan batu-batumu itu dengan warna-warna yang indah” (Yesaya 54 : 11). Pondasi-pondasinya dari permata nilam, jendela-jendelanya dari hablur, pintu-pintu gerbangnya dari permata intan, dan pagar-pagar perbatasannya dari batu-batu yang indah-indah. Bayangkan Yesus sebagai batu penjuru; para rasul yang telah mengorbankan hidup mereka sebagai pondasi-pondasi yang indah-indah; para nabi (banyak di antaranya telah dibunuh dengan kejamnya, bahkan sampai digergaji di antara dua buah balok), sebagai jendela-jendela yang memberikan penerangan bagi rumah mungil ini; dan mereka yang di dalam sidang selama zaman kegelapan yang telah menderita dan disiksa oleh para penganiaya yang kejam, untuk mempercantik pagar-pagar dari rumah kerohanian yang sangat mulia ini. 

Hendaklah masing-masing menanyakan kepada dirinya sendiri, Adakah diri saya pantas untuk digunakan di dalam susunan rumah kerohanian ini yang batu-batunya berwarnakan warna-warni yang serasi? Relakah saya menaruh harap kepada Allah, dan menderita bagi-Nya, apapun juga yang dapat diijinkan-Nya bagi kebaikanku? Atau adakah saya menghendaki dunia, lalu juga surga bersama-sama? Dapatkah kita berbakti kepada Allah dan juga kepada Mammon bersama-sama? Dapatkah kita dengan sesuatu cara melalaikan petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada kita oleh Roh Allah, lalu juga berharap untuk dapat dibuat menjadi pantas di antara mereka yang lebih rela mati daripada melanggar sesuatu yang terkecilpun dari perintah-perintah-Nya? Betapa mengerikan pikiran yang sedemikian ini! Dapatkah sidang menggantikan petunjuk-petunjuk dari Allah dengan rencana-rencana manusia yang bijaksana sekalipun? 

ALLAH MEMANGGIL UNTUK KEMBALI –– FIRMAN YANG MENGUBAHKAN -- Yesaya pasal 55 

“Hai kamu sekalian yang berhaus, marilah kepada air, dan barangsiapa yang tidak mempunyai uang, marilah, belilah, dan makanlah; ya, datanglah, belilah air anggur dan

susu tanpa uang dan tanpa harga. Untuk apakah kamu membelanjakan uang bagi sesuatu yang bukan makanan? Dan usahamu bagi apa yang tidak mengenyangkan? Dengarlah akan Daku dengan rajinmu, dan makanlah olehmu barang yang baik dan biarlah jiwamu menyenangkan dirinya dalam kelimpahan.” Yesaya 55 : 1, 2. Kata-kata “Hai” menunjukkan “siapapun saja”, atau “setiap orang yang mau dengar”. Adalah tidak demikian itu dalam zaman Wasiat Lama, karena orang-orang Yahudi pada waktu itu mengira Alkitab itu diperuntukkan bagi keturunan dari Abraham saja. 

“Marilah kamu kepada segala air, dan siapa saja yang tidak mempunyai uang.” Air adalah bahan terpenting untuk menunjang hidup, baik bagi manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Itu adalah unsur yang sangat limpah, tetapi tanpa air tidak mungkin ada yang hidup. Di dalam ayat ini air dimaksudkan untuk melambangkan kehidupan rohani yang terikat oleh Kekekalan. Yesus dalam membicarakan-Nya kepada perempuan di tepi sumur itu mengatakan, “Barangsiapa yang minum dari air yang akan Kuberikan kepadanya kelak tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu di dalam dirinya kelak akan menjadi sebuah mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4 : 14. 

Air adalah terdiri dari dua unsur, yaitu oksigen dan hidrogen. Tanpa hidrogen kehidupan tidak mungkin ada, dan tanpa oksigen kehidupan akan berhenti kurang dari lima belas menit. Air adalah tidak pernah dijual; ia itu bebas diperoleh. Harga yang kita bayarkan di kota-kota bukanlah untuk air, melainkan untuk pelayanan yang diberikan dalam mengantarkan keperluan ini bagi pemakaian kita setiap hari. Itupun bukan untuk dijual di dalam Alkitab, melainkan ditawarkan dengan percuma. Tidak ada harga apapun yang ditetapkan bagi kehidupan kekal. Kalau saja ia itu dijual, maka tidak seorang pun yang dapat membelinya, oleh karena itu lambang yang digunakan di sini adalah tepat. Adalah tidak mungkin untuk menggantikan dengan sesuatu bahan di bumi yang lain manapun juga untuk melambangkan kehidupan rohani. 

AIR ANGGUR 

“Ya, marilah, belilah air anggur dan susu tanpa uang dan tanpa harga.” Walaupun air adalah bebas diperoleh, namun air anggur dan susu adalah dijual, tetapi tidak terdapat sesuatu harga yang tetap padanya, juga ia itu tidak dapat ditukar dengan uang. Sesuatu harus diberikan sebagai pengganti untuk melaksanakan transaksi itu. Apakah yang diharuskan itu? Jawabannya terdapat di dalam ayat yang ketujuh sebagai berikut: “Hendaklah orang jahat itu meninggalkan jalannya, dan orang berdosa itu meninggalkan segala kepikirannya : Dan hendaklah ia kembali kepada Tuhan, maka Ia akan mengasihani dia; dan kembali kepada Allah, karena Ia akan mengampuni dengan limpahnya.” Kita

harus meninggalkan semua jalan kita dan semua kepikiran kita, maka sebagai gantinya, ambillah kepikiran-kepikiran Allah dan ikutilah segala jalan-Nya. Ayat 8 : “Karena segala kepikiran-Ku itu bukanlah kepikiran-kepikiranmu, dan semua jalanmu itu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.” Sebelum transaksi ini selesai dibuat orang tidak dapat berkenan kepada Allah, berbakti, atau memahami Allah, juga tidak dapat ia masuk surga. Bilamana transaksi ini dibuat, maka pikiran, jalan, keinginan, tindakan, dan seluruh manusia seutuhnya akan berubah. Bagaimanakah dapat kita memperoleh pikiran-pikiran Allah? Hanya dalam satu cara semua itu dapat diperoleh. Pikiran-pikiran Allah dan jalan-jalan-Nya terdapat dalam firman-Nya (Alkitab). Barangsiapa yang mau mengikuti petunjuk-petunjuk lengkap dari Roh Allah ia berada dalam suatu suasana samawi, dan ia berjalan dengan Allah sama seperti halnya Enoch di masa lalu. 

Apakah artinya air anggur dan susu itu? Kita akan pertama-tama berbicara mengenai air anggur itu. Jika air kaya dengan oksigen, maka air anggur adalah kaya dengan zat besi. Dengan tidak adanya zat besi di dalam tubuh, oksigen tidak akan bernilai penting bagi tubuh manusia, sebab zat besi adalah bagaikan kereta yang mengangkut oksigen itu ke seluruh bagian tubuh. Segera setelah oksigen memasuki paru-paru, maka zat besi sebagai perantara akan mengambil oksigen itu dan membawanya ke seluruh tubuh. Jadi demikianlah, apapun juga yang dilambangkan oleh air anggur itu, tanpa air anggur, maka air (kehidupan) tidak akan bernilai penting, sama seperti halnya air tanpa air anggur (sebagai simbol) akan seluruhnya tak berguna. Air anggur melambangkan darah Kristus. Oleh sebab itulah, maka air anggur telah digunakan dalam hubungannya dengan perjamuan Tuhan; suatu lambang dari darah Kristus yang tertumpah. Jika anda harus memiliki hidup yang kekal (air), anda harus juga memiliki darah Kristus (air anggur), karena yang satu tak akan berguna tanpa ikut serta yang lainnya. Kembali kita lihat bahwa tak ada benda apapun yang lain di bumi ini, atau bahan, atau unsur yang dapat digunakan untuk melambangkan darah Kristus. 

AIR SUSU 

Simbol berikutnya yang disebut ialah air susu, dan inipun harus dengan sendirinya tepat untuk menunjukkan kebenaran yang dimaksudkan oleh Roh Allah. Tubuh manusia dibentuk terdiri dari enam belas unsur-unsur yang berlainan. Jika kita hendak menghabiskan salah satu persediaan kita dari unsur-unsur ini, dan kehidupan tidak berhenti dengan segera (tergantung pada unsur yang tidak ada), maka akan terjadi gangguan di sesuatu tempat di dalam tubuh manusia.  Jika air susu berisikan

semua unsur yang diperlukan untuk mempertahankan tubuh manusia, maka arti dari lambang ini akan menunjukkan bahwa dua lambang yang pertama itu, atau doktrin-doktrin itu adalah tidak terlalu penting. Oleh karena air susu tidak mengandung semua unsur yang diperlukan, maka ia itu menunjukkan bahwa doktrin yang dilambangkan oleh air susu saja adalah tidak sempurna. (Unsur zat besi tidak terdapat di dalam air susu. Walaupun sesuatu bekas dari zat besi terdapat di dalam air susu, namun itu adalah kecil sekali, sehingga ia itu dikatakan dengan bahasa berikut ini: “Jumlah zat besi yang terdapat di dalam sepuluh galon air susu dapat ditaruh pada sudut mata seseorang”.) Apa yang tidak terdapat di dalam air susu disediakan oleh air anggur. Oleh sebab itu tiga doktrin itu yang diajarkan di sini tidak dapat dipisahkan satu daripada yang lainnya. 

Doktrin apakah yang diajarkan oleh air susu? Lambang ini adalah sederhana sekali untuk dipahami. Air susu melambangkan Firman Allah sesuai yang terdapat di dalam Alkitab. 1 Petrus 2 : 2 : “Seperti bayi-bayi yang baru lahir hendaklah kamu ingin akan susu yang sejati dari firman itu, supaya dapat kamu bertumbuh olehnya.” Firman Allah adalah sempurna, dan ia itu akan menyediakan semua doktrin (unsur) yang diperlukan bagi hati manusia untuk membuat kita sempurna, namun tanpa darah yang tertumpah dari Kristus, maka ia itu tidak bermanfaat apapun juga bagi kita. Juga Firman dan darah tidak akan banyak membantu kita jika tidak ada kehidupan di dalam Anak Allah. Demikianlah, air, air anggur, dan susu bercampur bersama-sama, dan tidak dapat dipisahkan satu daripada yang lainnya, jika hendak mempertahankan hidup yang kekal. Bukankah tepat lambang-lambang ini? 

Andaikata anda hendak menambahkan sesuatu unsur ke dalam air susu, tidakkah ia itu kelak menjadi sesuatu yang lain? Dan jika ia itu menjadi sesuatu yang lain bagi susu itu, maka tidakkah ia itu kelak menjadi sesuatu yang asing bagi tubuh manusia? Jika ini benar, maka kita harus menyimpulkan bahwa ia itu akan menjadi racun bagi tubuh manusia. “Tetapi”, anda katakan “andaikata saya menambahkan unsur zat besi, maka ia itu tidak akan menjadi racun.” Dengan menambahkan unsur yang lain, maka ia itu akan membuat air susu itu tidak lagi seimbang, dan itu bukan lagi susu namanya. Adalah tidak mungkin bagi kepandaian manusia untuk memperbaiki pekerjaan Allah. Demikian pula adalah tidak mungkin bagi kita untuk melalaikan salah satu firman Allah lalu tetap dapat mempertahankan kehidupan rohani, atau pun menambahkan sesuatu, walaupun hal itu mungkin sekali baik pada pemandangan kita. Itu akan mengacaukan keseimbangan dari Firman, dan itu kelak bukan lagi Firman Allah, sama seperti halnya air susu akan menjadi bukan lagi susu namanya. Firman Allah harus dipelihara di dalam hati

manusia secara murni dan tidak diracuni, jika kita hendak hidup olehnya. “Jubah ini yang ditenun di dalam mata pintalan surga tidak sehelai benang pun berasal dari ciptaan manusia.” Christ’s Object Lessons, halaman 311. 

(Orang boleh saja mengatakan, bahwa kalau saja air susu bukan suatu makanan yang seimbang, maka bagaimanakah dapat seorang bayi dibesarkan oleh air susu dan tetap sehat sempurna? Allah yang menciptakan air susu itu, mengerti apa yang dibutuhkan oleh bayi bagi pertumbuhannya, dan apa yang dapat disediakan oleh air susu, dengan demikian Ia telah menciptakan persediaan sebelum bayi itu lahir. Di antara usus dan usus kecil, di dalam bagian perut, terdapat sesuatu “gumpalan” besar. “Gumpalan” ini ditempatkan di situ untuk menyediakan zat besi. Pintu yang menuju ke usus kecil seperti juga yang menuju ke usus besar, adalah sangat kecil untuk dilewati oleh “gumpalan” itu. Demikianlah ia itu terpaksa tinggal di situ. Setiap kali makanan lewat, maka sebagian zat besi diisapnya; demikianlah unsur zat besi itu disediakan, sehingga bayi tidak akan menderita kekurangan zat itu. Sementara bayi terus bertambah tua, “gumpalan” itu perlahan-lahan mengecil bentuknya. Sebagaimana halnya dengan bayi manusia, sedemikian itu pula dengan kehidupan binatang.) Sesungguhnya Allah kita adalah sempurna, maka siapakah yang dapat mengerti hikmat pengetahuan-Nya? 

MENGAPAKAH MEMBELANJAKAN UANG UNTUK SESUATU YANG BUKAN MAKANAN? 

“Untuk apakah kamu membelanjakan uang bagi sesuatu yang bukan makanan? Dan untuk apakah usahamu bagi sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarlah akan daku dengan rajin, dan makanlah olehmu apa yang baik dan biarlah jiwamu menyenangkan dirinya dalam kelimpahan.” Yesaya 55 : 2. Apabila kita membelanjakan uang kita bagi makanan yang tidak mengandung semua unsur yang diperlukan, atau jika ia itu proporsinya tidak seimbang, maka itu tidaklah sesuai dengan yang telah Allah ciptakan. Dalam hal yang sedemikian ini kita telah membelanjakan uang kita bagi sesuatu yang bukan “makanan”. 

Bilamana membeli makanan kita harus sangat berhati-hati dalam pilihan kita dan harus yakin, bahwa ia itu bebas dari pencemaran, atau hasil proses produksi yang rusak. Di dalam makanan-makanan yang sedemikian ini unsur-unsur yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan tubuh tidak terdapat. Membeli makanan-makanan yang sedemikian ini hanya merupakan pemborosan uang. Yang sangat merusak akibat menggunakan hasil-hasil produksi yang bermutu jelek ini bukan saja merugikan keuangan seseorang, melainkan juga merugikan kesehatannya. Ketahanan tubuh manusia bergantung kepada persediaan makanan yang diberikan kepadanya.

BERKAT-BERKAT BAGI ORANG-ORANG YAHUDI DAN ORANG-ORANG KAFIR –– PENGAWAL-PENGAWAL YANG BUTA

YESAYA PASAL 56 

Di dalam permulaan dari pasal ini Allah meminta kepada umat-Nya : “Peliharakanlah kebenaran dan bertindaklah yang adil.” Alasannya yang diberikan ialah karena keselamatan-Nya sudah dekat datang, dan kebenaran-Nya akan diungkapkan. Pengertiannya ialah bahwa gulungan suratan akan segera dibuka, dan segala perkara yang ada sekarang harus berubah. Jika para pengawal kepada siapa Allah sedang berbicara tidak mau memulaikan suatu pembersihan rumah secara menyeluruh, maka Allah akan mencarikan pengawal-pengawal yang lain yang akan mengangkat suaranya bagaikan nafiri dan menunjukkan kepada “umat-Nya pelanggaran mereka, dan isi rumah Yakub segala dosa mereka.” Di dalam pasal ini Allah meminta kepada umat-Nya untuk mematuhi penyucian Sabat dengan ketat, tanpa memandang siapapun mereka itu, tanpa membeda-bedakan kelas, suku, atau pun bangsa. Demikianlah mereka akan memperoleh ikatan janji-Nya, dan semua persembahan dan kurban mereka itu akan berkenan di atas medzbah-Nya. 

Terdapat suatu tuduhan berat terhadap para pengawal-Nya karena kegagalan mereka menangani dosa-dosa yang terdapat di dalam sidang, dan akibatnya ialah bahwa umat-Nya telah ditelan oleh musuh. “Para pengawal-Nya adalah buta : Mereka semuanya dungu, mereka semuanya adalah anjing-anjing bisu, mereka tidak bisa menggonggong.” Ayat 10. Kata-kata “anjing-anjing bisu” bukanlah untuk menghina mereka, melainkan telah digunakan di sini sebagai sebuah simbol. Dari semua binatang anjing adalah sahabat manusia yang terdekat, dan adalah tugas dari anjing untuk melindungi tuannya, atau mengamarkan kepadanya mengenai adanya bahaya melalui bunyi suara gonggongannya. Tetapi jika anjing itu menjadi bisu, dan gagal memperdengarkan suara, maka ia bukan saja tidak berguna bagi tuannya melainkan juga berbahaya, sebab ia tidak dapat dipercaya. Demikianlah, “anjing” merupakan suatu lambang yang tepat bagi pengawal yang menjaga umat Allah. 

Seorang pendeta yang baik dan setia adalah sahabat manusia karena mengamarkan kepadanya akan bahaya yang terkandung dalam dosa, tetapi jika pendeta itu tidak mau membunyikan tanda bahaya lalu memberikan amaran, maka ia telah menjadi bagaikan seekor “anjing bisu”; yang bukan saja tak berguna melainkan juga berbahaya, karena demikianlah domba-domba akan ditelan oleh musuh. Para pengawal itu bukan saja dituduh karena kelalaiannya menangani dengan sepatutnya semua dosa yang ada di dalam sidang, melainkan juga karena mereka adalah tamak dan gelojoh. “Marilah, kata mereka, aku hendak mengambil air anggur, dan kita akan mengisi diri kita sendiri dengan minuman keras.” Ayat 12. Ini menunjukkan kepada para pengawal yang sama atau para hamba seperti yang terdapat di dalam Matius 24 : 48 – 50, yaitu orang-orang yang gelojoh, yang meremehkan reformasi

kesehatan, dan yang tidak melihat akan bahayanya. Bacalah buku “Isaiah the Gospel Prophets”, halaman 25, paragrap yang pertama. Para pengawal yang disebut oleh nabi itu bukanlah mereka yang berada di Babilon (Gereja-Gereja terkenal yang ada), melainkan “para pengawal-Nya” yang berada di dalam sidang-Nya, yang benar. Menurut tulisan Testimonies to Ministers, halaman 445, Yehezkiel 9, adalah pemeteraian dari mereka yang 144.000 itu. Berbicara tentang nubuatan Yehezkiel di dalam Testimonies for the Church, jilid 5, halaman 211, kita baca : “Orang-orang bangsawan, yaitu mereka kepada siapa Allah telah memberikan terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari semua kepentingan kerohanian umat, mereka telah menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil kedudukan agar kita tidak perlu lagi mengharapkan keajaiban-keajaiban dan manifestasi nyata dari kuasa Allah seperti di masa-masa lalu. Zaman telah berubah. Kata-kata ini malahan menguatkan ketidak-percayaan mereka, sehingga mereka mengatakan, Tuhan tidak mau berbuat baik, juga Ia tidak mau berbuat yang jahat. Ia adalah sangat pemurah untuk mendatangkan hukuman atas umat-Nya. Demikianlah damai dan sejahtera adalah seruan dari mereka yang tidak akan pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah segala pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub segala dosanya. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari Allah yang murka. Laki-laki, perempuan-perempuan, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.” 

ORANG BENAR DAN ORANG JAHAT PADA HARI KEKACAUAN

YESAYA 57 

Keseluruhan pasal 57 membicarakan penyembahan berhala yang terdapat di dalam sidang Allah. Umat Allah dipanggil untuk keluar dari Babilon. Alasan mengapa kita dipanggil keluar ialah agar supaya kita harus memisahkan diri dari semua kebiasaan Babilon. Pasal ini mengungkapkan kebenaran itu. Walaupun kita keluar, kita membawa juga kebiasaan-kebiasaan dan penyembahan berhala ke dalam rumah Allah. Kejahatan yang dibicarakan di dalam pasal ini ialah perayaan Natal, dan pemberian hadiah-hadiah Natal dari seorang kepada seorang. Ayat 9 mengatakan, kita telah memberi hormat kepada raja (Iblis) oleh berbuat yang demikian, dan “merendahkan” diri kita sendiri “bahkan sampai ke dalam neraka”. Ini sungguh-sungguh benar. Kita sebagai umat membelanjakan uang Tuhan dengan memberitakan kepada umum, bahwa Natal adalah bukan hari lahir Kristus, lalu kemudian kita berpaling dan melakukan hal yang sama dengan apa yang sedang dilakukan oleh dunia. Oleh metode-metode yang sedemikian ini kita telah terlibat dalam bentuk kemunafikan yang tertinggi. 

Ayat 4, 5, dan 6 menceriterakan tentang perbuatan-perbuatan jahat Israel kuno yang lalu, dan

yang tertulis di dalam pasal ini untuk membuatkan suatu perbandingan dengan umat yang ada sekarang, sama dengan mengatakan, bahwa kita sedang berbuat juga yang sama seperti mereka di sana, dan tidak ada yang lebih baik. Mengutip Testimonies for the Church, jilid 1, halaman 129 : “Aku tampak bahwa banyak orang yang mengaku percaya pada kebenaran bagi akhir zaman ini, menganggapnya aneh bahwa bani Israel bersungut-sungut sepanjang perjalanan mereka; bahwa setelah berbagai campur tangan Allah yang begitu indah bagi mereka, mereka harus menjadi tidak bersyukur sedemikian rupa sehingga mereka lupa akan apa yang telah dibuat-Nya bagi mereka. Kata malaikat, ‘Kamu justru telah berbuat yang terburuk daripada mereka itu’.” Untuk menjelaskan seluruh pasal, ia itu harus dibicarakan pasal demi pasal, namun karena terlalu panjang, maka ia itu tidak dapat dilakukan pada kesempatan ini. 

PUASA YANG BENAR –– SABAT DIKEMBALIKAN

YESAYA 58 

Ayat 1 : “Berserulah dengan keras, jangan engkau menahaninya, nyaringkanlah suaramu seperti nafiri, dan tunjukkanlah kepada umat-Ku segala kesalahannya, dan isi rumah Yakub segala dosanya.” Allah meminta kepada para pengawal-Nya untuk berseru dengan keras dan jangan membiarkan sesuatu tertahan; untuk menyaringkan suaranya seperti nafiri, dan jangan takut sejauh mana yang dapat dicapai oleh suara itu; untuk menunjukkan kepada semua umat-Nya segala dosa dan pelanggaran mereka itu, oleh suatu pembersihan rumah yang menyeluruh, “karena keselamatan dari-Nya sudah hampir datang, dan kebenaran-Nya akan diungkapkan.” Mengutip buku Testimonies to Ministers, halaman 427, kita baca : “Sucikanlah perkemahan dari kejahatan moral ini, jika ia itu melibatkan pula orang-orang dalam kedudukan-kedudukan yang tertinggi. Allah tidak mau dipermainkan.” 

Ayat yang kedua menggambarkan umat kepada siapa Ia ingin berbicara. Bagian yang pertama dari ayat yang ketiga menceriterakan tentang keluhan-keluhan yang sedang dibuat oleh umat-Nya. “Kami telah berpuasa”, demikian kata mereka, “dan telah menyusahkan jiwa kami, namun doa-doa kami tidak didengar.” Ia tidak memperdulikan mereka, demikianlah seruan mereka. Bagian terakhir dari ayat itu menceriterakan di mana kesulitan itu terletak : “Dalam kenyataannya, pada hari puasamu itu kamu memuaskan napsumu, dan membebani semua pekerjamu.” Puasa ini tidak mungkin suatu puasa dari makanan, karena apabila orang berpuasa dari makanan ia diperbolehkan untuk bersenang-senang memuaskan napsunya, dan mendesakkan semua hasil kerjanya. Dalam kenyataannya, orang harus mengusahakan semua kewajibannya sehari-hari seperti biasa, sehingga ia tidak akan memperlihatkan secara lahiriah bahwa ia berpuasa. Juruselamat kita mempersyaratkan agar tugas ini dilaksanakan dengan jujur, dan bukan dengan munafik, bagi kemuliaan Allah, dan bukan untuk dilihat orang dan untuk menarik perhatian orang.

Yesus mengatakan, “Lagi pula apabila kamu berpuasa, janganlah kamu seperti orang-orang munafik itu, dengan muram mukanya : Karena mereka itu menjelekkan wajahnya supaya dapat dilihat orang bahwa mereka berpuasa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiada pahala bagi mereka itu. Tetapi kamu, apabila kamu berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu; supaya jangan tampak kepada orang kamu berpuasa, melainkan hanya kepada Bapamu yang ada di tempat rahasia : Maka Bapamu yang melihat secara rahasia itu akan memberi pahala kepadamu secara terbuka.” Matius 6 : 16 – 18. 

Kembali kepada Yesaya pasal 58, ayat 13, menceriterakan jenis puasa yang berikut ini. “Jika engkau mengalihkan kakimu dari melaksanakan kesenanganmu pada hari Sabat, hari kudus-Ku; dan engkau menyebut Sabat itu hari kesukaan yang patut disucikan bagi Tuhan, dan yang harus dihormati; dan engkau mempermuliakan hari itu dengan tiada menuruti jalanmu sendiri atau mencari kesenanganmu sendiri, atau membicarakan kata-katamu sendiri.” Oleh sebab itu, puasa yang disebut di sini bukanlah suatu puasa dari makanan, melainkan puasa dari keplesiran, dari pekerjaan, dan dari semua jalan dan pikiran kita sendiri, dan bahwa kita harus memuliakan Allah dan memeliharakan Sabat-Nya yang suci. Tuduhan yang ada ialah, bahwa kita menagih semua kerja kita pada hari Sabat. Sebagai umat kita telah melupakan arti yang sebenarnya dari pemeliharaan Sabat. Kita telah sampai menyangka bahwa apa saja yang sedikit ataupun banyak berhubungan dengan agama adalah diperbolehkan dilakukan pada hari Allah yang suci. Dikatakan, bahwa itu adalah pekerjaan Tuhan. Namun Allah tidak pernah mengatakan di manapun juga di dalam Alkitab, bahwa umat-Nya bebas melaksanakan segala macam pekerjaan (yang berhubungan dengan ibadah) pada hari Sabat. Pekerjaan yang dapat dilakukan pada sesuatu hari yang lain daripada hari Sabat bukanlah pekerjaan bagi hari Sabat. “Enam hari lamanya hendaklah kamu bekerja dan melaksanakan semua pekerjaanmu; tetapi hari yang ketujuh ialah Sabat dari Tuhan Allahmu; pada hari itu janganlah kamu melakukan pekerjaan apapun juga.” 

Perhatikanlah bagaimana perintah itu dibaca : “Pekerjaan apapun juga”. Allah tidak memaksudkan bahwa kita dapat melakukan pekerjaan kita dalam enam hari dan kita boleh melakukan pekerjaan-Nya pada hari Sabat. Ia mengatakan bahwa itu adalah hari istirahat : Bukan istirahat phisik, melainkan istirahat rohani. Sebagai contoh, adalah salah jika seseorang menjual buku-buku agama pada hari Sabat, walaupun ia mengembalikan semua uang hasil penjualan itu kepada gereja. Adalah salah jika seorang ahli bedah melaksanakan operasi pembedahan terhadap pasien-pasiennya pada hari Sabat, jika pekerjaan itu masih dapat dilakukan pada waktu yang lain. Adalah salah jika seorang perawat memberikan pelayanan kepada pasien-pasiennya pada hari Sabat jika hal itu tidak perlu secara mutlak. Bacalah Testimonies for the Church, jilid 7, hal.

106. Adalah salah jika sesuatu majelis sidang berkumpul pada hari Sabat dan membicarakan urusan sidang, atau membuat rencana-rencana apapun juga. Adalah salah jika seseorang pemelihara Sabat membebani dirinya sendiri dengan pengumuman-pengumuman penginjilan bagi serangkaian perkumpulan-perkumpulan, dan membagi-bagikannya dari rumah ke rumah pada hari Sabat. Semua macam pekerjaan ini dapat saja dilakukan pada sesuatu hari lain yang bukan hari Sabat. 

Apabila kita melakukan jenis pekerjaan ini pada hari Sabat, kita melakukannya untuk menghemat waktu satu jam atau lebih bagi diri kita sendiri yang diperuntukkan bagi hari berikutnya, sehingga dengan demikian kita merampok Allah akan waktu-Nya dan menambahkannya kepada keplesiran duniawi kita sendiri. Jika memang adalah salah bagi seseorang untuk pergi dan menjualkan buku-buku agama pada hari Sabat, walaupun ia mengembalikan semua hasil penjualannya kepada Gereja, maka adalah dua kali ganda bersalah jika melakukan penjualan buku-buku yang sama di dalam rumah Allah pada hari Sabat, tanpa memperdulikan untuk apapun uang-uang itu digunakan. Kalau saja semua ini benar, maka adalah bersalah untuk pergi keluar dengan surat-surat Pengumpulan Derma dan menerima sumbangan-sumbangan bagi missi-missi pada hari Sabat. Sekaranglah waktunya bagi Allah untuk meminta perhatian kita kepada semua perkara ini. 

Mengutip buku Patriarchs and Prophets, halaman 313, 314 : “’Sebab itu kamu harus memeliharakan Sabat itu, karena itu adalah suci bagimu ..... Siapapun juga melakukan sesuatu pekerjaan apapun di dalamnya, orang itu harus dibunuh dari antara kaumnya.’ Petunjuk-petunjuk baru saja diberikan untuk segera mendirikan tabernakel bagi perbaktian kepada Allah; dan sekarang orang banyak itu dapat mengambil kesimpulan, sebab objek yang ada di depan mata mereka itu ialah kemuliaan Allah, dan juga karena kebutuhan mereka yang sangat mendesak untuk memiliki sebuah tempat perbaktian, agar mereka dapat dibenarkan bekerja di bangunan itu pada hari Sabat. Untuk mengawasi mereka dari kekeliruannya ini, maka amaran telah diberikan. Walaupun pekerjaan istimewa itu suci dan mendesak sekalipun bagi Allah semua itu tidak boleh membawa mereka untuk melanggar hari istirahat-Nya yang suci.” 

Keseimbangan pasal 58 itu, mengajarkan bahwa kita harus melayani orang-orang miskin dan orang-orang sakit kaum kita, gantinya mengirim mereka ke rumah penampungan daerah, atau rumah sakit, jika kita ingin berkenan kepada Allah. Ada banyak pelajaran yang dapat kita tarik dari pelayanan-pelayanan dari umat Israel kuno yang lalu. Allah telah mengaruniakan kepada mereka Sabat hari yang ketujuh sebagai suatu hari istirahat bagi melaksanakan puji dan syukur. Sungguhpun pelayanan kurban adalah suci dan merupakan suatu pelayanan agama yang memerlukan banyak kerja, mereka itu tidak diperkenankan untuk melakukannya pada hari Sabat hari ketujuh.

Untuk alasan inilah Allah telah memberikan kepada mereka hari-hari Sabat bulanan (hari-hari istirahat bulanan) di mana mereka harus melaksanakan pekerjaan yang suci itu. Jika di waktu itu Allah tidak memperbolehkan setiap jenis pelayanan agama dilakukan pada Sabat hari ketujuh, maukah Ia memperbolehkannya sekarang? “Akulah Tuhan tidak pernah berubah.” Bacalah Imamat pasal 23. 

SEORANG PENEBUS DIJANJIKANBAGI SUATU UMAT YANG BERTOBAT

YESAYA 59 

Ayat 2 – 8 menceriterakan tentang betapa mengerikan dan menyedihkan dosa-dosa kita pada pemandangan Allah. Ayat yang pertama berisikan janji-janji yang indah : “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak pendek sehingga Ia tidak dapat menyelamatkanmu, telinga-Nya pun tiada berat, sehingga tak dapat Ia mendengar.” Kalau saja kita mau bertobat dari segala dosa kita dan kembali kepada-Nya dengan doa dan berpuasa, maka Ia akan mengasihani kita, dan Ia akan mendengar doa-doa kita. Walaupun dosa-dosa kita adalah tak terbilang besarnya, ayat 9 – 13, kita akan disebut baik. Sebagian dari orang banyak itu sadar dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Di dalam ayat 16 – 19, terdapat sebuah nubuatan yang sangat menyedihkan untuk dibicarakan. Nubuatan itu berlaku terhadap orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengadakan reformasi dengan cara mengemukakan pelajaran-pelajaran kepada sidang dalam terangnya yang benar, yaitu menyebutkan setiap dosa itu sesuai namanya dan bukan mengaplikasikannya kepada umat yang lain dan kepada berbagai zaman yang lain, sehingga mengalihkan petunjuk-petunjuk yang dimaksudkan dari sidang. Nasehat-nasehat di dalam Alkitab telah dilewati dan tidak diperhatikan, sehingga apa yang diharapkan Allah dari umat-Nya untuk masa tiga bulan pertama dari tahun 1929 itu tidak dilaksanakan, hanya karena mereka yang menduduki jabatan-jabatan yang bertanggung jawab lalai melaksanakan tugas mereka. 

Ayat 16 bagian pertama : “Maka dilihat-Nya bahwa seorang pun tak ada, maka tercenganglah Ia karena tidak ada seorang perantara pun.” Allah “tercengang”.  Musa dan Harun “berdiri di antara orang mati dan orang hidup”. Bilangan 16 : 48. Allah telah menggunakan Eliyah di atas Gunung Carmel. 1 Raja-Raja 18. Dalam krisis yang dikemukakan di sini, Allah tidak menemukan seorangpun (Yehezkiel 22 : 30), sehingga dengan demikian Ia sendiri menyatakan diri. 

Yesaya 59 : 16 – 18 : “Oleh karena itu lengan­-Nya sendiri membawakan keselamatan kepada-Nya; maka kebenaran-Nya itulah yang menunjang Dia. Karena Ia memakaikan kebenaran sebagai baju pelindung, dan sebuah topi baja di atas kepala-Nya; dan Ia memakaikan baju-baju pembalasan sebagai pakaian, dan ditudungi diri-Nya, dengan semangat bagaikan selimut. Sesuai dengan segala perbuatan mereka itulah akan dibayar­­-Nya, yaitu murka kepada semua musuh-Nya, pembalasan kepada semua pembenci-Nya; dan atas

segala pulaupun akan didatangkan-Nya pembalasan.” Allah memakaikan pada diri-Nya perlengkapan-perlengkapan-Nya sendiri, lalu maju menegakkan segala perkara. Kalau saja ada seseorang di sana, Allah sudah akan membiarkan orang itu melaksanakan pekerjaan itu. Tetapi karena tidak ada seorangpun, maka Ia terpaksa melaksanakannya sendiri. Ini mengungkapkan salah satu dari prinsip-prinsip kerja Allah. Ia hendak menggunakan seseorang, atau sesuatu bangsa, untuk membantu membetulkan atau menghukum pihak yang lainnya. Apabila hal itu tidak dapat dilakukan, maka Allah akan terjun sendiri melaksanakannya. Sementara Allah akan datang dengan pembalasan terhadap sebagian orang, Ia datang dengan keselamatan bagi orang-orang lainnya. Ayat 20  : “Maka Penebus itu akan datang ke Sion.” Ini bukan menunjuk kepada kedatangan Kristus yang kedua kali di dalam awan-awan, karena ini terjadi pada sebelum masa kasihan berakhir. Ia bukan datang dengan pembalasan terhadap orang-orang yang tidak beriman di dunia, melainkan Ia akan datang kepada sidang. Dan apabila Ia datang, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang disebut di dalam Maleakhi 3 : 1 – 3. 

Ayat 19  : “Demikianlah mereka akan takut akan nama Tuhan dari sebelah barat, dan kemuliaan-Nya dari sebelah timur.” Allah akan membuat kedatangan ini sebagai suatu contoh bagi segala bangsa, sama seperti yang telah dibuat-Nya dengan Sodom dan Gommorah. Ayat 19 bagian terakhir : “Apabila musuh datang seperti air bah, maka Roh Tuhan akan meninggikan suatu standard melawan dia.” Yohanes, di dalam Wahyu 12 : 15, menunjuk kepada peristiwa ini : “Maka ular itu menyemburkan air dari dalam mulutnya seperti air bah dari belakang perempuan itu, supaya dapat ia menghanyutkan perempuan itu oleh air bahnya itu.” Perempuan yang disebut di sini ialah sidang Allah (Masehi Advent Hari Ketujuh) “yang memeliharakan hukum-hukum Allah, dan memiliki kesaksian Yesus Kristus.” “Air bah itu” bukanlah hukum Hari Minggu yang menyusahkan itu, atau sesuatu aniaya di masa yang sudah lewat. Hukum yang menyusahkan itu mempunyai suatu penempatan yang berbeda, dan ia itu digambarkan di dalam Wahyu 13, sebagai suatu kuasa penganiaya untuk memaksakan tanda dari binatang. 

“Air bah” adalah sama dengan “air”, yang berarti orang banyak (di dalam sidang) yang tidak bertobat, yang Setan gunakan untuk menghanyutkan sidang dalam cara yang sangat tenang, sehingga tidak seorangpun akan mencurigai akan penipuan yang besar itu. Dalam cara inilah ia mencoba menyesatkan orang-orang pilihan itu (144.000 orang itu) jika mungkin. Karena tidak mungkin, maka Kristus sendiri datang campur tangan dan melepaskan umat-Nya (mereka yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang ada di dalam sidang) lalu kemudian membuatkan suatu teladan bagi orang-orang lainnya.

Wahyu 12 : 16, “Maka bumi menolong perempuan itu, dan bumi membukakan mulutnya, lalu menelan air bah yang disemburkan dari dalam mulut naga itu.” Pengertiannya ialah bahwa mereka itu mati, dikuburkan di dalam bumi, seperti yang terdapat di dalam Bilangan 16 : 32, “Maka bumi mengangakan mulutnya, lalu menelan mereka itu, dan rumah-rumah mereka, berikut segala orang pengikut Korah, dan semua harta benda mereka itu.” Demikianlah “Roh Tuhan akan meninggikan sebuah standard melawan dia.” Yesaya 59 : 19 bagian terakhir. Ini akan menggenapi Matius 13 : 29, 30 : “Biarkanlah gandum dan lalang-lalang itu keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian.” Pemisahan itu akan menandai permulaan dari penuaian, yaitu Seruan Keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Wahyu 18 : 1. Roh Allah akan dituangkan atas umat-Nya (mereka yang luput dari kebinasaan itu), dan janjinya ialah, bahwa itu tidak akan pernah berpisah lagi meninggalkan mereka. Yesaya 59 : 21, “Akan Daku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka itu, demikianlah firman Tuhan; bahwa Roh-Ku ada atasmu, dan semua firman-Ku yang sudah Kububuhkan di dalam mulutmu itu, tiada akan lalu dari mulutmu, atau dari mulut anak-anakmu, atau dari mulut keturunanmu, dari sekarang sampai selama-lamanya, demikianlah firman Tuhan.” Bacalah buku “Isaiah the Gospel Prophets”, jilid 3, halaman 43 – 49. 

Segera setelah pemisahan itu berakhir, dan Setan gagal dengan rencana-rencana penipuannya, maka sidang akan menghadapi suatu peperangan besar dengan musuh itu. Wahyu 12 : 17, “Maka naiklah amarah naga terhadap perempuan itu, lalu pergi memerangi mereka yang lagi tinggal daripada benih perempuan itu (mereka yang sisa), yaitu mereka yang memeliharakan hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus Kristus.” (Peperangan melawan perempuan itu ialah hukum yang menyedihkan.) 

KEMENANGAN TERAKHIRORANG-ORANG BENAR

YESAYA 60 

Pasal ini dimulai dengan kata-kata : “Bangunlah, bercahayalah; karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atas kamu.” Hujan Akhir, Roh Allah, dan kemuliaan dari kuasa-Nya. Pasal ini menceriterakan dari hal pengumpulan dalam masa penuaian. Suatu rombongan besar orang-orang yang terambil dari segala bangsa, dan semua kelas orang-orang, baik kaya maupun miskin, dari semua tingkat kehidupan; raja-raja dan penghulu-penghulu di antara mereka, dan juga orang-orang kaya dari bangsa-bangsa Kafir, akan datang kepada sidang. Bangsa dan

kerajaan yang tidak mau tunduk kepada mereka (sidang) akan binasa. Orang banyak itu yang berhimpun di sini adalah orang-orang yang memiliki pelepah kurma di dalam tangan mereka. Wahyu 7 : 9. 

Yesaya 60 : 19, 20 menceriterakan tentang kesucian sidang Allah dan pengawasan-Nya atas umat-Nya. Ayat 21 mengatakan : “Adapun bangsamu, sekalian mereka itu akan saleh adanya.” Mereka yang najis dan yang tidak bertobat tidak akan diijinkan berada di dalam sidang. “Bangkitlah, bangkitlah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci : Karena mulai dari sekarang tidak akan lagi masuk ke dalammu orang-orang yang tak bersunat dan orang-orang yang najis.” Yesaya 52 : 1. “Israel yang sisa tidak akan melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong; lidah penipu tidak akan lagi terdapat di dalam mulut mereka : Karena mereka akan makan dan berbaring, dan tak seorangpun akan membuat mereka takut.” Zefanya 3 : 13. Yesaya 60 : 22 : menyebutkan keberhasilan mereka dalam menarik jiwa-jiwa kepada Kristus. 

PARA PEMBANGUN TEMPAT-TEMPAT TUA YANG SUDAH RUSAK

YESAYA 61 

Ayat pertama dan sebagian dari ayat kedua berhubungan dengan Kristus sendiri pada permulaan pekerjaan-Nya. Roh Nubuat mengatakan bahwa itu akan berulang kembali dengan umat Allah. Ini akan menemukan kegenapannya dalam masa penuaian, dengan mereka yang 144.000 itu (mereka yang lolos dari kebinasaan yang disebut di dalam Yesaya 59 dan Yesaya 63), yang oleh usaha mereka rombongan besar orang banyak dari Wahyu 7 : 9 terbentuk. 

Yesaya 61 : 2, “Untuk memberitakan tahun penyambutan Tuhan, dan hari pembalasan dari Allah kita.” Tahun penyambutan itu tidak mungkin merupakan suatu masa nubuatan, karena hal itu akan berarti 365 tahun. Itu harus merupakan suatu tahun yang sebenarnya yang terdiri dari dua belas bulan. Ada alasan yang benar untuk percaya bahwa ini harus berupa tahun itu di mana pelajaran-pelajaran ini datang, dan kebenaran yang terdapat di dalamnya diberitakan. Kalau saja ini adalah bukan tahun nubuatan, maka panggilan itu belum akan datang, karena Allah memegang dengan tepat akan waktu. Kepada orang-orang Niniweh Allah telah memberikan empat puluh hari untuk bertobat. Kini kepada umat-Nya Ia memberikan satu tahun untuk berbuat yang baik, jika tidak Ia meludahkan mereka keluar dari dalam mulut-Nya, dan ini berlaku kepada mereka yang memikul tanggung jawab. “Dan kepada malaikat sidangnya orang-orang Laodikea tuliskanlah; ..... Aku tahu

segala pekerjaanmu, bahwa engkau adalah dingin tidak panas pun tidak; Aku ingin agar engkau dingin atau panas. Maka demikianlah karena engkau adalah suam, dan dingin tidak panas pun tidak; Aku akan meludahkan kamu keluar dari mulut-Ku.” Wahyu 3 : 14 – 16. “Panggilan bagi pekerjaan penting dan besar ini telah disampaikan kepada orang-orang yang terpelajar dan yang menduduki jabatan. Kalau saja mereka ini memandang dirinya kecil, lalu bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, maka Ia sudah akan menghargai mereka dengan memikulkan kepada mereka standar-Nya dalam kemenangan sampai kepada keberhasilan. Tetapi mereka memisahkan diri dari Allah, mereka menyerahkan diri kepada pengaruh dunia, sehingga Tuhan menolak mereka.” Testimonies, jilid 5, halaman 82. 

Hari pembalasan yang terdapat di dalam Yesaya 61 : 2, menyusul tahun itu. Hari ini mungkin adalah hari nubuatan, yang di dalam masalah itu akan berarti suatu tahun yang sebenarnya. Dengan demikian ini akan berarti satu tahun untuk masing-masing masalah. Tahun pembalasan ini bukanlah tujuh bela yang terakhir itu, juga bukanlah pembinasaan orang-orang jahat pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Ia itu akan terjadi sebelum masa kasihan berakhir, sebab di dalam ayat yang ke empat kita baca : “Maka mereka akan membangun segala tempat tua yang sudah rusak itu, mereka akan mendirikan kembali semua yang telah ditinggalkan sunyi sebelumnya, dan mereka akan memperbaiki kota-kota yang sudah rusak, peninggalan-peninggalan dari banyak generasi.” Arti dari ayat ini ialah membawa kembali kebenaran Allah yang telah diinjak-injak di bawah telapak kaki selama banyak generasi. Mereka yang 144.000 itu –– yaitu Israel yang benar milik Allah –– adalah pembangun-pembangunnya. Demikianlah, kita lihat bahwa sesudah hari pembalasan itu kebenaran Allah akan dikembalikan dan diungkapkan kepada orang banyak. Oleh karena itu, hal ini harus terjadi pada sebelum masa kasihan berakhir. Keseimbangan dari pasal ini menguatkan pendapat yang sama. 

“Hari pembalasan” itu adalah sama dengan yang terdapat di dalam Yehezkiel pasal 9; Yesaya pasal 63 dan Yesaya pasal 61, sesuai yang telah dijelaskan terdahulu. Ayat 6 mengatakan, bahwa mereka yang 144.000 itu adalah imam-imam, seperti yang dijelaskan pada halaman 37, 38 (bahasa Inggris). 

UMAT YANG SUCI –– UMAT TEBUSAN TUHAN

YESAYA 62 

Di dalam jilid 3, halaman 65 dari buku “Isaiah the Gospel Prophets” kita baca : “Saya tidak akan berhenti.” Allah sedang berbicara. Ia telah memutuskan bahwa kebenaran dari umat-Nya akan menjadi nyata, dan Ia tidak akan berhenti sampai ia itu selesai dilaksanakan. Kata-kata ini menunjukkan bukan saja keputusan, melainkan juga bahwa telah terjadi penundaan, bahwa kini krisis telah datang

dan bahwa Allah dengan hebatnya dan bersungguh-sungguh ingin melihat pekerjaan itu selesai. Allah bermaksud untuk memamerkan umat-Nya kepada dunia. Ia hendak mendemonstrasikan apa yang dapat dilakukan di dalam daging manusia; maka Ia tidak mau merasa puas sebelum umat-Nya memantulkan peta-Nya dengan sepenuhnya. Bilamana ini terlaksana, maka bumi akan diterangi dengan kemuliaan Allah. Wahyu 18 : 1. 

Ayat 2 : “Suatu nama baru.” Menunjukkan kepada pengalaman baru yang mereka lalui, yaitu pemisahan, atau penyaringan, seperti yang telah dijelaskan. Allah dengan mulut-Nya sendiri yang memberikan nama itu sehingga ia itu tidak mungkin dapat ditiru. Kapan nama itu diterima ialah pada akhir dari periode 430 tahun itu seperti yang dijelaskan pada bagan yang tertera pada halaman 112 – 113 (bahasa Inggris). Demikianlah, sidang akan direorganisir kembali di bawah sebuah nama yang baru. Nama yang lama, karena telah dicemarkan, maka tidak dapat lagi dipertahankan. Tidak ada seorang pun yang akan terus berjalan dengan memakaikan nama yang lama itu, karena orang-orang yang tidak patut memperoleh nama baru itu telah binasa di bawah gambaran dari lima orang yang membawa senjata-senjata yang membinasakan dari Yehezkiel pasal 9. Nama itu hanya tinggal sebagai suatu kutuk. Di dalam Yesaya 65 : 15 kita baca : “Maka kamu akan meninggalkan namamu sebagai suatu kutuk bagi umat pilihan-Ku; karena Tuhan Allah akan membunuh akan dikau, dan Ia akan memanggil hamba-hamba-Nya dengan suatu nama yang lain.” Perkara-perkara cara lama akan berubah. Pengawal-pengawal yang tidak setia binasa. 

“Aku telah menempatkan para pengawal di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, yang tidak akan pernah diam suaranya baik siang ataupun malam : kamu yang menyebut nama Tuhan, janganlah berdiam dirimu.” Yesaya 62 : 6. (Mereka ini adalah para pengawal di bawah nama baru). Ayat 8 dan 9 mengungkapkan pengawasan dan perlindungan Allah terhadap sidang-Nya. Di dalam ayat 10 terdapat perintah Allah kepada umat-Nya : “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang; persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah olehmu akan jalan raya, singkirkanlah batu-batu; tinggikanlah sebuah standard bagi umat itu.” Di dalam ayat 11 Allah mengatakan bahwa Ia telah memberitakan kepada orang-orang yang akan hidup pada akhir dunia : “Sesungguhnya Tuhan memberitakan kepada akhir dunia, ‘Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, sesungguhnya selamatmu ada datang; sesungguhnya, pahala-Nya ada bersama-sama dengan Dia, dan pekerjaan-Nya ada di hadapan-Nya.”

MENDERITA DEMI KARENA UMAT-NYA

YESAYA 63 

Ayat 1 – 3, “Siapakah yang datang dari Edom, yang datang dari Bozrah dengan baju-baju yang berwarna merah? Siapakah ini yang bersemarak dengan pakaian-Nya, yang berjalan dalam kebesaran kekuatan-Nya? Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan. Mengapakah pakaian-Mu merah begitu, dan baju-baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur? Aku seorang diri yang telah melakukan pengirikan itu; dan dari antara umat itu tidak seorangpun yang menemani Aku; karena Aku hendak mengirik mereka dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku, maka darah mereka itu akan terpercik pada baju-baju-Ku, dan Aku akan menodai semua pakaian-Ku.” 

Bagian terakhir dari pasal yang terdahulu berbicara dari hal “umat yang suci, yaitu umat tebusan Tuhan.” Bagian pertama dari pasal ini adalah berkenan dengan mereka yang telah menolak Tuhan (orang-orang yang akan meninggalkan nama itu bagi suatu kutuk). Bagi mereka hari pembalasan itu datang. Gambaran ini adalah tidak menarik untuk dilihat, tetapi itu benar. Itu adalah “pekerjaan Allah yang aneh.” Edom adalah suatu nama lain bagi Esau. Lihat Kejadian 25 : 30. Nama Esau menjadi berubah karena ia menjual hak kesulungannya untuk mendapatkan semangkok kacang merah. Kelas orang-orang itu di sini disebut Edom karena mereka telah menjual hak kesulungan mereka untuk kepentingan diri sendiri untuk memuaskan napsu, yaitu dewa selera (melalaikan reformasi kesehatan), seperti yang dijelaskan pada halaman 59, 60 (bahasa Inggris). “Bozrah” adalah nama dari sebuah kota. Nama ini berarti “kandang domba”, yaitu sebuah lambang dari sidang. 

Ayat 4 : “Karena hari pembalasan itu ada di dalam hati-Ku, dan tahun dari umat tebusan-Ku telah datang.” Perhatikan, “hari pembalasan itu” kata Tuhan ada di dalam “hati-Nya”, tetapi “tahun” dari umat tebusan-Nya telah datang.” Perhatikan kata kerja “datang” terdapat dalam waktu sekarang (present tense), sama seperti di dalam Wahyu 14 : 7, “Mengatakan dengan suara besar, Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia; karena jam pehukuman-Nya ada datang.” Kita sebagai umat berpegang bahwa kata kerja “datang” itu telah ditulis dalam waktu sekarang (present tense) sebab pehukuman itu di dalam surga terjadi (pada akhir dari 2300 hari dari nubuatan Daniel) dalam tahun 1844, tetapi ia itu belum dapat dimengerti sampai sesudah periode nubuatan itu lewat, oleh sebab itu Allah tidak bermaksud untuk membuat pehukuman itu diketahui orang

sampai setelah datang jamnya. Karena alasan inilah Ilham telah menuliskan peristiwa kejadian ini dalam waktu sekarang (present tense), “ada datang”, supaya secara tata bahasa dapat dibenarkan. Demikianlah William Miller telah membuat kesalahan mengenai peristiwa itu yang akan jadi pada akhir dari 2300 hari itu; yaitu kebenaran tentang kaabah, Yesus memasuki tempat yang Maha Suci, dan permulaan dari pehukuman. 

Jika Injil terdahulu itu benar, maka apa yang terdapat di dalam Yesaya 63 : 4 pun benar dan dapat dipercaya sama seperti yang lainnya. Pasal ini, atau peristiwa yang tercatat di dalamnya, belum pernah dapat dimengerti, sebab itu Allah sudah harus menyimpan nubuatan ini bagi suatu masa tertentu. Sekarang nubuatan itu dapat dimengerti, dan karena terdapat dalam waktu sekarang (present tense), maka kita harus percaya, bahwa “tahun dari umat tebusan-Nya ada datang”. Jika seseorang tidak akan percaya kepada interpretasi yang diberikan, maka ini berarti ia mengatakan Allah telah membuat kekeliruan dalam menuliskan kata kerja itu dalam waktu sekarang (present tense). Ini dapat dikatakan kalau bukan oleh kata-kata, maka oleh tindakan. 

UMAT TEBUSAN-NYA 

Apa yang diartikan dengan “Umat tebusan-Nya” itu? “Karena hari pembalasan itu sudah Ku rencanakan, dan tahun dari umat tebusan-Ku ada datang”. Ayat 4. Di sini anda ditunjukkan kepada Keluaran 15 : 13, yaitu nyanyian yang dinyanyikan oleh Musa dan bani Israel sesudah mereka dilepaskan dari Mesir dan Laut Merah. “Dalam kemurahan-Mu Engkau telah menghantarkan keluar umat yang sudah Engkau tebus : Dalam kuasa-Mu Engkau telah memimpin mereka ke dalam tempat kediaman-Mu yang suci.” Keluaran 15 : 13. Ilham menggunakan kata “ditebus” yang sama dalam nyanyian kelepasan itu. Pengalaman Israel merupakan lambang dari Israel yang benar, yaitu (mereka yang 144.000 itu), dan suatu salinan duplikat dari sidang yang ada sekarang, seperti yang dijelaskan di dalam Bab IV, kita pun harus dapat ditebus sama seperti mereka. Karena alasan ini, maka nabi itu menggunakan kalimat ”tahun dari umat tebusan-Ku ada datang.” Sesuai dengan Injil, maka ini harus merupakan tahun itu (di mana pelajaran-pelajarannya datang –– yaitu tahun 1929), pada waktu Allah mulai melepaskan umat-Nya dari segala penyelewengan di dalam sidang. Inilah sebabnya mengapa mereka itu menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba itu. Kalau saja ini bukan tahun nubuatan itu, maka panggilan itu belum mungkin datang, karena Allah memegang teliti akan waktu. 

Mengutip Keluaran 15 : 14 – 16 : “Orang banyak itu akan dengar, dan menjadi takut; kesusahan akan mencekam semua penduduk Palestina. Kemudian

akan tercenganglah segala kaum bangsawan di Edom, ketakutan akan mencekam orang-orang perkasa di Moab; semua penduduk Kanaan akan putus asa. Ketakutan dan kegentaran akan menimpa mereka; oleh kebesaran lengan-Mu mereka itu akan diam seperti batu; sehingga umat-Mu berjalan lalu ya Tuhan, sehingga umat itu berjalan lalu, yaitu mereka yang sudah Kau beli.” Tanah Kanaan melambangkan tanah di mana sidang pada waktu ini telah datang dan berdiri, yaitu Amerika Serikat. Nama “Palestina” berarti “tanah dari orang-orang asing”. Amerika Serikat dibentuk terdiri dari orang-orang asing; orang-orang yang berasal dari banyak bangsa dan suku-suku bangsa. “Para kaum bangsawan dari Edom” menunjukkan kepada kelas orang-orang yang disebut di dalam Yesaya 63 : 1, seperti yang telah dijelaskan terdahulu. Nama “Moab” berarti “anak cucu”, atau para leluhur. 

Mengutip Yesaya 63 : 5, “Lalu Ku pandang, maka tak seorangpun yang akan menolong-Ku, lalu Aku tertegun karena tidak seorangpun yang membantu : Oleh sebab itu lengan-Ku sendiri membawakan keselamatan bagi-Ku; dan kehangatan murka-Ku, itulah yang membantu-Ku.” Bagian nubuatan ini sesungguhnya telah menemukan kegenapannya. Pelajaran-pelajaran ini telah datang kepada sidang melalui salurannya yang tepat, maka telah disampaikan oleh departemen Sekolah Sabat, tetapi telah dibaca hanya sepintas lalu. Dosa-dosa yang disebutkan di dalam pelajaran-pelajaran ini telah diaplikasikan kepada umat yang lain, sehingga tidak ada suatu perbaikan apapun yang dibuat, sehingga pelajaran yang dimaksud telah hilang lenyap. Seluruh persoalannya telah dilupakan dan tak seorangpun memperdulikannya. Oleh karena itu, maka “tak seorangpun yang akan menolong.” Allah “tertegun karena tidak seorang pun yang membantu.” Kita juga heran. Injil adalah jelas, maka dengan bantuan pelajaran ini dapatlah diakui, bahwa pembantaian itu terjadi di dalam sidang sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali di dalam awan-awan. Bacalah buku “Isaiah the Gospel Prophets”, halaman 49, 70 – 73; juga pelajaran Sekolah Sabat Triwulan mengenai palajaran yang sama. Jika pekabaran yang sedemikian seperti inipun tidak bisa membangunkan umat, maka mungkin saja kita akan bertanya, Pekabaran apa lagi yang dapat melakukannya? Demikian inilah surga “tertegun”. Sesungguhnya orang-orang itu telah mengatakan dalam hatinya, “Tuhan telah meninggalkan bumi, maka Tuhan tidak melihat : Ia tidak mau berbuat yang baik ataupun yang jahat. 

Ayat 6 : “Maka Aku akan memijak-mijak orang banyak itu dalam murka-Ku, dan membuat mereka itu mabuk dalam kehangatan amarah-Ku, dan Aku akan meruntuhkan kekuatan mereka itu sampai ke tanah.” Terjemahan A.R.V. mengatakan, “tercurah ke luar darah kehidupan mereka.” Ayat 7 – 9 berbicara tentang kebaikan hati Tuhan, kemurahan-kemurahan-Nya, dan kasih sayang-Nya yang tak terhingga.

“Dalam semua kesusahan mereka itu Ia telah juga disusahkan.” Ayat-ayat ini memperlihatkan pemikiran yang indah dan berbahagia tentang penderitaan Allah bersama-sama dengan umat-Nya. Ayat 10, menarik suatu perbandingan bahwa apabila kita mendurhaka melawan Allah, maka Ia akan berbalik menjadi musuh kita. Dari ayat 11 dan seterusnya, termasuk pasal 64, terdapat suatu doa seseorang dari anak-anak Allah. Karena melihat kejahatan itu makin dekat, maka ia telah mencurahkan jiwanya kepada Allah dalam doa, untuk menyelamatkan umat-Nya. Karena ingat akan pertolongan Allah terhadap umat pilihan-Nya dan kelepasan Israel dari Mesir yang ajaib, maka orang yang mempersembahkan doanya itu ternyata mengerti akan keadaan itu. 

Pengalaman Israel di Mesir ialah sebuah salinan duplikat, maka permohonannya ialah untuk mendapatkan seseorang seperti Musa. Ayat 11 – 13 : “Lalu teringatlah ia kepada zaman dahulu, Musa, dan semua pengikutnya, sambil mengatakan, Dimanakah dia yang telah menghantarkan mereka itu naik dari laut bersama-sama dengan pengembala kawanan dombanya? Dimanakah dia yang telah menaruh Roh Suci-Nya di dalam hatinya, yang telah menghantarkan mereka itu oleh tangan kanan Musa dengan lengannya yang mulia, yang telah membelah air di depan mereka itu, untuk membuat dirinya sendiri suatu nama yang kekal? Yang menghantarkan mereka itu melintasi samudera yang dalam, seperti halnya seekor kuda di padang belantara, sehingga mereka itu tidak terantuk kakinya?” 

Ayat 16 : “Tak dapat diragukan engkau adalah Bapa kami, sungguhpun Abraham tidak mengenal kami, dan Israel tidak mengakui kami : Engkau, ya Tuhan, adalah Bapa kami, Penebus kami, nama-Mu kekal selama-lamanya.” Bahasa yang digunakan di dalam ayat ini membuktikan tanpa meragukan, bahwa orang yang mengucapkan kata-kata itu bukan seorang Israel badani (Yahudi). Orang-orang yang sedang dalam kesusahan ini adalah bukan dari keturunan Abraham, “sungguhpun Abraham tidak mengenal kami dan Israel tidak mengakui kami.” Adalah tidak mungkin bagi nabi Yesaya, atau pun seseorang lain dari bangsanya untuk dapat mengucapkan kata-kata itu, karena mereka itu bangga atas kenyataan bahwa mereka adalah orang-orang Israel, keturunan dari Abraham, yang bagi mereka merupakan suatu kehormatan besar. 

Ayat 17 : “Ya Tuhan, mengapakah Engkau membiarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan membiarkan kami mengeraskan hati terhadap takut akan Dikau? Kembalilah Tuhan demi hamba-Mu, demi semua suku milik pusaka-Mu.” Ayat ini mengungkapkan alasan mengapa Allah murka akan umat-Nya : yaitu karena sesat, keras hati, tidak takut akan Allah. “Mengapakah Engkau membiarkan kami sesat?” Ini bukanlah suatu tuduhan terhadap Allah bahwa Ia telah membuat mereka itu berdosa, melainkan suatu keinginan agar kiranya Allah dapat menggunakan hukuman yang lebih keras lagi untuk membawa kembali mereka kepada kesadarannya.

Ayat 18 : ”Umat kesucian-Mu telah mempusakainya tetapi hanya sementara : Para lawan kami telah memijak-mijak tempat kesucian-Mu.” “Lawan-lawan” mereka : Yesaya 59 : 18 menceriterakan bahwa lawan-lawan mereka itu adalah lawan-lawan Tuhan. Mereka itu telah menginjak-injak tempat kesucian dengan sekian banyaknya barang dagangan, dengan tertawa terbahak-bahak, dengan berbisik-bisik, dengan berbicara masalah-masalah biasa, dengan mencat kuku-kuku jari tangannya, dan berbagai bentuk penyembahan berhala lainnya yang mempermalukan Allah di depan wajah-Nya (di dalam sidang-Nya). Ayat 19 : “Kami adalah milik-Mu : Engkau tak pernah membuat peraturan atas mereka itu; mereka itu tidak dipanggil dengan nama-Mu.” Mereka tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah. Walaupun mereka mempersamakan dirinya di antara umat Allah di dalam rumah perbaktian-Nya, mereka sesungguhnya tidak dipanggil dengan nama-Nya. 

“Isaiah the Gospel Prophet”, halaman 73 (Pelajaran-pelajaran bagi Zaman ini) mengomentari ayat-ayat 1 – 6 dengan mengatakan : “Ayat-ayat ini harus membawakan pemikiran-pemikiran yang serius bagi setiap jiwa. Tidak ada lagi gambaran yang lebih mengerikan di dalam seluruh Alkitab daripada yang dikemukakan oleh Bab ini. Bentuk dari langkah maju Allah untuk menginjak irikan anggur murka-Nya adalah sesuatu yang mengerikan. Namun memang begitu. Esau telah memiliki segala kesempatan yang mana setiap orang dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Ia dengan sengaja telah memilih yang salah, dan ia telah menjadi seorang penganiaya melawan umat Allah yang benar. Kita memahami bahwa tidak ada orang yang akan  menerima murka Allah dengan sedemikian limpahnya seperti yang akan diterima oleh orang-orang yang telah mengetahui kebenaran, telah berhubungan dekat dengan kebenaran itu sebagaimana mestinya, tetapi kemudian berbalik meninggalkannya lalu menjadi penganiaya-penganiaya melawan orang-orang yang berbuat benar. Bahkan sebagaimana adalah sesuatu berkat karena menerima kebenaran, demikian pula adalah sesuatu yang mengerikan jika menolak kebenaran itu. Dan penolakan tidak perlu meliputi semua kebenaran. Menolak sebagian saja pun adalah sama bahayanya dengan menolak keseluruhannya. Jadi demikianlah semua orang harus berhati-hati.” Bacalah Testimonies, jilid 5, halaman 492; Testimonies, jilid 8, halaman 248 – 250; Testimonies, jilid 1, halaman 190; Testimonies, jilid 1, halaman 471 – 472; Testimonies, jilid 5, halaman 207 – 216; Testimonies to Ministers, halaman 380; Testimonies, jilid 2, halaman 708; Testimonies to Ministers, halaman 206, 407, 408. 

SUATU UMAT YANG TERSEDIA BAGI SUATU LANGIT YANG BARU DAN SEBUAH BUMI YANG BARU

YESAYA 65 

Ayat 1 : “Bahwa Aku telah dinyatakan kepada mereka yang tiada bertanya akan Daku; Aku telah ditemukan oleh mereka yang tiada mencari akan Daku :

kepada bangsa yang tiada disebut dengan nama-Ku Aku mengatakan, Tengoklah Aku, tengoklah Aku.” Bahasa yang dipakai di dalam ayat ini adalah dalam waktu yang sudah lampau (past tense). Tetapi terdapat kesempatan untuk berargumentasi apakah itu terdapat dalam waktu yang sudah lampau atau dalam waktu sekarang (present tense), karena itu telah diterjemahkan menurut versi King James. Berikut ini, yang mana seluruhnya terdapat dalam waktu yang sudah lampau (past tense), adalah dikutip dari terjemahan bahasa Ibrani oleh Isaac Lesser. “Aku membiarkan diri-Ku untuk dapat dicari oleh orang-orang yang tidak menanyakan; Aku membiarkan diri-Ku ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencarikan Daku; Aku mengatakan, ‘di sinilah Aku’, kepada suatu bangsa yang menamakan dirinya bukan menurut nama-Ku.” Dalam bahasa Yunani, juga dalam bahasa Bulgaria kata-kata itu terdapat dalam waktu yang sudah lampau (past tense), namun marilah kita mengutip ayat yang sama yang telah dikutip oleh Paulus untuk disampaikan kepada orang-orang Romawi, seperti yang terdapat dalam terjemahan versi King James berikut ini. Roma 10 : 20. “Tetapi Yesaya itu dengan beraninya mengatakan, ‘Aku telah ditemukan oleh mereka yang tidak mencari akan Daku; Aku telah dinyatakan kepada mereka yang tidak menanyakan Daku.” 

Tentu saja tidak seorangpun dapat memperdebatkan bahasa yang digunakan oleh Paulus, sebab ia adalah cukup terpelajar baik dalam bahasa Ibrani maupun dalam bahasa Latin. Lagi pula Paulus telah membuat terjemahan itu dengan diilhami oleh Roh Suci. Oleh sebab itu kita harus percaya akan Injil ini sebagaimana yang telah diterjemehkan oleh dia —— dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, -- yaitu dalam waktu yang sudah lampau (past tense). Kita akan berbicara mengenai ayat 2, lalu kemudian kembali dengan pengertian itu. “Aku telah mengembangkan tangan-Ku sepanjang hari kepada suatu bangsa yang mendurhaka, yang berjalan dalam jalan yang tidak baik menuruti kehendak hati mereka sendiri.” Perhatikan jika ayat yang pertama terdapat dalam waktu yang sudah lampau (past tense), maka ayat yang kedua terdapat dalam waktu sekarang (present tense). Paulus mengaplikasikan ayat yang pertama itu kepada orang-orang Kafir pada zamannya, tetapi ayat yang kedua diaplikasikannya kepada Israel, yaitu Israel badani. Di sini terdapat suatu kesempatan untuk konsentrasi pikiran terhadap pokok masalah itu. Paulus sedang mengaplikasikan firman itu dalam waktu yang sudah lampau (past tense) kepada waktu sekarang (present tense) pada zamannya, tetapi firman itu dalam waktu sekarang (present tense) ia aplikasikan kepada suatu umat yang sudah lalu. Caranya menggunakan aplikasi tentunya tidak benar bunyinya secara gramatika bahasa, tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa Paulus membuat kekeliruan. Aplikasi dan terjemahannya harus benar, sama seperti juga gramatika bahasanya betul. 

Hikmah pengetahuan yang digunakan dalam firman ini adalah menakjubkan, maka sebab itu hendaknya kita memuliakan Allah kita oleh karenanya. Paulus telah membuat aplikasi itu dengan diilhami Roh, supaya memperjelas firman itu dari kesulitan yang tampak. Pasal ini bukannya ditulis bagi Israel, ataupun bagi orang-orang Kafir bukan Israel di zaman Paulus yang lalu, melainkan langsung kepada sidang yang ada di waktu

ini. Jika ini dapat dibuktikan, maka kita harus menerimanya sebagai kebenaran pada waktunya yang langsung dari Allah. Kata-kata firman itu karena aplikasinya secara gramatika bahasa tidak benar membuktikan, bahwa sejarah dari pasal ini belum sampai atau masanya belum matang, sama seperti juga kata-kata firman dan nubuatan-nubuatan lainnya. Ia itu tidak dapat dimengerti, juga tidak dapat diaplikasikan dengan tepat sebelum sampai masanya yang telah ditentukan. Kemudian Allah mengungkapkan firman-Nya kepada umat-Nya dalam cara yang akan dipilih-Nya, tetapi hal ini akan datang dalam cara yang tidak disangka-sangka. 

Ayat pertama berlaku tepat kepada orang-orang Kafir, ayat kedua berlaku kepada Israel badani, yaitu contoh dari Israel yang dijanjikan itu (mereka 144.000 itu, yaitu sidang di waktu ini; yaitu Masehi Advent Hari Ketujuh). Karena alasan inilah, maka Paulus sudah harus mengaplikasikan kata-kata firman itu kepada Israel contoh, sebab Israel contoh saingan yang sesungguhnya itu belum ada. Kini, masanya sudah matang maka kata-kata firman itu secara gramatika bahasa adalah tepat, ayat pertama dalam past tense (waktu yang sudah berlalu) ditujukan kepada orang-orang Kafir di zaman Paulus, ayat kedua kepada sidang di waktu ini, dalam present tense (waktu sekarang). Dengan demikian kita memiliki bukti positip mengenai aplikasi itu dan waktunya untuk mana kata-kata firman ini diaplikasikan. Ini hendaknya membalikkan hati kita kepada Allah, dan mendorong kita untuk menyelidiki dengan rajin nubuatan yang terkandung di dalam pasal ini.

Ruangan tidak mengijinkan untuk mengemukakan di sini semua yang terkandung di dalam pasal ini. Hanya satu garis besar dari beberapa perkara yang akan diberikan. Tuduhan terhadap sidang bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi janganlah ia itu mengecilkan hati kita, karena Allah kita adalah penuh kemurahan hati dan rela mau mengampuni kita dari semua dosa kita kalau saja kita mau mengakui kesalahan-kesalahan kita. Kalau saja tidak demikian halnya, maka Ia tidak akan perlu mengirimkan kepada kita pekabaran ini. Bagian terakhir dari ayat 3 dikutip di sini : “Yang mempersembahkan kurban di dalam taman-taman, dan membakar dupa di atas mezbah-mezbah batu bata.” Kita harus memahami bahwa semua ini adalah simbol-simbol, tetapi semua itu tidak akan sukar untuk diuraikan. Kalau saja ia itu tidak mungkin untuk dipahami, maka tak seorangpun dapat memperoleh manfaat daripadanya, dengan begitu simbol itu tidak perlu digunakan di dalam pasal. “Taman-taman” adalah digunakan untuk pameran. “Kurban” adalah sama dengan hadiah. “Dupa”, menurut Wahyu 8 : 3, 4 ialah cara doa-doa disampaikan kepada Allah. Tidak pernah di dalam Alkitab dapat kita baca tentang seseorang umat Allah yang membangun mezbah-mezbah dari batu bata. Mezbah-mezbah kepada Allah selalu dibangun dengan batu-batu. 

Perbedaan di antara batu bata dan batu kini akan dibicarakan.

Batu bata adalah hasil buatan manusia, tetapi batu ialah buatan Allah. Marilah kita sekarang pikirkan pelajaran yang dimaksudkan di sini. “Taman-taman”, pameran; “Kurban”, hadiah-hadiah; “Dupa”, doa-doa; “Batu-batu bata”, rencana buatan manusia. Tuduhan itu adalah, bahwa kita berkorban untuk pameran, kita menyampaikan doa-doa kita kepada Allah (di atas medzbah-medzbah dari batu bata); kita mengikuti manusia dan bukan mengikuti firman Allah yang murni sesuatu yang diberikan kepada sidang. 

Ayat 4 : “Yang tinggal di antara kubur-kubur, dan bermalam di dalam monumen-monumen, yang makan daging babi, dan kuah dari barang-barang yang haram adalah di dalam bejana-bejana mereka.” “Di dalam kubur-kubur”; “di dalam monumen-monumen”, berarti alat-alat buatan manusia dari mana tidak terdapat kebangkitan apapun. “Daging babi”, “kuah dari barang-barang yang najis” : berarti melalaikan reformasi kesehatan; orang makan apa saja yang diinginkan oleh napsu selera lidahnya. 

Ayat 5 : “Yang mengatakan, Berdirilah pada pihakmu sendiri, jangan datang dekat kepadaku; karena aku lebih suci daripadamu.” Walaupun kelas orang-orang ini tidak menghidupkan kebenaran itu, namun mereka menyangka dirinya lebih baik daripada orang-orang lain, dan dengan begitu mereka adalah sangat angkuh, oleh sikapnya mereka mengatakan, ‘kami adalah lebih suci daripada kamu’. Dalam ayat 6 Allah mengatakan, bahwa Ia akan “membalas ke dalam ribaan mereka itu.” Dari penjelasan yang sudah diberikan, para pembaca dapat menentukan sendiri arti dari ayat yang ketujuh. 

Ayat 8 : “Demikianlah firman Tuhan, Seperti halnya anggur baru ditemukan di dalam suatu tandan buah anggur, lalu kata orang, Janganlah ia itu dibinasakan; karena ada lagi suatu berkat di dalamnya : Demikian itu pula akan Ku perbuat demi karena segala hamba-Ku, bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka itu seluruhnya.” “Tandan” adalah terdiri dari banyak buah anggur, dan adalah melambangkan sidang sebagai suatu badan. Tuhan mengatakan bahwa Ia tidak akan membinasakan mereka seluruhnya. “Air anggur” di dalam tandan melambangkan darah Kritus, maka karena alasan inilah tidak semua mereka dibinasakan. Ayat sepuluh berbicara mengenai janji kepada mereka yang akan luput. Ayat 11 dan 12 berbicara tentang kelas orang-orang yang akan binasa. Pembantaian di sini adalah sama dengan yang terdapat dalam Yehezkiel pasal 9. Mengutip Yesaya 65 : 12 : “Sebab itu Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan bertekuk lutut untuk dibantai : Sebab ketika Aku memanggil kamu tidak menjawab; ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar; tetapi kamu melakukan kejahatan di hadapan mata-Ku, dan kamu memilih barang yang tidak berkenan kepada-Ku.” 

Ayat 13 dan 14, menunjukkan pemeliharaan Allah atas umat-Nya dan penderitaan dari kelas orang-orang yang lainnya. Ayat 15 : “Maka kamu akan meninggalkan namamu

bagi umat pilihan-Ku sebagai suatu kutuk : Sebab Tuhan Allah akan memalu kamu, dan Ia akan memanggil hamba-hamba-Nya dengan suatu nama yang lain.” Ayat ini sebelumnya telah dijelaskan dalam hubungannya dengan Yesaya pasal 62 pada halaman 155 (bahasa Inggris), Kelas orang-orang yang disebut di sini adalah sama dengan yang terdapat di dalam Testimonies, jilid 5, halaman 82 : “Panggilan kepada pekerjaan besar dan penting ini telah disampaikan kepada orang-orang terpelajar yang menduduki jabatan-jabatan penting; kalau saja mereka ini menganggap dirinya kecil, lalu bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, maka Ia sudah akan menghargai mereka dengan memberikan kepada mereka standard-Nya dalam kemenangan untuk mencapai kemenangan. Tetapi mereka memisahkan diri dari Allah, mereka menyerahkan diri kepada pengaruh dunia, maka Tuhan menolak mereka.” 

Ayat 16 : “Sehingga orang yang memberkati dirinya sendiri di bumi akan memberkati dirinya sendiri dalam Allah dari kebenaran itu; dan orang yang bersumpah di bumi akan bersumpah oleh Allah dari kebenaran itu; sebab segala kesusahan yang terdahulu sudah terlupakan, dan sebab semua itu sudah tersembunyi dari mata-Ku.” “Memberkati dirinya sendiri dalam Allah dari kebenaran” : Banyak orang akan memberkati dirinya sendiri, tetapi bukan dalam Allah dari kebenaran. Artinya mereka memperoleh kekayaan atau berkat lainnya, tetapi bukan oleh kejujuran. Sebagian orang “bersumpah”, tetapi bukan oleh Allah dari kebenaran. Artinya mereka akan berbicara bohong, tetapi sesudah Allah membersihkan sidang-Nya segala perkara ini berlalu, dan dilupakan. 

Ayat 17 – 19 berbicara mengenai bumi yang baru. Ayat 20, dikutip di sini dari terjemahan bahasa Ibrani oleh Isaac Lesser. “Tidak akan ada lagi semenjak itu seorang bayi yang hanya hidup beberapa hari, ataupun orang tua yang tiada mencapai segala hari umurnya; karena sebagai anak kecil orang akan mati pada umurnya seratus tahun; dan sebagai orang berdosa akan kena kutuk ia yang (mati) pada seratus tahun umurnya.” Tampaknya terjemahan ini akan membuat arti dari ayat ini sedikit lebih jelas daripada terjemahan King James. Firman ini berbicara tentang waktu pada akhir dari 1000 tahun (millenium) sesudah kebangkitan orang jahat. Pada waktu itu tidak akan ada bayi-bayi yang lahir. “Tidak akan ada lagi semenjak itu seorang bayi yang hanya hidup beberapa hari.” Oleh sebab itu pelajaran ini tidak terlalu sukar bagi orang untuk dimengerti. Semua orang jahat dipanggil keluar dari kebangkitan yang kedua, baik tua ataupun muda (pada saat kematiannya). Semua mereka bangkit pada waktu yang sama. Jam ini menjadi jam kelahiran dari semua orang jahat dalam kehidupan yang kedua. Tidak akan ada lagi kematian yang biasa (alamiah) ataupun yang tidak biasa (tidak alamiah), karena semua mereka harus hidup sampai kepada saat dari kematian yang kedua, yaitu oleh “api yang turun dari Allah dari dalam surga dan melahap

mereka.” Bacalah Wahyu 20 : 7 – 10. “Maka sebagai seorang berdosa akan kena kutuk ia yang (mati) pada seratus tahun umurnya.” Firman ini meramalkan jangka waktu kehidupan dari orang jahat setelah mereka dibangkitkan yaitu 100 tahun. “Karena sebagai seorang anak kecil orang akan mati seratus tahun umurnya; dan sebagai orang berdosa akan kena kutuk ia yang (mati) pada seratus tahun umurnya.” Selama periode 100 tahun ini, orang-orang jahat akan melakukan persiapan untuk menyerang kota suci. Bacalah Wahyu 20 : 8, 9. 

Ayat 21 – 25 berbicara mengenai orang-orang suci di dalam bumi yang sudah diperbaharui. Di sini terdapat suatu bukti yang lain, bahwa pasal ini memang ditujukan bagi umat di akhir zaman, sebab ayat-ayat penutup berbicara mengenai bumi yang sudah diperbaharui. 

PENGUMPULAN DARI SEGALA BANGSA KAFIR : PERIBADATAN DALAM BUMI YANG BARU

YESAYA 66 

Ayat 1 : “Demikianlah firman Tuhan, Bahwa surga itulah tahta-Ku, dan bumi ialah alas kaki-Ku : Dimanakah rumah yang hendak kamu bangun bagi-Ku? Dan dimanakah tempat peristirahatan-Ku?” Rumah yang disebut di sini adalah sebuah rumah kerohanian seperti yang terdapat di dalam Efesus 2 : 20 – 22, yang dilambangkan oleh kaabah Salomo. Kutipan berikut ini terdapat di dalam buku Prophets and Kings, halaman 35, 36 : “Demikianlah sebagaimana bangunan di atas Gunung Moriah telah didirikan dengan tidak berbunyi dengan ‘batu yang siap pakai sebelum ia itu dibawa ke sana : supaya tidak ada palu ataupun kapak ataupun sesuatu peralatan besi terdengar di dalam rumah itu, sementara ia itu dibangun’, sambungan-sambungan yang indah digabung-gabungkan dengan tepat sesuai dengan contoh-contoh yang diberikan oleh Daud kepada anaknya.” 

Yang dimaksudkan dengan pelajaran ini ialah bahwa batu-batu rohani (anggota-anggota sidang) akan dibuat siap pakai sebelum semua batu itu dibawa ke sana. Jadi, mengapakah para calon baptisan seringkali diberikan baptisan dan keanggotaan di dalam sidang tanpa terlebih dahulu diberi petunjuk dalam semua kebenaran Advent? Adalah mengherankan untuk diketahui bahwa sejumlah besar apa yang disebut orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, mereka itu tidak percaya kepada tulisan-tulisan Roh Nubuat, dan sama sekali tidak tahu akan adanya kebenaran mengenai reformasi kesehatan. Bukankah semua ini adalah prinsip-prinsip dasar di dalam sidang? Bukankah reformasi kesehatan adalah tangan kanan dan lengan dari pekabaran malaikat

ketiga? Bukankah praktik yang tak henti-hentinya inilah yang telah menghanyutkan sidang ke dalam dunia? 

Kaabah yang indah itu mengungkapkan kerinduan Allah bagi sidang-Nya. Karena alasan inilah, maka Allah telah menghabiskan demikian banyak kekayaan atas struktur bangunan yang mewah ini di atas Gunung Moriah. Menurut perkiraan yang diberikan dalam bulletin bulanan oleh Persatuan Arsitek Illinois, bahwa ia itu mencapai suatu jumlah luar biasa yang lebih dari delapan puluh tujuh milliar dollar Amerika. Berbagai perkiraan menunjukkan biaya keseluruhannya mencapai 87,212,210,840 dollar. Jumlah ini menunjukkan kekayaan suatu bangsa. Pertanyaan yang timbul adalah, Bagaimanakah Israel pernah dapat mengumpulkan sejumlah uang yang sedemikian besarnya untuk dihambur-hamburkan bagi hanya sebuah bangunan? Allah tidak pernah minta dari kita untuk berbuat sesuatu jika Ia sendiri tidak membuatnya menjadi mungkin. 

Jumlah kekayaan yang begitu hebat besarnya yang dibelanjakan kepada kaabah yang indah ini menunjukkan perlindungan Allah dan kasih-Nya terhadap umat-Nya, sama seperti halnya kemuliaan dari sidang. Salomo sendiri mengakui bahwa kaabah ini hanya merupakan lambang dari sebuah kaabah yang ia tidak mampu membangunnya. Dalam 2 Tawarikh 2 : 6 kita baca : “Tetapi siapakah yang mampu membuatkan sebuah rumah yang patut bagi-Nya, sedangkan langit, bahkan langit di atas segala langit pun tidak dapat menampung Dia? Maka siapakah saya ini yang harus membuat bagi-Nya sebuah rumah, kecuali hanya membakar kurban di hadapan-Nya?” Allah meminta dari umat-Nya pada waktu ini, “Di manakah rumah yang kamu bangun bagi-Ku?” (Yesaya 66 : 1). Terjemahan versi Douay terbaca : “Yang hendak kamu bangun bagi-Ku?” Terjemahan bahasa Ibrani terbaca : “Sebuah rumah yang dapat kamu bangun bagi-Ku?” 

“Surga adalah tahta-Ku, dan bumi adalah alas kaki-Ku.” Firman ini menunjukkan ketidak-mampuan bagi manusia berdosa untuk melakukan sesuatu bagi Allah, terkecuali itu dilakukan-Nya melalui dia. Alangkah berdosa kita kepada surga apabila kita mengatakan kita akan menyelesaikan pekerjaan Allah dalam generasi ini, atau mencoba membangun bagi-Nya sebuah rumah dengan berbagai rencana manusia. Kita sudah mengatakan begitu, dan kita sudah bertindak begitu, tetapi kita telah gagal. Sekarang Allah bertanya kepada kita, “Di manakah rumah itu yang hendak kamu bangun bagi-Ku?” Orang dapat saja mengatakan, Lihatlah gereja yang besar ini telah kami bangun. Kalau saja terdapat sesuatu kebesaran dari pembangunan itu, maka itu bukanlah haknya manusia. Walaupun kita telah merasa sombong karena banyak usaha kita, Allah terus membiarkan kita berjalan mengikuti persangkaan kita yang dianggap bijaksana itu sampai kelak kita jatuh dan menemukan kesalahan kita. Benar, adalah sebuah sidang

yang besar, namun Allah tidak melihatnya sesuai cara yang kita lihat. Dengan kecepatan yang sedang kita tempuh, ini akan menghabiskan beratus-ratus tahun bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan, dan pada kenyataannya kita tidak pernah akan bisa menyelesaikannya. Selanjutnya, sebagai sebuah organisasi sidang yang besar, sidang ini belum siap untuk diubahkan. Oleh karena itu dapatlah kita menanyakan kepada diri kita sendiri, ‘Di manakah rumah itu yang sudah kita bangun?’ Pasal 13 dari buku Yehezkiel telah ditulis bagi sidang di waktu ini dari mana kita kutip ayat 5 : “Kamu tidak memanjat ke dalam celah-celah pagar tembok, atau pun membangunkan pagar-pagar bagi isi rumah Israel untuk dapat tahan berdiri dalam peperangan pada hari Tuhan.” 

“Dan di manakah tempat peristirahatan-Ku?” Kita menyebut diri kita sebagai pemelihara-pemelihara Sabat dan amat bangga karena memeliharakan perintah-perintah Allah, namun di sini kepada kita ditanyakan “dimanakah tempat peristirahatan-Ku? Kita telah mencemarkan hari Allah yang suci itu, dan telah menajiskan Sabat dengan barang-barang dagangan, seperti yang dijelaskan terdahulu pada halaman 147 – 148 (bahasa Inggris). Lihat juga halaman 124 (bahasa Inggris). Seorang pendeta Allah yang baik, setelah ditanyakan kepadanya mengenai kekuasaan untuk menjualkan hasil-hasil percetakan kita pada hari Sabat di dalam rumah Allah, mengatakan, “Adalah suatu pertanyaan berapa banyak hasil-hasil percetakan kita dapat terjual pada hari Sabat.” Pertentangan yang terdapat di dalam pikiran pendeta ini dijawab dalam tiga perkataan pendek : “Tidak satupun.” Tetapi jawaban ini tidak memuaskan orang yang menduduki jabatan yang suci itu, maka ia manambahkan, “Israel kuno yang lalu membunuh anak domba lalu mengorbankannya pada hari Sabat. Oleh sebab itu, kita dapat juga menjualkan buku-buku kita.” Jawaban yang diberikan untuk ini adalah, “Jika Israel dahulu melakukan kurban anak domba itu pada hari Sabat mereka memang diberitahu untuk berbuat begitu, tetapi kamu diberitahu untuk jangan berbuat, maka inilah perbedaannya.” Kenyataan dari masalah ini ialah, bahwa Allah tidak memberikan Sabat hari yang ketujuh itu kepada Israel kuno yang lalu bagi mempersembahkan kurban, melainkan bagi suatu hari istirahat. Sabat-Sabat bulanan telah ditambahkan untuk kurban-kurban itu. Bacalah Imamat pasal 23. 

Dalam ayat kedua dari buku Yesaya pasal 66, Allah memberitahukan kepada kita bahwa semua perkara ini yang karenanya kita merasa sombong, telah Ia ciptakan dan semua itu telah terjadi, “tetapi Aku akan menilik kepada orang ini, yaitu kepada dia yang miskin dan patah semangatnya (bertobat), dan yang gentar karena firman-Ku.” Ayat 3 : “Barangsiapa yang membunuh seekor lembu adalah seolah-olah ia membunuh seseorang; barang siapa yang mengorbankan seekor anak domba yaitu seolah-olah ia memotong putus leher seekor anjing; barangsiapa yang mempersembahkan persembahan makanan, ia itu seolah-olah mempersembahkan darah babi; barangsiapa yang membakar kemenyan, ia itu seolah-olah memuja berhala. Sesungguhnya, mereka telah

memilih jalannya sendiri, dan jiwa mereka berkenan kepada semua kekejian mereka itu.” Firman ini adalah jelas tanpa salah bahwa semua kurban kita, persembahan-persembahan kita, doa-doa kita, dan apapun bentuk peribadatan kita yang kita miliki, adalah bukan saja suatu kekejian kepada-Nya, melainkan itu adalah sangat mendurhaka. “Sesungguhnya, mereka telah memilih jalan-jalannya sendiri, dan jiwa mereka berkenan kepada semua kekejian mereka itu.” 

Ayat 4 : “Aku juga suka akan pembalasan perbuatan mereka itu, dan barang yang ditakutinya itu Ku datangkan kelak atasnya; sebab apabila Aku berseru, maka tak seorangpun yang menyahut; sudah Aku berfirman, tetapi mereka itu tidak mendengar : Melainkan diperbuatnya barang yang jahat di hadapan mata-Ku, dan disukainya akan barang yang tiada Aku berkenan.” Allah telah menyerukan melalui pelajaran-pelajaran ini sewaktu disampaikan kepada sidang melalui departemen Sekolah Sabat, tetapi semua itu datang, dan pergi, dan telah dilupakan. Maka dengan begitu, oleh sebab mereka telah memilih jalan-jalannya sendiri, dan telah berbuat jahat di hadapan Allah, dan tidak menyukai untuk mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepada sidang, maka sekarang, Ia mengatakan Ia akan memilih pembalasan terhadap perbuatan mereka itu, dan akan mendatangkan apa yang ditakutinya atas mereka itu. Adalah sesuatu perkara yang mengerikan jika menutup telinga dari suara Allah. Jika ayat ini berbicara mengenai suatu kelas orang-orang yang berketetapan hati untuk mengikuti pilihan mereka sendiri daripada jalan Allah, maka ayat berikutnya berbicara mengenai suatu kelas orang-orang yang takut akan Allah, dan dengan berani berbakti kepada-Nya. Dengan demikian jelas sekali bahwa ada dua kelas umat di dalam sidang. 

Ayat 5 : “Dengarlah olehmu akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan firman-Nya; adapun saudara-saudaramu yang membenci akan dikau, dan yang membuang engkau karena sebab nama-Ku, kendati mereka itu berkata demikian, supaya Tuhan dipermuliakan : Tetapi Tuhan akan kelihatan kelak bagi kesukaan kamu, dan mereka itu akan malu.” Ayat ini menunjukkan bahwa walaupun seruan yang terdapat di dalam pelajaran-pelajaran ini ditolak oleh mereka yang menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab, firman Allah tidak akan pernah kembali dengan hampa kepada-Nya, karena kelas orang-orang yang terdapat di dalam ayat ini mereka takut akan Allah, dan mereka gentar akan Firman-Nya, maka akibatnya ialah bahwa ada pemisahan di dalam sidang. Kelas orang-orang yang menentang Allah itu selain besar jumlahnya, mereka juga memiliki suatu pengaruh yang kuat atas anggota-anggota sidang, sebab ayat itu mengatakan mereka memecat keluar akan saudara-saudaranya (kelas orang-orang yang benar) demi karena nama Tuhan. Kelas orang-orang yang memecat keluar umat Allah ini menyangka bahwa mereka sedang melakukan pekerjaan-Nya, sebab terbaca dari firman itu : (mereka) “mengatakan, supaya Tuhan dipermuliakan.” 

Adalah cukup jelek bagi seseorang untuk menolak Firman Allah, tetapi jauh lebih

buruk lagi apabila orang yang sedemikian adalah begitu buta, sehingga oleh menolak seruan surga, ia masih mengira bahwa ia sedang melakukan pekerjaan Allah. Ayat ini berisikan suatu janji yang membesarkan hati bagi orang-orang yang takut akan Allah, sebab dikatakan di sana, “Ia akan kelihatan kelak bagi kesukaan kamu,” maka apabila Tuhan kelak memenuhi janji-Nya para penindas Allah itu “akan malu”. Telah menjadi salah satu dari siasat-siasat Setan sepanjang sejarah kehidupan sidang ialah membanjirinya dengan agen-agennya dan orang-orang yang tidak bertobat, supaya apabila kebenaran datang kepada sidang, segera setelah umat Allah menyambut seruan itu, maka ia telah siap berdiri untuk memecat mereka keluar oleh suara terbanyak dari para pengikutnya. Akibatnya adalah bahwa perlu melahirkan suatu pergerakan yang baru atau organisasi sidang, tetapi, menurut ayat 4 dan 6, dalam peristiwa ini Allah akan menanganinya dengan cara yang sama sekali berbeda. Alasan yang ada ialah, sebab Allah telah mengorganisir sendiri organisasi gereja ini melalui perantaraan seorang nabi, dan telah diberikan kepada kita terang istimewa dari kebenaran pada waktunya. Jadi, menyerahkannya kepada kita tanpa maaf, dan Allah menanganinya demikian terhadap umat-Nya. 

Mengutip Testimonies, jilid 3, halaman 265 : “Tetapi jika dosa-dosa orang banyak itu dilewati saja oleh orang-orang yang menduduki jabatan yang bertanggung jawab, maka wajah amarah-Nya akan ditujukan atas mereka, dan umat Allah, sebagai suatu badan, akan diminta bertanggung jawab karena dosa-dosa itu. Dalam penanganan-Nya terhadap umat-Nya di masa lalu, Tuhan menunjukkan perlu adanya pembersihan sidang dari segala kesalahan.” “Suara keributan”, ayat 6, menunjuk kepada kelas orang-orang yang telah memilih jalan mereka sendiri sebagai gantinya jalan Tuhan, yaitu mereka yang disebut-Nya sebagai musuh-musuh-Nya. 

Ayat 7 dan 8 : “Sebelum ia menggeliat kesakitan, ia sudah melahirkan; sebelum sakitnya untuk melahirkan tiba, ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Siapakah yang telah mendengar akan hal yang sedemikian ini? Siapakah yang telah melihat perkara-perkara yang sedemikian ini? Dapatkah bumi dilahirkan dalam sehari saja? Atau dapatkah suatu bangsa dilahirkan dengan tiba-tiba? Karena segera sesudah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.” Di dalam dua ayat ini sebuah perbandingan telah dibuat antara sidang pada kedatangan Kristus yang pertama (orang-orang Yahudi) dan sidang yang berada tepat pada menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. “Sebelum ia menggeliat kesakitan, ..... sebelum sakitnya untuk melahirkan tiba.” Ini menunjuk kepada sidang pada waktu Kristus datang. Ia tidak menyangka akan kedatangan-Nya (tidak menggeliat kesakitan), juga tidak merasa, ataupun mengetahui kapan kedatangan-Nya. Sungguhpun ia belum patut, “ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.” 

Sidang yang dimaksud di dalam ayat delapan adalah kebalikan dari

sidang yang terdapat di dalam ayat tujuh. Waktunya sudah masak bagi suatu pergerakan yang besar, di mana beribu-ribu orang dapat ditobatkan dalam sehari saja. Ini adalah sidang dalam masa hujan akhir, yaitu seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Sidang telah sepenuhnya bersungguh-sungguh. Segera setelah adanya suatu kesakitan hendak melahirkan yang sungguh-sungguh bagi kesucian orang-orang berdosa, maka segera pula pekerjaan itu selesai, hampir secara tiba-tiba. “Dapatkah bumi dilahirkan dalam sehari saja? Atau dapatkah suatu bangsa dilahirkan dengan tiba-tiba? Karena segera setelah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.” 

Ayat 9, menunjukkan bahwa Allah adalah orang yang melaksanakan pekerjaan itu. Ayat sepuluh mengatakan bahwa orang-orang yang mencintai perempuan itu (sidang) dan yang meratapinya sekarang, mereka akan kelak bersuka cita dan bergembira. Ayat sebelas menunjukkan mengapa mereka akan bersuka-cita dan bersenang-senang : Karena sebab kebenaran dan terang yang ada di dalam Firman Allah yang akan datang kepada sidang yang dilambangkan oleh air susu. “Supaya boleh kamu mengisap susu sampai kenyang, dan dipuaskan dengan penghiburan, supaya boleh kamu mengisap susu, dan merasa nikmat dengan berkelimpahan kemuliaan dari perempuan itu.” Yesaya 66 : 11. Ayat 12 – 14, menceriterakan tentang pengawasan Allah atas umat-Nya, dan kasih sayang sidang terhadap anggota-anggotanya, kebaikan Tuhan terhadap hamba-hamba-Nya, dan penghinaan terhadap musuh-musuh-Nya. 

Ayat 15 – 17 : “Karena, tengoklah, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan murka-Nya dengan geram, dan hardik-Nya dengan nyala-nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Ia akan menghukum segala manusia; maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh Tuhan. Mereka yang menyucikan dirinya sendiri, dan yang membersihkan dirinya di dalam taman-taman di balik sebatang pohon yang di tengah-tengahnya, yang makan daging babi dan barang-barang yang najis, dan tikus, akan dihapuskan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan.” Kedatangan Tuhan “dengan api ..... untuk melampiaskan murka-Nya dengan geram”, bukanlah kedatangan Kristus di dalam awan-awan untuk menyambut umat-Nya. Ini adalah pada sebelum berakhir masa kasihan, dan dalam masa pembersihan sidang. Lihat Maleakhi 3 : 1 – 3. Ia datang dengan membawa pembalasan terhadap orang-orang yang mengakui nama-Nya, tetapi mengikuti manusia gantinya mengikuti Kristus, sehingga akibatnya ialah bahwa mereka tidak memeliharakan kebenaran-Nya. (Kelas orang-orang yang tidak memeriksa sendiri bagi dirinya melainkan menerima saja keputusan-keputusan orang-orang lain yang sedang mengikuti manusia, dan berada di dalam genggaman Iblis). 

“Di balik sebatang pohon” : Secara terbatas dibaca, “yang satu mengikuti yang lainnya”.

Bacaan ini membenarkan terjemahan : “Mengikuti pemimpin”. Artinya, orang banyak cenderung untuk mengikuti seseorang yang menduduki jabatan yang tinggi, gantinya menyelidiki di dalam Firman bagi diri mereka sendiri dan menuntut sesuatu “demikianlah firman Tuhan”. “Di dalam taman-taman di balik sebatang pohon” : Kalimat ini juga mengemukakan “pohon pengetahuan baik dan jahat”. Mengambil buah larangan di dalam taman Eden telah mendatangkan dosa. Tuduhan di sini adalah sama, hanya lebih buruk. Manusia telah memilih bagi makanannya perkara-perkara yang dilarang Allah, sehingga mereka “membelanjakan uangnya bagi barang yang bukan makanan.” “Dengan pedang-Nya Tuhan akan menghukum segala manusia”. Ini tidak dimaksudkan kepada orang-orang yang di luar sidang, karena kita baca di dalam ayat sembilan belas, “Maka aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada segala bangsa.” Bagian terakhir : “Maka mereka akan memasyurkan kemulian-Ku di antara segala bangsa Kafir.” Adalah jelas di sini bahwa orang-orang yang akan luput dari kehancuran itu, Allah akan mengutus mereka kepada segala bangsa, dan mereka akan memasyurkan kemuliaan-Nya kepada segala bangsa Kafir”. Oleh sebab itu, ini harus terjadi di dalam sidang saja, dan dalam sesuatu jangka waktu sebelum berakhir masa kasihan. “Bangsa-bangsa” yang disebut di dalam ayat ini adalah hanya untuk menunjukkan luasnya wilayah yang akan diliputi oleh hamba-hamba-Nya (di dalam segala bangsa). 

Kehancuran yang disebut di dalam ayat 15 – 17, dan di dalam Yesaya 63, adalah sama. Jadi demikianlah Allah membuat semua itu menjadi suatu contoh, atau tanda bagi segala bangsa, karena kita baca di dalam bagian terakhir dari ayat delapan belas dan bagian pertama dari ayat sembilan belas : “Akan datang kelak, bahwa Aku akan menghimpunkan segala bangsa dan segala bahasa; dan mereka akan datang, dan melihat kemulian-Ku. Dan Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu.” 

Ayat 20 : “Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan bagi Tuhan keluar dari segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan, di atas bagal dan onta betina yang cepat, ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sama seperti bani Israel menghantarkan suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.” Ayat ini menunjukkan berhimpunnya orang-orang Kafir kepada sidang oleh hamba-hamba-Nya (mereka yang 144.000 itu). “Bukit kesucian-Nya” berarti organisasi Gereja-Nya; “Yerusalem” berarti bagian yang memimpin. 

Ayat 21 : “Dan lagi Aku akan mengangkat beberapa orang dari mereka itu akan imam-imam dan orang-orang Lewi, demikianlah firman Tuhan.” Sudah kami jelaskan di depan bahwa mereka yang

144.000 itu akan menjadi imam-imam dan orang-orang Lewi, tetapi di dalam ayat ini Tuhan mengatakan bahwa Ia akan mengambil juga dari orang-orang Kafir itu “menjadi imam-imam dan orang-orang Lewi”. Alasan untuk ini diberikan di dalam dua ayat berikutnya. Ayat 23 : “Maka akan terjadi kelak, bahwa dari satu bulan baru sampai kepada bulan lainnya, dan dari Sabat yang satu sampai kepada Sabat lainnya, segala manusia akan datang menyembah sujud di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan.” Akan ada suatu sistem perbaktian, maka sebab itu perlu adanya imam-imam dan orang-orang Lewi. 

Ayat 24 : “Maka mereka akan keluar, dan akan melihat akan bangkai-bangkai dari orang-orang yang mendurhaka melawan Aku : Karena cacing-cacingnya itu tidak akan mati, dan api mereka itu pun tidak akan padam; maka mereka itu akan menjadi sesuatu yang menjijikkan bagi segala manusia.” “Karena cacing-cacing mereka itu tidak akan mati, dan api mereka itu pun tidak akan padam :” Tubuh manusia dimakan habis oleh cacing, maka artinya cacing-cacing pembasmi ini tidak akan mati sebelum bangkai itu habis menjadi habu. Juga api tidak akan padam sebelum “bangkai-bangkai” itu habis menjadi habu. Alasannya mengapa cacing dan api disebut di sini adalah diceritakan di dalam ayat enam belas : “Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan menghukum segala manusia”. Pembinasaan akan diselesaikan oleh keduanya, maka dimana pedang digunakan, cacing akan melaksanakan tugasnya. “Cacing itu tidak akan mati ..... api tidak akan padam”, berarti bahwa nubuatan ini adalah pasti, dan pembinasaan yang diramalkan akan dilaksanakan. 

* * *

BAB VII 

APAKAH YANG DIMAKSUDKAN DARI MIKHA PASAL EMPAT? 

“Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak, bahwa gunung rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit; maka banyak bangsa akan mengalir masuk ke dalamnya.” Mikha 4 : 1. Firman ini adalah cukup jelas; bahwa ia itu direncanakan bagi akhir zaman, karena yang terbaca adalah : “Tetapi di akhir zaman akan jadi kelak”. Juga adalah pasti bahwa firman ini akan digenapi, karena dikatakan : “ia itu akan jadi kelak”. 

Adalah suatu kenyataan yang dapat diterima, bahwa hampir semua siswa Alkitab setuju bahwa “gunung” yang dibicarakan di dalam pasal ini melambangkan sidang Allah (organisasi gereja), yaitu yang dilambangkan oleh kaabah yang dibangun di atas Gunung Moriah. Nabi ini menyatakan bahwa sidang Allah akan didirikan di atas puncak segala gunung (organisasi gereja-gereja), dan ia itu akan ditinggikan di atas segala bukit (sekte-sekte atau organisasi-organisasi). Ditinggikan, bukan oleh dunia, melainkan oleh Roh Allah dalam kuasa, kebenaran, dan keadilan, dan banyak orang akan mengalir masuk ke dalamnya. Allah telah membicarakannya melalui perantaraan nabi-Nya yang suci, oleh sebab itu adalah bodoh, dan sesat jika seseorang mempermasalahkannya, atau mencoba untuk menjelaskan menyimpang dari artinya menurut firman yang suci. 

Nubuatan yang sama inipun digambarkan di dalam pasal dua dari buku Yesaya dari mana kami kutip berikut ini. “Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan saja yang akan ditinggikan.” Yesaya 2 : 11. Jika setiap perkara yang bersifat kemanusiaan akan direndahkan dan ditundukkan, dan hanya Tuhan yang ditinggikan pada hari itu, maka orang akan dapat jelas melihat bahwa nubuatan ini akan kelak menemui kegenapannya, sebab Tuhan ditinggikan di bumi oleh sidang-Nya sebagaimana digambarkan oleh nabi Yesaya. “Engkau akan juga menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allahmu. Engkau tidak akan lagi disebut Yang ditinggalkan; dan negerimu tidak akan lagi disebut Yang sunyi : Melainkan engkau akan dipanggil Hebhzibah, dan tanahmu Beulah : Karena Tuhan telah berkenan akan kamu.” Yesaya

62 : 3, 4. Apabila gunung Tuhan sedemikian ini “diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ditinggikan di atas segala bukit”, maka tak dapat diragukan lagi bahwa “banyak bangsa akan datang mengalir masuk ke dalamnya”. 

Masa yang gilang-gemilang ini yang dibicarakan oleh nabi itu, yaitu Mikha, tak lain adalah seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Yesaya pasal 60 adalah sebuah nubuatan mengenai sidang dalam masa “hujan akhir”, dari mana kita kutip : “Bangunlah, nyatakanlah cahayamu, karena terangmu ada datang, dan kemuliaan Tuhan sudah terbit atas kamu. Karena tengoklah kegelapan akan menudungi bumi, dan kelam kabut akan menudungi segala bangsa : Tetapi Tuhan akan bangkit atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atasmu. Maka segala orang Kafir akan datang kepada terangmu, dan segala raja kepada cahaya yang sudah terbit dari kemunculanmu. Angkatlah matamu sekeliling, dan lihatlah : Semua mereka itu berhimpun bersama-sama, mereka itu datang kepadamu : segala anakmu laki-laki akan datang dari jauh-jauh, dan segala anakmu perempuan akan berjalan pada sisimu.” Yesaya 60 : 1 – 4. 

“Maka setelah segala perkara ini Aku tampak seorang malaikat lain turun dari langit memiliki kuasa besar, maka bumi diterangi dengan kemuliaannya.” Wahyu 18 : 1. “Yang lagi tinggal dari Israel tidak akan melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong; juga tidak akan terdapat lidah yang menipu di dalam mulut mereka : Karena mereka akan makan dan berbaring, dan tak seorangpun akan menakut-nakuti mereka.” Zefanya 3 : 13. “Karena, tengoklah, kegelapan akan menudungi bumi, dan kelam kabut menudungi segala bangsa : tetapi Tuhan akan bangkit atasmu, dan kemuliaan-Nya akan terlihat di atasmu.” Yesaya 60 : 2. Suatu masa yang gilang-gemilang sedemikian ini berada di depan dari sidang Allah. 

Ayat 2, bagian pertama : “Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya.” Kata-kata firman yang baru dikutip ini akan diucapkan oleh segala bangsa. Bilamana sidang Allah dibersihkan dan dipenuhi dengan Roh Suci, yaitu “berpakaikan senjata kebenaran Kristus, maka sidang akan memasuki peperangannya yang terakhir. ‘Indah bagaikan bulan, cerah seperti matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya,’ ia akan maju ke seluruh dunia dengan kemenangan, dan untuk memenangkan lagi.” Prophets and Kings, halaman 725. 

Memang benar, banyak orang akan bertanya-tanya dan saling mengundang antara sesamanya, dengan mengatakan, “Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan dan ke

rumah Allah Yakub itu.” “Oleh sebab itu, segala pintu gerbangmu akan terbuka selalu; semua itu tidak akan tertutup baik siang ataupun malam; supaya dibawa masuk orang kepadamu bala tentara (secara terbatas, kekayaan) dari segala bangsa Kafir, dan supaya raja-raja merekapun dapat dibawa ..... dan Aku akan menjadikan tempat berpijak-Ku itu mulia. Pada masa itu akan datang kepadamu sambil menunduk-nunduk dirinya segala anak orang yang sudah menganiayakan dikau, dan segala orang yang sudah meremehkan dikau akan bersujud pada kakimu; dan mereka akan memanggilmu, Kota Tuhan, Sion dari Yang Maha Suci orang Israel.” Yesaya 60 : 11, 13, 14. Sesungguhnya, ini adalah masa penuaian itu yang dibicarakan oleh nabi-nabi, dan pengumpulan besar itu yang datang dari segala bangsa. “Rumah Allah Yakub” berarti sidang di mana mereka yang 144.000 itu akan dimeteraikan, –– yaitu Israel yang benar. 

Ayat 2, bagian terakhir : “Karena dari Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem.” Bilamana hukum Tuhan diberitakan oleh sidang-Nya, maka anda akan dapat melihat dengan jelas apa yang dimaksudkan dengan sebuah sidang yang benar : Yaitu umat yang benar yang akan mematuhi suara Tuhan. Zefanya, sambil memandang jauh ke depan sepanjang berabad-abad lamanya melalui mata nubuatannya meramalkan tentang sidang yang mulia ini. “Yang lagi tinggal dari Israel tidak akan lagi melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong; juga tidak akan lagi terdapat suatu lidah yang menipu di dalam mulut mereka : Karena mereka akan makan dan berbaring, dan tidak seorangpun yang akan menakut-nakuti mereka.” Zefanya 3 : 13. Tidak seorangpun perlu keliru terhadap kata-kata firman ini. Ini akan kelak digenapi sebagaimana yang tertulis. Walaupun mungkin ada orang berpikir nubuatan ini adalah pembicaraan kosong, sebab orang-orang itu mengatakan, “datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan.”

Kita baca di dalam buku Counsels to Teachers : “Ini akan menjadi perjanjian yang akan Kubuat dengan isi rumah Israel : sesudah hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, maka Aku akan memasukkan hukum-Ku ke dalam bathin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajarkan seorang akan seorang, dan saudara akan saudaranya dengan mengatakan, Hendaklah kamu mengenal akan Tuhan : Karena mereka semuanya akan mengenal Aku, dari yang terkecilnya sampai kepada yang terbesarnya, demikianlah firman Tuhan; karena Aku akan mengampuni semua kejahatan mereka dan dosa mereka tidak akan Ku ingat lagi.” Yeremia 31 : 33, 34. 

“’Dan banyak bangsa akan datang, lalu mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub itu;

maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam semua lorong-Nya; karena dari Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhan dari Yerusalem.’ Mikha 4 : 2.” Counsels to Teachers, halaman 454, 455. Perhatikan bahwa Roh Nubuatan menggunakan Mikha 4 : 2, sebagai suatu nubuatan yang pasti yang kelak akan terjadi dan akan menemui kegenapannya dengan umat Allah, dengan cara menggabungkan ayat ini dengan Yesaya 54 : 11 – 14; Yeremia 31 : 33, 34; yang mana firman-firman ini akan menemukan kegenapannya dalam masa “Seruan Keras dari Pekabaran Malaikat yang Ketiga.” 

Ayat 3, “Maka Ia akan mengadili di antara banyak bangsa, dan menghukum bangsa-bangsa yang kuat yang jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa semua pedangnya menjadi penggali, dan semua tombaknya menjadi sabit : Bahwa bangsa tidak akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, tidak akan lagi mereka itu belajar berperang.” “Maka Ia akan mengadili di antara banyak bangsa, dan menghukum bangsa-bangsa yang kuat yang jauh tempatnya.” Di dalam Yesaya 60 : 10, 12 kita mendapatkan penjelasan dari ayat itu. “Maka orang-orang asing akan membangun pagar tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau : ..... Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau melayani engkau akan binasa; sesungguhnya, bangsa-bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.” 

“Maka mereka akan menempa semua pedangnya menjadi penggali, dan semua tombaknya menjadi sabit : Bahwa bangsa tidak akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, tidak akan lagi mereka itu belajar berperang.” Ayat ini bunyinya bertentangan dengan Yoel 3 : 10, “Tempalah olehmu segala cangkulmu menjadi pedang dan semua sabitmu menjadi tombak : Hendaklah orang yang lemah mengatakan dirinya kuat.” 

Firman ini mengungkapkan dua kelas orang-orang. Kelas yang satu akan datang mengalir masuk ke dalam sidang berkelompok-kelompok besar : yaitu Raja-Raja, para panglima tentara yang telah membangun senjata-senjata yang membinasakan itu dan yang telah mempersiapkan perang. Kini Injil telah menang atas mereka. Sementara mereka menggabungkan diri dengan sidang mereka mengumpulkan semua peralatan perang mereka, lalu menempanya menjadi penggali dan sabit-sabit. “Kekejaman tidak akan lagi terdengar di dalam negerimu, ataupun kehancuran dan kebinasaan di dalam lingkungan perbatasan-perbatasanmu; melainkan kamu akan memanggilkan semua tembokmu Keselamatan, dan semua pintu gerbangmu Pujian.” Yesaya 60 : 18. Kelas orang-orang yang lainnya, di luar sidang, mereka mempersiapkan diri untuk perang, sambil menempa semua cangkulnya menjadi pedang dan semua sabitnya menjadi tombak. Umat yang satu mempersiapkan diri untuk diubahkan, sebaliknya umat yang lainnya mempersiapkan diri untuk memenangkan peperangan. Oleh sebab itu kedua firman itu berjalan sejajar dan akan digenapi pada

waktu yang sama. Demikianlah dunia akan terbagi ke dalam dua kelas besar yang terpisah dan mencolok : yang memisahkan gandum dari lalang, kambing dari domba. 

Ayat 4, “Melainkan mereka itu akan duduk masing-masingnya di bawah pokok anggurnya dan di bawah pokok aranya; dan seorang pun tiada yang akan mengejutkan mereka itu : karena mulut Tuhan semesta alam yang telah mengatakannya.” Arti dari ayat ini ialah bahwa sidang Allah akan berada dalam kesentausaan yang mutlak, dan tidak seorangpun perlu takut. Ingatlah bahwa mereka yang 144.000 itu dimeteraikan sebelum waktu yang di atas ini, dan kehidupan mereka adalah pasti; tak seorangpun dapat menyakiti mereka atau menyentuh kehidupan mereka yang sekarang, maupun kehidupan mereka yang akan datang, karena mereka adalah orang-orang suci yang hidup, yang akan diubahkan. Karena memperoleh jaminan ini, maka tak seorang pun dapat membuat mereka itu takut, dan mereka akan berhasil dengan kemenangan. Mengutip Yesaya 60 : 17 bagian terakhir, dan ayat 18 yang mengatakan : “Aku juga akan menjadikan segala penghulumu damai dan segala pemerintahmu benar. Kekerasan tidak akan terdengar lagi di dalam negerimu, ataupun kerusakan atau kebinasaan pada segala perbatasanmu, melainkan segala pagar tembokmu kelak kau sebut Keselamatan, dan segala pintu gerbangmu Kepujian.” 

Ayat 5, “Karena semua orang akan berjalan masing-masingnya dengan nama dewanya, maka kita akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.” Ayat ini adalah jelas sekali, bahwa dunia akan dibagi menjadi dua kelas besar yang terpisah. Umat Allah tidak akan memiliki apapun yang sama dengan orang-orang jahat, maka mereka akan mengatakan, “semua orang akan berjalan masing-masingnya dengan nama dewanya”. Tetapi kita hendak berjalan dengan nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.” 

Ayat 6, “Pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menghimpunkan dia (perempuan) itu yang sesat, dan Aku akan mengumpulkan dia (perempuan) yang terhalau keluar, dan dia (perempuan itu) yang sudah Ku susahkan,” berarti sidang yang ada sekarang dalam kondisinya yang sekarang. “Aku akan membuatnya menjadi yang tersisa” : Artinya, sesudah pemisahan (pembersihan), maka mereka yang tertinggal itu, –– mereka yang 144.000 itu akan mejadi yang tersisa. Kesusahan itu ialah masa pembersihan sidang. 

Ayat 7, “Maka perempuan yang sesat itu akan Ku jadikan suatu yang sisa, dan dia (perempuan) yang telah terbuang jauh itu menjadi suatu bangsa yang kuat : maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu di gunung Sion semenjak dari masa itu sampai selama-lamanya.” “Perempuan itu yang terbuang jauh”, –– yaitu sidang yang ada sekarang yang telah “terbuang”, atau sebagaimana terbaca di dalam Wahyu 3 : 16, “Aku hendak meludahkan kamu dari dalam mulut-Ku”, –– berarti keadaan Laodikea yang ada sekarang. Tetapi dalam kemurahan-Nya Ia hendak

mengumpulkan mereka yang lagi tinggal itu (mereka yang tersisa) lalu menjadikan sidang itu suatu “bangsa yang kuat” oleh pengumpulan segala bangsa Kafir ke dalam pekabaran itu. Suatu bala tentara besar dari 144.000 orang yang dipenuhi dengan Roh Suci akan memberitakan pekabaran itu dengan berani di seluruh dunia, maju dengan kemenangan serta untuk memenangkan lagi. “Sesuatu yang sedikit akan menjadi seribu, dan sesuatu yang kecil akan menjadi suatu bangsa yang kuat; bahwa Akulah Tuhan akan mengadakan perkara pada masanya dengan segeranya.” Yesaya 60 : 22. “Maka Tuhan akan memerintah atas mereka itu semenjak dari saat itu sampai selama-lamanya” : Kristus sendiri akan kelak mengawasi kawanan domba itu sekali dan selama-lamanya. “Allah telah berjanji bahwa di mana para gembala didapati tidak benar, maka Ia akan mengawasi sendiri kawanan domba itu.” Testimonies, jilid 5, halaman 80. 

Ayat 8, “Maka engkau, hai tugu dari segala kawanan domba, kubu dari puteri Sion, kepadamu ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang semula; kerajaan itu akan datang kepada puteri Sion.” Ayat ini sudah terkenal kepada semua. Suatu nubuatan dari hal Kristus, –– “Hai tugu dari kawanan domba ........ kepadamulah ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang semula.” “Pemerintahan yang semula” ialah pemerintahan Adam yang telah hilang itu. Janjinya ialah bahwa Kristus akan mengembalikan semuanya itu, lalu pada gilirannya, melalui warisan, ia itu akan datang kepada sidang (umat-Nya). “Kerajaan itu akan datang kepada puteri Yerusalem.” 

Ayat 9, “Sekarang mengapakah engkau menangis tersedih-sedih? Tidak adakah raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu? Karena engkau kedatangan sakit seperti seorang perempuan yang hendak beranak.” Masa tangis dan sakit ini tidak mungkin lain daripada masa yang ada di depan kita, yaitu masa pembersihan sidang. “Tengoklah, Aku akan mengirimkan utusan-Ku, maka ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; maka Tuhan yang kamu cari itu akan datang secara tiba-tiba ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu senangi itu. Tengoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api tukang besi, dan bagaikan sabun binara.” Maleakhi 3 : 1, 2. 

Proses pembersihan ini tidak akan merupakan masalah gampang bagi pihak orang-orang berdosa, karena “api tukang besi dan sabun binara” akan digunakan; maka apabila Allah masuk dengan proses penyucian ini, Ia hendak memiliki suatu umat yang suci dan bersih. Kemudian akan ada suatu masa yang gilang-gemilang penuh kesukaan dan kegembiraan dalam Tuhan, seperti halnya dengan perempuan yang sakit hendak beranak, tetapi apabila

anaknya lahir terjadilah kesukaan besar. Tetapi timbul pertanyaan, “Sekarang mengapakah engkau menangis tersedih-sedih? Tidak adakah raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu?” Walaupun tampaknya sakit sekali namun tidak perlu takut, karena sidang Allah memiliki seorang Raja dan seorang penghulu yang tidak pernah “tidur ataupun mengantuk”. Dapur api itu diawasi dengan seksama. Orang berdosa akan binasa, tetapi orang benar itu akan dipeliharakan. 

Ayat 10, “Rasailah sakit, dan berusahalah untuk melahirkan, Hai puteri Sion, bagaikan seorang perempuan kesakitan hendak beranak. Karena sekarang kamu harus ke luar dari negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga kepada Babil; di sana kamu akan dilepaskan, di sana Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.” Ayat ini menunjukkan, bahwa sesudah pembersihan, sidang tidak akan segera diubahkan dan diangkat ke Yerusalem baru yang di dalam surga, melainkan ia itu dibiarkan untuk melaksanakan tugasnya yang telah ditentukan di sini di bumi. “Karena sekarang kamu harus pergi ke luar dari negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga kepada Babil; di sana kamu akan dilepaskan; di sana Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.”

 “Rasailah sakit dan berusahalah untuk melahirkan, hai puteri Sion, bagaikan seorang perempuan kesakitan hendak beranak.” Penjelasan dari ayat ini terdapat di dalam Yesaya 66 : 7, 8. Kita kutip ayat 7 : “Sebelum ia menggeliat kesakitan, ia sudah melahirkan; sebelum sakitnya untuk melahirkan tiba, ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.” Perempuan ini “melahirkan sebelum ia menggeliat kesakitan; sebelum sakitnya datang ia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki.” Perempuan ini ialah sidang Wasiat Lama di zaman Kristus. Kristus ialah bayi laki-laki itu yang telah dilahirkannya, tetapi ia tidak menggeliat kesakitan, ia juga tidak merasai sakit sebelumnya. Artinya, ia tidak mengenal Dia; ia tidak merasa sakit hendak melahirkan. Sebagimana hal ini merupakan suatu keajaiban bagi seorang perempuan untuk melahirkan bayi dengan cara yang sedemikian ini, demikian pula halnya suatu keajaiban bahwa Kristus telah dilahirkan oleh ibu yang tidak sepatutnya itu (sidang Yahudi : sebab ia telah murtad). Mengutip ayat 8 : “Siapakah yang telah mendengar akan hal yang sedemikian ini? Siapakah yang telah melihat perkara-perkara yang sedemikian ini? Dapatkah bumi dilahirkan dalam sehari saja? Atau dapatkah suatu bangsa dilahirkan secara tiba-tiba? Karena segera setelah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.” Sementara hal itu merupakan suatu keajaiban bagi sidang Yahudi untuk melahirkan Kristus; maka terdapat suatu keajaiban yang jauh lebih besar lagi dengan sidang yang disebut

di dalam ayat ini, karena sementara ia yang terakhir ini menggeliat kesakitan dilahirkannyalah anak-anaknya. Adalah suatu keanehan bagi perkara yang sedemikian ini, karena adalah tidak mungkin bagi bumi untuk dilahirkan dalam sehari saja, atau bagi suatu bangsa untuk dilahirkan secara tiba-tiba. Tetapi bagaimanapun juga ia itu akan terjadi, “karena segera setelah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.” 

Secara manusia, untuk menyelesaikan pekerjaan Injil dalam generasi ini (generasi ini sudah hampir berlalu) akan merupakan suatu tugas yang tidak mungkin; tetapi nubuatan menyatakan semua yang tidak mungkin itu akan diselesaikan. Sidang yang menggeliat kesakitan lalu melahirkan anak-anaknya itu ialah sidang yang hidup dalam masa Seruan Keras dari pekabaran malaikat yang ketiga. Akan ada suatu pengumpulan besar-besaran yang akan diselesaikan hanya dalam waktu singkat. “Dan sesudah segala perkara ini aku tampak seorang malaikat lain turun dari surga dengan kuasa besar; maka bumi diterangi dengan kemuliaannya.” Wahyu 18 : 1. “Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Datanglah, dan marilah kita naik ke Gunung Tuhan dan ke rumah Allah Yakub itu.” 

Ayat 11, “Sekarangpun banyak bangsa berhimpun melawan dikau, serta katanya, Biarkanlah dia (perempuan itu) dinajiskan, dan biarlah mata kami memandang kepada Sion.” Segera setelah sidang Allah sebagai suatu badan (bukan secara pribadi-pribadi) menghindari diri dari genggaman Iblis (karena mereka yang najis itu tidak akan lagi masuk ke dalam), lalu menjadi bersungguh-sungguh, dipenuhi dengan Roh Allah, maka naiklah amarah musuh yang tua itu, dan ini akan mendatangkan kegenapan dari Wahyu 12 : 17 itu. “Maka naiklah amarah naga itu terhadap perempuan itu, lalu pergi memerangi yang lagi tinggal dari benihnya, yaitu mereka yang memeliharakan perintah-perintah Allah, dan memiliki kesaksian Yesus.” 

Masa kesukaran ini juga digambarkan oleh Roh Nubuat. Buku Early Writings, halaman 33, 34 : “Maka pada permulaan dari masa kesukaran itu, kita dipenuhi dengan Roh Allah sementara kita maju dan memberitakan Sabat itu dengan lebih sempurna lagi ..... Orang-orang jahat menyangka bahwa kita telah mendatangkan pehukuman-pehukuman atas mereka, maka mereka bangkit lalu bersepakat untuk menyingkirkan kita dari bumi, mereka mengira bahwa kemudian dari itu semua yang jahat itu akan dapat dihentikan. Dalam masa kesukaran itu kita semua melarikan diri meninggalkan kota-kota dan kampung-kampung, tetapi kita dikejar dari belakang oleh orang-orang jahat, yang memasuki rumah-rumah orang-orang suci dengan pedang.” Juga Early Writings, halaman 282, 283 : “Aku tampak orang-orang suci itu meninggalkan

kota-kota dan kampung-kampung, lalu berkumpul bersama-sama secara berkelompok, dan mereka hidup di tempat-tempat yang sangat terpencil. Malaikat-malaikat mempersiapkan bagi mereka makanan dan air, sebaliknya orang-orang jahat menderita kelaparan dan kehausan. Kemudian aku tampak para pemimpin di bumi berkonsultasi bersama-sama, dan Setan berikut malaikat-malaikatnya sibuk mengelilingi mereka itu. Aku tampak suatu tulisan, yang salinan-salinannya disebarkan di berbagai tempat di dalam negeri, yang memerintahkan bahwa jika orang-orang suci itu tidak mau melepaskan iman mereka yang aneh itu, melepaskan Sabat mereka, lalu mematuhi hari yang pertama dari minggu, maka setelah suatu waktu tertentu semua orang bebas untuk membunuh mati mereka itu.” Yeremia juga menggambarkan masa yang sukar ini. “Gembala-gembala dengan kawanan domba mereka akan datang kepadanya (perempuan itu); mereka akan mendirikan kemah-kemah mereka menentang dia (perempuan itu) berkeliling; mereka akan makan masing-masing di tempatnya.” Yeremia 6 : 3. 

Ayat 12, “Tetapi tiada diketahui mereka akan pikiran Tuhan, dan tiada mereka itu mengerti akan bicara-Nya : Karena Ia akan mengumpulkan mereka itu seperti ikatan-ikatan gandum ke tempat pengirikannya.” Orang-orang jahat tidak dapat memahami Allah. Sementara mereka berusaha untuk membinasakan umat-Nya, mereka sesungguhnya sedang mendirikan tiang-tiang gantungan bagi diri mereka sendiri. Sebagaimana Haman yang jahat itu telah mempersiapkan tiang gantungan untuk membunuh Mordekai, orang Yahudi itu, yang hanya berhasil untuk menggantung lehernya sendiri pada tiang itu, demikian itu pula orang-orang jahat akan menjadi bingung pada hari Allah, karena mereka tidak mengetahui segala pikiran Tuhan. 

Ayat 13, “Bangkitlah engkau dan iriklah, hai puteri Sion : karena Aku akan membuat tandukmu dari besi, dan Aku akan membuat kuku-kuku kakimu dari tembaga : maka engkau akan memalu sampai berkeping-keping banyak orang; dan Aku akan mengabadikan keuntungan mereka itu bagi Tuhan, dan harta benda mereka itu kepada Tuhan seluruh bumi.” Sidang Allah akan mengirik, mengumpulkan, mengikat berberkas-berkas, membakar dan membinasakan. Orang-orang jahat  akan binasa dan akan jadi seolah-olah mereka itu tidak pernah ada. “Karena bangsa dan kerajaan yang tidak mau berbakti kepadamu akan binasa; sesungguhnya, semua bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.” Yesaya 60 : 12.

RINGKASAN DARI PELAJARAN-PELAJARAN REFORMASI

Apakah Yang Membuat Orang Menjadi Kafir? 

Yang ditanyakan, Hal apakah yang membuat orang-orang menjadi kafir? Pertama sekali, kita akan mencarikan definisi dari perkataan ini. “Kafir”, –– ialah “seseorang yang tidak memiliki keyakinan agama.” Standard Dictionary. Jika ini benar, maka seseorang yang menganut sesuatu agama, apapun jenis agamanya, ia adalah bukan seorang kafir. Adalah suatu kenyataan yang dapat diterima, bahwa orang-orang yang tinggal di dalam sesuatu pelosok bumi yang gelap, jauh dari peradaban, atau kekristenan sekalipun, mereka bukanlah orang-orang yang tidak beragama. Artinya, sebagai suatu kebiasaan mereka itu percaya kepada sesuatu jenis mahluk yang maha besar, atau sesuatu kuasa yang maha luar biasa. Hal ini memang demikian, maka kita harus akui bahwa dunia kekafiran sama sekali tidak membantu kemerosotan akhlak yang besar sekarang ini yang dengan begitu cepat memasuki seluruh bangsa-bangsa. Kekafiran berasal mulanya di negeri-negeri yang beradab. Akan diusahakan di sini untuk menunjukkan siapa yang langsung bertanggung jawab atas kejahatan yang meluas ini, yang bagaikan penyakit kanker yang sedang memakan habis moral dari segala bangsa. 

Argumentasi berikut ini telah dikemukakan kepada para hadirin di sesuatu kota metropolitan tertentu baru-baru ini oleh seseorang yang memakai pakaian orang Indian, dan yang mengakui dirinya seorang keturunan setengah Indian. Orang ini mengatakan, “Bumi kita ini berputar pada porosnya sekali setiap dua puluh empat jam. Selama siang hari kita berdiri di atas puncak bumi dengan matahari di atas kepala, tetapi pada malam hari kita berdiri di bawah bumi, sambil bergantungan pada kaki kita dengan bulan dan bintang-bintang berada di bawah kita di dalam angkasa. Jika anda menjumpai seorang Kristen pada tengah hari, dan menanyakan kepadanya, ke mana ia sedang pergi, maka ia akan mengatakan kepadamu bahwa ia sedang pergi ke surga. Jika anda menanyakan kepadanya, Di manakah surga itu? Ia akan menunjuk ke atas arah ke matahari dan mengatakan, ‘Di sanalah surga’. Tetapi apabila anda menjumpai dia dua belas jam kemudian, pada tengah malam, sementara ia berada di bawah bumi, lalu menanyakan kepadanya pada saat itu di mana surga berada. Kali ini ia akan menunjuk ke atas ke arah bintang-bintang, karena dikiranya ia sedang menunjuk ke arah yang sama seperti yang dilakukannya pada tengah hari sebelumnya, lalu mengatakan, ‘Di sanalah surga’”. 

Kemudian ia menambahkan, “Orang-orang Kristen tidak tahu di mana surga itu berada, mereka juga tidak tahu kemana mereka itu sedang pergi. Kapanpun juga pada siang hari ataupun malam, mereka akan selalu menunjuk langsung arah ke atas. Lagi pula,

para ahli bintang telah meneropong matahari-matahari dan planet-planet beberapa tahun lamanya. Beberapa dari matahari-matahari ini adalah sedemikian jauhnya di dalam angkasa sehingga ia itu membutuhkan berjuta-juta tahun kecepatan cahaya untuk dapat sampai ke sana, tetapi mereka itu belum berhasil memotret surga (di mana tahta Allah berada). Dengan demikian jika memang ada sesuatu surga, maka ia itu harus jauh sekali sehingga jika sekiranya orang-orang Kristen ini hendak pergi ke sana dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan cahaya (186.000 mile per detik), maka mereka akan memerlukan berjuta-juta tahun lamanya untuk sampai ke sana. Ini tidak akan mungkin karena jangka waktu hidup manusia adalah terbatas kepada hanya sejumlah kecil tahun saja umurnya.” 

Apa yang dikatakan oleh orang Indian ini memang benar, sejauh yang bersangkutan dengan alasannya, dan mengenai tidak mungkinnya orang untuk dapat sampai ke surga, yaitu menurut kata orang. Ini memang memerlukan seorang siswa Alkitab yang betul-betul bijaksana untuk dapat memberikan suatu jawaban yang memuaskan kepada jenis kafir yang sedemikian ini, tetapi pemikiran yang dimaksudkan di sini ialah bahwa komunikasi antara orang Kristen dan orang Indian itu telah membuatnya (orang Indian itu) menjadi seorang kafir dan bukan menjadi seorang Kristen. Kejahatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, karena pada giliran berikutnya, orang Indian itu pun kini sedang membuat beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang menjadi kafir oleh menggunakan apa yang dinamakan terang yang telah diperolehnya dari seseorang yang disebut Kristen di atas itu. Pengalaman dari orang Indian ini mengajarkan bahwa setiap orang yang mengakui nama Kristus, jalan tindakannya dan bicaranya apabila berkomunikasi dengan dunia, akan memiliki pengaruh yang menentukan bagi kebaikan atau bagi kejelekan, maka pada giliran berikutnya, seperti halnya ombak di lautan, ombak yang satu akan menciptakan ombak yang lainnya, dan yang lainnya ini menciptakan pula yang lainnya dan seterusnya. “Lemparkanlah sebuah batu koral ke dalam danau, maka suatu gelombang akan terbentuk, lalu satu lagi yang lainnya, dan satu lagi yang lainnya, maka sementara semuanya itu bertambah, lingkaran gelombangnyapun terus meluas sampai kelak ia itu mencapai tepi. Demikian pula halnya dengan pengaruh dari kita; tanpa sepengetahuan kita ataupun pengawasan kita ia itu akan mendatangkan pada orang lain berkat atau kutuk.” Christ’s Object Lessons, halaman 343, 344. 

Terbukti ada dua kelas orang-orang Kristen. Kelas orang-orang yang satunya membuat orang-orang menjadi murid-murid Kristus, sebaliknya kelas orang-orang yang lainnya membantu menciptakan orang-orang Kafir yang melawan Kristus. Kita sebaiknya menanyakan kepada diri kita sendiri, dalam kelas yang manakah saya tergolong? 2 Korintus 13 : 5 mengatakan : “Periksalah akan dirimu sendiri kalau-kalau kamu berada dalam iman; ujilah dirimu sendiri. Atau tidakkah kamu kenal akan dirimu sendiri, bahwa Yesus Kristus berada di dalam kamu? Terkecuali kamu ada tercela?” Mengutip 2 Timotius 2 : 15, “Belajarlah untuk menunjukkan dirimu berkenan kepada Allah sama seperti seorang hamba yang tidak malu, dan yang menjalankan perkataan dari hal yang benar itu dengan sebenarnya.” Perintah ini adalah sama baiknya seperti juga setiap perintah Alkitab yang lainnya. Sedikit-dikitnya ia itu

harus sama baiknya seperti perintah yang kelima dari dua log batu itu. “Berilah hormat kepada ibu dan bapamu : supaya segala hari umurmu dapat menjadi panjang di negeri yang akan dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu.” Keluaran 20 : 12. 

Jika seorang ayah memerintahkan anaknya untuk melaksanakan sesuatu perkara dan anak itu menolak mematuhi perintahnya, maka anak itu telah menghina ayahnya yang di bumi, dan ia adalah seorang pendurhaka terhadap perintah yang kelima. Tetapi jika seseorang diminta untuk melakukan sesuatu perkara oleh Bapa samawinya lalu ia menolak untuk menyambut panggilan itu, orang yang sedemikian ini telah menghina Bapa samawinya, dan ia adalah pendurhaka melawan perintah yang pertama, “Janganlah ada padamu dewa-dewa yang lain di hadapan hadirat-Ku.” Sesungguhnya ia sedang melanggar empat perintah yang pertama, yaitu yang berupa hormat kepada Allah, sementara enam perintah yang terakhir itu adalah kasih terhadap manusia. “Karena barangsiapa yang akan mematuhi seluruh hukum, lalu masih juga melanggar salah satunya, ia adalah bersalah terhadap semuanya.” Yakobus 2 : 10. 

Mengutip bagian pertama dari 1 Petrus 3 : 15, “Tetapi sucikanlah Tuhan Allah di dalam hatimu.” Maksudnya ialah bahwa hendaklah Allah saja yang tinggal di dalam hati dan jangan ada lagi yang lain yang mencampuri. Mungkin saja bagi seseorang dapat mematuhi perintah yang terdapat di dalam 2 Timotius 2 : 15, seperti yang kami sebut di atas, tetapi tanpa penyucian hatinya bagi Tuhan Allah, jika ia tidak mau menggunakan masa hidupnya untuk belajar, maka sejauh yang berkaitan dengan perkara-perkara rohani yang dibicarakan, ia itu akan sia-sia saja. Sebaliknya, jika seseorang mau mematuhi kedua perintah ini (1 Petrus 3 : 15 dan 2 Timotius 2 : 15), maka ia harus mampu untuk memenuhi bagian terakhir dari ayat itu, “dan selalu siap untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kamu alasan dari harapan yang ada di dalam kamu dengan lemah lembut dan hormat.” 1 Petrus 3 : 15. Jenis jawaban yang kita berikan kepada setiap orang akan membuktikan apakah ada kita memeliharakan perintah-perintah Allah atau tidak. Kalau saja jawaban kita adalah sama dengan orang Kristen yang disebut di atas, maka kita juga tidak akan mengetahui di mana surga itu berada, juga tidak kita ketahui ke mana kita sedang pergi. Pengaruh dari kita akan juga sama yaitu membuat orang-orang menjadi Kafir melawan Kristus dan bukan membuat mereka menjadi murid-murid bagi Kristus. Orang Kristen yang telah mengkuduskan Tuhan Allah di dalam hatinya mampu memberikan suatu jawaban yang lebih baik kepada orang Indian yang disebutkan di atas daripada orang yang hanya disebut Kristen. 

Mengutip Yesaya 14 : 13, “Karena katamu di dalam hatimu, Bahwa aku hendak naik ke langit, aku hendak meninggikan tahtaku di atas segala bintang Allah : aku hendak duduk juga di atas gunung perhimpunan itu, pada sisi

sebelah utara.” Lucifer bermaksud naik sampai ke sebelah utara karena di sanalah terdapat tahta Allah, dan di mana tahta Allah berada di sanapun terdapat surga. Kalau saja orang Kristen itu telah menunjuk arah ke utara pada siang hari sama dengan arah kompas, dan pada arah yang sama pada tengah malam, atau pada setiap saat, maka ujung yang terakhir dari semua garis akan bertemu pada titik yang sama. Jawaban ini sudah akan tepat dan juga merupakan petunjuk. Cemeti melawan surga seperti juga kebingungan sudah akan dapat dihindarkan, dan banyaknya kebaikan yang berasal dari suatu jawaban yang bijaksana tidak dapat diperkirakan. Suatu jawaban kepada orang Indian ini, dan semua petunjuk arah ke surga akan diberikan pada akhir dari pasal ini. 

Lucifer mengatakan ia hendak naik sampai ke sisi sebelah utara. Ia sudah akan dapat naik ke sana kalau saja ia telah mematuhi Tuhan. Tetapi tidak, Lucifer berpikir ia lebih mengetahui daripada Allahnya, maka ia ingin membuat suatu perbaikan di dalam surga. Jujur dalam kesesatannya, ia mencoba suatu tugas yang tidak mungkin. Di dalam Yesaya 14 : 15 kita baca : “Bahkan engkau akan tercampak ke dalam neraka, ke dalam sisi dari lubang yang dalam itu.” Akibatnya, bukannya naik sampai ke utara di mana ia ingin untuk ke sana, tetapi ia justru turun ke dalam lubang yang dalam (dalam arah yang bertentangan). Demikian pula banyak orang Kristen di waktu ini, seperti halnya Lucifer, mereka berpikir mereka sedang pergi naik sampai ke sisi sebelah utara itu (Surga) tetapi dalam jalannya sendiri, mereka ingin memperbaiki hikmah pengetahuan yang berasal dari Allah yang Hidup. Mereka lebih senang untuk pergi ke surga daripada mereka harus memperlajari dan mematuhi petunjuk yang terbuka yang dikaruniakan kepada mereka di dalam Firman Allah. Sungguhpun jujur dalam konsep pengertian mereka yang salah mengenai arah surga itu, mereka akan kelak menemukan dirinya di bawah di dalam lubang (neraka). Kekecewaan bagi orang yang sedemikian ini akan jauh lebih besar daripada yang dapat kita sadari. Hanya pengalaman yang dapat menceriterakan kekecewaan dan kesedihan pada sesuatu masa yang sedemikian ini. Kelas orang-orang Kristen ini bukan saja merusak terhadap diri mereka sendiri, melainkan juga berbahaya bagi orang lain, dan mereka adalah orang-orang yang oleh Tuhan dikatakan, “Kamu berasal dari bapamu Iblis, dan segala hawa napsu bapamu itulah yang kamu turut.” Yohanes 8 : 44. 

Mengutip 2 Korintus 13 : 5, “Periksalah akan dirimu sendiri kalau-kalau kamu berada dalam iman; ujilah dirimu sendiri. Atau tidakkah kamu kenal akan dirimu sendiri, bahwa Yesus Kristus berada di dalam kamu, terkecuali kamu ada tercela?” Kita, sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh, tidak mau berbuat salah terhadap surga ataupun berlaku tidak adil

terhadap diri kita sendiri kalau saja kita mau memperhatikan pengalaman Kristen kita supaya kita dapat mampu menceriterakan ke mana kita sedang menuju. Kita sebagai umat telah dihargai oleh surga dengan suatu pekabaran istimewa bagi dunia dalam generasi ini. Kita menyebut pekabaran ini “Pekabaran Malaikat yang Ketiga” yaitu suatu kombinasi dari pekabaran malaikat yang pertama, yang kedua, dan pekabaran malaikat yang ketiga dari Wahyu 14 : 6 – 12. Bagian dari pekabaran yang kita bawa ini dapat diklasifikasikan dalam lima pokok : (1) masa akhir zaman; (2) pehukuman (hari pengampunan, semenjak tahun 1844); (3) kedatangan Kristus yang kedua kali dalam generasi ini; (4) pengembalian Sabat yang benar itu; (5) memanggil umat Allah keluar dari Babil (penyembahan berhala) yang kita definisikan sebagai Hari Minggu, Paskah, merayakan Hari Natal, dan lain-lain. Karena mereka telah menolak untuk mengakui dan mereka meninggalkan praktik-praktik merayakan apa yang disebut hari-hari besar Kristen, inilah yang merupakan sebab utama dari kerubuhan Babil. Panggilan itu ialah supaya menjauhkan diri dari praktik-praktik kekafiran ini dan kembali kepada peribadatan yang benar kepada Allah. 

Kita mengajarkan perpuluhan bagi menunjang pekerjaan Injil. Kita mengakui bahwa kita adalah umat yang memeliharakan perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus, yang mana yang terakhir ini merupakan karunia dari Roh Nubuat itu; juga ajaran-ajaran mengenai reformasi kesehatan, reformasi pakaian, dan sebagainya. Maksud utama dan satu-satunya maksud dari ajaran-ajaran ini ialah mempersiapkan suatu umat yang istimewa bagi kemuliaan dan hormat milik Allah sendiri; untuk mempersiapkan suatu umat untuk bertemu dengan Tuhan tanpa merasai mati, atau, untuk bangkit dalam kebangkitan istimewa dari Daniel pasal 12. “Tetapi kamu adalah suatu generasi yang terpilih, suatu keimmamatan kerajaan, suatu bangsa yang suci, suatu umat yang istimewa; supaya kamu memasyurkan segala kebaikan Tuhan yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib itu.” 1 Petrus 2 : 9. 

Pekabaran ini akan menerobos sampai ke semua pelosok bumi, karena olehnya juga dunia akan diadili. Orang-orang yang menolak akan dihukum mati, maka ini adalah suatu pekabaran yang jauh lebih menakutkan daripada yang kita sadari. Inilah isi dan tujuan dari pekabaran yang akan kita bawa kepada setiap suku bangsa, bahasa, dan bangsa, maka penyampaiannya ke hadapan masyarakat umum dengan semua keajaibannya akan memperoleh efek yang besar sekali. Orang banyak mendengarkannya dengan minat yang penuh dan mereka memperhatikannya dengan pikiran yang tidak terbagi-bagi, mereka dengan bersungguh-sungguh ingin menangkap setiap pemikiran yang diucapkan. Karena senang kepada kebenaran, maka mulailah mereka menyelidiki

lebih dalam akan Firman. Mereka melengkapi dirinya sendiri dengan buku-buku Roh Nubuat, lalu dengan perhatian yang besar mulailah mereka menyelidiki setiap halaman yang suci itu.

Sambil percaya sesuai yang telah diajarkan kepada mereka bahwa ini adalah hari pehukuman itu, maka mereka ingin melihat umat Allah menghindari diri mereka dari semua dosa oleh mematuhi Firman-Nya yang Ilahi, dan khususnya mematuhi semua petunjuk yang diberikan kepada sidang oleh perantaraan juru kabar-Nya dalam generasi ini. Sementara mereka menyelidiki melalui tulisan-tulisan dari Roh Nubuat, maka mereka dengan sendirinya akan sampai pada bagian-bagian tulisan yang berikut ini : Counsels on Health, halaman 277 : “Pendapat-pendapat kita untuk membangun dan mempersiapkan lembaga-lembaga kita hendaklah dibentuk dan diberi model menurut pengetahuan yang praktis dan benar, tentang bagaimana artinya berjalan dalam kesederhanaan dengan Allah. Jangan pernah berpikir akan perlunya memberikan suatu bentuk yang terlihat mewah.  Jangan pernah bentuk lahiriah diharapkan sebagai alat keberhasilan. Ini adalah penipuan. Keinginan untuk membuat suatu bentuk lahiriah yang mewah yang dalam setiap caranya tidak pantas bagi pekerjaan yang diberikan Allah kepada kita untuk dilaksanakan, suatu keadaan lahiriah yang hanya dapat dilakukan dengan membelanjakan uang yang besar, ialah suatu kelaliman yang tidak berkemurahan hati. Ini adalah bagaikan penyakit kanker yang senantiasa makan sampai ke dalam bagian-bagian tubuh yang vital.” 

“Orang-orang biasa pada umumnya lebih menyukai kesenangan daripada kemewahan dan pameran. Adalah keliru untuk menyangka bahwa oleh menjaga suatu keadaan lahiriah yang menarik, maka akan banyak pasien yang dapat ditarik, dan karenanya banyak uang akan diperoleh. Tetapi walaupun cara yang ditempuh ini akan mendatangkan banyak langganan, kita hendaknya jangan berpikir untuk menghiasi sanitarium-sanitarium kita sesuai dengan bayangan-bayangan kemewahan abad ini.” 

Testimonies, jilid 5, halaman 188 berbicara mengenai Abraham, Ishak, dan Yakub, “Mereka itu hidup hanya bagi kemuliaan Allah, dan mereka menyatakan dengan jelas bahwa mereka adalah orang-orang asing dan peziarah-peziarah di bumi, yang sedang mencarikan suatu negeri yang lebih baik, yaitu suatu negeri samawi. Pembawaan mereka memberitakan iman mereka ..... Tetapi bagaimanakah keadaan umat Allah di waktu ini mempertahankan kehormatan nama-Nya? Bagaimanakah dunia dapat menduga, bahwa mereka adalah suatu umat yang istimewa? Bukti apakah yang dapat mereka berikan mengenai kewarga-negaraan di dalam surga? ..... Sementara persoalanmu yang sedang berjalan dikemukakan kepada saya, maka saya ditunjukkan kepada tempat-tempat tinggal yang baru-baru ini dibangun oleh anggota-anggota kita di kota itu. Bangunan-bangunan itu memperlihatkan bagitu banyak monumen-monumen dari ketidak-percayaanmu terhadap doktrin-doktrin yang kamu mengaku

pegang. Semua itu sedang mengkhotbahkan pidato-pidato yang lebih efektip daripada setiap khotbah yang disajikan di atas mimbar. Saya melihat bagaimana orang-orang dunia menunjuk kepada bangunan-bangunan itu dengan ejekan dan cemohan, sebagai suatu penolakan terhadap iman kita. Bangunan-bangunan itu memberitakan bahwa para pemiliknya sudah mengatakan di dalam hati mereka, –– ‘Tuhanku memperlambat kedatangan-Nya’.” 

Testimonies, jilid 7, halaman 59, 91, 92 : “Tuhan telah memerintahkan kepada saya untuk mengamarkan kepada mereka yang dalam waktu yang akan datang akan mendirikan sanitarium-sanitarium di tempat-tempat yang baru, supaya memulaikan pekerjaan mereka dengan kesederhanaan, sambil mempersembahkan kemampuan-kemampuan mereka bagi pelayanan-Nya. Bangunan-bangunan yang dibangun janganlah terlalu besar atau terlalu mahal. Sanitarium-sanitarium dengan ruangan-ruangan kecil harus didirikan berkaitan dengan sekolah-sekolah latihan kita.” ..... “Kita harus juga ingat bahwa pekerjaan kita harus berkaitan dengan iman kita. Kita percaya bahwa Tuhan akan segera datang, maka tidakkah seharusnya iman kita dicerminkan pada bangunan-bangunan yang kita dirikan itu? Maukah kita membelanjakan sejumlah besar uang ke dalam sebuah bangunan yang tak lama lagi akan dimakan habis di dalam lautan api yang besar? Uang-uang kita berarti jiwa-jiwa, maka ia itu harus digunakan untuk membawakan pengetahuan kebenaran kepada orang-orang yang berada di bawah tuduhan hukuman Allah karena dosa.” 

Testimonies, jilid 9, halaman 71 : “Allah merencanakan agar kita hendaknya belajar dari pelajaran-pelajaran mengenai kegagalan-kegagalan di masa lalu. Adalah tidak berkenan kepada-Nya jika lembaga-lembaga-Nya memiliki banyak hutang. Kita telah mencapai waktu di mana kita harus menggariskan sifat yang tegas dari pekerjaan itu dengan cara menolak untuk mendirikan bangunan-bangunan yang luas dan mahal-mahal. Janganlah kita mengulangi segala kesalahan dari masa lalu, lalu makin hari makin terlibat ke dalam hutang.” 

Adalah kewajiban dari para pembaca untuk menanyakan kepada umat Allah mengapa petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh dia yang telah kita akui sebagai nabi Allah bagi zaman ini ternyata tidak dilaksanakan. Kini kita berhadapan muka dengan muka dengan ayat kita, “Dan bersiaplah selalu untuk memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kamu alasan dari harapan yang ada di dalam kamu itu dengan lemah lembut dan hormat.” 1 Petrus 3 : 15. Jawaban apakah yang dapat kita berikan yang dapat memperlihatkan lemah lembut dan hormat yang terdapat di dalam hati umat Allah? Dapatkah jawaban kita itu menggariskan suatu sifat dari pekerjaan Allah dan umat-Nya? Dapatkah jawaban itu menegakkan kepercayaan dari si penanya terhadap pekabaran dan umat yang memikul tanggung jawab yang besar ini? Apakah yang akan kita katakan? Baik dengan perkataan ataupun secara diam

jawaban itu hanya dapat berupa, “Ya, itulah yang dikatakan nabi itu, tetapi bukan itu yang kita lakukan.” Dapatkah jawaban yang sedemikian ini memberikan suatu kesan bahwa kita percaya ini adalah hari pengampunan itu, dan bahwa setiap orang harus mengakui segala dosanya? Dapatkah orang itu sekarang menyambut kebenaran lalu menjadi seorang Kristen? Atau maukah ia bersama-sama dengan orang Indian yang disebut di atas menjadi seorang kafir? Mungkin sekali yang terakhir inilah yang dipilih, lalu kebenaran ditolak. Tetapi ini bukanlah di mana kejahatan itu berakhir. 

Seorang yang lain datang lagi dengan pertanyaan berikut ini : “Anda mengkhotbahkan bahwa Hari Natal adalah bukan hari lahir Kristus yang sebenarnya; bahwa itu adalah hari lahir dari seorang penipu, suatu hari ciptaan kafir, dan suatu penyembahan berhala. Anda telah mengatakan kepada kami bahwa orang-orang Kristen tidak boleh ikut serta ambil bagian di dalamnya, dan karena alasan inilah kita dianggap keluar meninggalkan Babil yang sudah rubuh itu. Kemudian mengapakah anda berbuat yang sama seperti orang-orang yang berada dalam Babil itu? Anda mengirimkan hadiah-hadiah dan menerima hadiah-hadiah, anda mengirimkan dan menerima ucapan-ucapan selamat Natal sama saja seperti orang-orang itu yang tidak mengetahui perbedaannya.” Jawaban apakah yang harus kita berikan kepada si penanya yang kedua ini yang dapat menguatkan imannya kepada apa yang kita percaya? 

Apakah kita menjawab pertanyaan ataupun tidak, perbuatan-perbuatan kita telah menyatakan, “Benar, itulah yang kita khotbahkan, tetapi bukan itu yang kita praktekkan.” Bukankah ini suatu kemunafikan dalam bentuk yang extrim? Dapatkah jawaban kita sekarang mendorong jiwa yang malang ini untuk menerima, atau untuk menolak kebenaran? Adalah sangat mungkin ia akan menolak kebenaran lalu menggabungkan diri dengan barisan-barisan kekafiran yang ada sekarang yang mungkin belum pernah ia lakukan sebelumnya. Apa yang benar tentang Hari Natal, inipun benar terhadap Hari Paskah dan sebagainya, tetapi yang sedang berjalan inipun tidak berhenti di sini saja. 

Orang yang ketiga dalam urutan di atas datang lagi dengan tulisan-tulisan berikut ini : Testimonies, jilid 6, halaman 215, 216, “Kantor-kantor daerah kita mengharapkan sekolah-sekolah bagi pengerja-pengerja yang terdidik dan terlatih baik, maka mereka hendaknya memberikan kepada sekolah-sekolah itu bantuan yang sangat bijaksana dan dengan penuh perhatian. Terang telah diberikan dengan jelas bahwa orang-orang yang melayani di sekolah-sekolah kita, yang mengajarkan firman Allah, yang menjelaskan Injil, yang mendidik siswa-siwa dalam perkara-perkara Allah, harus ditunjang dengan uang perpuluhan ..... Prinsip-prinsip yang sama ini jika diikuti akan membawa banyak sukses dan berkat bagi sekolah-sekolah dan akademi-akademi pendidikan kita, prinsip-prinsip inipun harus menguasai segala perencanaan kita dan pekerjaan kita bagi sekolah-sekolah gereja.” Nabi ini yang anda katakan adalah seorang nabi Allah mengatakan demikian

dan memang begitu. Maka mengapakah anda tidak membayar guru-guru sekolahmu dengan uang perpuluhan sesuai dengan yang diperintahkan Allah? Mengapakah anda mencemarkan hari Sabat dengan cara mengumpulkan uang untuk gaji guru dalam jam perbaktian? Jika memang ini adalah nabi dari Allah, maka mengapakah anda begitu meremehkan petunjuk-petunjuk yang telah diberikannya? Tidakkah anda takut akan Allah? Sekarang apakah yang dapat dikatakan kepada si penanya ini? Kita mungkin tidak dapat mengatakan apa-apa. Tetapi itu tidak akan menyembunyikan kejahatan, sebab semua perbuatan kita telah mengungkapkan rahasia yang berikut ini, yaitu “Benar, memang itulah yang dikatakan Allah melalui nabi-Nya, tetapi bukan itu yang kita lakukan.”

Berapa banyakkah uang perpuluhan yang akan dibayar oleh orang itu, menurut perkiraan anda, setelah diketahuinya bahwa kita telah menyalah-gunakan perpuluhan itu? Dapatkah perbuatan-perbuatan yang sedemikian ini meneguhkan kepercayaannya kepada pekabaran dan kepada umat? Maukah ia sekarang mengorbankan satu hari dalam seminggu dan sepersepuluh dari penghasilannya dan mungkin kedudukannya? Jiwanya sedang dalam bahaya, dan siapakah yang bertanggung jawab? Menakutkan, bukan? 

Orang yang keempat datang lagi dengan Testimonies, jilid 1, halaman 471, 472 : “Suatu kesalahan besar telah dibuat oleh sebagian orang yang mengakui kebenaran sekarang, dengan cara menawarkan barang-barang dagangan selama berlangsungnya perkumpulan-perkumpulan, dan oleh perdagangan mereka itu mereka mengalihkan pikiran orang banyak dari tujuan perkumpulan-perkumpulan itu. Kalau saja Kristus berada di bumi, Ia sudah akan mengusir para penjaja barang-barang dagangan ini berikut para pedagangnya, apakah itu pendeta ataupun anggota-anggota, dengan sebuah cemeti dari tali-tali halus, sama seperti pada waktu Ia memasuki kaabah di masa lalu ..... ‘Lalu kata-Nya kepada mereka itu, Ada tersurat, bahwa rumah-Ku akan disebut rumah sembahyang, tetapi kamu telah membuatnya menjadi suatu sarang maling-maling.’” “Para pedagang ini mungkin saja mengemukakan alasannya bahwa semua barang-barang yang mereka jual itu adalah untuk persembahan-persembahan kurban. Tetapi tujuan mereka sesungguhnya ialah mencari untung, untuk memperoleh uang, untuk menumpuk kekayaan ..... Para pendeta telah berdiri di mimbar dan mengkhotbahkan suatu khotbah yang sangat penting, kemudian oleh menawarkan barang dagangan, dan bertindak sebagian sebagai seorang penjual, bahkan di dalam rumah Allah, mereka telah mengalihkan pikiran para pendengarnya dari kesan-kesan yang diperolehnya, dan mereka merusak hasil-hasil dari usaha mereka ..... Waktu dan tenaga mereka seharusnya dicadangkan, supaya usaha-usaha mereka dapat seluruhnya dilaksanakan di dalam pertemuan-pertemuan itu. Waktu dan kekuatan mereka seharusnya tidak boleh ditarik untuk menjual buku-buku kita karena semua buku-buku itu dapat ditawarkan kepada umum dengan sepantasnya oleh orang-orang yang tidak dibebani tugas mengkhotbahkan firman.”

Orang yang baru saja merasa tertarik ini mengemukakan pertanyaannya, “Mengapakah anda menjual buku-buku hasil publikasi anda di dalam gereja? Mengapakah anda mencemarkan Sabat dengan barang-barang daganganmu? Bukankah jam pagi hari Sabat itu adalah suci dan hanya untuk berbakti saja? Anda telah mengatakan kepada saya bahwa inilah nabi Allah bagi generasi ini. Mengapakah anda tidak mematuhi amaran itu? Bukankah buku ini ditulis oleh nabi itu terhadap siapa anda mengakui percaya?” Apakah yang harus kita katakan kepada orang ini? Adakah sesuatu yang dapat kita katakan yang dapat memaafkan kita dari kesalahan? Apakah kita akan menjawab dengan kata-kata, ataupun dengan cara diam saja, semua perbuatan kita itu telah menyatakan tindakan yang berikut ini, yaitu “Benar, memang itulah yang dikatakan nabi Allah, tetapi bukan itu yang kita lakukan.” Kita telah menyanyikan nyanyian kita sendiri, tetapi bagaimanakah dengan jiwa dari sipenanya ini? 

Orang berikutnya datang lagi dengan Testimonies, jilid 8, halaman 141, 142 : “Orang-orang yang berpegang teguh kepada kebenaran jangan sekali dikesampingkan demi untuk membantu orang-orang dunia. Harga-harga janganlah ditetapkan terlalu tinggi untuk menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan, sehingga kebanyakan saudara-saudara yang miskin tidak dapat memperoleh manfaat-manfaat dari Sanitarium yang ada.” 

“Buku ini yang diakui merupakan firman Allah yang diilhami, dan yang dikatakan berisikan semua petunjuk bagi sidang pada waktu ini mengatakan bahwa lembaga-lembaga dari organisasi kita tidak boleh menetapkan harga-harganya terlalu tinggi untuk menutupi biaya-biaya yang sedang dikeluarkan. Laporan terakhir baru-baru ini menurut General Conference Bulletin dalam tahun 1930 adalah sebagai berikut : Gereja telah menerima suatu penghasilan bersih sebesar kurang lebih 116,000,000 dollar dalam jangka waktu empat tahun dari semua lembaga ini. Jika nabi Allah ini telah mengatakan, “Janganlah kamu menetapkan harga-hargamu terlalu tinggi untuk menutupi semua biayamu yang sedang dikeluarkan”, maka bagaimanakah bisa jadi kamu membuat untung sekian juta dollar dalam hanya jangka waktu empat tahun yang begitu singkat? Mengapakah kamu tidak mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah diberikan? Bukankah Allahmu telah mengatakan sesuai dengan rencana-Nya?” 

Apakah yang harus kita jawab pada waktu ini? Maukah kita mengatakan bahwa adalah lebih baik berkorban daripada menurut? Apakah memang ini yang kita ajarkan? Ataukah akan kita katakan bahwa Allah telah berubah dan Ia tidak lagi banyak menghiraukan apakah Firman-Nya mau dihargai atau tidak? Maukah kita mendengarkan kata-kata “Selamatlah” karena melepaskan domba dan membawa masuk dollar? Adakah Tuhan lebih mementingkan emas daripada domba? Apakah yang hendak kita katakan? Maukah kita katakan bahwa lembaga-lembaga kita sedang menghadapi masa cerah,

dan bahwa keputusan kita adalah lebih baik daripada keputusan Allah? Kita mungkin tidak mengatakan ini dengan kata-kata, tetapi perbuatan-perbuatan kita telah mengungkapkan apa yang terdapat di dalam hati kita. Tetapi bagaimanakah dengan jiwa yang malang ini? Maukah ia menggantungkan nasibnya bersama-sama dengan umat Allah, atau bersama-sama dengan barisan kekafiran itu? Yah, siapakah yang akan bertanggung jawab atas darahnya?

Urutan orang-orang di atas ini belum juga mencapai akhirnya, karena seseorang lain yang menaruh perhatian datang lagi dengan sejumlah besar petunjuk-petunjuknya baik dari dalam Alkitab maupun dari Roh Nubuat, ia ingin menanyakan tentang petunjuk-petunjuk bagi sidang yang berkenan dengan reformasi kesehatan. Buku-buku ini, yang dinyatakan telah ditulis bagi umat Allah untuk generasi yang terakhir ini, mengajarkan suatu reformasi kesehatan yang sangat ketat. Nabi ini telah menugaskan kepada sidang untuk mendirikan lembaga-lembaga kesehatan di mana-mana, yang terdiri dari memproduksi makanan-makanan sehat, toko-toko makanan sehat, kafetaria-kafetaria kesehatan, sekolah-sekolah dan guru-guru bagi seni masak-memasak; juga bahwa anggota-anggota sidang harus menjauhkan diri dari makanan-makanan yang oleh penguasa-penguasa kesehatan dianggap tidak sehat. 

Reformasi kesehatan harus dianjurkan di mana-mana, dan tampaknya nabi ini memang benar dalam hal ini. Nabi itu juga mengatakan bahwa barangsiapa melalaikan prinsip-prinsip kesehatan ia tidak akan dapat masuk melewati pintu-pintu gerbang dari Kota Suci, sesuai dengan pernyataan berikut dari Testimonies, jilid 5, halaman 197 : “Gantinya dia duduk di meja di mana makanan-makanan yang sehat disediakan, ia akan berlangganan kepada rumah-rumah makan, karena di sana ia dapat memuaskan selera lidahnya dengan tidak terbatas ..... Orang itu sedang berbakti pada tempat-tempat sembahyang dari selera lidah yang sudah kacau. Ia adalah penyembah berhala. Kuasa-kuasa yang mengkuduskan dan memuliakan yang dapat digunakan untuk memuliakan Allah, telah menjadi lemah dan tidak banyak lagi berfungsi. Suatu temperamen yang mudah tersinggung, suatu otak yang kacau, dan saraf-saraf yang lemah, adalah di antara akibat-akibat dari kelalaiannya terhadap hukum-hukum alam. Ia adalah tidak efisien, tidak dapat diharapkan ..... Demikianlah Allah orang Israel dipermalukan, sebaliknya kuasa Setan dihormati dan ditinggikan.” 

Testimonies, jilid 2, halaman 69 : “Suatu cara makan atau minum yang salah akan merusak kesehatan, dan bersama dengan itu pula mengganggu ketenteraman hidup yang manis ..... Beribu-ribu orang memanjakan selera lidah mereka yang kacau itu, mereka telah makan suatu porsi makanan yang baik, sesuai dengan yang mereka sebutkan, tetapi sebagai akibatnya telah menimbulkan demam, atau sesuatu penyakit

berbahaya lainnya, dan kematian yang pasti. Inilah kesenangan yang dibeli dengan harga yang tidak sedikit. Tetapipun banyak orang telah melakukan ini, dan para pembunuh diri sendiri itu, mereka dimuliakan oleh teman-temannya dan pendeta, lalu dibawa langsung ke Surga pada waktu kematiannya. Betapa aneh pemikiran seperti ini! Orang-orang gelojoh di dalam Surga! Tetapi tidak, mereka yang sedemikian ini tidak akan pernah masuk melalui pintu-pintu gerbang mutiara dari kota keemasan Allah itu.” 

“Kalau memang segala perkara ini telah ditulis oleh nabi Allah, seperti yang diakui, maka mengapakah anda telah meremehkan nasehat dari Tuhan? Mengapakah sebagian besar dari anggota-anggota gereja anda memakan makanan yang berdaging? Nabi itu menulis bahwa umat Allah harus meninggalkan makanan daging itu. Jika segala perkara ini memang demikian halnya, maka bagaimanakah dapat anda berharap untuk dapat masuk melewati pintu-pintu gerbang mutiara itu? Tidakkah Allah bermaksud sesuai dengan apa yang telah dikatakan-Nya itu?” Bukankah semua perbuatan kita itu telah memberikan jawaban yang berikut kepada jiwa yang bersungguh hati ini? “Benar, memang itulah yang dikatakan oleh nabi itu, tetapi bukan itu yang kami lakukan.” Seseorang mungkin mengatakan, Apakah ini tugas kependetaan untuk memerintahkan kepada semua umat di dalam sidang, sehingga apa yang saya tidak tahu saya tidak akan bertanggung jawab untuk itu. Bagi kepentingan orang yang sedemikian ini kami kutip kata-kata firman yang berikut ini : “Adapun akan dikau, hai anak Adam, Aku telah menetapkan kamu menjadi seorang pengawal bagi isi rumah Israel, oleh sebab itu engkau harus mendengarkan firman dari mulut-Ku, dan mengamarkan mereka dari pihak-Ku. Apabila kata-Ku kepada orang jahat itu, hai orang jahat, engkau pasti akan mati; jika tiada engkau berbicara mengamarkan kepadanya untuk meninggalkan jalannya, sehingga orang jahat itu akan mati dalam kejahatannya, maka darahnya akan Ku tuntut dari tanganmu.” Yehezkiel 33 : 7, 8. 

Orang yang ketujuh dari urutan orang-orang di atas datang lagi membawakan sejumlah besar petunjuk baik dari Alkitab maupun dari tulisan-tulisan Kesaksian, ingin menanyakan tentang perkara-perkara tertentu yang merupakan masalah di dalam pikirannya. “Tidakkah petunjuk-petunjuk ini mengajarkan dengan jelas, bahwa umat Allah tidak dapat dan tidak boleh meniru-niru mode-mode dunia, dan bahwa perhiasan-perhiasan harus dibuang oleh anggota-anggota sidang?” Testimonies, jilid 1, halaman 270 : “Nubuatan dari Yesaya pasal 3 telah disampaikan ke depan saya, bahwa nubuatan ini berlaku bagi zaman akhir ini; maka teguran-teguran itu adalah diberikan kepada semua puteri Sion yang hanya memikirkan kecantikan lahiriahnya dan pameran. Bacalah ayat 25 : “Semua laki-laki kamu akan rebah mati dimakan pedang, dan segala pahlawanmu akan mati dalam perang.” Kepada saya ditunjukkan bahwa firman ini akan digenapi dengan setepat-tepatnya. Orang-orang muda laki-laki dan perempuan

yang mengakui dirinya orang-orang Kristen, tetapi tidak memiliki pengalaman Kristen apapun juga, dan tidak memikul beban-beban apapun dan tidak merasakan tanggung jawab pribadi apapun, mereka akan diuji. Mereka akan direndahkan sampai di dalam habu, maka mereka akan rindu mendapatkan suatu pengalaman dalam perkara-perkara Allah, yang mereka telah gagal untuk memperolehnya.”

Yesaya 3 : 16 – 24, “Dan lagi firman Tuhan, Sebab segala anak perempuan Sion adalah sombong, dan mereka berjalan dengan menjenjang lehernya dan bercelak matanya dan berenjut-enjut kakinya sambil berjalan, dan kakinya memakai keroncong : oleh sebab itu Tuhan akan memalu batok kepala mereka itu dengan penuh kudis, dan Tuhan akan menelanjangi semua kemaluan mereka itu. Pada hari itu juga Tuhan akan membuang segala perhiasan gelang keroncong dan dokoh lawi-lawi pada kaki mereka itu, jamang-jamang dan bulan-bulanan, perhiasan-perhiasan telinga, pontoh-pontoh dan kerudung-kerudung, perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang rantai kaki, tali-tali pinggang, tempat-tempat wangi-wangian dan jimat-jimat, cincin meterai dan anting-anting hidung; pakaian-pakaian pesta, jubah-jubah, selendang-selendang dan pundi-pundi, cermin-cermin, baju-baju dalam dari kain linen, ikat-ikat kepala dan baju-baju luar. Maka akan jadi kelak, bahwa sebagai gantinya bau-bauan yang harum akan ada bau busuk; dan sebagai gantinya ikat pinggang akan ada seutas tali, sebagai gantinya selampit rambut akan ada kepala gundul, sebagai gantinya pakaian hari raya akan ada sehelai kain berkabung, dan sebagai gantinya elok paras akan ada arang di muka.” 

“Jadi, mengapakah anggota-anggota gereja anda memakai segala perkara ini, lalu diijinkan juga untuk mengambil bagian aktip di dalam sidang bahkan sampai juga ikut memberi pelayanan dalam tugas-tugas sidang, dan juga menjadi anggota-anggota majelis sidang? Petunjuk-petunjuk dari nabimu adalah, bahwa anggota-anggota gereja dalam memberikan pakaian kepada anak-anaknya, pakaian itu harus terbagi merata ke seluruh tubuh, sehingga menutupi semua bagian tubuh yang perlu.” Nabi ini mengatakan bahwa semua petunjuk ini harus diikuti dengan saksama untuk melindungi kesehatan dan kedewasaan dari anak-anakmu. Anda mengatakan bahwa ini adalah nabi Allah dan bahwa buku-buku ini berisikan petunjuk-petunjuk bagi sidang bagi generasi ini. Mengapakah anda meremehkan nasehat dari nabimu itu? Tidakkah anda percaya kepada tulisan-tulisan ini, atau mungkin anda mengira semua petunjuk ini adalah tidak baik? Jika anda tidak memperdulikan kebahagiaan anak-anak anda, maka tidakkah anda takut akan Allah?” 

Banyak pertanyaan telah ditanyakan, tetapi marilah kita menjawab semuanya itu

sebagai berikut : Apabila Allahmu muncul dengan membawa pembalasan kepada semua orang jahat, dan jika sekiranya Ia akan menanyakan kepadamu semua pertanyaan yang dikemukakan di atas, apakah yang akan anda jawab kepada-Nya? Matius 22 : 12 – 14 akan dikutip di sini : “Maka bertitahlah raja itu kepadanya, ‘Hai kawan, bagaimana kamu bisa masuk ke mari tanpa memakai pakaian kawin?’ Maka berdiamlah ia. Kemudian titah baginda raja itu kepada hambanya : ‘Ikatlah kaki tangannya, buangkanlah dia ke dalam kegelapan di luar; di sana kelak akan ada tangisan dan keretak gigi. Karena banyak orang yang dipanggil, tetapi hanya sedikit yang terpilih.” 

Masih ada seorang lagi yang lain yang ingin menemukan kebenaran dan ia dengan bersungguh-sungguh mengemukakan pertanyaannya kali ini dari Testimonies to Ministers, halaman 475 : “Nubuatan harus digenapi. Tuhan berfirman : ‘Tengoklah, Aku akan mengutus kepadamu Eliyah nabi itu sebelum datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.’ Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, dan apabila ia muncul, orang-orang akan mengatakan : ‘Anda terlalu bersungguh-sungguh, anda tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam caranya yang patut. Marilah kukatakan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu’.” “Nabi ini yang oleh anda dikatakan adalah seorang nabi Allah mengatakan bahwa seorang nabi yang lain, atau suatu pekabaran, akan datang kepada sidang, tetapi anda mengatakan bahwa anda sudah memiliki semua kebenaran dan bahwa anda tidak memerlukan lagi kebenaran ataupun nabi-nabi. Mengapakah anda tidak mendidik anggota-anggota anda untuk menantikan sebuah pekabaran lagi sebelum sejarah dunia berakhir? Tidakkah anda takut bahwa akibatnya di waktu ini mungkin akan sama dengan di zaman Kristus terhadap orang-orang Yahudi?” Pertanyaan ini akan dijawab oleh kata-kata firman yang berikut. Kami mengutip kata-kata Kristus yang berbicara kepada orang-orang Yahudi : “Demikianlah kamu menjadi saksi kepada dirimu sendiri, bahwa kamu adalah anak-anak dari mereka yang telah membunuh nabi-nabi. Jadi genapilah olehmu dosa dari nenek moyangmu.” Matius 23 : 31, 32. 

Sesudah semua pertanyaan ini dikemukakan tanpa memperoleh jawaban-jawabannya yang sepatutnya, maka sudahkah kita memenuhi ayat yang berbunyi, “dan bersiaplah selalu untuk memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kepadamu alasan dari harapan yang ada di dalam kamu itu dengan lemah lembut dan hormat?” Kita hendaknya tidak perlu heran jika si penanya akan mengemukakan pendapat pribadinya dengan cara sebagai berikut : “Saudara-saudara mengajarkan sesuatu perkara tetapi saudara melakukan yang lain. Saudara telah menyimpang dari landasan-landasan ajaranmu sendiri. Ajaran-ajaranmu seperti yang terdapat di dalam buku-bukumu adalah indah dan cocok dengan hukum dan

 kesaksian, tetapi kesaksian pribadi dan praktik perbuatanmu adalah bertentangan dengan apa saja yang tertulis di dalam buku-bukumu itu.” Tak dapat diragukan bahwa semua ini adalah beberapa alasan mengapa dari 104.000 yang dibaptis dalam empat tahun yang lalu, lima puluh dua sekian ribu telah meninggalkan kebenaran, dan hanya empat puluh delapan sekian ribu yang masih tinggal di dalam sidang. Perhatikan bahwa jumlah mereka itu yang keluar adalah lebih besar daripada jumlah mereka yang masih tinggal. Ini adalah beberapa sebab yang pantas membuat orang menjadi kafir. 

ALLAH MENGUNGKAPKAN RAHASIANYA KEPADA NABI-NABINYA 

Jika tulisan Kesaksian-Kesaksian bagi sidang itu mempunyai sesuatu kaitannya dengan Roh Allah, dan jika semua perkara yang tertulis di dalam bahan bacaan ini adalah benar, maka kita harus percaya bahwa Allah telah memberitahukan perkara itu kepada hamba-Nya nabi itu, yaitu (pendiri dari Gereja ini). Khayal yang berikut ini dikutip dari buku Testimonies to Ministers, halaman 469 : “Sementara Roh Tuhan berada di atas saya, maka saya seolah-olah hadir di dalam salah satu dari pertemuan-pertemuan rapat saudara. Salah seorang anggota saudara bangkit berdiri; sikapnya sangat tegas dan bersungguh-sungguh sementara ia memegang tinggi suatu lembaran di depan saya. Saya dapat membaca dengan jelas kepala surat dari lembaran itu, yaitu American Sentinel. Kritik-kritik pada waktu itu telah dilontarkan terhadap lembaran itu dan sifat dari bacaan-bacaan yang diterbitkan di dalamnya. Mereka yang di dalam rapat itu menunjuk kepada suatu bagian tulisan tertentu, mereka menyatakan bahwa itu harus dipotong, dan bahwa ia itu harus diganti. Kata-kata keras telah dikeluarkan dalam kritikan terhadap metode dari lembaran penyiaran itu, dan suatu roh yang bertentangan dengan Kristus yang cukup kuat telah menguasai suasana di waktu itu. Suara-suara adalah tegas dan bernada menentang. Pengantar saya memberikan kepada saya beberapa kata amaran dan teguran untuk disampaikan kepada orang-orang itu yang ikut dalam rapat pertemuan ini, yaitu mereka yang tidak segan-segan mengeluarkan tuduhan-tuduhan dan hukuman mereka. Inilah isi dari teguran yang diberikan itu : Tuhan tidak hadir di dalam pertemuan rapat ini, dan ada suatu roh persaingan di antara para anggota rapat. Pikiran dan hati dari orang-orang ini tidak berada di bawah pengaruh pengawasan Roh Allah.” 

American Sentinel adalah sebuah lembaran berita resmi kepunyaan Gereja dalam masa permulaan pergerakan Advent yang lalu. Perubahan-perubahan yang diusulkan untuk dibuat tidak berarti bahwa hal-hal yang terkandung di dalam lembaran berita itu harus dirubah atau dipotong. Kita harus ingat bahwa itu hanya sebuah khayal, maka ia itu dapat berarti terhadap setiap lembaran berita gereja

yang berisikan kebenaran Allah. Kita baca dari atas dari halaman yang sama dari mana khayal ini dikutip : “Janganlah mengira bahwa kamu akan didapati sebagai bejana-bejana bagi kehormatan dalam masa hujan akhir, untuk menerima kemuliaan Allah, jika kamu terus mengangkat jiwamu kepada kesia-siaan, membicarakan hal-hal yang berlawanan, secara diam-diam menyimpan akar-akar kebencian.” Dari sini jelaslah bahwa khayal itu adalah menyentuh waktu sebelum hujan akhir. 

Nubuatan dalam khayal ini telah menemui kegenapannya, maka siapakah yang akan berani meragukan keotentikan dari Roh Allah? Siapakah yang berani menunjang suatu pelanggaran terbuka terhadap perkara-perkara yang suci melawan lukanya sendiri? Allah telah merentangkan tangan-Nya untuk menebus umat-Nya. Firaun dan semua pengikutnya tidak dapat menang melawan Allah yang penuh kuasa. “Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan mengangkat tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk mengumpulkan umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Pathros, dan dari Kush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hammath, dan dari pulau-pulau yang di lautan. Dan Tuhan akan membinasakan selengkapnya teluk laut Mesir; dan dengan angin-Nya yang kuat Ia  akan mengebaskan tangan-Nya atas sungai, dan akan dibelah-Nya menjadi tujuh anak sungai, dan membuat orang melewatinya dengan kaki yang berkasut. Maka akan ada suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal dari Assiria; sama seperti ia itu dahulu bagi Israel pada hari ia keluar dari Mesir.” Yesaya 11 : 11, 15, 16.

Allah masih akan memiliki suatu umat yang bersih dan sebuah sidang yang suci, maka pintu-pintu gerbang neraka tidak akan dapat menang atasnya. “Bangunlah, bangunlah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci. Karena kemudian dari sekarang tidak akan lagi masuk ke dalam kamu barang seorang yang tak bersunat atau mereka yang najis.” Yesaya 52 : 1. “Israel yang sisa tidak akan melakukan kejahatan, ataupun berbicara dusta; tidak akan terdapat lidah yang menipu di dalam mulut mereka. Karena mereka akan makan dan berbaring, dan tidak seorangpun yang akan menakut-nakuti mereka itu.” Zefanya 3 : 13. 

HUKUM ALLAH, –– BAGAIMANA IA ITU DIRUSAK? 

Jika seorang ayah di bumi meminta kepada anaknya untuk melakukan sesuatu perkara, tetapi anak itu menolak untuk melakukannya, maka ia telah melanggar

perintah yang kelima, dan bahwa anak itu oleh tidak patuhnya dia terhadap permintaan itu, ia telah menghina ayahnya. “Hormatilah ayah dan ibumu : supaya segala hari umurmu dapat panjang di dalam negeri yang akan dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu kelak.” Keluaran 20 : 12. Tetapi jika Bapa Samawi kita meminta dari kita untuk melakukan sesuatu perkara, dan kita menolak mematuhinya, maka kita telah menghina Dia, dan kita menjadi pendurhaka-pendurhaka terhadap perintah yang pertama. Sesungguhnya pada kenyataannya kita melanggar empat perintah yang pertama, yaitu berupa hormat kepada Allah. Orang-orang yang mencintai Allah dan memeliharakan perintah-perintah-Nya, mereka mematuhi semua ketentuan hukum ini. “Janganlah ada padamu ilah-ilah yang lain di hadapan-Ku.” Keluaran 20 : 3. “Maka mengapakah kamu memanggil Aku, Tuhan, Tuhan, tetapi tidak melakukan segala perkara yang Ku katakan?” Lukas 6 : 46. “Bukan setiap orang yang mengatakan kepada-Ku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di dalam surga.” Matius 7 : 21. 

ADAKAH SIDANG BERADA DALAM KONDISI YANG LENGKAP? 

Di dalam bulletin General Conference No. 2 dari tahun 1930 terdapat suatu pernyataan yang dibuat, bahwa kita berada dalam suatu kondisi yang lengkap. Pertambahan dalam jumlah keanggotaan dan keuangan telah diberikan sebagai alasan untuk menunjang pernyataan itu. Tetapi, barangsiapa yang mempercayai pernyataan itu akan berkata di dalam hatinya bahwa kutipan-kutipan berikut ini adalah salah. Testimonies, jilid 3, halaman 252 – 257, 260 : “Pekabaran kepada sidangnya orang-orang Laodikea adalah sebuah tuduhan yang mengejutkan, dan ia itu berlaku bagi umat Allah di waktu ini ..... Umat Allah dikemukakan di dalam pekabaran kepada orang-orang Laodikea ini sebagai berada dalam suatu kesentausaan badani. Mereka berada dalam keadaan santai, mereka yakin akan dirinya berada dalam kondisi kerohanian yang tinggi. ‘Oleh sebab engkau mengatakan, Aku kaya, dan bertambah kekayaanku, sehingga aku tidak memerlukan apa-apa lagi; padahal tidak engkau ketahui bahwa engkau adalah orang malang, sengsara, dan miskin, dan buta dan bertelanjang.’” 

“Betapa besarnya kesesatan yang dapat datang dalam pikiran manusia yaitu merasa yakin bahwa mereka benar, padahal mereka semuanya bersalah! Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah berada dalam kesesatan yang sangat menyedihkan, tetapi pun mereka jujur dalam kesesatan itu. Mereka tidak mengetahui bahwa kondisi mereka adalah

sangat menyedihkan dalam pemandangan Allah. Sementara orang-orang yang dituju oleh pekabaran dari Saksi Yang Benar itu sedang menyombongkan dirinya bahwa mereka sedang berada dalam kondisi kerohanian yang tinggi, maka pekabaran dari Saksi Yang Benar memecahkan ketenangan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan tentang kondisi kerohanian mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat rohani, dan menyedihkan. Kesaksian, yang sedemikian tajam dan keras, tidak mungkin salah, karena adalah Saksi Yang Benar itu sendiri yang berbicara, maka kesaksian-Nya harus benar.” 

“Adalah sukar bagi mereka yang merasa aman dalam pegangan-pegangannya, dan yang merasa dirinya kaya dalam pengetahuan kerohanian, untuk menerima pekabaran yang menyatakan bahwa mereka adalah sesat dan memerlukan setiap karunia roh. Hati yang tidak disucikan adalah ‘penipu melebihi segala perkara, dan menyesatkan sekali jahatnya.’ Kepada saya ditunjukkan bahwa banyak orang sedang menyombongkan dirinya, bahwa mereka adalah orang-orang Kristen yang baik padahal mereka tidak memiliki satupun sinar terang dari Yesus. Mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman yang hidup bagi dirinya dalam kehidupan Ilahi. Mereka memerlukan suatu pekerjaan merendahkan diri yang dalam dan menyeluruh di hadapan Allah, sebelum mereka dapat merasakan kebutuhan mereka yang sebenarnya akan usaha yang sungguh-sungguh dan keras untuk mendapatkan karunia-karunia Roh yang mahal itu ..... Mereka menyangka kesaksian dari Roh Allah yang menegur itu adalah tidak perlu, atau bahwa semua teguran itu bukan ditujukan kepada mereka. Mereka yang sedemikian inilah yang sangat perlu akan kemurahan Allah dan penglihatan rohani, supaya mereka dapat menemukan kekosongan pengetahuan rohani mereka ..... Tetapi pekabaran dari Saksi Yang Benar itu mengungkapkan kenyataan bahwa suatu kesesatan yang hebat sedang menguasai umat kita, yang membuatnya perlu untuk datang kepada mereka dengan amaran-amaran, untuk membangunkan mereka dari tidur rohaninya, dan membangkitkan mereka kepada tindakan yang menentukan ..... Ketidak-percayaan sedang menutupi mata mereka, sehingga mereka tidak mengetahui akan keadaan mereka yang sebenarnya. Saksi Yang Benar menggambarkan kebutaan mereka itu sedemikian ini : ‘Dan tidak mengetahui bahwa engkau adalah tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang.’” 

“Iman kepada kedatangan Kristus yang segera itu sedang layu. ‘Tuhanku menunda kedatangan-Nya’ bukan saja dikatakan di dalam hati, melainkan juga diucapkan dalam kata-kata, dan lebih pasti lagi di dalam perbuatan-perbuatan. Kebodohan dalam masa menunggu sekarang ini sedang menutupi perasaan-perasaan kesadaran umat Allah terhadap berbagai tanda zaman yang ada. Kejahatan yang hebat yang melimpah-limpah di mana-mana sekarang ini menyerukan ketekunan yang besar

dan kesaksian yang hidup, untuk mengeluarkan dosa dari sidang ..... Mereka yang meremehkan amaran akan dibiarkan dalam keadaan buta sehingga menjadi sesat sendiri. Tetapi orang-orang yang mematuhinya, lalu dengan bersemangat mulai berusaha membuang dosa-dosa mereka dengan maksud untuk memiliki karunia-karunia yang dibutuhkan, mereka akan terus membuka pintu hatinya agar Penebus yang baik hati dapat masuk dan tinggal bersama-sama dengan mereka. Kelas orang-orang ini akan saudara jumpai selalu sejalan dengan sempurnanya dengan kesaksian dari Roh Allah itu. Para pendeta yang sedang mengkhotbahkan kebenaran sekarang janganlah melupakan pekabaran penting kepada orang-orang Laodikea ..... Saksi Yang Benar menyatakan bahwa bilamana anda menyangka bahwa anda benar-benar berada dalam suatu kondisi kemakmuran yang baik, maka anda sesungguhnya sedang kekurangan dalam segala perkara.” 

“Umat Allah harus menyadari akan kesalahan-kesalahan mereka, lalu bangun kepada pertobatan dengan sungguh-sungguh, dan membuang semua dosa yang telah membawa mereka ke dalam suatu kondisi yang sedemikian menyedihkan, yaitu melarat, buta, sengsara, dan kesesatan yang sangat menakutkan.” 

Kenyataan bahwa saudara-saudara kita mengira bahwa kita sedang berada dalam kondisi yang memuaskan membuktikan bahwa apa yang dikatakan Ilham adalah kebenaran. Kita sangka kita adalah benar padahal kita semuanya salah. mengutip Testimonies, jilid 3, halaman 270, 271 : “Orang-orang yang bekerja dalam takut akan Allah yang berusaha menjauhkan sidang dari halangan-halangan, dan yang memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyedihkan, supaya umat Allah dapat menyadari perlunya muak terhadap dosa, dan supaya sidang dapat maju berbahagia dalam kesucian, dan supaya nama Allah dapat dipermuliakan, mereka akan senantiasa menghadapi pengaruh-pengaruh yang menentang dari pihak orang-orang yang tidak suci. Demikianlah nabi Zefanya menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari kelas orang-orang ini, dan pehukuman-pehukuman yang mengerikan yang akan datang atas mereka itu.” “Inilah negeri yang ramai yang tinggal dengan sembrono, yang mengatakan di dalam hatinya (hati perempuan itu), Akulah dia, dan tidak ada lagi selain aku. Bagaimana ia sampai menjadi suatu kerubuhan, suatu tempat bagi perhentian binatang-binatang yang ganas! Setiap orang yang melewati dia (perempuan itu) akan menyindirnya, dan menunjuk dengan tangan kepadanya.” Zefanya 2 : 15. 

“Celakalah baginya yang cemar dan kotor, yaitu negeri penindas itu! Tiada mau ia mematuhi suara, tak mau ia menerima perbaikan, tiada ia berharap kepada Tuhan, tiada ia menghampiri kepada Allahnya. Penghulu-penghulunya yang di tengah-tengahnya itu adalah singa-singa yang mengaum-aum, hakim-hakimnya adalah serigala-serigala malam, tiada mereka menggerogoti tulang-tulang sampai pagi hari. Nabi-nabinya itu adalah orang-orang yang kurang berpikir dan penghianat, imam-imamnya telah menajiskan tempat kesucian, mereka telah berbuat kejam

terhadap hukum. Tuhan yang adil ada di tengah-tengahnya; Ia tidak akan berbuat kejahatan, setiap pagi dinyatakan-Nya hukuman-Nya dengan terang, Ia tidak lalai; tetapi orang yang tidak benar tidak mengenal malu.” Zefanya 3 : 1 – 5. 

APAKAH YANG TELAH DICAPAI SELAMA EMPAT TAHUN LALU? 

Pada General Conference tahun 1930, yang diadakan di kota San Francisco, California, statistik-statistik berikut ini telah dilaporkan dengan penuh antusias dan bangga mengenai kemajuan yang baik sekali dari organisasi gereja yang besar ini. Jumlah seluruh anggota di seluruh dunia empat tahun yang lalu adalah 250.988 orang. Laporan terakhir yang dapat diperoleh dalam tahun 1930, pada rapat kerja San Francisco Conference mengatakan jumlah keanggotaan telah meningkat menjadi 299.555 orang. Jumlah peningkatan dalam jangka waktu empat tahun semenjak General Conference yang terakhir diselenggarakan di kota Milwauke, Wisconsin, adalah 48.567 orang. Review and Herald, 1 Juni 1930, halaman 39 – 41. Saudara-saudara itu menyangka ini adalah suatu peningkatan yang luar biasa dalam jumlah keanggotaan, maka sebab itulah, kita berada dalam kondisi yang baik sekali, demikianlah seruan mereka. 

Ceritera tentang anak gadis dari seorang petani tertentu telah diceriterakan bagaimana ia telah menjual beberapa pound buah cherri kepada seorang asing dengan harga beberapa sen dollar. Gadis itu berpikir bahwa adalah beruntung jika ia menaruh gelang emasnya ke dalam bakul buah cherri itu supaya berat bakulnya bertambah, dan ia dapat memperoleh lebih banyak uang karenanya. Anak ini gembira meluap-luap dengan hasil penjualannya yang dikira sangat bijaksana itu, ia berlari ke dalam rumah, dan dengan penuh bahagia mengatakan kepada ibunya, bahwa ia telah memperoleh lebih banyak uang daripada jumlah yang biasanya dijual untuk cherrinya karena ia telah memasukkan gelang emas itu bersama-sama dengan buah-buah cherri. Pada pihak anak kecil itu, ini adalah suatu peningkatan yang besar, dan suatu perbuatan yang bijaksana, tetapi bagi si ibu yang mengetahui perhiasan yang mahal itu telah diberikan begitu saja, adalah suatu kekecewaan yang besar sekali. 

Kebanggaan gereja karena apa yang disebut pertumbuhan jumlah keanggotaan yang begitu hebat adalah sama benarnya seperti yang disangka oleh kenaikan harga buah cherri yang dijual oleh anak gadis kecil itu. Marilah kita menghitung berapa harga yang sudah kita bayar untuk keuntungan kecil dalam keanggotaan. Kita akan mencoba membuktikan bahwa anak-anak yang lahir dalam sidang dalam empat tahun yang lalu (kalau saja mereka itu ada diselamatkan dalam sidang), maka kenaikan jumlah keanggotaan yang hanya 48.000 lebih itu sudah seharusnya lebih dari dua kali, walaupun tanpa seorang pun yang berasal dari luar sidang ditambahkan kepada jumlah kenaikan. Jika ini benar,

maka lebih dari separuh anak-anak yang lahir dalam sidang telah hilang di dunia, walaupun sekiranya keseluruhan kenaikan dari anggota-anggota baru itu adalah anak-anak dari sidang sendiri. Tetapi jika jumlah kenaikan ini bukan seluruhnya berasal dari dalam sidang, maka jelas sebagian besar anak-anak dari sidang sendiri telah hilang, dan ini akan berarti, bahwa kita telah menukar batu-batu permata kita (anak-anak) dengan hanya sejumlah kecil orang-orang bertobat dari tanah-tanah kekafiran; sama seperti gadis kecil itu telah menukarkan gelang emasnya dengan hanya sekedar tambahan berat bagi buah-buah cherrinya. 

Betapa menyedihkan jika dipikirkan, yaitu kehilangan anak sendiri sampai berjumlah lebih dari 97.000 orang, dengan suatu perbelanjaan yang hampir mencapai 165,000,000 dollar dalam masa empat tahun, untuk hanya membawa masuk sejumlah anak-anak dari dunia ke dalam sidang. Jika disadari dengan benar maka kesedihannya adalah hampir-hampir tak terpikulkan. Bayangkan betapa besarnya kehidupan yang lenyap sedemikian ini, betapa besarnya pengorbanan, dan usaha selama empat tahun. Tetapi bagian yang terburuk daripadanya ialah bahwa gantinya menangis kita malahan merasa sombong karenanya, dan oleh sebab inilah sedikit sekali harapan untuk dapat mengobati luka besar yang ada. Salahkah jika dikatakan bahwa orang-orang Laodikea itu buta dan tidur sementara mereka menyangka dirinya kaya dan telah bertambah kekayaannya? Sekarang kami akan mengemukakan bukti supaya yang dituduhkan di sini benar. 

Peningkatan jumlah keanggotaan dalam empat tahun terakhir hanya sedikit di atas 19 persen. Ini akan berarti bahwa sebuah gereja yang beranggota 200 orang akan menghasilkan anak sedikit kurang dari sepuluh orang setahun, atau kira-kira 39 orang setiap empat tahun. Perkiraan ini adalah sangat rendah, dari sebuah gereja yang anggotanya kebanyakan terdiri dari perempuan seperti halnya gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sebagai contoh kita akan mempertimbangkan gereja Exposition Park di Los Angeles, California. Jumlah keanggotaan dari gereja ini pada waktu ini adalah kira-kira 230 orang. Kira-kira 30 dari anggota-anggotanya adalah jauh terpencil tempat tinggalnya dan jarang sekali menghadiri acara-acara gereja pada hari Sabat. Jadi kita akan memikirkan hanya 200 anggotanya yang secara teratur menghadiri acara-acara Sabat.

Kenaikan jumlah keanggotaan gereja dalam empat tahun terakhir adalah sedikit di atas 19 persen, oleh sebab itu sebuah gereja menurut ukuran yang disebut di atas akan memberikan tambahan anak-anak kira-kira 39 orang dalam empat tahun atau memiliki kira-kira 39 anak yang berumur di antara dua dan enam tahun untuk memenuhi jumlah kenaikan yang telah kami buat. Kelas taman kanak-kanak dalam Sekolah Sabat dari gereja yang disebut di atas menerima anak-anak dari umur dua tahun sampai dengan tujuh tahun. Jadi jarak waktu yang ada lima tahun bukan empat tahun.

Angka-angka untuk menggenapi kenaikan jumlah keanggotaan itu sesungguhnya kurang dari sepuluh setiap tahun dari umur yang sama, oleh karena itu dalam jarak waktu lima tahun jumlah anak-anak dari umur yang sama itu tidak akan melebihi 49 di taman kanak-kanak dari Sekolah Sabat kalau saja setiap anak dari umur yang sama itu menghadiri bagian lembaga ini yang disebut tadi. Pada gereja yang dimaksud ini, hanya kira-kira separuh dari keanggotaan gereja yang menghadiri Sekolah Sabat, sebaliknya setengah bagian lainnya mungkin hanya hadir pada acara khotbah, maka jika para orangtuanya tidak hadir, anak-anak tentunya juga tidak hadir. Oleh sebab itu anak-anak yang berumur dua sampai dengan tujuh tahun yang menghadiri bagian taman kanak-kanak dari Sekolah Sabat akan kurang dari separuh. Separuh dari anak-anak dalam batas umur taman kanak-kanak akan berjumlah kurang dari dua puluh lima untuk menggenapi kenaikan persentase dan jumlah keanggotaan dalam masa empat tahun. Jumlah anak-anak dalam lembaga tersebut tadi yang menghadiri departemen taman kanak-kanak dari Sekolah Sabat adalah kira-kira 35. Jumlah yang diperlukan untuk menggenapi angka yang disebutkan adalah kurang dari 25; oleh karena itu ada 10 angka di atas angka yang diperkirakan. Angka-angka ini membuktikan bahwa persentase anak-anak yang lahir dalam setiap empat tahun dalam gereja ini adalah tidak kurang dari 35 persen dari jumlah keanggotaan. Oleh sebab itu, kalau saja semua anak-anak anggota gereja yang lahir setiap empat tahun dapat diselamatkan dalam gereja, tanpa suatu usaha penginjilan apapun bagi orang-orang yang bertobat dari luar, maka peningkatan dalam empat tahun yang lalu sudah akan mencapai 35 persen bukan 19 persen. Tetapi kenyataannya adalah, bahwa persentase kelahiran anak di Amerika Serikat adalah lebih kecil daripada di tempat-tempat lain. Jika di dalam keluarga Amerika terdapat satu anak, maka akan terdapat tiga atau lebih anak-anak di dalam keluarga negeri-negeri asing lainnya, oleh sebab itu anak-anak anggota yang lahir setiap empat tahun adalah sedikit lebih tinggi daripada dua kali kenaikan jumlah keanggotaan untuk periode waktu yang sama. 

Di mana kita berhasil memperoleh 48.567 anggota baru, maka anak-anak anggota yang lahir sudah akan jauh melebihi 97.000 orang, dan bahwa di atas angka ini sudah akan diperhatikan juga orang-orang yang dikatakan meninggal dan beberapa yang dikecualikan. (Telah diperkirakan orang-orang yang dinyatakan mati dalam empat tahun yang sama hanya kira-kira 3.500). Jadi kita mendapat bukti bahwa “anak-anak domba” yang telah Allah karuniakan kepada umat ini untuk dipeliharakan bagi-Nya telah hilang di dalam dunia (ditelan oleh musuh), dan tidak seorangpun

yang menghiraukan. Tidak terdapat susah ataupun sedih di dalam perkemahan Israel, bahkan sebaliknya terdapat pesta pora dan kegembiraan dan kesombongan dalam keadaan buta. 

“Di manakah sekarang segala domba yang sudah diberikan kepadamu, yaitu kawanan dombamu yang indah-indah itu? Apakah yang akan kamu jawab apabila Ia akan menghukum kamu kelak? Karena kamu sendiri telah mengajarkan mereka itu menjadi raja-raja, dan sebagai pemimpin atas kamu; tidakkah akan datang atasmu kesakitan seperti akan perempuan yang hendak beranak?” Yeremiah 13 : 20, 21. “Dia yang hidup itu, yang hidup itu, ia akan memuji-muji dikau, seperti yang kulakukan sekarang ini; bahwa bapa akan memaklumkan kebenaran-Mu kepada anak-anak.” Yesaya 38 : 19. “Supaya generasi yang akan datang dapat mengetahui, yaitu anak-anak yang akan lahir kemudian; yang akan bangkit dan menceriterakan mereka itu kepada anak-anaknya.” Mazmur 78 : 6. “Mereka yang kenyang itu menyewakan dirinya untuk memperoleh makanan, dan mereka yang lapar sekarang beristirahat : Demikianlah bahwa orang mandul melahirkan tujuh anak, dan dia yang memiliki banyak anak akan menjadi lemah.” 1 Samuel 2 : 5. Kiranya Allah menolong umat-Nya dalam hari besar kesesatan sekarang ini di mana musuh yang cerdik itu sedang mencoba untuk menyesatkan juga orang-orang pilihan sekalipun. 

JAWABAN TERHADAP ARGUMENTASI DARI ORANG INDIAN DI ATAS 

“Berusahalah membuktikan dirimu berkenan kepada Allah, sebagai seorang pekerja yang tidak perlu malu yang membagikan firman kebenaran itu dengan sebenarnya.” 2 Timotius 2 : 15. “Tetapi kuduskan Tuhan Allah di dalam hatimu; dan bersedialah selalu untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kamu tentang alasan dari harapan yang ada di dalam kamu dengan lemah lembut dan hormat.” 1 Petrus 3 : 15. Perintah yang terdapat di dalam Alkitab adalah bahwa orang Kristen harus menyelidiki, dan bahwa ia juga harus memberi jawaban kepada setiap orang. Orang Indian ini merupakan salah seorang dari “setiap orang” itu, yang menurut Alkitab harus terdapat suatu jalan keluar, dan adalah kewajiban dari orang Kristen untuk memberikan kepadanya suatu jawaban dengan lemah lembut dan hormat. 

“Karena katamu di dalam hatimu, ‘Aku hendak naik ke langit, aku hendak meninggikan tahtaku di atas segala bintang Allah : aku juga hendak duduk di atas gunung dari perhimpunan itu pada sebelah utara.” Yesaya 14 : 13. Lucifer bermaksud naik sampai ke sebelah utara karena di sanalah terdapat tahta Allah. Pemazmur mengatakan : “Adapun gunung Sion itu elok

kedudukannya, kesukaan bagi seluruh bumi, pada sisi sebelah utara, kota dari Raja yang besar itu.” Mazmur 48 : 2. 

Tahta Allah berada di sebelah utara. Seseorang boleh saja menunjuk ke arah utara pada setiap saat dari setiap tempat di bumi, maka ujung akhir dari setiap garis penglihatan akan bertemu pada titik yang sama. Kalau saja orang yang disebut Kristen itu telah menunjuk ke arah utara, maka jawabannya sudah akan tepat dan sesuai dengan Alkitab; dengan demikian baik kebingungan maupun cemeti dapat dihindari. Menunjuk ke arah utara tidaklah berarti, bahwa surga itu terdapat di sesuatu tempat di sudut utara dari angkasa luas dari badan-badan bintang, karena kita paham bahwa tahta Allah itu berada pada pusat dari alam semesta. 

Kedudukan poros bumi adalah miring dalam suatu arah miring yang sesuai dengan orbitnya. Jika kita menunjuk kepada sesuatu arah yang lain dari utara atau selatan pada setiap saat, maka ia itu adalah timur atau barat. Pada siang hari, dengan menunjuk kepada setiap arah (terkecuali dengan poros dari bumi) kita sedang menunjuk ke arah timur (matahari), dan pada malam hari ke arah barat, tanpa arah yang tertentu ke dalam angkasa. Menunjuk ke matahari adalah timur; berlawanan arah terhadap matahari ialah barat, ini berlaku hanya pada tata surya kita, tetapi arah utara itu berhubungan dengan pusat dari alam semesta. 

Tidak ada sesuatu perkara sedemikian ini yang naik turun di dalam angkasa. Satu-satunya perkara yang dapat menentukan naik ialah pusat penarikan (tahta Allah) : Turun (atau selatan) adalah pada arah yang berlawanan dari tahta Allah, yaitu (ruang angkasa yang luas). Pusat dari penarikan itu adalah dikelilingi oleh kepulauan alam-alam semesta. Poros pada setiap kepulauan alam semesta (atau matahari-matahari, planet-planet, dan dunia-dunia) semuanya menunjuk kepada satu pusat penarikan (tahta Allah). Pusat pemerintahan yang besar dan tertinggi ini berdiri sebagai puncak yang tertinggi pada sebuah gunung yang besar yang dikelilingi oleh semua yang diciptakan, masing-masingnya menggantung pada suatu tenaga (rantai) yang tidak terlihat yang terikat pada porosnya sebelah utara sama dengan bandulan lonceng yang bergantung pada sebuah lonceng yang besar. 

BAGAIMANA ORANG-ORANG KRISTEN DAPAT SAMPAI KE SURGA JIKA JARAKNYA ADALAH SEDEMIKIAN JAUH? 

Kecepatan yang tertinggi di bumi yang dikenal oleh ilmu pengetahuan modern pada waktu ini adalah cahaya, yang dapat menempuh kecepatan, 186.284 mil per

detik. Jika seseorang hendak terbang dengan menggunakan sayap-sayap cahaya menuju ke gugusan bintang Orion yang besar itu, maka dia harus menghabiskan waktu 600 tahun untuk mencapai keindahan yang sangat jauh itu di dalam segala langit yang telah menarik perhatian yang mendalam dari ilmu pengetahuan modern. Mengutip dari buku Early Writings, halaman 41 kita baca : “Lapisan udara terpecah dua lalu menggulung ke belakang; kemudian kami dapat memandang melalui angkasa yang terbuka ke dalam Orion, dari mana datang suara Allah. Kota suci akan turun melalui angkasa yang terbuka itu.” Kalau memang kota suci itu akan datang melalui angkasa yang terbuka itu, maka kita dapat memperkirakan bahwa angkasa terbuka yang mulia itu di Orion adalah jalan keluar yang menuju jalan raya yang panjang tak henti-hentinya sampai ke surga (tahta Allah). Tetapi bayangkanlah betapa jauh jaraknya sampai ke jalan keluar yang terindah ini. Jika ia itu memakan waktu 600 tahun cahaya untuk sampai ke jalan masuk yang menuju ke jalan raya yang sangat jauh itu, maka kita harus bertanya kepada diri sendiri, Berapa banyak tahun cahaya yang diperlukan untuk mencapai ujung seberang sana dari jalan raya samawi itu sampai ke kota dari Raja Besar yang berada di sebelah utara itu? 

Kita orang-orang yang fana tidak dapat memberikan jawaban yang langsung untuk pertanyaan yang besar ini untuk hanya dapat mengatakan bahwa jarak dari bumi sampai ke pusat alam semesta (tahta Allah) adalah demikian jauh sehingga kita sebagai mahluk-mahluk yang serba terbatas hanya dapat berdiri terpesona. Kita terheran-heran karena sukar untuk menghitung-hitung jumlah mil jarak, ataupun jumlah tahun cahaya yang harus ditempuh. Tetapi jika jarak itu adalah sedemikian jauhnya di luar kemampuan pengetahuan manusia, maka kita, seperti halnya orang Indian yang dibicarakan di depan, akan juga bertanya, Bagaimanakah orang-orang Kristen akan dapat sampai ke surga? Andaikata (kereta) ajaib yang besar yang membawa orang-orang tebusan itu akan bergerak dengan kecepatan cahaya yang hebat, yang melintas 186.000 mil per detik, maka ia itu akan menghabiskan sebagian besar masa kekekalan hanya untuk sampai ke kota dari Raja Besar itu (surga). 

Di sini kita akan melihat apa yang kita anggap sebagai suatu kecepatan yang hebat sekali. Surga menilainya masih sangat lambat. Sebagai contoh, kita akan melihat kepada Yesus setelah kebangkitan-Nya. Adalah Maria yang pertama sekali menjumpai-Nya. Sementara ia hendak menjamah Tuhannya, maka kata Yesus kepadanya, “Maria, janganlah menyentuh Aku; karena Aku belum pergi naik kepada Bapa-Ku.” Yohanes 20 : 17. Delapan hari kemudian Yesus kembali muncul terlihat kepada murid-murid-Nya. “Lalu kata-Nya kepada Thomas, ‘dekatlah ke mari jarimu, ..... dan masukkanlah jari itu ke dalam lambung-Ku; dan jangan lagi ragu-ragu, melainkan percayalah.” Ayat 27. Jika Yesus tidak mengijinkan Maria menyentuh diri-Nya karena Ia belum kembali kepada Bapa-Nya setelah

kebangkitan-Nya itu, maka janganlah kita menyangka bahwa Ia akan mau mengijinkan Thomas memasukkan jarinya ke dalam lambung-Nya kalau saja Ia belum juga menghadap Bapa-Nya di dalam surga. Yesus, dalam hanya seminggu atau kurang, telah membuat satu perjalanan pulang pergi antara bumi dan surga. 

Andaikata orang Indian ini ingin pergi ke surga, dan ia memilih untuk menumpang pada sayap-sayap cahaya. Berangkat pada hari yang sama Kristus bangkit, ia menjelajahi angkasa pada kecepatan 186.000 mil per detik, maka ia masih akan berada dalam perjalanan, sedangkan Yesus ternyata sudah kembali. Lebih dari itu perlu juga diketahui, bahwa gugusan bintang dimana kita berada, garis tengahnya adalah sejauh 300.000 tahun cahaya. Oleh sebab itu ia masih akan berada di dalam batas-batas kota dari gugusan bintang itu sendiri. Seorang penulis tertentu, berbicara mengenai pusat dari alam semesta (tahta Allah), ia telah menggambarkan jarak ini dengan kata-kata sebagai berikut : “Tetapi pemecahan rahasia mengenai jarak antara bumi dan pusat dari semua pusat itu –– yaitu titik yang terjauh di dalam angkasa yang merupakan pusat dari gaya berat bagi keseluruhan sepuluh ribuan bintang-bintang –– akan harus menunggu lengkapnya penyelidikan gugusan bintang kita yang akan memakan waktu antara sepuluh sampai lima belas tahun atau lebih; bahkan ia itu mungkin sekali tidak akan pernah terpecahkan.” 

Kecepatan cahaya semuanya merupakan suatu kecepatan yang telalu lambat bagi mahluk-mahluk surga untuk merentangkan alam semesta Allah yang luas. Daniel merasa perlu lalu mempersembahkan suatu doa kepada Allahnya yang tercatat di dalam Daniel 9 : 4 – 19. Doa yang singkat ini yang terdiri dari hanya lima belas ayat dapat dibaca kurang dari lima menit, tetapi kita dapat perkirakan bahwa ia adalah sangat berhati-hati dalam doanya dan mengambil waktunya : Barangkali sepuluh atau bahkan dua puluh menit. Mengutip catatan dari Daniel sendiri yang mengatakan : “Maka sementara lagi aku berkata-kata dan berdoa ..... Jibrail yang telah kulihat dalam khayal dahulu itu disuruh terbang dengan segera dan menyentuh aku ..... lalu mengatakan, Hai Daniel, ..... pada permulaan doamu keluarlah perintah, maka sekarang aku datang untuk menunjukkan kepadamu.” Daniel 9 : 20 – 23. Di sini terdapat suatu catatan mengenai suatu kecepatan yang sama sekali di luar kemampuan pengetahuan manusia. Doa yang dinaikkan ke surga dan malaikat yang turun ke bumi ini telah terlaksana dalam kurang dari dua puluh menit. Hanya surga yang tahu bagaimana seorang malaikat dapat menempuh jarak yang sedemikian besarnya yang tak terbilang jauhnya itu dalam hanya beberapa menit. Tidak akan ada kekacauan,

kesulitan, ataupun sesuatu keterlambatan apapun pada perjalanan yang termulia itu setelah orang-orang Kristen sekali memulai pada jalan itu. Tetapi kita tentunya terlalu lambat memulai, maka itulah satu-satunya persoalan kita yang harus kita pecahkan mengenai jarak dan perjalanan dari bumi ke surga. 

* * *

RINGKASAN DARI HAL MEREKAYANG 144.OOO ITU

LUKA YANG MEMATIKAN ITU SEMBUH KEMBALI 

“Maka aku tampak salah satu dari kepala-kepalanya itu rupanya seperti terluka yang membawa mati; tetapi lukanya yang mematikan itu sudah sembuh : Maka seluruh dunia heran akan binatang itu.” Wahyu 13 : 3. Adalah dipahami secara umum di antara orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh bahwa semenjak pemerintah Italia memberikan kekuasaan sipil kepada Paus pada tanggal 11 Pebruari 1929, ini merupakan peristiwa kegenapan nubuatan, maka kita akan menganggap bahwa interpretasi ini adalah benar, dan “luka yang mematikan” itu sudah sembuh. Perhatikan kata kerja “was” dan “healed” keduanya tertulis dalam masa yang sudah lampau (past tense). Karena demikian adanya, maka terbukti bahwa nubuatan yang khusus ini baru akan sepenuhnya dipahami setelah kegenapannya (mengenai kapan dan bagaimana ia itu selesai). 

Jika peristiwa pada tanggal yang disebut di atas menggenapi nubuatan, maka kita tidak akan keliru jika kita harus menduga bahwa bagian yang terakhir dari ayat itu juga telah menemui kegenapannya. “Maka seluruh dunia heran akan binatang itu.” Mengutip Testimonies, jilid 6, halaman 14 : “Nubuatan Wahyu sedang digenapi, bahwa ‘seluruh dunia heran akan binatang itu.’ Wahyu 13 : 3”. Dunia yang ada sekarang pada waktu ini tidak lagi dalam kondisi kerohanian yang lebih baik, melainkan terburuk, maka kita dapat simpulkan bahwa Injil ini telah menemui kegenapannya sepenuhnya. Luka itu sudah “sembuh” sama seperti juga dunia “heran akan binatang itu.” 

Kita tidak perlu berharap bahwa dunia harus mendaftarkan diri dalam keanggotaan dari badan persekutuan orang-orang itu untuk menggenapi nubuatan ini. Perhatikan bahwa dunia heran bukan terhadap kepala yang terluka itu melainkan terhadap binatang itu. Firman ini berbicara dalam hal masalah-masalah rohani. Kembali, mengutip dari Testimonies, jilid 6, halaman 15 : “Penyembahan Iblis ini telah diungkapkan kepadanya (Yohanes), dan terlihat kepadanya seolah-olah seluruh dunia sedang berdiri pada jurang kebinasaan.” Dunia telah dihinggapi roh dari binatang itu, sehingga dengan demikian menggenapi ramalan Ilahi itu. 

“Maka aku berdiri di atas pasir di tepi laut, dan aku tampak seekor binatang buas keluar dari dalam laut, yang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, dan di atas tanduk-tanduknya

___ GAMBAR ___

itu bermahkota sepuluh, dan di atas kepala-kepalanya terdapat nama hujat.” Wahyu 13 : 1. Perhatikan bahwa binatang ini memiliki tujuh kepada dan sepuluh tanduk. Untuk memperoleh suatu pengertian yang menyeluruh tentang nubuatan ini kita harus memulai dari akarnya ke atas. (Untuk pertama kali sepuluh raja ini (tanduk-tanduk) telah dibawa oleh Injil kepada perhatian kita, terdapat di dalam Daniel 2 : 41, 42, yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki pada patung besar dalam mimpi Nebukadnezar). Sesudah mengungkapkan kepada raja itu mengenai berakhirnya kerajaan keemasannya itu, yang dilambangkan oleh kepala patung yang dari emas itu, dan turun sepanjang sejarah dunia sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali, maka Daniel mengatakan, “Maka pada zaman raja-raja ini Allah di surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak pernah dapat dibinasakan.” Daniel 2 : 44. 

Di dalam Daniel pasal 7, nubuatan yang sama ini mengenai sejarah dunia kembali diulangi dalam lambang-lambang dari binatang buas. Raja-raja yang dilambangkan oleh jari-jari kaki dari patung besar itu di waktu ini dilambangkan oleh sepuluh tanduk dari binatang yang “keempat” dan “yang tak tergambarkan” di dalam ayat 7. Alasan bagi adanya salinan yang sama ini ialah untuk membawakan kebenaran tentang tanduk kecil itu (kuasa kepausan, ayat 8). Sepuluh tanduk itu (raja-raja) kembali diulangi di dalam Wahyu 13 : 1, untuk menunjukkan sejarah dari nubuatan itu seperti yang dijelaskan oleh Daniel, –– yaitu “pada zaman raja-raja ini Allah di surga akan mendirikan sebuah kerajaan.” 

Perhatikan bahwa binatang (yang menyerupai macan tutul) ini dari Wahyu 13 : 1 – 3, muncul keluar dari laut, sama caranya dengan empat binatang buas dari Daniel pasal 7, oleh karena itu proses yang mendatangkan binatang ini ke atas pentas adalah sama dengan binatang-binatang yang melambangkan Babil, Medo Persia, Gerika (Yunani), dan Romawi. Jika sepuluh tanduk dari binatang ini melambangkan raja-raja yang ada sekarang pada waktu mana “Allah di surga akan mendirikan sebuah kerajaan” (mengutip kata-kata Daniel), maka binatang ini sendiri akan melambangkan periode sejarah selanjutnya dari Romawi, karena perpecahan dari kekaizaran Romawi itu telah mendatangkan adanya raja-raja ini. Ini juga disebut “Romawi dalam keadaan perpecahannya” yang dilambangkan oleh patung besar dari Daniel 2 : 42, yang kakinya dan jari-jarinya terbuat dari besi dan tanah liat. Besi adalah logam yang melambangkan Romawi; tanah liat, bagian yang hancur. 

“Maka aku berdiri di atas pasir di tepi laut, dan aku tampak seekor binatang buas keluar dari dalam laut, yang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, dan di atas tanduk-tanduknya itu bermahkota sepuluh, dan di atas kepala-kepalanya terdapat nama hujat.” Wahyu 13 : 1.

Simbol-simbol yang diberikan oleh Ilham adalah mampu dengan setepatnya mengungkapkan kebenaran tanpa menimbulkan suatu bayangan keraguan apapun. Setiap interpretasi nubuatan yang tidak sampai kepada spesifikasi yang tepat oleh lambang-lambang itu bukanlah jenis yang dapat diharapkan, maka cepat ataupun lambat ia itu akan hancur. 

Telah diakui bahwa sepuluh tanduk itu melambangkan sepuluh kerajaan yang berasal dari Romawi yang telah terbagi. Interpretasi ini benar karena anda dapat mencatat bahwa tanduk-tanduk itu adalah tanduk-tanduk bermahkota. Mahkota-mahkota itu menunjukkan bahwa raja-raja ini telah menerima kerajaan mereka, tetapi perhatikanlah dengan seksama bahwa kepala-kepala itu adalah tanpa mahkota; oleh sebab itu tujuh kepala ini tidak mungkin melambangkan kerajaan-kerajaan atau pemerintahan-pemerintahan sipil. Jadi tidaklah bijaksana dan bahkan menyesatkan jika mengira bahwa kepala-kepala itu dapat melambangkan penguasa-penguasa sipil di masa lalu ataupun di masa depan. 

Seluruh tujuh kepala itu adalah sama tanpa perbedaan di antara satu dan lainnya. Jika kepala yang terluka itu melambangkan suatu bentuk agama, maka kita harus menyimpulkan bahwa enam kepala lainnya itupun melambangkan badan-badan agama. Jumlah angka dari semuanya itu adalah angka Alkitab “tujuh”, yang berarti “semua”, atau “lengkap”. 

Kalau saja kepala-kepala itu datang satu menyusul yang lainnya seperti halnya binatang-binatang dari Daniel pasal 7, dan tanduk kecil itu yang telah datang setelah terlebih dulu tiga tanduk daripadanya “tercabut sampai ke akar-akarnya”, maka ini akan menunjukkan suatu bentuk badan-badan yang saling menyusul datangnya. Karena seluruh tujuh badan itu berada dalam waktu yang sama, maka lambang itu mengungkapkan bahwa seluruh tujuh badan itu harus memerintah selama masa periode yang sama. 

Tujuh kepala ini tidak mungkin melambangkan sesuatu pada sesuatu waktu sebelum runtuhnya kerajaan Romawi, karena yang melambangkan apa yang terjadi sebelum runtuhnya Romawi itu telah dilambangkan dalam komposisi yang membentuk binatang itu, di luar tujuh kepala dan sepuluh tanduk itu (seperti yang dikemukakan di dalam ayat kedua). Bagian yang menyerupai macan tutul adalah melambangkan Gerika (Yunani) (Daniel 7 : 6); kaki beruang melambangkan Medo-Persia (ayat 5); dan mulut singa melambangkan Babil (ayat 4). Binatang kombinasi yang terdapat di dalam Wahyu 13 : 1, 2 dalam pembentukannya adalah kenyataan bahwa ia datang ke pentas sesudah empat kerajaan dunia yang besar itu; yaitu Babil, Medo-Persia, Gerika (Yunani), dan Romawi. Demikianlah, ia menjadi binatang yang kelima, yang melambangkan periode sejarah sesudah keruntuhan Romawi. Sepuluh tanduk

dari kedua binatang itu, Daniel 7 : 7 dan Wahyu 13 : 1, seperti juga halnya dengan sepuluh jari kaki dari Daniel 2 : 42, melambangkan sepuluh kerajaan yang sama ke dalam mana Romawi telah dibagi. Sepuluh raja ini menjelmakan peradaban dalam periode sejarah yang kelima, atau periode sejarah sesudah Romawi sampai kepada sejarah kita sendiri, dan seterusnya sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali, sesuai dengan Daniel 2 : 44. “Maka dalam zaman raja-raja ini Allah di surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dapat dibinasakan.” 

Selanjutnya, perhatikanlah bahwa sepuluh tanduk yang ada pada binatang yang tak tergambarkan dari Daniel 7 : 7 itu adalah tidak bermahkota, tetapi tanduk-tanduk yang ada pada binatang yang menyerupai macan tutul dari Wahyu 13 : 1, semuanya bermahkota. Simbol itu mengungkapkan bahwa tanduk-tanduk pada kedua binatang itu melambangkan raja-raja yang sama : tidak bermahkota pada binatang yang pertama karena sepuluh raja itu (tanduk-tanduk) belum memiliki kerajaan mereka sebelum keruntuhan Romawi. Kenyataan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul itu memiliki tanduk-tanduk yang bermahkota ialah karena ia datang ke pentas sesudah Romawi runtuh, pada waktu mana raja-raja ini memperoleh kerajaan-kerajaan mereka. 

Tanduk kecil yang terdapat pada binatang dari Daniel 7 : 8 itu, yang telah datang kemudian di antara sepuluh tanduk, yang dari tempatnya itu telah tercabut tiga buah tanduk, telah ditafsirkan melambangkan pimpinan kepausan semenjak dari tahun 538 TM sampai tahun 1798, dan yang telah terluka dalam abad kelima belas. Luka parah itu telah menimbulkan perpecahan dan meningkatkan jumlah kepala seperti yang tergambar di dalam Wahyu 13 : 1. Enam kepala itu melambangkan Protestantisme, dan yang satunya melambangkan kepemimpinan Katholik sehingga keseluruhannya membentuk angka Alkitab “tujuh”, yang berarti “lengkap” (semuanya). Sepuluh tanduk itu melambangkan peradaban sekarang ini yang berada di bawah penguasa sipil; kepala-kepala melambangkan seluruh dunia Kristen. 

Nubuatan ini menggambarkan seluruh peradaban yang telah keluar melalui empat kerajaan dunia itu oleh runtuhnya Romawi. Tetapi ia itu tidak mungkin meliputi juga bangsa-bangsa dan umat-umat yang lainnya, sebab pembentukan binatang itu hanya terdiri dari Babilon, Medo-Persia, Gerika (Yunani), dan Romawi, seperti yang dijelaskan terdahulu. Kalau saja jumlah angka tanduk-tanduk itu adalah “tujuh”, maka ia itu akan mempunyai arti Alkitab (semuanya), tetapi karena jumlah angka “sepuluh” yang dipakai, maka semua yang lainnya dikecualikan. 

Tetapi bangsa-bangsa dan umat yang dikecualikan oleh lambang “sepuluh” itu, dan juga oleh komposisi pembentukan binatang itu adalah tidak sama sekali

ditinggalkan, karena tercabutnya tiga tanduk yang terdapat pada binatang Daniel 7 : 8 itu meninggalkan suatu keseimbangan jumlah angka Alkitab “tujuh”. Jadi demikianlah jatuhnya tiga orang raja, yaitu Heruli, Ostrogoth, dan Vandals memberi pertanda bagi adanya hubungan erat yang ada sekarang di seluruh dunia melalui hasil-hasil ciptaan modern. Oleh sebab itu, pengaruh dari peradaban barat, baik sipil maupun agama (yang dilambangkan oleh simbol-simbol itu, –– yaitu tanduk-tanduk dan kepala-kepala), adalah meliputi seluruh peradaban yang ada sekarang. Demikianlah nubuatan simbolis ini telah menemui kegenapannya. 

Nubuatan Wahyu 13 : 3, “Maka dunia heran akan binatang itu”, mengungkapkan suatu kemurtadan yang luas. Angka Alkitab “tujuh” meliputi segala perkara dilambangkan oleh kepala-kepala itu (yang mengendarai binatang itu dan dikepalai oleh Iblis). Perhatikan, nama hujat itu terdapat di atas semua kepala, –– yaitu lambang-lambang dari pemimpin-pemimpin agama yang tidak setia, yang berpura-pura menirukan kepribadian atau kekuasaan Allah, di bawah selubung jubah Kekristenan. Maksud dari Setan yang menyeluruh ialah untuk menyesatkan seluruh dunia. Ucapan yang dikeluarkan oleh Kristus adalah benar, bahwa ia (Setan) akan mencoba untuk “menyesatkan juga orang-orang pilihan itu (mereka yang 144.000 itu) sekiranya mungkin.” Roh Nubuat, dalam membicarakan firman ini mengatakan : “Penyembahan Iblis ini telah diungkapkan kepadanya (Yohanes), maka ini tampak kepadanya seolah-olah seluruh dunia sedang berdiri di tepi jurang kehancuran. Tetapi sementara ia memandang dengan penuh perhatian, ia melihat rombongan umat Allah pemelihara hukum itu.” Testimonies, jilid 6, halaman 15. 

Janganlah kita heran jika kita akan melihat bahwa sampai hari ini kita belum dapat mengerti sepenuhnya arti yang sebenarnya dari proses penyembuhan itu. Kita mengulangi definisi dari kata-kata kerja itu yang terdapat dalam past tense (masa yang sudah lampau) : “bagaikan ia itu terluka parah; tetapi luka parahnya itu sudah sembuh : maka seluruh dunia heran akan binatang itu.” Terbukti bahwa Ilham meramalkan bahwa ia itu tidak akan sepenuhnya dipahami sebelum ramalan samawi itu digenapi. Roh Nubuat menyaksikan akan hal ini, dengan mengatakan : “Tanda dari binatang itu akan jadi benar-benar tepat sesuai dengan yang telah diberitakan. Belum semua yang berkenan dengan masalah ini dapat dimengerti, dan juga ia itu tidak dapat dipahami sampai kelak gulungan suratnya terbuka.” Testimonies, jilid 6, halaman 17. Jika gulungan surat itu sudah mulai terbuka, maka hanya pada saat itulah dapat kita harapkan kebenaran yang mengungkapkan firman.

Diasingkannya Paus Pius VI, dalam tahun 1798, dan kematiannya di Valence, Prancis, pada tanggal 19 Agustus 1799, bukanlah yang menimbulkan luka itu. Juga bukan kematian salah seorang paus baik sebelumnya ataupun sesudah itu yang telah menimbulkan luka parah itu. Ia itu hanya menggenapi Wahyu 13 : 10, --- “Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan ia sendiri akan masuk ke dalam tawanan.” Juga periode nubuatan 1260 tahun yang panjang dari Daniel 7 : 25. Juga bukanlah pengangkatan seorang paus yang lain yang menyembuhkan luka itu. Itu hanyalah suatu pertanda dari hal pukulan yang mematikan yang sedang diselesaikan. Demikian pula halnya dengan pengembalian kekuasaan sipil kepada paus dalam tahun 1929, bukanlah hal ini yang menyembuhkan luka parah itu, melainkan hanya merupakan suatu pertanda bahwa ia itu telah sembuh. 

Perhatikan dengan seksama bahwa luka yang mematikan itu bukan ditimbulkan oleh salah sebuah dari sepuluh tanduk itu (seperti halnya tanduk kecil dari Daniel 7 : 8, setelah mana tiga tanduk lainnya telah tercabut). Jika salah satu dari sepuluh tanduk itu telah menimbulkan luka itu, maka ini menunjukkan bahwa itu dilakukan oleh sesuatu penguasa sipil (dengan demikian Jenderal Berthier dapat disebut sebagai orang yang melakukan pukulan itu). Tetapi karena tanduk-tanduk itu tidak ada hubungannya dengan kepala, maka terbukti bahwa penyebabnya itu berasal dari dalam kepala itu sendiri; maka sebab itu Luther adalah satu-satunya orang yang dapat disebut sebagai yang melakukan pukulan itu. 

Pengasingan terhadap paus dalam tahun 1798 itu hanya merupakan suatu tanda mengenai segi kenyataan dari luka itu, yang menunjukkan bahwa pukulan itu memang sudah dilakukan, tetapi segi kerohanian dari kebenarannya sama sekali telah dilalaikan. Kalau saja kepala itu tidak mendapat luka parah oleh Luther, paus tidak akan mungkin dapat dimasukkan ke dalam penjara oleh Berthier, ataupun oleh seseorang jenderal yang lain, sebab sebelum pedang diparangkan kepadanya, paus masih memerintah dengan kuasa penuh. Tetapi pukulan Luther itu telah melemahkan kekuasaannya, lalu demikianlah pukulan terus menerus itu mulai melukai “kepala” itu. Luka kesakitan ini terus berlangsung sampai tahun 1870, setelah pada akhirnya kekuasaan sementara paus itu diambil daripadanya. Itulah yang merupakan luka yang terakhir pada “kepala” itu, dan itu menunjukkan bahwa ia telah dibiarkan sampai sembuh sendiri “lukanya yang parah” itu. Pendapat yang ditulis oleh Uriah Smith di dalam buku “Daniel and Revelation” sejauh yang menyangkut kenyataannya adalah benar. 

Terpilihnya seorang paus yang baru (segi kenyataan) memberikan pertanda bahwa luka parahnya itu akan kelak sembuh kembali. Yang amat menarik perhatian kita ialah segi kerohanian dari pelajaran ini, yang secara singkat akan kami kemukakan pada kesempatan ini. Alasan nubuatan ini dibawa kepada

perhatian kita di dalam pasal ini ialah untuk mengungkapkan kebenaran dari hal kepala yang kena luka parah itu. Perhatikan bahwa binatang itu memiliki “tujuh” kepalanya; yang “satu” kena luka, tetapi “enam” lainnya tidak. Kepala yang kena luka itu sedang diinterpretasikan sebagai kepemimpinan kepausan, yang dilukai oleh “Martin Luther”. Pukulan itu dilakukan oleh ajaran Alkitab yang benar yang diajarkan oleh Luther, yang hasilnya adalah munculnya Protestantisme ke atas pentas menentang “kepala” itu. Inilah yang telah menimbulkan “luka” itu. Ucapan ini adalah benar, maka selama Protestantisme tetap setia kepada prinsip-prinsip Alkitab, dan kepala itu masih ada, maka luka parah itu akan tetap menganga terbuka. Tetapi jika Protestantisme menyimpang dari kewajiban-kewajiban mereka yaitu “Alkitab, dan hanya Alkitab saja”, atau menolak terang baru, maka luka parah itu akan sembuh, dan dunia heran terhadap binatang itu (murtad). 

Kepala yang terluka itu sesungguhnya tidak banyak terganggu sebab seorang paus sudah mati, tetapi ia itu tidak akan senantiasa begitu selama seorang paus yang lain lagi masih dapat mengisi lowongannya. Satu-satunya perkara yang mengecewakan kepala itu dan mengganggu binatang itu ialah Protestantisme yang benar. Iblis mengetahuinya dan kepala itu juga mengetahuinya, tetapi umat Allah telah membiarkan ular naga yang tua itu menutup mata mereka dengan kain wool. Bangkitlah, hai Saudaraku, bangkitlah, hai Saudariku! Janganlah membiarkan musuh yang licik itu menipu kamu dari mahkota kehidupan pada jam kesebelas sekarang ini. 

Apakah kematian paus itu jauh lebih penting daripada kelahiran faham Protestantisme? Apakah pengasingan paus itu adalah lebih besar terhormat daripada pengasingan diri di Wartburg Castle? Apakah Berthier itu seorang pahlawan yang lebih besar karena ia telah menutup pintu-pintu penjara dengan balok-balok daripada biarawan yang sederhana itu yang telah membukanya untuk memasukkan ke dalamnya paus yang pernah diagungkan itu? Bukankah keteguhan tabiat dan kestabilan tujuan disertai iman kepada Allah dalam utusan surga yang telah memungkinkan semuanya ini? Jika Luther adalah yang terbesar, dan tindakannya adalah jauh lebih mulia, maka mengapakah Ilham menuliskan sebuah nubuatan bagi pengasingan dan kematian dari paus, dan bukan bagi tindakan Luther itu? 

Mengapakah Ilham mencatat mengenai diambilnya ataupun dikembalikannya kekuasaan paus yang sementara, dan bukan mengenai perolehan kembali Alkitab, dan tersingkirnya kegelapan? Bukankah Allah sendiri yang oleh perantaraan tangan Luther telah membuka pintu-pintu kegelapan, lalu membuat terang bercahaya atas

Firman tertulis-Nya? Bukankah karena iman dan usaha dari utusan surga ini yang telah mengakhiri aniaya yang bengis dan pertumpahan darah orang-orang suci dari Dia Yang Maha Tinggi? Satu-satunya jawaban yang benar kepada semua pertanyaan yang banyak ini ialah : Pukulan Luther telah menimbulkan luka pada kepala binatang itu, maka hanya faham Protestantisme yang benar dapat mempertahankan luka itu menganga terbuka. 

Dalam tahun 1844 pada waktu pemberitahuan dibuat mengenai runtuhnya Babil modern oleh menghotbahkan pekabaran malaikat yang kedua dari Wahyu 14 : 8, maka luka itu sudah akan sembuh, sebab Babil sudah runtuh, dan sudah akan mulai digenapi kata-kata yang berbunyi, –– “dan seluruh dunia heran akan binatang itu”. Tetapi “orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh” telah datang naik ke pentas dan dinyatakan sebagai satu-satunya umat Protestan semenjak dari waktu itu, yang sedemikian itu telah mempertahankan duri di dalam luka parah itu. Memang demikianlah halnya, maka selama orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh (sebagai sebuah badan) masih tetap setia kepada prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran yang telah membangun pergerakan yang besar ini, maka luka itu tak akan mungkin dapat sembuh, juga tak akan mungkin dapat dikatakan “seluruh dunia heran akan binatang itu.” 

Karena kita telah menyimpang meninggalkan landasan-landasan, –– yaitu kepatuhan yang teguh kepada Firman Allah, oleh mana hanya dapat kita memeliharakan perintah-perintah-Nya sebagai orang-orang Advent yang benar, –– maka kita telah meninggalkan landasan ilahi, lalu heran akan binatang itu. Jika luka binatang itu sembuh, maka kita sebagai suatu umat, telah ikut serta dengan roh binatang itu (dunia). Sebagaimana pengasingan terhadap paus telah merupakan suatu pertanda mengenai luka yang telah dibuat, maka demikian pula pemberian kekuasaan sipil kepada paus dalam tahun 1929 adalah suatu pertanda faham Protestantisme yang benar telah kehilangan kuasanya, dan demikianlah dunia heran akan binatang itu. 

Kemurtadan yang menyeluruh ini yang dikepalai oleh pemimpin-pemimpin agama yang telah menyesatkan dirinya sendiri ini tidak mungkin terjadi sesudah pembersihan sidang Allah, karena masa itu adalah suatu masa penuaian dalam mana orang-orang Kafir dari Yesaya 60, akan bertobat kembali kepada sidang. Berbicara mengenai masa penuaian yang gilang-gemilang itu nabi Yesaya mengatakan : “Maka kesombongan orang akan ditundukkan dan keangkuhan manusia akan direndahkan; maka hanya Tuhan sendiri yang akan ditinggikan pada hari itu.” Yesaya 2 : 17. Sidang Allah akan ditinggikan seperti yang dinubuatkan baik oleh Yesaya pasal 2, maupun oleh Mikha pasal 4; baca halaman 173-181 (bahasa Inggris). Oleh sebab itu, masa penuaian tidak mungkin merupakan masa kemurtadan bagi sidang Allah. Jika itu merupakan masa kemurtadan, maka Allah tidak akan lagi mempunyai sidang di bumi ini.

Nabi Yesaya menunjuk kepada masa kegelapan rohani ini, mengatakan : “Maka pada hari itu tujuh orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki, sambil mengatakan, Kami akan makan roti kami sendiri, dan memakai pakaian kami sendiri : Hanya biarkanlah nama kami dipanggil dengan nama-Mu, untuk menyingkirkan kecelaan kami.” Adalah suatu kenyataan yang tak dapat dibantah bahwa orang-orang perempuan yang dibicarakan di sini adalah melambangkan sidang-sidang. Angka Alkitab “tujuh” telah digunakan sebagai simbol, yang berarti “semua”, oleh sebab itu simbol ini tidak mengecualikan satu sidang pun, melainkan dimaksudkan kepada “semua”. Roh Nubuat menyaksikan hal ini dengan mengatakan angka “tujuh” menunjukkan kelengkapan. Acts of the Apostles, halaman 585. Dengan sendirinya akan meliputi juga Masehi Advent Hari Ketujuh di dalamnya, sebab jika tidak itu belum meliputi “semuanya”. Sementara wanita-wanita ini terus menolak petunjuk-petunjuk dari Kristus melalui Firman-Nya dan pembenaran-Nya, yang dilambangkan oleh roti dan pakaian, maka mereka ingin untuk dipanggil saja nama mereka dengan nama-Nya (orang-orang Kristen), tetapi sementara dunia berada di tepi jurang kebinasaan, maka Allah segera bangkit bekerja, dan menertibkan segala perkara, seperti diramalkan dalam ayat yang kedua. 

“Pada hari itu Tunas Tuhan akan kelak menjadi indah dan mulia, dan hasil tanah akan menjadi indah dan menarik bagi mereka yang telah luput dari Israel.” Yesaya 4 : 2. Perhatikan bahwa janji yang mulia ini adalah bagi mereka yang luput (Israel –– 144.000). Ini tidak menunjuk kepada orang-orang di dunia, melainkan kepada mereka di dalam sidang Allah, sebab ayat tiga mengatakan : “Orang yang lagi tinggal di Sion, dan orang yang ketinggalan di Yerusalem, akan disebut suci”. Ayat empat memberikan kepada kita waktunya yang lebih pasti, bahwa itulah masa pembersihan dari sidang-Nya, karena dikatakan : “Apabila Tuhan sudah membasuhkan anak-anak perempuan Sion dari kekotorannya, dan sudah membuang segala hutang darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh Roh hukum, dan oleh Roh pembakaran.” 

Sementara dunia heran akan binatang itu, maka Allah mempunyai 144.000 orang-Nya yang “tidak menyembah sujud kepada Dewa-Dewa.” Walaupun mereka itu tampaknya sesat tanpa seorang gembalapun, lengan dari Yang Maha Kuasa tetap mengawasi mereka. Dalam ucapan yang dikutip terdahulu dari buku Testimonies, jilid 6, halaman 15, berbicara mengenai kemurtadan hebat yang merajalela di mana-mana pada waktu ini, (dalam arti bahwa dunia telah heran mengagumi binatang itu) mengatakan : “Tetapi sementara dia (Yohanes) memandang dengan penuh perhatian, maka ia melihat rombongan

umat Allah pemelihara hukum itu (mereka yang 144.000 itu). Mereka itu memiliki pada dahi mereka meterai dari Allah yang hidup, dan iman dari Yesus ....... Maka aku dengar suatu suara dari langit mengatakan kepadaku, Tuliskanlah, Berbahagialah segala orang yang mati dalam Tuhan semenjak sekarang.” Perhatikan bahwa sesudah pemeteraian mereka yang 144.000 itu akan ada sebagian orang yang mati dalam Tuhan (selamat), karena firman mengatakan “semenjak dari sekarang”, berarti semenjak dari saat rombongan ini dimeteraikan. 

Mereka yang 144.000 itu adalah orang-orang suci yang hidup, yang akan diubahkan tanpa merasai kematian. “Tuhan telah mengonci mereka di dalam. Tujuan mereka telah ditulis –– yaitu ALLAH, YERUSALEM BARU.” Testimonies to Ministers, halaman 446. Oleh sebab itu, mereka yang mati “dalam Tuhan” itu harus berasal dari orang-orang yang selamat, setelah pemisahan itu (dalam masa penuaian) yang mana Yesaya 52 : 1 dan Zefanya 3 : 13, akan digenapi. Mereka yang mati pada waktu itu adalah mungkin orang-orang yang tidak kuat bertahan menghadapi penderitaan sementara hukuman-hukuman Allah dicurahkan ke atas negeri itu dalam masa bela-bela yang akan datang. Sementara Allah membersihkan jalan menghadapi tujuh bela yang terakhir itu dengan cara menaruh sebagian umat-Nya tidur di dalam kubur, Ia juga telah berbuat yang sama menghadapi peristiwa itu yang akan jadi dalam tahun 1931 (jika saja tanggal itu benar). Karena kita baca di dalam Yesaya 57 : 1, “Orang benar itu binasa, dan tak seorangpun yang memperhatikannya : dan orang-orang saleh diambil pergi, dan tak seorangpun memikirkan bahwa orang-orang benar itu diambil pergi dari kejahatan yang akan datang.” 

Kembali, kami mengundang perhatian anda kepada past (masa lampau) dan future tense (masa yang akan datang) dari firman itu; sementara Wahyu 14 : 13, terdapat dalam masa yang akan datang, Yesaya 57 : 1 adalah dalam masa lampau. Karena ini adalah kebenaran pada waktunya, adalah mudah untuk dilihat bahwa kita pada waktu sekarang, berdiri di antara kedua ayat Injil ini. Peristiwa yang diramalkan bagi penyucian sidang Allah sama sekali bukanlah suatu peristiwa kecil. Orang-orang yang tidak mampu mengalami cobaan akan ditaruh di dalam kubur, tetapi sebaliknya mereka yang 144.000 itu tetap dan akan meloloskan diri, tetapi sebagian besar di dalam sidang (sekarang) akan binasa di dalam kehancuran itu. Kiranya Allah membantu umat-Nya. 

Kepada nabi Yesaya, kemurtadan besar ini yang telah dibina oleh pemimpin-pemimpin rohani yang buta, telah diungkapkan, yang digambarkannya dalam kata-kata firman berikut ini : “Maka Ia melihat bahwa tidak ada seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun bahwa tidak ada seorangpun pembela; oleh sebab itu, lengan-Nya sendiri yang membawa keselamatan bagi-Nya; dan kebenaran-Nya sendiri yang menunjang Dia.” Yesaya 59 : 16. “Lalu Ku

pandang, maka tak seorangpun yang akan membantu; lalu Aku tertegun karena tidak seorangpun yang akan menolong; oleh sebab itu, lengan-Ku sendiri yang membawa keselamatan kepada-Ku, dan kehangatan murka-Ku, itulah yang membantu-Ku.” Yesaya 63 : 5. Mikha, sambil memandang jauh ke depan kepada kesesatan yang menyeluruh ini, mengatakan : “Jangan lagi percaya kepada sahabat, jangan lagi menaruh harap kepada petunjuk jalan.” Mikha 7 : 5. 

Belum pernah diberikan sedemikian limpahnya terang terhadap sesuatu peristiwa nubuatan sejak permulaan dunia, seperti yang Tuhan sudah berikan terhadap masalah yang penting ini yang telah dikemukakan di dalam buku ini (pemeteraian mereka yang 144.000 itu, dan pembantaian di dalam sidang yang berkaitan dengan penuaian, walaupun belum semuanya diterbitkan). Oleh sebab itu, umat ini tidak akan dibiarkan dan dimaafkan. Barangsiapa yang lalai mempersiapkan dirinya dengan seperlunya untuk menghadapi peristiwa yang sangat penting ini akan melibatkan dirinya dalam dosa yang tidak dapat diampuni. Kepada orang yang sedemikian ini, hari itu kelak akan merupakan hari yang mengerikan. “Oleh sebab itu Aku akan berbuat kepadamu demikian, hai Israel : Maka sebab Aku akan berbuat kepadamu sedemikian ini, bersedialah kamu untuk menjumpai Allahmu, hai Israel.” Amos 4 : 12. 

“Jagalah, jagalah; kenakanlah kuatmu, hai Sion, kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, ..... Kebaskanlah dirimu dari habu; bangkitlah, dan duduklah ..... lepaskanlah dirumu dari ikatan rantai yang membelenggu lehermu, hai puteri Sion yang tertawan.” Yesaya 52 : 1, 2. 

Adalah cukup menyenangkan untuk diperhatikan betapa tepatnya Allah telah menggambarkan dunia kita ini dalam berbagai simbol. Sementara enam kepala Protestan dan satu kepala Katholik membentuk angka Alkitab “tujuh”, yang berarti seluruh dunia Kristen, maka Allah memiliki juga nubuatan yang sama yang dikuatkan oleh nabi Yehezkiel, dan telah dibawakan oleh para reformator semenjak dari zaman Luther; yaitu, Luther, Knox, Wesley, Campbell, Miller, dan Nyonya White. Mereka yang setia ini telah berkorban dalam semua usahanya untuk membawa kembali sidang Allah kepada standard kesuciannya. Tetapi sebagaimana musuh yang licik itu telah berhasil menjatuhkan yang pertama, maka ia terus maju menggunakan metoda yang sama kepada yang berikutnya sampai kepada yang terakhir. Enam tokoh reformator yang besar ini yang berdiri pada pihak Protestan telah mendirikan enam organisasi gereja yang besar itu yang telah dilambangkan oleh enam kepala binatang, dan gereja Katholik (induk dari faham Protestantisme), kepala yang ketujuh, dengan demikian meliputi semua dunia Kristen dalam keadaannya yang tercemar. Karena alasan inilah Ilham memberikan angka Alkitab “tujuh”. (Lihat nubuatan Yehezkiel pada halaman 114 – 132 (bahasa Inggris)). Kita juga memiliki “tujuh” sidang dari Wahyu pasal 2, dan 3,

___ GAMBAR __

yang dimulai dengan sidang Efesus, dan seterusnya sepanjang zaman sampai kepada sejarah kita (orang-orang Laodikea). Angka Alkitab “tujuh” ini adalah meliputi seluruh sejarah gereja dalam masa periode contoh saingan sampai kepada masa pemisahan lalang-lalang dari gandum, seperti yang diramalkan oleh Kristus di dalam Matius 13 : 30. Angka “tujuh” telah digunakan untuk menunjukkan keseluruhan, atau akhir ajal dari semua lalang. Lihat gambar bagan pada halaman 224. 

Walaupun kemurtadan besar dan hujat yang sedemikian ini telah mengikat dunia, sidang Allah, yaitu mereka yang berjumlah 144.000 itu, tersebar di seluruh panjang dan lebar bumi tanpa seorang gembalapun, mereka tidak menyembah sujud kepada Baal. Sementara orang-orang Laodikea terguncang keluar (diludahkan) oleh kebinasaan itu, Allah menggembalakan sendiri kawanan domba-Nya. Demikianlah, sidang dan pekabaran itu akan berhasil sampai kepada kemenangan. Lihatlah Testimonies, jilid 6, halaman 427; Testimonies to Ministers, halaman 300. 

Sementara periode 430 tahun itu yang berkaitan dengan Israel di Mesir, dan 430 tahun dari Yehezkiel 4 : 5, 6 berjalan sejajar dalam sejarah kita, maka gambaran bagan ini (Luka Parahnya telah Sembuh) menunjukkan bahwa yang satu saling melengkapi yang lainnya. Karena empat puluh hari (tahun), di mana Yehezkiel harus berpuasa sambil berbaring pada sisinya sebelah kanan menunjukkan suatu kelaparan rohani (seperti yang dijelaskan pada halaman 125 (bahasa Inggris) dan gambar bagan pada halaman 133 (bahasa Inggris)) dimulai dalam tahun 1890, dan berakhir dalam tahun 1929. Aplikasinya membuktikan benar melalui peristiwa yang terjadi pada tanggal 11 Pebruari 1929 (sembuhnya luka itu), ini merupakan tanda bahwa periode nubuatan itu telah berakhir. Inipun terbukti oleh kebenaran yang telah datang, karena pada akhir dari empat puluh hari itu Yehezkiel akan bangun, dan makan, dan bebaslah dia. Kalau saja empat puluh tahun nubuatan itu belum berakhir, maka kita belum dapat memperoleh kebenaran ini seperti yang diterbitkan di dalam buku ini. Tetapi kenyataannya membuktikan bahwa kebenaran itu telah datang. Oleh sebab itu, dengan mengurangi empat puluh tahun nubuatan dari tahun 1930, maka kita akan mendapatkan tahun 1890, yaitu tahun di mana sidang mulai merosot jatuh. Lihat gambar bagan pada halaman 221. 

* * *

BAGAN RINGKASAN

PENJELASAN MENGENAI CONTOH-CONTOH 

Maksud dan tujuan pada bagan ini (pada halaman berikutnya) ialah untuk menjumlahkan kedua pelajaran (reformasi, dan mereka yang 144.000 itu). Melalui bagan ini kita akan melihat suatu kesamaan yang tepat dari hal apa yang telah diajarkan di dalam penerbitan ini. Ia juga memungkinkan kita untuk memeriksa akan pokok masalah yang maha penting ini. Allah yang adalah demikian rupa memperhatikan kepentingan umat-Nya mengungkapkan kebenaran-Nya kepada umat-Nya, Ia telah membuatkan gambar-gambar yang sangat indah mengenai peristiwa-peristiwa sejarah. Bukti tentang kasih-Nya yang kekal bagi Israel, pilihan-Nya, yaitu buah-buah pertama dari hasil penuaian-Nya. “Allah dari Yakub” untuk beribu-ribu tahun sebelumnya telah membentangkan rencana-rencana-Nya untuk disampaikan kepada umat-Nya suatu seni sentuhan Ilahi dalam suatu keindahan yang sempurna. 

Pemazmur mengatakan, “Allah yang maha kuasa, yaitu Tuhan, telah berbicara, dan memanggil bumi sejak dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. Dari dalam Sion, kesempurnaan keelokan, Allah telah menyinarkan. Allah kita akan datang, dan Ia tidak akan berdiam diri-Nya; suatu api akan menghanguskan di hadapan-Nya, maka akan ada angin ribut yang menderu-deru sekeliling-Nya. Ia akan berseru kepada segala langit dari atas, dan kepada bumi, agar Ia dapat mengadili umat-Nya. Himpunkanlah semua umat kesucian-Ku bersama-sama kepada-Ku; mereka yang telah meneguhkan suatu perjanjian dengan Aku oleh kurban. Maka segala langit akan menyatakan keadilan-Nya; karena Allah sendiri adalah hakim. Selah. Dengarkanlah, hai umat-Ku, maka Aku akan membuktikan melawan kamu : Akulah Allah, bahkan Akulah Allahmu.” Mazmur 50 : 1 – 7. 

WASIAT LAMA (BAGIAN KEDUA) 

Berbicara mengenai bagian kedua di dalam bagan ringkasan, yang berjudul “Contoh-Contoh Kepala Suku” adalah bagian yang melahirkan para kepala suku (karena alasan inilah telah kami berikan kepadanya judul itu) yang telah diurapi Allah menjadi bagaikan monumen-monumen, dan seolah-olah tonggak-tonggak pertanda, dan teladan-teladan bagi sidang-Nya dalam waktu mereka yang telah ditentukan, untuk menggenapi maksud Ilahi. Monumen-monumen? Ya, bahkan lebih dari monumen. Suara-suara mereka bergemuruh secara bergema, dan kembali bergema berulang-ulang, dan terus maju sepanjang zaman, dan dalam sejarah kita sendiri semuanya itu terdengar lebih keras lagi.

___ GAMBAR ___

Bagian ketiga, berjudul “Contoh-Contoh Upacara Bayangan”, ialah bagian yang oleh upacara Tabernakel dalam kaitannya dengan kaabah, telah memberikan kepada kita simbol-simbol mengenai pelajaran-pelajaran yang tepat dan tak ternilai harganya. Walaupun semuanya itu berasal dari berabad-abad yang lalu, lagu-lagu keselamatannya yang manis itu dari kasih Bapa, yang maju terus sepanjang jalan masuk pada keturunan manusia, sampai mencapai sejarah kita sendiri tanpa kehilangan satupun bunyi notnya. Simbol-simbol ketentuan Ilahi ini akan mengungkapkan Sumber Pengasih itu kepada keluarga manusia dalam segala zaman. 

Benar, kita telah sampai kepada suatu zaman dari pengetahuan yang luas, tetapi tampaknya itu hanya merupakan hal yang kurang penting, dan amat sedikit di dalam pengetahuan Dia dari mana segala berkat datang. Dalam kepintaran, pengetahuan, kesehatan, dan kekuatan untuk menyelesaikan perkara-perkara yang besar. Kalau saja umat Allah tidak jatuh dalam hal mengantuk dan permainan tidur-tiduran, maka banyak dari simbol-simbol dan contoh-contoh kuno ini berikut maksudnya yang sebenarnya yang sangat penting bagi sidang Allah sudah akan diungkapkan jauh di masa lalu. Banyak yang baik sudah akan dapat diselesaikan dan berkat-berkat yang berasal dari pengetahuan yang sedemikian ini tak dapat diperkirakan. Sementara dunia maju pesat dalam pengetahuan manusia dan rencana-rencana peralatan yang jahat, umat Allah sama sekali tidak mencapai kemajuan berarti bagi yang lebih baik dalam setiap garis perjuangannya. Bertahun-tahun lamanya kita terus mundur meninggalkan Dia yaitu Sumber dari semua hikmah kepintaran yang benar. 

WASIAT LAMA (BAGIAN KETIGA) 

Contoh-contoh yang ditentukan dalam bagian kedua tak lama kemudian mulai menemukan contoh-contoh saingannya segera setelah pergerakan exodus itu membuka jalan kepada bagian ketiga. Malam paskah itu telah melahirkan bagian ini (mengenai contoh-contoh upacara bayangan). Hagar (contoh) menemui contoh saingannya yang telah dirayakan dan diserahkan dengan demonstrasi-demonstrasi besar, tanda-tanda, dan keajaiban-keajaiban. Paulus mengatakan di dalam Galatia 4 : 25 : “Untuk ini Hagar ialah gunung Sinai di tanah Palestina.” Demikianlah Hagar menjadi ibu simbolis dari sidang, dengan Abraham, yaitu ayah secara daging, dan Ishmael, simbol dari anak-anak keturunan Abraham. Ibu, ayah, dan anak, adalah contoh-contoh dari Israel badani (simbol-simbolnya tepat, bukan?) Demikianlah, tiga dari contoh-contoh yang berasal dari bagian kedua menemukan contoh-contoh saingannya di dalam bagian ketiga.

Sementara domba paskah itu tunduk kepada Hagar, (simbol dari sidang di bawah perekonomian Yahudi), ia itu juga merayakan permulaan dari upacara bayangan, dengan demikian bagian ketiga menjadi ibu dari contoh-contoh upacara bayangan. Contoh-contoh itu sendiri adalah bukan objek yang sebenarnya, bahkan tidak lebih dari hanya sebuah gambar, tetapi ia itu adalah sebuah lambang kiasan yang menggambarkan suatu kenyataan yang tidak mungkin salah, yaitu objek yang dimaksudkan. Domba paskah adalah sebuah contoh yang tepat bagi “Anak Domba Allah, yang membuang dosa-dosa dunia”. (Yohanes 1 : 29). 

Sebagaimana bagian upacara bayangan (bagian ketiga) telah dimulai dengan anak domba paskah sebagai contoh, maka ia itupun akan berakhir dengan contoh saingannya. Sebagaimana contoh menemukan contoh saingannya, demikian kata rasul itu, “karena Kristus paskah kita telah dikorbankan bagi kita” (1 Korintus 5 : 7), dengan demikian, pemerintahan Hagar sebagai simbol dari sidang contoh (Israel badani) berakhir pada salib di Golgotha. Tersingkirnya sidang Wasiat Lama berikut anak-anaknya dilambangkan juga di dalam bagian kedua. Mengutip Galatia 4 : 29 – 31, “Tetapi seperti halnya di masa lalu dia yang lahir menurut kehendak daging itu telah menganiaya orang yang lahir dari Roh, maka demikian juga halnya di waktu ini. Tetapi apakah yang dikatakan firman? Buanglah hamba perempuan itu berikut anaknya : Karena anak dari hamba perempuan itu tidak akan menjadi pewaris bersama-sama dengan anak dari perempuan merdeka itu. Dengan demikian, Saudara-saudaraku, kita adalah bukan anak-anak dari hamba perempuan itu, melainkan dari perempuan yang merdeka.” 

Ternyata bahwa keselamatan juga dihotbahkan dalam contoh-contoh seperti halnya dengan kata-kata. Ada sebuah contoh bagi setiap peristiwa dan perubahan dari sidang dalam kaitannya dengan Injil Kristus. Akhir dari semua contoh ini mengakhiri semua yang bersifat lambang, lalu dimulai dengan periode contoh saingan di mana setiap contoh harus menemukan contoh saingannya. 

Sementara asal-usul keturunan dari sidang Wasiat Lama adalah “kelahiran secara jasmani”, maka asal-usul keturunan dari sidang Wasiat Baru adalah dari kelahiran secara rohani, maka sebab itu Sarah telah menjadi simbol dari seluruh periode contoh saingan. Paulus dalan tulisannya kepada sidang mengatakan, “Karena ada tertulis, Bersukacitalah, hai kamu yang mandul yang tidak beranak; bertempik soraklah kamu yang tidak merasai sakit untuk beranak; karena perempuan yang sunyi itu lebih banyak anaknya daripada dia yang bersuami.” Abraham adalah suami, dan ia adalah seorang ayah rohani di bumi, bukan seorang ayah jasmani. Karena ada tiga bagian simbolis sebelum Kristus, maka akan ada juga tiga bagian simbolis saingannya sesudah

Kristus. Anak-anak Abraham yang berasal dari Sarah (Ishak dan Yakub), mereka dilahirkan sesuai perjanjian, dan merupakan simbol-simbol yang cocok bagi sidang Wasiat Baru. 

WASIAT BARU (BAGIAN PERTAMA) 

Karena Ishak adalah anak sulung “yang lahir dari Roh”, maka dengan sendirinya ia harus mewakili bagian pertama, dimulai pada salib Kristus. Mengutip kata-kata Paulus yang mengatakan, “Sekarang kita, Saudara-Saudaraku, seperti halnya Ishak, kita adalah anak-anak perjanjian.” Galatia 4 : 28. Jadi, Ishak mewakili bagian yang dimulai sejak salib Kristus sampai kepada tahun 1844, karena sebelumnya belum ada panggilan yang lain. Permulaan dari setiap bagian sebelumnya demikian pula penutupnya ditandai dengan suatu peristiwa penting; demikian pula halnya dengan penutupan dari bagian yang diwakili oleh Ishak. Tahun 1844 adalah satu-satunya waktu yang cocok bagi bagian itu untuk berlalu dan diganti dengan bagian kedua, di mana pehukuman dimulai di dalam kaabah yang di surga. Ternyata gulungan surat harus membuka, dan kembali contoh akan menemukan contoh saingannya. 

WASIAT BARU (BAGIAN KEDUA) 

Yakub, sebagai anak dari Ishak dengan sendirinya datang menyusul. Jadi, Yakub adalah simbol dari bagian kedua sesudah Kristus (sesuai yang diperlihatkan pada bagan) dimulai dalam tahun 1844. Tujuan dari sidang semenjak waktu itu ialah mengumpulkan mereka yang 144.000 itu. Karena Yakub adalah ayah dari dua belas suku bangsa Israel, –– yaitu contoh; demikian itu pula ia adalah ayah dalam contoh dari contoh saingannya mereka itu (mereka 144.000 itu, –– yang sebenarnya). Bagian yang diwakili oleh Yakub adalah satu-satunya periode simbolis yang cocok yang melahirkan mereka yang 144.000 itu. Segera setelah jumlah mereka ini terkumpul dan dimeteraikan, maka bagian tertentu ini akan berlalu dan diganti dengan bagian berikutnya. 

Sebagaimana adanya suatu peristiwa penting mengikuti setiap bagian berikutnya (pada akhir dari bagian yang satu, dan dimulainya bagian yang lain), harus ada sesuatu yang tidak sedikit akibatnya yang akan menandai pergantian bagian ini di mana kita ada di dalamnya. Peristiwa yang penting itu tak lain adalah pembersihan sidang Allah, dan pemisahan lalang dari gandum. “Yesus mengatakan, “Biarkanlah keduanya bertumbuh bersama-sama sampai kepada masa penuaian.” Pemisahan itu akan menandai masa penuaian. Perhatikan kata “sampai”, yang berarti “sampai pada”. Masa yang sangat genting ini

adalah bagi kelas yang satu (lalang), tetapi mulia bagi kelas yang lainnya (mereka yang 144.000 itu). Kita meninggalkan bagian yang diwakili oleh Yakub dan maju kepada bagian berikutnya. 

WASIAT BARU (BAGIAN KETIGA) 

Yesus mengatakan : “dalam masa penuaian Aku akan mengatakan kepada para penuai, Kumpulkan dahulu olehmu lalang-lalang itu, dan ikatkan semuanya berberkas-berkas untuk dibakar.” Oleh sebab itu, lalang-lalang itu, dikumpulkan mendahului penuaian itu, dan dibakar dalam masa penuaian (perhatikan awalan “dalam”). Tetapi kumpulkan gandum-gandum itu ke dalam lumbung-Ku.” Matius 13 : 30. Gandum melambangkan mereka yang 144.000 itu; “lumbung” adalah lambang dari keamanan. Rombongan yang mulia ini diselamatkan dan dilindungi. Setan tidak dapat melukai mereka. Mereka akan diangkat dan diubahkan tanpa merasakan kematian. Yohanes melukiskan mereka itu sebagai “merupakan buah-buah pertama (dari hasil penuaian) bagi Allah dan Anak Domba.” 

Lalang-lalang itu disingkirkan oleh lima orang yang membawa senjata-senjata yang membinasakan sesuai khayal nabi Yehezkiel. Inilah peristiwa itu yang menandai pergantian, dan menghasilkan sidang Allah dalam bagian masa kasihan yang terakhir (Israel), seperti yang terlihat pada bagan gambar. 

Itulah Yakub, bapa dari dua belas suku bangsa itu, yang namanya telah dirubah menjadi Israel. Nama Yakub yang baru adalah simbol yang cocok dari bagian yang berjudul “Israel”. Jadi demikianlah kembali contoh menemukan contoh saingannya. 

Itulah Yakub, yang dalam malam hari pada perjalanannya ke Padan-Aram telah bermimpi mengenai tangga yang besar yang telah sampai ke surga dari bumi, dan “malaikat-malaikat Allah naik turun di atasnya”. Khayal ini adalah suatu gambaran mengenai “Hujan Akhir”, dan “Seruan Keras” dari pekabaran malaikat yang ketiga dalam masa penuaian. Tangga itu melambangkan Kristus; malaikat-malaikat melambangkan utusan-utusan; Allah Bapa berada pada ujung yang satu, dan Yakub berada pada ujung lainnya, yang berarti suatu hubungan lengkap antara surga dengan bumi.

Walaupun lamanya dari bagian yang terakhir ini mengenai masa kasihan (yang berjudul Israel), adalah jauh lebih pendek daripada setiap periode sebelumnya, ia itu akan menjadi masa yang termulia bagi sidang Allah. Nabi Yesaya, dalam memandang ke depan sampai kepada waktu ini, mengatakan, “Jagalah, jagalah, kenakanlah

kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci : karena mulai sekarang tidak akan lagi masuk ke dalammu seorang yang tidak bersunat dan yang najis.” Belum pernah sebelumnya dari waktu yang dibicarakan ini, sidang Allah dipeliharakan sedemikian rupa sehingga seluruhnya bebas dari orang-orang yang tidak bertobat dan tidak suci (lalang : orang yang tidak bersunat dan yang najis) di tengah-tengahnya, tetapi kini masanya telah tiba di mana Ia harus menyucikan sidang-Nya dan memeliharakannya sedemikian ini. Zefanya, dalam menunjuk kepada waktu yang dibicarakan ini, mengatakan, “Israel yang sisa tidak akan melakukan kejahatan, ataupun berbicara bohong.” Zefanya 3 : 13. 

Selama masa “penuaian” ini (Seruan Keras), pekabaran malaikat yang ketiga akan menerobos sampai kepada bagian-bagian yang terpencil dari dunia yang terkutuk dosa ini. Yohanes, dalam menunjuk kepada penuaian pengumpulan yang mulia ini, mengatakan, “Aku tampak, dan heran, bahwasanya ada suatu rombongan besar yang tak seorang pun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa, dan suku-suku bangsa, dan umat, dan bahasa, berdiri di depan tahta itu, dan di depan Anak Domba, mereka berpakaian jubah-jubah putih dan pelepah kurma di dalam tangannya.” Wahyu 7 : 9. Allah “akan menyelesaikan pekerjaan dan menyingkatkan waktunya dalam kebenaran.” Roma 9 : 28. Demikianlah sidang Allah akan dipersiapkan untuk menjumpai Tuhannya. Yesaya, dalam memandang ke depan kepada sidang ini yang sedang memantulkan “Keilahian”, mengatakan, “Engkau akan juga menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allahmu.” Yesaya 62 : 3. Mulia adanya sidang Allah pada hari Tuhan itu. 

Yohanes, setelah melihat dalam khayal pekerjaan penyelesaian dari sidang, berakhirnya masa kasihan, dan pehukuman-pehukuman dari Allah dalam tujuh bela yang terakhir itu, lalu mengatakan, “Maka aku tampak sebuah tahta putih yang besar, dan Dia yang duduk di atasnya, dari wajah-Nya bumi dan surga menyembunyikan diri; sehingga tidak terdapat tempat bagi mereka.” Wahyu 20 : 11. 

WASIAT LAMA (BAGIAN PERTAMA) MELKHIZEDEK, RAJA SALEM 

Bagian pertama yang utama di dalam bagan berjudul “Mekhizedek” telah kami cadangkan sampai kini bagi pemberian penjelasan. Perhatikan dua bagian utama yang menyusul yang berjudul “Hagar” dan “Sarah” adalah bagian-bagian dari sejarah sidang dengan asal-usul keturunan di bumi, yang pertama adalah “berasal dari kehendak daging”, dan yang kedua “berasal dari kehendak Rohani”, oleh sebab itu, Hagar dan Sarah

adalah simbol-simbol yang cocok bagi dua bagian yang utama ini, dengan Abraham sebagai ayah. Kedua bagian ini (“Hagar” dan “Sarah”) adalah tidak sama dengan bagian yang pertama (“Mekhizedek, Raja Salem”) yang sama sekali tidak memiliki sebutan-sebutan simbolis seperti yang lainnya. Ini adalah bagian dari sejarah sidang tanpa asal-usul keturunan simbolis di bumi. 

Untuk memenuhi standard kesempurnaan Ilahi, baik dalam simbol-simbol maupun dalam bentuk-bentuk gambar bagi seluruh sejarah sidang Allah, Ia harus menyediakan suatu simbol yang cocok bagi bagian yang tertentu ini sama seperti yang telah disediakan-Nya bagi dua bagian yang berikutnya. Apapun juga simbolnya itu ia itu harus berupa jenis yang menunjukkan sejarah sidang tanpa asal-usul keturunan bumi ini. 

Paulus memberitahukan kepada kita mengenai simbol yang cocok bagi bagian ini di dalam Ibrani 7 : 1 – 3, --- “Karena Melkhizedek ini, yaitu raja Salem, dan iman dari Allah yang maha tinggi, ia telah berjumpa dengan Abraham tatkala Abraham kembali dari membunuh raja-raja, maka ia telah memberkati Abraham; kepadanya juga Abraham telah memberikan sepersepuluh bagian dari segala-galanya; pertama-tama nama Melkhizedek telah diinterpretasikan Raja Keadilan, dan sesudah itu juga Raja dari Salem, yaitu Raja damai, Ia tidak berbapa, tidak beribu, dan tidak bersilsilah, tiada diketahui mengenai awal dan akhir hidupnya; tetapi ia telah dibuat serupa dengan Anak Allah; tetap tinggal sebagai imam selamanya.” Walaupun kita sebagai manusia-manusia fana tidak dapat mengerti bagaimana kehadiran orang ini “Melkhizedek, Raja Salem”, seharusnya benar bahwa ia adalah “tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, tidak diketahui awal hidupnya, maupun akhir kematiannya”, dengan demikian merupakan simbol yang cocok dari bagian sidang Allah itu. Kembali kita saksikan kesempurnaan Allah dalam simbol-simbol yang sempurna bagi seluruh sejarah sidang-Nya. 

Segera sesudah dosa masuk pada mulanya terhadap para orangtua dari keluarga manusia, dan sebelum mereka itu diusir keluar dari rumah Eden mereka, rencana-rencana telah dibuat untuk kembali kepada rumah mereka yang semula tempat kekekalan itu yang juga telah diberitahukan kepada mereka maupun kepada ular itu. Semua rencana Allah yang sejak mulanya diresmikan ini dapat dipahami dengan lebih baik melalui penyelidikan terhadap berbagai campur tangan keilahian-Nya yang ajaib bagi keluarga manusia secara terus menerus sepanjang zaman seperti yang tergambar di dalam bagan ini. 

Allah kita telah melaksanakan rencana-rencana-Nya sebelumnya yang bertujuan jauh tanpa sedikitpun terdapat penyimpangan sampai kepada hal-hal yang terkecil yang telah terperinci. Yesus mengatakan, “Inilah

perkataan yang sudah Ku katakan kepadamu, tatkala Aku masih bersama-sama dengan kamu, bahwa semua perkara harus digenapi, yaitu yang tertulis di dalam hukum Musa, dan di dalam kitab nabi-nabi, dan di dalam Mazmur, mengenai hal-Ku.” Lukas 24 : 44. Roh Allah telah memimpin penulis Mazmur untuk menuliskan kata-kata, “Tuhan akan mengirimkan tongkat kekuatanmu dari dalam Sion : Memerintahlah kamu di tengah-tengah segala musuhmu. Tuhan telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal; bahwa engkaulah imam untuk selamanya semartabat dengan Melkhizedek.” Mazmur 110 : 2, 4. 

Walaupun kita tidak dapat memahami hikmah pengetahuan tak terbatas sedemikian ini, hikmah ini telah memberikan kepada kita pengertian yang lebih baik tentang kasih Allah terhadap orang-orang berdosa, dan kekeliruan kita mengenai apa yang disebut pengetahuan manusia mengenai segala perkara. Bagi “Aku ada” yang kekal itu yang mendiami kekekalan, yang di hadapan-Nya kegelapan merupakan terang, dan perbatasan-perbatasan yang terjauh dalam angkasa merupakan alas kaki-Nya, yang melihat akhirat sejak dari permulaan, dan yang baginya seribu tahun hanya selama kemarin, segala perkara adalah terbuka dan terselubung pada pemandangan-Nya. 

Penulis Mazmur mengatakan, “Ke mana gerangan aku dapat pergi dari Roh-Mu? atau ke mana aku dapat lari dari hadirat-Mu? Jikalau kiranya aku naik ke langit, maka Engkau ada di sana. Jikalau kiranya aku merentangkan tempat tidurku di dalam neraka, sesungguhnya Engkau ada di sana. Jikalau aku mengambil sayap fajar, lalu tinggal pada bagian-bagian lautan yang terjauh sekalipun, di sanapun tangan-Mu akan menyertai aku dan tangan kanan-Mu akan memegang aku. Jikalau kiranya kataku : Sesungguhnya kegelapan akan menudungi aku; maka bahkan malampun akan menjadi terang mengelilingi aku. Sesungguhnya, kegelapan tidak dapat menyembunyikan apapun daripada-Mu; melainkan malampun akan bersinar-sinar bagaikan siang hari : Kegelapan maupun terang keduanya adalah sama saja bagi-Mu. Pengetahuan yang sedemikian ini adalah sangat mentaajubkan bagiku; ia itu adalah tinggi, aku tak dapat sampai kepadanya.” Mazmur 139 : 7 – 12, 6. Hikmah kebijaksanaan dan pengetahuan tentang yang tak terhingga itu adalah di luar kemampuan pengertian manusia yang terbatas. Segala keajaiban yang kita saksikan, dan semua peristiwa yang membuat sejarah dunia kita ini adalah hanya berupa salinan duplikat dari semua rencana (denah) yang di dalam surga. 

BAGAIMANA MEMERIKSA ISI YANG DISAJIKAN, JIKA BENAR OTENTIK 

“Siapakah di antara kamu yang hendak membangunkan sebuah menara, tiada terlebih dulu duduk menghitung-hitung berapa besar biayanya, apakah cukup dia untuk menyelesaikannya? Supaya jangan setelah dibuatkannya pondasinya, maka ia tak dapat menyelesaikannya, lalu segala orang yang melihat akan hal itu mulai mengolok-olok akan dia.” Lukas 14 : 28, 29.

Pelajaran yang dapat diambil dari kata-kata firman ini ialah, bahwa orang yang tidak memeriksa akan rencana-rencana dan biaya-biayanya bukanlah orang yang bijaksana, oleh sebab itu, adalah tidak salah bagi kita untuk mengira bahwa Yesus menghendaki kita supaya memeriksa akan kebenaran-kebenaran Alkitab sebelum kita menerimanya sedemikian ini. 

Karena Allah adalah tidak mungkin salah, maka semua perbuatan-Nya disebut “sempurna” bahkan sampai kepada “sebuah catatan atau sebuah sebutan”. Pernyataan ini memang benar, maka Ia sudah akan menyediakan suatu cara dengan mana kita dapat memeriksa dan memastikan kebenaran-Nya. Gambar bagan ini (halaman 224 (bahasa Inggris) yang merupakan ringkasan dari pekabaran yang dibawa oleh penerbitan ini, hendaknya mampu menceriterakan apakah telah dibuktikan benar atau tidak. Jika semua isinya 100 persen benar, maka kita harus menerimanya sebagai kebenaran milik Allah. Oleh semua siswa Alkitab, angka “tiga” dan angka “tujuh” diakui sebagai angka-angka Alkitab yang menentukan kebenaran-kebenaran Injil. Roh Nubuat menyaksikan akan hal ini sama seperti yang disaksikan oleh Alkitab. “Karena ada tiga yang menjadi saksi di dalam surga, yaitu Bapa, Firman, dan Rohulkudus : Dan ketiganya ini adalah satu. Dan ada tiga yang menjadi saksi di bumi, yaitu Roh, dan air, dan darah : Dan ketiganya ini sepakat menjadi satu.” 1 Yohanes 5 : 7, 8. 

“Dalam wahyu yang diberikan kepadanya telah diungkapkan gambaran demi gambaran mengenai perhatian yang mengerikan dalam pengalaman umat Allah, dan sejarah sidang telah diramalkan sampai kepada menjelang akhir sejarah dunia. Dalam berbagai gambar dan simbol, masalah-masalah penting yang luas telah disajikan kepada Yohanes, yang harus dicatatnya, supaya umat Allah yang hidup di zamannya dan di zaman-zaman yang akan datang dapat memiliki suatu pengertian yang cerah mengenai bahaya-bahaya dan pertikaian-pertikaian yang ada di depan mereka.” Acts of the Apostles, halaman 583. Karena demikian halnya, maka kita akan menggunakan pengujian terhadap isi buku ini, seperti yang tergambar di dalam bagan. 

Perhatikan bahwa ada “tiga” bagian utama dalam bagian ringkasan, yaitu : (1) Melkhizedek, iman dari Allah Yang Maha Tinggi; (2) Hagar; (3) Sarah. (I) Melkhizedek, imam dari Allah Yang Maha Tinggi; (II) keimamatan orang-orang Lewi; (III) keimamatan menurut urutan Melkhizedek. Oleh sebab itu, keimamatan yang satu bertalian dengan keimamatan yang lainnya. Sekarang hitunglah sub bagian-sub bagian dari masa kasihan baik pada sebelum tanda salib itu maupun sesudahnya. Dalam setiap pembagian kita mempunyai “tiga” sub bagian. Sekali lagi, hitunglah semua bagian baik pada sebelum tanda salib itu maupun pada sesudahnya, termasuk

bela-bela itu, maka kita mempunyai angka “tujuh”, yang berarti akhir dunia. 

Ijinkanlah kami mengundang perhatian anda untuk ketiga kali ini kepada contoh-contoh. I. Contoh-contoh dari para orangtua, yaitu Abraham (bapa); Hagar dan Sarah (ibu-ibu) membentuk angka “3”. II. Anak-anak, yaitu Ishmael, Ishak dan Yakub, membentuk angka “3”. III. Nama Yakub berubah menjadi Israel, Hagar dan Ishmael disuruh pergi kembali membentuk angka “3”. Ada juga suatu garis keempat dari angka-angka yang meminta perhatian anda. Nama “Abraham” berisikan ”tujuh” huruf, yang berarti lengkap, atau seorang bapa bagi seluruh sejarah sidang yang akan datang. Ishmael juga memiliki “7” huruf; selesai, atau berakhir; yang berarti ia telah lewat; tidak ada seorang pun turunannya yang akan menggantikan dia.

Nama dari Abraham pada waktu ia dipanggil keluar dari Ur (sebelum Allah menambahkan dua huruf ekstra pada namanya –– H dan A) dieja dengan lima huruf : (Abram). Puteranya, Ishak dan isteri-isterinya semuanya memiliki jumlah huruf yang sama pada nama-nama mereka. Dengan sendirinya timbul pertanyaan, mengapa lima? Mengapakah tidak tiga atau tujuh? Kalau saja nama mereka itu lebih atau kurang dari “5” hurufnya, maka gambaran itu sudah akan menjadi rusak. Mengapa? Sebab “7” huruf dari Abraham dan “5” huruf dari Hagar berjumlah seluruhnya “12”, yaitu lambang dari dua belas suku bangsa Israel secara badani. Sarah dan Abraham juga berjumlah “12”, yang berarti dua belas suku bangsa Israel secara rohani. Yang sama ini pun terus dipegang Ishak dan Yakub, juga berarti saling menyusul (yang satu akan menggantikan yang lainnya). 

Israel dieja dengan enam huruf. Kalau saja nama ini berjumlah lebih atau kurang, maka ini akan merusak gambarannya. Mengapa? Sebab enam huruf itu menunjukkan bagian yang keenam, Israel yang sebenarnya (mereka yang 144.000 itu) dimeteraikan pada akhir dari bagian yang kelima. Kalau saja nama itu terdiri dari tujuh hurufnya, maka itu akan menunjukkan “berakhirnya masa kasihan”, dan bukan “permulaan dari penuaian”. Israel dalam masa penuaian akan memperoleh suatu nama yang baru dari mulut Tuhan sendiri. Bacalah Yesaya 62 : 2. Apapun bentuk nama itu nanti, kami yakin bahwa ia itu akan lengkap untuk menyelesaikan gambaran dari masa kasihan, sama seperti juga menunjukkan akhir dari semua umat tebusan, atau berakhirnya masa kasihan. Celakalah orang yang mungkin mengira bahwa semua perencanaan yang ajaib ini dalam keindahan

kelengkapannya adalah hanya suatu kebetulan, atau sesuatu kejadian saja. Orang yang sedemikian itu sedang menyangkal akan Ahli Mekanisasi dari seluruh kejadian dunia. Ia sedang menaruh hormat kepada evolusi (kebetulan). Lihat bagan pada halaman 224 (bahasa Inggris).

Cara pemeriksaan kedua terhadap kebenaran adalah diberikan oleh Yesaya, nabi itu. “Akan torat dan kesaksian, jika mereka berbicara tidak sesuai dengan perkataan ini, itu adalah karena tidak ada terang di dalam mereka.” Yesaya 8 : 20. Isi dari penerbitan ini bukan saja cocok sempurna dengan ayatnya, tetapi bahkan ia “meninggikan” torat dan kesaksiannya dan juga tulisan-tulisan dari Roh Nubuat. 

Cara pemeriksaan yang ketiga : Pekabaran yang dikemukakan di sini tidak membawakan sesuatu ajaran baru, ataupun bertentangan melawan ajaran-ajaran yang kita miliki, melainkan justru ajaran-ajaran yang sudah kita miliki itu diperluas olehnya dengan cara menunjukkan penting dan luasnya ajaran-ajaran itu. Juga tidak diserukannya bagi mendirikan suatu pergerakan yang baru, melainkan dibuktikan olehnya bahwa pergerakan yang sama ini akan bergabung ke dalam suatu pergerakan yang besar. 

Sebagaimana Allah meramalkan semua pergerakan yang akan bangkit melawan sidang ataupun bagi sidang, Ia sudah akan menunjukkan pekabaran ini apakah benar atau salah. Ia meramalkan bahwa sesuatu pergerakan akan bangkit dan mengatakan bahwa sidang adalah “Babil”, dengan begitu Ia memberikan kepada kita amaran bahwa ia itu adalah salah. Bacalah Testimonies to Ministers, halaman 49, 53. Kembali Allah meramalkan bahwa beberapa orang akan datang dan menyebut dinas kependetaan sebagai “keimamatan yang palsu”, tetapi Allah mengamarkan kepada kita bahwa mereka itu bukan diutus oleh-Nya. Bacalah Testimonies to Ministers, halaman 51. Ia juga meramalkan bahwa beberapa orang akan memberitahukan “hari dan jam bagi kedatangan Kristus yang kedua kali”, dan sebagainya. Demikianlah Allah telah meramalkan kepada sidang sepanjang perjalanannya. Tidak ada satupun nubuatan yang dapat kita temukan yang bertentangan melawan pekabaran yang dikemukakan di dalam buku ini. Adalah tidak mungkin untuk menemukan tantangan, karena seluruh pekabaran adalah berasal dari Alkitab dan tulisan-tulisan Testimonies, dan diramalkan oleh keduanya. 

Jika seseorang menyangka pekabaran bagi reformasi ini adalah salah, sementara ia tidak dapat menemukan nubuatan yang menentangnya, ini berarti mengatakan, bahwa Allah telah mengabaikan bahaya dan Ia telah lalai untuk mengungkapkan rencana-Nya. Oleh sebab itu, orang yang sedemikian ini tentunya bermaksud untuk mengatakan bahwa Allah hanya mengetahui sedikit dalam meramalkan hari depan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa Allah mengetahui semuanya semenjak dari

permulaan sampai kepada akhirnya. Dengan demikian, Ia mampu untuk mengemukakan suatu pekabaran amaran yang sedemikian ini kepada umat-Nya secara tertulis beribu-ribu tahun sebelumnya. 

* * *

MIKHA PASAL ENAM DAN TUJUH 

NUBUATAN MENGENAI BUKU INI, MASANYA YANG TEPAT BAGI PENERBITANNYA 

Pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalam jilid ini adalah pada mulanya diketik menjadi sebuah buku dalam bentuk naskah, yang diberi judul “Tongkat Gembala”. Tiga puluh tiga buah salinan naskah yang sedemikian ini telah diberikan kepada para pemimpin (persekutuan pendeta-pendeta) gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yaitu saudara-saudara yang berpengalaman, yaitu para pendeta dan para ketua dari conference-conference yang ada. Ini dilakukan untuk disesuaikan dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada sidang melalui Roh Allah. Kami kutip dari Testimonies, jilid 5, halaman 293 : “Ada seribu satu macam godaan yang menyamar siap menghadapi orang-orang yang memiliki terang kebenaran; maka satu-satunya yang aman bagi masing-masing kita ialah jangan menerima kebenaran baru apapun, atau interpretasi Alkitab baru apapun, tanpa terlebih dulu menyerahkannya kepada saudara-saudara yang berpengalaman. Bukakanlah ke hadapan mereka dalam roh mendidik dan rendah hati, disertai doa yang bersungguh-sungguh; maka jika mereka tidak melihat adanya terang di dalamnya, serahkanlah kepada keputusan mereka; karena ‘dalam perhimpunan para penasehat yang besar akan terjamin keamanan.’” 

Walaupun isi dari buku ini tidak memperkenalkan ajaran-ajaran baru apapun atau interpretasi-interpretasi Injil baru apapun dari apa yang telah diterima oleh gereja dan telah diperkenankan secara Ilahi, namun pada hemat kami adalah lebih baik pertama sekali menyerahkan terang ini kepada pihak kependetaan. 

Pelajaran-pelajaran ini telah diserahkan dalam bentuk naskah kepada para pemimpin pergerakan yang besar ini untuk pemeriksaan mereka sementara mereka berkumpul dalam suatu pertemuan General Conference yang diadakan di San Fransisco, California, tahun 1930. Ini telah diserahkan dengan permohonan yang sungguh-sungguh oleh penulis dari naskah tersebut. Dengan memohon kepada saudara-saudara kita yang kekasih itu untuk memeriksa isi dari bahan-bahan yang disebut tadi dengan sangat teliti, dengan doa yang sungguh-sungguh, dan iman dalam Dia yang pemurah dan yang lebih rindu agar kita mengetahui kebenaran tentang keselamatan kita dari yang kita sendiri ketahui; yaitu Dia yang akan mengungkapkan firman-Nya kepada semua anak-Nya dan menelanjangi kesalahan bagi kebaikan kedua belah pihak. 

Permohonan ini disampaikan kepada hamba-hamba Allah dengan permintaan agar kiranya mereka dapat menentukan terang baru oleh kitab Allah yang berisikan segala kebenaran, dan apapun penemuan mereka atau maksud mereka dengan bahan tersebut, agar mereka menulis kepada kami dalam cara

persaudaraan sebagai pencari-pencari terang. Ini telah mereka janjikan untuk dilaksanakan pada kesempatan mereka yang sedini mungkin, dengan dijaminkan bahwa apapun kebenaran atau kesalahan yang dapat mereka buktikan, baik melalui Alkitab ataupun melalui Roh Nubuat, kami siap untuk menerimanya. Kami merasa yakin bahwa mereka, sebagai gembala-gembala dari kawanan domba sudah akan bersungguh-sungguh untuk berbuat yang benar dalam takut akan Tuhan. Jika mereka menyangka bahwa kami telah terbawa ke dalam kekeliruan, maka kami berharap dari mereka sebagai pengawal-pengawal dari ahli waris milik Allah akan datang membantu kami oleh Firman Allah. 

Semenjak dokumen naskah diserahkan dalam tangan mereka, maka pada waktu buku ini dicetak, lebih dari lima bulan telah berlalu. Kami kini merasa mereka mempunyai cukup waktu untuk sedikit-dikitnya menuliskan surat dan memberitahukan kepada kami beberapa hal mengenai naskah tulisan itu berikut isinya. Berlalunya waktu sekian lamanya adalah suatu kenyataan, bahwa saudara-saudara kita itu telah lalai melaksanakan janji mereka maupun kewajiban mereka. Terbukti para pendeta dari Allah ini dan para pemimpin gereja yang besar ini sudah melalaikan petunjuk-petunjuk yang berkenan dengan masalah-masalah seperti ini seperti yang telah diberikan kepada mereka oleh Roh Nubuat. “Jika seorang saudara sedang mengajarkan yang salah, maka mereka yang berada pada kedudukan-kedudukan bertanggung jawab patut mengetahuinya; maka jika ia sedang mengajarkan kebenaran, maka mereka harus berdiri pada pihaknya. Kita semua hendaknya tahu apa yang sedang diajarkan di antara kita; karena jika itu adalah kebenaran, maka kita perlu mengetahuinya.” Testimonies to Ministers, halaman 110. 

Kalau saja mereka itu setuju dengan persyaratan yang dikutip di atas, melalui suatu penyelidikan yang bersungguh-sungguh terhadap dokumen naskah yang telah disampaikan kepada mereka, lalu menemukan kesalahan, maka kewajiban mereka ialah, sebagai wakil-wakil dari Dia yang telah meninggalkan sembilan puluh sembilan dan pergi mencarikan seekor domba yang sesat itu, supaya mengundang penulis naskah tersebut baik secara pribadi ataupun secara tertulis untuk berusaha menarik kembali orang yang bersalah itu. Mengutip Testimonies, jilid 6, halaman 21, 22 : “Satu jiwa adalah jauh lebih berharga bagi surga daripada seluruh kekayaan dunia, rumah-rumah, tanah-tanah, maupun uang.”

Di lain pihak, jika mereka tidak menemukan kesalahan, lalu juga menolak untuk memberitahukan maksud mereka, walaupun setelah dihimbau kedua kali dan ketiga kali kepada conference kita setempat, maka mungkin sekali karena mereka ingin menggenapi nubuatan yang berikut ini seperti yang terdapat di dalam Testimonies to Ministers, halaman 106, 107 : “Tetapi berhati-hatilah menolak apa yang sesungguhnya kebenaran.

Bahaya besar terdapat dengan umat kita ialah kerena bergantung pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya. Mereka yang tidak terbiasa menyelidiki Alkitab itu sendiri bagi dirinya, atau menimbang-nimbang akan kenyataan, mereka menaruh kepercayaan kepada para pemimpin, lalu menerima saja keputusan-keputusan yang dibuat mereka; dan demikianlah banyak orang akan menolak pekabaran-pekabaran penting yang dikirim Allah kepada umat-Nya, kalau saja saudara-saudara pemimpin ini tidak mau menerimanya.” 

“Jangan seorangpun boleh mengatakan bahwa ia memiliki semua terang yang ada bagi umat Allah. Tuhan tidak akan membiarkan hal ini. Ia telah berfirman, ‘Telah Ku taruh di depanmu sebuah pintu yang terbuka, maka tak seorangpun dapat menutupnya.’ Bahkan kalaupun semua pemimpin kita kelak menolak terang kebenaran, pintu itu masih akan tetap terbuka. Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang akan memberikan kepada umat pekabaran bagi zaman ini .......” 

“Andaikata salah seorang saudara memiliki suatu pandangan yang berbeda daripada pandanganmu, dan ia datang kepadamu, sambil meminta agar anda bersedia duduk bersamanya dan melakukan penyelidikan akan hal itu di dalam Alkitab; haruskah anda bangkit berdiri, dan dipenuhi dengan ketidak-percayaan, lalu mempersalahkan pendapat-pendapatnya, sambil menolak untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk mengemukakan pendapatnya itu? Satu-satunya cara yang benar ialah duduklah bersama-sama sebagai orang-orang Kristen, lalu menyelidiki pendiriannya yang dikemukakan, dalam terang firman Allah, yang akan mengungkapkan kebenaran dan membuka kesalahan. Mentertawakan pendapat-pendapatnya tidak akan melemahkan pendiriannya sedikitpun walaupun itu salah, ataupun menguatkan kedudukanmu walaupun memang anda benar. Jika tonggak-tonggak iman kita tidak dapat bertahan menghadapi ujian penyelidikan, maka sekaranglah waktunya agar kita mengetahuinya. Janganlah ada roh Parisi yang dipelihara di antara kita.” 

Kami merasa menyesal sedalam-dalamnya bahwa kami terpaksa harus membuka secara umum kelalaian pihak saudara-saudara kita yang besar ini, dan ketidak-perhatian mereka dalam perkara-perkara Allah. Sebagai kewajiban kita, dan kasih terhadap saudara-saudara kita dan sidang Allah, kami tidak menjumpai pemecahan apapun dengan mana untuk menghindari penyajian kepada umum segala perkara yang tertulis di dalam pasal ini, walaupun kami menjaga agar tidak ada salah faham mengenai sikap kami dalam menerbitkan buku ini. Bukannya karena kami ingin menghindari ejekan terhadap diri kami, melainkan demi keamanan sidang Allah kami ingin membela orang-orang yang kelak berhadapan dengan serangan-serangan para pengeritik yang suka mencari gara-gara. Kembali kami kutip dari buku Testimonies to Ministers, halaman 300 : 

“Jika mereka yang dapat membantu di ______ tidak bangkit menyadari akan

tugasnya, maka mereka tidak akan kenal dengan pekerjaan Allah apabila seruan keras dari pekabaran malaikat yang ketiga itu akan kelak terdengar. Apabila terbit terang yang menerangi bumi, maka gantinya mereka datang meminta bantuan kepada Tuhan, mereka akan mengendalikan pekerjaan-Nya sesuai dengan pendapat-pendapat mereka yang sempit itu. Saya akan menceriterakan kepada anda bahwa Tuhan akan bekerja dalam pekerjaan yang terakhir ini dalam suatu cara yang sama sekali berbeda daripada biasanya, dan dalam suatu cara yang sama sekali bertentangan dengan rencana manusia manapun juga. Akan ada orang-orang di antara kita yang selalu mau mengontrol pekerjaan Allah, untuk mendikte juga bagaimana pergerakan-pergerakan harus dilaksanakan apabila pekerjaan akan maju di bawah bimbingan malaikat yang bergabung dengan malaikat yang ketiga dalam pekabaran untuk disampaikan kepada dunia. Allah akan memakai cara-cara dan alat-alat dengan mana ia itu akan terlihat, bahwa Ia sedang memerintah dengan tangan-Nya sendiri. Para pengerja akan tercengang oleh alat-alat yang sederhana yang akan dipakai-Nya untuk menghasilkan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaran-Nya. Mereka yang dinilai sebagai pengerja-pengerja yang baik akan perlu datang dekat kepada Allah, mereka memerlukan jamahan Ilahi.” 

Melihat akan bahaya yang makin mendekat seperti yang diungkapkan di dalam “Tongkat Gembala”, kita betul-betul telah menunggu sepanjang bulan-bulan ini dengan perasaan takut kalau-kalau kita akan menunggu terlalu lama, sehingga karenanya kita gagal untuk membunyikan tanda bahaya serta maju terus bersama-sama dengan bunyi trompet sebelum kita dengar dari saudara-saudara kita. Sementara menunggu dan berdoa, maka suatu firman tertentu diungkapkan kepada kita, terdapat di dalam buku Mikha pasal 6, yang kini kami kemukakan untuk membuktikan, bahwa Allah telah berbicara kepada umat-Nya oleh firman tertulis, yang memberikan kepada kita petunjuk untuk maju dengan tidak berlambatan dan membunyikan trompet itu dengan bunyi yang tentu. 

Walaupun buku dari nabi yang kurang terkenal ini telah ditulis berabad-abad yang lalu, ia itu adalah ditujukan kepada sidang di waktu ini, yaitu pada sekarang ini. Ia itu telah ditempatkan di dalam Alkitab (gulungan kertas) di zaman Israel kuno yang lalu, telah ditulis dengan sedemikian caranya, sehingga mereka pun dapat memperoleh sesuatu manfaat darinya sama seperti bagian-bagian Injil yang lain yang telah ditulis langsung kepada bangsa yang dahulu itu, dan telah ditempatkan dalam gulungan kertas yang sama bagi pelajaran dan nasehat untuk kita seperti yang dikemukakan di dalam 1 Korintus 10 : 11, oleh rasul yang terkenal itu kepada bangsa-bangsa Kafir. Tetapi walaupun bagian-bagian Alkitab tertentu telah ditulis sebagai

suatu surat yang ditujukan kepada Israel kuno yang lalu, semua itupun dimaksudkan kepada kita secara tidak langsung, seperti halnya organisasi Advent ini yang merupakan suatu salinan duplikat dari pergerakan kuno yang lalu itu. Tetapi, buku Mikha adalah ditulis langsung kepada sidang di waktu sekarang ini. 

Mengutip Mikha 6 : 1, “Dengarlah olehmu sekarang apa yang Tuhan firmankan. Bangkitlah berdiri, berbantahlah kamu di hadapan segala gunung, dan hendaklah segala bukit mendengarkan suaramu.” Adalah suatu kenyataan bahwa nubuatan dari pasal ini belum pernah dimengerti sebelumnya, dan belum ada seorangpun yang pernah menarik banyak manfaat daripadanya, hanya pelajaran apa saja yang berasal dari sesuatu bagian mungkin telah ditarik dalam kaitannya dengan sesuatu penyelidikan yang lain. Mungkin timbul pertanyaan, ‘Mengapa ia itu belum dapat dimengerti? Apakah itu karena belum seorang pun pernah mencoba untuk menyelidiki bagian Alkitab ini? Tidak dapat disangkal bahwa banyak siswa yang setia yang bersungguh-sungguh telah menghabiskan banyak waktunya yang berharga tanpa sesuatu hasil sejauh mengungkapkan kebenaran dari pasal itu. 

Alasan kegagalan mereka untuk membuka tabir nubuatan ini ialah karena ia itu terdapat dalam present tense (waktu sekarang). “Dengarlah olehmu sekarang akan apa yang Tuhan firmankan. Bangkitlah berdiri, berbantahlah kamu di hadapan segala gunung, dan hendaklah segala bukit mendengarkan suaramu.” Dari kenyataan ini, kita mengetahui bahwa Ilham tidak pernah mengharapkan bahwa ia itu akan diungkapkan sebelum waktu yang dimaksudkan, sebab jika tidak demikian secara tata bahasa ia itu akan salah. Dengan cara yang sama seperti Wahyu 14 : 7, “Takutlah akan Allah, dan hormatilah Dia, karena jam pehukuman-Nya ada datang.” Kalau saja kata-kata firman ini terdapat dalam future tense (waktu yang akan datang), William Miller tidak akan berbuat salah mengenai peristiwa yang akan terjadi dalam tahun 1844. Dia yang mengawasi Alkitab itu ternyata tidak bermaksud untuk mengungkapkan kebenaran itu sebelum jam pehukuman dimulai dalam tahun 1844. Peraturan yang sama ini akan dianut dalam semua kebenaran Alkitab untuk dengan kekuasaan menegakkan suatu masa nubuatan tertentu. 

Telah kami nyatakan sebelumnya bahwa kebenaran ini datang melalui departemen Sekolah Sabat dalam tahun 1929, di dalam pelajaran triwulan pertama dari tahun itu, yang dimulai dengan Yesaya pasal 54 sampai dengan Yesaya pasal 66. Pasal 54 adalah yang pertama-tama mengungkapkan bahwa pasal-pasal ini telah ditulis langsung kepada sidang yang ada sekarang ini seperti yang dijelaskan pada halaman 136 – 140 (bahasa Inggris). Di dalam Yesaya 58 : 1, kita ketahui bahwa Allah akan mengungkapkan dosa-dosa yang ada di dalam

sidang, dan karena itu menyerukan bagi perlunya reformasi. Kami kutip ayatnya : “Berserulah dengan keras bunyinya, jangan engkau menahaninya, nyaringkanlah suaramu seperti nafiri, dan memberi tahu umat-Ku segala pelanggaran mereka, dan isi rumah Yakub segala dosa mereka.” 

Kata-kata firman ini sekarang telah menemui kegenapannya. Sesudah dosa-dosa yang ada ini diungkapkan, yaitu pelajaran-pelajaran ini disajikan secara tertulis, dalam dokumen yang diberi judul “Tongkat Gembala”, lalu diserahkan ke dalam tangan para pemimpin dari pergerakan ini. Dengan demikian “Seruan” yang bagaikan “nafiri” itu kini sedang terus dibunyikan. Bukti tentang adanya dosa-dosa yang diberitahukan (ditunjukkan) kepada umat Allah dan kepada isi rumah Yakub, juga menunjukkan bahwa orang-orang Laodikea telah melalaikan undangan-undangan dari Saksi Yang Benar, oleh sebab itu, malu dari ketelanjangan kita telah terbuka. “Aku nasehatkan kepadamu supaya membeli kepada-Ku emas yang sudah teruji di dalam api, supaya engkau boleh menjadi kaya; dan pakaian putih, supaya engkau boleh berpakaian, dan supaya malu dari ketelanjanganmu itu tidak akan terlihat; dan mengoleskan matamu dengan salep mata, supaya engkau dapat melihat.” Wahyu 3 : 18. 

Sekarang kami kutip Yesaya 60 : 1, “Bangunlah, bercahayalah; karena terangmu ada datang dan kemuliaan Tuhan ada terbit atas kamu.” Perhatikan kata kerja “datang” berada dalam present tense. “Terang” ialah kebenaran. Kata-kata firman inipun menemui kegenapannya. Bayangkan mengenai terang yang indah yang telah datang melalui penyelidikan-penyelidikan itu seperti yang tehimpun di dalam buku ini. Perhatikan bahwa ia itu tidak bertentangan dengan kebenaran yang sudah dimiliki oleh sidang, tetapi ia mengungkapkan luas dan pentingnya pekabaran itu yang sebenarnya. Tetapi ini adalah hanya sebagian dari terang yang telah datang melalui pasal-pasal yang berharga itu. Lebih banyak lagi terang akan segera menyusul datang di dalam penerbitan yang lain. 

Seruan itu berbunyi : “Bangunlah, bercahayalah.” ..... karena “kemuliaan Tuhan ada terbit atas kamu.” Adalah terserah kepada pembaca sendiri untuk mengijinkan pengalaman yang mulia ini masuk pertama sekali ke dalam kehidupannya sendiri, lalu dengan bersungguh-sungguh bangun dan bercahaya; bersiap-siaplah menghadapi tantangan dari dalam maupun dari luar. “Amarah Allah adalah terhadap umat-Nya, maka Ia tidak mau menyatakan kuasanya-Nya di tengah-tengah mereka itu selagi masih ada dosa di antara mereka, dan dikembangkan oleh mereka yang menduduki jabatan-jabatan bertanggung jawab. Orang-orang yang bekerja dalam takut akan Allah untuk menjauhkan sidang dari halangan-halangannya, dan yang berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyedihkan, supaya umat Allah dapat melihat akan perlunya membenci dosa, supaya mereka dapat maju berkembang dalam

kesucian, dan supaya nama Allah dapat dipermuliakan, mereka akan senantiasa berhadapan dengan pengaruh-pengaruh yang menentang dari orang-orang yang tidak bertobat.” Testimonies, jilid 3, halaman 270, 271. 

Kembali lagi kepada Mikha 6 : 1, “Dengarlah olehmu sekarang apa yang Tuhan firmankan.” Perhatikan kata kerja “dengar” terdapat dalam present tense (waktu sekarang), oleh sebab itu adalah kebenaran pada waktunya. Tetapi apakah yang harus kita dengar? “Bangkitlah berdiri, berbantahlah kamu di hadapan segala gunung, dan hendaklah segala bukit mendengarkan suaramu.” “Gunung-gunung itu” mempunyai arti yang sama seperti yang terdapat di dalam Mikha 4 : 1 bagian pertama. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya ialah bahwa yang kemudian ini adalah tunggal, tetapi yang pertama itu adalah jamak. “Gunung” di dalam pasal 4 berarti sidang Allah (organisasi gereja) seperti yang dijelaskan pada halaman 173 (bahasa Inggris), tetapi “gunung-gunung dan bukit-bukit” seperti yang terdapat dalam pasal 4 : 1 (bagian terakhir) dan pasal 6 : 1, karena jamak maka berarti sidang-sidang dan organisasi-organisasi. Dalam hal ini ia itu tidak mungkin menunjuk kepada sidang Allah, karena Ia hanya mengakui sebuah sidang sebagai milik-Nya. Juga “bukit-bukit” itu adalah jamak yang berarti sekte-sekte, atau pergerakan-pergerakan yang kecil-kecil, dan sebagainya. 

“Hendaklah mereka mendengarkan suaramu”. Pengertian yang ditarik di sini adalah : Para pemimpin kita adalah mungkin terlalu banyak mengambil waktu atau barangkali sama sekali tidak bermaksud untuk berbuat sesuatu terhadap terang baru itu yang telah disampaikan kepada mereka di dalam buku “Tongkat Gembala”, oleh sebab itu, jangan lagi menunggu, “Bangkitlah berdiri sekarang, berbantahlah kamu di hadapan segala gunung, dan hendaklah segala bukit mendengarkan suaramu” (beritakanlah secara umum). Memang demikian adanya, maka kami terpaksa menerbitkan buku ini lalu menyebarkannya dengan segera. 

Tetapi apakah yang akan didengar oleh gunung-gunung itu? Apakah yang Ia akan perbantahkan? Jawabannya ada terdapat dalam ayat kedua. “Dengarlah olehmu, hai segala gunung, akan perselisihan Tuhan, dan kamu hai segala alas bumi yang kokoh; karena Tuhan akan berselisih dengan umat-Nya, dan Ia hendak berurusan dengan Israel.” Perhatikan mereka akan mendengar bahwa Tuhan ada berselisih dengan umat-Nya, dan Ia akan berbicara dengan Israel (144.000 itu, Israel yang benar). Tetapi bagaimanakah mereka akan mendengar? Peralatan-peralatan apakah yang akan membawa suara itu kepada segala gunung dan segala bukit? Jawaban untuk ini terdapat di dalam ayat sembilan. 

“Bahwa suara Tuhan berseru-seru kepada kota itu, maka orang yang bijaksana akan melihat namamu : Dengarlah olehmu akan tongkat, dan Dia yang telah menetapkannya.” Mikha 6 : 9. Perhatikan bahwa ini adalah suara Tuhan. Suara ini sedang berseru-seru di dalam

“kota”. (Kota, atau Yerusalem adalah lambang-lambang dari sidang Allah sama dengan “gunung”, perbedaan di antara simbol-simbol itu adalah bahwa “gunung” berarti seluruh organisasi gereja, tetapi “kota” berarti bagian dari badan itu yang memimpin). Oleh cara-cara apakah suara Tuhan berseru-seru di dalam kota (sidang)? Bagian terakhir dari ayat itulah yang menjawab pertanyaan ini, yaitu “Dengarlah olehmu akan tongkat.” Untuk mendengarkan sesuatu tongkat, maka tongkat itu harus berupa sesuatu yang dapat berbicara. 

Satu-satunya tongkat yang pernah umat Allah diundang untuk mendengarkannya ialah “Tongkat Gembala”. Pada waktu kami memberikan nama kepada buku ini, kami tidak mengetahui apapun mengenai nubuatan-nubuatan yang terdapat di dalam buku Mikha, kami juga tidak tahu bahwa bagian ini terdapat di sana. Kami ingin mengatakan bahwa sama sekali kami tidak tahu akan adanya firman yang penting ini yang mendorong kami untuk menamakan buku ini dengan namanya yang ada, namun kami merasa bahwa ia itu telah terlaksana oleh takdir Ilahi yang sama yang telah mendatangkan keseluruhan kebenaran itu, supaya menggenapi firman. Lihat juga penjelasan pada halaman 95 (bahasa Inggris) di bawah judul “Tongkat Gembala”. 

Kembali, perhatikanlah “Orang-orang bijaksana akan menyaksikan namamu.” Kebijaksanaan yang disebutkan ini bukanlah apa yang dunia dapat berikan, melainkan suatu kebijaksanaan samawi. Alkitab terjemahan Douay terbaca sebagai berikut : “Dan keselamatan (kebijaksanaan) akan menjadi bagian mereka yang takut (menyaksikan) akan namamu : dengarlah olehmu, hai segala suku bangsa.” Pengertian yang sama ini terus dibawa ke dalam pasal tujuh, ayat 14. “Berilah makan umatmu dengan tongkatmu, yaitu kawanan domba pusakamu, yang diam di dalam hutan dengan sunyi, di tengah-tengah Karmel : Biarlah mereka itu mencari makan di Bashan dan Gilead, seperti pada zaman dahulu.” “Berilah makan umatmu dengan tongkatmu” : Kata kerja “memberi makan” harus dipahami sebagai makanan rohani, dan bahwa makanan (kebenaran) adalah terdapat di dalam “Tongkat” itu, oleh sebab itu kita kembali menerima perintah untuk menyebarkan buku ini (“Berilah makan umat (Allah) mu). Karmel, Bashan, dan Gilead digunakan sebagai simbol-simbol dari padang rumput rohani yang baik. Tempat-tempat ini adalah tempat di mana Israel telah memperoleh kemenangan-kemenangan mereka. Gunung Karmel ialah tempat di mana Eliyah mendapat pengalamannya dengan Israel yang murtad di zaman raja Ahab. Adalah di Karmel di mana Eliyah telah mendatangkan api dari langit yang telah memakan habis korban di atas medzbah, sesudah mana ia telah membunuh nabi-nabi Baal itu. 

Kami mengutip ayat 15 : “Sesuai dengan hari-hari tatkala kamu keluar

dari negeri Mesir Aku akan menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang ajaib.” Perhatikan bahwa seperti halnya Yesaya, Mikhapun menyatakan bahwa umat Allah (Israel rohani) akan mengalami suatu pengalaman yang sama dengan pengalaman pergerakan Exodus yang dahulu, yang dijelaskan di dalam Bab IV. Sekali lagi, perhatikan bahwa dalam melaksanakan pergerakan Exodus itu Allah mengatakan kepada Musa, “Maka kamu harus memegang tongkat ini di dalam tanganmu, dengan mana kamu akan membuat tanda-tanda ...... lalu Musa memegang tongkat Allah itu di dalam tangannya.” Keluaran 4 : 17, 20. Adalah oleh kuasa yang terdapat di dalam “tongkat Allah” itu, maka Israel telah keluar dari Mesir. Pergerakan Advent ini merupakan suatu salinan duplikat dari pergerakan yang di Mesir itu, maka dari hal Exodus, kita sekali lagi memiliki “tongkat Allah”. 

Adalah ajaib untuk memperhatikan Ilham dari kitab Injil. Semuanya sempurna apabila waktunya yang telah ditentukan tiba. Hanya pada kesempatan yang sedemikian ini Injil secara tata bahasanya adalah tepat. Kami belum dapat membicarakan seluruh pasal-pasal pada kesempatan ini, tetapi dengan informasi yang sudah diberikan, orang sudah akan dapat mencatat arti dari setiap ayat walaupun hanya dengan sedikit berusaha untuk itu. Bacalah pasal enam dan tujuh dan catatlah, bahwa past tense (waktu yang sudah lampau), present tense (waktu sekarang), future tense (waktu yang akan datang) adalah sempurna menurut tata tertib gramatikanya apabila semua peristiwa itu dipahami dengan sepatutnya. Ikutilah cara yang sama di dalam Mikha pasal empat seperti yang dijelaskan pada halaman 173 – 181 (bahasa Inggris). Ini adalah salah satu dari prosedurnya untuk memeriksa kebenaran pada waktunya. Adalah tidak mungkin bagi kita untuk menerbitkan di dalam buku ini semua terang yang telah datang kepada kita melalui penyelidikan-penyelidikan ini, namun kami berharap akan memperolehnya tak lama lagi di dalam buku terbitan yang berikut. 

* * *

KEWAJIBAN –– SIAPA YANG MENERIMA KEBENARAN 

Terbukti sekarang bahwa pekabaran yang dikemukakan di dalam buku ini adalah bukan suatu pekabaran yang hendak menciptakan suatu pergerakan baru, melainkan suatu pekabaran bagi suatu perobahan yang menuju kepada peribadatan yang benar. Yang memanggil umat Allah kembali kepada syariat-syariat-Nya, hukum-hukum-Nya, dan peraturan-peraturan-Nya dengan cara mematuhi dengan ketat kepada firman-Nya untuk mempersiapkan kita untuk menjumpai Allah dan untuk menghindari kehancuran yang akan datang. 

Di zaman Israel kuno yang lalu, umat Allah untuk sekian kalinya menyeleweng dari rencana Ilahi-Nya, sehingga perlu bagi-Nya untuk mengirimkan pekabaran-pekabaran amaran oleh perantaraan hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi. Amaran-amaran yang penting ini jarang sekali dipatuhi oleh bangsa yang dahulu itu. Namun bagaimanapun juga hamba-hamba Allah yang setia itu telah melaksanakan kewajiban mereka dengan sangat hati-hati. Walaupun kehidupan mereka terancam, pekabaran kasih mereka itu tidak disukai, dan mereka disia-siakan dengan kejam oleh umat yang telah terpilih itu. Hamba-hamba Allah yang setia itu tidak berani memulaikan suatu pergerakannya sendiri. Kewajiban mereka adalah hanya menyampaikan pekabaran, lalu menyerahkan hasil-hasilnya kepada Dia yang mampu menangani keadaan itu. Demikian pula halnya kelak di waktu ini. “Akan terjadi suatu rangkaian peristiwa-peristiwa yang mengungkapkan bahwa Allah adalah penguasa dari keadaan itu.” Testimonies, jilid 9, halaman 96. 

Orang-orang yang menyambut pekabaran ini akan bangkit dari kelemahan kerohanian mereka menuju kepada pertobatan peribadatan yang benar. Mereka akan bangkit dengan diam-diam, tetapi secara terbuka, menyampaikan kebenaran kepada saudara-saudaranya dan saudari-saudarinya di dalam sidang, dengan bersemangat dan tekun dalam takut akan Tuhan, tanpa meragukan apapun, dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah saja. 

“Apabila Aku berfirman kepada orang jahat, Hai orang jahat, engkau pasti akan mati; jika engkau tidak berbicara mengamarkan kepada orang jahat itu supaya meninggalkan jalannya, sehingga orang jahat itu mati dalam kejahatannya, maka darahnya akan Ku tuntut dari tanganmu. Tetapi jikalau engkau mengamarkan orang jahat itu dari jalannya supaya ia kembali daripadanya; jika ia tidak mau meninggalkan jalannya, maka ia akan mati dalam kejahatannya; tetapi engkau telah melepaskan jiwamu. Oleh sebab itu, hai anak manusia, berbicaralah kamu kepada isi rumah Israel; Demikian hendaklah kamu katakan, jika semua pelanggaran kita dan dosa-dosa kita ditanggungkan atas kita, lalu kita pergi merana di dalamnya, maka bagaimanakah dapat kita hidup?” Yehezkiel 33 : 8 – 10.

Roh Nubuat dalam membicarakan peristiwa-peristiwa di dalam buku ini mengatakan, “Orang-orang yang berjalan dalam terang akan menyaksikan tanda-tanda mengenai bahaya yang sedang mendekat; tetapi mereka tidak boleh duduk diam menunggu secara acuh tak acuh terhadap kehancuran itu, sambil menghibur dirinya dengan keyakinan bahwa Allah akan melindungi umat-Nya dalam masa bahaya itu. Jauhilah hal ini. Mereka harus menyadari bahwa adalah tugas mereka untuk bekerja dengan rajin untuk menyelamatkan orang lain, sambil berharap dengan iman yang teguh kepada Allah memohon bantuan.” Testimonies, jilid 5, halaman 209. 

“Berserulah dengan keras, janganlah ditahan, angkatlah suaramu bagaikan nafiri, dan tunjukkanlah kepada umat-Ku segala pelanggaran mereka, dan isi rumah Yakub segala dosa mereka.” Yesaya 58 : 1. 

TANTANGAN-TANTANGAN YANG AKAN TIMBUL 

Karena semua orang yang memiliki suatu pekabaran kebenaran sudah harus mengalami aniaya di masa lalu, maka inipun harus kita hadapi sekarang. Musuh dari semua kebenaran yang menggunakan manusia sebagai alatnya dengan berselimutkan agama, telah menentang kebenaran Allah pada setiap langkah perjalanannya. Kematian Habel oleh tangan-tangan kejam dari kakaknya, Kain, telah merupakan pertanda bagi semua pengikut kebenaran, bahwa aniaya akan bangkit melawan mereka melalui perantaraan saudara-saudaranya sendiri di dalam sidang. Demikianlah hal itu akan jadi sampai kepada hari ini. 

Musuh yang lihai itu adalah terlalu pintar untuk menentang kebenaran-kebenaran dan ajaran-ajaran yang sudah diakui benar, maka ia akan mengendalikan orang-orang untuk melalaikan prinsip-prinsip pada mana kebenaran telah ditegakkan, lalu secara langkah demi langkah kekurangan-kekurangan itu dilengkapi dengan hasil kepintaran manusia, dan sedemikian inilah sidang dibawa masuk ke dalam kegelapan rohani. Para pendeta dalam keadaan kondisi kerohanian sedemikian ini tidak dapat melihat akan perlunya kepatuhan yang ketat kepada firman Allah. Jemaat mereka dibuat sedemikian rupa untuk merasa bahwa pengalaman Kristen mereka adalah sempurna, sehingga umat dibawa untuk menaruh harap kepada kepintaran manusia (menerima saja keputusan mereka), sebagai gantinya mereka menyelidiki sendiri kebenaran dengan iman kepada Allah. “Demikianlah firman Tuhan : Terkutuklah orang yang menaruh harap pada manusia, dan menjadikan daging sebagai pegangannya, dan hatinya yang berpaling dari Tuhan.” Yeremiah 17 : 5. 

Keanggotaan sidang dihadiahkan kepada kebanyakan orang yang ingin menggabungkan diri dengan sidang dengan hanya sedikit pemeriksaan terhadap iman mereka dan penerimaan mereka terhadap seluruh kebenaran. Demikianlah, hati yang tidak bertobat merayap masuk ke dalam sidang

dan oleh pengaruh-pengaruh mereka orang-orang lainnya dibawa masuk ke dalam dosa. Praktik yang tak henti-hentinya ini dengan cepat meningkatkan jumlah orang-orang yang tidak setia, sementara sebaliknya pengikut-pengikut Kristus yang setia semakin hari semakin sedikit. Apabila terang kebenaran datang, dan suatu seruan bagi reformasi didengungkan, maka para pemimpin yang telah dibutakan dalam kegelapan rohani akan bangkit melawan seruan samawi itu. Mereka menyatakan bahwa mereka telah memiliki semua kebenaran, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, walaupun di dalam hati kecil mereka, mereka tahu bahwa itu adalah kebenaran Allah. Mereka menuduh mempersalahkan pekabaran itu berikut juru kabarnya sama seperti halnya Israel kuno yang lalu, karena pekabaran itu menegur perbuatan-perbuatan mereka yang tidak suci. Orang-orang yang hatinya tidak disucikan ini tidak memperdulikan untuk memeriksa sendiri bagi dirinya, melainkan menerima saja keputusan-keputusan yang dibuat oleh para pemimpin. Akibatnya ialah bahwa orang-orang yang setia yang sedikit itu lalu dipecat dari keanggotaannya oleh suara terbanyak mereka, sementara Iblis tua itu berhasil mencapai kemenangan. Ini adalah benar-benar terjadi dalam sejarah kita, dimulai dengan gereja Lutheran, dan seterusnya. William Miller dan Nona Harmon telah dilayani dengan cara ini. Allah membiarkan perbuatan perampokan terhadap umat Allah ini terus dilakukan terhadap harta benda sidang milik mereka, dan mendorong mereka untuk memulaikan suatu pergerakan yang baru, tetapi Ia tidak mau mengijinkannya sekarang. 

Berbicara mengenai tantangan yang Luther terpaksa hadapi, Roh Nubuat mengatakan, “Dalam kuasa Roh Suci ia berseru menentang dosa-dosa para pemimpin sidang yang ada; maka sementara ia menghadapi angin topan tantangan yang datang dari pihak imam-imam, semangatnya tidak luntur; karena ia berpegang teguh pada lengan Allah yang kuat dan dengan yakin berharap kepada-Nya bagi kemenangan.” Early Writings, halaman 223. “Sementara tantangan meningkat mencapai puncaknya dengan hebat, maka hamba-hamba Allah kembali menjadi bingung; karena tampaknya bagi mereka bahwa merekalah yang menimbulkan krisis itu. Tetapi kesadaran hati mereka dan firman Allah menjaminkan kepada mereka bahwa cara mereka yang ditempuhnya adalah benar; maka walaupun cobaan-cobaan itu terus berlangsung, mereka adalah kuat untuk memikul semuanya.” Great Controversy, halaman 610. Yesus mengatakan, “Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta menfitnah kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria : Karena besarlah pahalamu di surga : karena demikianlah juga telah dianiaya nabi-nabi sebelum kamu.” Matius 5 : 11, 12. Perhatikan : Yang dianiaya adalah para nabi, dan bukan imam-imam. 

Apabila kebenaran disajikan dengan jelas secara berurutan maka ia itu akan mengungkapkan dosa dan mempersalahkan

hati orang berdosa yang bersalah. Walaupun juru kabar itu, untuk menyatakan kebenaran yang menyelamatkan, ia berada di bawah ancaman aniaya dan penghinaan, bahkan yang membahayakan hidupnya, orang-orang berdosa akan seringkali bangkit melawan seorang sahabat dari jiwanya sendiri. Kata nabi itu, “Bagaimanapun juga, jika engkau mengamarkan orang jahat itu akan jalannya supaya ia berbalik daripadanya; jika ia tidak berbalik daripada jalannya, sehingga ia mati kelak dalam kejahatannya; maka engkau telah menyelamatkan jiwamu.” Yehezkiel 33 : 9. 

Tuduhan-tuduhan berikut ini mungkin akan timbul dan akan dihadapi. Sebagian orang mungkin mengatakan, Anda berbicara jahat, mencari-cari kesalahan, dan menuduh-nuduh. Tetapi kenyataannya adalah bahwa orang yang membawa pekabaran dari surga kepada seorang berdosa yang bersalah tidak dapat dituduh dengan tuduhan manapun juga yang disebut di atas. Yang bertanggung jawab untuk pekabaran yang dibawanya bukanlah dia, melainkan Allah yang telah mengirim pekabaran itu. Barangsiapa yang berbicara jahat melawan utusan itu ialah berbicara jahat melawan Allah sendiri. 

Sebagian orang mungkin mengatakan, Anda belum diurapi bagi jabatan kependetaan, maka itu bukan urusan anda, tetapi Dia yang memiliki pekabaran tidak harus diurapi oleh tangan-tangan manusia untuk menyampaikan pekabaran itu. Tidak lebih daripada yang diperbuat Amos. Dia yang mengirim pekabaran itu adalah lebih besar daripada dia yang diurapi oleh tangan-tangan manusia. Amos adalah hanya seorang gembala, tetapi pada waktu Allah memanggilnya, dan menugaskan kepadanya dengan sebuah pekabaran untuk disampaikan kepada raja-raja dan imam-imam dari Israel kuno yang lalu, ia tidak menolak, melainkan justru mematuhi suara Allah lalu menyampaikan pekabaran itu. (Amos 1 : 1). Adakah Allah terikat oleh tali-tali ikatan manusia? Yeremiahpun pada waktu itu baru hanya seorang anak kecil pada waktu Allah memanggilnya. Walaupun ia merasa dirinya tidak sanggup untuk memikul tanggung jawab, Tuhan berfirman : “Janganlah katamu, aku adalah masih kecil : Karena kamu harus pergi kepada semua yang akan Ku suruhkan, dan apapun yang Ku perintahkan kepadamu hendaklah kau katakan.” Yeremiah 1 : 7. 

Orang-orang yang menyangka bahwa jabatan mereka itu menempatkan mereka pada tempatnya Musa dan Harun sedang melakukan kesalahan besar. Orang-orang yang sedemikian ini tidak satupun dari mereka yang menduduki jabatan Musa dan Harun itu. Tidak seorangpun dapat mengambil kedudukan Musa karena ia tidak mati ataupun bisu. Alkitab adalah Musa. Yesus mengatakan, “Hendaklah mereka mendengar kepada Musa dan nabi-nabi.” Harun adalah contoh dari Kristus, oleh sebab itu barangsiapa yang menyangka dirinya berada di tempat kedua pemimpin besar itu, berarti ia sedang mengesampingkan otoritas dari Alkitab, dan Kristus Imamnya. Barangsiapa yang

menghendaki otoritas yang sedemikian ini berarti ia sedang menempatkan dirinya pada kedudukan dari Korah. Lihat Bilangan pasal 16; dan 26 : 10. Dan akibat daripadanya kelak merupakan suatu akhir yang pahit. 

Saudara-Saudariku yang kekasih : Kami menghimbau anda dalam nama Kristus Juruselamatmu, jadikanlah dirimu benar bagi Allah seperti halnya orang-orang besar milik-Nya yang hidup di zaman dahulu. Kami mengundang perhatian anda kepada Daniel, Shadrach, Meshach dan Abednego. Bayangkanlah betapa teguhnya orang-orang ini mempertahankan prinsip-prinsip agama yang benar untuk dapat berkenan kepada Allah. Mereka mempertaruhkan nyawanya untuk tetap menolak menyembah sujud kepada berhala. Sebagaimana Allah menghargai mereka itu untuk imannya, Ia pun akan menghargai anda dengan kehidupan yang sama ukurannya dengan kehidupan Allah. Janganlah mau terantuk pada balok-balok penghalang dari orang lain. Kami menunjukkan kepada anda pengalaman dari orang-orang Kristen yang semula dalam permulaan masa pergerakan Advent seperti yang tercatat di dalam tulisan-tulisan Roh Nubuat. Kami kutip dari buku Great Controversy, halaman 380 sebagai berikut : 

“Tetapi gereja-gereja pada umumnya tidak mau menerima amaran. Pendeta-pendeta mereka yang bagaikan ‘pengawal-pengawal bagi isi rumah Israel’, yang seharusnya pertama sekali dapat mengenali tanda-tanda kedatangan Yesus itu, mereka telah gagal mempelajari kebenaran, baik dari kesaksian para nabi ataupun dari tanda-tanda zaman. Karena harapan-harapan dan ambisi-ambisi duniawi memenuhi hati, maka kasih bagi Allah dan iman kepada firman-Nya telah bertumbuh menjadi dingin; sehingga pada waktu doktrin Advent dikemukakan, maka ia itu hanya membangkitkan keragu-raguan mereka dan ketidak-percayaannya. Dari kenyataan bahwa pekabaran itu bagian terbesarnya telah dihotbahkan oleh para anggota biasa, telah mendorong sebagai alasan argumentasi melawannya. Seperti di zaman dahulu kesaksian firman Allah yang jelas telah dihadapkan kepada pertanyaan, ‘Sudahkah salah seorang dari pemimpin-pemimpin atau dari orang-orang Parisi itu mempercayainya?’ Karena menemukan betapa sulitnya tugas mereka untuk membuktikan kesalahan argumentasi-argumentasi yang diambil dari periode-periode nubuatan, maka banyak orang lalu melarang menyelidiki nubuatan, mereka mengajarkan bahwa buku-buku nubuatan adalah tersegel, dan tidak akan dapat dimengerti. Orang banyak, hanya menaruh harap sepenuhnya kepada pendeta-pendeta mereka, mereka menolak mendengarkan amaran-amaran; dan orang lainnya, walaupun yakin akan kebenaran itu, mereka tidak berani untuk mengakuinya secara terbuka, supaya jangan mereka ‘dikeluarkan dari kaabah.’ Pekabaran yang sudah dikirim Allah bagi pengujian dan pembersihan sidang, mengungkapkan dengan sangat meyakinkan betapa besar jumlah orang yang telah terpikat hatinya kepada dunia ini daripada kepada Kristus. Tali yang

mengikat mereka ke bumi adalah lebih kuat daripada semua tarikan yang mengarah ke surga. Mereka memilih untuk mendengar kepada suara kepintaran dunia, dan mereka mengalihkan pendengarannya dari pekabaran kebenaran yang memeriksa hati manusia.” 

Yesus mengatakan, “ingatlah akan isteri Lot.” Loloskanlah diri demi kehidupanmu, karena unsur-unsur yang dahulu digunakan terhadap Sodom itu akan kelak digunakan di dalam dunia yang jahat pada waktu ini. Bandingkanlah pekabaran ini dengan Alkitab dan tulisan-tulisan Testimonies. Janganlah mengikuti keputusan-keputusan orang lain, tetapi pelajarilah bagi dirimu sendiri. “Bilamana suatu pekabaran disampaikan kepada umat Allah, janganlah mereka bangkit berdiri menentangnya; mereka hendaknya pergi kepada Alkitab, membanding-bandingkannya dengan torat dan kesaksian, dan jika ia itu tidak dapat tahan uji, maka pekabaran itu adalah tidak benar.” Testimonies to Ministers, halaman 119. 

Jangan seorangpun takut atau mundur untuk memberitakan pekabaran ini langsung dari mimbar Masehi Advent Hari Ketujuh, karena inilah doktrin Masehi Advent Hari Ketujuh yang murni, yang memanggil umat Allah kembali kepada prinsip-prinsip dimana organisasi gereja yang besar ini telah didirikan. Sebagian orang akan keberatan lalu mencoba untuk menyetopnya, sebaliknya mereka tidak dapat menjelaskan Alkitab dalam cara yang lain. Tetapi barangsiapa yang hendak memikul beban untuk membawakan pekabaran ini, ia harus tekun dan setia selalu memperdalam penyelidikannya. 

Di zaman Kristus yang lalu murid-murid-Nya telah berdiri dengan teguh pada haknya dan memberitakan Juruselamat yang bangkit itu di dalam kaabah. Para pemimpin yang buta rohani memerintahkan mereka keluar, tetapi kembali lagi mereka datang, dan ini terus berulang sampai para Parisi yang tidak setia memasukkan mereka ke dalam penjara. Secara ajaib mereka itu telah dikeluarkan dan segera mereka kembali lagi ke kaabah, lalu kembali menghotbahkan ajaran yang dianggap asing itu walaupun menghadapi tantangan. Tekad yang sedemikian ini untuk menyelamatkan saudara-saudarinya dari bencana yang akan datang, disebut oleh musuh-musuh Kristus “pendurhakaan”, bahkan dengan menggunakan Injil untuk membuktikan kebenaran tuduhan-tuduhan mereka. Tetapi pada kenyataannya ialah, orang yang dengan tekun melaksanakan kewjibannya kepada Allahnya, bagi kebaikan saudara-saudaranya, bukanlah orang yang bersalah. Orang yang membenci pekabaran dari surga ialah seorang pemberontak dalam pemandangan Allah yang besar. Jabatan ataupun kedudukan dari orang yang sedemikian ini tidak lagi dapat membersihkan dia, sama seperti halnya Parisi yang sombong itu dibalik jubah rabbinya ia tidak lagi dapat dibersihkan. Walaupun sebagian orang mungkin menunjuk kepada jabatan kekuasaannya sendiri ia itu tidak dapat memaafkan dia, itupun tidak dapat mempersalahkan utusan Allah itu. Banyak lagi

maaf dan tuduhan-tuduhan yang lain akan dikemukakan, tetapi orang yang melaksanakan pelayanan dari Yang Maha Tinggi tidak perlu dikecewakan dalam cara apapun juga, melainkan maju terus dalam tugasnya dengan iman kepada Allah untuk menyelamatkan saudara-saudaranya dari bencana yang akan datang. Roh Nubuat dalam memandang kepada pekabaran ini mengatakan : “Kalau saja suatu kasus seperti kasusnya Akhan itu ada di antara kita, maka ada banyak orang yang akan menuduh mempersalahkan mereka yang akan bertindak sebagai Yosua yang mencari-cari tahu kesalahan itu, karena alasan memiliki roh jahat yang suka mencari-cari salah orang lain.” Testimonies, jilid 3, halaman 270. 

Dalam hal mana seseorang akan dicoret dari buku-buku sidang karena membawakan pekabaran ini, janganlah kecewa sedikitpun, melainkan maju terus seolah-olah tidak ada apa-apa yang terjadi. Bayarkanlah perpuluhan dan persembahanmu yang jujur ke gerejamu, dan anggaplah bagaikan ‘Itu adalah’ rumah Bapamu. Teruskan tugas reformasimu sebanyak mungkin yang kau senangi. Keanggotaanmu pada buku-buku sidang hanyalah suatu catatan gereja dan satu-satunya kerugian atau kerusakan yang dapat diderita seseorang oleh kehilangan namanya dari catatan yang sedemikian ini ialah bahwa ia tidak dapat lagi melayani sebagai salah seorang tua-tua gereja, atau ia tidak dapat lagi bersuara dalam masalah-masalah urusan gereja. Mereka yang mengharapkan kedatangan Kristus yang segera tidak akan ingin melayani sebagai tua-tua gereja, jika pelayanan mereka memang tidak disukai oleh sidang. Orang-orang yang membawa dirinya ke depan untuk memperoleh suatu kedudukan yang sedemikian ini menunjukkan motif mereka yang tidak benar, dan bahwa hati mereka adalah tidak benar dengan Allah. Untuk mempertahankan namamu dalam buku sidang dengan mengorbankan prinsip tidak akan membawa anda ke surga, juga kehilangan namamu dari buku sidang yang sedemikian itu tidak akan menghalangi anda untuk masuk ke Kota Suci. 

“Betapa indahnya di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan perdamaian; yang membawakan kabar-kabar baik yang baik, yang memberitakan keselamatan; yang mengatakan kepada Sion, bahwa Allahmu memerintah!” Yesaya 52 : 7. 

“Banyak orang digoda mengenai pekerjaan kita, dan banyak yang sedang mempermasalahkannya. Sebagian orang, dalam keadaan mereka yang tergoda, mereka menuduh bahwa kesaksian-kesaksian yang menegor yang telah kami berikan itu menimbulkan kesulitan-kesulitan dan kekacauan-kekacauan bagi umat Allah. Mereka menyangka kekacauan itu terdapat pada orang-orang yang membawa pekabaran amaran, yaitu mereka yang menunjukkan dosa-dosa orang banyak itu dan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan mereka. Banyak orang tertipu oleh musuh dari

jiwa-jiwa ..... Mereka mengira bahwa umat Allah tidak memerlukan lagi penanganan yang jelas dan teguran, melainkan bahwa Allah sedang berada dengan mereka ..... Bagaimanakah mereka ini menangani pekabaran dari Saksi yang Benar kepada orang-orang Laodikea? Tidak mungkin terdapat penipuan apapun di sini. Pekabaran ini harus dibawa kepada sebuah sidang yang suam oleh hamba-hamba Allah. Ini harus dapat membangunkan umat-Nya dari kesentausaan dan kesesatan berbahaya mereka itu kepada keadaan mereka yang sebenarnya di hadapan Allah. Kesaksian ini jika diterima, akan kelak membangunkan untuk bertindak, dan akan memimpin kepada merendahkan diri dan pengakuan dosa-dosa .....” 

“Umat Allah harus melihat dosa-dosa mereka sendiri, dan harus bangun kepada pertobatan yang bersungguh-sungguh, dan membuang dosa-dosa yang telah menjerumuskan mereka ke dalam suatu kondisi melarat yang sedemikian ini, kebutaan, kesengsaraan, dan kesesatan yang menakutkan dan menyedihkan. Kepada saya ditunjukkan, bahwa kesaksian yang tegas itu harus hidup di dalam sidang. Ini saja yang akan menjawab pekabaran kepada orang-orang Laodikea itu. Kesalahan-kesalahan harus ditegur, dosa harus disebut dosa, dan kejahatan harus dihadapi dengan segera dan dengan tegas, lalu dibuang dari antara kita sebagai umat.” Testimonies, jilid 3, halaman 258 – 260. 

“Bangunlah engkau, nyatakanlah cahayamu; karena

terangmu ada datang, dan kemulian Tuhan ada

terbit atas kamu.”

Yesaya 60 : 1. 

HIMBAUAN SEORANG IBU 

Oleh :

Nyonya E. Hermanson 

“Tetapi jika hamba yang jahat itu berpikir di dalam hatinya, Tuanku memperlambat kedatangan-Nya; maka mulailah ia memukul teman-temannya, lalu ia makan minum dengan orang-orang pemabuk; maka Tuan hamba itu akan datang pada suatu hari yang tiada disangkanya, dan pada jam yang tiada diketahuinya, dan menyesahkan dia teramat sangat, dan menetapkan bagiannya bersama-sama dengan orang-orang munafik.” Matius 24 : 48 – 51. 

Sebagai orang-orang Adventist kita telah diajarkan dengan ayat di atas ini, bahwa ia itu tidak hanya dimaksudkan kepada bermabuk-mabukan dengan air anggur, melainkan juga kepada pesta-pesta keplesiran. Kita dapat juga dibuat menjadi mabuk dengan masalah hidup ini. Lihat Lukas 21 : 34. Ayat yang kemudian ini menceriterakan juga kepada kita bahwa kita harus berhati-hati supaya jangan pada sesuatu saat

hati kita dikalahkan oleh gelojoh, sehingga karenanya kita menjadi seperti “hamba yang jahat itu yang akan mengatakan di dalam hatinya, Tuanku memperlambat kedatangan-Nya.” 

Sebagai anggota dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan ibu dari tiga orang anak, telah menjadi tekad saya untuk melatih anak-anak ini yang telah Allah karuniakan kepada saya dengan sedemikian rupa sehingga mereka boleh menjadi setia kepada Allah dan Kebenaran-Nya. Adalah suatu ujian yang berat bagaimana memeliharakan mereka supaya tidak melibatkan diri kepada apa yang disebut keplesiran-keplesiran dunia ini, dan dengan demikian menjauhkan diri dari roh duniawi, sehingga mereka tidak disesatkan dalam pengertian mereka tentang bagaimana keinginan Allah kepada kita sebagai anak-anak-Nya yang setia. Tugas ini bukanlah suatu tugas yang mudah, dan tanggung jawabnya pun tidak ringan. Semua ini tidak berkurang dengan cara ikut serta bersama-sama dengan orang-orang dunia. 

Mengingat kepada amaran yang diberikan kepada kita di dalam Alkitab, maka tampaknya adalah tidak sejalan jika program-program sedemikian yang berikut ini disponsori oleh pimpinan perguruan tinggi jika kita memang hendak menarik perhatian anak-anak kita dan orang-orang muda kepada ajaran-ajaran Juruselamat yang jelas dan tegas. Pikiran-pikiran muda secara alami belum dapat menangkap segi kehidupan yang berat, maka dengan banyaknya acara dan peristiwa yang senantiasa dihadapkan kepada mereka dengan cara ini, akan mempersulit bagi mereka untuk berminat untuk berjuang “masuk melalui pintu yang sempit.” Lukas 13 : 24; Matius 7 : 13. 

Berikut ini adalah beberapa acara yang disalin dari “Bulletin Mingguan” di bawah tanggal 14 Nopember, dan 21 Nopember 1930, dan yang dikeluarkan oleh salah satu lembaga kita yang terkemuka di Los Angeles. 

BERITA-BERITA PERHIMPUNAN 

Pertandingan Renang Interscholastic Faculty –– Alumni : ..... Acara malam yang meriah adalah suatu pertunjukan renang loncat indah oleh Georgia Coleman, juara nasional loncat indah wanita .....

Perhimpuan Makan Malam Nopember : Ini menjanjikan suatu pelayanan yang lain. Suatu trio dan pembaca dari Perhimpunan Gadis Gembira dari U.S.C. akan merupakan suatu acara besar. Bill Hunter, Direktur Atletik pada U.S.C. akan memberikan kepada kita pembicaraan singkat mengenai sikap sportif. Dapatkanlah tiket anda sedini mungkin. 

ACARA-ACARA YANG AKAN DATANG 

24 Nopember : Perhimpuan Makan Malam

25 Nopember : Junior vs Karyawan, Pertandingan Baseball

28 Nopember : Pertandingan Kejuaraan Turnamen Golf di Montebello Park.

2 Desember     : Pimpinan Perguruan Tinggi vs Karyawan, Pertandingan Baseball.

9 Desember     : Pimpinan Perguruan Tinggi vs Junior, Pertandingan  Baseball,

pukul  7.00 Karyawan Team I vs Karyawan Team II, pukul 5.00.

16 Desember   : Senior vs Junior, Pertandingan Baseball.

21 – 26 Desember : Holiday Cabin Party, Danau Big Bear. 

Kuliah Kesehatan, Y.M.C.A. ......... Jumat, pukul 8.00 malam. Pimpinan Perguruan Tinggi –– Interscholastic Pertandingan Kejuaraan Turnamen Golf : Jumat pagi, 28 Nopember ..... 

Pimpinan Perguruan Tinggi –– senior, pertandingan baseball hari Selasa yang lalu berakhir dengan score 3 – 13. Tetapi ini belum menunjukkan pertandingan yang betul-betul sungguh-sungguh dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Beberapa pertandingan lagi dan pimpinan perguruan tinggi akan memegang bagiannya yang tersedia, tetapi H____, S____ dan W____ tidak memukul terlalu banyak home runs, H____ sejauh ini memegang rekor .......... 

Roh Nubuat dalam mengomentari baseball dan sebagainya, mengatakan, “Saya diberitahu oleh Pembimbing saya : ‘Pandanglah kamu, dan lihatlah penyembahan berhala dari umat-Ku, kepada siapa Aku sudah berbicara, bangkit pagi-pagi sekali dan sampaikan kepada mereka bahaya-bahaya mereka. Ku lihat bahwa mereka harus menghasilkan buah.’ Ada sebagian orang yang berjuang untuk berkuasa, masing-masing berusaha untuk mengungguli yang lainnya dalam balapan sepeda mereka. Terdapat roh bersaing dan bergumul di antara mereka mengenai siapa yang akan menjadi terbesar. Roh ini adalah sama dengan yang dimanifestasikan dalam pertandingan-pertandingan baseball di kampus perguruan tinggi. Kata Pembimbing saya : ‘Semua perkara ini adalah melawan Allah. Dekat maupun jauh jiwa-jiwa sedang binasa karena tidak ada roti hidup dan air keselamatan’.” Testimonies, jilid 8, halaman 52. 

Mengapa membawa orang-orang muda ke Y.M.C.A, pada Jumat malam untuk memberikan kepada mereka kuliah kesehatan? Tidak dapatkah ia itu diberikan di dalam gedung-gedung milik kita sendiri? Mengapa turnamen dari Perhimpuan Golf ini dilaksanakan pada hari Jumat pagi? Tidakkah kita diberitahu di dalam Alkitab bahwa hari Jumat ialah hari persiapan menghadapi Sabat dan bukan hari untuk keplesiran? Sebagai peraturan, jika seseorang melakukan persiapan dengan benar, maka tidak akan banyak waktu yang hilang. 

Mungkin tidak ada keberatan terhadap renang, namun efek apakah bagi orang muda yang dapat diperoleh dari keahlian juara renang ini dan dari pembicaraan direktur atletik

mengenai ‘Sikap Sportif?’ Dapatkah ia itu menciptakan suatu keinginan besar untuk berbakti kepada Kristus? 

Bagaimanakah kita sebagai ibu-ibu dapat memeliharakan anak-anak kita terpisah dari dunia jika pimpinan perguruan tinggi membawa mereka kepada lembaga-lembaga duniawi yang sedemikian ini, dimana di sana mereka diperkenalkan kepada semua unsur yang ada? Adakah kita tetap berpegang kepada prinsip-prinsip di atas mana gereja ini telah didirikan? “Karena kamu adalah kaabah dari Allah yang hidup; seperti Allah telah katakan, Aku akan tinggal di dalam mereka itu, dan berjalan di dalan mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu, keluarlah dari antara mereka itu, dan hendaklah kamu berpisah, demikianlah firman Tuhan.” 2 Korintus 6 : 16, 17. 

Melihat kepada derasnya arus kemurtadan ini yang dikendalikan oleh para pemimpin rohani yang sesat, maka pada perkiraan saya binatang yang menyerupai macan tutul dari Wahyu 13 : 1 – 3 itu telah menemui kegenapannya secara tepat mengenai simbol nubuatannya yaitu –– “seluruh dunia heran akan binatang itu.” Dunia pada umumnya selalu menyembah binatang itu. Karena alasan inilah dunia memerlukan Injil, tetapi bilamana Allah menggunakan kata-kata “SELURUH dunia heran akan binatang itu”, maka ini harus berarti bahwa mereka yang telah memperoleh terang besar dari Allah, mereka inipun telah ikut serta dalam roh dunia ini, dengan demikian menggenapi nubuatan ini. 

Mengingat tugas kita kepada dunia dan pekabaran malaikat yang ketiga benar-benar beban pada hati saya bagi anak-anak dan orang-orang muda yang bukan tugas yang ringan. Saya menghimbau kepada setiap anggota Masehi Advent Hari Ketujuh yang setia agar bangkit dengan doa dan berpuasa melawan apa yang disebut keplesiran-keplesiran abad ini, untuk menyelamatkan anak-anak kita selagi Iblis masih berusaha untuk menyesatkan mereka bahkan juga orang-orang pilihan. 

* * *

“Demikianlah telah terlihat bahwa apabila tiba masanya setelah sidang sampai kepada keadaan yang digambarkan oleh Tuhan (Yehezkiel 3 – 9), maka rahasia dari khayal itu akan diungkapkan, dan pekabarannya akan dibawa kepada sidang. Dan karena sidang sudah mencapai masa dan keadaan itu maka terbuktilah melalui tiga rangkap kenyataan bahwa bagian pertama dari “wahyu yang sangat mengejutkan” itu (telah diperluas di sini), telah diterbitkan dalam bulan Desember 1930 dalam 255 halaman yang berjudul Tongkat Gembala, jilid 1; bahwa bagian keduanya diterbitkan dalam bulan September 1932, sebanyak 304 halaman yang berjudul Tongkat Gembala, jilid 2; dan bagian yang ketiga –– adalah seri buku-buku kecil Traktat (yang mana ini adalah yang pertama) yang semenjak tahun 1933 bertambah sampai sekarang sebanyak 898 halaman –– terbagi dalam jilid 3,” –– Traktat No. 1, halaman 37. 

JILID TIGA 

Taktat-traktat berukuran buku-buku saku mulai dari nomor satu sampai nomor lima belas, dan beraneka ragam Traktat lainnya. 

AMARAN SEKARANG, Jilid satu, nomor satu sampai nomor lima puluh dua. 

AMARAN SEKARANG, Jilid dua, nomor satu sampai nomor empat puluh enam. 

(Cetakan ulang ini adalah suatu duplikasi dari naskah aslinya, yang telah dicetak pertama sekali dalam tahun 1930) 

* * *

Previous
5TJ
Tanya Jawab Buku No. 5
Next
2TGE
Tongkat Gembala Jilid 2