Davidian Today This is the official website of GADSDA

Languages

Social

Global search
Use these syntaxes below to make advanced search
Sentence search: "Ancient David also was a young boy"
AndX search: King David
OrX search: King | David
NotX search: King ! David
Book search
Use these syntaxes below to make advanced search witin books
Reference search: 1tg2: or 1tg2:18 or 1tg2:18.3
Sentence search within book: 1tg2::"Ancient David also was a young boy"
Sentence search within book categories (tracts): tr::"The Jews before Christ’s day"
AndX search within book: 1tg2::King David
OrX search within book: 1tg2::King | David
NotX search within book: 1tg2::King ! David

Apakah Yang Membawa Sukses Bagi Pembangunan Dan Reformasi

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

.

Renungan dan Doa Pembuka

Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang terakhir pada halaman 159.

M.B. pp.159, 160 : “….. ’Kerajaan dan kekuasaan, dan kebesaran kerajaan di bawah seluruh langit’, akan diberikan kepada ‘umat kesucian dari Yang Maha Tinggi.’ Mereka akan mewarisi kerajaan yang telah disediakan baginya ‘semenjak berdirinya dunia.’ Maka Kristus akan mengambil bagi diri-Nya sendiri kuasa-Nya yang besar itu dan akan memerintah..... Hanya orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan-Nya, akan mengatakan, ‘Di sinilah hamba; utuslah hamba’, mencelekkan mata-mata yang buta, membalikkan orang-orang dari ‘kegelapan kepada terang, dan dari kuasa Setan kepada Allah, supaya mereka boleh memperoleh pengampunan dosa-dosa, dan mewarisi bersama-sama mereka yang disucikan’, -- mereka sendiri berdoa dengan sungguh-sungguh, ‘Datanglah kerajaan-Mu.’ ”

Semua baris kalimat-kalimat ini menceritakan kepada kita bahwa orang-orang yang dengan sungguh-sungguh berdoa “Datanglah kerajaan-Mu”, orang-orang yang mengabdikan dirinya bagi pekerjaan Allah, orang-orang yang lidahnya telah disentuh dengan batu-batu bara dari medzbah (yang memandang akan dirinya sendiri sebagai orang-orang berdosa), dan yang kemudian mengatakan, “Di sinilah hamba; utuslah hamba”, adalah khusus orang-orang yang pantas untuk diutus ke dalam kebun anggur Allah di masa ini.

Dan sekarang bagaimanakah hendaknya doa kita? -- Supaya kita dapat dengan sadar mengatakan, “Datanglah kerajaan-Mu”, sambil menyadari, bahwa kita sedang betul-betul mengatakan, bahwa kita sedang melakukan apa saja yang dapat kita buat untuk mengatakan kata-kata itu, bahwa kita sedang bekerja dengan tak henti-hentinya untuk itu; bahwa kita sedang menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan seperti halnya malaikat-malaikat.

Betapa ironisnya bagi seseorang yang mengucapkan doa Tuhan itu sementara melakukan sesuatu yang lain daripada berusaha bagi kegenapannya! Itu adalah bagaikan seseorang yang mengatakan, “Berikanlah saya tanganmu”, sementara pada waktu yang sama ia mengibaskannya. Doa yang sedemikian justru merupakan suatu bentuk hujat. Kita hendaknya berdoa supaya kita menyesuaikan kemauan kita dengan kehendak Allah, setia di dalam pekerjaan-Nya, dan jujur kepada milik-Nya saja.

* * *

APAKAH YANG MEMBAWA SUKSES BAGI PEMBANGUNAN DAN REFORMASI? 

Kotbah Victor T. Houteff

Pendeta Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 12 Oktober 1946

Chapel Mount Carmel,

Waco, Texas 

Di dalam buku Life Sketches, p. 425, kita membaca : “Saya sangat berkesan oleh pemandangan-pemandangan yang baru-baru ini lewat di depan saya pada malam hari. Tampaknya ada suatu pergerakan besar -- suatu pekerjaan pembangunan -- bergerak di banyak tempat. Orang-orang kita sedang bergerak masuk barisan, memenuhi panggilan Allah. Saudara-saudaraku, Tuhan sedang berbicara kepada kita .....”

Ini adalah suatu ramalan dari hal suatu pergerakan besar, suatu pergerakan yang akan memajukan suatu tugas pembangunan yang berhasil di banyak tempat. Di sini terlihat pula, bahwa orang-orang akan mematuhi panggilan Allah, dan bahwa tugas pembangunan yang terlihat dalam khayal ini akan dibawa oleh suatu pergerakan yang diorganisir oleh Tuhan, bukan oleh Organisasi Gereja, dan bukan oleh seseorang di sini dan seseorang di sana. Pergerakan ini adalah ciptaan Allah, bukan dibentuk sesuai rencana manusia.

Bertahun-tahun lamanya kita telah saksikan banyak orang-orang dan perhimpunan-perhimpunan orang-orang di berbagai bagian dunia Adventist yang pada suatu masa telah mempertunjukkan apa yang disebutnya suatu “pembangunan dan reformasi”, tetapi tidak satu pun yang pernah mampu menyelesaikan sesuatu. Mereka satu demi satu berhenti dengan cara pergi meninggalkannya dengan kebencian. Gantinya membangun dan reformasi bagi yang lebih baik, mereka malahan sesudah setiap usaha yang sedemikian jatuh terhanyut meninggalkan Allah, dan makin hari makin dekat kepada tingkat

standar ukuran duniawi.

Hendaklah jelas bagi setiap pencari Kebenaran yang celek matanya, bahwa pembangunan yang diramalkan dan digambarkan oleh Buku Life Sketches adalah pergerakan anggota yang ada sekarang, sebab di luar dari pergerakan ini yang kini sedang berlangsung, yang secara berangsur-angsur dan tetap sedang menyingkirkan sampah di seluruh dunia Advent, kita belum pernah melihat adanya sesuatu pergerakan yang lain yang sesuai dengan penulisan di dalam Buku Life Sketches itu daripada organisasi pergerakan ini yang kini sedang membawakan suatu pembangunan yang sedemikian itu.

Alkitab mengandung rencana keselamatan yang lengkap bagi semua umat manusia. Bagaimanakah dapat saya mengetahui ini? -- Saya mengetahuinya, sebab cerita-Nya dimulai dengan kejadian dan berakhir dengan bumi yang sudah diperbaharui. Di antara halaman-halaman pertama dan terakhir dari Alkitab itu terletak perumusan yang lengkap bagi keselamatan dan penebusan manusia. Dan jika pembangunan dan reformasi yang sedemikian seperti yang digambarkan di sini akan berlaku di dunia di antara kedua peristiwa itu (kejadian dan bumi baru), maka materi dan contoh dari pekerjaan yang demikian itu harus ditemukan di sesuatu tempat di dalam halaman-halaman Alkitab itu.

Sebelum kita membaca dari hal apa Alkitab harus katakan mengenai masalah itu, saya kira kita hendaknya pertama-tama mendefenisikan dahulu secara konkrit kata-kata “pembangunan” dan “reformasi.” Untuk “pembangunan” kamus memberikan defenisinya sebagai berikut : “Mengembalikan; menyegarkan kembali; memperbaharui; membangkitkan kembali; menegakkan kembali.” Dan untuk “reformasi” kamus memberikan defenisi ini : “Membuat lebih baik secara moral, merobah bagi yang lebih baik.”

Buku Christ Our Righteousness mendefenisikan kata-kata ini sebagai berikut : “Suatu pembangunan dan suatu reformasi harus terlaksana di bawah pekerjaan Roh Suci. Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan menunjukkan kepada suatu pembaharuan kembali kehidupan rohani, suatu penghidupan kembali

dari kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan dari mati rohani. Reformasi menunjukkan kepada suatu reorganisasi, suatu perubahan dalam pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan. Reformasi tidak akan menghasilkan buah kebenaran yang baik kecuali jika ia dihubungkan dengan pembangunan dari Roh. Pembangunan dan reformasi akan melaksanakan tugas-tugasnya yang telah ditentukan, maka dalam melaksanakan tugas ini keduanya harus bergabung.” -- Christ Our Righteousness, p.154, Edisi 1926; p. 121, Edisi 1941.

Apakah perbedaan di antara “pembangunan” dan “reformasi”? -- Pembangunan berarti menghidupkan kembali kualitas-kualitas kerohanian; menghidupkan pikiran dan hati menuju kepada pendirian tahap kehidupan rohani; menegakkan kembali, membetulkan. Dan reformasi berarti merubah diri seseorang untuk yang lebih baik, mereorganisir kuasa-kuasa moral di bawah pengendalian Ilahi.

Di dalam Alkitab terdapat hanya satu contoh (lambang) dari suatu pembangunan dan reformasi yang sedemikian seperti yang dilambangkan di sini. Kita menemukannya tercatat di dalam buku-buku nubuatan Hagai dan Zakharia.

Saudara ingat bahwa orang-orang Yahudi kuno itu oleh Kores raja Persia telah dilepaskan dari perhambaan mereka segera setelah Babilon jatuh. Ia telah mengeluarkan sebuah keputusan, bahwa mereka harus kembali ke negeri asal mereka untuk membangun kembali segala kehancuran dan segala yang telah ditinggalkan. Raja itu secara khusus telah memutuskan bahwa pembangunan kembali kaabah itu serta pendirian kembali ibadah kepada Allah dari Surga itu harus dilaksanakan dengan setia dan secepatnya. Suatu pembangunan dari bagian kerohanian bangsa itu (kaabah berikut sistim ibadahnya) adalah kepentingan mereka yang terutama. Tetapi menurut kata-kata Ezra 4 : 24, keputusan Kores berikut pula sesuatu yang lain yang dikeluarkan beberapa tahun kemudian kedua-duanya adalah membingungkan, maka dalam tahun kedua pemerintahan Darius, Raja Persia, pekerjaan itu selengkapnya berhenti, dan tampaknya

tidak ada lagi harapan untuk dapat melanjutkannya kembali.

Kemudian adalah bahwa nabi-nabi Hagai dan Zakharia telah dipanggil kepada jabatan-jabatan mereka sebagai nabi lalu ditugaskan untuk menghidupkan kembali serta mereorganisir para tukang bagi proyek kaabah yang telah ditinggalkan itu. Lihat Hagai 1 : 1 dan Zakharia 1 : 1. Hasil yang menggembirakan dan menakjubkan ialah, bahwa dalam waktu empat tahun yang singkat gedung kerohanian yang megah itu telah selesai dengan cepatnya, sebaliknya semua usaha yang terdahulu yang penuh kesungguhan oleh para raja dan orang banyak itu, yang telah meliputi suatu jangka waktu lebih dari tiga puluh tahun, selengkapnya telah gagal (Lihat Ezra 6 : 15).

Sekarang marilah kita pertimbangkan secara realistis mengapa usaha-usaha para tukang itu dan keputusan-keputusan raja pada mulanya gagal, dan mengapa pada akhirnya mereka berhasil. Sebelum Hagai dan Zakharia dipanggil kepada jabatan mereka sebagai nabi, banyak dari orang-orang Yahudi kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, walaupun sebagian besar tetap tinggal di Babilon; yaitu, para tukang secara sukarela pergi membangun hanya karena perhambaan telah berakhir, dan karena raja telah memutuskan, bahwa kaabah Allah harus dibangun. Tetapi kedua usaha para tukang dan raja adalah selengkapnya gagal -- semuanya menjadi sia-sia. Kemudian adalah, bahwa oleh perantaraan nabi-nabi-Nya, Hagai dan Zakharia, maka Allah mengendalikan pekerjaan itu, lalu kemudian adalah, bahwa semuanya itu telah selesai dengan segeranya. Dengan kata lain, bukanlah sebelum Tuhan mengambil pimpinan dalam tangan-Nya sendiri melalui Roh Nubuat pekerjaan itu maju. Kenyataannya, sejarah yang suci membuktikan, bahwa tidak ada yang pernah berhasil maju di dalam pekerjaan Allah tanpa Roh Nubuat yang hidup terdapat di tengah-tengahnya.

Sebagai contoh, Musa memahami semenjak dari masa kanak-kanaknya, bahwa yang telah ditakdirkan kepadanya ialah untuk melepaskan bani Israel dari tempat-tempat pembuatan batu bata kepunyaan Phiraun. Dan pada masa ia telah dewasa dan setelah selengkapnya terlatih di dalam istana-istana Phiraun, dan setelah melihat akan dirinya sendiri kuat dan mampu, maka

segeralah ia berusaha untuk melepaskan tawanan-tawanan orang-orang Ibrani yang banyak itu. Ia membunuh seorang Mesir, terlibat suatu pertengkaran dengan seorang Ibrani, kemudian lari meninggalkan segala-galanya, dan tanpa harapan untuk sekali kelak dapat kembali, ia lari meninggalkan negeri itu dalam kekalahan yang lengkap. Empat puluh tahun kemudian, sesudah Allah memberi kepadanya Roh Nubuat, ia kembali lalu dengan kemenangan memimpin para tawanan Ibrani itu keluar dari Mesir!

Kejadian-kejadian yang khusus ini membuat sangat jelas bahwa bagaimana pun kerasnya mungkin usaha orang untuk memulaikan pembangunan dan reformasi di antara umat Allah, usaha-usaha mereka pasti menemui kegagalan bahkan sebelum mereka memulaikannya jika tidak Allah sendiri oleh perantaraan para nabi-Nya memegang pimpinan pekerjaan itu.

Sekarang, seperti apa yang terjadi dalam proses reformasi sesudah rumah Allah kuno itu dibangun, marilah kita baca :

Ezra 6 : 19 – 21 : “Maka segala bani tawanan itu melaksanakan Paskah pada hari yang keempat belas dari bulan yang pertama. Karena segala imam dan orang Lewi pun sudah menyucikan dirinya bersama-sama, sucilah semuanya, maka disembelihkannyalah Paskah akan segala bani tawanan itu dan akan saudara-saudara mereka, yaitu segala imam, dan akan dirinya sendiri pun. Maka bani Israel, yaitu segala orang yang sudah balik dari tawanan itu makan dia, demikian pun segala orang yang sudah menjauhkan dirinya dari kecemaran orang Kapir yang di tanah itu hendak mencari Tuhan Allah Israel.”

Marilah sekarang kita gabungkan catatan Ezra dengan apa yang dicatat oleh Nehemia.

Nehemia 10 : 28 – 32 : “Maka segala orang mereka itu yang lain, segala imam dan orang-orang Lewi dan penunggu pintu dan biduan dan Netinim dan barangsiapa yang sudah menjauhkan dirinya dari bangsa segala negeri itu hendak menurut Torat Allah, isteri-isteri mereka itu,

dan segala anaknya laki-laki dan perempuan, barang-siapa yang berpengetahuan dan berakal, ia itu berpaut dengan saudara-saudaranya, segala orang besarnya, serta masuklah janji dengan sumpah setia, bahwa mereka itu akan berjalan menurut Torat Allah yang sudah diberikan oleh perintah Musa, hamba Allah itu, dan mereka itu akan memeliharakan, dan melakukan segala firman Tuhan, yaitu Tuhan kita, dan segala hukum-Nya dan segala syariat-Nya; dan kami pun tidak akan memberikan anak-anak perempuan kami kepada bangsa-bangsa negeri itu, dan  kami tidak akan mengambil anak-anak perempuan mereka itu akan anak-anak laki-laki kami. Dan lagi apabila bangsa-bangsa negeri itu datang pada hari Sabat dengan membawa barang dagangan dan berbagai makanan hendak menjual dia, maka tiada kami akan membeli dia dari mereka itu pada hari Sabat atau pada barang suatu hari yang suci; dan kami pun akan memegang tahun yang ketujuh itu seperti tahun kelepasan, dalamnya tiada kami akan menagih barang sesuatu hutang. Dan lagi kami tanggungkan pada diri kami seperti hukum juga, bahwa pada tiap-tiap tahun kami akan membayar sepertiga dari setiap syikal bagi pekerjaan Bait Allah kami.”

Di sini anda saksikan sebuah catatan dari pembangunan dan reformasi yang lengkap yang sedemikian ini belum pernah ada sebelumnya. Perkara-perkara yang dibangunkan adalah sebagai berikut : (1) Rumah Allah dibangun kembali dan semua pelayanan yang suci dihidupkan kembali; (2) semua yang dahulu hancur dibangunkan kembali, dan kota itu didiami kembali. Berbagai reformasi yang terlaksana ialah : (1) Semua imam dan orang-orang Lewi disucikan; (2) semua anak bani yang tertawan itu memisahkan diri mereka dari segala kecemaran bangsa Kapir; (3) semua mengikat janji dengan sanksi kutuk untuk berjalan di dalam “Torat Allah”, untuk mematuhi hukum-hukum-Nya dan semua syariat-Nya, tidak akan memberikan anak-anak perempuannya kepada bangsa negeri itu, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka bagi isteri-isteri anak-anak laki-laki mereka; (4) mereka membuat penyucian hari Sabat itu sebagai suatu peraturan yang ketat; dan (5) mereka dengan senang hati berjanji akan membantu pekerjaan Allah dengan penghasilan-penghasilan mereka. Pembangunan dan reformasi yang lengkap dan murni sedemikan ini belum pernah dilakukan semenjak manusia jatuh ke dalam dosa.

Bahwa pembangunan dan reformasi dari masa itu adalah merupakan contoh dari pembangunan dan reformasi yang akan terjadi di masa kita, secara prinsip dapat dicatat dari kenyataan itu bahwa

kedua nubuatan Hagai dan Zakharia mencampuri dua peristiwa, satu yang akan jadi di masa mereka dan yang satunya yang akan jadi di masa kita. Tuhan berfirman :

Hagai 2 : 21 – 23 : “Katakanlah olehmu ini kepada Zerubabel, penghulu Yehuda, bahwa Aku akan menggoncangkan segala langit dan bumi. Dan Aku akan menggulingkan segala kursi kerajaan, dan Aku akan membinasakan kuasa kerajaan segala bangsa, dan Aku akan menggulingkan segala kendaraan serta dengan orang yang mengendarainya, dan segala kuda dan segala orang yang mengendarainya itu akan jatuh masing-masing oleh pedang kawannya. Maka pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Aku akan mengangkat akan dikau, hai Zerubabel, hai anak Seltiel, hamba-Ku! Demikianlah firman Tuhan, dan Ku jadikan dikau akan cincin meterai, karena engkau yang sudah Ku pilih, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!”

Di sini kita diberitahukan, bahwa pada masa Allah membinasakan kekuatan kerajaan-kerajaan Kapir dunia ini, peristiwa mana masih jauh di depan, maka Ia akan menjadikan Zerubabel kuno itu “sebuah cincin meterai” untuk suatu Zerubabel di masa kekuatan kerajaan-kerajaan itu dibinasakan. Kembali kita baca :

Zakharia 2 : 5, 11, 13 : “Karena Aku, firman Tuhan, akan jadi baginya sebuah tembok api berkeliling, dan akan dimuliakan di tengah-tengahnya. Maka pada hari itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan, dan akan menjadi umat-Ku : maka Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutusku kepadamu. Berdiamlah kamu, hai segala manusia di hadapan hadirat Tuhan, karena sudah bangkit Ia keluar dari dalam kediaman kesucian-Nya.”

Tembok yang dibangun oleh orang-orang Yahudi sekeliling Yerusalem di masa nabi Zakharia adalah terbuat dari batu, tetapi tembok yang diramalkan di sini akan terdiri dari “api”, yang jauh lebih hebat, memberikan keamanan yang sempurna bagi penduduk yang berdiam di dalamnya. Lagi pula, tak ada bangsa lain selain orang-orang Yahudi, yang diijinkan untuk menggabungkan diri dengan tukang-tukang pembangun Yerusalem

di masa nabi itu, tetapi pada masa kita banyak bangsa akan menggabungkan diri. Selanjutnya, pada kegenapan nubuatan-nubuatan ini Tuhan meminta agar semua manusia dengan menaruh hormat dan berdiam mencatat, bahwa Ia telah bangkit keluar dari dalam kediaman kesucian-Nya -- bahwa Ia kini sedang mengunjungi bumi.

Zakharia 2 : 8 : “Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; setelah kemuliaan itu (Sesudah sidang yang kekal itu) setelah sudah Ia mengutus aku kepada segala bangsa yang telah menjarahimu : karena barangsiapa yang mengusik kamu, ia itu mengusik akan biji mata-Nya.”

Di masa Zakharia Tuhan tidak mengutus seseorang pun kepada segala bangsa setelah terjadi sesuatu perkara, tetapi di masa kita Ia akan mengutus Zakharia contoh saingan (penterjemah nubuatan-nubuatan Zakharia) kepada segala bangsa yang sedang memerintah dan sedang mengeksploitasikan umat-Nya, maka bangsa-bangsa itu akan menjadi barang rampasan dan mereka akan mengetahui, bahwa Tuhan telah mengutusnya.

Zakharia 2 : 12 : “Pada masa itu Tuhan akan memiliki Yehuda akan pusakanya, akan bagian-Nya di Tanah Suci, dan akan memilih Yerusalem kembali.”

Apabila bangsa-bangsa menggabungkan diri dengan Tuhan di Tanah Suci, maka terjadilah, bahwa Ia akan mempusakai Yehuda dan akan kembali memilih Yerusalem. Dan yang sangat berarti dari semuanya, Ia menyatakan, bahwa Ia telah bangkit keluar dari tempat kediaman-Nya yang suci untuk menyelesaikan semua perkara ini.

Zakharia 8 : 7, 20, 21 : “Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwasanya Aku akan melepaskan umat-Ku dari negeri di sebelah matahari terbit dan dari negeri di sebelah matahari masuk pun ..... Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : masih akan jadi lagi, bahwa akan datang bangsa dan penduduk dari banyak negeri : maka penduduk isi negeri yang satu akan mendapatkan penduduk isi negeri yang lain sambil katanya : Marilah kita segera pergi menyembah sujud di hadapan hadirat Tuhan dan akan mencari Tuhan serwa sekalian alam : Aku pun hendak ke sana.”

Perhatian nabi itu ditujukan kepada suatu masa apabila Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya baik dari sebelah timur maupun dari sebelah barat; kepada suatu masa apabila penduduk dari negeri yang satu akan mengundang penduduk negeri yang lain untuk pergi ke Tanah Suci itu. Nubuatan yang sama dengan ini terlihat juga baik dalam Yesaya pasal 2 maupun dalam Mikha pasal empat.

Zakharia 8 : 22, 23 : “Demikianlah, banyak orang dan bangsa-bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan serwa sekalian alam di Yerusalem, dan menyembah sujud di hadapan Tuhan. Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Maka pada hari itu juga akan jadi, bahwa sepuluh orang daripada bahasa segala bangsa akan memegang walau hanya punca kain seorang orang Yahudi, sambil katanya : Kami akan pergi sertamu, karena telah kami dengar, bahwa Allah adalah menyertai kamu.”

Jelaslah, bahwa sepuluh orang itu adalah suatu lambang yang menunjukkan keseluruhan (universal) seperti halnya sepuluh anak dara dari Matius pasal 25. Jika demikian itu halnya, maka sidang sebagai sebuah badan akan berbicara dalam segala bahasa bangsa-bangsa. Berpegangnya mereka itu kepada seseorang yang adalah seorang Yahudi, sambil mengatakan, “Kami hendak pergi mengikutimu, karena kami sudah dengar, bahwa Allah adalah menyertaimu”, secara pasti menunjukkan, bahwa seseorang, yaitu seseorang keturunan dari Yahudi Kristen akan memberitakan pekabaran pengumpulan Allah di masa akhir zaman, dan bahwa ia akan dikenal seperti yang sedemikian ini.

Marilah kita sekarang menoleh kepada :

Zakharia 9 : 9 : “Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion! Bersorak soraklah, hai puteri Yerusalem! Bahwasanya Rajamu datang kepadamu dengan adil, dan ialah penolong selamat; hati-Nya lembut, dan Ia mengendarai seekor keledai, seekor anak keledai betina.”

Di dalam nubuatan-nubuatan ini dikemukakan kedatangan Kristus yang pertama.

Zakharia 9 : 10 : “Maka Aku akan membinasakan segala kereta perang dari Efraim dan segala kuda dari Yerusalem, dan segala busur perang akan dipatahkan : dan Ia akan berbicara damai kepada bangsa kapir, dan kerajaan-Nya akan dari laut sampai kepada laut dan dari sungai sampai kepada segala ujung bumi.”

Artinya, Allah akan membawa kerajaan-kerajaan kuno itu, yaitu Efraim dan Yerusalem (Israel dan Yehuda) kepada ajalnya, dan kemudian menoleh kepada segala bangsa Kapir lalu membicarakan keselamatan kepada mereka. Dengan demikian inilah kelak kerajaan-Nya akan meliputi seluruh bumi.

Zakharia 12 : 3, 8, 9 : “Dan pada hari itu Aku akan menjadikan Yerusalem sebuah batu tanggungan bagi segala bangsa : barangsiapa yang mengangkat akan dia itu akan dihancurkan, walaupun seluruh penduduk bumi sekali pun berkumpul bersama-sama melawannya. Pada hari itu Tuhan pun akan menjadi perlindungan sekeliling orang isi Yerusalem, dan yang terlemah di antara mereka itu pada hari itu akan jadi seperti Daud, dan rumah Daud pun akan seperti Allah, seperti malaikat Tuhan di depan mereka itu. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa Aku akan membinasakan segala bangsa yang datang menyerang Yerusalem.”

Artinya, sesudah mencerai-beraikan kerajaan-kerajaan kuno itu, Israel dan Yehuda, maka Ia akan kembali mendirikan dan mempersatukan mereka seperti yang diramalkan di dalam Yeheskiel pasal 36 dan di dalam bagian-bagian lain dari Kitab suci. Pada masa itu Yerusalem, kota dari orang-orang suci, akan menjadi sebuah batu tanggungan bagi semua penduduk bumi. Artinya, mereka akan membenci kota itu berikut semua penduduknya dan mereka akan berusaha mengalahkannya, tetapi sebaliknya mereka sendiri akan dihancurkan; karena Tuhan akan membela umat-Nya. Kemudian ialah, bahwa walaupun yang terlemah sekali pun di antara segala penduduk Yerusalem kelak akan rela, dan berani, dan mampu seperti akan halnya Daud kuno dahulu. Maka rumah Daud -- yaitu kerajaan yang akan diperdirikan itu, yang adalah hanya sebuah sidang yang sudah disucikan, tanpa seorang berdosa pun di antaranya (Yesaya 52 : 1), akan menjadi bagaikan malaikat Tuhan di hadapan segala bangsa.

Oleh karena nubuatan Zakharia menemui hanya sebagian kegenapan di masa orang-orang Yahudi kembali dari Babilon menuju ke Yerusalem, dan oleh karena tulisan-tulisannya berbicara secara bergantian dari hal sesuatu pergerakan yang sedemikian yang lain, yang mana akan kelak lebih besar daripada yang terdahulu, maka oleh karenanya tidak dapat diragukan terdapat hanya yang terkemudian itu adalah merupakan contoh saingan daripada yang terdahulu. Oleh karena itu pembangunan dan reformasi di masa Zakharia itu akan diulangi di masa sejarah kita. Kegagalan dari para pendiri untuk meneruskan pekerjaan itu dan membawakan pembangunan dan reformasi sebelum Hagai dan Zakharia dipanggil kepada jabatan nabi mereka, dan sukses mereka sesudah Tuhan Allah oleh perantaraan para nabi mengambil alih pekerjaan, mendemonstrasikan secara sempurna, bahwa tanpa Roh Nubuat yang hidup itu terdapat di tengah-tengah mereka tidak akan ada usaha pembangunan dan reformasi dapat berhasil, dan itulah sebabnya mengapa mereka semua sampai terus menerus gagal. Contoh itu juga mendemonstrasikan secara sempurna, bahwa oleh karena Allah kini telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang suci, dan telah memegang sendiri pemerintahan di tangan-Nya, maka pembangunan dan reformasi akan pasti menang. Oleh karena itu, tak ada gunanya untuk mengadakan berbagai pembangunan dan reformasi sementara orang tidak mengetahui akan apa dan bagaimana sesungguhnya membangun atau mereformasi. Adalah dianjurkan supaya tetap berpegang kepada standar, tetapi tentunya itu bukan menurut kehendak Allah jika seseorang “melakukan” sesuatu lalu menyebutnya pembangunan dan reformasi.

Kesimpulannya, marilah kita mengumpulkan kedua pokok yang terpenting itu yang mana penyelidikan kita pada sore itu telah berhasil menjelaskan secara pasti bagi kita : (1) Bahwa suatu pekerjaan dan pergerakan yang sama dengan apa yang terjadi di masa Zakharia itu akan dapat membawa pembangunan dan reformasi secara berhasil di antara umat Allah di waktu ini, sehingga barangsiapa yang mengharapkan berkat-berkat yang dijanjikan harus dengan sepenuh hati ikut serta di dalamnya. (2) Bahwa tanpa Roh Nubuat yang hidup terdapat di tengah-tengah kita, maka tidak akan ada hasil di dalam setiap pembangunan dan reformasi, dan bahwa makin cepat kita mengenalnya makin cepat pula kita akan sampai kepada tujuan kita.

* * *

.

Previous
1AS9
Rumah Daud Bagaikan Malaikat Tuhan
Next
1AS11
Dirikanlah Kota, Hiburkan Sion, Pilihlah Yerusalem