Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Apa Yang Akan Jadi Di Akhir Jaman

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

.

Renungan Dan Doa Pembuka

Sebelum kita berdoa dan melibatkan diri dalam penyelidikan Alkitab, maka saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragrap yang pertama pada halaman 151. Pasal ini dilandaskan pada Doa Tuhan Yesus.

Mount of Blessing, pp.151, 152 : “Doa Tuhan itu telah dua kali diberikan oleh Juruselamat, pertama kepada orang banyak dalam khotbah di atas gunung, lalu kembali beberapa bulan kemudian, kepada murid-murid itu saja. Murid-murid itu untuk sesuatu masa yang singkat berpisah dari Tuhan mereka, pada waktu mereka kembali, mereka mendapati Dia sedang tekun berhubungan dengan Allah. Tampaknya Ia tidak menyadari akan kehadiran mereka, maka Ia terus saja berdoa dengan nyaring suara-Nya. Wajah dari muka Juruselamat adalah diterangi dengan suatu cahaya terang dari langit. Ia tampaknya berada di tengah-tengah kehadiran Dia Yang Tak Kelihatan itu, maka terdapat di sana suatu kuasa yang hidup di dalam kata-kata firman-Nya, seperti dari seseorang yang berbicara dengan Allah.”

“Hati dari para murid yang mendengarkannya itu sangat tergerak. Mereka telah mencatat betapa sering Ia menghabiskan berjam-jam lamanya di dalam kesepian seorang diri, untuk berhubungan dengan Bapa-Nya. Segala hari-hari-Nya dilalui-Nya dengan memberikan pelayanan kepada orang banyak yang datang berkerumun kepada-Nya, dan dengan membukakan kepada mereka kepura-puraan yang menyesatkan dari para ahli Torat, dan bekerja-Nya yang tak henti-hentinya ini sering sekali membuat-Nya sangat letih, sehingga ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan bahkan segala murid-Nya merasa takut kalau-kalau hidup-Nya akan menjadi korban.”

Apa yang mereka takuti? Mereka takut kalau-kalau Yesus berbuat terlalu banyak, dan bahwa jika Ia terus-menerus demikian membebani kekuatan-Nya, Ia tidak akan hidup lama. Mereka merasa yakin Ia tidak akan lama lagi sakit dan akan meninggal.

Adakah perkiraan-perkiraan mereka itu menjadi kenyataan? Tidak. Justru yang sebaliknya daripada apa yang ditakuti mereka yang telah jadi. Apakah yang telah membuat Dia seimbang kepada tugas-Nya? Bukankah itulah doa? Jika Yesus dapat memperoleh kekuatan yang cukup di dalam doa untuk melaksanakan tugas-Nya sehari-hari, maka mengapakah kita tidak? Marilah kita bertelut dan berdoa untuk ini.

Copyright 1953

Hak Cipta Dijamin

V.T. HOUTEFF

APA YANG AKAN JADI DI AKHIR ZAMAN 

Kotbah Victor T. Houteff

Pendeta Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 7 September 1946

Chapel Mount Carmel,

Waco, Texas 

Penyelidikan kita bagi sore ini adalah dari Yesaya pasal tiga. Namun karena cerita ini, atau nubuatan dari pasal ini dimulai pada pasal yang mendahuluinya, maka tak akan ada manfaatnya jika penyelidikan terhadap pasal tiga dilakukan terpisah dari pasal yang kedua. Tak seorangpun oleh memulaikan sesuatu penyelidikan terhadap sesuatu masalah dari bagian tengah, ke belakang ataupun ke depan, dapat mengetahui kelanjutannya serta dapat mengetahui dari hal apakah semuanya itu. Jika seseorang hendak mempelajari kelengkapan kebenaran dari sesuatu masalah, maka ia harus menyelidikinya keseluruhannya. Anjing dan kucing, yang bukan manusia beradab, memulai memakan sepotong pastel dari tengah-tengahnya. Sebagai manusia-manusia yang berinteligensia tinggi, sebagai umat Allah, kita patut memakan pastel itu dengan benar.

Bagaimanakah dapat saya ketahui, bahwa masalah nubuatan dari pasal tiga dimulai semenjak dari pasal dua? Kata yang pertama sekali dari pasal tiga, adalah kata perangkai “karena” (bahasa Inggris : “for”), menunjukkan bahwa sesuatu telah berjalan mendahuluinya. Untuk mengambil kelanjutan dari beban Ilham itu, dan juga untuk memperoleh latar belakang dari masalah itu, maka kita terpaksa memulaikan penyelidikan kita terhadap ayat mana Yesaya telah dikendalikan untuk memulaikan nubuatan itu, yaitu :

Yesaya 2 : 1 : “Inilah Wahyu yang kelihatan kepada Yesaya bin Amos akan hal Yehuda dan Yerusalem.”

Apakah yang Yesaya dikendalikan untuk menyatakan? Perkara-perkara yang berkenaan dengan

Yehuda dan Yerusalem, yaitu sidang. Walaupun begitu kita perlu mengetahui, generasi dari umat yang mana tepatnya, sebab jika nubuatan itu adalah mengenai generasi kita, maka itu tentunya akan mempunyai arti terpenting bagi kita. Ajaran-ajarannya tentunya akan terutama berlaku bagi kebutuhan-kebutuhan kita sekarang yang sangat diperlukan -- akan merupakan “makanan pada waktunya.” Untuk alasan inilah kita perlu menentukan siapa umat itu kepada siapa Ilham sedang menyampaikan amaran nubuatan ini. Marilah kita baca:

Yesaya 2 : 2 : “Maka akan jadi kelak di dalam hari-hari yang terakhir (in the last days), bahwa gunung kaabah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di atas segala bukit; maka segala bangsa akan berkerumun kepadanya.”

Bukanlah seseorang, bukanlah sesuatu umat ataupun sesuatu bangsa, melainkan Tuhan sendiri yang menyatakan demikian itu. Kepada nabi itu diperlihatkan perkara-perkara dari hal rumah Tuhan (sidang), “di dalam hari-hari yang terakhir”, bukan di hari-hari masa hidupnya Yesaya. Ucapan kata “hari-hari terakhir” itu sendiri membawa kita kepada “masa akhir zaman.” Seperti yang ditunjukkan kepada kita pada Sabat yang lalu, bahwa masa akhir zaman itu dimulai di dalam abad ke 18, maka jelaslah, bahwa masa itulah yang dimaksudkan di sini dimana keajaiban dari segala zaman akan terjadi.

Yesaya 2 : 3 : “Maka banyak orang akan pergi dan mengatakan : “Marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, maka kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya; karena dari dalam Sion juga akan terbit hukum, dan Firman Tuhan dari dalam Yerusalem.”

Oleh karena belum pernah ada pertemuan yang sedemikian ini seperti yang diramalkan di sini, maka masalah ini menjadi sangat jelas, bahwa peristiwa ini masih akan digenapi di masa depan.

Beberapa tahun lalu oleh perhatian saya terhadap Yesaya pasal 2 ini, maka saya telah menanyakan kepada seorang pengkhotbah yang banyak mengetahui, yang juga adalah

seorang pembicara yang fasih. Ia telah menjawab dengan penuh kepastiannya dengan mengatakan : “Itu tidak akan pernah digenapi.” Pada waktu itu saya belum mengetahui, maka jawabannya terhadap pertanyaan saya itu tidak menolong saya sama sekali. Tetapi sekarang bahwa gulungan kitab itu telah terbuka Allah sendiri menegaskan, bahwa Firman-Nya tidak akan pernah gagal, maka Dialah yang harus kita percayai, karena jika nubuatan ini tidak dapat digenapi, maka apakah jaminan bagi kita, bahwa setiap nubuatan yang ada akan digenapi?

Lagi pula, jika nubuatan ini tidak akan digenapi, maka akibatnya pekerjaan Injil pun tidak akan dapat diselesaikan, karena nubuatan ini menceritakan bagaimana caranya pekerjaan itu akan diselesaikan -- yaitu bahwa hukum Tuhan selama hari pehukuman bagi orang hidup akan terbit keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem, bukan dari Takoma Park, bukan dari Mount Carmel Center, dan bukan juga dari tempat-tempat lainnya.

Sesudah pekerjaan pehukuman itu di dalam rumah Allah (I Petrus 4 : 17) terlaksana selengkapnya dan 144.000 hamba-hamba Allah yang tidak bercacat cela itu, yaitu buah-buah pertama (Wahyu 14 : 4) memegang jabatan mereka yang tinggi dan dihormati bersama-sama Anak Domba di atas Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), maka mulailah pengumpulan buah-buah kedua itu. Akhirnya mata dunia akan terbuka terhadap situasi itu, maka seperti halnya suatu bangsa mengundang bangsa lainnya, maka pekerjaan Injil pun akan bergerak cepat meluas ke mana-mana. Pada masa itu banyak yang akan mengatakan : “Marilah kita naik ke gunung rumah Tuhan, kepada Allah Yakub itu; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di dalam segala lorong-Nya”, semua nabi telah membicarakan dari hal peristiwa besar dan menakjubkan ini, namun untuk singkatnya saya akan mengutip hanya dari satu pasal saja, yaitu Zakharia pasal 2.

“Maka katanya kepadanya : Pergilah mendapatkan orang muda ini, katakanlah kepadanya, bahwa Yerusalem akan dihuni orang berkampung-kampung tanpa tembok-temboknya dari karena kebanyakan manusia dan binatang yang di dalamnya. Karena Aku, demikianlah firman Tuhan, akan jadi baginya sebuah pagar api berkeliling,

dan akan merupakan kemuliaan di tengah-tengahnya. Bersorak-soraklah dan bersukacitalah, hai puteri Sion, karena tengoklah Aku datang, dan Aku akan duduk di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan. Maka banyak bangsa akan bergabung dengan Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi umat-Ku; dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu, maka akan diketahui olehmu, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah menugaskan daku kepadamu. Maka Tuhan akan mempusakai Yehuda bagian-Nya di Tanah Suci itu, dan Yerusalem pun kembali menjadi pilihan-Nya. Berdiamlah kamu, hai segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan! Karena sudah bangunlah Ia dari dalam kediaman kesucian-Nya.” Zakharia 2 : 4, 5, 10-13.

Yesaya 2 : 4 : “Maka Ia akan menghakimi di antara segala bangsa, dan Ia akan mencela banyak orang, maka mereka akan menempa padang-pedangnya menjadi penggali, dan segala tombak lembingnya menjadi sabit; maka bangsa tiada lagi menghunus pedang melawan bangsa, dan pula tiada lagi orang belajar perang.”

Bukan segala bangsa, tetapi Ilham itu sendiri menyatakan, bahwa pada hari Allah menghakimi orang hidup, maka bangsa-bangsa itu yang pergi naik ke gunung Tuhan (Kerajaan sidang yang sudah disucikan) itu “kelak akan menempa pedang-pedang mereka menjadi penggali, dan segala tombak dan lembing mereka menjadi sabit”; mereka akan pergi bercocok tanam dan bukan menghabiskan tenaganya dalam peperangan. Bangsa-bangsa yang tidak menerima ‘celaan’ Tuhan, pada hari itu, bagaimanapun akan bangkit secara menggila melawan ‘gunung’ Tuhan itu, sebagaimana yang diramalkan oleh nabi Yoel, yang mengatakan : “Serukanlah ini di antara segala orang Kapir : Persiapkanlah perang! Jagakanlah segala pahlawan, hendaklah mereka itu datang hampir; hendaklah mereka itu datang kemari: tempakanlah olehmu segala cangkulmu menjadi pedang, dan segala sabitmu menjadi lembing; hendaklah orang lemah menyatakan dirinya, saya kuat. Berhimpunlah kamu bersama-sama lalu datanglah, hai kamu segala orang Kapir, dan berkumpullah kamu bersama-sama berkeliling; maka di sanalah Tuhan akan merebahkan segala pahlawanmu. Hendaklah segala orang Kapir bangkit lalu datang naik ke lembah Yehoshafat, karena di sanalah Aku akan duduk mengadili segala orang Kapir berkeliling.” Yoel 3 : 9 - 12.

Oleh karena Ilham telah memberikan semua publikasi ini untuk diberitakan mengenai peristiwa yang sangat penting ini dalam hubungannya dengan Injil -- yaitu puncak dan kemenangannya, pemisahan yang baik daripada yang jelek (Matius 13 : 30, 47, 48), kambing daripada domba (Matius 25 : 32); serta berdirinya gunung rumah Tuhan itu; oleh karena itu adalah tak dapat dikesampingkan kesimpulan, bahwa pasal-pasal buku Yesaya ini telah ditulis terutama bagi sidang di waktu ini. Kini karena kita adalah pelopor-pelopor dari peristiwa besar dan mulia ini, maka kita harus memperhatikan dengan sungguh terhadap apa yang dikatakan oleh pasal-pasal ini. Ini harus kita lakukan jika kita hendak mempersiapkan jalan Tuhan (Matius 3 : 3; Yesaya 4 : 3 - 5). Dapatlah Saudara saksikan, bahwa pekabaran ini kepada sidang adalah untuk mempersiapkan anggota-anggotanya bagi pehukuman itu sebelum “hari Tuhan yang besar dan hebat itu” mulai (Maleakhi 4 : 5). Terutama untuk alasan inilah, maka Injil pada waktu ini telah dibukakan. Marilah kita sekarang mendengarkan permintaan Tuhan :

Yesaya 2 : 5 : “Marilah hai orang isi rumah Yakub, hendaklah kita berjalan di dalam terang Tuhan.”

Oleh karena sidang sangat memerlukan terang ini, yaitu terang yang kini menerangi Hari Pehukuman itu, maka Tuhan mengajukan anjuran yang terdahulu itu kepada “isi rumah Yakub” contoh saingan, yaitu isi rumah dimana terdapat 144.000 orang-orang keturunan Yakub, yaitu keturunan dari 12 suku bangsa Israel, yang sepanjang zaman telah berassimilasi dengan bangsa-bangsa Kapir, sehingga dengan demikian telah kehilangan ciri-ciri rasialnya.

Keinginan Tuhan agar supaya sidang berjalan di dalam terang Tuhan (di dalam terang Ilham bagi waktu ini) mengandung arti yang pasti, bahwa ia sekarang belum berjalan di dalam terang-Nya itu; maka perintah-Nya yang terdapat pada ayat terakhir dari pasal buku Yesaya menunjukkan dengan jelas bahwa ia sedang berjalan di dalam hanya percikan api dari orang-orang yang tidak diilhami. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan :

Yesaya 2 : 22 : “Maka sebab itu jangan lagi kamu berharap kepada manusia yang nafasnya berada di dalam lubang hidungnya, karena dalam apa gerangan ia dapat diperhitungkan?

Alasannya bahwa anggota-anggotanya harus segera berhenti berharap kepada manusia adalah dikemukakan pada ayat-ayat berikut ini :

Yesaya 3 : 1 - 4 : “Karena sesungguhnya Tuhan, yaitu Tuhan serwa sekalian alam akan mengambil daripada Yerusalem dan daripada Yehuda baik tunjangan baik persediaan, yaitu segala persediaan roti dan segala persediaan air, dan orang pahlawan dan hulubalang dan hakim dan nabi dan orang besar-besar dan orang tua-tua dan penghulu dan orang bangsawan dan menteri dan tukang yang pandai dan orang yang fasih lidahnya.  Maka anak-anak akan Ku jadikan raja mereka itu dan Bayi akan memerintahkan mereka itu.”

Telah lebih dari satu abad lamanya kita sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh telah mengkhotbahkan pekerjaan Pehukuman bagi Orang Mati, maka kita harus dengan mudah kini melihat, bahwa apabila Pehukuman bagi Orang Hidup itu dimulai, itu akan memisahkan orang-orang suci daripada orang berdosa -- gandum daripada lalang (Matius 13 : 30), ikan yang baik dari ikan yang jelek (ayat 47, 48), domba daripada kambing (Matius 25 : 32 - 46), anak-anak dara yang bijaksana dari anak-anak dara yang bodoh (Matius 25 : 1 - 13).

Jelaslah, bahwa Yesaya 3 : 1 - 4 menyatakan, bahwa di antara orang-orang yang didapati kurang adalah beberapa orang pahlawan, beberapa orang hulubalang, beberapa hakim dan nabi-nabi (guru-guru agama), beberapa orang besar dan tua-tua, beberapa orang penghulu dan orang bangsawan dan menteri dan orang yang licik dan orang yang fasih lidah, dan bahwa Allah tidak memandang orang, melainkan hanya orang-orang berdosa yang bertobat; bahwa Ia tidak menaruh harap pada apa yang disebut orang-orang besar.

Orang-orang yang telah meninggikan diri sendiri dan yang demikian itu telah membuat umat Tuhan mengikuti orang-orang terpelajar sebagai gantinya Ilham dan demikian pula Kebenaran Tambahan Tuhan,

semuanya akan disingkirkan bagaikan sekam.

Saudara-saudara yang bertahun-tahun lamanya telah mengkhotbahkan Pehukuman bagi Orang Mati telah pergi dengan buta rohani dan bodoh, sedikit pun tidak mengharapkan lagi sesuatu pekabaran Pehukuman bagi Orang Hidup, maka sambil mengolok-olok mengatakan : “Nubuatan-nubuatan ini tidak akan pernah digenapi!” Sekaranglah jamnya bagi mereka untuk merenungkan akan terang ini berikut sebuatan : “Pada pekerjaan besar yang terakhir hanya sedikit orang-orang besar yang akan ikut mengambil bagian.” -- Testimonies, vol. 5, p. 80.

Marilah kita kembali kepada pasal 2.

Yesaya 2 : 6 : “Oleh karena itu Engkau telah meninggalkan umat-Mu isi rumah Yakub itu (orang-orang yang telah menyebabkan umat itu mengikuti mereka), sebab mereka itu dilengkapi dari Timur dan adalah peramal seperti bangsa Pilistine, dan berkenanlah mereka itu akan anak-anak orang asing.”

Pada masa pengumpulan besar itu yang dikemukakan di sini hendak akan berlangsung, maka umat-Nya, demikianlah dikatakan-Nya, akan menyenangkan diri mereka di antara orang-orang yang tidak bertobat dan dituduh sebagai sedang menjadi orang-orang peramal, yang mampu menjelaskan untuk meninggalkan Kebenaran Allah yang dinyatakan bagi masa ini sebagai gantinya membesarkan dan memberitakan-Nya.

Yesaya 2 : 7 : “Penuhlah negeri mereka dengan emas dan perak, dan tiada berkesudahan segala harta bendanya; dan lagi penuhlah negerinya dengan kuda, dan tiada berkesudahan segala keretanya.”

Rumah Yakub terhadap mana Allah sedang membicarakannya di sini kembali dikenal oleh kenyataan, bahwa ia berada pada suatu negeri yang penuh dengan perak, emas, dan kereta, sehingga tidak akan berakhir perhitungan jumlahnya. Oleh karena

tidak ada negeri di seluruh dunia kepunyaan Allah yang sangat kaya dengan perak, emas, dan lalu lintas kendaraan bermotor seperti halnya negeri ini, yaitu Amerika Serikat, maka jelaslah Amerika adalah negeri dimana markas besar Injil itu berada, yaitu negeri yang dimaksudkan oleh Allah itu. Oleh karena itu, Saudara dan Saudariku, pada hari ini Ia sedang berbicara kepadamu, kepadaku, kepada seluruh organisasi dan khususnya kepada General Conference (Isi rumah Yakub) dengan cara yang istimewa dengan Kebenaran yang baru dinyatakan, dan dengan bahasa yang tidak mungkin salah. Maukah anda, maukah saya, kita, bersetuju dengan gembira terhadap keinginan-keinginan Tuhan itu? Inilah pertanyaan besar ke hadapan kita. Segera sebentar lagi Pehukuman itu akan dimulai, maka kita harus yakin bahwa perkara-perkara kita akan dikemukakan.

Yesaya 2 : 8 : “Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala (demikianlah Ia menyatakan); mereka itu menyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya.”

Negeri dari mana Injil itu telah muncul juga penuh dengan banyak berhala, demikianlah pernyataan-Nya, yaitu jenis yang dibuat oleh tangannya sendiri; bahwa mereka adalah bangga oleh penyembahan berhalanya, maka semua hasil perbuatannya mereka sembah seolah-olah semuanya itu adalah Allah mereka. Baik kecil baik besar mereka melakukan kejahatan. Janganlah mengampuni mereka demikian seruan-Nya, terkecuali mereka bertobat.

Yesaya 2 : 10 : “Pergilah kamu masuk ke dalam bukit batu, sembunyikanlah dirimu di dalam habu, karena takut akan Tuhan, dan karena kemuliaan kebesaran-Nya.”

Di sini kepada kita dengan jelas diceritakan, bahwa orang-orang berdosa dalam pada itu akan mendapatkan diri mereka tidak bersedia bagi hari Tuhan yang besar dan hebat itu, maka apabila demikian Allah memanifestasikan kekuasaan-Nya mereka kelak akan betul-betul menjadi takut. Mereka bagaikan orang-orang gila akan berlari-lari kepada batu-batu karang dan gunung-gunung untuk melindungi dirinya di sana. Peristiwa dari ayat ini berjalan sejajar dengan apa yang disebut pada buku

Wahyu : “Dan segala raja di bumi dan orang besar-besar, dan orang-orang kaya, dan panglima-panglima perang, dan para pahlawan, dan setiap hamba, dan setiap orang merdeka, semuanya menyembunyikan diri di dalam gua dan dicelah-celah batu gunung, serta berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu itu : Timpalah kami dan lindungilah kami daripada wajah Dia yang duduk di atas tahta itu dan dari murka Anak Domba itu, karena Hari Besar murka-Nya itu sudah tiba dan siapakah yang dapat tahan berdiri?” Wahyu 6 : 15 - 17.

Sangatlah jelas, bahwa nubuatan Yesaya memenuhi kegenapannya di dalam masa meterai yang keenam, yaitu masa dimana Tuhan duduk pada tahta kemuliaan-Nya, bukan di atas awan-awan, melainkan Tahta di hadapan mana akan berkumpul segala bangsa, dimana Pehukuman itu akan dimulai, yaitu terjadinya pemisahan, orang-orang suci (domba) akan kemudian ditempatkan pada sebelah kanan-Nya dan orang-orang berdosa (kambing-kambing) pada sebelah kiri-Nya (Matius 25 : 33). Nabi Yoel menyatakan hari itu dengan kata-kata sebagai berikut :

“Sabitlah karena segala buah telah masak. Marilah, pijaklah karena apitan anggur sudah penuh, dan segera tempat air anggurpun sebaklah; karena besarlah kejahatan mereka itu. Berkelompok-kelompok besar orang banyak di lembah penentuan karena sudah hampirlah hari Tuhan di lembah penentuan itu. Matahari dan bulan akan digelapkan, dan bintang-bintang akan menarik kembali segala cahayanya. Tuhan juga akan menderu dari dalam Sion dan mengeluarkan suara-Nya dari Yerusalem; maka segala langit dan bumi akan bergoncang, tetapi Tuhan akan menjadi tumpuan harapan dari umat-Nya dan kekuatan bagi bani Israel.” Yoel 3 : 13 - 16.

Itulah waktunya dalam mana akan dikatakan,

“Orang-orang berdosa di Sion takut; kegentaran mencekam atas segala orang munafik. Siapa gerangan di antara kita yang dapat duduk hampir dengan api yang memakan habis; Siapa gerangan di antara kita yang dapat duduk hampir dengan pembakaran yang kekal? Dia yang berjalan benar

dan yang mengatakan yang benar; dia yang menolak laba yang keji daripada pemerasan, yang mengebaskan tangannya dari memiliki barang suap, yang menutupi telinganya daripada mendengar darah, dan yang menutup matanya daripada melihat kejahatan; ia akan duduk di tempat yang tinggi, kubu di atas bukit batu itulah perlindungannya; rejekinya dikaruniakan kepadanya, airnya akan terjamin. Maka penduduk negeri pun tiada yang akan berkata demikian : Aku sakit karena bangsa yang duduk di dalamnya itu sudah beroleh keampunan salahnya.”-- Yesaya 33 : 14 - 16, 24.

Orang-orang berdosa yang di Sion akan pertama-tama sekali meneriakan kepada batu-batu dan gunung-gunung, kemudian seruan tentang hari Tuhan yang besar dan hebat itu akan disampaikan kemana-mana secara meluas dengan mengatakan : “Dengarlah olehmu, hai segala kamu yang jauh, apa yang sudah Ku lakukan; dan segala kamu yang dekat, ketahuilah olehmu akan kuasa-Ku.” Yesaya 33 : 13.

Sekaranglah waktunya untuk jangan lagi membodohi diri kita sendiri, supaya mempersiapkan pikiran kita untuk melayani Tuhan dengan sebulat-bulat hati, dan hanya Dia.

Bagaimanakah dapat saya ketahui, bahwa hari Tuhan yang besar itu sudah dekat di sini? Saya mengetahuinya, sebab pengumuman dari hal itu sudah sampai di sini, dan sebab pekabaran tentang pencapan yang diramalkan di dalam Yeheskiel pasal 9, yaitu pekerjaan Pehukuman itu sudah memasuki seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh. Saya juga mengetahuinya, sebab materi bagi kemuliaan yang segera akan mengikutinya kemudian (materi yang akan menerangi bumi dengan kemuliaan malaikat itu, yaitu Seruan Keras -- Wahyu 18 : 1) semuanya telah siap dan sedang menunggu.

Lalu apa jadi kemudian? Seruan itu keluar ke seluruh kerajaan Babilon, “mengatakan, Keluarlah daripadanya, hai kaum-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, supaya jangan kamu mendapat segala belanya.” Wahyu 18 : 4. Umat Allah keluar meninggalkan Babilon untuk menggabungkan diri kepada sidang-Nya yang sudah suci dan

bebas dosa, yaitu hamba-hamba-Nya yang tidak memiliki tipu di mulut, yaitu 144.000 buah-buah pertama yang berasal dari gunung rumah Tuhan.

Kemudian akan jadi kelak, bahwa dari segala bangsa segala orang suci akan mengalir masuk ke dalamnya. “Karena, bahwasanya, kegelapan akan menutupi bumi, dan kelam kabut menggelapi segala bangsa : tetapi Tuhan akan bangkit kepadamu (kepada sidang yang sudah dibersihkan, yaitu gunung Tuhan), maka kemuliaan-Nya akan kelihatan di atasmu. Maka segala orang Kapir akan datang kepada terangmu, dan segala raja datang kepada kebesaran cahaya kemunculanmu. Angkatlah matamu berkeliling dan lihatlah : semua mereka berkumpul bersama-sama, mereka semuanya datang kepadamu : anak-anak lelakimu akan datang dari jauh, dan anak-anak perempuanmu akan dituntun pada sisimu. Pada masa itu engkau akan kedatangan takut bercampur sukacita, maka hatimu akan bimbang dan meluas dirinya oleh kesukaan, apabila kekayaan segala laut dicurahkan atas kamu dan kekuasaan segala orang kapir pun datang kepadamu. Bahwa kawanan onta akan menudungi muka tanahmu, yaitu onta yang pantas dari Midian dan Hefa, maka dari Sheba pun datanglah sekaliannya sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyurkan kepujian Tuhan. Segala domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebayot dihantarkan bagi penggunaanmu, sekalian itu naik ke atas medzbah-Ku, dipersembahkan dengan keridlaan hati, maka rumah-Ku yang mulia itu akan Ku permuliakan pula. Siapakah mereka yang terbang kemari itu seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu sarangnya? Mereka yang di pulau-pulau itu akan menantikan Aku, dan lagi seperti dahulu pun segala kapal Tarsis akan membawa anak-anakmu dari jauh, dan membawa sertanya akan emas peraknya kepada nama Tuhan, Allahmu, dan kepada Maha Suci orang Israel yang sudah mempermuliakan dikau. Maka anak-anak lelaki orang asing akan membangun segala pagar tembokmu dan raja-raja mereka itu akan melayani kamu; karena oleh kehangatan murka-Ku sudah Ku palu engkau, tetapi oleh keridlaan-Ku sudah Ku kasihani dikau. Maka segala pintu gerbangmupun akan terbuka selalu; baik siang baik malam tiada ia itu ditutup, supaya dibawa masuk kepadamu akan tentara orang Kapir dan segala rajanya.” -- Yesaya 60 : 2 - 11. Kemudian akan jadi kelak, bahwa

Yesaya 2 : 11 : “Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan saja yang tertinggi.”

Sudah lama manusia meninggikan dirinya sendiri; sedemikian banyaknya, dalam kenyataannya, sehingga hanya terdapat sedikit orang-orang Kristen di dunia yang betul-betul mengikuti “terang dari Tuhan.” Banyak dari mereka sedang mengikuti percikan cahaya dari manusia, mengikuti interpretasi-interpretasi Alkitab yang tidak diilhami, yaitu hasil-hasil penyelidikan orang-orang, orang-orang yang mengejek terhadap hasil pendapat Ilham; mereka tidak lagi melihat perlunya lebih banyak Kebenaran atau nabi-nabi, walaupun mereka cukup mengetahui, bahwa satu-satunya Kebenaran yang pernah datang adalah melalui perantaraan hamba-hamba pilihan Allah. Bahkan para penganut Kebenaran sekarangpun belum sepenuhnya sadar kepada Wahyu yang mengejutkan ini, banyak dari mereka terbawa pergi oleh setiap angin ajaran, yang banyak daripadanya diciptakan oleh pengacau-pengacau seperti halnya Korah, Dathan dan Abiram (Bilangan 16 : 9 - 11) yang mengingini jabatan Musa -- yaitu para perampas Tahta Ilham -- yang berpihak sebagian kepada Paulus dan yang lainnya kepada Apolos. Mata Ilham yang difokuskan terhadap masa kini dan pekabaran, menunjukkan bahwa banyak daripada penipuan diri sendiri ini adalah hasil daripada apa yang dilukiskan oleh Roh sebagai kemunafikan bermuka dua, yang berbunyi : “Adapun akan dikau, hai Anak Adam, segala bani bangsamu berkata-kata akan halmu seorang dengan seorang pada segala dinding dan pada segala pintu rumah; mereka itu berkata seorang kepada seorang dan saudara kepada saudaranya, katanya : Marilah kita pergi juga untuk mendengar apa-apa firman yang keluar daripada Tuhan. Maka datanglah mereka itu kepadamu dengan banyak orangnya, lalu duduklah mereka itu di hadapan mukamu, yaitu seperti umat-Ku, dan didengarnya segala perkataanmu, tetapi tiada diturutnya akan dia; dan mulutnya mereka menyatakan cinta yang besar, tetapi hatinya tamak dan iri hati. Karena sesungguhnya engkaulah baginya laksana orang yang menawankan hati dengan nyanyiannya, yang merdu bunyi suaranya, dan yang pandai memetik bunyi-bunyian; jadi mereka itu mendengar juga segala perkataanmu tetapi seorang pun tiada menurut dia. Maka apabila hal ini terjadi, (lihatlah, akan jadi kelak) maka akan diketahui oleh mereka, bahwa

seorang nabi sedang berada di tengah-tengahnya.” --Yeheskiel 33 : 30 – 33. Kita perlu menjadi pelaku-pelaku dari Firman itu bukan hanya pendengar-pendengar saja.

Yesaya 2 : 12, 13, 15, 16 : “Karena hari Tuhan telah ditentukan bagi segala orang yang sombong dan angkuh dan bagi segala orang yang meninggikan dirinya supaya mereka itu direndahkan. Dan bagi segala pohon aras di Lebanon yang besar lagi tinggi dan bagi segala pohon jati di Bashan ..... dan atas segala menara yang tinggi-tinggi dan bagi segala pagar tembok yang teguh-teguh, dan bagi segala kapal dari Tarsis dan bagi segala gambar-gambar yang indah-indah.”

Semua ini tentunya adalah ucapan-ucapan yang mengandung lambang yang ditunjukkan kepada orang-orang yang sombong dan yang merasa kecukupan sendiri yang di pemandangan orang adalah bagaikan pohon-pohon aras Lebanon dan bagaikan pohon-pohon jati dari Bashan.

Yesaya 2 : 17 - 20 : “Maka pada hari itu segala kebesaran manusia akan ditundukkan dan segala ketinggian manusia akan direndahkan, maka pada hari itu hanya Tuhan sendiri juga yang dipuja. Maka segala berhala pun akan dilenyapkan-Nya sama sekali. Maka pada hari itu orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung dan ke dalam lubang-lubang di tanah karena Takut akan Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri untuk menggoncang segala isi bumi. Maka pada hari itu juga tiap-tiap orang akan membuang segala berhala emas dan segala berhala perak yang telah diperbuatnya untuk menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada tikus dan kelelawar.”

Berhala-berhala apakah yang akan dimusnahkan? Segala berhala yang dapat berjalan.  Mereka itu adalah orang-orang yang dipuja-puja oleh orang banyak. Mereka berikut semua orang yang memuja-muja mereka akan berlari-lari ke dalam lubang-lubang gunung, dan ke dalam gua-gua di dalam tanah. Hanya mereka yang telah membuang segala berhala itu yang akan luput. Di dalam ayat-ayat ini tiga jenis berhala telah disebutkan : (1) segala perbuatan tangan manusia; (2) orang-orang yang dipuja-puja; (3) emas dan perak yang disembah-sembah. Semua ini akan dibinasakan, sehingga tidak akan ada berhala-berhala lagi.

Mereka itu berikut orang-orang yang menyembahnya adalah :

Yesaya 2 : 21 : “Berlari-lari masuk ke dalam celah-celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila bangkit Ia berdiri hendak menggoncang segala isi bumi.”

Jika kita sekarang tidak rela membuang segala berhala kita, maka kita akan dipaksa untuk membuangnya kemudian, tetapi apakah kebaikannya terhadap kita kelak pada waktu itu?

Yesaya 3 : 1 : “Karena, sesungguhnya Tuhan, Tuhan serwa sekalian alam akan melalukan dari Yerusalem dan dari Yehuda baik tunjangan baik persediaan, yaitu segala persediaan roti dan segala persediaan air .”

Masanya telah dekat apabila orang-orang yang berdosa yang di Yerusalem dan yang di Yehuda, yaitu orang-orang dari General Conference berikut sidang secara keseluruhannya akan kelak tidak mempunyai setitik air pun untuk diminum atau sepotong roti pun untuk dimakan. Siapakah yang akan terdapat di antara mereka itu?

Yesaya 3 : 2 - 4 : “Orang pahlawan dan hulubalang dan hakim dan nabi dan orang bijaksana dan orang tua-tua dan penghulu dan orang bangsawan dan menteri dan tukang yang licik dan orang yang fasih lidah. (Oleh menyingkirkan orang-orang yang telah meninggi-ninggikan dirinya sendiri, lalu dengan demikian itu membebaskan umat-Nya, maka Tuhan memberikan anak-anak kecil dan bayi-bayi, begitulah umpamanya, yaitu orang-orang sederhana untuk memerintah atas umat-Nya). Maka budak-budak akan Ku-jadikan raja mereka itu, dan anak-anak akan memerintah mereka itu.”

Tanda-tanda zaman kelak akan dikenal oleh kondisi-kondisi yang dinyatakan di dalam :

Yesaya 3 : 5 : “Maka mereka itu akan menindas seorang akan seorang, masing-masing oleh kawannya:

maka orang muda akan mendurhaka kepada orang tua dan orang hinapun kepada orang yang mulia-mulia.”

Oleh karena segala perkara ini kini sedang berlaku, maka kita hendaknya jangan bodoh terhadap kenyataan, bahwa hari Tuhan yang besar dan hebat itu sesungguhnya sudah dekat sekali. Orang-orang yang tidak teratur serta mereka yang tidak menaruh hormat kelak tidak akan luput pada hari itu.

Yesaya 3 : 6 : “Pada masa itu seorang akan memegang seorang Saudaranya dalam rumah bapanya serta katanya, Padamu ada baju, jadilah kiranya engkau penghulu kami, hendaklah engkau menahan kerobohan ini.”

Untuk mengatakan, “Jadilah engkau penghulu kami sebab engkau mempunyai baju”, adalah kira-kira sama dengan mengatakan, “Jika engkau menjadi penghulu kami, engkau sedikitnya dapat memberikan kepada kami sesuatu untuk dipakai, dan segala kerobohan ini akan dapat diawasi olehmu, engkau akan dapat memperbaiki keadaan.”

Cara berpikir dan cara bertindak orang-orang itu dalam menjelang kesusahan yang segera akan datang ini, kehancuran, serta pertikaian dalam segala bentuk, menunjukkan dengan jelas, bahwa mereka tidak mempertimbangkan Allah sebagai pegangannya, sama sekali tidak. Mereka menaruh harap kepada manusia dan benda-benda. Mereka berharap, bahwa seseorang masih akan dapat memperbaiki keadaan itu, dapat menyelamatkan mereka dari kehancuran. Jadi oleh seruan mereka kepada orang-orang untuk memperoleh bantuan gantinya berseru kepada Allah, mereka sedang bertindak seolah-olah Allah telah meninggalkan bumi.

Yesaya 3 : 7 : “Pada hari itu ia akan bersumpah sambil mengatakan, Aku tiada dapat menahan akan dia; karena di dalam rumahku roti pun tiada, baju pun tiada; janganlah aku kamu jadikan penghulu atas bangsa ini.”

Orang yang dipanggil untuk memerintah itu juga bersikap seperti mereka. Ia menegaskan, bahwa ia tidak sanggup untuk mengobati kejahatan itu, bahwa ia pun juga miskin. Walaupun begitu Allah menjelaskan sebab-sebab kekacauan itu. Marilah kita baca :

Yesaya 3 : 8 : “Karena Yerusalem telah binasa, dan Yehuda telah

jatuh, sebab lidah mereka itu serta perbuatan-perbuatan mereka adalah melawan Tuhan, mendurhaka, menggusarkan mata-mata kemuliaan-Nya.”

Bukan dunia yang binasa, melainkan Yerusalem, dan Yehuda telah jatuh. Mengapa? Sebab segala perbuatan mereka itu serta segala lidah mereka itu mendurhaka melawan Tuhan; artinya, mereka mendurhaka melawan Kebenaran Pehukuman-Nya. Apakah artinya mata-mata kemuliaan-Nya? Menurut Yesaya 62 : 3 dan Yesaya 4 : 5, kemuliaan-Nya ialah Sion yang abadi itu, yaitu sidang Kebenaran yang diterangi-Nya. Perbendaharaan Kebenaran yang dinyatakan-Nya, dengan demikian adalah kemuliaan-Nya, maka orang-orang pembantu-Nya adalah “mata-mata-Nya.” Lihat 1 Samuel 9 : 9. Yaitu hamba-hamba yang dipenuhi Roh Allah yang memimpin kepada segala Kebenaran, adalah mata-mata dari kemuliaan-Nya yang telah dilawan secara durhaka oleh orang-orang berdosa.

Anda mengetahui dari kenyataan, bahwa tidak seorangpun yang menyebutkan dirinya seorang Kristen berbicara durhaka melawan Allah. Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Kristen ialah mengatakan perkara-perkara melawan Kebenaran Allah yang dinyatakan, tanpa menyadari, bahwa mereka sedang berbicara dan berdosa melawan “Roh Suci”, dan dengan demikian juga mendurhaka melawan Allah sendiri.

Bahkan juga beberapa orang penganut Kebenaran sekarang kadang-kadang mengeluarkan kata-kata kritik, menyebutkan perkara-perkara oleh mana menguatkan reputasi mereka sendiri dan menjatuhkan orang lain, atau memenangkan orang lain kepada cara berpikirnya dengan mengorbankan kepentingan Allah. Jenis-jenis dosa ini adalah sangat menyesatkan. Maka makin besar kemampuan orang itu yang melibatkan diri di dalam praktik-praktik perbuatan yang sedemikian, maka makin besar pula kerusakannya.

Bukankah lidah kita ini dikaruniakan kepada kita untuk memuliakan Allah melalui Kebenaran-Nya, ataukah semua itu dikaruniakan kepada kita untuk mempergunakan Kebenaran Allah yang dinyatakan itu dengan cara untuk meninggikan diri sendiri, untuk membuat orang lain berpikir sesuai dengan cara berpikir kita sendiri?

Mungkin sekali yang sangat merusak daripada segala-galanya adalah kritik-kritik yang tidak adil yang sering sekali dibicarakan di depan

anak-anak dan orang-orang muda, atau di depan kehadiran orang-orang yang tidak berpengalaman dan orang-orang yang tidak tahu. Inilah kerusakan-kerusakan yang tidak pernah dapat dirobah lagi. Pada satu pihak para orang tua berusaha keras untuk menyelamatkan anak-anak mereka, dan pada pihak lain melalui pembicaraan-pembicaraan yang tidak bijaksana mereka menyesatkan anak-anak itu daripada Allah dan Kebenaran-Nya.

Yesaya 3 : 9 : “Air muka mereka itu menjadi saksi melawan dirinya sendiri; mereka itu berkata-kata akan segala dosanya dengan tiada malu seperti orang isi Sodom, tiada disembunyikannya. Celaka bagi jiwa mereka, karena diadakannya jahat bagi dirinya sendiri.”

Dosa-dosa yang telah dilakukan bukanlah jenis-jenis dosa yang umumnya dilakukan orang secara diam-diam, tetapi sebaliknya jenis dosa yang orang merasa sombong oleh karenanya, karena mereka tidak menyembunyikannya, mereka melakukan dosa itu secara terbuka dan ketidakmaluan mereka itu terus berlangsung menjadi saksi melawan dirinya sendiri. Orang-orang yang justru dapat menjadi pertolongan besar bagi Musa, ternyata telah menjadi halangan besar, menimbulkan kekacauan dan ketidakpuasan. Bahkan Tuhan sendiri tidak dapat menginsyafi mereka sehingga dengan begitu bumi membukakan mulutnya lalu menelan mereka semuanya. (Lihat Bilangan 16 : 26 - 33; Patriachs and Prophets, pp. 400 - 405).

Masanya telah tiba bagi kita untuk keluar meninggalkan masa kekanak-kanakan kita, supaya menjadi orang laki-laki dan perempuan dewasa yang stabil di dalam iman. Masanya telah tiba bagi kita semua untuk memakan “makanan keras”, dan supaya menyadari sepenuhnya, bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan mungkin akan jatuh ke tempat sampah tak lama lagi, jika itu harus bergantung kepada kebijaksanaan manusia.

Yesaya 3 : 10 - 12 : “Katakanlah kepada orang yang benar, bahwa ia akan selamat, karena mereka itu akan makan daripada hasil pekerjaannya. Celaka bagi orang jahat, maka jahat akan berlaku atasnya, karena segala perbuatan tangannya akan dibalas kepadanya. Bahwa mengenai umat-Ku, pengerah mereka itu adalah anak-anak jua, dan orang-orang perempuan memimpin atas mereka. Hai, segala umat-Ku, kamu disesatkan oleh pemimpinmu, dan jalan yang patut kamu jalani itu dibongkarnya.”

Allah sendiri tak dapat memerintah atas orang yang sombong, orang yang mementingkan diri sendiri, dan orang yang merasa kecukupan sendiri. Tetapi terhadap umat-Nya, bahkan hanya anak-anak dan orang-orang perempuan dapat memerintah atas mereka itu. Jadi, mereka sekarang diamarkan, bahwa orang sombong yang kini memerintah atas mereka itu sedang menyesatkan mereka, sedang merusak segala rencana Allah bagi mereka.

Seseorang Saudara mengatakan, “Saya berharap Tuhan akan segera memegang tampuk pemerintahan dalam tangan-Nya sendiri untuk melepaskan Israel.” Bahkan setelah sampai ke Laut Merah, orang banyak itu tidak mengetahui, bahwa Allah telah memegang tampuk pemerintahan itu di dalam tangan-Nya sendiri. Mereka juga mengira segala perkara itu berada di dalam tangan Musa.  Walaupun oleh tanda-tanda heran mereka telah melewati laut itu, dan walaupun mereka menyanyikan lagu kelepasan, dan memahami, bahwa tangan Allah telah melepaskan mereka, namun tidak berapa lama kemudian, mereka lupa, dan kembali mereka menuduh dan mempersalahkan Musa karena membawa mereka ke dalam padang tandus itu. Mereka bersungut-sungut bahkan sampai pada perbatasan-perbatasan dari tanah perjanjian itu, maka sebagai akibatnya mereka harus menghabiskan 40 tahun lamanya di dalam padang tandus itu.

Bahkan sampai manna turun ke bumi pada setiap harinya tidak dapat menginsyafkan orang banyak itu, bahwa Allah telah memegang tampuk pimpinan di dalam tangan-Nya sendiri. Demikian itulah, maka bangkai-bangkai tubuh mereka telah berjatuhan di padang tandus itu, tetapi anak-anak mereka yang dikiranya tidak akan pernah mencapai tujuan mereka menguasai tanah itu (Bilangan 14 : 1 - 3, 27 - 32; 26 : 63 - 65).

Ada sesuatu unsur tertentu yang walaupun Allah sendiri tak dapat menyadarkan, bahwa Ia telah memegang tampuk pimpinan itu di dalam tangan-Nya sendiri. Mereka tidak pernah menerima perintah dari seseorang pun terkecuali dari diri mereka sendiri. Orang-orang yang bebas tak bergantung sedemikian ini akan terus menerus mempermasalahkan dan mengiritik segala perkara dalam mana mereka sendiri tidak ikut mengambil bagian. Demikianlah terlepas dari pengakuan mereka, dari apa yang mereka pikirkan atau mengatakan, mereka sesungguhnya adalah bukan umat Allah, Ia menegaskan, bahwa umat-Nya yang sesungguhnya adalah yang mampu menerima perintah-perintah

sekalipun itu dari wanita-wanita dan anak-anak.

Umat Allah menerima perintah-perintah dari setiap orang yang ditunjuk Allah, sebab mereka berjalan di dalam terang Tuhan, bukan di dalam percikan cahaya manusia. Ia menegaskan dengan jelas, bahwa orang-orang yang kini memerintah atas mereka itu, sedang menyesatkan umat-Nya, dan sedang membinasakan jalan lorong mereka yang benar.

Yesaya 3 : 13, 14 : “Bahwa Tuhan berbangkit hendak memanggil, Ia berdiri hendak memutuskan hukum bangsa itu. Bahwa Tuhan datang hendak menghukumkan segala tua-tua dari umat-Nya dan segala penghulu mereka itu, karena kamu sudah membinasakan kebun anggur itu; maka rampasan dari orang-orang yang teraniaya itu adalah di dalam rumah-rumahmu.”

Firman Injil ini menjelaskan dengan tegas, bahwa Tuhan sedang memanggil sementara Ia berdiri hendak mengadili umat itu, menunjukkan bahwa Pehukuman terhadap Orang Hidup itu akan dimulai setelah pengumumannya diserukan di seluruh Laodikea. Tuduhan terhadap para tua-tua dan para penghulu (para pemimpin dan para pendeta) itu adalah, bahwa mereka telah membinasakan kebun anggur, bahwa mereka telah menghabiskan seluruh penghasilan, dan bahwa mereka telah merampok umat-Nya untuk memperkaya dirinya sendiri. Itulah kenyataan, bahwa bukan saja perpuluhan (satu-satunya penghasilan yang sah bagi penginjilan) tetapi juga persembahan-persembahan tatangan (bagian yang diperuntukkan bagi orang-orang miskin) dan segala-galanya yang lain telah dimakan habis oleh pihak pendeta, dan bahwa mereka telah memutarbalikkan Sabat itu berikut rumah perbaktian menjadi lembaga pengumpulan uang, sambil menggunakan berbagai jenis usaha dan peralatan dengan dalih agama oleh mana membuat orang miskin makin menjadi miskin lalu diri mereka sendiri makin kaya. Bukan saya, melainkan Tuhan, yaitu Dia Yang mengatakan demikian itu. Oleh karena itu, adalah bukan suatu pengada-adaan yang mengatakan bahwa Rumah Allah telah jadi sebuah rumah dagang, yang diselenggarakan oleh maling-maling, sehingga tempat-tempat tinggal para tua-tua dan para penghulu telah digunakan sebagai bungkusan sarang-sarang tikus, dan bahwa hari Sabat telah diputarbalikkan menjadi sebuah hari pasar. “Siapakah dapat dengan setia mengatakan, ‘emas kita telah teruji dalam api; pakaian-pakaian kita

tidak ternoda oleh dunia’? Aku tampak bagaimana Petunjuk Jalan kita menunjuk kepada pakaian-pakaian dari orang-orang yang disebut orang-orang benar itu. Ditanggalkan dari mereka pakaian-pakaian itu, maka Ia menunjukkan secara terbuka kekotoran yang terdapat di bawahnya. Lalu kata-Nya kepadaku : ‘Tidakkah kau melihat bagaimana mereka secara berpura-pura telah menutupi segala kekotoran dan kebusukan tabiat mereka? “Bagaimana negeri yang setia itu telah berobah menjadi seorang perempuan pelacur?” Rumah Bapa-Ku telah dibuat menjadi sebuah rumah dagang, suatu tempat dari mana hadirat Ilahi dan kemuliaan telah menghilang! Karena alasan inilah terdapat kelemahan, dan hilanglah kekuatan.” Testimonies, vol. 8, p. 250.

Melihat bahwa hampir semua telah dikuasai oleh Musuh jiwa-jiwa itu, maka oleh karena itu kita hendaknya makin banyak makin takut akan Allah dan berjalan makin dekat dengan Dia, supaya kita pun tidak akan jatuh ke dalam keranjang tangkapan Setan itu. Kita harus menjadi gembala-gembala yang sangat berhati-hati dan yang penuh berperasaan; jangan menjadi pencangkok-pencangkok yang kasar.

Anda akan menemukan, bahwa setan akan menyerang kehidupan dan secara kejam dia akan menandingi Pekabaran Pehukuman ini, dan dia akan mencoba untuk meyakinkan semua orang, bahwa nubuatan-nubuatan ini tidak akan digenapi. Umat Allah yang benar, bagaimanapun juga akan melihat pentingnya kegenapan nubuatan-nubuatan itu pada masa yang istimewa ini, dan dengan gembira akan berpegang kepada apa Firman Allah katakan.

Kita telah dipanggil untuk menjadi pejuang-pejuang pembaharu, bukan pelaku-pelaku perusak, menjadi pengumpul-pengumpul bersama Allah, bukan pemecah-belah bersama Setan. Hendaklah kita menjadi orang-orang seperti apa yang kita akui, dan dengan demikian itu kita akan berdiri dengan tidak bercacad cela di hadapan Tahta Allah, dengan tiada tipu di mulut, dan bersamaan dengan itu tanpa seorang berdosa pun di antara kita.

Yesaya 3  : 15 : “Apa sebabnya, maka kamu sudah memijak-mijak umat-Ku, dan menendang muka orang yang miskin itu? Demikianlah firman Hua, Tuhan serwa sekalian alam.”

Betapa mengerikan tuduhan itu terhadap mereka yang mengambil keuntungan dari orang-orang miskin. Adalah sangat jelek, bahwa saudara-saudara kita telah jatuh sedemikian dalamnya. Dan bahkan jauh lebih jelek lagi adalah bahwa mereka sama sekali tidak

menaruh perhatian terhadap amaran-amaran kiriman sorga ini, dan sebagai ganti menyambutnya, mereka sedang melakukan apa saja untuk mengelakkan amaran-amaran itu serta untuk menghalangi para anggota biasa daripada berhubungan dengan amaran-amaran itu.

Kiranya kekeliruan-kekeliruan mereka itu dapat menjadi batu-batu loncatan kita untuk mencapai keberhasilan. Supaya dimana mereka menendang-nendang muka orang miskin, kiranya kita dapat membuat mereka itu berbahagia, dan kiranya kita boleh menyadari, bahwa untuk menerima salah satu yang terkecil dari umat Allah, adalah sama dengan menerima Allah sendiri. Betapa bersyukur kita seharusnya bagi kesempatan yang besar ini.

* * *

.

Previous
1AS4
Pertanyaan Dan Jawaban Bagian II
Next
1AS6
Sion Dan Putri Putrinya Di Akhir Jaman