Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Iman Orang-Orang Yahudi Dan Kristen Dalam Nabi-Nabi

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

.

Renungan Dan Doa Pembuka

Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 168, dimulai dimana  kita telah tinggalkan pada Sabat yang lalu.

Mount of Blessing, p. 168, “Suatu hal yang penting bagi kita agar supaya kita boleh memperoleh dan membagikan kasih Allah yang suka mengampuni itu ialah mengetahui dan mempercayai kasih yang Ia miliki bagi kita. Setan sedang bekerja melalui setiap penipuan yang dapat ia kuasai dengan tujuan supaya kita tak akan dapat melihat kasih itu. Ia akan membawa pikiran kita untuk mengira, bahwa semua kesalahan kita dan pelanggaran-pelanggaran kita itu sudah sangat parah, sehingga Tuhan tidak akan menaruh perhatian terhadap doa-doa kita, dan Ia tidak akan memberkahi dan menyelamatkan kita. Di dalam diri kita sendiri kita tak dapat melihat apapun terkecuali kelemahan, tak ada apapun yang baik dari kita untuk disampaikan kepada Allah, dan setan mengatakan kepada kita, bahwa itu adalah tidak perlu; kita tidak dapat mengobati semua cacat tabiat kita. Apabila kita mencoba untuk datang kepada Allah, maka musuh akan membisikkan, bahwa adalah tidak perlu bagimu untuk berdoa; bukankah kamu sudah melakukan kejahatan itu? Tidakkah kamu berdosa melawan Allah, dan melanggar kesadaran hatimu sendiri? Namun kita dapat mengatakan kepada musuh, bahwa “darah Yesus Kristus Putera-Nya menyucikan kita dari semua dosa.” Apabila kita merasa bahwa kita berdosa dan tidak dapat berdoa, maka itulah waktunya untuk berdoa. Kita mungkin saja malu, dan merasa sangat hina; namun kita harus berdoa dan percaya ..... ”

Di sini terlihat, bahwa adalah maksud pendidikan setan untuk mengecilkan  hati kita, untuk membuat kita menyangka, bahwa Allah tidak mencintai kita, dan bahwa Ia tak dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus menolak bisikan-bisikan musuh itu. Apabila kita menyadari akan diri sendiri sebagai orang-orang berdosa, maka itulah waktu yang tepat bagi kita untuk datang kepada Allah, dan untuk menerima kasih-Nya dan sepenuhnya percaya kepada-Nya.

Sekarang marilah kita berdoa untuk suatu kesadaran yang sungguh-sungguh, bahwa Allah sedang sibuk untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, yang mana kita adalah yang terutama. Bahwa tak menjadi soal berapa dalampun kita mungkin telah berdosa, jika kita menjauhi kejahatan dan memilih untuk melakukan yang baik. Ia akan dengan senang hati memberikan pengampunan kepada kita. 

Copyright 1953 

Hak Cipta Dijamin

V.T. HOUTEFF

IMAN ORANG-ORANG YAHUDI DAN

KRISTEN DALAM NABI-NABI

Kotbah Victor T. Houteff

Pendeta Persekuuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 16 November 1946

Chapel, Mounth Carmel,

Waco, Texas

Marilah kita kembali kepada tulisan-tulisan dari nabi Injil yang oleh orang-orang Yahudi telah diparang terpisah-pisah dengan demikian jahatnya.

Yesaya 1 : 18, 19 : “Marilah sekarang, dan marilah kita bermusyawarah bersama-sama, demikianlah firman Tuhan : walaupun segala dosamu bagaikan warna kermizi sekalipun, semua itu akan menjadi putih seperti salju; walaupun semua itu merah padam sekalipun, semuanya akan menjadi putih seperti buluh domba. Jikalau kamu rela menurut, maka kamu akan makan segala yang baik daripada hasih tanah itu.”

Dengan anjuran Ilahi ini bagi umat Allah, maka nabi Injil itu diperintahkan untuk memperkenalkan bukunya. Dan sekarang karena kita kini hidup dalam kegenapan nubuatan-nubuatannya di waktu ini, maka kita tidak akan berani untuk tidak menyetujui anjuran Ilham yang baik itu. Langkah kita yang pertama hendaknya dengan sejujurnya dan tanpa ragu-ragu mempertimbangkan semua keberhasilan dan kegagalan dari orang-orang yang telah mendahului kita.

Marilah terlebih dahulu kita menyegarkan pikiran kita dengan sikap orang-orang Yahudi terhadap para nabi. Gantinya mengikuti maksud daripada belajar dan bermusyawarah itu, orang-orang Yahudi malahan pergi kepada para nabi dengan pikiran-pikiran yang penuh syakwasangka, dengan kebencian dan kedengkian di dalam hati mereka, dan dengan berbagai alat kekejaman. (kita seharusnya tidak). Roh jahat ini merajalela di antara orang-orang Yahudi sepanjang sejarah mereka. Roh itu bahkan telah dimanifestasikan terhadap Musa walaupun selama empat puluh

tahun lamanya ia telah menghantarkan orang-orang Ibrani yang banyak itu dengan berbagai tanda dan keajaiban Ilahi sepanjang perjalanan semenjak dari tempat-tempat pembuatan batu bata di Mesir sampai kepada perbatasan-perbatasan dari tanah perjanjian itu.

Mereka yang lagi tinggal daripada segala orang banyak itu pada akhirnya menyeberangi sungai Yordan hanya karena mereka dengan sepenuh hatinya percaya, bahwa Musa adalah juru bicara Allah, dan karena mereka telah berhenti bersunggut-sunggut,  dan telah mematuhi semua perintah. Orang-orang Ibrani itu pernah sesudah dengan sungguh-sungguh mencintai semua tulisannya, maka rasa hormat terhadap kelima buku pertama Wasiat Lama ini terus berlangsung di antara orang-orang Yahudi bahkan sampai kepada masa sejarah Kristus. Sebagai seorang hamba Allah dan sebagai pelepas bangsa dan pendiri daripada semua upacara sucinya, maka Musa telah dijunjung tinggi oleh semua.

Walaupun demikian secara bertentangan para nabi yang muncul sesudah Musa telah ditolak oleh bangsa Yahudi seluruhnya. Orang-orang yang masih hidup dalam tawanan Babilon telah menyambut nabi-nabi Hagai dan Zakharia hanya karena keduanya adalah pendiri dari pergerakan yang berlangsung di waktu itu, sama seperti halnya Musa pada masanya yang lalu.

Sesuai dengan cara berpikir mereka sendiri orang-orang Yahudi itu adalah jujur, walaupun mereka buta dalam menyimpulkan, bahwa mereka tidak memerlukan lagi nabi-nabi, karena sesuai dengan penglihatan mereka, bahwa tulisan-tulisan Musa itu sudah lengkap, tidak ada lagi yang kurang di dalamnya. Semua itu telah mengandung hukum-hukum sipil maupun hukum-hukum agama. Oleh karena itu mereka tidak memerlukan lagi terang yang lebih besar, dan mereka tidak memerlukan lagi seorang nabi yang lain.  Karena ketidak-percayaan mereka terhadap nabi-nabi, maka mereka telah gagal melihat, bahwa kerajaan mereka itu hanyalah merupakan sebuah contoh daripada sebuah kerajaan yang lebih besar yang akan datang, mereka telah gagal melihat, bahwa Kebenaran Allah adalah bersifat terus berkembang dan terus menerus dibukakan, sehingga setiap generasi harus memiliki tambahan Kebenaran yang terutama sesuai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang tertentu. Kebutuhan mereka terhadap hal ini adalah pangkal dosanya yang telah membawa mereka selanjutnya kepada kebinasaan.

Sementara orang-orang Yahudi itu menyombongkan diri karena iman mereka dalam

tulisan-tulisan Musa, maka Yesus menegor mereka dengan mengatakan : “..... jikalau kamu percaya akan Musa, kamu tentunya percaya juga akan Daku, sebab Musa telah menulis dari hal-Ku.” Yohanes 5 : 46. Ia maksudkan kepada,

Ulangan 18 : 15 : “Bahwa Tuhan Allahmu akan membangkitkan bagimu seorang Nabi dari tengah-tengahmu, dari antara segala saudaramu, seperti akan daku ini; maka kepada-Nyalah hendaklah kamu dengar.”

Dari hal kedatangan Mesias ini Zakharia juga menuliskannya sebagai berikut :

Zakharia 9 : 9 : “Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion; bersorak-soraklah hai puteri Yerusalem! Tengoklah, Rajamu datang kepadamu. Ia adalah adil dan penolong selamat; hatinya lembut, dan Ia mengendarai seekor keledai, seekor anak keledai betina.

Sungguhpun mereka mengaku percaya baik terhadap Musa maupun terhadap Zakharia, namun mereka tidak menaruh perhatian terhadap satupun daripada tulisan-tulisan ini, maka semenjak itulah suatu kutuk menetap dengan mereka.

Oleh menolak para nabi orang-orang Yahudi mengira, bahwa mereka tentunya telah menjauhkan diri dari kesesatan, dan menyangka bahwa dengan demikian itulah mereka betul-betul setia kepada tulisan-tulisan Musa dan dengan sendirinya juga kepada Allah. Inilah yang mereka percaya di masa Yesus sama seperti halnya Israel percaya di masa Eliyah.

Marilah kita perhatikan sekarang, bahwa mereka itu jatuh binasa hanya karena mereka telah menolak untuk mematuhi segala nabi yang telah diutus untuk mereformir segala jalan mereka, untuk membetulkan semua interpretasi mereka yang keliru terhadap tulisan-tulisan Musa, dan untuk menerangi jalan mereka sepanjang sisa perjalanan, terang menuju ke Firdaus. Oleh menjauhkan diri mereka sendiri dari karunia Roh Nubuat dengan cara menyingkirkan segala nabi itu, maka mereka selengkapnya memotong saluran komunikasi dengan Sorga, dan demikianlah mereka tertinggal di dalam kegelapan yang pekat dan terbawa ke dalam kekeliruan, kefanatikan, dan kejahatan. Mereka menjadi orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, sombong, merasa tinggi diri, dan angkuh.

Mereka merasa kaya dan bertambah-tambah dengan kekayaan, tidak memerlukan apa-apa lagi. Demikianlah halnya, bahwa berbagai kekacauan mereka terhadap buku-buku Alkitab itu oleh interpretasi-interpretasi mereka yang tidak diilhami telah menyebabkan mereka kehilangan jalan, dan akhirnya mereka menolak dan bahkan menyalibkan Penebusnya sendiri yang telah lama dinanti-nantikan itu.

Orang-orang Yahudi telah menjadikan tulisan-tulisan Musa sebagai senjata yang ampuh melawan Kristus dan para nabi pada masa itu. Tetapi pada suatu masa mereka terpaksa mengakui, bahwa para leluhur mereka yang telah mati itulah yang bersalah terhadap darah segala nabi. Hal yang sama itupun adalah benar di waktu ini. Banyak orang mengakui bahwa semangat membela golongan yang berpegang pada interpretasi-interpretasi buku-buku Alkitab yang tidak diilhami sedang bertumbuh dengan suburnya, tetapi mereka tidak juga mengharapkan datangnya penerjemah-penerjemah yang diilhami bagi masa kini. Mereka dengan demikian menolak akan nabi Eliyah contoh saingan itu bahkan sebelum kedatangannya, walaupun buku-buku Alkitab secara pasti telah meramalkan kedatangannya itu sebelum hari Tuhan yang besar dan hebat itu, sebelum Pehukuman terhadap orang-orang hidup dimulai.

Jika kita menyambut akan petunjuk Ilham lalu datang dan bermusyawarah bersama-sama sambil kita menyelidiki pendirian-pendirian kita sendiri terhadap para nabi itu, maka suatu tempat yang terbaik untuk memulai adalah

Kejadian 49 : 10 : “Bahwa tongkat kerajaan itu tidak akan lalu dari Yehuda, dan pemberi hukumpun tidak akan lalu dari antara kedua kakinya, sampai kelak datang Silo; maka kepadanyalah akan berhimpun segala bangsa.”

Di sini Musa menulis, bahwa pengumpulan segala bangsa itu akan kelak bagi Yehuda, dan bahwa apabila Silo datang, maka Yehuda akan memiliki seorang raja dan seorang pemberi hukum oleh dirinya sendiri. Adakah kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh percaya pada bagian khusus dari tulisan-tulisan Musa ini? Jika tidak, maka kita belum memiliki pendirian yang lebih baik terhadap Musa daripada yang dimiliki orang-orang Yahudi di masa lalu.

Untuk menyelidiki pendirian kita terhadap para nabi lainnya, maka kita tidak perlu beralih dari masalah yang Musa telah tunjukkan di dalam kata-kata firman yang baru diucapkan itu. Tandailah, bahwa di antara tulisan-tulisan Musa dan tulisan-tulisan Yesaya, Alkitab itu berisikan catatan-catatan tentang sejarah, tentang para hakim dan raja-raja. Sesudah Musa, Yesaya adalah nabi yang berikutnya yang akan kita tuju.

Yesaya 2 : 1, 2 : “Bahwa inilah wahyu yang kelihatan kepada Yesaya bin Amos akan halnya Yehuda dan Yerusalem. Maka akan jadi kelak di akhir zaman, bahwa bukit kaabah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di atas segala lereng, maka segala bangsa akan datang mengalir kepadanya.”

Bukan ke Takoma Park, bukan ke Mount Carmel Center, bukan ke suatu tempat yang lain, melainkan ke rumah Yehuda dan Yerusalem segala orang yang bertobat yang terakhir yang berasal dari segala bangsa itu akan mengalir datang. Anda saksikan dengan jelas, bukan? Yesaya menegaskan dengan pasti, bahwa pengumpulan orang-orang itu akan kelak bagi Yehuda.

Yeremia yang merupakan nabi berikutnya sesudah Yesaya, kita akan baca :

Yeremia 31 : 6 : “Karena akan ada suatu hari apabila para pengawal di atas bukit Efraim akan berseru-seru, Bangkitlah kamu, dan marilah kita naik ke Sion kepada Tuhan Allah kita.”

Anda ketahui, “Bukit Efraim,” adalah lokasi dari kerajaan sepuluh suku yang kuno, yaitu Israel. Sesuai dengan kata-kata firman itu, kerajaan Israel yang masih hilang di antara segala bangsa itu, akan kelak pada sesuatu hari muncul dari keempat penjuru bumi dan akan menggabungkan diri dengan sukacita kepada kerajaan Yehuda. Demikian itulah kelak pengumpulan orang-orang itu.

Yeremia 31 : 7, 8 : “Karena demikianlah firman Tuhan; Bersorak-soraklah dengan sukacita

bagi Yakub dan berseru-serulah di antara penghulu segala bangsa : beritakanlah olehmu, pujilah olehmu, dan katakanlah : Ya Tuhan, selamatkanlah umat-Mu, mereka yang lagi tinggal dari Israel. Tengoklah, Aku akan menghantarkan mereka kemari dari negeri di sebelah utara, dan mengumpulkan mereka itu dari semua pesisir bumi, maka bersama-sama dengan mereka itu orang-orang buta dan orang-orang timpang, wanita dengan anaknya dan wanita yang mengandung, suatu perhimpunan besar orang-orang akan kembali kemari.”

Yeremia membukakan, bahwa pengumpulan orang-orang ke dalam Yehuda itu akan jadi dari empat penjuru bumi. Sesungguhnya, Yeremia, Musa dan Yesaya, ketiganya, membicarakan masalah yang sama itu juga. Jika tidak, maka adakah anda lebih daripada orang-orang Yahudi itu?

Selanjutnya kita akan menguji pendirian kita terhadap nabi Yeheskiel.

Yeheskiel 36 : 17 – 27 : “Hai anak Adam, adapun bangsa Israel itu, tatkala mereka itu duduk di dalam negerinya, dicemarkannya dia dengan segala cara dan perbuatannya; maka jalan mereka itu di hadapan hadirat-Ku adalah bagaikan najazat seorang perempuan yang cemar kainnya. Oleh karenanya Ku-curahkan kehangatan murka-Ku ke atas mereka itu karena sebab darah yang telah ditumpahkannya dalam negeri itu, dan karena segala berhala tahinya dengan mana mereka telah memutuskan hukum atas dirinya. Maka apabila mereka memasuki segala bangsa Kapir, dan mereka tersebar ke seluruh negeri : sesuai dengan segala jalannya dan sesuai dengan segala perbuatannya Aku memutuskan hukum atas mereka itu. Maka apabila mereka memasuki segala bangsa kapir ke mana mereka itu pergi, mereka mencemarkan nama-Ku yang suci, apabila orang-orang itu mengatakan kepada mereka, ‘Inilah umat Tuhan, dan telah keluar dari negeri-Nya. Tetapi Aku sayang akan nama-Ku yang suci, yang telah dicemarkan oleh isi rumah Israel di antara segala orang Kapir ke mana mereka telah pergi.

“Sebab itu katakanlah olehmu kepada isi rumah Israel, ‘Demikianlah firman Tuhan Allah; bukan karena kamu Kulakukan ini, hai isi rumah

Israel, melainkan karena nama-Ku yang suci yang telah kamu cemarkan di antara segala bangsa Kapir, ke mana kamu telah pergi. Maka Aku akan mengkuduskan nama-Ku yang Besar, yang telah dicemarkan di antara orang-orang Kapir, yang telah kamu cemarkan di antara mereka itu; dan orang-orang kapir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Allah, apabila Aku akan dikuduskan di dalam kamu di hadapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara orang-orang Kapir, dan menghimpunkan kamu dari semua negeri, dan akan membawa kamu ke dalam negerimu sendiri. Pada masa itu Aku akan memercikkan air bersih atas kamu, maka kamu akan menjadi bersih : dari semua kekotoranmu, dan dari semua berhala tahimu akan Ku-sucikan kamu. Suatu hati baru juga akan Ku-karuniakan kepadamu, dan suatu roh yang baru juga akan Ku-masukkan ke dalammu : maka Aku akan membuang hati batu itu keluar dari dagingmu, dan Aku akan karuniakan kamu suatu hati dari daging. Dan Aku akan masukkan Roh-Ku ke dalammu, dan membuat kamu berjalan dalam semua syariat-Ku, maka kamu akan memeliharakan semua hukum-Ku, dan melaksanakannya.”

Apalagi yang dapat Ilham katakan untuk membuat masalah itu lebih jelas? Dengan jelas dan dengan sungguh-sungguh Allah berjanji untuk menciptakan kembali dan untuk membangun kembali kerajaan kuno itu, untuk memperdirikannya di tanahnya sendiri. Inilah yang akan diperbuat-Nya setelah Yehuda dan Israel tersebar di antara segala bangsa Kapir, dan berasimilasi dengan mereka -- sesudah mereka kehilangan ciri-ciri rasialnya -- kemudian sebagai orang-orang Kristen, bukan sebagai orang-orang Yahudi, Ia akan mengumpulkan mereka dari empat penjuru bumi lalu membawa mereka ke negeri mereka sendiri. (Dan lagi pula, buku-buku Injil mengajarkan, bahwa mereka adalah bagaikan pasir di pantai laut karena banyaknya). Anda saksikan, inilah yang akan diperbuat-Nya, bukan karena mereka itu patut memperolehnya, bukan karena mereka itu sebelumnya adalah baik, atau selama tersebarnya mereka di antara bangsa-bangsa kapir itu mereka adalah baik, melainkan karena Ia sungguh-sungguh ingin menguduskan nama-Nya sendiri di antara segala bangsa Kapir.

Lalu selanjutnya, sesudah Ia mengumpulkan mereka dari semua negeri dan membawa mereka ke dalam negerinya sendiri, kemudian ialah, bahwa Ia menjanjikan untuk menyucikan mereka untuk selama-lamanya

dari semua kekotoran mereka dan dari semua penyembahan berhala tahinya -- menghapuskan semua cacat yang diakibatkan oleh dosa atas mereka itu. Kemudian ialah, bahwa Ia mengaruniakan kepada mereka suatu hati baru, memberikan kepada mereka Roh-Nya dan memungkinkan mereka untuk secara tak dapat dihindari memeliharakan semua hukum-Nya. Catatlah dengan seksama, bahwa terlepas dari berbagai pendapat dan pengertian kita semua perkara ini akan jadi sesudah umat Allah kembali ke negeri leluhurnya.

144.000 orang keturunan Yakub itu, yang para leluhurnya telah berasimilasi dengan semua bangsa Kapir dan yang dengan demikian itu selama berabad-abad lamanya sampai kepada hari ini telah kehilangan ciri-ciri rasialnya, adalah buah-buah pertama, yang pertama-tama sekali dikumpulkan kepada Yehuda. Mereka adalah orang-orang yang berdiri di atas “Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu.” Wahyu 14 : 1. Keturunan-keturunan yang setia dari orang-orang Yahudi yang membentuk sidang Kristen yang mula-mula, dan yang telah kehilangan ciri-ciri kebangsaannya oleh karena menamakan dirinya orang-orang Kristen (Kisah Segala Rasul 11 : 26), juga akan dikumpulkan dari mana-mana dan akan dibawa ke Yehuda.

Pada akhirnya, jika semua nubuatan ini tidak akan digenapi seperti yang diperkirakan oleh malaikat sidang Laodikea, dan jika umat Allah tidak akan kembali ke tanah airnya sendiri, maka bagaimanakah akan dapat mereka disucikan dari segala kekotoran mereka, sebab penyucian itu hanya akan terlaksana di sana? Bagaimana akan dapat mereka memperoleh hatinya yang berobah? Dan apakah yang akan membuat mereka itu memeliharakan semua syariat-Nya dan semua hukum-Nya, jika tidak sesuai dengan yang dijanjikan mendahului perolehan Roh-Nya di Tanah Perjanjian? Sesungguhnya jika semua nubuatan ini gagal, maka bagaimanakah umat Allah akan dapat mampu berdiri di hadapan hadirat suatu Allah yang suci dan murni? Dan bagaimanakah akan mereka memperoleh hidup yang tiada mati dan siap sesuai rencana bagi pengubahan jika mereka tidak menyesuaikan diri dengan nubuatan-nubuatan, dengan ucapan kemauan dan kehendak-Nya bagi umat-Nya? Dan jika mereka melalaikan semua nubuatan ini, yang kegenapannya adalah selama masa Pehukuman bagi Orang Hidup, masa penuaian, masa pengumpulan itu, maka kesempatan apakah bagi mereka untuk dapat tahan berdiri menghadapi hari Tuhan yang besar dan mengerikan pada waktu itu?

Untuk lebih tegas, jika organisasi gagal untuk mengakui dan menyambut semua janji ini, maka kemanakah para anggota akan dibawa semenjak dari sekarang? Tentu saja bukan menuju ke Kerajaan itu jika para pemimpin mereka tidak mempercayai-Nya. Atau adakah anda masih lebih mempercayai dongeng-dongeng ciptaan manusia?

Menyusul Yeheskiel adalah nabi Daniel. Secara kebetulan untuk memulainya, marilah kita ingatkan kepada diri kita, bahwa Daniel tidak bernubuat kepada orang-orang Yahudi, melainkan kepada orang-orang Kasdim dan kepada orang-orang Medi dan Persia. Orang-orang Yahudi menyambutnya sebagai hamba Allah hanya karena mereka menyaksikan nubuatan-nubuatannya digenapi. Namun pertanyaan besar di hadapan kita adalah, adakah kita sepenuhnya percaya pada tulisan-tulisan nabi Daniel? Marilah kita saksikan.

Daniel 2 : 44, 45 : “Maka pada zaman raja-raja ini Allah yang di Sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang tidak akan pernah dapat dibinasakan maka kerajaan itu tidak akan diserahkan kepada bangsa lain, melainkan ia itu akan menghancurkan dan menghabiskan semua kerajaan ini, dan ia sendiri akan berdiri untuk selama-lamanya. Karena seperti sudah tuan saksikan bahwa batu itu telah terpotong keluar dari gunung tanpa pertolongan tangan, dan bahwa ia menghancurkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas; Allah yang besar itu telah memberitahukan kepada raja apa yang akan jadi kemudian, maka mimpi itu adalah pasti, dan interpretasinya pun adalah benar.”

Oleh kata Daniel sendiri, batu itu adalah lambang bukan dari hal sesuatu yang lain, melainkan dari hal Kerajaan itu, yaitu yang dalam perumpamaan gandum dan lalang Yesus menyebutkannya “lumbung”, yaitu tempat ke dalam mana Ia akan memasukkan gandum itu (orang-orang suci) setelah ia itu dipisahkan daripada lalang (Matius 13 : 30). Sekarang tandailah dengan seksama, bahwa sesuai dengan interpretasi Daniel batu itu menggambarkan Kerajaan itu, yang mana Allah akan perdirikan bukan sesudah zaman raja-raja itu, melainkan pada zaman mereka, dan bahwa Kerajaan batu itu sendiri, bukan

sesuatu yang lain, yang akan menghancurkan patung besar itu. Jika interpretasi kita dari hal batu itu bertentangan terhadap interpretasi Daniel dari halnya, maka kita bukan saja menolak interpretasi Daniel itu, melainkan bahkan mengacaukan Firman Allah. Adalah lebih baik kita tidak melakukannya. Sekarang kita datang kepada nabi Hosea.

Hosea 1 : 11; 3 : 5 : “Maka segala bani Yehuda dan segala bani Israel akan berkumpul bersama-sama, dan diangkatnya akan seorang penghulu atasnya, maka mereka akan berangkat keluar dari negeri itu, karena besarlah kelak hari Yizrel itu .....  Kemudian segala bani Israel itu akan kembali, dan mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya; dan mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya pada akhir zaman.”

Dapatkah seseorang percaya pada Hosea mengenai masalah dari hal Kerajaan itu jika ia tidak percaya pada nabi-nabi yang sebelumnya yang telah mengajarkan dengan tepat seperti yang diajarkannya? Tentu tidak.

Kita sekarang sampai pada nubuatan-nubuatan Yoel.

Yoel 3 : 1, 2 : “Karena tengoklah, pada zaman itu, dan pada waktu itu, apabila Aku akan membawa kembali segala orang Yehuda dan orang Israel yang tertawan itu, Aku akan juga mengumpulkan segala bangsa, dan akan membawa turun mereka ke dalam lembah Yosafat, dan di sana Aku akan menghimbau mereka karena umat-Ku dan karena pusaka-Ku Israel, yang telah mereka cerai-beraikan di antara segala bangsa, dan telah dibagi-bagikan tanah-Ku.”

Apabila Allah membebaskan orang-orang bani Yehuda dan orang-orang bani Israel contoh saingan, yaitu sidang yang di waktu itu, lalu membawa kembali mereka ke negerinya sendiri, maka pada waktu itulah, anda saksikan, bahwa Ia mengumpulkan segala bangsa ke dalam lembah Yosafat. Di sanalah ia akan mengadili mereka -- memisah-misahkan yang baik daripada yang jahat. (Matius 13 : 47 – 48), domba-domba daripada kambing-kambing (Matius 25 : 32). Maka anda patut mengetahui, bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan Pengadilan bagi semua orang Hidup. Maukah kita

menolak Yoel berikut semua nabi yang mendahuluinya, dan sebagai akibatnya pekabaran dari hal Pengadilan bagi Orang-orang Hidup juga ditolak sesudah lebih dari seabad lamanya kita mengkhotbahkan Pengadilan bagi Orang Mati? Renungkanlah apa yang buku-buku Alkitab katakan lalu demikianlah perteguhkanlah tekadmu untuk menolak semua suara yang lain. Dan bagaimanakah kepercayaanmu pada nabi Amos? Marilah kita baca :

Amos 9 : 9 – 15 : “Karena sesungguhnya, Aku akan berfirman, dan Aku akan menampi isi rumah Israel di antara segala bangsa, seperti jagung ditampi orang di dalam sebuah nyiru, namun tidak akan sebijipun yang terkecil jatuh ke tanah. Segala orang berdosa di antara umat-Ku akan mati dimakan pedang, yaitu mereka yang mengatakan bahwa jahat itu tiada akan berhasil mencapai kita dan tiada ia itu menghalangi kita. Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah rubuh itu, dan Aku akan menutup segala lubangnya; dan Aku akan membangunkan segala kehancurannya, dan Aku akan mendirikannya seperti di masa dahulu; supaya sisa Edom menjadi milik pusaka, dan sisa daripada segala orang kapir, yang dipanggil dengan Nama-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan segala perkara ini. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa orang penenggala akan mengganti orang penyabit, dan orang pengapit air anggur akan mengganti orang penabur benih; dan segala gunung akan meneteskan air anggur yang manis, dan segala lereng akan mencair. Maka Aku akan membawa kembali semua tawanan umat-Ku Israel, maka mereka akan membangunkan kembali kota-kota yang sudah rubuh, lalu mendiaminya; dan mereka akan menemani pohon-pohon anggur, lalu meminum airnya; mereka juga akan membuat kebun-kebun, lalu memakan buah-buahnya. Maka Aku akan menanami mereka pada negerinya sendiri, dan mereka tidak akan lagi ditarik keluar dari negeri mereka, yang sudah Ku karuniakan kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Allah.”

Oleh karena Amos dengan bahkan tekanan yang lebih besar membawakan kesaksian yang sama seperti juga semua nabi yang mendahuluinya, dan karena bahasa mengenai masalah ini adalah cukup jelas, sama seperti bahasa dari semua nabi yang mendahuluinya, sama banyaknya sehingga adalah tidak perlu dikomentari, apakah yang akan kita lakukan terhadapnya? Sekarang kita akan membaca :

Obaja 1 : 15 – 18 : “Karena telah hampirlah hari Tuhan atas segala bangsa Kapir : karena seperti yang kamu lakukan, itu pun akan dilakukan kepadamu : upahmu akan kembali ke atas kepalamu sendiri. Karena seperti kamu sudah minum di atas gunung kesucian-Ku, demikianlah itu juga segala bangsa Kapir akan minum dengan tak henti-hentinya, bahkan mereka akan minum, dan mereka akan menelan dengan gelojohnya, dan mereka akan jadi seolah-olah mereka tidak ada. Tetapi di atas Gunung Sion akan ada kelepasan, dan di sanalah akan ada kesucian; maka isi rumah Yakub akan memiliki harta pusaka miliknya. Maka isi rumah Yakub akan menjadi bagaikan suatu api, dan isi rumah Yusuf bagaikan nyala api, dan isi rumah Esau seperti jerami, dan mereka akan dibakar di dalamnya, dan mereka akan habis terbakar; dan tidak akan ada yang tinggal daripada isi rumah Esau; karena demikianlah Tuhan yang mengucapkannya.”

Seirama dengan semua nabi yang mendahuluinya, dan dengan kejelasan yang sempurna, maka Obaja pun menceritakan, bahwa pada masa Tuhan membinasakan orang-orang Kapir, pada masa penuaian, atau pehukuman, dengan cara lain disebut penyucian Tempat Suci (Daniel 8 : 14) dan pembersihan sidang (Maleakhi 3 : 1 - 3) dan juga hari Tuhan yang besar dan hebat itu, akan ada kelepasan di atas Gunung Sion, dan isi rumah Yakub akan mempusakai segala kekayaan bangsa kapir. Adakah anda sekarang percaya pada kesaksian Yesus melalui nabi-nabi-Nya? Jika tidak, maka bagaimanakah dapat anda katakan bahwa anda berbicara sesuai dengan “Torat dan Kesaksian” (Yesaya 8 : 20)? Hendaklah selalu diingat, bahwa torat dan kesaksian selalu berjalan bersama-sama.

Nabi Yunus adalah pada barisan selanjutnya, namun kita akan memperhatikan nubuatan-nubuatannya apabila kita sudah sampai pada nabi Nahum.

Kita akan lihat sekarang apa yang akan dilakukan dengan nabi Mikha.

Mikha 3 : 12; 4 : 1, 2 : “Oleh karena itu demi karenamu Sion akan dibajak seperti sebuah ladang, dan Yerusalem akan menjadi

timbunan-timbunan kerobohan batu dan bukit rumah itu akan menjadi seperti tempat-tempat yang tinggi di hutan. Tetapi pada akhir zaman akan jadi kelak, bahwa bukit rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia akan ditinggikan di atas segala lereng; maka orang-orang akan mengalir datang ke dalamnya. Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, ‘Datanglah, dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan pada segala lorong-Nya, karena hukum akan keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”

Dengan tegas seperti halnya semua nabi yang mendahuluinya, Mikha menjelaskan, bahwa sesudah kebinasaan “gunung” Tuhan yang dahulu kala itu (kerajaan), datanglah pembangunan kembali terhadapnya di akhir zaman, dan bahwa orang-orang dan bangsa-bangsa akan mengalir datang kepadanya, sebab Hukum dan Firman Tuhan akan keluar dari Sion dan dari Yerusalem. Hendaklah anda sekarang menutupi kedua telinga dan kedua matamu daripada janji ini? Atau maukah anda sebagai hamba-hamba Allah berusaha untuk sampai ke sana bersama-sama buah-buah pertama itu? Saya harap yang kedua inilah jawaban anda. Sekarang kita datang kepada Nubuatan Nahum :

Nahum 1 : 12, 13, 15 : “ ..... Tetapi kamu yang sudah Kutindih, tiada akan Kutindih lagi. Karena sekarang Aku akan memecahkan bebannya daripadamu, dan Aku akan memecahkan segala pengikatmu. Tengoklah di atas gunung-gunung kaki-kaki orang yang membawa kabar baik, yang memberitakan selamat! Hai, Yehuda, peganglah segala masa rayamu, sampaikanlah segala nazarmu, karena orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu daripadamu; ia itu telah ditumpas habis.”

Tanggung jawab Nahum adalah mengenai pengembalian, dan keruntuhan Assiria, yaitu kuasa-kuasa yang menguasai mereka pada hari Ia mengembalikan Kerajaan Yehuda yang terkemudian; pada hari Ia melepaskan beban Assiria, pada hari Ia memecahkan segala ikatan yang mengikat umat-Nya. Pada hari itu

Ia mengutus juru kabar-Nya membawa berita-berita baik kepada umat-Nya, yaitu berita-berita perdamaian sementara dunia sedang bingung oleh peperangan-peperangan. Oleh perantaraan juru kabar-Nya Ia menganjurkan kepada umat-Nya untuk menyampaikan segala nazar mereka, karena Ia akan menyingkirkan orang-orang jahat dari antara mereka. Assiria akan mengosongkan tempat dan memberikan ruangan kepada Yehuda. “Karena melalui suara Tuhan Assiria akan dikalahkan, yang dipalu dengan tongkat.” Yesaya 30 : 31. Sekarang Ia memohon :

“Kembalilah kamu kepada-Nya dari Siapa anak-anak bani Israel telah begitu jauh memberontak. Karena pada hari itu (pada hari Assiria jatuh) setiap orang akan membuang berhala tahinya yang daripada perak, dan semua berhala tahinya yang daripada emas, yang dengan tanganmu sendiri telah kamu buat bagimu menjadi dosa. Kemudian Assiria akan jatuh dimakan pedang, bukan oleh seseorang yang kuat perkasa; dan pedang itu, bukan dari seseorang yang kurus, yang akan menelannya; melainkan ia akan melarikan diri dari pedang itu, dan segala orang mudanya akan dikalahkan. Maka ia akan lari ke kubu pertahanannya karena takut, dan semua penghulunya pun akan menjadi takut terhadap pertanda, demikianlah firman Tuhan, Yang api-Nya berada di dalam Sion, dan dapur api-Nya di dalam Yerusalem.” Yesaya 31 : 6 – 9.

Penyucian (Pengadilan) yang anda saksikan di sini adalah dilaksanakan dari Sion dan Yerusalem. Dan melalui mulut Maleakhi Roh itu bertanya, “Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya, dan siapakah yang dapat tahan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api pandai emas, dan bagaikan sabun binara; maka Ia akan duduk bagaikan pembersih dan penyuci perak; maka Ia akan menyucikan bani Lewi (kependetaan), dan membersihkan mereka bagaikan emas dan perak, sehingga mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.” Maleakhi 3 : 2, 3. Adakah anda menerima Nahum? Dan karena nubuatan Yunus adalah pasangan dari nubuatan Nahum, maka jika anda menolak Nahum, anda secara sekaligus akan menolak juga Yunus.

Kepada nabi Habakuk diberitahukan supaya “menulis khayal itu dan membuatkannya jelas di atas log-log batu, supaya ia itu dapat dibaca oleh orang yang lalu.”

Habakuk 2 : 3 : “Karena khayal itu masih untuk suatu masa tertentu, namun pada akhirnya ia itu akan berbicara, dan ia tidak akan berdusta : sungguhpun ia menunda-nunda, nantikanlah dia; karena sesungguhnya ia akan datang, ia tidak akan berlambatan.”

Kamudian Habakuk berdoa, mengatakan,

Habakuk 3 : 12, 13 : “Dengan murka Engkau sudah menjelajahi tanah itu, dan dengan amarah Engkau sudah mengirik segala orang Kapir. Bahwa Engkau sudah keluar bagi keselamatan umat-Mu, bahkan bagi keselamatan serta dengan Almasih-Mu; Engkau meremukkan kepala dari rumah orang jahat, sambil membuka alasnya sampai di bumbungan. Sela!”

Dapatkah kita dalam iman berdoa bagi perkara yang sama yang didoakan oleh Habakuk? Agar supaya Tuhan keluar bagi keselamatan umat-Nya, supaya khayal itu dapat digenapi dengan tidak tertunda-tunda lagi, dan supaya kita pergi memberitakan kabar-kabar baik itu? Jika tidak, maka benar-benar kita akan juga menolak Habakuk.

Marilah kita saksikan apa yang Zefanya harus katakan mengenai rumah Yehuda kemudian hari -- bukit Tuhan itu.

Zefanya 2 : 5 – 7 : “Celaka bagi semua penduduk yang di tepi laut, yaitu bangsa Khereti! Bahwa firman Tuhan adalah melawan kamu; hai Kanaan negeri orang Filistin, Akupun akan membinasakan kamu, sehingga seorang penduduk pun tiada lagi di dalammu. Maka pesisir laut akan menjadi tempat-tempat tinggal dan pondok-pondok para gembala, dan kandang-kandang bagi kawanan domba. Maka pesisir pantai itu akan menjadi bagian sisa bangsa Yehuda; mereka akan menghantarkan domba-dombanya ke sana: di dalam rumah-rumah Askelon akan mereka berbaring pada malam hari : karena Tuhan Allah mereka itu akan datang menengok mereka, dan akan membawa kembali mereka dari tawanannya.”

Oleh karena nubuatan Zefanya adalah juga pasti, bahwa Tuhan akan mendirikan kembali kerajaan Yehuda itu, dan karena ini pun tidak memerlukan komentar, maka kita akan segera terus ke nubuatan Zakharia.

Zakharia 1 : 20, 21 : “Maka diperlihatkan Tuhan kepadaku empat orang tukang kayu. Maka sembahku, untuk apakah mereka ini datang? Maka kata-Nya, ‘Inilah tanduk-tanduk yang telah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga seorang pun tiada yang mengangkat kepalanya; tetapi sekarang mereka ini sudah datang untuk mengejutkan mereka dan menghempaskan segala tanduk bangsa Kapir, yang telah mengangkat tanduk mereka melawan negeri Yehuda untuk mencerai-beraikannya.”

Sekali Allah membangkitkan “Tanduk-tanduk,” bangsa-bangsa, untuk mencerai-beraikan umat-Nya ke seluruh bangsa-bangsa Kapir, namun “tanduk-tanduk” itu dalam pengembalian “segala perkara,” terlihat menjadi “tukang-tukang kayu,” sehingga sementara mereka sebagai tanduk-tanduk pada akhirnya mereka akan melempar keluar orang-orang Kapir dari negeri perjanjian itu, mereka sebagai tukang-tukang kayu akan membangun bagi Yehuda. Jadi, seperti yang dilakukan oleh semua nabi yang mendahuluinya, Zakharia pun menubuatkan tentang pengembalian kerajaan Yehuda itu. Sekarang kita akan membaca dari Maleakhi nabi yang terakhir dari nabi-nabi Wasit Lama.

Maleakhi 3 : 1 – 3 : “Tengoklah, bahwa Aku akan mengirim utusan-Ku, maka Ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku : maka Tuhan, Yang kamu cari itu akan datang dengan tiba-tiba ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan : tengoklah, Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kadatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tahan apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api seorang pandai besi, dan bagaikan sabun binara : maka Ia akan duduk sebagai seorang penyuci dan pembersih perak maka Ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.”

Jika menghadapi ajaran-ajaran para nabi yang jelas dan yang tak dapat dibantah ini kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh gagal untuk mematuhi kebenaran dari hal Pembersihan sidang (Kerajaan yang dibicarakan di sini), pekabaran tentang Pengadilan bagi Orang-orang Hidup dan dari hal pembangunan kembali kerajaan Yehuda -- yaitu tempat suci bagi orang-orang yang sudah disucikan, maka pastilah orang-orang lain akan mengambil tempat kita untuk memberitakannya. Maka bersama-sama dengan orang-orang Yahudi kita akan harus memikul kesalahan karena menolak semua nabi semenjak permulaan dunia ini. Mengapa? Sebab jika kita tidak betul-betul percaya akan semuanya bahwa mereka telah menulis, maka dengan hanya percaya pura-pura kita kepada mereka akan berarti sama banyaknya bagi Sorga dengan imannya orang-orang Yahudi di dalam tulisan-tulisan Musa kepada Tuhan. Apa! Mengkhotbahkan Injil Kerajaan tetapi Kerajaan itu sendiri disangkal!

Akhirnya saya akan membacakan dari buku Early Writtings, pada pasal yang berjudul “Seruan Keras”.

“Pekabaran ini (artinya pekabaran yang menimbulkan Seruan Keras itu) tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya seperti halnya seruan tengah malam yang bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” Early Writings, p. 277. Dan pada halaman 118 kita baca : “Kemudian aku tampak malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengantarku, ‘Pekerjaannya adalah menakutkan. Kedatangannya mengerikan,. Ia adalah malaikat yang akan memilih gandum daripada lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat akan gandum itu bagi lumbung Sorga. Segala perkara ini hendaknya memenuhi seluruh pikiran, seluruh perhatian.”

Penulis dari ucapan-ucapan ini membuat jelas, bahwa Seruan Keras itu bukanlah ditimbulkan oleh banyaknya suara yang ribut, melainkan oleh satu pekabaran tambahan, dan bahwa pekabaran malaikat yang ketiga itu dalam akhir sejarah dunia, bukan akhir dunia itu sendiri, akan memilih gandum dari antara lalang-lalang. Siapakah di antara anda begitu bodoh

mau menutup mata dan telinganya dari kesaksian para nabi itu, lalu pada akhirnya dalam kegemparan akan berteriak, “Penuaian telah berlalu, musim panas telah berakhir, dan kita tidak selamat.” Yeremia 8 : 20.

Sekarang, jika kita sebagai sebuah sidang tidak juga bersungguh-sungguh mengharapkan suatu pekabaran tambahan, sementara di samping itu terus menolak nabi-nabi yang terdahulu itu, maka bagaimanakah baiknya sikap kita terhadap Allah dan nabi-nabi-Nya baik di waktu ini maupun kemarin?

Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di Sorga. Apalagi, mereka menghendakinya dua ribu tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Secara bertentangan, dalam masa pendirian kembali Kerajaan itu sekarang ini, Organisasi mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam Sorga, bukan di bumi. Sesungguhnya ia menghendaki untuk menaiki “kereta” mulai dari Takoma Park. Dan di samping itu sementara Tuhan mengatakan, bahwa Ia akan menyelamatkan segala bangsa, Organisasi mengatakan “Ia akan menyelamatkan hanya 144.000 anak-anak keturunan Yakub yang hidup,” dan sebagai akibatnya tak seorang pun dari anak-anak keturunan bangsa-bangsa lain.

Orang-orang Yahudi tidak menghendaki apa-apa terkecuali apa yang dikehendakinya itu, dan tak ada satupun yang mereka peroleh. Demikian itulah akan jadi dengan Organisasi jika potongan yang jelas ini dan Kebenaran Alkitab tambahan, dan contoh dari orang-orang Yahudi itu tidak juga membantunya untuk melihat, bahwa ia telah hanyut “ke laut tanpa peta dan tanpa kompas.” Christ Our Righteousness, p. 37 (edisi tahun 1941). Jika ia terus saja tidak menghendaki apa-apa terkecuali apa yang dikehendaki itu, maka pasti, bahwa tak akan ada apapun yang dapat diharapkannya.

Apalagi yang orang hendak harapkan untuk diperoleh dari kepercayaan setengah-setengah dalam nabi-nabi, dari hasil interpretasi Alkitab ciptaan manusia, dari suatu cara

menjelaskan tanpa Alkitab, dengan cara membuat rahasia-rahasia dari bagian-bagian yang sederhana oleh menggunakan naskah-naskah dan terjemahan-terjemahan golongan-golongan agama? Marilah kita berpegang kepada “kitab Tuhan” yang mulut-Nya sendiri telah firmankan dan naskah-naskah mana “Roh-Nya sendiri ..... yang telah kumpulkan ..... ” Yesaya 34 : 16.

Anda mungkin ingin mengatakan sesuatu menentang orang-orang Yahudi itu, namun penyelidikan saya menceritakan kepada saya, bahwa kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh sedang berbuat lebih jahat daripada mereka itu.

Lagi pula terlihat sekarang, bahwa penyelidikan kita sore hari ini adalah sebuah kesimpulan dari pekabaran kepada orang-orang Laodikea, yang menyangka dirinya kaya dan bertambah-tambah dengan kekayaan, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, sungguhpun mereka adalah kekurangan dalam segala hal. Adalah lebih baik mereka bangun menginsafi akan kemelaratan mereka itu.

Yakinilah, bahwa keadaan dunia pada waktu ini tampaknya suram. Namun mengingatkan, bahwa hari yang berawan dan gelap ini membicarakan suatu masa depan kemuliaan yang tak ada bandingannya, maka marilah kita bersama-sama dengan nabi Habakuk mengatakan : “Kendatipun pohon ara tiada akan berbunga, dan pohon anggur pun tiada akan berbuah; dan pohon zait pun janji dengan dusta, dan segala bendang pun tiada akan mengeluarkan makanan; segala kawanan domba dirampas dari dalam kandang, dan seekor lembu pun tiada lagi di dalam kandang, namun aku akan bersuka cita di dalam Tuhan, aku akan bergembira dalam Allah pohon selamatku.” Habakuk 3 : 17, 18. Jadi, sama seperti para rasul telah mengalahkan musuh sidang dalam sejarah mereka yang lalu, maka kita pun akan mengalahkan dia dalam sejarah kita.

* * *

.

Previous
1AS14
Berbagai Paham, dan Obatnya
Next
1AS16
Eksodus Masa Kini