Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Pertanyaan Dan Jawaban Bagian II

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

.

PERTANYAAN DAN JAWABAN

(BAGIAN II)

Siapakah Orang-orang Laodikea Itu?

Siapakah Raja Dari Utara Dan Raja Dari Selatan Itu?

Apakah Perang Dunia II Terdapat Di Dalam Daniel Pasal Sebelas?

Hematlah Waktu Dan Tenaga

Kotbah Victor T. Houteff

Pendeta Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 31 Agustus 1946

Chapel Mount Carmel,

Waco, Texas

Pada sore hari ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah sampai kepada saya dari Saudara-saudara di dalam Sidang induk. Tetapi sementara Saudara mendengarkan jawaban-jawabannya saya ingin Saudara mempertimbangkan, bahwa jika kita juga pernah berada di tempat mereka; bahwa kita pernah juga menjadi orang-orang Laodikea seperti itu; dan bahwa apa yang sedang mereka lakukan sekarang, kita pun pernah lakukan yang sama sebelumnya. Kita juga mungkin pernah mempermasalahkan segala perkara dalam mana kita tidak mengambil bagian; berlaku dan berbicara seperti yang dilakukan mereka. Betapa bahaya dan tidak pantasnya bagi seseorang Kristen untuk tidak mempercayai bahkan kata-kata firman milik Tuhan sendiri yang ditujukan kepada orang-orang Laodikea, namun kita pun pernah berpikir, bahwa kita tidak memerlukan apa-apa lagi, terkecuali bahwa orang-orang lain memerlukan kita.

Saudara ketahui, bahwa kita tadinya tidak begitu bersifat terbuka seperti halnya kita sekarang. Maka apabila doktrin ajaran-ajaran kita dipermasalahkan di waktu itu, maka kita pun seperti halnya saudara-saudara kita itu tidak secara jujur dan terbuka memberikan suatu kesempatan dengar pendapat yang lebih adil bagi pendapat-pendapat orang-orang lain.

Sewaktu kita berada di tempat mereka, kita pun di dalam kesuaman rohani kita dengan bersemangat mempertahankan setiap doktrin, walaupun

bagi kita sendiri tidak jelas sebagian dari doktrin-doktrin itu. Ini kita lakukan hanya karena doktrin ajaran-ajaran yang diajarkan di dalam sidang oleh Saudara-saudara penginjil kita itu oleh kita pun telah dipercayai karena dikira benar. Dan demikian itulah kita telah mempercayai secara buta secara seratus persen percaya seperti yang dipercayai mereka terhadap apa saja yang diajarkan di dalam gereja, tanpa mempertimbangkan, bahwa banyak dari semuanya itu datang melalui orang-orang yang tidak diilhami. Diilhami atau tidaknya tidak ada bedanya bagi kita di waktu itu, seperti juga halnya mereka di waktu ini. Kita pun pernah berada di dalam kesesatan yang sangat menyedihkan dan bersama-sama dengan mereka tidak mengetahui atau tidak mempercayai, bahwa kita adalah tidak terkasihani, menyedihkan, miskin, buta, dan telanjang, walaupun adalah Tuhan sendiri yang telah mengatakan demikian itu! Wahyu 3 : 14 - 18. Kita terus saja dengan cara berpikir sedemikian itu sampai tiba saatnya gulungan kitab itu dibukakan. Kemudian mata kita terbuka, doktrin ajaran-ajaran serta interpretasi-interpretasi yang datang tanpa diilhami kemudian menjadi jelas terlihat, sehingga semuanya itu hanya merupakan “hasil akal ciptaan manusia”. Kita juga tidak melihat sebelumnya, bahwa Sabat dan Sidang telah dibentuk kembali menjadi lembaga-lembaga untuk mengumpulkan berbagai target dan untuk menawarkan barang-barang dagangan; yang berarti mempermalukan Allah serta merampok dari orang-orang miskin untuk memberi makan dan memberi pakaian kepada orang-orang yang sedang mempertahankan keseluruhan sidang dalam kesesatan Laodikeanya yang sangat menyedihkan.

Dengan begitu sambil memandang kepadanya dari sudut pandang ini, kita sebelumnya adalah tidak lebih baik daripada orang-orang Laodikea yang terbaik. Apakah yang telah membuat perbedaan di antara kita dengan mereka pada waktu ini ialah, bahwa terang itu telah menerangi jalan kita, tetapi terang itu belum mencapai mereka. Nama baik atau pujian bagi kemajuan yang telah dapat kita capai di dalam usaha pembangunan dan reformasi ini bukanlah milik kita, melainkan milik Allah saja.

Pertanyaan pertama yang akan dijawab pada sore hari ini membawa kita kepada Daniel pasal kesebelas, untuk di sana

Menentukan Raja dari Utara dan Raja dari Selatan itu.

Pertanyaannya adalah, “Siapakah Raja dari Utara dan Raja dari Selatan itu dalam sejarah kita sekarang?” Karena itu adalah kewajiban kita untuk menjunjung tinggi kesucian Tuhan Allah di dalam hati kita, dan untuk selalu siap sedia memberikan jawaban yang tepat pada waktunya kepada setiap orang yang menanyakan alasan kepercayaan yang terdapat di dalam diri kita, maka marilah kita membaca :

Daniel 11 : 40 - 43 : “Maka apabila masa kesudahan sudah sampai, bahwa Raja dari Selatan itu akan menyerang dia, maka Raja dari Utara itu pun akan mendatangi dia bagaikan suatu angin puyuh bersama-sama dengan beberapa rata dan beberapa pasukan kuda dan dengan banyak kapal, maka ia akan masuk ke dalam banyak negeri dan ia akan melimpah serta melewatinya.  Ia akan masuk pula ke dalam Tanah yang permai itu, dan banyak negeri akan ditaklukkannya, tetapi mereka inilah yang akan luput dari tangannya, yaitu Edom dan Moab serta ibu negeri bani Ammon. Ia akan membentangkan pula tangannya pada negeri-negeri, maka tanah Mesir pun tidak akan lolos. Tetapi ia akan berkuasa atas segala perbendaharaan emas dan perak, serta atas segala benda berharga Mesir, maka orang-orang Libya dan Ethopia akan mengikuti langkah-langkahnya.”

Pertikaian yang dikemukakan di dalam ayat ini terjadi di antara Raja-Raja, bukan sebelum masa akhir zaman, atau di dalam masa akhir zaman, melainkan “pada masa akhir zaman itu”. Saudara lihat, Raja dari Selatan adalah dia yang akan mendesak kepada Raja dari Utara, dan Raja dari Utara adalah dia yang akan memenangkan peperangan itu, dan yang akan mengambil dari Raja Selatan itu tanah yang permai (Palestina) dan Mesir di samping juga negeri-negeri yang tidak disebutkan nama-namanya. Masalah-masalah inilah sebagaimana yang akan kita saksikan sekarang adalah cukup untuk menentukan dengan tepat kedua Raja-Raja itu, peperangan itu, dan masa dimana peperangan itu terjadi. Oleh karena peperangan itu akan dimulai pada masa akhir zaman, dan karena Raja dari Selatan adalah

pihak yang kalah dari peperangan itu, maka negeri-negeri yang menang harus akan diperintah oleh Raja dari Utara selama masa akhir zaman itu. (Untuk penyelidikan yang lebih mendetail terhadap Daniel 11, supaya bacalah Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok, halaman 57 - 91).

Oleh karena mereka yang mengemukakan pertanyaan itu setuju dengan kita, bahwa kita kini hidup di dalam “masa akhir zaman itu”, maka kita tidak perlu berbicara lebih banyak lagi mengenai peristiwa-peristiwa dari masalah itu, namun kita perlu meminta dari mereka untuk menceritakan kepada kita kekuasaan yang mana pada masa yang tertentu ini, yaitu dalam masa akhir zaman yang telah menambah atau memasukkan “tanah yang permai itu” (Palestina), Mesir, dan negeri-negeri lainnya ke dalam kerajaannya. Jawaban yang setiap orang dapat berikan ialah bahwa Britania Raya telah merebut semuanya ini dari Turki, dan ialah yang telah memerintah hampir semuanya itu semenjak saat itu. Jadi jelaslah, bahwa selama masa akhir zaman Britania Raya adalah Raja dari Utara dan Turki adalah Raja dari Selatan. Demikian pula kebenarannya, karena faham agama Islam pada dasarnya muncul dari sebelah Selatan Laut Tengah lalu membanjiri tanah-tanah sebelah Utara dan memerintah mereka sampai kepada masa akhir zaman. Kemudian meja-mejanya berputar dan kerajaan Turki mulai menciut sementara sebaliknya Inggris mulai berkembang.

Oleh karena tidak ada jalan lagi bagi siapapun untuk mengelak Kebenaran masalah ini, maka tidak perlu lagi dibicarakan seterusnya. Untuk penyelidikan yang lebih mendetail terhadap Daniel 11 supaya bacalah bagian terakhir dari Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok.

Bagaimanapun janganlah terlalu banyak berharap kepada orang-orang Laodekia itu, sebab Saudara mengetahui, bahwa adalah sama sulitnya bagi mereka untuk menerima Kebenaran seperti juga halnya dengan kebanyakan kita sewaktu kita masih berada di tempat mereka. Mengapa? Sebab bagi kebanyakan orang adalah sulit untuk mengatakan, “kami salah.” Hanya sejumlah kecil yang dapat meninggalkan pikiran yang sombong lalu mengakui kesalahan-kesalahan mereka. Adalah karena alasan inilah, maka Kebenaran yang baru dinyatakan tidak pernah menjadi terkenal. Pada waktu Kebenaran bagi zaman ini datang kepada kita, kita mempercayai-Nya bukan karena orang-orang lain telah berbuat begitu, melainkan karena kita

sendiri telah menyaksikan-Nya dengan jelas. Marilah kita terus begitu, namun hendaklah kita bersabar, penuh toleransi, dan murah hati dengan semua orang.

--- o 0 o ---

Pertanyaan kita berikutnya yang harus dijawab ialah :

“Adakah Perang Dunia II terdapat dalam Nubuatan Daniel?” 

Daniel 11 : 44, 45 : “Tetapi kabar-kabar dari sebelah Timur dan dari sebelah Utara akan merisaukan dia, oleh sebab itu ia akan keluar dengan amat besar amarahnya hendak membinasakan dan hendak menumpas banyak orang. Maka ia akan mendirikan kaabah kerajaannya di antara kedua laut di bukit kesucian yang permai itu, namun ia akan sampai pada ajalnya, dan tak seorang pun akan menolongnya.”

Dalam peperangan yang istimewa ini Raja dari Utara itu pergi membinasakan banyak orang, sebab berita-berita yang merisaukan dari sebelah Timur dan dari sebelah Utara telah sampai ke pendengarannya. Oleh sebab itu Raja dari Selatan tidak terlibat di dalamnya.

Oleh karena Hitler dan Rusia (penguasa-penguasa dari Utara) telah memulaikan Perang Nomor II di Polandia, kemudian Jepang (penguasa dari Timur) menggabungkan diri dengannya, dan karena Turki, Raja dari Selatan menghindar daripadanya, maka adalah jelas sekali, bahwa peperangan dari ayat 44 itu adalah Perang Dunia II dalam mana kabar-kabar yang disebutkan di sini telah menarik Inggris (Raja dari Utara) ke dalamnya. Oleh karena itu Perang Dunia II adalah pasti perang yang dinubuatkan di dalam ayat 44 dan 45, yaitu perang yang terakhir dari Daniel 11. Dan lagi kenyataannya, bahwa hanya ayat 44 yang sejauh ini telah digenapi, sehingga raja itu masih belum lagi sampai pada ajalnya; suatu bukti positif, bahwa Perang Dunia II itu masih belum lagi selesai, sehingga tidak terdapat perdamaian di waktu ini, dan tidak akan ada persetujuan bersama di antara bangsa-bangsa walaupun perang itu disangka telah berakhir semenjak menghilangnya Hitler.

Sebutan yang berbunyi : “Ia akan sampai pada ajalnya, dan tak seorang pun

akan menolongnya”, mengandung arti, bahwa seseorang pernah menolongnya, maka dunia mengetahui, bahwa itu adalah Amerika Serikat. Olehnya itu kita mendapatkan diri kita sendiri kini hidup di antara ayat 44 dan 45 dari Daniel 11 itu.

--- o 0 o ---

Pertanyaan kita selanjutnya ialah : 

“Kapankah Masa Akhir Zaman itu Dimulai?” 

Marilah kita membaca

Daniel 11 : 35 : “Maka beberapa daripada mereka yang mengerti itu akan jatuh, untuk menguji mereka, dan untuk membersihkan mereka, dan untuk membuat mereka putih, bahkan sampai kepada akhir zaman, karena itu masih untuk sesuatu masa tertentu.”

Di sini Saudara catat, bahwa umat Allah akan jatuh, akan dianiaya, mati sahid dan dicobai bahkan sampai pada masa akhir zaman . Mereka akan berjalan melalui ujian itu supaya mereka dibersihkan, dicobai, dan dibuat putih. Perhatikanlah, bahwa pembersihan itu akan terus berlangsung sampai “ke masa akhir zaman” itu, dan bahwa Raja dari Selatan akan mendesak melawan Raja dari Utara “pada masa akhir zaman.” Sekarang perhatikanlah bahwa kata depan “ke” berakhir pada kata depan “pada”, sehingga dimana pembersihan itu berakhir, maka desakan Raja itu akan dimulai. Masalah-masalah inilah yang dibukakan dengan jelas pada permulaan penyelidikan ini.

Sejauh yang dapat saya temui, sejarah mengajarkan, bahwa aniaya-aniaya yang membawa mati sahid itu berakhir di dalam tahun 1700 T.M. dan bahwa kerajaan Turki mulai menciut di dalam tahun 1699. (Lihat peta No. 10 dari Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok). Olehnya itu masa akhir zaman dimulai pada penutupan abad ketujuh belas, yaitu masa dimana mati sahid berakhir, dan masa dimana kerajaan Turki mulai pecah.

Lagi pula berbicara dari hal masa aniaya itu dimana berjuta-juta orang telah mati sahid, Yesus mengatakan: “Segera kemudian sesudah masa sengsara itu matahari akan digelapkan .....” Matius 24 : 29, hari gelap itu telah datang dalam tahun 1780 T.M. Maka sementara kerajaan Turki terus menciut, maka Inggris pun terus berkembang. Terlihatlah di sini, bahwa nubuatan meneguhkan sejarah dengan sempurnanya. Sekarang kita pelajari :

“Bagaimana Merobah Waktu yang Terbuang Sia-sia Menjadi Berguna”

Saudara menyadari akan kenyataan, bahwa kita telah diberikan suatu tugas besar dan, bahwa untuk melaksanakannya adalah sangat singkat; sehingga oleh karenanya kita harus belajar merobah waktu yang terbuang sia-sia menjadi berguna. Ada orang pernah mengatakan, bahwa secara rata-rata lebih dari separuh hidup manusia dan tenaga dihambur-hamburkan pada pembicaraan-pembicaraan yang sia-sia dan di dalam mengawasi orang-orang lain. Oleh karena itu salah satu keperluan kita yang terbesar ialah supaya kita belajar mengawasi lidah kita supaya memeliharakan hidung kita dari semua urusan orang lain, untuk dapat mengumpulkan waktu dan tenaga, damai dan keutuhan.

Adalah baik diingat juga, bahwa lidah kita telah dikaruniakan kepada kita untuk maksud membicarakan Kebenaran Allah serta pujian-Nya, dan tenaga kita untuk memberitakan Kebenaran-Nya dan untuk membawakan berkat kepada umat-Nya. Hendaklah kita berbicara dari hal prinsip-prinsip yang berasal dari sorga, dan hendaklah kita bekerja untuk prinsip-prinsip ini. Jika Saudara secara kebetulan melihat atau mendengar, bahwa seseorang sedang melakukan sesuatu perkara yang menurut penilaianmu yang terbaik adalah tidak pantas dilakukan oleh seorang Kristen, dan jika Saudara mengira Saudara dapat menolongnya, maka janganlah membuat diri anda menjadi seorang pembawa berita untuk menceritakannya kepada setiap orang, melainkan supaya berbicara sendiri dengan orang yang bersalah itu.

Janganlah membuat dirimu sendiri sebagai suatu ukuran bagi siapapun juga, dan janganlah memaksakan pendapat-pendapatmu kepada siapapun terkecuali kepada dirimu sendiri. Adalah bukan tugas siapapun juga untuk menjadi polisi bagi orang lain. Paham-

ilah, bahwa tidak seorang pun berkewajiban untuk menyesuaikan hidupnya kepada standar dan tingkat ukuran tertinggi kepunyaan orang lain. Dengarlah olehmu apa yang dikatakan oleh Ilham : “Siapakah engkau ini yang menyalahkan hamba orang lain? Maka kepada tuannya sendirilah baik ia tegak atau jatuh. Tetapi ia akan ditegakkan, karena Tuhan berkuasa menegakkan dia” (Roma 14 : 4). Maka oleh karena kamu tak dapat menegakkan orang lain, mengapakah kamu mencoba?

Janganlah membuat banyak musuh oleh lidahmu. Berkawanlah dengan banyak orang. Dan janganlah meletakkan perasaanmu hanya pada hujung jarimu. Jika kau lakukan juga, maka kamu sendirilah yang akan merasakan kehilangan banyak teman, kehilangan kegembiraan sosial, dan kehilangan kesempatan dan hak memenangkan banyak jiwa kepada Kristus. Janganlah mengakhiri sesuatu hari pun tanpa adanya sesuatu nilai baik yang akan dapat dicatat di belakang namamu pada halaman buku surga. Janganlah salah menginterpretasikan pikiran orang lain. Berusahalah melihat dan menginterpretasikan segala perkara dengan cara yang benar, berikanlah kepada setiap orang suatu kesempatan. Perhatikanlah yang baik yang terdapat dalam diri setiap orang dan tutuplah matamu dari segala yang jahat.

Hendaklah segala pembicaraanmu berpokok kepada meninggikan Kebenaran Allah bagi hari itu. Inilah yang akan membuatmu sibuk berbicara dari hal sesuatu yang bermanfaat dan yang terpuji. Berpikirlah dan belajar, maka apabila kamu membicarakan agama, bagaimanapun juga jangan menjadi bosan. Teruskanlah dengan pembicaraanmu sejauh mana para pendengarmu masih mau mengikutimu. “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan jangan pula dicampakkan mutiaramu ke hadapan babi, supaya jangan dipijak-pijaknya semuanya itu dengan kakinya lalu berbalik mencabik-cabik akan kamu.” Matius 7 : 6.

Lidah adalah sulit diawasi, dan kuping senantiasa suka mendengar. Olehnya itu adalah lebih baik bagimu jika engkau tidak sering berkunjung. Sering berkunjung hanyalah merupakan pemborosan waktu dan suatu cobaan untuk membicarakan bintik-bintik di mata orang lain dan mengabaikan balok yang ada di mata sendiri.

Dimana pun anda berada engkau dapat saja membuat sesuatu

terselesaikan. Engkau dapat saja bekerja atau belajar. Tetapi apabila anda berkumpul bersama-sama orang lain, maka dalam segala kesempatan itu engkau tak akan dapat berbuat sesuatu, melainkan sebaliknya merugikan dirimu sendiri dan orang lain. Sekaranglah waktunya untuk menyelidiki dan belajar Kebenaran itu bagi zaman ini, untuk memperoleh bagaimana caranya memberikan pelajaran dan bagaimana caranya menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan mudah dan sederhana, tanpa harus pergi menyelidiki banyak catatan sejarah ataupun sejarah kehidupan orang-orang. Maka jika anda telah bertekad untuk berjalan dengan Allah pada setiap hari dan menyelidiki kehendak-Nya terhadap semua tugasmu sendiri, bukan tugas orang lain, maka anda akan menemukannya dengan limpah untuk membuatmu sibuk dan terhindar dari kejahatan.

Ingatlah juga, bahwa anda adalah seorang calon bagi buah-buah pertama itu, untuk menjadi salah seorang yang akan bersama-sama dengan atau salah seorang dari mereka yang 144.000 itu, agar supaya anda didapati dengan tiada tipu di dalam mulut (Wahyu 14 : 5).

Perbandingkanlah semua kata-katamu dengan peraturan keemasan. Jika anda ingin berbuat kepada orang lain sesuai apa yang anda ingin dibuat orang kepadamu, maka anda tidak akan banyak terganggu, anda akan mendapatkan lebih banyak kegembiraan di dalam hidup, mendapatkan banyak teman di sekelilingmu, dan mendapatkan tangkai-tangkai gandum yang indah-indah bagi Lumbung Sorga. 

* * *

.

Previous
1AS3
Pertanyaan Dan Jawaban Bagian I
Next
1AS5
Apa Yang Akan Jadi Di Akhir Jaman