Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Dirikanlah Kota, Hiburkan Sion, Pilihlah Yerusalem

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

.

Renungan dan Doa Pembuka

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 161, dimulai dengan paragraf yang pertama.

Mount of Blessing, p. 161 : “Kehendak Allah dinyatakan di dalam pasal-pasal dari Hukum-Nya yang suci, maka prinsip-prinsip dari Hukum ini adalah prinsip-prinsip dari surga..... Tetapi di dalam surga, pelayanan tidak diberikan dalam roh penurutan terhadap undang-undang. Sewaktu Setan memberontak melawan hukum Jehovah, maka ingatan, bahwa terdapat sebuah hukum datang kepada malaikat-malaikat itu hampir-hampir bagaikan sesuatu kejutan saja terhadap sesuatu yang tidak terpikirkan. Dalam segala pelayanan mereka malaikat-malaikat itu bukanlah sebagai pelayan-pelayan, melainkan sebagai anak-anak lelaki. Terdapat persatuan yang sempurna di antara mereka dengan Penciptanya. Kepatuhan bagi mereka bukanlah sesuatu yang menjemukan. Cinta terhadap Allah membuat pelayanan mereka sesuatu kesukaan. Demikianlah di dalam setiap jiwa di dalam mana terdapat Kristus, harapan kemuliaan itu, kehadiran-Nya, kata-kata firman-Nya kembali dibunyikan, ‘Aku suka melaksanakan kehendak-Mu, ya Allahku; sesungguhnya, Hukum-Mu terdapat di dalam hatiku.’

“Permohonan yang berbunyi, ‘Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam Surga’, adalah suatu doa, bahwa merajalelanya kejahatan di atas bumi ini akan berakhir, bahwa dosa akan untuk selama-lamanya dibinasakan, dan Kerajaan kesucian akan diperdirikan. Kemudian di bumi seperti halnya di dalam Surga akan digenapi ‘segala kehendak baik dari kebaikan-Nya.’ ”

Kita supaya sekarang berdoa agar supaya hukum Allah itu dapat tertulis di dalam hati kita; supaya kita mematuhi hukum itu karena kita menghendaki begitu, bukan karena kita harus begitu; supaya kita menyadari bahwa pemeliharaan kita akan hukum-hukum Allah itu adalah untuk kebaikan kita sendiri. Dan di atas segala-galanya, hendaklah kita berdoa supaya kesukaan kita yang terbesar adalah dalam melaksanakan kehendak-Nya. Dengan demikian inilah kiranya kehendak Allah jadi di atas bumi seperti halnya di dalam surga. 

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V.T. HOUTEFF

DIRIKAN KOTA-KOTA, HIBURKAN SION, PILIHLAH YERUSALEM 

Kotbah Victor T. Houteff

Pendeta  Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 19 Oktober 1946

Chapel Mount Carmel,

Waco, Texas 

Dalam penyelidikan kita Sabat yang lalu kita telah pelajari, bahwa nubuatan Zakharia adalah berlaku terhadap dua bangsa pada dua masa yang berbeda : pertama terhadap orang-orang Yahudi sementara mereka kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, dan yang kedua terhadap mereka yang dalam masa akhir zaman akan datang keluar dari semua bangsa. (Wahyu 7 : 9 ; 18 : 4). Kita juga telah pelajari, bahwa pembangunan dan reformasi yang terjadi di masa hidupnya Zakharia adalah sebuah contoh dari pembangunan dan reformasi yang akan terjadi di dalam sejarah kita, dan bahwa kembalinya orang-orang yang dahulu itu dari Babilon adalah merupakan sebuah contoh dari kembalinya orang-orang di dalam Babilon akhir zaman (Wahyu 18 : 4).

Marilah kita melihat kepada :

Zakharia 1 : 1 : “Dalam bulan ke delapan, tahun kedua dari kerajaan Darius, datanglah Firman Tuhan kepada Zakharia.....”

Di sini kepada kita diceritakan, bahwa nabi Zakharia dipanggil pada jabatan nabinya pada tahun kedua dari pemerintahan raja Darius. Mengapa ia dipanggil pada tahun itu? -- Untuk jawabannya, maka kita akan kembali kepada tulisan Ezra. “Maka berhentilah pekerjaan Bait Allah yang di Yerusalem itu. Demikian itulah ia berhenti sampai kepada tahun kedua dari pemerintahan Darius raja Persia.” Ezra 4 : 24.

Jelaslah Zakharia telah dipanggil pada masa yang tertentu itu karena pekerjaan pembangunan kaabah di Yerusalem telah terhenti dan telah ditinggalkan. Oleh karena itu, Tuhan oleh perantaraan nabi-nabi Zakharia dan Hagai telah mengirimkan sebuah pesan kepada para tukang pembangun dan meminta kepada mereka untuk selekasnya kembali melanjutkan pembangunan.

Zakharia 1 : 2 – 6 : “Bahwa sangat murkalah Tuhan akan segala Bapamu. Maka sebab itu katakanlah kepada mereka itu : Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, kembalilah kamu kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Janganlah kamu seperti akan segala nenek moyangmu, kepadanya segala nabi telah berseru-seru : Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, hendaklah kamu bertobat dari perbuatanmu yang jahat dan dari segala kelakuanmu yang jahat itu; tetapi tiada juga didengarnya akan Daku dan tiada diindahkannya Aku, demikianlah firman Tuhan. Adapun segala nenek moyangmu itu, dimanakah mereka? Dan segala nabi itu, hidupkah mereka itu selama-lamanya? Tetapi segala firman-Ku dan segala Hukum-Ku, yang sudah Ku amanatkan kepada hamba-Ku segala nabi itu, bukankah ia itu sudah mengenai nenek moyang kamu? Maka mereka kembali dan mengatakan, Seperti niat Tuhan hendak berbuat akan kami dan setuju dengan jalan kami dan setuju dengan perbuatan kami, demikian pun sudah dibuat-Nya akan kami.”

Para tukang pembangun itu pertama-tama diperingatkan, bahwa mereka sebelumnya berada di Babilon karena nenek moyang mereka itu tidak mematuhi Firman Tuhan yang datang kepada mereka melalui para nabi-Nya; sehingga karena dosa-dosa mereka itu kaabah dan kerajaan mereka telah dihancurkan. Para tukang pembangun itu mengatakandengan jelas, bahwa jika proyek mereka itu terus berkembang, maka mereka akan dapat menghindari jalan yang telah ditempuh oleh para nenek moyang mereka, lalu memberikan perhatian mereka yang penuh terhadap kedua nabi Zakharia dan Hagai. Para tukang pembangun itu berjanji, bahwa mereka tidak akan berjalan di dalam jalan-jalan para nenek moyang mereka.

Adalah pada bulan kedelapan Zakharia telah menyampaikan kepada mereka pesan reformasi ini.

Penerimaan dengan sepenuh hati oleh orang-orang Yahudi  akan pesan itu mempersiapkan jalan bagi suatu pesan yang lain, dan ini telah datang dalam jangka waktu tiga bulan saja. Inilah pesan itu :

Zakharia 1 : 7, 8 : “Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan ke sebelas, yaitu bulan Sabat, dalam tahun kedua dari pemerintahan raja Darius, datanglah Firman Tuhan kepada nabi Zakharia, bin Berechiah, bin Ido, mengatakan, Maka pada waktu malam ku lihat, bahwasanya adalah seorang laki-laki mengendarai kuda merah, maka berhentilah ia di tengah-tengah segala pohon murd yang terdapat di sebelah bawah; dan di belakangnya ada beberapa ekor kuda merah, kuda yang berbintik-bintik, dan kuda putih.”

Untuk mendapatkan interpretasi dari simbol ini kita akan membaca pertanyaan nabi itu serta penjelasan malaikat dari hal itu di dalam

Zakharia 1 : 9 – 11 : “Maka sembahku : Apakah artinya sekalian ini, ya tuan? Maka sahut malaikat yang berkata kepadaku itu : Bahwa aku akan menyatakan kepadamu artinya sekalian ini. Lalu sahut orang yang berdiri di tengah-tengah pohon murd itu katanya : Inilah mereka yang disuruhkan Tuhan keluar akan berjalan berkeliling pada seluruh bumi. Maka jawab mereka itu kepada malaikat Tuhan yang berdiri di tengah-tengah pohon murd itu, katanya : Bahwa kami sudah berkeliling di atas bumi, maka sesungguhnya seluruh bumi itu selamat sentosa.”

Oleh karena kuda-kuda yang disuruhkan Tuhan pergi berjalan berkeliling di bumi, dan oleh karena mereka itu memiliki kemampuan untuk berbicara, maka jelaslah semua ini menyatakan, bahwa kuda-kuda itu adalah melambangkan utusan-utusan Tuhan, yaitu orang-orang yang diutus-Nya kepada bangsa-bangsa.

Kuda merah, kuda yang berbintik-bintik dan kuda putih -- banyak jenis kuda menggambarkan suatu kelompok pelayan-pelayan dari berbagai keturunan dan bangsa-bangsa. Oleh karena itu kuda-kuda tidak dapat diambil untuk melambangkan baik pelayan-pelayan Ibrani

di masa nabi Zakharia ataupun pelayan-pelayan Ibrani di masa Kristus, sebab hamba-hamba Tuhan di masa itu semuanya berasal dari satu keturunan -- yaitu Yahudi, bukan merah, berbintik-bintik, dan putih. Setelah menyelesaikan misi mereka, maka kuda-kuda itu melaporkan, bahwa mereka “telah berjalan berkeliling di bumi” dan walaupun begitu bumi sedang duduk dengan tenang dan beristirahat -- tidak melakukan apa-apa.

Oleh karena adalah suatu kenyataan bahwa di masa nabi Zakharia para pembawa kabar itu semuanya adalah orang-orang Yahudi (suatu bangsa yang berasal dari satu keturunan dan satu bangsa), maka lambang itu adalah pasti berlaku terhadap sesuatu hari dalam mana Allah akan menunjuk penginjil-penginjil dari berbagai keturunan dan bangsa, yang akan disuruh-Nya pergi berkeliling di bumi -- kepada segala bangsa.

Semua tanda pengenal yang pasti ini menunjukkan dengan jelas bahwa kuda-kuda itu melambangkan orang-orang Adventist Hari Pertama yang bangkit di antara tahun-tahun 1833 dan 1844 dan mereka kemudian menggenapi lambang nubuatan ini dengan cara memproklamasikan kedatangan Kristus yang kedua kali kepada setiap misi Kristen di seluruh dunia, tetapi telah mengacaukan masalah pembersihan tempat suci (Daniel 8 : 14) -- yaitu pembersihan gereja, pekerjaan pehukuman, penuaian, pemisahan gandum dari lalang (Matius 13 : 30), pemisahan ikan yang baik dari ikan yang jelek (ayat 47, 48), pemisahan anak-anak dara yang pandai dari anak-anak dara yang bodoh (Matius 25 : 1 – 12), domba-domba dari kambing-kambing (Matius 25 : 32), pemisahan tamu-tamu yang berpakaian pakaian kawin dari mereka yang tidak memakaikan pakaian kawin itu (Matius 22 : 2 – 13). Pekerjaan pemeriksaan hukum ini dimulai pertama-tama di antara orang-orang yang sudah mati (pemeriksaan buku saja tentunya -- Daniel 7 : 10), kemudian pemeriksaan di antara orang-orang hidup (pemisahan sesungguhnya secara fisik -- pembersihan  -- Yeheskiel pasal 9).

Sebagaimana halnya nubuatan Daniel dari pasal 8, yaitu 2300 hari, menunjukkan bahwa pekerjaan Pehukuman itu akan dimulai di dalam tahun 1844 T.M. tetapi  sebagaimana itu telah keliru dimengerti bahwa sejarah dunia akan berakhir pada tahun itu namun sebaliknya,

mereka telah mengalami kekecewaan yang amat sangat pada waktu tanggal yang ditetapkan itu tiba dan tidak terjadi apa-apa. Demikianlah, bahwa sebagaimana tanggal yang telah ditetapkan itu mendekat mereka kembali dari ladang-ladang missi mereka dengan penuh keyakinan bahwa mereka telah menyelesaikan missi mereka -- bahwa mereka telah “berjalan berkeliling di bumi” -- dan bahwa tidak ada waktu lagi, bahwa dunia pada waktu itu sudah akan berakhir.

Mengenai luas dari pekerjaan mereka Buku Great Controversy, p. 368 mengatakan berikut ini : “Tulisan-tulisan Miller dan kawan-kawannya telah dibawa ke negeri-negeri yang jauh-jauh. Dimanapun para missionaris menembus masuk ke seluruh dunia, telah dikirimkan berita-berita gembira dari hal kedatangan Kristus yang segera itu. Jauh dan meluas menyebar pekabaran Injil yang kekal itu, ‘Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena jam pehukuman-Nya telah sampai.’ “

Demikianlah bahwa kuda-kuda itu (para pembawa kabar) mengira pekerjaan mereka telah selesai, tetapi malaikat yang sesungguhnya mengetahui akan kenyataan-kenyataan itu, dan menyaksikan umat Allah masih dalam perhambaan, masih jauh dari negeri mereka, sementara orang-orang kapir masih dalam kesenangan dengan santainya, memohon supaya bertindak :

Zakharia 1 : 12 : “Maka jawab malaikat Tuhan itu, katanya : Ya Tuhan serwa sekalian alam, berapa lama lagi  Engkau tiada mengasihani Yerusalem dan  negeri-negeri Yehuda, yang Engkau telah murkai tujuh puluh tahun lamanya?”

Ramalan nabi Yeremia, bahwa orang-orang Yahudi akan menghabiskan tujuh puluh tahun lamanya dalam perhambaan Babilon telah berakhir walaupun mereka masih berada di Babilon. Namun oleh karena lambang nubuatan ini menemui kegenapannya bukan di masa sejarah Zakharia melainkan di masa sejarah kita, maka oleh karena itu permohonan malaikat itu bagi “kemurahan terhadap Yerusalem dan negeri-negeri Yehuda,” akan berlaku langsung di masa ini. Bagaimanapun terdapat persamaan ini : Masa

perhambaan Babilon meliputi juga beberapa tahun masa kembali ke Yerusalem, sama halnya dengan ramalan Yohanes, bahwa sidang harus kembali ke kebun anggur setelah menghabiskan waktu 1260 tahun di padang belantara (di negeri-negeri bangsa Kapir) (Wahyu 12 : 6), telah berakhir dan bahkan meliputi juga semenjak tahun 1798 dan belum ada pertanda bagi kembalinya. Dan sebagaimana Organisasi berada dalam keadaan tidak menerima Kebenaran tambahan, maka akibatnya adalah, bahwa sidang masih berada di padang belantara yang mana Ilham mengatakan, “Jika saja umat Allah telah pergi bekerja sebagaimana seharusnya mereka pergi untuk bekerja segera sesudah pertemuan Minneapolis di tahun 1888 itu, maka dunia sudah akan berhasil diberi amaran dalam dua tahun dan Tuhan sudah akan datang.” -- General Conference Bulletin, 1892.

Pekabaran ini kini secara pasti menyatakan bahwa persinggahan sidang di padang belantara akan segera berakhir dan bahwa segera ia akan berdiri di Bukit Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1). Dari titik analisa ini kembali terlihat bahwa permohonan malaikat itu bagi kemurahan terhadap Yerusalem dan negeri-negeri Yehuda adalah berlaku tepat kepada umat di dalam sejarah kita, dan hanya secara tidak langsung berlaku terhadap umat di masa Zakharia yang lalu.

Zakharia 1 : 13, 14 : “Dan Tuhan menjawab kepada malaikat yang berkata dengan aku itu dengan perkataan yang baik dan menghiburkan hati. Lalu kata malaikat yang berkata dengan aku itu : Berserulah engkau dan katakanlah, Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Bahwa sangat besarlah kecemburuan-Ku akan Yerusalem dan akan Sion.”

Gantinya mengatakan “Sion..... akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi suatu timbunan,” -- Mikha 3 : 12, Tuhan malahan menyatakan kecemburuan-Nya yang besar bagi mereka, lalu memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya supaya “serukan lagi” dan mengatakan :

Zakharia 1 : 16, 17 : “Maka sebab itu firman Tuhan demikian : Bahwa Aku

kembali kepada Yerusalem dengan belas kasihan : maka rumah-Ku akan didirikan dalamnya, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, dan tali pengukurpun dibentang atas Yerusalem. Serukan lagi ini dan mengatakan : Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; segala negeri-Ku melalui kelimpahan masih akan menyebar luas; maka Tuhan masih akan menghiburkan Sion, dan masih akan memilih Yerusalem.”

Oleh karena terang atas nubuatan-nubuatan ini kini sedang bercahaya untuk pertama kalinya atas perjalanan kita semenjak Zakharia menuliskannya dahulu, dan oleh karena pekabaran ini kini sedang disiarkan melalui Laodikea, maka Kebenaran bahwa Tuhan, pada akhirnya, kembali (berkunjung) dengan segala kemurahan adalah sangat jelas.

Sesudah kekecewaan besar di tahun 1844 itu para juru kabar Kebenaran di dalam Kristus diberitahukan supaya “serukan lagi” (terus mengkhotbahkan) dan mengatakan “Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Negeri-negeri Ku melalui kelimpahan masih akan menyebar luas; maka Tuhan masih akan menghiburkan Sion, dan masih  akan memilih Yerusalem.

Demikian itulah, bahwa segerasetelah tanggal yang ditetapkan di tahun 1844 itu berlalu dan semua harapan orang-orang itu gagal, maka Tuhan membesarkan hati mereka dengan memberikan kepada Ny. White sebuah khayal dari hal pengumpulan buah-buah pertama, 144.000 orang itu, yaitu yang pertama-tama yang akan sampai ke Bukit Sion dan di sana berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1), penghiburan bagi Sion dan Yerusalem. Demikian itulah mereka memulai lagi dengan suatu tujuan yang telah ditetapkan untuk mengumpulkan 144.000 hamba-hamba Allah yang tidak bercacat cela, yaitu orang-orang yang akan digunakan bagi pengumpulan buah-buah kedua, yaitu jumlah besar yang tak terhitung banyaknya dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9). Tetapi sebagaimana waktu terus berlalu gantinya bekerja bagi Allah Organisasi Gereja malahan kembali mendurhaka dengan cara tidak percaya Roh Nubuat (Testimonies, vol. 5, p. 217) dan dengan demikian kehilangan penglihatan Kebenaran yang masih akan dibukakan, dan yang sedang membawa kepada terang.

Demikian itulah, bahwa segera setelah kekecewaan besar di tahun 1844 itu datang, yang telah dilambangkan dengan buku kecil yang berubah menjadi pahit rasanya setelah dimakan, maka malaikat itu menyatakan : “Engkau harus bernubuat kembali di hadapan banyak orang, dan bangsa-bangsa, dan bahasa-bahasa dan raja-raja.” Wahyu 10 : 10, 11. Pergerakan Advent yang kedua kemudian direorganisasikan lalu nama Masehi Advent Hari Ketujuh diberikan kepadanya. Demikian inilah Tuhan menugaskan kepada para juru kabar-Nya supaya “serukan lagi”, memproklamasikan sekali lagi, meneruskan mengkhotbahkan terang tambahan -- Pehukuman bagi Orang Mati. Penyucian tempat suci (Daniel 8 : 14), pembersihannya dengan cara mengeluarkan dari buku-buku (Daniel 7 : 10) nama-nama dari orang-orang yang didapati tidak terpilih untuk bangkit di dalam kebangkitan yang pertama, yaitu kebangkitan orang-orang suci (Wahyu 20 : 5, 6).

Di sini terlihat bahwa Ilham tidak secara sekaligus menerangi jalan kita menjadi jelas sampai kepada akhirat, melainkan dilakukan-Nya begitu secara langkah demi langkah; bahwa Kebenaran Allah itu adalah bersifat terus berkembang; bahwa kita tidak pernah dapat mengatakan dengan sungguh-sungguh kita memiliki semua Kebenaran untuk membawa kita dengan jelas memasuki Pintu-pintu Gerbang Mutiara.

Mengenai cara-cara yang memungkinkan kembalinya umat Allah ke negeri mereka, kita akan membaca :

Zakharia 1 : 18, 19 : “Kemudian ku angkat mataku, maka ku lihat, bahwasanya adalah empat tanduk. Maka kataku kepada malaikat yang berkata dengan aku itu, apakah artinya ini? Maka jawabnya kepadaku : Bahwa tanduk-tanduk inilah yang telah mencerai-beraikan Yehuda, Israel dan Yerusalem.

Di masa lalu kerajaan Israel menempati bagian Utara dari tanah perjanjian, dan kerajaan Yehuda menduduki bagian sebelah Selatannya. Kerajaan Israel dicerai-beraikan oleh raja-raja Assiria dan kerajaan Yehuda oleh raja dari Babilon. Orang-orang yang kembali ke Yerusalem

di masa Zakharia adalah berasal dari kerajaan Yehuda, orang-orang Yahudi, namun sebagaimana halnya kerajaan Israel telah bercampur dengan bangsa-bangsa, maka ia sebagai akibatnya telah kehilangan ciri-ciri rasial dan kebangsaannya. Kuasa-kuasa yang telah mencerai-beraikan Yehuda dan Israel, saudara saksikan, adalah dilambangkan dengan empat buah tanduk.

Zakharia 1 : 20, 21 : “Maka ditunjuk Tuhan kepadaku empat orang tukang kayu. Maka sembahku : Orang-orang ini datang membuat apakah? Maka jawabnya : Mereka inilah tanduk-tanduk yang sudah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga tak seorangpun dapat mengangkat kepalanya; tetapi sekarang mereka ini sudah datang untuk menyisihkan mereka itu, menyingkirkan tanduk-tanduk dari bangsa-bangsa Kapir itu, yang telah mengangkat tanduk mereka melawan negeri Yehuda untuk mencerai-beraikannya.”

Di sini kuasa-kuasa yang sama telah mencerai-beraikan Yehuda dan Israel kembali terlihat, bukan sebagai tanduk-tanduk, melainkan sebagai tukang-tukang kayu; bukan untuk mencerai-beraikan umat Allah, melainkan untuk membangun bagi mereka itu, dan untuk menyingkirkan tanduk-tanduk itu (kuasa-kuasa) dari bangsa-bangsa Kapir -- orang-orang yang memerintah atas negeri itu. Jadi, jelaslah, bahwa pada satu pihak bangsa-bangsa yang tidak memerintah atas Palestina akan bangkit sebagai “tanduk-tanduk” melawan orang-orang yang memerintah atasnya, dan pada lain pihak mereka akan bangkit bagaikan tukang-tukang kayu bagi umat Allah. Dengan demikian kelak “segala masa dari bangsa-bangsa Kapir itu akan digenapi.” Lukas 21 : 24.  Dengan begitu, maka hanya orang-orang yang dapat tahan berdiri pada Pehukuman bagi orang-orang Hidup, di dalam rumah Allah (1 Petrus 4 : 17), yaitu orang-orang yang nama-namanya tidak tercoret dari Buku (Wahyu 3 : 5) akan membentuk sidang, di antaranya akan terdapat 144.000 anak-anak lelaki Yakub (Wahyu 7 : 3 – 8), dan apabila Mikhail bangkit berdiri, maka orang-orang yang nama-namanya ada tertinggal di dalam Buku akan diselamatkan dari “kesusahan yang sedemikian itu belum pernah jadi” (Daniel 12 : 1). Mereka adalah “yang lagi tinggal”, yaitu orang-orang yang lolos hidup dari Pehukuman bagi Orang Hidup di dalam Rumah Allah. Dengan demikian kaabah contoh saingan itu akan diperdirikan (Yeheskiel pasal 40 - 43) dan kota-kota akan disebar-luaskan.

Kemudian hamba-hamba Allah yang tiada bercacat cela ini, buah-buah pertama, akan dikirimkan kepada bangsa-bangsa yang belum pernah mendengar akan nama baik Allah (orang-orang yang bukan Kristen), maka mereka akan memberitakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa Kapir dan akan menghantarkan segala saudaranya, buah-buah kedua itu, yaitu semua yang akan diselamatkan, kepada rumah Tuhan (Yesaya 66 : 16, 19, 20), kepada sidang Allah yang sudah suci, dimana di sana tidak akan terdapat lagi dosa dan tidak ada lagi kemungkinan untuk dikenai bela-bela itu (Wahyu 18 : 4).

Buta terhadap Kebenaran ini, terhadap Pehukuman bagi Orang Hidup, “hari Tuhan yang besar dan hebat itu”, hari dimana segala perkara akan dikembalikan, maka orang-orang Laodikea tampaknya berada dalam suatu kesesatan yang menyedihkan. Bacalah Buku Testimonies, vol. 3, p. 253 dan Buku Testimonies, vol. 5, p. 217. Jika tidak mereka bangkit dari keadaannya maka mereka akan didapati kurang dan akan diludahkan.

Orang-orang Yahudi telah menjadi buta karena mereka menutupi telinga-telinga mereka terhadap nabi-nabi dan tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh mereka itu. Malaikat sidang Laodikea di waktu ini dengan sombongnya mengatakan, “Saya tidak memerlukan baik nabi-nabi maupun Kebenaran tambahan -- menolak nubuatan-nubuatan dan pekabaran-pekabaran bahkan sebelum semuanya itu datang, sungguhpun ia cukup mengetahui, bahwa pekabaran dari hal Pehukuman bagi Orang Mati itu bukanlah yang terakhir. Pehukuman bagi Orang Hidup adalah yang terakhir.

Buku Zakharia keseluruhannya selalu merupakan sebuah buku yang tertutup, namun sebagaimana pengertian rohaniahnya yang dalam kini dibukakan dan dikemukakan dengan jelas kepada perhatian sidang, maka orang-orang yang menolaknya serta berusaha melawannya sedang melakukan bahkan lebih jahat daripada pembunuhan orang-orang Yahudi terhadap nabi-nabi dan Tuhan.

Jelaslah terlihat kini bahwa Firman Allah hidup selama-lamanya. Orang boleh saja membunuh utusan-utusan Allah, tetapi mereka

tidak dapat membinasakan Firman-Nya. Itu sungguh-sungguh bagaikan biji sesawi. Walaupun Ia dipijak-pijak di bawah kaki sehingga Ia tidak lagi dapat ditemukan diperbandingkan kepada sebutir biji sesawi setelah ia jatuh ke dalam tanah, namun segera setelah Gulungan Lembaran dibuka, maka Ia akan muncul keluar kembali.

Pada waktu pekabaran ini mulai dibukakan, orang-orang Laodikea berusaha dengan segala daya untuk mematikannya, namun ia masih terus hidup dan bertumbuh dengan makin cepat. Mereka masih terus berusaha mematikannya, tetapi oleh karena mereka tidak mampu berbuat begitu sewaktu ia masih kecil dan lemah bagaikan suatu daun kecil dari biji sesawi, maka bagaimanakah dapat mereka perbuat sekarang karena ia telah menjadi besar dan telah berbuah?

Oleh karena itu kita hendaknya tidak kuatir terhadap sesuatu kemungkinan seseorang akan mengganggu pekerjaan Allah. Kita pun tidak perlu kuatir tentang bagaimana kita akan sampai ke Bukit Sion, tetapi kita harus memastikan untuk siap menaiki kereta Allah ketika malaikat-malaikat berseru, “Naiklah semua!” Hendaklah kita selalu ingat, bahwa orang-orang yang pernah memecahkan kerajaan kuno itu dan melemparkan keluar orang-orangnya, kini akan datang untuk membangunkannya dan untuk melemparkan keluar tanduk-tanduk bangsa-bangsa Kapir yang kini memerintah negeri itu, demikianlah bahkan musuh-musuh kita di hari kemarin Allah akan mempekerjakan mereka itu bagi kita di hari ini.

* * *

.

Previous
1AS10
Apakah Yang Membawa Sukses Bagi Pembangunan Dan Reformasi
Next
1AS12
Jika Hanya 144.000 Yang Diubahkan Kesempatan Apakah Bagimu?